Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 2

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 2, bercerita tentang Dong Joo yang diusir dari ruang operasi oleh Guru Kim karena Dong Joo terlambat dan terlihat tak senang menjadi asisten In Bum. Karena sebelumnya, RS Doldam mendapat pasien luka tusuk, si penjahat pun mencarinya sampai ke rumah sakit dan ketika dia tau si pasien masih dioperasi, dia menggunakan Seo Jung sebagai sandera dan masuk ke ruang operasi untuk menghentikan operasi.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 2

sumber gambar dan konten dari SBS

Seo Jung ikut bicara, dia mengatakan kalau menurut peraturan darurat medis, jika pasien darurat tidak dapat membuat keputusan dan tidak ada wali yang bisa dimintai persetujuan maka dapat dibuat pengecualian. Mendengar itu, Eun Tak dan suster Woo tersenyum senang karena untuk kali ini pendapat dr Song terpatahkan.

“Hey. Kau dengar itu? Ini peraturan,” ucap Guru Kim dan mengusap rambut dr Song yang klimis. Dr Song sendiri tak bisa membantah lagi. Dr Nam kemudian bertanya lagi tentang apa yang harus dia lakukan dan Guru Kim menyuruhnya untuk memindahkan pasien ke ruang operasi. Guru Kim kemudian menyuruh In Bum mengoperasi dengan Dong Joo menjadi asistennya. Tentu saja Dong Joo langsung protes dan Guru Kim tak mau mendengarnya, kalau Dong Joo tak mau, dia bisa keluar dan tak usah melakukan operasi. Seo Jung menawarkan diri untuk ikut mengoperasi, namun Guru Kim menyuruhnya untuk membantu In Soo mengurus pasien yang terkena serangan jantung. Setelah mengatakan kalau urusan tulang belakang akan dia urus sendiri, Guru Kim pun pergi meninggalkan ruangan hybrid.

In Bum ikut pergi dan dr Song langsung berkata kalau Guru Kim memang seperti itu, dia langsung menjadi gila setelah mencium bau darah. Tak senang dengan komentar dr Song, Seo Jung langsung mengajak Eun Tak membawa pergi pasien, mereka bahkan sengaja menyenggol dr Song dengan menggunakan ranjang pasien.

Melihat Dong Joo masih belum bergerak dari tempatnya, Seo Jung pun bertanya kenapa dia masih disana dan Seo Jung juga menyuruhnya untuk cepat mengejar Guru Kim.

“Aku bisa selesaikan urusanku. Aku bukan anak kecil,” ucap Dong Joo dengan nada kesal dan langsung pergi. Melihat itu, Seo Jung pun bergumam kalau Dong Joo benar-benar pendendam dan dia kemudian bertanya pada Eun Tak, apa semua pria seperti itu? Dan Eun Tak hanya menjawab, “entahlah.”

Dengan kesal Dong Joo pergi meninggalkan ruang UGD dan tanpa sengaja dia menabrak pundak seseorang. Pria berjas hitam itu juga merasa tak salah dan dia menyalahkan Dong Joo yang berjalan tak lihat-lihat. Karena pria itu terlihat sangar, Dong Joo pun tak menjawab walau dia sebenarnya merasa kesal.

In Bum baru selesai berganti baju dan Seo Jung muncul untuk memberikan plester tahan air pada In Bum, semua itu agar In Bum tidak mengoperasi dengan tangan  terluka. Namun In Bum menolaknya. Tentu saja Seo Jung langsung bertanya kenapa In Bum memperlakukannya seperti itu? Kenapa In Bum terlihat begitu sangat membencinya? Kenapa In Bum membenci keberadaan Seo Jung?

“Apa kau pura-pura tidak bersalahatau cuma bersikap kasar?” tanya In Bum dan Seo Jung terlihat tak mengerti dengan ucapan In Bum. “Aku paham.Bahkan ketika ayahmu adalah presiden di RS Geodae,kau takkan bisa nyaman dengan orang-orang yang mengetahui…bahwa kau lahir di luar nikah, bukan?”

“Apa?” tanya Seo Jung tak mengerti.

“Tak apa. Aku mengerti. Aku akan pura-pura mengerti. Jadi, berhenti menggangguku mulai sekarang,” jelas In Bum dan pergi. Setelah In Bum pergi, Seo Jung terlihat kaget dan tak mengerti kenapa In Bum menyebutnya sebagai anak diluar nikah, karena dia merasa kalau dirinya tidak seperti itu.

“Jangan-jangan dia pikir…,” gumam Seo Jung. Hmmmm…. apakah Seo Jung bukan anak dr Do? Seperti perkiraan kita selama ini? Yuk lanjut aja sinopsisnya.

Guru Kim dan In Bum mencuci tangan bebarengan. Guru Kim kemudian berpesan pada In Bum untuk tidak menggunakan tinjunya saat bertengkar, In Bum bisa menggunakan kakinya untuk menendang atau menerima pukulannya saja. In Bum lalu bertanya alasan Guru Kim memintanya memimpin operasi, apa semua itu karena Guru Kim ingin kembali ke RS Geodae melalui dirinya? Dan Guru Kim langsung menyuruhnya berhenti bicara omong kosong dan fokus saja pada operasinya.

Semua orang sudah bersiap di ruang operasi, namun Dong Joo belum juga datang. Kemana Dong Joo? Dia masih berada di ruangannya dengan perasaan kesal. Yeon Hwa hendak menemui Dong Joo untuk memberikan salep, namun dia tak berani. Saat Yeon Hwa sedang bingung antara mengetuk pintu atau tidak, pintu tiba-tiba terbuka dan hal itu membuat Yeon Hwa kaget sampai hampir terjatuh. Melihat itu, Dong Joo langsung menangkapnya. Setelah memastikan Yeon Hwa baik-baik saja, Dong Joo pun berjalan pergi, meninggalkan Yeon Hwa yang masih terbelalak kaget karena di tangkap Dong Joo.

Dong Joo tak kunjung datang dan suster Oh meminta di telponkan, namun Guru Kim melarang karena dia yang akan menggantikannya sebagai asisten. Tepat disaat Guru Kim sudah duduk di tempat asisten, Dong Joo datang dan langsung di usir oleh Guru Kim. Diusir tepat didepan In Bum, tambah membuat Dong Joo semakin marah dan kesal. Namun Guru Kim tak perduli, dia menyuruh In Bum memulai operasi karena Guru Kim ingin melihat kemampuan In Bum.

In Soo menjelaskan kondisi pasien serangan jantung pada Seo Jung, dimana In Soo berkata kalau detak jantung pasien memang sudah kenbali, namun dia merasa kalau pasien tidak akan bangun lagi, meski pasien bangun, kondisinya tidak akan normal seperti semula. Setelah mengetahui kalau kondisi otak pasien baik-baik saja, Seo Jung pun menyarankan untuk dilakukan TTM. Namun In Soo berpendapat kalau hal itu tidak mudah dilakukan, karena biayanya yang mahal. Seo Jung lalu berkata kalau dia akan bicara sendiri dengan wali pasien.

Seo Jung menjelaskan kondisi pasien dan niatnya untuk melakukan TTM pada pasien. Dia juga memberitahukan kalau biaya TTM sangat mahal. Istri pasien merasa kalau hal itu sangat mahal dan putrinya tidak mempermasalahkannya, dia berjanji akan mencari uang, jadi dia meminta Seo Jung untuk melakukan yang terbaik agar ayahnya sadar.

Tahu kalau keluarga pasien kesulitan biaya, Seo Jung pun langsung melapor pada Tuan Jang dan meminta Tuan Jang untuk memasukkan biaya TTM ke dalam jaminan kesehatan. Tentu saja Tuan Jang langsung menolaknya dengan alasan kalau pemberian TTM belum tentu akan membuat si pasien sadar juga. Mereka berdua kemudian berdebat tentang hal tersebut dan kesempatan itu digunakan Tuan Jang untuk pamer pada Seo Jung kalau dia sudah diangkat menjadi manager, jadi dia tak mau lagi dipanggil dengan sebutan Tuan Jang, melainkan manager Jang.

Tepat disaat itu, Tuan Jang di beritahu kalau ada polisi datang, untuk membahas tentang pasien luka tusuk. Sebelum pergi meninggalkan Seo Jung, Tuan Jang mengingatkan Seo Jung untuk tidak melakukan TTM.

Bukan Seo Jung kalau mau menurut, dia tetap membawa alat TTM dan meminta In Soo melakukannya. Karena Seo Jung merasa kalau pasien akan segera sadar setelah mereka melakukan TTM. Seo Jung bahkan berkata kalau dia yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Setelah memberikan tugas itu pada In Soo, Seo Jung pun pergi.

“Dia Paus Gila. Aku tahu, seharusnya aku tidak pernah bertemu lagi denganmu, Di mana tempat ini? Siapa aku? Sial,” gumam In Soo melihat Seo Jung pergi dan memberinya pekerjaan berat. Tanpa semuanya sadari, suster Ji mencatat apa yang dia lihat. Sepertinya dia mencatat perbuatan Seo Jung untuk dipersalahkan olehnya nanti.

Pria yang menabrak Dong Joo tadi sudah berada di UGD dan dia meminta vitamin pada perawat, padahal dia terlihat sangat sehat bugar. Suster Woo sendiri enggan melayaninya karena dia banyak pekerjaan. Seo Jung muncul dan suster Woo memberitahunya tentang tingkah pria itu.

Dari tempat tidurnya, pria itu melihat Tuan Jang sedang berbicara dengan polisi. Tak mau terlihat oleh polisi, diapun menutup tirai tempat tidurnya. Dia kemudian menelpon seseorang dan memberitahukan kalau pasien luka tusuk sedang dioperasi. Dia juga berjanji akan segera mengatasinya lalu pulang, jadi dia berpesan pada orang yang dia telepon untuk menyiapkan sup sapi untuknya saat pulang.

Seo Jung menghampiri pria itu dan bertanya apa keluhannya. Pria itupun menjawab kalau dia merasa buruk. Seo Jung pun memeriksanya dan pria itu tak sakit sedikitpun. Dia sehat, jadi Seo Jung pun menyuruhnya pulang. Namun pria itu tak mau, dia ingin mendapatkan suntik vitamin hari ini. Seo Jung menjawab kalau pria itu ingin suntik vitamin, maka dia seharusnya pergi ke klinik, bukan UGD. Karena pria itu tak mau pergi, Seo Jung pun meminta bantuan perawat Goo untuk menggeretnya pergi. Melihat badan besar perawat Goo, pria itu pun terdiam dan tak membantah lagi, namun dia melihat dengan tatapan tak senang ke arah Seo Jung yang berjalan pergi.

loading...

Seo Jung bertemu dengan Dong Joo dan setelah mendengar kalau Dong Joo diusir dari ruang operasi Guru Kim, Seo Jung pun berkata kalau seharusnya Dong Joo tetap berada di dalam.

“Guru Kim Sabu selalu berteriak dan  mempermalukan semua orang. Kukira kau sudah terbiasa dengan itu.  Operasi seperti itu langka.  Itu takkan membantu kalau  kau hanya diam saja….melihat yang dia kerjakan.  Bukan begitu?” ucap Seo Jung sambil mengusapkan salep ke luka Dong Joo. Melihat apa yang Seo Jung lakukan, Dong Joo pun kembali bergetar dan langsung meminta Seo Jung untuk berkencan dengannya.

“Apa katamu?” tanya Seo Jung seperti tak percaya dengan apa yang Dong Joo katakan.

“Maka aku akan lupakan soal…kau yang memanggilku anak kecil dan remaja. Berkencanlah denganku,” pinta Dong Joo dan mereka berdua terdiam sejenak. Seo Jung yang tak mau larut, langsung menyentil kening Dong Joo dan mengingatkan Dong Joo untuk tidak berkata seperti itu pada sunbae-nya.

“Apa jawabannya tidak?” tanya Dong Joo dan Seo Jung menyuruh Dong Joo untuk melupakannya. Dia juga menyuruh Dong Joo untuk kembali ke ruang operasi dan meminta maaf apapun yang Guru Kim katakan padanya, selain itu Dong Joo juga harus berkata kalau dia akan melakukan yang terbaik, walau Dong Joo harus menjadi asisten operasi.

“Keberuntungan ketiga, nanti aku akan bertanya 2 kali lagi. Pikirkan baik-baik,” ucap Dong Joo dan menyentuh kening Seo Jung.

“Kau tidak dengar perkataanku ya?” tanya Seo Jung sambil tersenyum dan Dong Joo langsung pamit pergi. Setelah Dong Joo pergi, Seo Jung tersenyum senang. Dia bergumam kalau juniornya yang satu minta berkencan terus, sedangkan yang satunya lagi terperangkap dalam hubungan keluarga.

Dong Joo pergi ke toilet dan saat bercermin, Dong Joo tersenyum senang ketika melihat luka di bibirnya yang baru diolesi saleb oleh Seo Jung. Tepat disaat itu pria berjas hitam keluar toilet dengan kasar, dia membanting pintu. Pria itu kemudian berdiri di sebelah Dong Joo dan ketika pria itu bersisir, Dong Joo melihat sebuah benda dibalut koran yang terselip di balik jas pria tersebut. Dong Joo terlihat gugup dan langsung memilih pergi. Namun pria itu memanggilnya dan bertanya apa Dong Joo punya pemantik, tentu saja Dong Joo menjawab tidak, karena dia tak merokok. Dong Joo lalu pergi sambil bergumam “Ini area bebas rokok.”

Keluar dari toilet, Dong Joo langsung mencari Tuan Jang dan pria yang menggantikan posisi Tuan Jang di lobi menjawab kalau Tuan Jang sedang bersama polisi. Mendengar ada polisi di rumah sakit, Dong Joo sedikit terkejut dan pria itu kemudian menjelaskan kalau pasien luka tusuk sepertinya merupakan korban perkelahian dengan gangster.

Setelah mengetahui informasi tersebut dan menghubungkannya dengan pertemuan dia dengan pria berjas hitam tadi dan juga kondisi pasien tusuk, Dong Joo pun langsung pergi mencari Tuan Jang dan polisi di UGD. Namun sayang, ketika Dong Joo menemukan Tuan Jang, polisinya sudah pergi.

Pada Tuan Jang, Dong Joo pun memberitahukan tentang keberadaan pria mencurigakan di rumah sakit mereka dan Dong Joo menambahkan kalau pria itu sepertinya datang untuk membunuh pasien luka tusuk, karena Dong Joo melihat pria itu membawa celurit yang dibungkus koran. Untuk mengantisipasinya, Dong Joo meminta Tuan Jang untuk memanggil polisi dan memberitahu semua pegawai. Tuan Jang pun melakukan apa yang Dong Joo minta dan si mata-mata suster Ji langsung melaporkan apa yang dia dengar pada dr Song. Dia mengatakan kalau RS Daldom terlibat dengan gangster.

Dong Joo pergi ke UGD dan mencari Seo Jung. Perawat Goo yang menemuinya berkata kalau Seo Jung ada di ruang hybrid bersama pasien. Melihat Seo Jung baik-baik saja, Dong Joo pun lega dan sebelum pergi, Dong Joo berpesan pada perawat Goo untuk menjaga orang-orang di UGD, karena di rumah sakit mereka ada pria mencurigkan. Perawat Goo pun mengiyakan, dia juga berkata kalau Tuan Jang sudah memberitahunya.

Tuan Jang dan beberapa perawat pria mulai mencari pria mencurigakan tersebut di seluruh ruangan rumah sakit. Di ruang operasi, In Bum dan Guru Kim masih berkolaborasi mengoperasi pasien tusuk. In Bum kemudian menemukan pusat pendarahannya dan langsung mengikatnya. Guru Kim pun hanya melihat apa yang In Bum lakukan, hmmm…. sepertinya Guru Kim merasa sedikit kagum pada In Bum.

Dong Joo masuk ruang operasi dan Guru Kim kembali mengusirnya. Dong Joo tak mau karena dia masuk untuk memberikan kabar bahwa gangster yang melukai pasien ada di rumah sakit mereka. Namun Guru Kim tetap mengusir Dong Joo.

“Aku akan disini,” jawab Dong Joo dan semua orang melihat kearahnya, hanya In Bum yang tidak karena dia sedang fokus pada operasinya.

“Apa? Yaa.. meskipun gangter itu kemari, kau tidak bisa apa-apa. Jadi keluar dan jangan ganggu aku!” teriak Guru Kim dan Dong Joo tetap berkata kalau dia akan tetap berada diruang operasi. Yang membuat Dong Joo bertahan di ruang operasi karena dia mengingat pesan dari Seo Jung.

Dong Joo diam sejenak dan memejamkan mata, lalu bertanya apa salah dia yang sebenarnya? Dia hanya terlambat beberapan menit ke ruang operasi dan menurutnya itu bukanlah masalah besar. Guru Kim menjawab kalau selain Dong Joo terlambat, pikirannya juga terganggu saat dia masuk ruang operasi dan Dong Joo membantah, dia berkata kalau pikirannya tak terganggu.

“Apa yang kau pikirkan setelah aku menyuruhmu membantu Dr. Do? Kau bingung dan marah.  Kau tak ingin melakukan itu. “Haruskah aku lakukan ini atau tidak?” Itu yang kau pikirkan. Dengar. Ini bukan taman bermain.  Entah kalian bertengkar atau apa, tinggalkan itu di luar.  Setelah kau masuk ruang operasi, kau harus bersihkan pikiranmu dan hanya fokus pada pasien.  Beraninya kau mengamuk… saat mulai operasi tanpa membersihkan pikiran? Kau pikir bisa melakukan  yang terbaik kalau begitu? Kau tidak layak berada di sini dan bahkan untuk bernafasn disini.  Enyahlah!” jelas Guru Kim dan Dong Joo terdiam, dia bahkan sampai menurunkan tangannya yang sudah dia cuci.

In Bum yang sedari tadi fokus pada operasinya langsung berkata kalau dia sudah menghentikan pendarahan, setelah itu dia akan melakukan reseksi segmental dan kemudian ujung ke ujung anastomosis. In Bum kan menutupnya secepat mungkin lalu pindah ke tulang belakang. Guru Kim pun mengiyakan dan In Bum langsung melakukan apa yang barusan dia katakan. Melihat semua itu, Dong Joo masih terlihat kesat, terlihat dari dia yang mengepalkan tangannya.

In Soo bertanya kenapa Seo Jung menyuruhnya untuk memerintah melakukan TTM, padahal Seo Jung sendiri bisa melakukannya. Tentu saja dia tak akan memberitahu In Soo kalau dia hanya ordery di rumah sakit itu, jadi dia menjawab kalau In Soo yang memang harus melakukannya, karena itu adalah pasien In Soo. Karena In Soo sudah mulai curiga padanya dan Seo Jung juga tak ingin ditanya-tanya lagi, jadi Seo Jung pun memilih pergi dengan alasan mencari air.

Mendengar In Soo merasa curiga pada Seo Jung, suster Ji pun tiba-tiba muncul dan berkata kalau Seo Jung memang sedikit mencurigakan. Seo Jung mengaku sebagai dokter yang bertanggung jawab di UGD dan kadio, namun sikapnya pasif seperti anak magang.

Seo Jung minum, dia sekilas menoleh ke arah In Soo dan suster Ji yang menatap curiga padanya. Setelah In Soo pergi, Suster Ji mencatat semua kecurigaannya pada Seo Jung.

Bingung, Seo Jung pun memilih pergi dari UGD sambil bergumam, “Bagaimana bisa aku mengatakan bahwa aku bekerja sebagai orderly? Aku tidak pernah bisa mengatakan itu.”

Seo Jung sekarang sudah berada di depan ruang operasi dan dia sangat berharap bisa berada di dalam sana. Saat menoleh, dia kemudian melihat seseorang yang sepertinya tak asing baginya. Disisi lain, Tuan Jang terus mencari pria mencurigakan yang dikatakan Dong Joo, namun tak ketemu juga. Karena mereka tak menemukan pria itu dimana-mana, mereka pun beranggapan kalau Dong Joo sudah salah.

Dong Joo tak salah, orang yang mereka semua cari masih ada di rumah sakit dan dia berada di depan ruang operasi. Tanpa tahu apa yang terjadi dan tak punya sedikitpun curiga, Seo Jung menghampiri pria itu. Pria itu kemudian bertanya pada Seo Jung, apa pria yang menjadi korban tusuk sedang dioperasi di dalam? Seo Jung tak langsung menjawab, dia hanya menatap bingung ke arah pria itu.

Dong Joo masih berdiri di tempatnya dan dia melihat bagaimana In Bum menjahit. In Bum selesai melakukan bagiannya dan sekarang waktunya pasien dibalik karena mereka harus mengoperasi bagian belakangnya. Merasa kalau dirinya tak digunakan di ruangan itu, bahkan untuk operasi sesi kedua, Dong Joo pun memutuskan pergi. Namun baru saja dia membalikkan badannya, pintu ruang operasi tiba-tiba terbuka dan orang yang membukanya adalah Seo Jung. Seo Jung muncul dengan wajah tegang dan itu membuat semua orang langsung melihat ke arahnya dengan pandangan bingung. Seperti biasa, Guru Kim pun memarahi Seo Jung atas apa yang dia lakukan.

Dengan ekspresi ketakutan, Seo Jung pun meminta maaf dan berkata kalau dia masuk bukan karena keinginannya. Tepat disaat itu, pria mencurigakan itu muncul dengan membawa celurit yang langsung di arahkan ke leher Seo Jung. Pria itu menyandera Seo Jung, agar bisa masuk ruang operasi. Semua orang langsung shock dan khawatir pada Seo Jung.

Dong Joo bertanya siapa pria itu sebenarnya, namun pria itu tak menjawab. Dia balik bertanya, dia bertanya siapa yang memberikan perintah di ruang operasi itu? dia ingin tahu siapa pimpinan operasinya. Guru Kim pun menjawab kalau dia pimpinannya dan pria itu langsung menyuruh Guru Kim untuk menghentikan operasinya, kalau tidak Seo Jung yang akan mati. Pria itu berteriak dan Seo Jung juga berteriak karena takut. Melihat itu, Dong Joo panik dan berteriak, “JANGAN!”

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis romantic doctor teacher kim episode 7

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *