Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 1, bercerita tentang RS Doldam yang tak bisa menolak kedatangan staf RS Geodae. dr Song di perintahkan datang ke RS Doldam untuk mencari kelemahan Guru Kim dan membatalkan operasi Ketua Shin yang akan Guru Kim lakukan, sedangkan In Bum diminta ikut serta ke RS Doldam untuk mengalahkan Dong Joo.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 6 – 2

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 7 – 1

sumber gambar dan konten dari SBS

Semua pegawai RS Daldom di kejutkan dengan kedatangan dr Song bersama beberapa dokter dari RS Geodae. In Bum dan In Soo juga ikut dalam rombongan.

Flashback!

Dr Do menyuruh dr Song pergi ke RS Doldam dan bekerja disana. Tentu saja dr Do memberinya tugas tambahan, yakni mencegah Guru Kim untuk mengoperasi Ketua Shin.

Flashback End!

Dr Song memberi salam pada mereka semua. Dia mengatakan kalau dia dan rombongan di kirim untuk bekerja di RS Doldam.

Flahsback!

Dr Do meminta dr Song untuk mengeluarkan Guru Kim dari hidupnya untuk selamanya. Dia tak mau Guru Kim hidup sebagai ahli bedah. Jadi, dia meminta bantuan dr Song yang mencari tahu caranya dan melakukan semuanya.

Flahsback End!

Dr Song dan Guru Kim saling lihat dengan tatapan tak senang. Dong Joo melihat In Bum juga dengan tatapan tak senang, namun In Bum mengalihkan pandangannya pada Seo Jung dan Seo Jung sendiri melihat ke arah In Soo yang melambaikan tangan padanya.

Tuan Yeo sendiri hanya diam dilantai atas melihat pemandangan di bawah.

Pasien yang menyukai Dong Joo muncul sambil mengepel, dia terlihat bingung melihat semua orang berkumpul di lobi rumah sakit dan saling berhadapan.

Tuan Yeo menelpon dr Do dan dr Do menyuruh Tuan Yeo untuk diam saja dan tak mengusik keputusannya mengirim staf ke RS Doldam. Dr Do mengatakan semua itu dengan nada mengancam, sehingga membuatTuan Yeo tak bisa berbuat apa-apa.

“Waktu kompetisi terbatas,” ucap Dong Joo bernarasi dan kita melihat rombongan perawat RS Geodae sudah berganti pakaiaan. Dengan pandangan sombong, mereka melewati Suster Oh dan yang lainnya.

“Kau membunuh atau kau yang mati. Ini adalah pertempuran untuk bertahan hidup,” sambung Dong Joo.

Flashback!

Dr Song mengumpulkan semua staff-nya dan mengatakan kalau mereka semua akan pergi ke RS Doldam untuk melakukan sebuah inovasi. Dr Song meyakinkan mereka semua kalau masa depan RS Doldam ada di pundak mereka.

Flashback End!

Dengan pedoman dari dr Song itulah, semua perawat RS Geodae sekarang berhadapan dengan suster Oh dan kawan-kawan. Perawat yang memimpin rombongan perawat RS Geodae bernama Ji Min Jung. Dia sudah bekerja di RS Geodae selama 10 tahun dan sekarang sudah menjadi kepala perawat disana.

Dengan santai, Suster Oh juga memperkenalkan dirinya dan dia juga mengatakan kalau dia sudah bekerja di RS Doldam selama 18 tahun. Sama seperti Suster Ji, Suster Oh juga kepala perawat di RS Doldam.

“Aku akan bertugas mendistribusikan beban kerja.  Kau tidak ada masalah  dengan itu, bukan?” tanya Suster Oh dan mendengar itu Suster Ji langsung teringat pada pesan dr Song.

Flashback!

Dr Song berkata, “Kita adalah wajah dari  Rumah Sakit Geodae. Kita tidak boleh… membiarkan mereka  memiliki tangan di atas…mengambil inisiatif.”

Flashback End!

Berdasarkan pesan dr Song, jadi suster Ji pun menjawab kalau dia tak bisa membiarkan Suster Oh yang melakukan pendistribusian beban kerja pada perawat, karena suster Ji yang akan melakukan semuanya.

“Mereka bangga dalam  mengalahkan lawan mereka dan dunia mendorong mereka  untuk melakukannya,” ucap Dong Joo bernarasi.

Dr Do meminta In Bum untuk membuktikan diri dengan mengalahkan Dong Joo, karena selama ini dia selalu berada di urutan nomor 2 dari Dong Joo, baik itu di sekolah ataupun di rumah sakit. Jadi tujuan dr Do mengirim In Bum ke RS Doldam adalah untuk mengalahkan Dong Joo.

“Jika kau tidak mengalahkan lawanmu,  kau akan dipandang rendah,” narasi Dong Joo dan kita kemudian melihat dr Song yang sudah berada di depan ruangan Guru Kim. “Takut menjadi pecundang….mendorong orang ke dalam dunia persaingan.”

 

“Persiapkan dirimu. Dr. Boo Yong Joo,” ucap dr Song dengan ekspresi tak senang.

Di ruangannya Guru Kim melihat kaset madona miliknya, dimana pada kaset itu terdapat tulisan, “Untuk Dr. Kim Sabu”.

“Beri aku kesempatan,” gumam Guru Kim dan tersenyum.

== Chapter 7 = Faktor yang Tidak Stabil==

Seo Jung dan Dong Joo menanyai In Soo tentang tujuan staff RS Geodae datang ke RS Doldam. Tentu saja In Soo menjawab tak tahu, dia hanya mengaku kalau pemberitahuan itu mendadak sekali, sampai-sampai dia tak punya waktu untuk berkemas. In Soo sendiri merasa kesal dengan pemindahan itu karena istrinya jadi marah dan anak-anaknya menangis sepanjang malam, bahkan ibu mertuanya juga sampai datang menemuinya.

“Tapi kau tidak masuk akal. Kalian semua meledakdi ini…Namun, kau bilang tidak tahu alasan dari itu,” ucap Seo Jung.

“Itulah maksudku. Bagaimana bisa mereka melakukan ini pada banyak orang?Hey. Ini tidak seperti rumah sakit akan bertanggung jawab….kalau aku diceraikan,” jawab In Soo dengan kesal dan tepat disaat itu In Bum masuk. Melihat In Bum, Seo Jung terkejut dan bertanya kenapa In Bum juga ada di RS Doldam. Apa semua itu karena operasi yang sudah In Bum lakukan?

Mendengar pertanyaan Seo Jung, In Bum terlihat kesal, sampai-sampai dia membanting pintu lokernya. Dia menghampiri Seo Jung dan memintanya berhenti bersikap seolah-olah Seo Jung sangat mengenal dirinya.

Seo Jung pun menjawab kalau dia hanya merasa penasaran dan In Bum mengaku tak mau Seo Jung merasa penasaran padanya, karena itu membuat In Bum merasa tak nyaman. Melihat In Bum berbicara kasar pada Seo Jung, Dong Joo turun tangan dan bertanya kenapa In Bum bersikap kasar seperti itu? Tak menerima pembelaan Dong Joo, Seo Jung langsung meminta maaf pada In Bum. Mendengar itu, In Bum terlihat tambah kesal dan memutuskan keluar ruangan dan In Soo mengejarnya.

Saat hanya berdua, Dong Joo bertanya kenapa Seo Jung tak marah pada In Bum yang berbicara kasar padanya, padahan In Bum adalah juniornya. Namun Seo Jung tak mau mengatakan tentang masa lalunya dimana dia dan In Bum pertama kali bertemu, dia hanya berkata kalau In Bum sama saja dengan Dong Joo di matanya, mereka berdua sama-sama junior untuk Seo Jung.

“Bagaimana bisa kau bandingkan aku dengan si brengsek itu?Ada sesuatu yang istimewa antara kau dan aku,” protes Dong Joo dan Seo Jung pura-pura tak tahu hal istimewa apa yang ada di antara mereka berdua. Mendengar penyangkalan Seo Jung, Dong Joo jadi bingung dan dia hanya menjawab kalau mereka berdua punya ikatan khusus.

“Ikatan khusus?” tanya Seo Jung sambil menatap Dong Joo dengan tersenyum. Melihat itu, Dong Joo jadi salah tingkah dan bertanya kenapa. Seo Jung lalu berkata kalau Dong Joo terlihat menggemaskan karena dia bertingkah seperti remaja, tentu saja Dong Joo tak terima di bilang seperti itu. Ketika Dong Joo hendak menjelaskan sesuatu, Seo Jung langsung pamit pergi untuk kembali bekerja.

Keluar ruangan dokter, Seo Jung terus tersenyum bahagia dan langkahnya terhenti saat dia melihat In Bum berada di sebuah ruangan.

“Kau tahu?Aku tidak yakin kenapa kaumerasa tidak nyaman di dekatku.Tapi karena sekarang kau di sini, aku hanya ingin akrab denganmu. Bila ada pertanyaan,kau bisa bertanya padaku.Dan aku tahu beberapa restoran yang terkenal…,” In Bum langsung menutup pintu dengan kesal karena tak mau mendengar perkataan Seo Jung. “…di sekitar sini.  Lupakan,” sambung Seo Jung di depan pintu.

In Bum berada di sebuah ruangan dan dia melihat kesekeliling ruangan.

Dr Song mendapat sebuah ruangan yang di tunjukkan oleh Tuan Jang. Karena dr Song merasa tak nyaman dengan barang-barang lama di ruangan itu, Tuan Jang pun berjanji akan membelikan yang baru, namun dr Song menolak dengan alasan kalau dia tak akan lama berada di rumah sakit itu. Agar Tuan Jang berpihak padanya, dr Song kemudian memberikan sebuah amplop dan juga memberinya ucapan selamat atas kenaikan jabatan pada Tuan Jang menjadi manager. Jadi mulai sekarang, dia harus mengikuti apapun perintah dr Do dan Tuan Jang menyanggupinya.

“Aku ingin tahu lebih detail tentang Rumah Sakit Doldam.Seperti cerita di balik itu….atau masalah kemacetan tersembunyi. Dan juga,tampaknya… Kim Sabu  adalah tokoh penting di rumah sakit ini.Apakah ada faktor yang tidak stabil darinya?” tanya dr Song dan Tuan Jang masih belum mengerti dengan maksudnya.


loading...

 

Suster Ji menanyakan posisi Seo Jung di RS Daldom, tentu saja Seo Jung sedikit bingung menjawabnya, karena dia tak mau staff RS Geodae tahu kalau dia bekerja sebagai Ordery, jadi Seo Jung pun menjawab kalau dia bekerja di bagian pengobatan darurat. Dia juga mengaku kalau dia punya sertifikat ganda untuk kardiotoraks.

“Mungkin kau ahli medis yang tersembunyi di rumah sakit ini,” ucap suster Ji dan mecatatnya di buku catatannya.

“Tidak, aku takkan bilang begitu. Aku hanya berusaha bekerja keras…”

“Ok, kalau begitu,” potong suster Ji dan mengatakan kalau dia akan mempertimbangkan semua itu untuk memberikan tugas pada Seo Jung selanjutnya. Setelah mengatakan semua itu, suster Ji pun pergi.

Dr Song meminta Tuan Jang untuk langsung memberitahunya jika dia mengetahui informasi yang bisa menghabisi Guru Kim. Jika semua rencana mereka berjalan dengan lancar, dr Song berjanji akan merekomendasikan sebuah posisi pada Tuan Jang di RS Geodae. Mendengar pernawaran itu, tentu saja Tuan Jang terlihat sangat tertarik, walau dia sedikit merasa bingung.

Suster Oh menemui Guru Kim dan bertanya apa dia akan membiarkan semua staff RS Geodae menjajah RS Doldam? Karena mereka berdua tahu tujuan dr Do melakukan semua itu, dia ingin menyingkirkan Guru Kim untuk yang kedua kalinya. Tapi kali ini bukan hanya karir Guru Kim yang dipertaruhkan, tapi semua staff RS Doldam. Namun Guru Kim tak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan dr Do melakukan semua itu.

“Apa kau tahu tidak ada rumah sakit yang bisa kau datangi……selain di sini?” tanya suster Oh dan Guru Kim hanya mendesah lalu pergi.

Seo Jung masuk UGD dan melihat Eun Tak bersama pasien yang bekerja di RS membawa pergi peralatan yang ada di ruang hybrid. Saat ditanya Eun Tak mau membawa peralatan itu kemana, Eun Tak menjawab kalau mereka sekarang sudah punya peralatan yang baru, jadi dia akan meletakkan yang lama di gudang penyimpanan.

Seo Jung lalu bertanya siapa wanita yang sedang bersama Eun Tak dan Eun Tak menjawab kalau dia bekerja di rumah sakit untuk sementara waktu. Nama wanita itu adalah Woo Yeon Hwa. Seo Jung dan Yeon Hwa pun berkenalan. Karena tadi Eun Tak mengatakan mereka punya peralatan baru, Seo Jung pun tak sabar untuk melihatnya. Namun sebelum melihat peralatan baru, Seo Jung mengusap peralatan lamanya sebagai tanda perpisahan mereka.

“Dia orang kedua yang jadifavoritku setelah Suster Oh,” ucap Eun Tak pada Yeon Hwa.

Seo Jung langsung berucap girang ketika melihat semua peralatan barunya. Di ruang hybrid juga sudah ada In Soo yang menata semua peralatan. Saking senangnya, Seo Jung sampai memeluk peralatan-peralatan itu. In Soo lalu bertanya bagaimana Seo Jung bisa terjebak di RS Doldam selama 5 tahun ini.

“Pegunungan yang indah, air bersih, dan udara yang segar dan Guru Kim,” jawab Seo Jung yang kemudian memberitahu In Soo kalau Guru Kim adalah legendaris di dunia dokter bedah. Namun In Soo tak terlalu tertarik dengan hal tersebut, karena menurutnya  Guru Kim tak lagi menjadi legendaris.

“Aku tahu hal akan jadi sulit, tapi setelah kau melewatinya, hidupmu akan berubah,” ucap Seo Jung dan In Soo menjawab kalau dia tak ingin perubahan. Karena dengan adanya dia di RS Doldam adalah perubahan terburuk yang pernah terjadi dalam hidupnya. Tepat disaat itu, seorang kurir membawa ECMO dan Seo Jung tambah kegirangan mengetahui kalau mereka punya ECMO.

Guru Kim masuk UGD dan melihat Seo Jung kegirangan. Diapun tersenyum melihatnya. Tepat disaat itu Ketua Shin menelpon untuk memastikan peralatan yang dia kirim sudah sampai dan kapan Guru Kim akan menjadwalkan operasinya. Guru Kim pun menjawab kalau dia akan menghubungi Ketua Shin jika persiapannya sudah selesai. Setelah menutup teleponnya, Ketua Shin berkata pada sekretaris Jo kalau Guru Kim brengsek, karena dia tak pernah takut pada Ketua Shin.

“Itu sebabnya kau menyukai dia,” ucap Sekretaris Jo dan kemudian memberikan teh jujube pada Ketua Shin.

Dong Joo melihat Guru Kim sedang memperhatikan Seo Jung yang asik melihat peralatan baru di ruang hybrid. Dia pun teringat pada kata-kata dr Song kalau Guru Kim sudah membunuh seseorang dan orang itu adalah muridnya sendiri. Dr Song juga menyebut Guru Kim adalah seorang psikopat. Mengingat kata psikopat, Dong Joo pun ingat pada pertemuan pertamanya dengan Guru Kim di tempat kasino, dimana saat itu Guru Kim ingin memotong tangannya. Dong Joo juga mengingat kembali bagaimana cara Guru Kim menyelamatkan orang, dimana Guru Kim tak perduli apapun yang penting dia menyelamatkan pasiennya.

Seorang pria dengan luka tusuk berjalan di hutan dan kemudian dia tiba-tiba pingsan di depan restoran dr Nam. Kebetulan dr Nam keluar restoran untuk membuang sampah, melihat seseorang ambruk di depan matanya, dr Nam pun langsung menolongnya.

Di UGD, suster Woo menerima telepon yang memberitahukan kalau dalam waktu 3 menit lagi akan datang pasien darurat yang membutuhkan CPR. Baru selesai suster Woo mengumumkan tentang kedatangan pasien dalam 3 menit lagi, dr Nam muncul dengan menggendong pria yang pingsan tadi sambil terus memanggil Guru Kim.

Guru Kim menghampirinya dan menyuruh dr Nam membawa pasien ke ruang hybrid. Selagi semuanya sibuk mengurus pasien, Yeon Hwa melihatnya dari luar. Melihat pasien penuh dengan luka tusuk, dr Nam pun berkata kalau mereka harus menelpon polisi.

Guru Kim memeriksa kondisi pasien dan kemudian meminta In Soo untuk memasang intubasi. Pertama kalinya menangani pasien di RS Doldam, In Soo pun terlihat gugup dan langsung dibentak oleh Guru Kim karena lamban. Selesai dipasang intubasi, Guru Kim meminta dua kantong darah dan infus. Dia kemudian meminta Seo Jung untuk melakukan CT Scan pada pasien. Belum selesai mereka menangani pasien tusuk, terdengar suara seseorang mengatakan kalau pasien darurat datang. Pasien itu dibawa masuk sambil di lakukan CPR oleh petugas 119.

Guru Kim kemudian menyuruh Seo Jung menutup luka pasien dan mencari tahu informasinya. Selain itu, dia juga minta dipanggilkan Dong Joo dan In Bum. Guru Kim kembali memanggil In Soo dengan sebutan “dokter Geodae” dan mengajaknya memeriksa pasien darurat yang baru datang.

Seo Jung kemudian meminta bantuan Eun Tak dan seorang perawat lagi untuk melaksanakan perintah yang Guru Kim berikan tadi. Saat Seo Jung berteriak meminta dipanggilkan Dong Joo dan In Bum, Yeon Hwa langsung mengangkat tangannya dan berkata kalau dia yang akan memanggilnya. Melihat itu, Seo Jung pun memuji ketanggapan Yeon Hwa. Eun Tak pun setuju dengan ucapan Seo Jung, selain tanggap Yeon Hwa juga orang yang baik.

Saat hendak mencari Dong Joo dan In Bum, Yeon Hwa hampir menabrak suster Ji. Agar tak kena marah, Yeon Hwa pun berkata kalau dia buru-buru karena ada pasien darurat.

Dong Joo berpapasan dengan dr Song dan dr Song langsung bergumam kalau RS Daldom tak layak menjadi tempat untuk Ketua Shin operasi. Dr Song kemudian menghampiri Dong Joo dan bertanya apa dia sudah mengambil keputusan, dia ingin berada di pihak Guru Kim atau dr Song? Namun Dong Joo belum bisa memberikan jawaban. Tepat disaat itu In Bum muncul dan dr Song langsung menyapanya. Dr Song kemudian berjalan pergi dengan alasan harus bekerja, sebelum pergi dr Song berkata kalau dia dan Dong Joo akan melanjutkan pembicaraan mereka nanti.

Saat hanya berdua, In Bum bertanya apa Dong Joo masih ingin memihak? Namun tak Dong Joo jawab, dia balik bertanya apa yang sebenarnya In Bum lakukan di RS Doldam, padahal ayah In Bum adalah presdir RS Geodae. Dengan santai, In Bum menjawab kalau dia bukan akan berakhir di RS Doldam, dia hanya berada di rumah sakit itu untuk sementara waktu saja, untuk menambah pengalaman, lagipula dia bisa kembali ke RS Geodae kapanpun dia mau, tidak seperti Dong Joo.

Dong Joo menghampiri In Bum dan berkata kalau terlepas dari kekuasaan yang dr Do punya, In Bum tak pernah lebih baik dari dirinya. Dong Joo pun menantang In Bum untuk menunjukkan apa kelebihan yang In Bum punyai. Mendengar sindiran Dong Joo, In Bum pun teringat pada permintaan sang ayah yang meminta bukti kalau In Bum bisa lebih baik dari Dong Joo.

“Kau mengerikan,” ucap In Bum pada Dong Joo.

“Aku hanya mengerikan, tapi  kau mengerikan dan buruk,” jawab Dong Joo dan In Bum mengepalkan tangannya dan hendak meninju Dong Joo. Melihat itu, Dong Joo pun bertanya apa In Bum ingin memukulnya? Sambil senyum In Bum menjawab kalau Dong Joo tak pantas mendapat pukulan darinya, hal  itu hanya akan menyakiti tangannya saja.

“Tak perlu menyelamatkan tanganmu. Kau buruk dalam operasi,” ejek Dong Joo dan tanpa basa-basi, In Bum langsung melayangkan tinjuannya pada Dong Joo. Saat Dong Joo hendak membalasnya, Yeon Hwa muncul dan memberitahu Dong Joo kalau dia dibutuhkan di UGD. Dong Joo pergi dan Yeon Hwa juga memberitahu In Bum kalau Guru Kim juga memanggil dia.

Bersama In Soo, Guru Kim menangani pasien darurat. Mereka terus melakukan CPR untuk mengembalikan kondisi pasien. Guru Kim lalu bertanya pada petugas 119 tentang kapan laporan tentang pasien masuk. Si petuga menjawab pukul 3:48 sore.

“Dia ada di halte bisdan tiba-tiba pingsan. Seseorang menelepon 119 dan saksi melakukan CPR,” tambah petugas 119 dan kemudian memberitahukan kalau penanganan pertama pasien adalah dilakukan fibrillasi ventrikel pada pasien sebanyak dua kali.

“Itu 17 menit sebelum dia tiba di sini. Kau tahu informasi tentang dia?” tanya Guru Kim lagi.

“Dia punya kartu ID, jadi kami sudah bicara pada istrinya.  Dia dalam perjalanan kemari,” jawab petugas 119 dan Guru Kim pun berterima kasih sehingga petugas 119 sudah bisa pergi.

Seo Jung memberitahu Guru Kim kalau ada luka lain di punggung pasien tusuk, jadi Guru Kim pun harus memeriksanya. Sebelum pergi Guru Kim memberi tanggung jawab pada In Soo untuk terus melakukan kompresi pada pasien darurat sampai kondisi vitalnya kembali. In Soo pun mengiyakan.

Guru Kim memeriksa luka di punggung pasien dan setelah di raba, dia menebak kalau benda keras yang ada di dalam adalah pisau yang tertinggal didalam saat dia ditikam. Karena kedua dokter bedah belum ada yang datang, Guru Kim pun menyuruh Seo Jung mencarinya dan menyeret keduanya.

Seo Jung kemudian berpapasan dengan Dong Joo di pintu UGD dan dia langsung memberitahu kondisi pasien tusuk pada Dong Joo. Seo Jung melihat luka di bibir Dong Joo, namun Dong Joo enggan membahasnya.

“Apa kau habis berkelahi?” tanya Seo Jung.

“Aku bukan anak kecil,” jawab Dong Joo dengan nada kesal lalu pergi ke ruang hybrid. Mendengar kata anak kecil, Seo Jung pun bertanya-tanya apa Dong Joo merajuk padanya karena tadi dia mengatainya anak kecil.

Dengan sembunyi-sembunyi, suster Ji memberitahu kondisi di UGD pada dr Song, dia juga meminta dr Song untuk segera datang ke UGD.

Istri dan anak pasien darurat sampai di RS Daldom dan perawat Goo yang menemui mereka berdua. Karena pasien sedang ditangani oleh dokter, jadi perawat Goo menyuruh mereka berdua untuk menunggu di ruang tunggu.

In Soo terus melakukan apa yang diperintahkan Guru Kim padanya dan akhirnya dia berhasil. Namun In Soo masih belum bisa istirahat karena pasien masih membutuhkan saline.

Dong Joo muncul bersama Seo Jung dan Guru Kim menanyakan In Bum, tak lama kemudian In Bum datang juga. Melihat tangan In Bum terluka, Seo Jung pun bisa menebak kalau yang memukul Dong Joo adalah In Bum.

Guru Kim menjelaskan kondisi pasien tusuk, jadi untuk menyelamatkannya mereka harus melakukan operasi gabungan.  Mendengar itu, dr Nam pun hendak pergi untuk menyiapkan dua ruang operasi. Namun apa yang akan dr Nam lakukan terhenti ketika dr Song datang dan mengatakan kalau mereka tidak bisa mengoperasi pasien yang tak punya identitas dan luka parah. Dr Song menyuruh mereka untuk memindahkan pasien ke rumah sakit yang lebih besar. Alih-alih tak mau mendapat masalah dan tak mau memberikan semua tanggung jawab pada Guru Kim kalau nantinya terjadi masalah, dr Song pun tak bisa mengizinkan mereka melakukan operasi di RS Doldam.

Semua jadi tegang melihat perbedaan pendapat antara kedua dokter senior. Bagaimana nasib pasien? Apakah dia akan dioperasi atau tidak? Jangan kemana-mana tunggu sinopsis part selanjutnya.

 

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis drama korea romantic doctor teacher kim
  • sinopsis drama romantic doctor kim eps 7
  • sinopsis romantic doctor episode 7
  • sinopsis romantic doctor ep 7
  • romantic doctor
  • sinopsis teacher kim episode 7 part 1
  • romantic doctor episode 7 sinopsis
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *