Home » Lee Sung Kyung » Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 4 – 2

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 4 – 2

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 4 – 2, bercerita tentang Bok Joo yang berhasil menurunkan berat badannya dan tanpa dia ketahui kedua gurunya, Pelatih Choi dan Prof Yoon sedang merencanakan untuk dirinya masuk ke kelas berat 63 kg, padahal berat Bok Joo sudah turun sampai 56 kg berkat pola diet yang diberikan Jae Yi. Untuk cerita Joon Hyung, dia diajak balikan oleh Si Ho dan tentu saja Joon Hyung menolaknya.

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 4 – 1

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 4 – 2

sumber gambar dan konten dari MBC

Kita beralih pada si nona motif bunga yang saat ini sedang bersiap tidur. Si Ho kemudian bertanya bagaimana Bok Joo bisa mengenal Joon Hyung dan Bok Joo menjawab kalau mereka temah satu SD, tapi sebelum kelulusan Joon Hyung pindah, jadi mereka tak lulus bersama. Si Ho lalu bertanya apa Bok Joo tahu kalau Joon Hyung adalah mantan kekasihnya dan Bok Joo pun mengiyakan.

“Kau memiliki selera pria yang tidak biasa,” ucap Bok Joo.

“Kita pasti memiliki ikatan yang dalam. Ini lucu,” ucap Si Ho sambil melakukan peregangan. Melihat Si Ho melakukan peregangan sebelum tidur, Bok Joo pun mengikutinya dengan melakukan peregangan yang tertera di buku dietnya. Dia melakukan sit-up.

Pagi tiba dan para anak jurusan angkat besi sudah bersiap lari pagi. Ketika Pelatih Choi memanggil sang kapten, Woon Ki tak muncul, dia belum datang dan temannya berkata kalau Woon Ki pergi setelah menerima telepon dan belum kembali sampai sekarang. Karena Woon KI tak ada, Pelatih Choi pun menyuruh Sang Chul untuk menggantikan posisinya memimpin barisan lari.

Setelah lari, waktunya makan dan Bok Joo mulai mengurangi porsi nasinya. Melihat Bok Joo membawa piring nasi, Joon Hyung langsung merebutnya dan menyuruh Bok Joo mengambil lagi. Melihat porsi makanan Bok Joo, Joon Hyung pun berkomentar kalau itu tak seperti porsi makan Bok Joo. “Kau harus menumpuk makanan seperti gunung, disini Gunung Rocky, disini Alpen, dan ini Himalaya. Sepertinya kau jadi lebih kurus, Kim Bok Joo,” ucap Joon Hyung dan Sun Ok langsung bertanya pada Nan Hee, apa berat badan Bok Joo berkurang dan Nan Hee menjawab tidak.

Tak mau teman-temannya curiga tentang berat badannya, Bok Joo pun meminta kembali piring nasinya, namun Joon Hyung tak mau. Mereka pun jadi rebutan nasi seperti anak kecil. Melihat tingkah mereka, ketiga teman mereka pun meminta mereka berhenti, tapi mereka tetap tak mau berhenti. Joon Hyung sengaja mengangkat piring nasinya sehingga membuat Bok Joo tak bisa mengambilnya. Ya, walaupun Bok Joo tinggi tapi Joon Hyung lebih tinggi darinya. Jadi Bok Joo tetap kalah. LOL

Tepat disaat itu Si Ho muncul di kantin dan melihat apa yang keduanya lakukan. Dengan ekspresi tak senang, Si Ho langsung menghampiri mereka dan menarik Bok Joo ke sampingnya. Dia kemudian memberitahu Joon Hyung kalau Bok Joo adalah teman sekamarnya. Si Ho memegang erat lengan Bok Joo dan hal itu membuat Bok Joo sedikit tak nyaman. Joon Hyung pun merasa tak senang melihat Si Ho.

Mereka semua kemudian makan di meja yang sama dan Si Ho makan berdampingan dengan Joon Hyung. Semuanya makan dengan perasaan tak nyaman, sedangkan Si Ho berusaha sok asik sendiri. Dia terus bicara dan yang lain hanya mengiyakan dengan nada dipaksakan. Si Ho bahkan jadi sok perhatian pada Joon Hyung dan dia kemudian memberikan dotorimuk miliknya untuk Joon Hyung. Tentu saja hal itu tambah membuat Joon Hyung kesal dan langsung meletakkan sumpitnya. Dia pergi duluan dengan alasan ada urusan. Tanpa rasa bersalah, Si Ho ikut pergi dan mengejar Joon Hyung.

“Apa kau harus melakukan ini? Tidak bisakah kita makan bersama?” tanya Joon Hyung.

“Kita bisa. Tapi… Aku tidak mau membuat  orang lain merasa tidak nyaman. Kau selalu egois,” ucap Joon Hyung dan hendak pergi. Tapi langkahnya terhenti ketika mendengar Si Ho mengajaknya balikan. Si Ho bahkan mengaku kalau dia tak mau bersama siapapun kecuali Joon Hyung.

“Kau….”

“Aku tahu. Kau pasti berpikir ini tidak masuk akal. Aku sudah putus denganmu. Tapi… semuanya sangat sulit saat itu. Kompetisi itu sangat penting, tapi aku tidak merasa lebih baik,” ucap Si Ho.

Flashback!

Si Ho di marah oleh pelatihnya karena tak bisa berputar dengan satu kaki. Keseimbangan Si Ho sangat buruk dan bahkan semakin buruk setiap harinya. Si pelatih bahkan dengan kasar mengatakan kalau Si Ho seperti itu, dia bakal pensiun sebelum dia berhasil masuk tim nasional.

Ditengah rasa kesalnya karena habis dimarah pelatih, Joon Hyung menelpon dan mereka kemudian ketemuan. Saat ketemuan Si Ho langsung mengajak Joon Hyung putus dengan alasan dia ingin fokus pada latihannya.

“Aku tahu kau marah karena kau tidak memenangkan kompetisinya. Tapi aku memiliki ikan ku sendiri. Aku harus fokus pada diriku sendiri. Kau terus menggangguku. Ini menyebalkan. Aku tidak mau… jadi kekasihmu lagi,” ucap Si Ho.

Flashback End

“Aku kira kau memiliki alasanmu sendiri. Tapi hari itu… Setidaknya pada hari itu, aku memiliki waktu yang lebih sulit darimu. Aku didiskualifikasi. Aku ingin membunuh diriku sendiri. Tapi kau… Kau bahkan tidak memiliki rasa prihatin sedikitpun,” ucap Joon Hyung dengan emosi.

“Kau benar. Aku terlalu tidak sabar. Aku tidak bisa menghilangkan rasa sakitmu. Maafkan aku. Itu semua salahku. Aku terlalu egois. Aku akan lebih baik padamu mulai sekarang. Kumohon… Ayo kita kembali bersama. Kumohon?” pinta Si Ho.

“Apa kau pikir aku semudah itu?” tanya Joon Hyung dan pergi. Dia tak perduli dengan permintaan maaf Si Ho.

Bok Joo cs selesai makan dan Nan Hee bertanya-tanya apa yang terjadi pada Joon Hyung dan Si Ho. Apa mereka berdua bertengkar? Namun Bok Joo tak perduli dengan hal itu, dia lebih memikirkan Jae Yi. Dia membuka sms dari klinik Jae Yi yang mengingatkan Bok Joo kalau dia ada pertemuan di jam 7 malam. Membaca pesan itu, membuat Bok Joo senyum-senyum sendiri. Melihat Bok Joo senyum-senyum sendiri, Nan Hee pun bertanya ada apa dan Bok Joo menjawab kalau itu hanya sms spam.

Tepat disaat itu, mereka melihat Woon Ki masuk gedung olahraga dan mereka pun menebak kalau Woon Ki pasti akan kena marah oleh anggota senior yang lainnya. Agar tak kena semprot juga, Sun Ok menyarankan pada kedua temannya agar diam saja dan tak ikut-ikutan.

Woon Ki masuk ruang latihan dan hendak menemui pelatih Choi dan Prof Yoon, namun Sang Chul menahannya. Dia ingin Woon Ki memberikan penjelasan tentang keabsenannya. Namun Woon Ki tak mau mencerita masalah pribadinya. Karena Woon Ki tak mau mengatakannya, Sang Chul pun mengira kalau Woon Ki sudah menerima tawaran dari tim semi-profesional dan tak mau berbagi dengan mereka semua. Tepat disaat itu, Bok Joo cs masuk dan melihat pertengkaran senior mereka.

Mereka kemudian langsung bertengkar hebat ketika Woon Ki mendapat telepon tapi Sang Chul langsung mengambil ponselnya karena mengira itu adalah telepon dari pelatih dari tim semi-profesional sehingga membuat Woon Ki hendak mengabaikan ucapannya.

Pelatih Choi dan Prof Yoon melihat pertengkaran mereka dan langsung menghentikannya. Karena kesalahan Woon KI dan Sang Chul, semua anak angkat besi dihukum semua. Mereka di hukum melakukan plank. Tak hanya di hukum, Prof Yoon juga menceramahi mereka. Bok Joo yang punya janji jam 7 malam ini, jadi kebingungan. Dia tak bisa pergi karena di hukum. Apalagi Prof Yoon terus mendumel, saking kesalnya dengan tingkah anak didiknya, Prof Yoon mendumel sampai berjalan keluar.

Mereka semua masih melakukan plank saat Prof Yoon masuk lagi. Prof Yoon masuk dengan membawa kayu. Dia membisikkan sesuatu pada Pelatih Choi dan kemudian keluar lagi. Pelatih Choi menyuruh mereka berhenti melakukan plank dan kemudian ganti dengan sedikit pemanasan lalu keluar ruangan.

Bok Joo melihat jam dan waktu menuju pertemuan tinggal 15 menit lagi. Menyadari itu, Bok Joo pun menghela nafas kesal.

Semua anak angkat besi keluar dan mereka terkejut melihat Prof Yoon dan Pelatih Choi sudah menyiapkan pesta berbeque untuk mereka semua. Prof Yoon kemudian mengaku kalau dia punya diabetes dan dokternya menyuruhnya untuk tidak makan daging, tapi malam ini dia akan tetap makan. Dia akan jadi tak sehat jika makan daging, tapi dia akan merasa lebih baik jika dia makan apa yang dia nikmati, karena Prof Yoon punya prinsip kalau dia lebih baik menjalani hidup yang lebih bahagia daripada hidup sehat. Jadi, dia berharap semua anak didiknya juga punya prinsip seperti itu. Daripada hidup bahagia karena berhasil masuk tim nasional dan menang, dia lebih berharap kalau mereka semua bisa merasa kalau olahraga angkat besi  adalah olahraga yang membuat mereka bahagia.

“Beberapa pelatih mungkin tertawa… dengan apa yang kukatakan. Tapi, aku tidak mau kau… menyerah terhadap angkat besi karena kau merusak tubuhmu terlalu banyak… hanya untuk mendapatkan medali emas. Jika tujuanmu adalah memenangkan medali, dan jika kau tidak bisa mendapatkannya, kau tidak akan merasa bahagia. Tapi, jika kau memang menyukai… mengangkat besi yang dingin dan berat itu, bukankah kau akan merasa senang hanya dengan mengangkat beban?” ucap Prof Yoon. Woon Ki dan Sang Chul pun langsung meminta maaf atas perbuatan mereka tadi.

“Aku tahu kalian semua  memiliki waktu yang sulit… akhir-akhir ini, terlebih para senior. Aku yakin kalian khawatir. Tapi, kalian harus menunggu sampai  pertandingannya selesai untuk melihat hasilnya. Hanya dengan seperti itu, kau tidak akan tahu bagaimana jadinya hidupmu. Selama babak terakhir sepak bola, kau mungkin akan mematikan Tvnya karena berpikir kalau tim itu sudah kalah. Tepat saat itu,  tiba-tiba tim itu mencetak gol. Kau harus menyaksikannya sampai akhir. Jika kau melakukan itu, kau akan menang. Ah, aku tidak bisa berhenti bicara hari ini. Sementara kita bicara, dagingnya mulai hangus. Hanya itu yang ingin kukatakan. Ayo makan!” ajak Prof Yoon dan mereka semua mulai makan daging yang sudah Prof Yoon bakar.

Bok Joo melihat jam di ponselnya dan dia semakin cemas karena waktu pertemuannya tinggal 10 menit lagi.

Pelatih Choi dan Prof Yoon kembali ke ruangan mereka dan Woon Ki menyusul. Dia menemui mereka untuk minta izin keluar sebentar. Pelatih Choi tak mengizinkan karena dia ingin bicara berdua dengan Woon Ki, namun Prof Yoon mengizinkan Woon Ki pergi asal Woon Ki kembali sebelum pengabsenan, jadi Woon Ki pun langsung pergi. Pelatih Choi hendak protes dengan izin yang Prof Yoon berikan, namun sebelum Pelatih Choi protes, Prof Yoon langsung berkata kalau mempercayai semua anak didiknya adalah salah satu jalan untuk mendukung mereka.

Bok Joo masuk kamar dengan buru-buru sambil menelpon Jae Yi untuk memberitahunya kalau dia sedikit terlambat malam ini. Setelah berganti baju, Bok Joo langsung berlari pergi ke klinik Jae Yi walau hari itu sedang hujan. Bok Joo sampai di depan klinik dengan kondisi basah kuyub dan sebelum masuk klinik, Bok Joo tak lupa memakai jepit rambutnya.


loading...

Melihat Bok Joo habis hujan-hujanan, Jae Yi pun berpesan agar Bok Joo menjauhi hujan agar dia tak terkena flu. Bok Joo harus berada dalam kondisi tubuh yang bagus agar dia bisa menjaga dirinya sendiri. Diperhatikan begitu oleh Jae Yi tentu saja Bok Joo merasa senang.

Jae Yi melihat hasil tes Bok Joo dan dia langsung terlihat senang karena Bok Joo berhasil menghilangkan 200 gram lemah ditubuhnya. Bok Joo terlihat tak percaya, karena dia tak terlalu mengikuti cara diet yang Jae Yi berikan.

Karena Bok Joo tak percaya, Jae Yi pun langsung menghampiri Bok Joo dan menjelaskan hasil tesnya. Namun saat Jae Yi menjelaskan, Bok Joo tak terlalu mendengarkannya, dia lebih fokus pada wajah Jae Yi yang berada dekat dengannya.

Karena Bok Joo tak mendengarkannya, Jae Yi pun kembali ke tempat duduknya dan berkata, “Aku tadinya ingin memberimu hadiah, tapi kau menghilangkan kesempatanmu.”

“Tidak, aku tidak sedang memikirkan hal lain. Aku hanya terlalu larut pada musiknya,” ucap Bok Joo.

“Oh, benar. Itu… “J.B. Breval Sonata”. Aku dengar ini seperti “Czerny New Studies”… untuk pemain cello,” ucap Jae Yi.

“Tentu saja. Breval… Aku sering mendengarnya sampai aku mengenalnya dalam hatiku.”

“Itu juga sejenis karya musik yang cukup panjang,” ucap Jae Yi kaget dan kemudian bertanya berapa lama Bok Joo latihan agar bisa jadi handal seperti itu.

“Tergantung orangnya. Sepertinya… sekitar 3…”

“3 bulan?” tebak Jae Yi.

“Mulai dari 3 bulan sampa 4, 5 atau 6 tahun? Kalau bicara soal cello, perbedaannya bisa sangat besar.”

“Ya, kau benar. Bok Joo. Kalau begitu… haruskah kita mulai pengobatannya?” ajak Jae Yi dan Bok Joo lega mendengarnya. Karena semua pertanyaan Jae Yi tentang musik, Bok Joo pun sampai keringatan dan dia langsung mengelapnya dengan tisu.

Melihat ada tisu menempel di pelipis Bok Joo, Jae Yi pun langsung mengambilnya. Saat Jae Yi mengambil sisa tisu, Bok Joo terlihat gugup. Jantunngnya langsung berdegub tak karuan.

Nan Hee dan Sun Ok pergi keluar untuk mencarii makanan. Mereka kemudian teringat pada Bok Joo yang tak tahu pergi kemana. Mereka pun mengira kalau Bok Joo sedang pergi membantu ayahnya mengantarkan pesanan ayam. Menyadari kalau teman mereka sedang sibuk, mereka berdua pun ingin menjadi sahabat terbaik untuknya dengan cara membantunya.

Di restoran ayam Bok, Tuan Kim dan Dae Ho sedang bermalas-malasan nonton TV, karena restoran sepi tak ada pengunjung. Dae Ho menanyakan Bok Joo yang tak pernah datang ke restoran lagi dan Tuan Kim menjawab kalau Bok Joo sekarang sedang sibuk latihan, karena sebentar lagi akan ada turnamen. Kebelet, Dae Ho kemudian pergi ke kamar mandi dan tepat disaat Dae Ho pergi, Sun Ok dan Nan Hee datang. Mereka terkejut melihat restoran dalam keadaan sepi dan disana juga tak ada Bok Joo.

Melihat semua itu, Nan Hee pun langsung memahami kalau Bok Joo sedang berbohong dengan mereka berdua dan juga ayahnya. Tapi Nan Hee benar-benar sahabat yang baik, dia menutupi kebohongan Bok Joo di depan Tuan Kim. Saat Tuan Kim menanyakan keberadaan Bok Joo, Nan Hee langsung berkata kalau Bok Joo sedang berada di spa, walau sebenarnya, dia tak tahu Bok Joo ada di mana. Tak ingin Tuan Kim curiga kalau dia sedang berbohong, Nan Hee pun langsung menarik Sun Ok pergi.

Keluar restoran ayam, Nan Hee terlihat sangat kesal karena Bok Joo sudah membohongi mereka semua. Dia dan Sun Ok kemudian bertanya-tanya tentang kemana Bok Joo sebenarnya.

Bok Joo kembali ke asrama dan dia langsung dihadang oleh Nan Hee dan Sun Ok yang menuntut Bok Joo untuk jujur. Karena Sun Ok dan Nan Hee begitu ingin tahu, jadi Bok Joo pun ingin jujur. Namun sebelum Bok Joo mengatakan yang sebenarnya, Nan Hee langsung menebak kalau Bok Joo terkena ambeyen. Dia beranggapan seperti itu, karena Bok Joo berkata malu untuk mengungkapkan semuanya. Bok Joo pun memilih diam dan tak membantahnya. Karena dia akan lebih malu lagi jika kedua temannya tahu apa yang sebenarnya dia lakukan akhir-akhir ini.

Bok Sil sudah bersiap tidur dan dia bergumam kalau berbohong juga membutuhkan latihan. Karena semakin banyak kau berbohong, semakin baik yang kau dapatkan. Bok Joo kemudian menyalakan lagu klasik dan belajar cara mengungkapkannya.

Si Ho masuk dan Bok Joo hendak mematikan ponselnya, namun Si Ho menyuruhnya untuk membiarkan lagu menyala. Si Ho kemudian membahas tentang Joon Hyung yang menarik.

“Dia membuatmu tertawa. Dia senang menyendiri, tapi sebenarnya dia sangat perhatian,” ucap Si Ho.

“Aku tidak yakin tentang itu. Aku masih belum menyadari itu tentangnya,” jawab Bok Joo dan Si Ho kemudian mengaku kalau dia ingin balikan lagi dengan Joon Hyung, tapi Joon Hyung tak mau menerimanya lagi karena dia dulu yang sudah mematahkan hatinya.

“Apa kau akan bisa membantuku jika aku membutuhkan bantuanmu?” tanya Si Ho.

“Aku? Aku tidak yakin bagaimana aku bisa membantumu, juga,” jawab Bok Joo.

“Kenapa tidak? Kau dan Joon Hyung sepertinya sangat dekat.”

“Ah, tidak. Kami tidak dekat sama sekali,” ucap Si Ho dan kemudian terlihat tak senang.

Kita beralih pada Prof Yoon dan Pelatih Choi. Prof Yoon mengaku kalau sebenarnya akhir-akhir ini dia merasa khawatir pada anak didik mereka, dia takut mereka semua akan jadi pengangguran setelah mereka lulus nanti. Pelatih Choi sependapat dan beranggapan kalau mereka harus mulai menerima tawaran sekarang ini, sebab performa tim mereka tidak begitu bagus tahun lalu, sedangkan mereka hanya punya turnamen dan beberapa pertandingan lagi.

“Profesor Yoon, kalau begitu… aku sudah memikirkan tentang ini dan…,” ucap Pelatih Choi.

Ternyata Woon Ki sudah menikah dan dia sering meninggalkan latihan karena istrinya melahirkan. Mereka kekurangan uang, sehingga istri Woon Ki tak bisa pergi ke pusat perawatan setelah melahirkan, namun sang istri sangat mengerti. Dia mengerti dengan keadaan Woon Ki.

Tepat disaat itu, Woon Ki mendapat telepon dari Prof Yoon yang menyarankan pada Woon Ki untuk menikkan kelas beratnya, tapi untuk itu dia harus menaikkan masa ototnya dan juga berat badannya. Tak bisa langsung memutuskan Woon Ki pun menjawab kalau dia akan memutuskannya.

Setelah menelpon Woon Ki, Pelatih Choi punya satu kandidat lagi untuk di minta menaikkan kelas beratnya. Pelatih Choi tak menyebutkan namanya, dia hanya memperlihatkan nama kontaknya di ponsel Porf Yoon, melihat nama itu Prof Yoon langsung kaget, saking kagetnya, dia sampai menyemburkan minumannya.

Kita beralih ke Bok Joo yang berjalan menuju klinik. Seperti biasa, Bok Joo tak lupa menggunakan jepit rambutnya. Tanpa sepengetahuan Bok Joo, pelatih Choi dan Prof Yoon menemui Tuan Kim dan mengatakan rencana mereka untuk menaikkan kelas berat Bok Joo.

“Aku sudah memikirkannya. Ini semua mungkin. Dalam kategori wanita 63 kg, tidak akan ada yang bisa mengalahkan Bok Joo. Dia akan memenangkannya. Jika Bok Joo menaikkan kelas beratnya, kesempatannya memenangkan medali semakin besar. Anak lain dalam kategori 58 kg juga… akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan medali,” ucap Prof Yoon.

“Ini bisa jadi situasi yang sama-sama menguntungkan,” jawab Tuan Kim yang mengerti akan hal tersebut.

“Sisa kompetisinya, terlebih untuk para senior, sangat penting… untuk karir mereka,” jelas Prof Yoon.

“Seorang senior, Woon Ki… juga sedang memikirkan untuk menaikkan berat badannya juga,” tambah Pelatih Choi dan Tuan Kim mengerti semuanya, namun menurut Tuan Kim, menaikkan berat badan lebih sulit daripada menurunkannya.

Tanpa ketiganya ketahui, kalau sekarang Bok Joo sedang giat-giatnya berdiet, bahkan berat badannya sudah turun sampai 56,80 kg. Bok Joo terlihat senang dengan keberhasilannya menurunkan berat badan.  Apalagi Jae Yi berkata kalau dia ingin memberi Bok Joo hadiah atas keberhasilannya menurunkan 300 gram lagi dan Jae Yi ingin memberikan sesuatu yang Bok Joo inginkan. Mendengar itu, Bok Joo pun langsung berpikir dan Jae Yi menyuruh Bok Joo untuk melanjutkan berpikirnya sambil berganti baju.

Bok Joo keluar untuk berganti baju dan setelah Bok Joo berganti baju, dia langsung melihat cermin. Dia begitu senang melihat dirinya yang mengenakan jepit merahnya.

“Apa yang kau lakukan disini, Gendut?” tanya seseorang dan saat Bok Joo berbalik, diapun langsung terkejut karena di belakangnya sudah ada Joon Hyung yang menatap bingung padanya. Joon Hyung kemudian bertanya kenapa Bok Joo mengenakan pakaian seperti itu. Belum sempat Bok Joo menjawab, Jae Yi keluar dan bertanya kenapa Joon Hyung datang.

“Hai, Hyung,” ucap Joon Hyung pada Jae Yi dan Bok Joo langsung melotot kaget saat mendengar Joon Hyung memanggil Jae Yi dengan sebutan “hyung.”

Joon Hyung langsung menunjuk Bok Joo dan Jae Yi bertanya apa mereka berdua saling kenal. Tentu saja Joon Hyung mengiyakan, “Dia dan aku dulunya satu….”

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • Weightlifting Fairy Kim Bok Joo
  • sinopsis kim bok joo episode 4
  • sinopsis drama kim bok joo
  • sinopsis weighlifting
  • sinopsis voice episode 4
  • nama sahabat kim bok joo
  • sinopsis lengkap weightlifting fairy kim bok joo
  • sinopsis weightlifting kim bok joo ep 4
  • sahabat kim bok joo
  • Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 4 part 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *