Home » Lee Sung Kyung » Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 10 – 2

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 10 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 10 – 2, bercerita tentang Pelatih Choi yang di pecat karena sudah menggunakan dana operasional untuk keperluan pribadi. Prof Yoon yang tak bisa menerima hal tersebut, tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Pelatih Choi, walau dia tahu kalau Pelatih Choi menggunakan uang itu menyelamatkan Woon Ki. Di akhir episode, Bok Joo mengaku pada Joon Hyung kalau dia tak mau lagi menjadi atlet angkat besi.

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 10 – 1

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 10 – 2

sumber gambar dan konten dari MBC

Sun Ok dan Nan Hee masuk ke kamar Bok Joo dan mengajaknya sarapan, namun Bok Joo menolak dengan alasan ingin tidur. Tentu saja Nan Hee merasa kesal dan meminta Bok Joo kembali ceria saat bangun nanti.

Di taman, Nan Hee dan Sun Ok tetap membicarakan tentang Bok Joo. Mereka masih tak mengerti kenapa Bok Joo seperti itu padahal pertandingan sudah usai dan dia mendapatkan juara pertama. Tepat disaat itu Tae Kwon datang dan memberitahu mereka tentang Bok Joo yang menerobos tempat latihan anak renang dengan ekspresi marah, setelah kejadian itu, Joon Hyung juga terus marah-marah. Mendengar cerita itu, Sun Ok bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Bok Joo dan Joo Hyung.

Sok tahu, Tae Kwon pun mengatakan kalau semua itu pasti karena Bok Joo sudah menyukai Joon Hyung dan Joon Hyung tak membalas cintanya, karena Joon Hyung suka tipe cewek yang cantik. Membahas tentang tipe wanita, Nan Hee kemudian bertanya tentang tipe cewek Tae Kwon dan Tae Kwon menjawab kalau dia menyukai wanita cantik. Mendengar itu, Nan Hee sedikit kecewa karena dia merasa kalau dirinya tak cantik  dan tak masuk dalam kriteria cewek yang Tae Kwon sukai.

Tepat disaat itu Nan Hee melihat Prof. Yoon. Reflek Nan Hee dan Suk Oh menyapanya, namun Prof. Yoon tak melihat ke arah mereka. Prof. Yoon terlihat terburu-buru pergi ke gedung sekretariat. Apa yang membuat Prof. Yoon begitu panik? Ternyata dia ingin menanyakan tentang kebenaran berita yang mengatakan kalau Pelatih Choi menggunakan uang operasional untuk keperluan pribadi pada pihak sekretariat langsung.

Tak lama kemudian Pelatih Choi muncul dan membenarkan kabar tersebut. Tentu saja Prof. Yoon terkejut mendengarnya. Dia langsung mengajak Pelatih Choi bicara dan menanyakan apa yang terjadi, namun Pelatih Choi tak memberitahukan apa-apa, dia hanya mengatakan kalau uang itu dia gunakan untuk keperlua pribadi saja.

Di ruang latihan, atlet angkat besi sedang sibuk pemanasan dan Bok Joo masih terlihat tak bersemangat. Mereka semua pemanasan sampai Prof Yoon dan Pelatih Choi datang. Tak lama kemudian Prof Yoon datang dengan wajah tak bersemangat, dia meminta Woon Ki untuk memimpin latihan hari ini. Melihat raut wajah Prof Yoon, para atlet pun bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya? Mendengar itu, Nan Hee kemudian berkata kalau tadi dia melihat wajah Prof Yoon pucat dan dia buru-buru pergi ke kantor Kepala. Tentu saja semuanya jadi tambah penasaran dengan apa yang terjadi. Tak mau semuanya malah bergosip, Woon Ki langsung menyuruh semuanya untuk mulai latihan.

Disaat semuanya latihan, Woon Ki pergi ke ruangan Prof Yoon untuk menanyakan apa yang terjadi, namun sebelum dia bertanya dia secara tidak sengaja mendengar pembicaraan Prof Yoon dengan seseorang di telpon. Dari sanalah Woon Ki jadi tahu duduk persoalannya, dia tahu kalau Pelatih Choi sudah menggunakan uang operasional sebesar 3 juta won. Mendengar jumlah uangnya sama dengan uang damai yang dia perlukan untuk menyelesaikan masalah dengan supir taksi, Woon Ki pun bisa menebak kalau untuk membantunya Pelatih Choi sudah menggunakan uang operasioal.

Woon Ki menemui Pelatih Choi yang saat itu hendak menuju ruang latihan. Dia mengaku tidak akan mau menerima bantuan pelatih Choi, kalau dia tahu pelatih Choi menggunakan uang operasional, Woon Ki memilih masuk penjara saja. Untuk menyelamatkan Pelatih Choi, Woon Ki hendak pergi ke kantor kepala untuk memberitahu semuanya, namun Pelatih Choi mencegahnya. Dia berkata kalau semuanya tidak akan ada yang berubah walau Woon Ki memberitahu semuanya, karena pada kenyataannya, Pelatih Choi lah yang sudah menggunakan dana kampus. Pelatih Choi juga mengancam Woon Ki untuk tidak membeberkan semuanya, kalau sampai dia melakukannya, Pelatih Choi tidak akan mau lagi melihat Woon Ki. Mendapat ancaman itu, tentu saja Woon Ki tak bisa berbuat apa-apa.

Selesai melatih tubuhnya dengan alat Gym, Joon Hyung teringat kembali pada pertengkarannya dengan Jae Yi. Joon Hyung terlihat menyesal sudah mengatakan kata-kata kasar pada kakaknya dan dia pun hendak menelpon Jae Yi, namun tak berani. Tepat disaat itu sang ibu menelpon dan meminta Joon Hyung datang ke apotek.

Di apotek, sang ibu sedang menata kembali apoteknya. Disana sudah ada Jae Yi dan tuan Jung yang sibuk memindahkan rak. Joon Hyung datang dan saat bertemu mata dengan Jae Yi, keduanya sama-sama merasa tak nyaman. Karena Joon Hyung sudah datang, sang ibu kemudian menyuruh Jae Yi dan Joon Hyung yang mengurus apotek, sedangkan dia dan suaminya memilih pulang untuk beristirahat.

Hanya berdua saja dengan Jae Yi, membuat keduanya sama-sama canggung. Jae Yi kemudian mengajak Joon Hyung bermain tangkap bola dan Joon Hyung pun tak menolak.

Saat bermain tangkap bola, Jae Yi terkena lemparan bola dan Joon Hyung langsung menghampirinya dengan panik. Jae Yi marah dan itu membuat Joon Hyung terdiam tak bisa menjawab. Namun saat Jae Yi memalingkan wajahnya dari Joon Hyung, dia tersenyum.

“Bagaimana?” tanya Jae Yi sambil tertawa. “Apa aku sudah terlihat seperti seorang kakak?” tanya Jae Yi dan Joon Hyung pun tertawa, dia tak percaya sudah dikerjai oleh Jae Yi.

Mereka berdua kemudian duduk di pinggir sungai. Jae Yi meminta maaf karena selama ini dia tak peka terhadap perasaan orang. Merasa tak enak, Joon Hyung pun meminta maaf karena malam itu dia begitu sensitif. Jae Yi kemudian mengungkapkan kalau biasanya Joon Hyung tidak terlalu perduli dengan urusan orang lain, tapi kemarin Joon Hyung begitu sangat marah, jadi Jae Yi pun menyimpulkan kalau Bok Joo adalah teman yang spesial bagi Joon Hyung. Tentu saja Joon Hyung langsung membantahnya dengan alasan kalau dia hanya merasa kasihan pada Bok Joo, karena dia baru menyukai seseorang di usianya. Namun Jae Yi tak percaya akan hal tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Joon Hyung berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi mengkhawatirkan Bok Joo.

Si Ho berada di klinik karena pergelangan kakinya membiru, gara-gara terlalu banyak latihan berputar. Melihat Si Ho sudah tersenyum, tak seperti raut wajahnya saat terakhir mereka bertemu, A Young pun bertanya apa ada perubahan dalam kisah cinta Si Ho? Si Ho pun mengaku kalau dia lelah bersikap obsesif, dia sekarang lebih memilih untuk bersama orang yang menyukainya. A Young mendukung keputusan Si Hi, karena memang bagus mencintai seseorang, tapi akan lebih bagus lagi kalau mereka dicintai untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Si Ho dan Ki Suk sudah berada di arena skating. Ternyata mereka berdua sama-sama tak mahir dalam memainkannya. Saat Si Ho berusaha membuka sepatu ice skatingnya, Ki Suk membantu. Mereka berdua saling menatap dan kesempatan itu hendak Ki Suk gunakan untuk mencium Si Ho, namun Si Ho menolak. Si Ho pun meminta maaf karena membuat Ki Suk kecewa dan Ki Suk tak mempermasalahkannya. Ki Suk sadar kalau bukan dia orang yang Si Ho sukai.

“Dengar Si Ho, kau bisa menggunakanku sebanyak yang kau mau. Tapi, berhenti menyakiti dirimu sendiri,” pesan Ki Suk dan kemudian berkata kalau dia akan menunggu di luar.

Jae Yi mengajak Ah Young minum dan dia kemudian menanyakan tentang kepribadiannya menurut Ah Young. Jae Yi menjelaskan kalau ada seseorang yang mengatakan padanya kalau perhatian yang dia berikan pada orang lain mungkin menyakiti perasaan orang tersebut, bahkan kepeduliannya pada seseorang hanya meciptakan jarak yang lebih jauh.

loading...

“Aku tidak tahu siapa yang mengatakannya, tapi dia
benar,” jawab Ah Young yang kemudian mengungkapkan kalau Jae Yi memang tipe orang yang ramah dan perhatian, tapi kadang-kadang rasanya seperti dia sedang menciptakan jarak, sehingga hal itu membuat Ah Young berpikir apakah mereka itu dekat atau tidak dan terkadang perasaan itu membuat Ah Young merasa kecewa.

Mendengar pengakuan itu, Jae Yi pun bertanya kenapa Ah Young tak memberitahunya sejak awal. Ah Young pun menjawab kalau dia pikir Jae Yi tahu semua itu. Jae Yi kemudian bertanya kapan dia membuat Ah Young merasa kecewa, tentu saja Ah Young tak mau memberitahunya, karena kalau dia memberitahunya, itu sama saja dia mengungkapkan perasaan sukanya pada Jae Yi.

Tepat disaat itu, Ah Young mendapat telepon dari seniornya yang bernama Sang Yun. Setelah menutup telepon, Ah Young memberitahu Jae Yi kalau Sang Yun dan Dong Hoon sedang bertemu Sang Gu, karena Sang Gu sudah ada di Korea sekarang. Ah Young pun merasa penasaran apakah Hwan Hee ikut bersama Sang Gu. Mendengar hal itu, Jae Yi terlihat tak bersemangat. Dia bahkan tak menjawab saat Ah Young bertanya apakah Jae Yi mau menemui mereka?

Joon Hyung dan Tae Kwon sedang jalan bersama saat mereka melihat trio angkat besi berlari-lari menuju ruang latihan mereka. Tae Kwon memanggil mereka, namun Joon Hyung melarangnya. Dia memberitahu Tae Kwon kalau mulai sekarang dia tak punya urusan lagi dengan Bok Joo.

Bok Joo cs berlari ke tempat latihan karena mendengar kabar kalau pelatih Choi di keluarkan. Tak hanya kabar itu saja yang sudah atlet angkat besi dengar, mereka juga mendengar kalau pelatih Choi sudah menggunakan uang operasional untuk kepentingan pribadi. Semua orang tak percaya mendengarnya dan Woon Ki sendiri hanya terdiam. Tepat disaat itu, Prof Yoon dan pelatih Choi muncul. Dengan nada yang tak bersemangat Prof. Yoon meminta Woon Ki untuk kembali memimpin latihan hari ini.

Pelatih Choi tak bisa berkata apa-apa lagi dan saat dia hendak masuk ruangan Prof. Yoon, Bok Joo menghampirinya dan meminta Pelatih Choi berkata kalau gosip tentangnya itu tidak benar. Namun Pelatih Choi hanya meminta maaf dan pergi. mendengar permintaan maaf Pelatih Choi, atlet yang lain jadi berasumsi kalau pelatih Choi secara tidak langsung mengakui perbuatannya.

Di ruangannya, Prof Yoon berkata kalau dia sebenarnya ingin meyakinkan pihak kampus untuk tidak memecat pelatih Choi, tapi dia tak bisa melakukannya. Jadi diapun hanya bisa meminta maaf. Pelatih Choi pun tak mempermasalahkannya, karena dia sadar kalau semua itu adalah kesalahannya. Prof. Yoon sekali lagi bertanya untuk apa uang itu, namun Pelatih Choi masih tak mau mengatakannya. Tepat disaat itu, Woon Ki masuk dan memberitahu semuanya pada Prof Yoon.

Prof. Yoon pergi menemui Tuan Kim dan menceritakan semua yang terjadi pada Pelatih Choi. Dae Ho menguping dan diapun berucap kalau Pelatih Choi terlalu keren untuk dirinya sendiri.

Di ruangannya, Pelatih Choi sudah mengemasi semua barang-barangnya. Dia kemudian berpamitan pada semua anak didiknya. Melihat itu, Woon Ki langsung membalikkan badannya, dia tak sanggup melihat pelatih Choi pergi karena dirinya.

Pelatih Choi keluar gedung latihan dan Bok Joo mengejarnya. Bok Joo masih menuntut Pelatih Choi untuk berkata kalau semua itu tidak benar, tapi pelatih Choi hanya meminta maaf. Bok Joo menangis dan bertanya siapa yang akan melatihnya mulai sekarang, padahal pelatih Choi sudah berjanji akan selalu bersamanya. Tak bisa menjawab apa-apa, Pelatih Choi pun pergi meninggalkan Bok Joo yang terus menangis seperti anak kecil.

Dae Ho menghampiri Pelatih Choi dan mengajaknya untuk menikmati pemandangan sambil ngebut. Namun apa yang terjadi tak seperti yang Dae Ho rencanakan, dia berencana kalau dia yang membawa motor dan menikmati pemandangan, tapi yang terjadi adalah Pelatih Choi lah yang membawa motor dan Dae Ho merasa takut karena Pelatih Choi sangat ngebut.

Bok Joo kembali ke ruang latihan dan semua atlet angkat besi terlihat tak bersemangat semua. Tak ada satupun dari mereka yang latihan. Dengan kesal Woon Ki menendang tempat yang berisi tepung dan kemudian berjalan keluar ruang latihan. Melihat itu, semua temannya pun ikut keluar. Hanya tinggal Bok Joo saja di ruangan tersebut. Bok Joo menangis dan memeluk botol minuman milik Pelatih Choi.

Prof. Yoon muncul dan melihat Bok Joo menangis. Dia kemudian memberitahu Bok Joo kalau hari ini, mereka akan ada pertemuan dengan sponsor untuk Bok Joo, jadi mereka harus keluar bersama sebentar lagi.

Saat sendirian, Bok Joo melihat kesekeliling ruangan. Dengan kesal dia kemudian menendang salah satu barbel dan pergi.

Nan Hee dan Sun Ok keluar tempat latihan dengan terburu-buru, saat berpapasan dengan Joon Hyung dan Tae Kwon, mereka pun bertanya apa Joon Hyung dan Tae Kwon melihat Bok Joo. Tae Kwon menjawab kalau dia tak melihat Bok Joo dan dia pun bertanya kenapa mereka berdua mencari Bok Joo. Nan Hee menjawab kalau mereka ada meeting dengan sponsor mereka, tapi Bok Joo menghilang.

Mendengar itu, Joon Hyung yang sedari tadi diam langsung ikut penasaran, dia bertanya apa ada sesuatu yang terjadi. Sun Ok menjawab kalau pelatih mereka dipecat hari ini dan Bok Joo sangat dekat dengannya, jadi sepertinya itu yang membuat Bok Joo merasa sedih dan marah.

Joon Hyung berusaha tak mau tahu dengan apa yang terjadi dengan Bok Joo, namun dia tetap tak bisa melakukannya, dia langsung berlari mencari Bok Joo, padahal dia harus mendatangi perkumpulan atlet renang. Joon Hyung mencoba menelpon Bok Joo, namun nomornya tak aktif. Dia bahkan pergi ke klinik Jae Yi dan Bok Joo tentu saja tak ada disana. Saat Jae Yi bertanya apa ada yang terjadi, Joon Hyung tak bisa memberitahunya, dia langsung pergi untuk mencari Bok Joo lagi.

Seorang satpam kaget menemukan Bok Joo tidur di bangku taman. Si satpam pun menyuruh Bok Joo pulang, karena dia bisa mati kedinginan jika terus tidur di luar seperti itu.

Setelah mencari kemana-mana, akhirnya Joon Hyung berhasil menemukan Bok Joo. Saat bertemu dengan Bok Joo, Joon Hyung langsung memarahinya karena seharian semua orang mencari dan merasa khawatir padanya.

“Kenapa kau terus membuatku tidak tenang? Kenapa kau terus membuatku khawatir. Apakah kau baik-baik saja atau tidak?” tanya Joon Hyung yang sudah meredakan amarahnya. Bok Joo kemudian mengaku kalau dia merasa aneh.

“Sepertinya aku sakit. Aku tidak mau melakukan apapun. Aku tidak mau mengangkat besi. Anehnya, aku merasa sangat mengantuk. Aku merasa lesu,” aku Bok Joo.

“Bok Joo-a.”

“Sepertinya bagian dari diriku hancur. Aku merasa seperti sesuatu menekan hatiku. Ini rasanya sangat mengesalkan dan membuatku merasa sedih. Apa yang harus kulakukan?” tanya Bok Joo dengan mata memerah karena ingin menangis. Joon Hyung terdiam melihat Bok Joo dan kemudian dia memeluknya. Bok Joo pun menangis dalam pelukan Joon Hyung.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis weightlifting fairy kim bok joo episode 16
  • sinopsis weightlifting fairy kim bok joo episode 10
  • sinopsis weightlifting fairy kim bok joo ep 12
  • sinopsis weightlifting fairy kim bok joo episode 12
  • sinopsis kim bok joo ep 16
  • sinopsis weightlifting fairy kim bok joo episode 16 part 1
  • sinopsis kim bok jok eps 10
  • kim bok joo menjadi cantik episode berapa?
  • sinopsis weight fairy kim bok joo episode 10
  • sinopsis wightlifting kim bok ju episode 10

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *