Home » Lee Sung Kyung » Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 14 – 2

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 14 – 2

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 14 – 2, bercerita tentang teman-teman Bok Joo yang menghukum Joon Hyung karena sudah menutupi hubungan mereka dengan mentraktir mereka daging. Yang mengejutkan pada episode ini adalah ibu Joon Hyung kembali ke Korea dan pada ibu Jae Yi, dia mengaku kalau dia akan selamanya tinggal di Korea. Secara kebetulan, orang yang mengantar ibu Joon Hyung ke gedung kolam renang adalah Bok Joo.

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 14 – 1

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 14 – 2

sumber gambar dan konten dari MBC

Bok Joo dan Joon Hyung di sidang oleh teman-teman mereka. Saat ditanya kapan mereka berdua mulai pacaran, Sun Ok menebak apa ketika mereka berlima pergi ke taman bermain. Bok Joo menjawab tidak, karena saat itu mereka masih berteman dan Joon Hyung menambahkan kalau sejak itu dia sudah mulai suka dengan Bok Joo. Tentu saja Tae Kwon kaget mendengarnya.

“Jadi sejak kapan sebenarnya kalian mulai berkencan? Kemarin? Minggu kemarin? Seminggu sebelumnya?” tanya Nan Hee dan Bok Joo menjawab sejak dihari dia kembali ke kampus. Mendengar pengakuan itu, Nan Hee pun mengerti kenapa Joon Hyung memberinya syal dan jaket saat mereka mogok makan.

“Kenapa kau merahasiakannya dari kami lagi? Kau punya banyak kesempatan untuk memberitahu kami,” tanya Sun Ok dan Bok Joo beralasan kalau dia tak mau di sebut sebagai pengkhianat. Bok Joo terus meminta maaf dan  kedua temannya menjawab kalau maaf saja tak cukup bagi mereka, jadi mereka ingin Joon Hyung yang membayar kesalahan Bok Joo dengan mentraktir mereka daging. Joon Hyung pun tak merasa keberatan karena dia tak tahu bagaimana porsi kedua teman Bok Joo makan.

Pelatih Choi memaksa Profesor Yoon untuk minum bersama karena ada satu hal yang ingin dia katakan. Saat hendak keluar ruang latihan, Profesor Yoon terkejut melihat keberadaan Dae Ho. Kebetulan Dae Ho datang, Profesor Yoon pun langsung mengatakan kalau dia akan langsung pulang saja, karena sebenarnya dia merasa sangat lelah hari ini. Rencananya kembali di kacaukan oleh Dae Ho, Pelatih Choi pun merasa sangat kesal padanya.

Tepat disaat itu, mereka mendengar suara profesor Yoon yang sepertinya tertabrak sesuatu, karena hal itu mereka berduapun langsung mengantarkan profesor Yoo pulang. Melihat kondisi Profesor Yoon yang tak bisa mengurus dirinya dengan kondisi seperti itu, Pelatih Choi pun berkata kalau besok dia akan datang lagi dan mengurus semuanya, namun Dae Ho langsung mencegahnya dengan alasan kalau hal itu hanya akan menjadi gosip, jika seorang wanita mengunjungi pria yang hidup sendirian. Saking tak maunya pelatih Choi dekat dengan profesor Yoon, Dae Ho sampai mengatakan kalau dia yang akan mengurus Profesor Yoon.

Nan Hee dan Sun Ok makan dengan sangat banyak sampai membuat Joon Hyung dan Tae Kwon melongo. Joon Hyung terlihat kesal dan hampir memukulkan sendok, namun Tae Kwon mencegahnya. Malam ini, Sun Ok dan Nan Hee akan makan dengan metode Saeng Yang Bok Naeng. Mendengar itu Tae Kwon penasaran dan ikutan juga.

Waktunya membayar dan Joon Hyung shock ketika mendengar kalau dia harus membayar uang sejumlah 128 ribu won untuk makan 3 orang. Bok Joo menghampiri dan bertanya apa biaya makan mereka mahal. Joon Hyung menjawab tidak, hanya setengah dari uang sakunya, namun Joon Hyung mengatakan semua itu dengan ekspresi tidak ikhlas.

Masih belum puas menguras uang Joon Hyung, mereka semua mengajak Bok Joo dan Joon Hyung ke tempat karoke. Walaupun awalnya Bok Joo melarang mereka semua melakukan semua itu, tapi saat berada di tempat karoke, Bok Joo ikut bernyanyi dan menari. Hanya Joon Hyung sendiri yang terlihat murung, karena dia menyadari kalau uang sakunya habis.

Jae Yi masih di klinik ketika mendapat sms dari Ah Young yang berisi kalau Ah Young pulang ke kampung halamannya karena dia memutuskan untuk bekerja di rumah sakit milik ayahnya. Setelah membaca pesan itu, Jae Yi langsung pergi ke rumah Ah Young dan rumah Ah Young sudah kosong. Saat Jae Yi mencoba menelponnya, nomor Ah Young sudah tak aktif lagi.

Bok Joo dan kawan-kawan sudah berada di asrama. Karena menghabiskan malam bersama Bok Joo cs sangat menyenangkan, Tae Kwon pun berjanji akan mentraktir mereka lain kali. Waktu absen malam tinggal sebentar lagi, jadi Sun Ok, Nan Hee dan Tae Kwon memisahkan Bok Joo dan Joon Hyung yang masih ingin berdua.

Masih banyak yang ingin mereka tanyakan pada Bok Joo, jadi Sun Ok dan Nan Hee kembali menyidangnya. Mereka berdua ingin tahu sejauh mana hubungan Bok Joo dan Joon Hyung. Bok Joo pun menjawab kalau hubungan mereka sejauh pergi ke pantai dan bioskop. Nan Hee kemudian terang-terangan bertanya apa Bok Joo dan Joon Hyung sudah ciuman, tentu saja Bok Joo tak menjawabnya karena itu hal yang privasi. Tapi dengan begitu Nan Hee bisa menebak kalau mereka sudah ciuman. Menyadari hal itu, Nan Hee dan Sun Ok histeris sendiri dan hal itu membuat mereka jadi penasaran dengan cerita detailnya.

Dengan sombongnya, Bok Joo bertanya apa mereka ingin tahu cerita yang pertama atau yang kedua. Mendengar itu, Sun Ok dan Nan Hee kembali histeris dan Bok Joo jadi ikutan karena yang tadinya tak mau cerita, sekarang jadi pamer.

Berbeda dengan Sun Ok dan Nan Hee yang begitu mendukung hubungan Bok Joo dan Joon Hyung, Tae Kwon terus menghasut Joon Hyung kalau Bok akan menghancurkan hidup Joon Hyung. Walau Tae Kown berkata kalau Bok Joo terlalu banyak makan dan terlalu kuat, Joon Hyung tak perduli, karena menurut Joon Hyung, hal itu sangat seksi.

“Seksi? Kau membuatku gila. Ini game over. Kau sudah tergila-gila padanya, kan?” ucap Tae Kwon yang merasa benar-benar tak percaya.

Si Ho mempersiapkan kostum tarinya, karena hari ini adalah hari pertandingannya. Bok Joo masuk dan bertanya bagaimana perasaannya? Si Ho menjawab kalau dia tetap merasa nervous, walau dia sudah banyak melakukan kompetisi sejak kecil. Dia juga mengaku kalau pertandingan yang sekarang ini adalah pertandingan yang begitu membuatnya nervous.

Karena Si Ho masih punya sedikit waktu, Bok Joo pun mengajaknya ke kolam permintaan. Dia menyuruh Si Ho berdoa disana agar pertandingannya berjalan lancar. Sebagai bukti kalau doanya terkabul, Bok Joo pun mencontohkan dirinya sendiri yang sebelumnya menang dan mendapatkan emas.

Selesai berdoa, Bok Joo bertanya apa yang Si Ho minta, apa dia ingin masuk ke tim nasional dan Si Ho menjawab tidak. Yang Si Ho minta adalah bisa bertanding tanpa rasa penyesalan. Bok Joo setuju dan Si Ho berjanji akan mentraktir Bok Joo jika semuanya berjalan lancar.

Dae Ho mempersiapkan sarapan untuk Profesor Yoon seadanya. Tapi karena Profesor Yoon tak bisa makan telur tanpa saus dan kebetulan saus di rumah profesor Yoon habis, jadi Dae Ho pun pergi ke minimarket untuk membelinya. Saat Dae Ho pergi, Pelatih Choi datang dan langsung masuk karena pintu rumah Profesor Yoon tak terkunci.

Dae Ho pulang dan melihat pelatih Choi yang berusaha merawat profesor Yoon, padahal profesor Yoon menolak. Profesor Yoon menyuruh pelatih Choi pulang karena dia tak mau ada gosip tentang mereka seperti yang di katakan Dae Ho. Namun Pelatih Choi tak mau dan dia tak perduli jika tersebar rumor seperti itu. Melihat dan mendengar semua itu, Dae Ho pun seperti sudah menebak apa yang akan pelatih Choi katakan selanjutnya, jadi dia langsung memalingkan wajahnya.

“Kau tahu… kalau aku pernah… menyukaimu sejak dulu,” aku pelatih Choi.

“Berhenti bicara omong kosong. Kenapa kau harus menyukaiku? Kenapa seorang wanita sepertimu harus menyukai… pria tua yang sudah bercerai?”

“Jangan pikirkan tentang hal itu. Sebagai seorang wanita, apa yang kau pikirkan tentangku? Apa itu berarti penolakan? Kau tidak menganggapku menarik sama sekali?” tanya Pelatih Choi dan profesor Yoon tak menjawab.


loading...

“Baiklah, kalau begitu. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak akan pernah… membuatmu berada di posisi yang sulit lagi. Maafkan aku,” ucap Pelatih Choi dan hendak pergi, namun profesor tiba-tiba menangkap tangannya. Belum sempat mengatakan apa-apa, profesor Yoon langsung merasa kesakitan dan pelatih Choi membantunya.

Dae Ho terlihat kecewa melihat semua itu dan dia pun memutuskan pergi tanpa memberitahu keduanya. Dia meninggalkan saus yang dia beli di hendle pintu rumah profesor Yoon.

Bok Joo dan Joon Hyung dalam perjalanan menuju tempat pertandingan Si Ho. Joon Hyung kemudian mengaku lega karena dia tak perlu lagi sembunyi-sembunyi di kampus jika ingin bertemu Bok Joo, karena dia sudah membayar semuanya kemarin. Menyadari kalau sekarang semua orang sudah tahu tentang hubungan mereka, Bok Joo pun bergumam kalau sekarang dia harus siap di bicarakan semua orang. Mau itu pembahasan tentang apa keluarga Bok Joo kaya raya? Apa Bok Joo sudah mengancam Joon Hyung? Bok Joo mendapat durian runtuh. Bok Joo tidak terlalu baik untuk Joon Hyung.

Tak senang dengan ketidakpedean Bok Joo, Joon Hyung pun berjanji kalau dia akan menunjukkan pada semua orang kalau dia lebih menyukai Bok Joo. Tanpa malu sedikitpun, Joon Hyung memberitahu orang yang sedang duduk-duduk kalau Bok Joo adalah kekasihnya yang cantik. Di bilang seperti itu, Bok Joo sendiri yang merasa malu.

“Gadis ini milikku!” teriak Joon Hyung dan Bok Joo langsung menariknya pergi.

Pertandingan senam sudah dimulai dan Si Ho terlihat tegang karena tak lama lagi akan jadi gilirannya untuk tampil. Bok Joo dan Joon Hyung sudah sampai di bangku penonton dan tepat disaat itu Si Ho muncul untuk menampilkan senamnya.

Si Ho mulai pertunjukkannya dan semuanya berjalan mulus sampai disaat Si Ho melempar bolanya ke atas. Dia berputar dan tak sadar sudah melewati garis merah. Si Ho pun diberi peringatan kalau dia sudah melakukan kesalahan.

Karena kesalahan yang dia lakukan, Si Ho pun bertambah tegang saat menunggu nilainya di umumkan. Sambil menggenggam tangan Si Ho, pelatihnya berkata kalau Si Ho jangan terlalu gugup, karena dia yakin Si Ho akan mendapat poin yang bagus, jadi yang harus Si Ho lakukan sekarang adalah mengontrol ekspresi wajahnya saja. Mendengar itu, Si Ho merasa ada sesuatu yang aneh dan mengganjal. Skor diumumkan dan Si Ho mendapat skor 18,2. Skor yang sangat besar untuk peserta yang melakukan kesalahan, bahkan di poin pinalti karena melewati garis tak diberikan disana.

Bok Joo dan Joon Hyung terlihat bingung dengan semua itu. Mereka tak tahu harus senang atau bagaimana.

Si Ho masuk ruang ganti dan peserta lain mulai membicarakannya. Mereka berkata kalau apa yang didapat Si Ho bukanlah penilaian yang adil. Mereka yang hanya menyentuh pitanya sedikit saja langsung mendapat poin pinalti, sedangkan Si Ho yang jelas-jelas melewatinya tak mendapatkan poin pinalti. Mereka kemudian berkata kalau mereka seharusnya menyesal tak punya pelatih yang punya pengaruh besar. Si Ho hanya diam menahan semua penghinaan itu, walaupun dia merasa sangat kesal dengan semuanya.

Sekarang waktunya bagi pesenam untuk menampilkan pertunjukkan pita dan sebelum Si Ho mulai, pelatih Si Ho memberi kode mata pada salah satu juri. Si Ho memulai senamnya dengan sangat mulus dan ditengah-tengah melakukan senam, dia teringat bagaimana perjuangannya selama ini sampai bisa kembali berkompetisi. Mulai dari melampiaskan kekesalan dengan makan, berlatih dengan keras, menghadapi masalah keluarga sampai membuatnya stres dan kemudian mengkonsumi obat tidur. Si Ho juga teringat disaat dia mulai berlatih senam sejak dia masih kecil dan mendapat juara.

Semua gerakan bisa Si Ho lakukan dengan sangat mulus dan bagus tanpa kesalahan, namun di gerakan terakhir, ketika Si Ho melempar pita, dia sengaja tak menangkapnya. Dia membiarkan pitanya jatuh ke lantai. Melihat apa yang Si Ho lakukan, semua orang terkejut dan sang pelatih langsung berteriak padanya untuk segera mengambil pitanya.

Bok Joo dan Joon Hyung saling lihat, dia tak mengerti dengan apa yang Si Ho lakukan. Si Ho sendiri hanya diam dan mengatur nafasnya. Dia terlihat puas dengan apa yang dia lakukan.

Dalam perjalanan pulang, Bok Joo berkata kalau mantan kekasih Joon Hyung sedikit keren hari ini. Joon Hyung pun menjawab kalau dia memang keren dan sekarang dia menyesal sudah putus dengannya. Mendengar itu, Bok Joo langsung menggenggam tangan Joon Hyung dengan kuat sampai Joon Hyung merasa kesakitan dan itu membuat Joon Hyung langsung menarik kembali kata-katanya. Dengan kesal Bok Joo memperingatkan Joon Hyung untuk memperhatikan apa yang dia katakan, kalau tidak Bok Joo akan menarik rambutnya. Joon Hyung pun mengerti.

“Joon Hyung. Kita akan melakukan pertandingan terakhir kita suatu hari nanti, kan? Apakah aku akan bisa… melepaskan semuanya sepeti Si Ho Unnie ? Aku tidak yakin aku bisa melakukannya,” tanya Bok Joo.

“Kau tidak tahu itu. Kau tidak bisa yakin dengan apa yang akan terjadi dalam hidup,” jawab Joon Hyung.

“Tiba-tiba saja itu membuatku takut.”

“Hei. Meskipun itu menakutkan, itu adalah sesuatu yang tidak bisa kau hindari. Jangan takut. Lebih baik kita bekerja keras dan melewati setiap harinya. Ayo kita bekerja keras untuk mengangkat besi, renang, dan… berkencan.”

“Apa yang baru saja kau katakan terdengar berkelas dan keren, Joon Hyung.”

“Haruskah aku mencoba untuk  tidak terlalu keren?” tanya Joon Hyung dan Bok Joo malas mendengarnya karena Joon Hyung sudah mulai sombong lagi.

[Apotek]

Ibu dan ayah Jae Yi sedang menunggu Jae Yi pulang. Sang ibu kemudian berkata kalau dia sangat berharap kalau Jae Yi segera menikah, apalagi Jae Yi tampan dan sudah mapan. Dia juga mengaku kalau dia menyukai Ah Young dan dia juga tahu kalau Ah Young menyukai Jae Yi.

Tepat disaat itu, ibu Joon Hyung muncul. Tentu saja hal itu membuat kedua orang tua Jae Yi kaget. Ibu Jae Yi bertanya apa yang terjadi? kenapa dia tak menghubungi mereka selama ini? Ibu Joon Hyung pun hanya bisa meminta maaf. Tak mau membahas masa lalu, ayah Jae Yi bertanya keadaan ibu Joon Hyung sekarang, apa dia masih tinggal di Kanada dan kapan dia sampai di Korea.

“Aku selama ini tinggal di Vancouver, Kanada. Aku tiba di Seoul beberapa hari yang lalu. Aku tidak berencana kembali, jadi aku tidak bisa memberitahumu sebelumnya. Aku punya sesuatu yang ingin kukatakan padamu. Kau pasti berpikir… kalau aku orang yang tidak tahu malu,” aku ibu Joon Hyung.

Besoknya, ibu Joon Hyung pergi ke kampus dan kebetulan bertemu dengan Bok Joo yang sedang menggerutu karena kedua temannya meninggalkannya saat dia sedang merapikan matras. Ibu Joon Hyung bertanya gedung kolam renang dan Bok Joo menunjukkan arahnya. Karena Ibu Joon Hyung terlihat bingung, jadi Bok Joo pun mengantarkannya.

Sampai di depan gedung kolam renang, kebetulan Joon Hyung sedang mengambil sepedanya. Melihat Joon Hyung, Bok Joo langsug memanggilnya. Mendengar kalau pemuda yang ada di depannya itu adalah Joon Hyung, sang ibupun langsung berkaca-kaca.

“Joon Hyung. Apa kau mengenaliku? Ini aku. Ibumu,” ucap ibu Joon Hyung dan Joon Hyung terlihat marah.

bersambung

 

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis kim bok joo ep 14
  • sinopsis weightlifting fairy ep 14
  • sinopsis kim bok joo episode 14
  • Sinopsis fairy kim bok joo episode 14
  • sinopsis ep 14 weightlifting kim bok joo
  • Sinopsis weightlifting fairy kim bok joo episode 14 - 2
  • sinopsis the wighlifting fairy episode 14
  • Sinopsis kim bok joo eps 14
  • Sinopsis weighlifting kim bok joo episode 14
  • sinopsis bok joo episode 14

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *