Home » Kim Min Jae » Sinopsis The Best Hit Episode 1

Sinopsis The Best Hit Episode 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis The Best Hit Episode 1, bercerita tentang Ji Hoon yang memutuskan menjadi seorang trainee padahal ayahnya menyuruh dia untuk menjadi PNS. Saking inginnya Ji Hoon menjadi PNS, sang ayah sampai membiayai bimbelnya, tapi ternyata Ji Hoon malah memberikan les bimbel tersebut pada temannya yang bernama Woo Seung. Woo Seung memang sangat ingin menjadi PNS, jadi diapun rela belajar di tempat bimbel dengan menggunakan nama Lee Ji Hoon.

Sinopsis The Best Hit Episode 1

sumber gambar dan konten dari KBS 2

The Best Hit di buka dengan penampakan Ji Hoon dengan tubuh penuh dengan luka cakar. Dalam bahasa China dia berkata kalau selama 23 tahun ini dia mencari kejelasan, tapi sampai sekarang kejelasan itu masih kabur. Dia bahkan tak tahu tujuan hidupnya atau apa yang harus dia lakukan. Walau harus hidup dengan penuh ujian, Ji Hoon merasa harus menghadapinya.

Tepat disaat itu muncul pria bertopeng dan Ji Hoon berusaha memukulnya, tapi yang dia pukul malah cermin, karena dia memang sedang berada di ruangan yang penuh dengan cermin. Ketika pria bertopeng hendak menyerang Ji Hoon, tiba-tiba muncul seorang pria berbaju kuning dan menyelamatkan Ji Hoon. Pria berbaju kuning itu adalah Yoo Hyun Jae.

==Seoul Tahun 1993==
Pada tahun 1993 merupakan era pertumbuhan dan harapan. Yang paling percaya diri dari mereka semua adalah kaum muda dan salah satu dari mereka ada Yoo Hyun Jae yang membentuk sebuah duo dengan nama J2. Eksistensi J2 terus meroket, lagunya terus menduduki tangga lagu dan mereka pun berhasil mengumpulkan 46 peringkat. Karena penulis lirik, koreografi dan gaya dari J2 adalah Yoo Hyun Jae, jadi namanya pun mulai dielu-elukan.

Yoo Hyun Jae dari J2 kemudian diberitakan terlibat skandal dengan Hong Bo Hee yang dikenal dengan sebutan peri murni. Hyun Jae kemudian menyatakan diri hengkang dari J2 dan agensi tempatnya bernaung pun jadi kerepotan karena harus mengkonfirmasikannya pada wartawan. Hyun Jae bernaung di agensi World Enterteinment yang dipimpin oleh Tuan Lee Soon Tae dan Lee Gwang Jae.

Setelah kabar hengkangnya, Yoo Hyun Jae dinyatakan hilang di sebuah danau dan karena jasadnya tak ditemukan di danau tersebut, maka danau itupun dijadikan tempat mengenang oleh para penggemarnya. Mereka banyak memberikan bunga dan foto Hyun Jae disana. Bo Hee mendatangi danau dan memberikan bunga juga disana.

“Seperti itulah, Yoo Hyun Jae lenyap di tahun 90-an,” ucap Ji Hoon bernarasi.


==Seoul Tahun 2017==
Ji Hoon bersama keluarganya sudah berada di studio foto, mereka sudah siap untuk berfoto namun Kwang Jae tak kunjung datang, jadi mereka pun harus menunggu.

Kwang Jae masih telponan di luar, dia membahas tentang uang sewa dengan seseorang. Kwang Jae sudah menunggang bayar sewa sampai beberapa bulan dan itu membuat si pemilik ingin menjual di tempat lelang.

Tepat disaat Bo Hee keluar dan mengajak Kwang Jae segera masuk. Tak mau percakapannya di dengar dengan Bo Hee, Kwang Jae pun merendahkan suara.

Kwang Jae akhirnya masuk ke studio foto dan berfoto dengan keluarganya. Saat si fotografer meminta mereka saling berdekatan satu sama lain, mereka pun akhirnya mengungkapkan kalau mereka bukanlah keluarga. Ji Hoon adalah anak Bo Hee dan Kwang Jae adalah anak Tuan Lee. Sedangkan Bo Hee dan Kwang Jae bukan suami istri.
==The Best Hit==

Selesai berfoto, Kwang Jae mengantar semuanya pulang dan Kwang Jae kemudian mengantarkan Ji Hoon ke tempat les. Mobil yang Kwang Jae gunakan adalah mobil agensi World Entertainment dan dia mengantarkan Ji Hoon ke tempat les bersama dua artisnya.

Karena Ji Hoon berkata akan terlambat, Kwang Jae pun menambah kecepatan laju mobilnya, sampai semua isi mobil terpontang panting ke sana kemari.

Di sebuah tempat bimbingan belajar PNS Hanil, ada seorang instruktur yang sedang memberikan pengarahan namun rata-rata anak didiknya tak ada yang mengerti dengan apa yang dia katakan. Hanya ada satu orang yang memahaminya dan dia adalah Woo Seung, saking memahaminya Woo Seung sampai menitikkan air mata. Melihat hal tersebut sang instruktur pun langsung menanyakan nama Woo Seung dan alasan kenapa dia menangis. Woo Seung mengaku kalau namanya adalah Lee Ji Hoon dan dia menitikkan air matanya bukan karena menangis tapi karena mengantuk. LOL

Keluar kelas, Woo Seung bertemu dengan Lee Ji Hoon yang asli. Ternyata Woo Seung menggantikan Ji Hoon belajar di tempat les itu, karena Woo Seung berkeinginan lulus menjadi pegawai PNS, sedangkan Ji Hoon tak sedikitpun berminat menjadi pegawai PNS.

Woo Seung kembali ke kelasnya dan Ji Hoon mengiriminya pesan yang berisi, “Lain kali, ayo kita makan makanan yang kau sukai.”

Membaca pesan dari Ji Hoon, Woo Seung pun bertanya-tanya dari mana Ji Hoon tahu kalau dia tak punya uang. Tapi ternyata Ji Hoon sudah mengganti pesan yang dia ketik tadi, dia hanya mengirim pesan, “Apa kau sudah makan?” pada Woo Seung.

Ji Hoon melewati kantor agen World Entertainment dengan diam-diam. Sampai di sebuah gang, Ji Hoon langsung mengeluarkan jaket hitam dan masker miliknya. Dalam sebuah voiceover, Ji Hoon berkata kalau ayahnya sangat menginginkan dirinya mendapat pekerjaan dengan gaji yang stabil dimana dia akan dibayar dengan upah sewajarnya oleh orang lain, tapi mimpi Ji Hoon adalah menjadi selebriti, jadi dia sekarang adalah seorang trainee yang mengejar debut yang sulit dipahami.

Ji Hoon menjadi trainee di Star Punch Entertainment dan dia masuk gedung lewat jalan belakang. Saat akan masuk gedung, Ji Hoon di cegat oleh 3 orang remaja yang mengiranya MJ, tapi ketika melihat kalau Ji Hoon bukan MJ, merekapun jadi kesal.


Ji Hoon buru-buru pergi ke ruang latihan karena dia terlambat. Hari ini Ji Hoon lolos dari amarah si pelatih karena mendapat bantuan dari MC Drill yang membuat alasan kalau Ji Hoon sakit.

Kwang Jae kesal karena acara yang biasa agensinya lakukan setiap tahun kali ini di batalkan. Semua itu kemungkinan karena mereka mendapatkan tempat lain dan mencari orang yang lebih berkelas. Bo Hee kemudian membahas tentang percakapan Kwang Jae tadi siang di telepon dan dia bertanya apa masalahnya serius. Namun Kwang Jae berbohong dengan mengatakan kalau masalahnya tidak terlalu serius.

“Apa karena pinjaman untuk gedung itu?” tanya Bo Hee yang kemudian mengungkit kembali masalah hilangnya Hyun Jae. Mendengar itu Kwang Jae langsung bertanya kenapa Bo Hee mengungkit Hyun Jae, karena hal itu sudah lebih 20 tahun.

Bo Hee hanya menjawab kalau dia hanya sekedar berkata. Mengalihkan pembicaraan, Bo Hee meminta Kwang Jae untuk memasang paku di dinding karena dia ingin memasang foto keluarga mereka disana.

Saat memasang paku, Kwang Jae terlihat tak begitu bersemangat karena Bo Hee terus membahas tentang Hyun Jae. Tapi ketika Kwang Jae melihat wajah Hyun Jae di paku, Kwang Jae langsung bersemangat memukul paku tersebut.

Woo Seung masih di tempat bimbel dan dia ketika alarm ponselnya berbunyi, dia langsung buru-buru pergi karena itu adalah waktunya bagi dia untuk bekerja paruh waktu di sebuah tempat karoke. Saking buru-burunya pergi, Woo Seung sampai tak punya waktu untuk makan, jadi dia berlari sambil makan kimbab.

Pagi tiba dan Ji Hoon masih tidur di kamarnya bersama MC Driil. Saat Kwang Jae masuk kamar, MC Driil sudah tak ada lagi di lantai, hanya ada Ji Hoon disana. Ternyata Ji Hoon sudah memasukkan temannya itu ke dalam lemari, agar tak ketahuan Kwang Jae. Kwang Jae sendiri masuk kamar Ji Hoon, untuk mengumpulkan pakaian kotor.

loading...

Setelah Kwang Jae pergi, Ji Hoon mengingatkan MC Driil untuk lebih hati-hati, karena dia tinggal di kamar Ji Hoon secara diam-diam.

Kita beralih ke Woo Seung yang tidur di dalam kardus dan saat teman sekamarnya bertanya kenapa Woo Seung selalu tidur begitu, Woo Seung menjawab kalau dia merasa nyaman. Teman sekamara Woo Seung adalah seorang polisi dan dialah yang selalu membayar uang sewa kontrakan mereka, sedangkan Woo Seung bisa mencicil padanya.

Karena Woo Seung menghabiskan roti dan telur gulung yang dia beli, si teman pun jadi tak bisa sarapan. Walaupun tidak terlihat marah, si teman menyuruh Woo Seung untuk mencuci selimut, membersihkan kamar mandi, kamar dan mencuci pakaiannya sebagai gantinya.

Ji Hoon hendak berangkat dan Kwang Jae memberinya jus pir karena jus pis sangat bagus untuk peradangan hidung. Kwang Jae juga mengungkapkan keuntungan menjadi pegawai negeri sipil, dimana mereka akan tetap mendapat gaji walau sedang mengambil cuti. Walaupun merasa bersalah karena sudah berbohong tentang les bimbelnya, Ji Hoon pun hanya diam. Bo Hee kemudian muncul dan menyuruh Ji Hoon segera berangkat.

Ketika Ji Hoon pergi, Kwang Jae langsung bergumam kalau Ji Hoon sangat mirip dengannya. Namun Bo Hee langsung protes karena menurutnya tak ada satupun dari Ji Hoon yang mirip dengan Kwang Jae.

Ji Hoon kembali mengambil lorong yang sama dan ketika dia mengeluarkan jaket hitamnya dengan cara yang cukup keren, ternyata yang keluar bersama jaket ada CD dan mainan bebek. Melihat barangnya banyak keluar dari dalam tas, Ji Hoon segera mengambilnya.

Saat akan masuk gedung, Ji Hoon kembali di cegat oleh penggemar MJ karena mengira Ji Hoon adalah MJ. Tapi dengan kesal Ji Hoon langsung membuka maskernya dan berkata kalau dia bukan MJ.

“Dia si “Oppa menyebalkan” lagi. Dia malah membuatku bingung,” ucap salah satu fans MJ dan kemudian berjalan pergi.

Mendengar itu Ji Hoon kesal dan bergumam apa hanya MJ yang boleh memakai masker. Tepat disaat itu MC Driil datang dengan ponselnya dan dia sedang melakukan siaran langsung untuk sosmednya. MC Driil bahkan menyuruh Ji Hoon memperkenalkan dirinya, tapi ternyata tak ada satupun yang melihat siaran langsung tersebut.

Ji Hoon latihan bersama trainee lainnya dan dia begitu banyak teguran dari si pelatih. Saat mereka istirahat, MC Drill kembali melakukan siaran langsung. Tak lama kemudian muncul 2 orang trainee yang masih anak SD, satu masih kelas 5 SD dan satunya lagi kelas 6 SD. MC Driil kemudian meragukan kalau kedua anak itu bisa menari, tapi ketika melihat bagaimana bagusnya mereka menari, MC Driil dan Ji Hoon langsung terdiam dan terpelongo, karena kedua anak kecil itu lebih bagus dari mereka berdua.

Di depan toko rotinya, Bo Hee melamun sambil menikmati minuman hangat. Karena asik melamun, dia sampai tak menanggapi Kwang Jae yang mengajaknya bicara. Kwang Jae berkata kalau dia akan pergi dengan kedua artisnya dan akan terlambat jadi Bo Hee tak perlu menunggunya. Tapi karena Bo Hee tak menanggapinya, jadi Kwang Jae pun menghampiri Bo Hee dan saat itulah Bo Hee langsung tersadar dari lamunannya.

Kwang Jae kemudian bertanya apa yang sebenarnya Bo Hee pikirkan dan Bo Hee menjawab kalau dia sedang memikirkan comeback untuk dirinya. Mendengar itu, kedua artis Kwang Jae pun langsung membahas tentang comeback yang Bo Hee maksud, tapi mereka malah terkesan mengejek Bo Hee dan itu membuat Bo Hee langsung terlihat kesal.

Kwang Jae lalu bertanya apa Bo Hee punya ide untuk melakukan comeback dan Bo Hee menjawab kalau dia berencana melakukan siaran di acara “Flambing Youth” karena dia acara itu sering memunculkan artis-artis lama. Melihat Bo Hee yang begitu antusias dengan rencana tersebut, Kwang Jae pun menyetujuinya dan berjanji akan mencarikan cara agar Bo Hee bisa muncul di acara tersebut.

Ji Hoon dan MC Driil bertemu dengan Soo Ji. Soo Ji adalah trainee di agensi tersebut yang ketika dia hampir debut, dia malah memutuskan untuk wajib militer. Mereka bertiga kemudian bicara di atap gedung.

Soo Ji kemudian bertanya kenapa Ji Hoon ingin menjadi artis, padahal dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lain jika dia mau, karena Ji Hoon adalah lulusan dari Univ Seoul. Dia juga mengatakan pada Ji Hoon, kalau Ji Hoon memang ingin bertahan di industri artis, maka dia harus sedikit gila, karena kalau hanya dengan modal giat belajar, itu tidak akan cukup karena semua orang juga melakukan hal yang sama.

“Sedikit bakat, itu seperti racun. Sepertinya sampah tidak digunakan, tapi itu tidak cukup untuk melakukan apapun,” tambah Soo Ji yang kemudian menghukum MC Dril karena bersikap aneh, dia menghidupkan lagu untuk backsound percakapan antara Soo Ji dan Ji Hoon. Ketika MC Drill di hukum, Ji Hoon mulai memikirkan apa yang Soo Ji katakan.

Kwang Jae menemui sutradara Park dan membujukkan untuk membiarkan Bo Hee menjadi bintang tamu di acaranya, namun Sutradara Park menolak dengan alasan banyak yang membenci Bo Hee setelah skandalnya bersama Hyun Jae.

“Jika kau ingin seseorang tampil… carilah Yoo Hyun Jae yang hilang 20 tahun silam. Aku bahkan akan menaruhnya di penampilan spesial,” ucap sutradara Park yang kemudian langsung pergi karena mendapat telepon.

Saat sendirian Kwang Jae langsung mengeluh karena sutradara Park tak mau membantunya padahal dulu Kwang Jae sering membantu sutradara Park. Tepat disaat itu, Kwang Jae bertemu teman lamanya dan dia bekerja sebagai penyiar radio. Kyung Jae pun kemudian meminta temannya itu untuk menjadikan Bo Hee sebagai bintang tamu diacaranya.

Sepertinya sang teman tidak keberatan, karena sekarang Kwang Jae sudah menghubungi Bo Hee dan mengatakan kalau dia akan menjadi seorang bintang tamu disebuah siaran radio. Walaupun sebenarnya Bo Hee lebih ingin menjadi bintang tamu diacara TV, tapi dia tak menolak untuk jadi bintang tamu di siaran radio.

Woo Seung terus belajar di tempat kerjanya dan tak lama kemudian ada pelanggannya yang bertengkar. Tak mau terjadi masalah seorang ahjumma meminta Woo Seung untuk memanggil polisi.

Namun Woo Seung tidak memanggil polisi, dia lebih memilih untuk mengurus masalah pertengkaran itu sendiri. Dengan menggunakan pasal-pasal yang dia ingat, dia berhasil membuat kedua ahjussi berhenti tengkar.

Pemilik karoke pun merasa senang dengan apa yang Woo Seung lakukan, dia bahkan mengira kalau Woo Seung adalah mahasiswi hukum. Tentu saja Woo Seung mengatakan bukan dan ketika dia hendak memberitahukan siapa dia sebenarnya, Ji Hoon muncul dan berkata kalau Woo Seung adalah orang yang sedang belajar untuk menjadi PNS.

Ji Hoon datang ke tempat kerja Woo Seung karena ingin mengajaknya makan. Mereka pun kemudian makan di sebuah pojangmacha, mereka makan mie udon. Saat menunggu mie udon datang, Ji Hoon bertanya apa menurut Woo Seung, Ji Hoon kurang menarik, tak ada satupun yang menarik darinya.

“Tunggu. Ah, aku harus bagaimana? Haruskan aku rasional atau emosional? Pikiranku yang dingin dan pikiranku yang hangat sedang bertarung. Aku memikirkannya dan bahkan tidak sedikitpun. Tidak menarik. Maaf,” jawab Woo Seung dan itu membuat Ji Hoon kecewa. Saking kecewanya, Ji Hoon juga menyebut Woo Seung sebagai wanita yang tak menarik juga. Kesal dengan ejekan Ji Hoon, Woo Seung langsung memukulnya dengan sendok.

Tepat disaat itu ahjuma penjual datang membawakan udon pesanan mereka. Ternyata kedua sahabat ini punya kebiasaan makan yang beda, untuk melawan rasa panas dari udon, mereka makan dengan cara berlomba dan mengejutkan orang yang menang adalah Woo Seung. Saat Ji Hoon bertanya bagaimana Woo Seung makan udon yang sangat panas itu, Woo Seung pun menjawab kalau hidupnya lebih panas jadi udon itu bukan apa-apa.

Ponsel Woo Seung berdering dan kontak dengan nama “Pendingin” yang menelpon. Woo Seung terlihat enggan menganggkatnya dan ketika Ji Hoon bertanya apa Woo Seung tak mau mengangkatnya, Woo Seung menjawab kalau dia pasti akan merasa kedinginan jika mengangkatnya.

“Kedinginan?” tanya Ji Hoon tak mengerti.

“Seseorang yang membuatku emosional, itulah yang namanya kedinginan,” jawab Woo Seung yang kemudian memutuskan untuk menjawab telepon.

Ternyata si pendingin itu adalah ibu Woo Seung dan sang ibu menelpon untuk mengatakan kalau dia sudah mengakhiri hubungannya dengan “pria itu.” Mendengar itu Woo Seung terlihat lega dan berkata kalau ibunya sudah melakukan pekerjaan benar.
bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis the best hit
  • sinopsis the best hit ep 1
  • sinopsis the best hit episode 1
  • sinopsis drama the best hit
  • sinopsis ost hits the best hits
  • Sinopsis the best hit eps 1
  • trainee di the best hit
  • Sinopsis eps 1 drama the best hit
  • sinopsis drama the best hit lengkap
  • sinopsis drama korea the best hit eps 1

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *