Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 1, bercerita tentang Dong Joo yang salah strategi, dia pikir dengan memanggil Ketua Shin, pemeriksaan terhadap Seo Jung bisa dihentikan, tapi ternyata tetap berlanjut dan dia malah memperlancar rencana direktur Do agar Ketua Shin tahu tentang apa yang dia lakukan. Setelah mendengar kalau Guru Shin diskors gara-gara dirinya, Seo Jung pun mengundurkan diri.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 9 – 1

sumber gambar dan konten dari SBS

Dong Joo membawa Ketua Shin ke RS Doldam, karena merasa Ketua Shin lah yang bisa menyelamatkan Seo Jung. Dia membawa Ketua Shin dengan alasan kalau sudah waktunya bagi Ketua Shin untuk dirawat inap. Tapi apa yang Dong Joo pikirkan berbeda dengan apa yang Guru Kim pikirkan. Saking kesalnya dengan kesok tahuan di Dong Joo, Guru Kim sampai menendangnya depan semua orang.

Guru Kim berbisik, “Kapan aku pernah minta kaucjadi kelewatan untuk bantu aku?” ucap Guru Kim pada Dong Joo dan Guru Kim kemudian mengatakan pada Ketua Shim kalau sudah terjadi kesalahan, mereka belum siap untuk rawat inap untuk Ketua Shin saat ini, jadi Ketua Shin harus kembali lain kali jika RS Doldam sudah siap.

Tepat disaat itu, dua utusan RS Geodae muncul dan mengatakan kalau Guru Kim sedang di skorsing sampai penyelidikan tentang RS Doldam selesai. Mendengar itu, Ketua Shim pun menuntut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dia meminta Guru Kim yang menjelaskannya. Namun Guru Kim ragu memberitahunya, sehingga Dong Joo yang angkat bicara. Dia memberitahu kalau Rumah Sakit mereka sedang diselidiki.

“Karena suatu alasan, RS Geode mengirim penyidik kemari. Aku tak mengerti alasan… Dibalik tingkah mereka yang memusuhi para pegawai RS ini,” jelas Dong Joo dan Guru Kim memintanya diam, tapi Dong Joo tetap bicara, karena mereka sudah diselidiki secara tidak adil.

“Ketua… Anda Pimpinan Pendiri RS Geode. Bolehkah saya mengajukan komplain pada Anda… Mengenai perlakuan tidak adil… Dari RS Geode?” tanya Dong Joo dan Ketua Shin langsung menyuruh Sek. Jo untuk menelpon Direktur Do, karena Ketua Shin ingin Direktur Do yang menjelaskan semua yang terjadi padanya.

Mendengar itu, Dong Joo melihat Guru Kim dengan wajah senang penuh kemenangan, sedangkan Guru Kim melihat padanya dengan ekspresi kesal.

Guru Kim kemudian mengajak Dong Joo bicara di ruangannya. Dia menyebut Dong Joo bodah karena sudah memanggil Ketua Shin. Tentu saja Dong Joo bingung kenapa Guru Kim berkata seperti itu.

Disisi lain, Dr Song menelpon Direktur Do dan memberitahunya kalau Ketua Shin memanggil Direktur Do. Mendengar itu, Direktur Do sama sekali tidak takut, dia malah terlihat senang mendengarnya.

Kembali lagi pada Guru Kim yang mengatakan pada Dong Joo kalau Dong Joo lah yang membantu rencana Direktur Do untuk menghancurkan rumah sakit mereka. Mendengar itu, Dong Joo semakin tak mengerti.

Direktur Do memberitahu dr Song kalau dia memang sedang mencari cara untuk memberi tahu Ketua Shin tentang semuanya dan dia sekarang tinggal melapor saja.

Guru Kim berkata kalau Direktur Do pasti akan merasa bangga dengan kinerja Dong Joo, sedangkan karir Seo Jung sebagai dokter akan tamat. Dong Joo masih tak mengerti, dia bertanya kenapa Guru Kim berkata kalau Seo Jung akan tamat.

“Kau sama sekali tak tahu… Direktur Do itu pria macam apa. Pria itu… Demi mendapatkan keinginannya… Dia rela melakukan apa pun. Dan Ketua Shin menunjuk bajingan seperti dia sebagai Direktur… Supaya bisa memainkan permainannya sendiri. Berpihak padaku? Jangan konyol. Yang dia inginkan, hanya pembedahanku. Hanya itu saja. Dasar bego,” jelas Guru Kim dan pergi.

Suster Oh menemui Guru Kim di ruang ICU dan memberitahunya kalau Direktur Do sudah datang. Dia kemudian bertanya apa yang akan Guru Kim lakukan dan Guru Kim menjawab kalau dia harus menahannya, karena kalau mereka ingin, mereka bisa menggigit Guru Kim.

“Aku… Tak bisa banyak membantumu. Jika perutmu keroncongan, makanlah ini,” ucap suster Oh dan memberikan beberapa permen pada Guru Kim. Guru Kim tersenyum dan langsung memakan satu permen.

Seo Jung masih diinterogasi oleh dokter psikologi dan dia ditanya tentang bagaimana dia bisa mengenal dr Bong Yong Ju. Jujur, Seo Jung menjawab kalau Guru Kim sudah menolongnya 3 kali. Pertama Guru Kim menyelamatkan dirinya saat tersesat di gunung, kedua Guru Kim merawat tangannya yang luka, sehingga membuat dia tak kehilangan karirnya sebagai dokter dan ketiga Guru Kim menyelamatkannya lagi ruang operasi.

Dokter itu kemudian bertanya apa Seo Jung masih merasa ingin membunuh dirinya sendiri? Mendapat pertanyaan itu, Seo Jung terdiam.

“Era dimana luka diabaikan. Orang-orang rela… Mengabaikan luka orang lain demi keinginan pribadi mereka. Demi menjaga prestasi mereka, Orang-orang tak pernah peduli dengan rasa sakit orang lain. Kemudian…,” ucap Dong Joo dalam voice over dan kita melihat direktur Do datang kerumah sakit di sambut oleh semua pegawai RS Geodae.

Kembali lagi pada Seo Jung yang terus ditanya apa dia masih merasa ingin bunuh diri. Mendengar pertanyaan itu berkali-kali, Seo Jung terngiang kembali dengan suara dr Moon yang menyalahkan Seo Jung atas kematiannya. Seo Jung meneteskan air mata dan langsung pergi. Saat Seo Jung membuka pintu, dia berpapasan dengan Dong Joo. Tanpa berkata apa-apa, Seo Jung langsung pergi dan Dong Joo melihat si dokter menulis sesuatu dalam catatannya.

“Orang-orang bahkan tak dapat merawat luka mereka sendiri. Mereka semua memalingkan wajah mereka… Dari realita maupun luka mereka… Dengan beralasan melindungi diri sendiri,” sambung Dong Joo dalam voice over.

== Bab 9, Batas Kebaikan==

Di ruang UGD, para suster membicarakan permasalahan yang sedang terjadi di rumah sakit mereka. Mereka juga mengatakan tentang Guru Kim yang mendapat skorsing gara-gara Seo Jung, tapi mereka langsung berhenti ketika melihat Seo Jung ada di dekat mereka. Suster Oh kemudian menyuruh kedua suster itu untuk kembali bekerja dan tidak bergosip terus.

Suster Oh menghampiri Seo Jung dan memintanya untuk tidak terlalu cemas. Dia menyuruh Seo Jung untuk bekerja seperti biasa, seolah-olah tak ada yang terjadi. Tentu saja Seo Jung tak bisa merasa seperti itu, dia pasti kepikiran.

Pada Ketua Shin, Direkur Do berkata kalau dia melakukan semua itu demi Ketua Shin sendiri. Dia ingin Ketua Shin dioperasi di rumah sakit yang bagus dan tak bermasalah seperti RS Doldam. Pertama keamanan RS Doldam tidak bagus, mereka sampai tidak tahu ada seseorang bersenjata masuk ruang operasi dan setelah kelar mengoperasi, Guru Kim malah meningalkan pasiennya dengan orang tersebut. Kedua Guru Kim melakukan perawatan yang berlebihan, mereka mengobati pasien yang tak bisa membayar. Mendengar semua tuduhan itu, Direktur Yeo berusaha membela Guru Kim, sehingga membuat direktur Do terus mencari kesalahan Guru Kim dengan mengatakan kalau Guru Kim sudah memperkerjakan dokter dengan penyakit PTSD. Mendengar semua ucapan Direktur Do, Guru Kim terlihat emosi, namun dia melampiaskan emosinya dengan menggerus permen yang sedang dia makan.

Di lobi, In Bum melihat Seo Jung yang terlihat frustasi dan setelah berpikir sejenak, Seo Jung langsung naik ke lantai atas.

Dengan alasan yang dia utarakan tadi, Direktur Do meminta Ketua Shin untuk mempertimbangkan lagi tentang keinginannya dibedah oleh Guru Kim. Mendengar semua itu, Ketua Shin meminta semua pertikaian di hentikan dan dia memutuskan untuk tetap dioperasi oleh Guru Kim di RS Doldam, sedangkan untuk dokter yang menderita PTSD harus dipecat.

Guru Kim tertawa dan berkata kalau Ketua Shin belum ke pokok permasalahannya, karena yang diinginkan Direktur Do sebenarnya adalah Guru Kim dipecat dan Direktur Do tak membantah hal tersebut. Direktur Do ingin Guru Kim bertanggung jawab karena sudah memperkerjakan seorang dokter yang menderita PTSD. Guru Kim pun berkata kalau Direktur Do tidak punya bukti yang menyatakan kalau Seo Jung menderita PTSD.

“Sesuai kebijakan RS kami… Kami akan melanjutkan penyelidikannya. Dan juga, dokter yang dituduh mengidap PTSD… Sesuai prinsip kami… harus bertanggung jawab,” ucap Direktur Do dengan tegas.

“Yaa… Direktur Do,” panggil Ketua Shin.

“Sebagai seseorang yang bertugas mengurus RS Geode, dan demi kedisiplinan dalam komunitas rumah sakit kami… Aku harus melakukan ini sesuai aturan dan prinsip RS kami,” ucap Direktur Do dan pergi.

Keluar ruangan Direktur Yeo, Direktur Do memberitahu orang suruhannya untuk memastikan dapat sesuatu yang bisa menyudutkan Guru Kim, berapa lama pun itu yang penting dia mendapatkannya. Baru beberapa langkah Direktur Do meninggalkan mereka, langkahnya terhenti kembali karena dia melihat Seo Jung sedang menunggunya.

Seo Jung dan Direktur Do kemudian bicara berdua. Seo Jung kemudian meminta maaf dan mengaku kalau alasan dia menjadi dokter adalah untuk mendapat pengakuan dari Direktur Do karena direktur Do satu-satunya orang yang sudah memberi impian padanya untuk menjadi dokter. Mendengar pernyataan itu, Direktur Do berkata kalau Seo Jung tak tahu balas budi, karena Seo Jung sudah mengkhianati dirinya.

Guru Kim berjalan menuruni tangga dan dia teringat kembali pada ucapan Ketua Shin, setelah Direktur Do keluar ruangan. Saat itu Ketua Shin bertanya apa demi juniornya ( Seo Jung ), Guru Kim mau mengorbankan RS Doldam. Keluar ruangan, direktur Yeo berkata kalau saat ini mereka ta punya jalan keluar lain selain memecat Seo Jung.

loading...

Ketika Guru Kim hendak menuruni tangga lagi, dia melihat dokter yang menginterogasi Seo Jung dan mereka bertatap muka lumayan lama. Mereka sepertinya saling kenal.

Di luar Direktur Do bertanya kenapa Seo Jung harus memilih berlindung dibelakang Guru Kim dan Seo Jung menjawab karena sebuah kecelakaan dan Guru Kim yang membantunya. Direktur Do kemudian membahas tentang gejala PTSD yang Seo Jung sembunyikan dan dia bertanya apa Guru Kim yang sudah menyuruh Seo Jung untuk menyembunyikannya. Namun Seo Jung tak langsung menjawabnya, dia hanya berkata kalau dia sudah dirawat selama 3 tahun dan dia sangat yakin kalau penyakit itu sudah sembuh.
“Aku bertanya padamu apa yang dia katakan sampai bisa mencuci otakmu!” tanya direktur Do dan Seo Jung menjawab kalau Guru Kim tak melakukan apa-apa.

“Semuanya jadi gaduh karena diriku. Karena aku tidak cukup baik. Karena itu… Jika ada yang harus bertanggung jawab, Aku akan bertanggung jawab. Aku… …akan berhenti dari RS ini,” jawab Seo Jung.

“Ini sayang sekali. Aku menganggapmu… seperti putriku sendiri. Tapi sepertinya kau tidak. Jika kau memang sungguh butuh bantuan, Harusnya kau datang mencariku.”

“Direktur Do…”

“Kami akan melanjutkan penyelidikannya, dan kami akan memproses segalanya sesuai aturan. Hubungan di antara kita… Berakhir di saat ini,” ucap Direktur Do dan pergi. Tak jauh dari tempat Seo Jung berada, kita melihat In Bum dan sepertinya In Bum mendengar apa yang mereka bicarakan.

Yeon Hwa menghampiri Dong Joo dan bertanya apa dia mencari sesuatu. Awalnya Dong Joo tak mau menjawab, tapi dia kemudian bertanya apa Yeon Hwa melihat Seo Jung. Yeon Hwa menjawab kalau tadi pagi dia melihat Seo Jung di UGD tapi sekarang dia tak melihatnya lagi. Yeon Hwa kemudian berjanji akan memanggil Dong Joo, jika dia nanti melihat Seo Jung, tentu saja Dong Joo senang dengan penawaran itu. Melihat Dong Joo pergi, Yeon Hwa senyum-senyum sendiri dan Eun Tak melihat apa yang Yeon Hwa lakukan.

Dong Joo kemudian bertanya tentang Seo Jung pada penjaga yang bertugas di lobi rumah sakit dan penjaga itu menjawab kalau dia tak melihat Seo Jung.

Kemana Seo Jung? Ternyata dia pergi ke tempat ICU. Dia melihat keadaan pasien yang pingsan di bis. Karena istri pasien sudah putus asa dengan kondisi suaminya yang tak kunjung sadar, Seo Jung pun memberitahunya untuk tetap optimis, apalagi saat berada di dekat pasien. Namun, walaupun berkata seperti itu, Seo Jung dalam hati bertanya-tanya apa yang sudah dia lakukan itu benar atau tidak.

Dong Joo kemudian bertanya pada Suster Ji, dimana Seo Jung dan dengan sinis suster Ji menjawab kalau tadi dia melihat Seo Jung di ruang ICU tapi dia tak yakin apa Seo Jung sekarang masih ada disana atau tidak.

Dong Joo masuk ruang ICU dan Seo Jung sudah tak ada lagi disana. Dong Joo kemudian menatap pasien yang Seo JUng selamatkan.

“Tiap harinya para pasien seperti ini bergantung di antara hidup dan mati. Tapi apakah keputusan kami… Selalu benar?” ucap Seo Jung dalam voice over.

Seo Jung menemui dr Nam di restorannya.

“Apakah aku sudah siap dengan sempurna… untuk mengambil tanggung jawab terhadap nyawa seseorang?” sambung Seo Jung dalam voice over.

Dong Joo memberitahu Guru Kim kalau Seo Jung menghilang dan suster Oh menambahkan kalau Seo Jung sudah tahu tentang Guru Kim yang diskors gara-gara dirinya. Tepat disaat itu dr Nam datang dan memberikan surat dari Seo Jung. Ternyata itu adalah surat pengunduran diri dari Seo Jung. Melihat surat itu semuanya terkejut, termasuk Dong Joo.

Seo Jung sudah berada di halte dan ketika dia mendapat telepon dari Guru Kim, dia tak mengangkatnya. Tak lama kemudian In Bum muncul dengan mobilnya dan bertanya Seo Jung mau kemana.

Guru Kim dan yang lain tambah cemas dan khawatir karena Seo Jung tak mengangkat telepon. Guru Kim kemudian menyuruh Dong Joo untuk mencari Seo Jung dengan catatan harus membawa Seo Jung pulang hari ini juga, karena kalau tidak Guru Kim akan mengajukan surat pengunduran diri milik Seo Jung itu. Mendengar itu, Dong Joo pun langsung pergi.

Dong Joo sudah berganti baju dan hendak pergi, kebetulan dia berpapasan dengan Manager Jang yang memberikan kunci mobil pada Dong Joo. Karena buru-buru, Dong Joo tak sempat mendengar kata-kata Manager Jang yang berkata kalau Dong Joo diberikan mobil baru.

Dong Joo baru menyadari kalau dia diberi mobil baru, ketika dia melihat sendiri mobilnya di depan rumah sakit. Tentu saja hal itu membuat Dong Joo sedikit bingung.

In Bum mengantarkan Seo Jung ke terminal, namun sampai terminal, Seo Jung malah terlihat ragu dan bingung karena dia tak punya tempat tujuan dan orang yang ingin dia temui. Mengetahui hal tersebut, In Bum bergumam kalau hidup Seo Jung begitu menyedihkan.

“Benar. Hidupku memang menyedihkan. Semakin kau kenal aku, semakin bertambah menyedihkannya,” ucap Seo Jung.

“Berhenti mengatakan hal seperti itu. Kau akan menakuti orang pergi,” jawab In BUm dan Seo Jung berkata kalau dibanding diremehkan, lebih baik ditakuti.

Karena Seo Jung tadi berkata ingin ke Seoul, In Bum pun menawarinya tumpangan karena hari ini In Bum mengambil cuti.

Suster Oh memberitahu dr Song kalau In Bum mengambil cuti dan Dong Joo hari ini istirahat karena semalaman dia berjaga malam. Jadi dia meminta dr Song yang berjaga di UGD. Tak mau melakukan tugas itu, dr Song pun reflek menyuruh suster Oh untuk memanggil Guru Kim.

“Kau sudah lupa? Mulai hari ini, Guru Kim telah diskors,” jawab suster Oh.

“Jadi maksudmu… Saat ini hanya aku ahli bedah umum yang ada di tempat?” tanya dr Song.

“Sepertinya begitu. Sepertinya situasi saat ini begitu,” jawab Suster Oh dan tepat disaat itu ada pasien yang butuh bantuan In Soo. Ya, UGD mulai sibuk dan dr Song terlihat sedih melihat semuanya.

Dong Joo sampai di terminal bus dan dia tak menemukan Seo Jung disana. Dia kemudian menelpon In Soo tentang kemana kira-kira Seo JUng pergi dan In Soo berkata kalau dia tak tahu apa-apa, sebab mereka sudah tak bertemu selama 5 tahun. Karena UGD sedang sibuk-sibuknya, jadi In Soo pun langsung menutup telepon Dong Joo.

Dong Joo kemudian menelpon In Bum yang saat itu sedang berada di mobil bersama Seo Jung. Nama kontak Dong Joo di ponsel In Bum ditulis dengan nama, “brengsek” dan In Bum sengaja mengangkat telepon dari Dong Joo dengan me-loudspeakernya. Sehingga Seo Jung pun bisa mendengar ketika Dong Joo bertanya keberadaan Seo Jung. Tanpa ragu In Bum menjawab kalau Seo Jung sekarang sedang bersamanya dan tentu saja Seo Jung langsung terkejut mendengarnya. In Bum kemudian menyuruh Dong Joo mengatakan apa yang hendak dia katakan karena Seo Jung bisa mendengar pembicaraan mereka.

“Sekarang kau ada dimana?” tanya Dong Joo dan In Bum kembali menjawab jujur kalau mereka sedang dalam perjalanan ke Seoul. Dong Joo meminta In Bum memutar balik mobilnya ke RS Doldam, tapi In Bum menjawab tak bisa karena mereka sudah naik ke jalan tol.

“Sunbae, kau bisa dengar aku?” tanya Dong Joo pada Seo Jung, namun tak di jawab oleh Seo Jung. “Aku paham kau tengah melalui masa yang sulit, tapi kau tak bisa menulis surat pengunduran diri dan pergi begitu saja,” ucap Dong Joo dan In Bum baru tahu kalau Seo Jung mengajukan surat pengunduran diri. Dong Joo terus memanggil Seo Jung dan memintanya kembali, sehingga Seo Jung merasa tak nyaman dan memutus telepon Dong Joo. Mendapati hal itu, Dong Joo pun memutuskan pergi untuk mengejar mereka.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis romantic doctor episode 9
  • sinopsis romantic doctor eps 9
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *