Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 2

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 2, bercerita tentang Seo Jung yang dinyatakan tidak mengalami gejala PTSD, tentu saja hal itu membuat direktur Do kesal dan sebaliknya, hal itu membuat Seo Jung senang sampai terharu. Karena di jemput oleh Dong Joo, Seo Jung pun cepat-cepat kembali ke RS Doldam karena mereka ingat hari itu adalah hari Jum’at. Dalam perjalanan kembali ke RS Doldam, mereka berdua mendapati kecelakaan beruntun, sedangkan di RS Doldam, semua orang dikejutkan oleh keberanian Eun Tak yang memukul si utusan direktur Do.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 2

sumber gambar dan konten dari SBS

Seo Jung bertanya kenapa In Bum memberitahu Dong Joo kalau mereka sedang bersama dan In Bum dengan santai menjawab karena Seo Jung tak memberitahunya untuk merahasiakannya. Ketika Seo Jung bertanya kenapa In Bum memberitahu keberadaan mereka, In Bum menjawab karena Dong Joo bertanya. In Bum lalu bertanya kenapa Seo Jung mengundurkan diri, namun Seo Jung tak mau menjawab, dia menyuruh In Bum untuk fokus menyetir.

“Kau sungguh menyeramkan, nunim,” ucap In Bum.

“Aku ini bukan nunamu,” jawab Seo Jung.

Dong Joo memberitahu dr Nam kalau dia akan mengejar Seo Jung ke Seoul, karena dia harus mengerahkan apa yang dia bisa untuk membawa Seo Jung kembali pulang. dr Nam mengatakan kalau Dong Joo akan terlambat kembali ke rumah sakit kalau mengejar Seo Jung ke Seoul, apalagi kondisi rumah sakit sekarang sedang kacau, selain itu hari ini adalah hari Jum’at.

Di UGD, dr Song kewalahan menangani pasien, sedangkan In Soo masih menangani pasien wanita yang terus muntah-muntah.

In Soo bertanya apa pasien memakan makanan basi dan si pasien menjawab tidak, saat sarapan dia hanya makan nasi dan sup, tapi karena dia makan dengan cepat, jadi dia sepertinya tidak mengunyahnya dengan baik dan sekarang perutnya terasa sakit. In Soo kembali bertanya, apa pasien diare dan pasien menjawab kalau perutnya keroncongan tapi dia belum BAB. Dia hanya muntah saja dari tadi. Saat ditanya bagian mana dari pasien yang terasa sakit, pasien menjawab bagian dadanya dan In Soo menebak kalau semua itu pasti karena si pasien muntah secara berlebihan, jadi In Soo pun akan memberi suntikan dan gastritis akut pada pasien.

In Soo lalu meminta Eun Tak untuk memberikan pasien metoclopramide IV dan hydration, sedangkan dia sendiri akan pergi mengurus pasien yang lain. Yeon Hwa kemudian dengan cepat membantu Eun Tak, dia membantu membersihkan pasien dari muntahan agar Eun Tak bisa langsung memberikan suntikan.

Saat membersihkan bagian leher pasien, Yeon Hwa seperti merasakan ada sesuatu dan Eun Tak melihatnya. Saat Eun Tak bertanya tentang apa yang Yeon Hwa lakukan, Yeon Hwa hanya menjawab kalau dia sepertinya melihat sesuatu di leher pasien. Setelah mengatakan itu, Yeon Hwa pun langsung berjalan pergi.

Tepat disaat itu, muncul lagi pasien yang terluka karena kecelakaan lalu lintas. Pasien mengalami pendarahan di dahi dan tumit. Tekanan darah di 60/90 dan terus menurun dengan cepat.

“Aku bisa gila beneran,” teriak In Soo kesal. Dengan cepat In Soo menangani pasien tersebut dan baru saja dia menghampiri si pasien, suster Woo berkata kalau akan ada pasien yang mencoba bunuh diri yang dibawa ke UGD dalam waktu 5 menit lagi.

Yeon Hwa pergi ke ruang dokter dan mencari sesuatu di buku. dr Nam melihat dan bertanya apa yang sedang dia lakukan. Seperti orang yang ketakutan karena tertangkap basah, Yeon Hwa langsung pergi dan hanya berkata, “tidak ada.”

dr Nam melihat buku yang baru Yeon Hwa baca dan itu buku tentang, “Dasar biologis praktek bedah modern.”

Tak perduli dengan UGD yang kacau, Guru Kim asik bermain catur dengan direktur Yeo di ruangannya. Selain karena dia sedang di skors, di UGD juga ada dr Song yang bisa membedah seseorang jika diperlukan. Di UGD benar-benar kacau. In Soo dan dr Song kewalahan menghadapinya.

Direktur Yeo kemudian bertanya apa menurut Guru Kim akan kembali? mendapat pertanyaan itu, Guru Kim teringat kembali saat dia bertatap mata dengan dokter yang menginterogasi Seo Jung. Guru Kim pun kemudian berkata kalau dia punya rencana.

Seo Jung sendiri sedang makan bersama In Bum. Mereka makan pizza. Melihat In Bum makan pizza dengan garpu dan pisau, Seo Jung pun berkata kalau bukan seperti itu cara untuk menikmati pizza, mereka bisa menikmatinya dengan cara makan dipegang dengan tangan. Melihat itu, In Bum hanya menggelengkan kepalanya dan tak mau mengikuti cara Seo Jung, jadi Seo Jung pun langsung menyebut In Bum dengan sebutan anak mama.

Seo Jung lalu menebak kalau In Bum pasti tidak pernah main tanah ketika dia masih muda atau kabur dari rumah dan memberontak pada orang tuanya.

“Apa kau selalu cerewet?” tanya In Bum.

“Aku? tidak, aku ini pendiam,” jawab Seo Jung dan In Bum mengingatkan Seo Jung kalau sedari tadi, Seo Jung terus bicara dan membicarakan dirinya sendiri. Seo Jung beralasan melakukan itu karena In Bum tidak mengatakan apapun, jadid ia tak mau membunuh suasana dengan sama-sama diam. Seo Jung juga mengaku kalau dia hanya bersikap sopan agar In BUm tak merasa tak nyaman.

In Bum kemudian berkata kalau sepertinya alasan Seo Jung melakukan itu bukan agar In BUm merasa nyaman, tapi karena Seo Jung sendiri merasa tak nyaman. Seo Jung bertanya kenapa?

“Bukankah surat pengunduran diri yang kau tulis… saat ini membuatmu sangat tak nyaman? telepon dari Kang Dong Joo membuatmu tidak nyaman juga. Fakta bahwa kau ada disini bersamaku membuatmu tidak nyaman. Karena kau tidak ingin terlihat tidak nyaman… kau bicara lebih banyak dari biasanya,” ucap In BUm.

“Lupakan dan mari makan,” ajak Seo Jung yang tak bisa membantah tebakan In Bum. Seo JUng hendak makan, namun tak jadi. “Ya, aku sangat tidak nyaman. Aku merasa buruk karena aku meninggalkan orang-orang terdekatku… hanya dengan surat pengunduran diri dan tanpa pamit,” aku Seo Jung dan kemudian bergumam mengapa dia melakukan semua itu?

“Aku harusnya bertahan dan memohon demi posisiku. Kenapa aku memberikan surat pengunduran diri? satu-satunya tempat yang dapat kutuju adalah RS Doldam,” ucap Seo JUng yang kemudian seperti menyadari sesuatu.

“Tepat. Kenapa kau kabur secepat ini? masih belum ada yang pasti.Tidak ada dokter yang mendiagnosis kondisimu dan pasien kardioplegik itu masih belum meninggal. Apa aku salah?” tanya In Bum dan Seo Jung pun seperti mendapat pencerahan.

Dong Joo sudah masuk Seoul dan dia kemudian menelpon In Bum. Karena Dong Joo terus menelpon, In Bum pun mengangkatnya. Dong Joo bertanya keberadaan In Bum dan apakah In Bum masih bersama Seo Jung, karena dia ingin bicara dengan Seo Jung. Namun In Bum tak bisa memberikan teleponnya karena Seo Jung pergi ketika mereka sedang makan, Seo Jung berkata kalau ada sesuatu yang harus dia lakukan.

Kemana Seo Jung? Ternyata dia pergi menemui dokter yang memeriksa dirinya. Dia ingin menjawab pertanyaan terakhir yang dokter itu tanyakan, namun sayang dokter itu sudah memberikan hasil diagnosanya pada Direktur Do. Walaupun begitu, Seo Jung tetap memberikan jawabannya, dia berkata kalau dia tak pernah sekalipun berpikir untuk bunuh diri.

“Bahkan ketika ibuku tiada, bahkan ketika aku terlibat kecelakaan bersama dr Moon. Aku ingin hidup. Itulah mengapa aku tertekan. Bukan akibat menyesal karena hanya aku yang selamat, tapi karena aku ingin hidup. Biarpun semua itu terjadi, aku ingin hidup. Karena itu, aku menyesal,” ungkap Seo Jung dan dokter itu kemudian bertanya kenapa Seo Jung ingin menjadi dokter.

Seo Jung menjawab kalau dia pikir ketika dia menjadi dokter, dia akan diakui. Dokter itu bertanya lagi apa Seo Jung pernah ingin berhenti jadi dokter dan Seo Jung menjawab kalau dia membuat keputusan untuk pasiennya setiap saat. Mendengar jawaban Seo Jung, sepertinya si dokter puas dan dia kemudian memberikan salinan hasil diagnosanya pada Seo Jung. Dia menitipkan surat itu agar Seo Jung memberikannya langsung pada Guru Kim.

Setelah si dokter pergi, Seo Jung langsung membuka amplopnya dan hasil diagnosanya benar-benar membuat Seo Jung terkejut sekaligus senang. Karena hasil diagnosa tersebut menyatakan kalau Seo Jung tidak mengalami tanda-tanda PTSD, yang membuat Seo Jung meminum obat penenang dan melukai tangannya karena stres akut yang menjadi penyebabnya adalah kejadian baru-baru ini.

Ketika membaca hasil diagnosanya, Direktur Do kelihatan kesal dan langsung meremas kertasnya. Disisi lain, si dokter yang memeriksa Seo Jung, menelpon Guru Kim dan mengatakan kalau dia sudah memberikan hasil diagnosisnya langsung pada Seo Jung. Dia juga mengaku kalau dia sudah mendengar jawaban yang dia inginkan dari Seo Jung.

“Aku hampir kehilangan nuraniku sebagai dokter,” aku si dokter dan Guru Kim kemudian menanyakan tentang Hyun Ji. Hyun Ji adalah anak si dokter dan merupakan pasien termuda yang pernah Guru Kim tangani. Si dokter tersenyum dan kemudian berkata kalau dia tahu kenapa Guru Kim berada di RS Doldam.

Hmmmm…. Kenapa?


Flashback!
Dong Joo menemui si dokter dan berkata kalau hidup Seo Jung sebagai dokter, ada di tangan dokter itu, jadi dia meminta si dokter untuk menyingkirkan tekanan dari direktur Do dan biat diagnosa yang benar.

Keluar ruangan, Suster Oh menghampiri si dokter dan berkata kalau UGD RS Doldam sangat membutuhkan Seo Jung, jadi dia meminta pada si dokter untuk tidak menghancurkan hidupnya dengan diagnosis kecil si dokter.

Ketika si dokter hendak masuk mobil, Eun Tak menemui si dokter dan menunjukkan semua surat terima kasih dari pasien untuk Seo Jung. Eun Tak pikir, semua surat itu akan membantu si dokter dalam memutuskan diagnosanya.

loading...

Tapi diantara semuanya, suster Oh yang begitu memaksa si dokter, dia berkata kalau sampai si dokter mengeluarkan diagnosa yang tak benar, maka dia akan membuat sebuah petisi.
Flashback End!

Mendengar cerita itu, Guru Kim tersenyum senang dan berkata kalau mereka bertiga memang pemaksa. Sebelum menutup telepon, si dokter berpesan pada Guru Kim agar kali ini, dia tak kalah lagi dari direktur Do.

Seo Jung sampai terharu mendapati dirinya tak didiagnosis mengalami gejala PTSD. Dia kemudian keluar rumah sakit dan di depan sudah ada Dong Joo yang hendak menjemputnya. Seo Jung bertanya bagaimana Dong Joo bisa menemukannya dan Dong Joo menjawab kalau ada seseorang yang memberitahunya. Sepertinya Guru Kim yang memberitahu Dong Joo dimana Seo Jung dan Dong Joo sudah tahu tentang hasil diagnosanya.

Karena urusan Seo Jung sudah selesai, Dong Joo pun mengajak Seo Jung pulang. Tapi ketika Dong Joo sudah berjalan untuk pergi, Seo Jung masih berada di tempatnya, sehingga membuat Dong Joo balik lagi dan bertanya apa Seo Jung menangis. Seo Jung menyangkal dengan berkata kalau udaranya terlalu dingin dan matanya tiba-tiba berair. Dong Joo tersenyum, karena dia tahu Seo Jung menangis karena apa. Dia menangis karena rasa harunya.

Tepat disaat itu salju turun dan itu adalah salju pertama. Melihat dan merasakan salju pertama, Dong Joo perlahan-lahan meraih tangan Seo Jung dan menggenggamnya lalu memasukkannya kedalam saku jaketnya, untuk menghangatkan tangan Seo Jung yang terasa dingin. Seo Jung sendiri tak menolak perlakuan Dong Joo. Dia malah tersenyum malu.

“Ngomong-ngomong…. bukankah ini hari jum’at?” tanya Seo Jung dan keduanya sama-sama menyadari sesuatu.

Ya, apalagi yang mereka sadari? Pasti kondisi UGD yang sangat kacau balau karena banyak berdatangan pasien. Dr Song baru selesai mengobati seorang pasien dan saat sadar, pasien itu malah mengamuk dan protes karena sudah diselamatkan. Tentu saja melihat hal itu membuat dr Song kesal. Pasien itu adalah seorang penulis komik dan karena sudah 3 tahun dia tak bisa menggambar apa-apa, jadinya dia memutuskan untuk bunuh diri.

Karena dr Song yang sudah menyelamatkannya, jadi pasien itu pun langsung mencekik dr Song dengan menarik dasinya. Hmmm… sepertinya itulah alasan suster Oh yang sebelumnya mengingatkan dr Song untuk melepas dasinya.

Kesakitan, dr Song meminta bantuan In Soo untuk melepaskan diri. Karena In Soo masih belum bisa membantu dr Song, jadinya suster Oh memanggil Tuan Goo untuk membantu. Setelah berhasil lolos, dr Song langsung menyuruh In Soo yang menangani pasien itu.

Keluar dari ruang hybrid, suster Ji langsung menghampiri dr Song dan mengatakan kalau sekarang Guru Kim sedang berada di ICU. Guru Kim hanya diam saja disana. Mendengar pertanyaan suster Ji yang bertanya apa yang harus dia lakukan? Dr Song langsung memarahinya dengan mengingatkan dia tentang apa yang terjadi di UGD, tapi dia sama sekali tak membantu.

Dr Song pergi dan ketika suster Ji berbalik, dia melihat suster Oh sedang melihat kearahnya dengan tatapan mengejek.

Yeon Hwa kembali menghampiri pasien wanita gendut dan disaat itu, si pasien mengeluh kesakitan. Yeon Hwa memeriksa bagian lehernya lagi dan dia menebak kalau wanita itu mengidap aerodermektasia. Karena pasien mengluh sakit, Yeon Hwa pun berusaha memanggil dokter. Namun dokter yang ada di UGD hanya In Soo dan sekarang dia sedang menghadapi pasien yang mengamuk.

Pasien wanita gemuk pingsan dan Yeon Hwa langsung mengambil alat intubasi dan memasangkannya. Setelah alat itu dipasang, dia memeriksa detak jantung pasien dan detak jantung pasien kembali berdatak. Yeon Hwa terlihat lega, namun raut wajahnya langsung tengang ketika menyadari kalau Suster Oh melihat apa yang sudah dia lakukan. Tak lama kemudian Eun Tak datang dan melihat Yeon Hwa masih mengenakan stetoskop. Suster Oh kemudian menyuruh Eun Tak untuk memanggil Guru Kim.

Manager Jang bersama rekannya sedang makan jajangmyun sambil nonton berita. Dalam berita itu, di kabarkan kalau salju turun di provinsi Seoul, Gyeonggi dan Gwangwon dan salju akan berhenti turun dalam 1 jam. Selain itu, angin dingin akan mulai berhembus petang ini dan suhunya akan turun. Karena sedikitnya salju turun maka bagi pengemudi di jalan di anjurkan untuk berhati-hati karena jalanan akan menjadi licin.

Dua polisi yang berpatroli turun dari mobil dan membersihkan jalanan dari sampah yang berserak. Mereka berdua jalan dengan hati-hati karena jalanan licin. Saat mereka hendak mengambil sampah, mereka mendengar suara mobil ugal-ugalan dari seberang jalan. Ya, ada dua pria yang bernyanyi-nyanyi dalam mobil dan si pengemudi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak hanya dengan kecepatan tinggi, pria ini juga mengendarai mobilnya dengan tidak fokus. Mereka berdua mabuk. Saat melewati belokan, terdengar suara benturan keras dan sepertinya mereka menabrak.

Guru Kim masih berada di ruang ICU, ketika Eun Tak memanggilnya untuk datang ke UGD. Ketika Guru Kim pergi meninggalkan ruang ICU, pria yang di selamatkan Seo Jung, terlihat menggerakkan matanya. Suster Ji melihat kepergian Guru Kim ke UGD, hmmm…. dan sepertinya dia hendak melapor lagi.

Guru Kim memeriksa pasien dan pasien itu memang menderita aerodermektasia. Suster Oh juga memberitahu Guru Kim kalau Yeon Hwa yang sudah memasang alat intubasinya. Mendengar itu, Guru Kim pun bertanya-tanya apa yang sebenarnya dokter lain lakukan dan dia melihat In Soo sedang ditarik-tarik oleh pasien yang mengamuk.

Guru Kim kemudian meminta suster Oh untuk memberikan suntikan antibiotik pada pasien dan meminta suster Woo untuk memanggil dr Song dan dr Nam, karena mereka harus melakukan bedah darurat untuk pasien sindrom beorhaave.

Guru Kim masuk ke ruang hybrid dan berteriak pada pasien yang mengamuk untuk diam. Di marah oleh Guru Kim, pasien itu langsung duduk dan bertanya kabar Guru Kim.

“Dirawat lalu pulanglah. Mengerti?” perintah Guru Kim.

“Ya, Hyungnim,” jawab si pasien dan In Soo terkaget-kaget melihatnya.

“Apa yang baru saja terjadi?” tanya In Soo dan salah satu perawat menjawab kalau pria itu memang sering datang ke UGD mereka. Setelah mendapat perintah dari Guru Kim, pasien itu kemudian menunjukkan lukanya pada In Soo dan minta diobati. LOL

Guru Kim, suster Oh dan Eun Tak kemudian menemui Yeon Hwa di sebuah ruangan. Guru Kim meminta Yeon Hwa menjelaskan tentang kondisi pasien? Mendengar pertanyaan itu, Yeon Hwa terlihat takut memberikan penjelasan.

Dong Joo dan Seo Jung sudah dalam perjalanan kembali ke rumah sakit, menurut GPS mereka akan sampai ke RS Doldam dalam waktu 20 menit. Akan bertemu dengan Guru Kim, Seo Jung pun jadi tegang. Dia gugup dengan apa yang akan Guru Kim katakan padanya. Mereka berdua bisa menebak kalau Guru Kim pasti akan mengata-ngatai Seo Jung. Dong Joo kemudian meminta Seo Jung untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Jangan menghilang lagi tanpa mengatakan apapun padanya.

“Kau bertingkah lagi,” ucap Seo Jung mendengar ucapan itu.

“Berjanjilah padaku,” pinta Dong Joo dengan wajah serius.

“Baiklah. Kau boleh bicara tidak formal padaku. Hanya untuk hari ini,” ucap Seo Jung dan Dong Joo hanya tersenyum. Karena keasikan ngobrol, mereka tak sadar ada kontainer berhenti di depan mereka, Dong Joo pun berusaha sekuat tenaga menginjak pedal rem, agar tak menabrak.


Kembali ke RS Doldam, dimana Guru Kim sedang menginterogasi Yeon Hwa. Dia bertanya apa Yeon Hwa merupakan murid medis, namun Yeon Hwa terlihat ragu saat menjawabnya. Tepat disaat itu Suster Woo masuk dan memberitahu Guru Kim kalau dr Song tak menjawab panggilannya dan tak ada di rumah sakit.

Dr Song pergi melarikan diri dengan menggunakan taksi, sepertinya dia kewalahan menghadapi UGD di RS Daldom. Setelah mengetahui kalau dr Song tak ada di tempat, Guru Kim pun kembali menghampiri pasien dan berkata kalau dia akan melakukan operasi bedahnya. Dia tak perduli walau dia sedang diskors.

Tepat disaat itu, si penyelidik utusan direktur Do muncul dan mengingatkan Guru Kim kalau dia sedang diskors. Ya, mereka datang karena di panggil oleh suster Ji, lihat saja suster Ji dengan angkuhnya berdiri di belakang mereka. Tak perduli pada gertakan para urtusan, Guru Kim tetap menyuruh Eun Tak untuk memindahkan pasien ke ruang operasi. Melihat itu, si utusan langsung teriak menghentikan Eun Tak.

“Jika sesuatu terjadi pada pasien, kalian akan bertanggung jawab? Minggir!” tanya Guru Kim mulai kesal dan si utusan benar-benar memancing amarah Guru Kim dengan mengatakan kalau Guru Kim hanya menggunakan pasien sebagai alasannya. Mereka berdua mulai berdebat dan ketika Guru Kim hendak memukul orang itu, Eun Tak dengan cepat menggantikannya, dia memukul si utusan dengan sangat keras, sampai-sampai dia terjatuh ke lantai.

Melihat itu, semua orang kaget, termasuk Guru Kim dan Yeon Hwa juga melihat kejadian tersebut.

Untung mobil baru jadi remnya bagus, Dong Joo dan Seo Jung pun selamat tak mengalami celaka. Mereka berdua kemudian keluar mobil dan melihat kecelakaan beruntun di depan mereka. Di rumah sakit juga terjadi ketegangan karena apa yang Eun Tak lakukan.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis romantic doctor teacher kim episode 11
  • sinopsis romantic doctor kim
  • sinopsis romantic doctor teacher kim episode 9
  • sinopsis romantic doctor teacher kim ep 9
  • sinopsis romantic doktor

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *