Home » Lee Sung Kyung » Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 7 – 2

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 7 – 2

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 7 – 2, bercerita tentang Joon Hyung yang akhirnya bisa menghubungi Bok Joo dan ketika dia punya kesempatan bertemu dengan Bok Joo, diapun langsung menghiburnya. Mereka berdua menghabiskan waktu malam bersama di club, mereka berjoged sampai pagi dan apa yang Joon Hyung lakukan berhasil. Paginya, Bok Joo sudah kembali seperti Bok Joo sebelumnya. Di akhir episode, kita akan melihat Si Ho mengaku pada Joon Hyung dan Bok Joo kalau dia yang sudah meninggalkan buku diet Bok Joo di ruang latihan.

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 7 – 1

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 7 – 2

Sumber gambar dan konten dari MBC

Dalam perjalanan pulang ke kampus, Bok Joo mengangkat telepon dari Joon Hyung dan itu membuat Joon Hyung lega karena akhirnya Bok Joo mengangkat telepon darinya. Joon Hyung bertanya apa Bok Joo baik-baik saja karena dia melihat pelatih Choi selalu mengikuti Bok Joo kemana-mana. Ketika Bok Joo bertanya dari mana Joon Hyung tahu, dia mendengar dirinya di panggil oleh Sun Ok. Melihat kalau teman-temannya sedang bersama pelatih Choi, Bok Joo pun panik dan langsung menutup teleponnya. Karena teleponnya di tutup tiba-tiba, Joon Hyung pun tambah merasa khawatir pada Bok Joo.

Pelatih Choi dengan suara keras bertanya darimana saja dia, tapi karena Bok Joo hanya menjawab ada urusan, pelatih Choi emosi dan memberinya hukuman. Bok Joo di hukum pukulan dan Nan Hee tak tega melihatnya, jadi dia pun mengatakan pada pelatih Choi kalau dia akan mengatakan alasan Bok Joo melakukan semua itu.

Saat Nan Hee mengatakan semuanya, diam-diam Sun Ok mencuri dengar dan dia akhirnya tahu apa yang terjadi. Tapi dia terlihat marah karena kedua sahabatnya main rahasia darinya. Pelatih Choi yang tadinya marah, langsung berubah simpati pada Bok Joo, apalagi Nan Hee juga berkata kalau alasan Bok Joo tadi pergi adalah untuk meninggalkan hadiah untuk si dokter, karena si dokter ulang tahun.

Pelatih Choi yang sudah melunak pada Bok Joo kemudian berusaha menghiburnya. Dia menceritakan kalau dia dulu pernah kabur dari rumah gara-gara menyukai seorang pria, dia bahkan meninggalkan karir angkat besinya.

“Tapi… apa kau tahu apa yang menggangguku lebih dari merasa terkhianati? Aku tidak bisa melupakan bajingan itu. Sepertinya wanita memang begitu. Sekali aku merasa menyukainya, aku tidak bisa berhenti dengan mudah. Betapa bodohnya. Bok Joo. Hei. Kau merasa hatimu hancur, kan? Tidak apa-apa. Ini semua akan terlewati. Oke? Kau tahu tentang saat mematikan, kan? Kau kehabisan napas dan kau merasa sepertinya kau akan segera mati. Tapi jika kau berhasil melewati saat itu, semuanya akan jadi lebih mudah. Semuanya juga seperti itu. Oke?” ucap pelatih Choi dan Bok Joo berkaca-kaca mendengarnya.

“Rasanya bagus mendapatkan pengalaman seperti ini. Sekarang atau nanti, jika kau bertemu seorang pria… yang bisa membuatmu jadi diri sendiri dan yang mencintaimu, berkencanlah dengannya. Memangnya atlet angkat besi tidak bisa berkencan? Kau bisa. Aku tidak akan menghentikanmu,”  sambung Pelatih Choi dan Bok Joo tak bisa lagi menahan tangisnya. Pelatih Choi pun memeluknya.

Tepat disaat itu Joon Hyung lewat dan dia melihat pelatih Choi menghibur Bok Joo. Dia juga mendengar pelatih Choi menyumpahi pria yang sudah membuat Bok Joo menangis.

Setelah Bok Joo tenang, mereka pun kembali ke asrama. Namun sebelum  sampai asrama pelatih Choi membebaskan Bok Joo malam ini, dia menyuruh Bok Joo tidur di rumah untuk menenangkan dirinya, selain itu Bok Joo juga harus menghabiskan waktunya bersama sang ayah. Tapi besok, pelatih Choi menyuruh Bok Joo kembali latihan dan dia ingin Bok Joo memperlihatkan kembali sifat aslinya.

Dalam perjalanan kembali ke ruang latihan, pelatih Choi bertemu dengan profesor Yoon yang menanyakan tentang Bok Joo.  Dengan tersenyum, pelatih Choi meminta profesor Yoon untuk tidak khawatir padanya. Lagi pula profesor Yoon pernah bilang kalau memberikan kepercayaan adalah jalan untuk mendukung, jadi mereka sekarang harus mendukung Bok Joo saja. Profesor Yoon pun setuju.

Bok Joo berjalan sendiri dan dia melihat sebuah sosis menggelinding, ternyata itu adalah sosis Joon Hyung yang sengaja pasang untuk menarik perhatian Bok Joo. Ketika Bok Joo hendak mengambil sosisnya, Joon Hyung langsung menghampirinya.

Joon Hyung bertanya Bok Joo mau kemana dan Bok Joo menjawab pulang. Saat pertanyaan itu Bok Joo tanyakan pada Joon Hyung, Joon Hyung sempat bingung dan diapun hanya berkata kalau dia keluar membeli sosis. Joon Hyung lalu protes karena tadi Bok Joo tiba-tiba memutus telepon dan Bok Joo pun menjawab kalau tadi terjadi sesuatu.

“Ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa tahu kalau aku ketahuan?” tanya Bok Joo dan Joon Hyung tak mau memberitahunya. Karena Joon Hyung mengajak Bok Joo makan malam dan Bok Joo pun bertanya bagaimana dengan absen malam Joon Hyung?

“Peraturan diciptakan… untuk dilanggar,” jawab Joon Hyun dan mengajak Bok Joo pergi.

Sun Ok benar-benar marah pada Nan Hee karena Nan Hee tak memberitahunya tentang rahasia Bok Joo.

Disisi lain, Joon Hyung berusaha menghibur Bok Joo dengan mengajaknya makan daging panggang. Melihat sikap Joon Hyung yang begitu bersahabat padanya, Bok Joo pun bertanya kenapa dan Joon Hyung mengaku kalau dia menemukan uang 50 ribu won di jalan, jadi dia ingin menghabiskannya bersama Bok Joo. Awalnya Bok Joo tak mau makan, tapi karena Joon Hyung memaksa untuk menyuapinya, jadi Bok Joo pun membuka mulutnya.

“Makanlah yang banyak. Anggap saja  ini perayaan untuk ulang tahun Jae Yi. Kau tidak harus diet lagi,” ucap Joon Hyung keceplosan dan itu tambah membuat Bok Joo sedih.  “Kenapa kau tidak berhati-hati? Kau ketahuan di hari ulang tahunnya. Dia khawatir karena kau tidak datang tanpa menghubunginya.”

“Benarkah?” tanya Bok Joo terkejut.

“Ya, kau seharusnya menghubunginya. Aku yakin kau tidak punya kesempatan untuk itu,” ucap Joon Hyung dan dengan kesal Bok Joo langsung memakan daging yang belum matang, sehingga Joon Hyung menyuruhnya untuk memuntahkannya. Melihat baju Bok Joo terkena saus, dengan begitu perhatiannya Joon Hyung membersihkan noda sausnya.

Melihat Bok Joo mulai akan menangis, Joon Hyung pun langsung menyuruh dia untuk makan semua dagingnya. Dia bahkan berkata kalau dia akan mentraktir apapun yang Bok Joo mau, karena Bok Joo sudah mempermalukan dirinya sendiri hari ini.

Mereka berdua kemudian pergi ke club, karena menurut Joon Hyung, clubbing adalah hal yang terbaik untuk dilakukan ketika mereka terlalu banyak pikiran. Saat Joon Hyung tak bisa membuka penutup botol, dia meminta Bok Joo yang membukakannya dan Bok Joo menggunakan cara yang sebelumnya pelatih Choi pakai.

Setelah minum, Joon Hyung menarik Bok Joo ke lantai dansa dan mengajaknya menari. Awalnya Bok Joo tak mau, tapi lama-kelamaan Bok Joo menari dengan bebasnya. Dia tak perduli kalau semua mata mengarah ke dirinya, Joon Hyung juga ikut menari bersamanya.

Tuan Kim sudah berada di restorannya dan dia minum soju. Tak mau Tuan Kim nanti kembali sakit, Dae Ho pun meminum sojunya dan menyisakan sedikit untuk Tuan Kim. Dae Ho bisa paham kenapa Tuan Kim minum, semua itu pasti karena dia merasa menyesal sudah memarahi Bok Joo

“Pikirkanlah lagi. Bok Joo sudah berumur 21 tahun. Bukankah dia juga ingin menggunakan  make up, menurunkan berat badannya dan pergi berkencan seperti teman seusianya? Dia juga wanita,” ucap Dae Ho dan Tuan Kim menjwab kalau Bok Joo bukan wanita, dia adalah seorang atlet angkat besi.

“Dia masih tetap seorang wanita meskipun dia mengangkat besi. Setiap kali aku melihat Bok Joo, aku merasa kasihan padanya. Dia selalu menggunakan celana training, naik motor untuk mengantarkan pesanan. Telapak tangannya kasar seperti tempurung kura-kura. Itu bukan tangan seorang wanita. Dia kehilangan ibunya ketika dia masih kecil. Ayahnya yang tidak peduli memukulnya setiap hari,” ungkap Dae Ho. Tuan Kim menyuruhnya diam dan pergi tidur. Tak mau berdebat, Dae Ho pun memilih pergi tidur dan sebelum dia pergi, dia berpesan pada Tuan Kim untuk tidak minum lagi.

‘Aku juga merasa kasihan padanya. Itulah kenapa dia tidak boleh menyerah. Dia setidaknya harus memenangkan medali emas.  Dia tidak bisa menyesal sepertiku,” gumam Tuan Kim saat sendirian.

Bok Joo menghabiskan malamnya bersama Joon Hyung. Saking keasikan menari, Bok Joo terus menggerakkan tubuhnya saat mereka berjalan pulang ke kampus. Joon Hyung langsung mengajak suit dan bagi yang kalah harus mentraktir clubbing di kesempatan berikutnya. Bok Joo kalah dan itu membuat Bok Joo kesal karena dia selalu kalah setiap kali bermain batu-gunting- kertas.

Karena suasana hati Bok Joo sudah bagus, Joon Hyung kemudian bertanya kenapa Bok Joo bisa sampai ketahuan dan Bok Joo menjawab kalau pelatih Choi menemukan buku dietnya di ruang latihan. Bok Joo mengaku kalau sebenarnya dia penasaran kenapa buku itu ada di ruang latihan, karena selama ini dia selalu meletakkannya di dalam tas dan dia tak pernah membawa tas ke ruang latihan. Namun dia tak mau mempermasalahkannya  lagi karena semua itu sudah berlalu.

“Tapi… Aku tidak menyesal. Aku belajar banyak, karena Dr. Jung. Dia membuatku sadar kalau aku juga seorang wanita. Dia mengajarkanku kalau pria bisa membuat hatiku berdebar… seperti yang angkat besi biasa lakukan,” aku Bok Joo.

“Dan kau sadar kalau kau… juga bisa menari seperti ini,” ledek Joon Hyung sambil mengikuti gaya Bok Joo.

“Aku baru saja larut dalam perasaanku. Astaga. Hei, apa kau tidak akan apa-apa tidur diluar tanpa izin?” tanya Bok Joo.

“Aku melakukannya setiap saat. Kenapa kau bertanya?  Apa kau khawatir?”

“Tentu saja aku khawatir. Kau bisa ketahuan. Bagaimana aku bisa tidak khawatir?”

“Kau sangat manis, Bok Joo,” ucap Joon Hyung dan mengobrak abrik rambut Bok Joo.

“Hei, jangan sentuh aku,” protes Bok Joo, tapi Joon Hyung malah melakukannya lagi dan lagi, hingga membuat Bok Joo kesal. Tapi melihat itu, Joon Hyung merasa senang, karena Bok Joo sudah kembali seperti biasanya.


loading...

“Semangatlah, bodoh. Cerewet dan ceria adalah daya tarikmu. Diam setiap saat membuatmu jadi membosankan. Hubungi aku kapanpun kau membutuhkan  moodbooster. Aku akan menggodamu,” pesan Joon Hyun dan kembali mengobrak abrik rambut Bok Joo.

Joon Hyung mengantar Bok Joo ke asrama, karena Bok Joo sudah mendapatkan izin jadi dia bisa menggunakan pintu depan. Sedangkan Joon Hyung akan masuk asrama dari pintu belakang karena dia memang membolos.

Sebelum masuk asrama, Bok Joo berkata kalau dia merasa senang hari ini berkat Joon Hyung. Setelah Bok Joo masuk asrama, Joon Hyung berkata kalau dia juga merasa senang berkat Bok Joo. Saat Joon Hyung berbalik hendak pergi, dia teringat kembali pada pernyataan Bok Joo yang mengatakan kalau buku diet itu ditemukan di ruang latihan. Mengingat itu, Joon Hyung lalu menyambungkannya dengan Si Ho yang dia lihat masuk ke ruang latihan angkat besi pagi-pagi buta.

Di dalam asrama, Bok Joo merasa kalau sifat Joon Hyung hari ini tak seperti Joon Hyung biasanya. Dia merasa sifat perhatian Joon Hyung tadi malam mirip seperti Jae Yi.

Bok Joo masuk kamar dengan mengendap-endap karena takut membangunkan Si Ho, tapi ternyata Si Ho sudah bangun, bahkan dia sudah melakukan peregangan, karena hari ini dia akan melakukan kompetisi. Si Ho lalu menanyakan keadaan Bok Joo sekarang karena sebelumnya Bok Joo terlihat tak sehat. Bok Joo pun menjawab kalau dia baik-baik saja karena dia sekuat baja. Dia kemudian menyemangati Si Ho yang akan bertanding dan dia sendiri akan tidur sampai siang.

Si Ho hendak pergi dan ketika dia mengambil dompetnya, dia tak sengaja menjatuhkan cerminya. Mendapati hal itu, Si Ho semakin cemas pada pertandingannya.

Anak angkat besi sudah bersiap untuk lari pagi dan Sun Ok masih terlihat marah pada Nan Hee. Hal itu membuat Nan Hee merasa tak nyaman. Tak lama kemudian Bok Joo datang dan Nan Hee langsung mengajaknya bicara. Dia memberitahu Bok Joo, kalau Sun Ok marah pada mereka karena mereka sudah merahasiakan semua itu darinya. Tepat disaat itu, Bok Joo mendapat telepon dari ayahnya.

Bok Joo langsung pergi menemui ayahnya di restoran dan saat ditanya apa Bok Joo sudah sarapan, Bok Joo menjawab kalau dia sudah makan dua piring, selain itu Pelatih Choi juga membelikannya jokbal. Bok Joo kemudian mengambil alih sapu yang tuan Kim pegang dan dia menggantikan ayahnya menyapu. Dia lalu bertanya bagaimana perasaan ayahnya sekarang karena kemarin ayahnya terlambat mendapatkan hemodialisis.

Tuan Kim kemudian memberikan lipstik pada Bok Joo, karena yang Tuan Kim dengar, para gadis memakai benda seperti itu saat ini. Tapi Bok Joo tak boleh memakainya saat latihan, dia harus memakainya ketika dia pergi dan ingin berdandan. Tentu saja Bok Joo senang mendapatkan lipstik, bahkan dia langsung mencobanya.

Tuan Kim kemudian menyuruh Bok Joo makan sebelum pergi dan saat ditawari mau iga panggang atau rebus, Bok Joo menjawab keduanya. Walaupun belum bisa tersenyum pada Bok Joo, Tuan Kim tetap membuatkannya.

Soo Bin menunjukkan aksinya, namun dia beberapa kali menjatuhkan tongkat yang menjadi atributnya. Sekarang giliran Si Ho dan Si Ho terlihat sangat tegang. Dia mulai menari dan semuanya berjalan lancar, dia bisa mengayunkan pitanya dengan rapi dan putarannya juga cantik. Selesai melakukan pertunjukannya, Si Ho terlihat puas dan lega.

Joon Hyung melakukan latihan dan dia mendapatkan posisi terbawah. Melihat itu, si pelatih pun langsung emosi dan bertanya kenapa Joon Hyung terlihat tak begitu berenergi hari ini? Namun Joon Hyung tak mengatakan apapun.

Di ruang ganti, Tae Kwon langsung menghampiri Joon Hyung dan bertanya dia tidur dimana semalam? Karena Tae Kwon merasa kalau Joon Hyung berada di luar asrama tak sendirian. Namun Joon Hyung menyuruh Tae Kwon diam, dia berkata kalau dia saat ini sedang banyak pikiran. Diperlakukan seperti itu Tae Kwon tak terima karena semalam dia sudah menyelamatkan Joon Hyung dari absen malam, dia mengatakan pada pengurus kalau Joon Hyung diare jadi harus bolak-balik toilet. Tak perduli akan hal itu, Joon Hyung langsung berjalan pergi karena ada sesuatu yang harus dia urus.

Rombongan senam indah sampai kampus dan Si Ho terus tersenyum-senyum sendiri karena dia sudah melakukan yang terbaik. Setelah pelatih mengatakan beberapa kata penutupan, mereka pun bubar untuk istirahat.

Dengan nada sinis, Soo Bin kemudian mengucapkan selamat pada Si Ho karena penampilannya bagus hari ini. Si Ho pun menepuk pundak Soo Bin sambil berkata, “Semangatlah!” lalu berjalan pergi.

Rasa senang Si Ho semakin bertambah, saat dia mendapatkan panggilan dari Joon Hyung yang mengajaknya bertemu. Saat bertemu dengan Joon Hyung, sambil terus tersenyum  Si Ho lalu bercerita kalau pagi ini cerminnya pecah, jadi dia pikir akan mendapat sial tapi yang terjadi malah sebaliknya, dia berhasil melakukan pertunjukannya dengan baik.

Namun Joon Hyung langsung mengubah mood senang Si Ho menjadi rasa kesal dengan menanyakan apakah Si Ho yang sudah meletakkan buku diet milik Bok Joo di ruang latihan, karena sebelumnya Joon Hyun melihat Si Ho masuk ruang latihan angkat besi.

“Kenapa kau bertanya padaku ketika kau sudah menciumnya?” tanya Si Ho kesal dan dia kemudian mengakui kalau memang dia yang meninggalkan buku diet itu di ruang latihan dengan sengaja.

“Kenapa? Kenapa kau melakukan itu? Apa untungnya kau melakukan itu? Apa kau tahu masalah apa yang kau sebabkan untuk Bok Joo?” tanya Joon Hyung.

“Bagaimana denganmu? Kenapa kau sangat kesal?” tanya Si Ho balik.

“Apa?”

“ Ini bukan urusanmu. Kenapa kau marah dan melepaskan kemarahanmu padaku hanya karena dia? Apa dia kekasihmu?”

“Song Si Ho.”

“Baiklah. Aku benci melihatmu tertawa ketika kau sedang bersamanya. Dia bersamamu dan itu menggangguku. Tapi klinik berat badan? Itu adalah hal konyol karena dia pergi ke sana. Dia seorang atlet angkat besi. Kenapa dia  harus menurunkan berat badannya? Untuk siapa?”

“Kenapa kau jadi begini? Kami tidak…  Kami tidak berada dalam sebuah hubungan seperti yang kau pikir. Dia menyukai orang lain,” ungkap Joon Hyung.

“Bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu untuknya?” tanya Si Ho.

“Ah. Aku bahkan tidak tahu kenapa aku harus menjelaskannya padamu, tapi kami satu sekolah…”

“Aku juga benci itu. Aku tidak tahu ada apa denganku dan aku takut kalau aku jadi gila. Tapi aku membencinya. Aku benci karena kau bersama orang lain, dan aku benci kau tersenyum pada orang lain selain aku. Jadi, jangan mendorongku atau aku bisa jadi gila,” pinta Si Ho dan pergi.

Di kamar, Bok Joo teringat kembali pada ucapan Joon Hyung yang mengatakan kalau Jae Yi merasa khawatir karena Bok Joo tak menghubunginya. Mengingat itu, Bok Joo bingung dengan alasan yang harus  dia pakai untuk tidak datang lagi ke klinik. Dalam kebingungannya, dia memilih menelpon Joon Hyung dan tepat disaat itu Si Ho masuk, dia mendengar Bok Joo menyebut nama Joon Hyung.

Mendengar hal itu, Si Ho semakin emosi dan langsung merebut telepon Bok Joo lalu membuangnya ke kasur.

“Hei. Ada apa denganmu?” tanya Bok Joo tak mengerti dengan sikap Joon Hyung.

“Kenapa kau terus menghubungi Joon Hyung dan bertemu dengannya? Aku dengar kau menyukai orang lain. Tapi kenapa kau terus mengganggu Joon Hyung?” ucap Si Ho kesal.

“Mengganggu? Apa yang kau bicarakan?” tanya Bok Joo yang semakin tak mengerti.

“Aku meninggalkan jurnal dietmu… dia ruang latihanmu,” aku Si Ho dan Bok Joo terkejut mendengarnya.

 

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis weightlifting fairy kim bok ju
  • sinopsis weightlifting kim bok joo episode 7
  • sinopsis fairy kim bok joo eps 7
  • sinopsis kim bok ju episode 7
  • sinopsis weightlifting fairy ep 7
  • sinopsis weightlifting fairy bok joo
  • sinopsis defendant eps 7
  • sinopsis kim bok
  • sinopsis weightlifting fairy episode 7
  • kim bok joo episode 7

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *