Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 3 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 3 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 3 – 1, bercerita tentang Dong Joo yang ikut mengoperasi Seo Jung dan saat mengoperasi Seo Jung, Dong Joo melihat kelihaian dan kecekatan Guru Kim saat mengoperasi. Guru Kim bisa menjahit dengan cepat, sampai-sampai Dong Joo keteteran untuk menjadi asistennya, sehingga suster Oh yang menggantikan posisinya sebagai asisten. Seo Jung berhasil diselamatkan, namun dia harus merasa sedih akibat delusi yang dia derita. Guru Kim memecatnya jadi dokter di RS Doldam.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 2 – 2

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 3 – 1

sumber gambar dan konten dari SBS

Dong Joo masuk ke ruang operasi dan Guru Kim bertanya apa Dong Joo pernah menangani masalah seperti yang terjadi pada Seo Jung ini? Dong Joo menjawab tidak, tapi dia pernah melihatnya di video. Karena tangan Seo Jung sangat berharga, Guru Kim pun mengancam Dong Joo, dia akan memotong tangan Dong Joo dan memberikannya pada Seo Jung, jika Dong Joo melakukan kesalahan. Dong Joo tak perduli dan langsung meminta Guru Kim untuk memulai operasi.

Operasi dimulai dan Guru Kim berkata kalau mereka akan melakukan dissection selama 5 menit ke depan, karena dia akan melakukan prosedur neurological rehabilitation, rekrontruksi arteri dan tenorrhaphy dalam waktu 30 menit. Mendengar itu, Dong Joo dalam hati bertanya apa bisa semua itu dilakukan?

Median nerve partial dan radial artery. Flexor pollicis longus, flexor carpri radialisdan palmaris longus complete.Dia sungguh akan melakukan semua itu….tanpa membuatirisan tambahan?” ucap Dong Joo dalam hati.

Dong Joo bernarasi, “Aturan 10,000 jam kerja.Jika kau melakukan sesuatu selama 3 jam sehari sepanjang 10 tahun,kau akan menjadi ahli.Itu kurang lebihterdengar masuk akal.Jika iya,berapa lamakah yang dibutuhkanuntuk menjadi seorang spesialis?Butuh 20 jam sehari selama 11 tahun,kurang lebih 80,300 jam ditotalkan.”

 

Kita diperlihatkan pada saat Dong Joo belajar dan berusaha menjadi Dokter yang pintar, “Kau akan menjadi spesialis setelah menghabiskan 80,000 jam …dalam belajar dan menjadi residen. Kau juga harus lolos ujian tes. Kau juga harus berusaha  sangat giat…supaya bisa menyelesaikan nya dalam 11 tahun. Akan tetapi…”

Dong Joo merasa semua usaha belajar jadi sia-sia saat karena dia dipindahkan ke RS Doldam. Dia mengungkapkan rasa kesalnya pada Guru Kim

“Beberapa hal masih belum jelas. Karena itu aku merasa resah ketika memikirkan masa depan,” sambung Dong Joo bernarasi dan pada Guru Kim, Dong Joo berjanji akan melakukan berbagai cara agar dia bisa kembali ke Rumah sakit Geode.

Kita kembali ke ruang operasi, dimana suster Oh mengatakan kalau waktu di tourniquet tersisa 5 menit lagi. Mendengar itu Guru Kim langsung berkata kalau dia akan langsung mulai rekronstruksi arterinya. Guru Kim menjahit arteri dengan benang yang sangat tipis, benang yang akan susah jika di lihat dengan mata telanjang. Melihat gerakan menjahit Guru Kim yang cepat, Dong Joo pun penasaran jadi penasaran dan bertanya-tanya, siapa Guru Kim sebenarnya.

Karena benang jahitnya sangat kecil, Dong Joo sampai kesulitan saat harus memotongnya. Tapi untungnya, Dong Joo bisa memotong benang itu dengan baik. Operasi sudah berlangsung selama 10 menit dan Dong Joo sudah merasa kelelahan.

“Aku akan segera mulai neurological rehabillitation. Aku juga akan melakukan tenorraphy disaat bersamaan,” ucap Guru Kim dan Eun Tak langsung mengelap wajah Dong Joo yang sudah mulai berkeringat. Guru Kim mulai menjahit lagi dan Dong Joo kembali ditugaskan untuk memotong benang. Sambil menjahit, Guru Kim berkata kalau untuk 5 menit kedepan, dia akan menjahit tendon-nya. Mendengar itu, Dong Joo seperti tak percaya. Namun Guru Kim tak menghiraukan ucapan Dong Joo, dia langsung mulai menjahit tendon.

 

Guru Kim menyuruh Dong Joo memasang jarum dan Guru Kim melanjutkan jahitannya. Melihat Guru Kim menjahit dengan sangat cepat, dalam hati Dong Joo terus berkata kalau Guru Kim sangat cepat. Karena terus memikirkan siapa Guru Kim sebenarnya, Dong Joo sampai salah mengambil suction, dia malah mengambil gunting dan itu membuatnya di teriaki oleh Guru Kim. Sudah di bentak sekali, Dong Joo jadi terlihat gugup dan saat dia hendak mengambil gunting lagi untuk memotong benang, dia malah menjatuhkan guntingnya.

Tak mau membuang waktu yang tinggal sedikit, Suster Oh langsung menggantikan tugas Dong Joo, dia menggambil gunting lain dan langsung memotong benangnya. Melihat kinerja suster Oh yang cekatan, dalam hati Dong Joo berkata kalau suster Oh sudah menyiapkan segalanya, seolah-olah dia tahu apa yang akan Guru Kim lakukan.

“Semua orang di ruang operasi ini…bekerja dalam urutan rapi dan tidak membuat satu pun gerakan tak penting,” ucap Dong Joo dalam habis dan waktu habis, Guru Kim juga sudah selesai menjahit dan kemudian menyuruh Eun Taek untuk mematikan tourniquet-nya. Guru Kim menanyakan pendarahannya dan suster Oh menjawab tak ada, kondisi vital Seo Jung di 70/100 dengan saturasi oksigennya stabil.

Guru Kim kemudian menghampiri wajah Seo Jung dan memegang keningnya, untuk memastikan apa Seo Jung demam atau tidak. Setelah tahu kalau Seo Jung tak demam, Guru Kim kemudian menyerahkan penjahitan tangan Seo Jung pada Dong Joo.

“Bereskan. Setidaknya, kau  sanggup melakukan itu kan?” ucap Guru Kim dan Dong Joo melihat ke arahnya dengan tatapan tak senang.

“Bikin kesal. Tapi tak ada yang  dapat ku ucapkan. Operasi nya… adalah operasi paling sempurna yang pernah kulihat seumur hidupku. Aku…di saat ini merasa sangat bodoh,” ucap Dong Joo dalam hati dan ketika Guru Kim keluar dari ruangan, Dong Joo tiba-tiba hampir ambruk. Namun dia berkata pada suster Oh dan Eun Taek kalau dia tak apa-apa.

Guru Kim sudah berada di ruangannya dan Suster Oh menelpon, mengatakan kalau mereka sudah merapikan tangan Seo Jung dan memindahkannya ke ruang ICU. Suster Oh juga memberitahu kondisi Dong Joo yang terlihat terpuruk dan sepertinya Guru Kim tak memperdulikannya.

Tuan Jang muncul dan berkata pada Suster Oh kalau Guru Kim pasti sudah mendorong Dong Joo terlalu keras. Suster Oh menjawab kalau Guru Kim hanya melakukan seperti biasanya, Tuan Jang sendiri tahu bagaimana sifat Guru Kim. Melihat kondisi Dong Joo sekarang, Tuan Jang pun menebak kalau Dong Joo pasti akan pergi seperti dokter-dokter sebelumnya dan juga menyumpahi Guru Kim.

Dong Joo kesal dan kemudian menemui Guru Kim yang hendak pergi. Penasaran apa yang akan di lakukan Dong Joo, Suster Oh dan Tuan Jang pun mengikutinya, namun mereka langsung berhenti pada jarak yang cukup jauh, ketika melihat Dong Joo sudah bertemu dengan Guru Kim.

Dong Joo menemui Guru Kim untuk bertanya, siapa Guru Kim sebenarnya. “Biarpun sudah kupikir sekeras-kerasnya, aku tak bisa memahami nya,” ucap Dong Joo.

“Pahami apa?”

“Pria yang mencoba… memotong pergelanganku di kasino….ternyata kepala bedah yang tidur di ER.”

“Kehidupan pribadi dan hobiku…itu sama sekali  bukan urusanmu.”

“Operasi tadi memang operasi umum. Tapi angiorraphy-nya terlalu profesional…untuk dilakukan  oleh ahli bedah umum.”

“Apa kau mau ceramah soal  betapa jago nya aku?” tanya Guru Kim dan Dong Joo bertanya Guru Kim itu spesialis apa? Apa dia penjudi atau dokter di ER? Atau kau ahli bedah kah? Karena kalau Guru Kim adalah ahli bedah, maka dia pasti spesialis di bidang sesuatu. Apa dia ahli bedah umum? atau spesialis pembuluh darah? Dong Joo benar-benar ingin area spesialis Guru Kim dan Guru Kim kemudian menjawab kalau dia spesialis menyelamatkan orang.

“Jangan bercanda denganku. Aku sungguh-sungguh bertanya,” ucap Dong Joo.

“Bukan karena malu  akan diri sendiri?” tanya Guru Kim dan Dong Joo tak mengerti maksudnya. “Di ruang operasi tadi, kau malu akan dirimu sendiri. Bukan hanya itu saja.  Kau ini dokter, tapi menghabiskan waktu di kasino biarpun masih sore hari. Kau juga mencoba  menggunakan defibilator….pada pasien  yang tersedak makanan. Memang kini apa yang mereka  ajarkan di RS universitas? Apa mereka sudah tak bisa  mengajar murid medis dengan benar?” ucap Guru Kim.

“Jangan membuatku sebagai contoh. Aku lulus ujian nasional dengan nilai tertinggi,” aku Dong Joo dan Tuan Jang seperti kaget mendengarnya.

“Itu dia maksudku. Memang apa gunanya itu semua, jika…kau tak bisa membedakan…potong dan suction  di ruang operasi?”

“Tak ada yang salah denganku. Hanya saja tanganmu bergerak terlalu cepat,” ucap Dong Joo dan Guru Kim kemudian berkata kalau alasan ahli bedah memakai masker di ruang operasi, bukan karena mencegah kontaminasi, tapi untuk menutup mulut mereka agar mereka bisa hanya fokus pada tangan mereka saja.

“Jangan buat alasan untuk dirimu sendiri…di depan pasien yang  terbaring di meja operasi. Jangan membohongi dirimu sendiri juga. Ahli bedah tak punya kesempatan kedua. Kaulah yang tak becus  di ruang operasi. Kau mengerti?” ucap Guru Kim dan  berjalan pergi.

“Kau masih belum  menjawab pertanyaan ku. Aku bertanya, sebenarnya kau ini siapa.

“Dasar kunyuk…Gu……ru…Kim,” jawab Guru Kim. “Itulah aku.Aku dokter Guru Kim.Puas?” ucap Guru Kim dan pergi.

Tuan Jang kemudian membahas tentang Dong Joo yang merupakan lulusan tertinggi di ujian nasional dengan Suster Oh dan dia sepertinya punya sebuah rencana dengan semua itu. Dong Joo sendiri masih terlihat sangat kesal. Dia melihat ke arah Suster Oh dan Tuan Jang berdiri, tak mau menambah masalah, Tuan Jang dan Suster Oh langsung berjalan pergi. Dong Joo melihat ke atas dan ternyata Tuan Yeo juga melihat perdebatannya dengan Guru Kim tadi. Menyadari semua itu, tambah membuat Dong Joo kesal.

“Orang yang aneh dan seorang dokter yang aneh,” ucap Dong Joo dalam hati tentang Guru Kim yang saat ini sudah berada di tempat kasino.

Dua orang polisi berada di depan rumah sakit Doldam, ternyata mobil yang dibawa oleh pengemudi yang terluka, merupakan tersangka tabrak lari.

“Rumah sakit yang aneh,” sambung Dong Joo bernarasi.

loading...

Dong Joo sudah berada di ruang ICU, dia bertanya pada Seo Jung yang belum sadarkan diri. Dia bertanya apa yang Seo Jung lakukan di rumah sakit aneh itu selama 5 tahun. Dong Joo kemudian teringat pada saat Guru Kim memeriksa kening Seo Jung, dia merasa ada sesuatu yang special antara mereka berdua.

Bab 3, Para Orang Jum’an ke – 13

Seo Jung sadarkan diri dan melihat tangannya sudah diperban, melihat itu diapun teringat pada apa yang sudah dia lakukan.

Dong Joo menelpon In Soo dan memberitahukan kalau dia bertemu Seo Jung di RS Doldam. Tentu saja In Soo terkejut karena Seo Jung di kabarkan menghilang 5 tahun lalu. Karena In Soo begitu heboh ketika mendengar berita itu, diapun sampai berbicara dengan keras sehingga membuat In Bum mendengarnya. Dia bertambah kaget ketika mengetahui kalau Seo Jung sedang mempersiapkan  surat izin bedah umum. Dong Joo kemudian meminta In Soo untuk mencaritahu tentang dokter bernama Guru Kim, baik itu tentang nama aslinya maupun sekolah yang dia ambil, juga alasan Guru Kim berada di RS Doldam.

Tepat disaat itu Seo Jung muncul dan merebut ponsel Dong Joo, dia berkata pada In Soo kalau semua yang barusan Dong Joo katakan hanya omong kosong, jadi In Soo harus melupakannya. Tak perduli dengan kekhawatiran In Soo padanya, Seo Jung langsung menutup teleponnya.

Karena In Soo menyebut Seo Jung dengan nama panggilan “paus gila”, In Bum pun menghampirinya dan bertanya siapa si “paus gila”.

“Ah, namanya Yoon Seo Jung. Kau mungkin tahu julukan nya… si Ratu Jari Telunjuk. Dulu dia itu legenda di ER ini,” jawab In Soo dan In Bum menebak kalau wanita yang bernama Seo Jung itu pasti sangat ahli. In Soo pun mengiyakan.

“Dulunya dia yang paling ahli  di departemen kita, tapi kemudian dia menghilang setelah terlibat kecelakaan mobil. Tapi ternyata selama ini  dia ada di RS Doldam,” jelas In Soo dan In Bum tak tahu dengan rumah sakit Doldam, sampai In Soo menambahkan kalau itu adalah rumah sakit tempat Kang Dong Joo dipindahtugaskan. Karena penasaran dengan sosok Guru Kim, In Soo pun mulai mencaritahunya dan orang yang pertama dia tanya adalah In Bum, tapi tentu saja In Bum tak kenal dengan orang yang bernama Guru Kim. Jadi, In Soo pun langsung pergi untuk bertanya pada dokter senior.

Seo Jung marah karena Dong Joo mencari tahu tentang Guru Kim, dia pun memperingatkan Dong Joo untuk tak melakukan hal tersebut dan jangan membuat masalah. Seo Jung hendak pergi, namun Dong Joo menahan tangannya dan berkata, “Kau bisa terinfeksi dengan satu sentuhan kecil saja… dan bisa berujung pada penyumbatan arteri mu. Ini perintah dariku  sebagai dokter. Harap segera kembali ke kasurmu  sekarang juga tanpa membuat masalah.”

“Yang membuat masalah itu kau. Kau tak tahu itu? Tahukah kau selama 5 tahun  aku bekerja sekeras apa? Tahukah kau aku harus bekerja sekeras apa  supaya bisa kembali ke tempat ini? Lupakan… Aku punya satu permohonan untukmu. Aku tak tahu seberapa lama  kau akan tetap di RS Doldam, …tapi mari pura-pura kita  tak saling kenal satu sama lain. Jangan bicarakan apapun kecuali itu urusan kerja,” ucap Seo Jung kesal.

“Sunbae…”

“Tolong jangan bicara seperti itu padaku, dokter Kang Dong Joo. Dan juga, berhentilah mencoba mencari tahu  soal kehidupan pribadi Guru Kim. Dia bukan seseorang yang bisa kau perlakukan seperti itu. Apa kau mengerti?”

“Apa kau menyukai pria itu?” tanya Dong Joo dan Seo Jung terkejut dengan pertanyaan itu. “Alasan Sunbae tetap berada  disini selama 5 tahun….karena itu? Apa itu benar?”

“Gila…,” ucap Seo Jung dan keluar ruangan dokter. Dong Joo sendiri merasa menyesal sudah bertanya hal seperti itu. Seo Jung berjalan koridor dengan perasaan kesal dan terus mengumpat, sampai-sampai dia tak membalas sapaan dr Nam. Karena saat dia sapa, Seo Jung berkata, “beneran gila” dr Nam pun jadi berpikir kalau Seo Jung sedang mengatainya. Namun dr Nam jadi tahu apa yang terjadi, saat dia masuk ruang dokter, disana dia melihat Dong Joo yang sedang menggerutui dirinya sendiri. Jadi, dia menyimpulkan kalau Seo Jung tadi marah gara-gara Dong Joo.

Tuan Jang dan Suster Oh menemui Tuan Yeo untuk membicarakan tentang Dong Joo. Tuan Jang berkata kalau rumah sakit mereka butuh dokter seperti Dong Joo untuk memperbaiki reputasi rumah sakit mereka. Mendengar Tuan Jang sangat ngotot untuk mempertahankan Dong Joo, suster Oh kemudian mengingatkan Tuan Jang kalau sebelumnya, dia pernah bertaruh sampai 1 juta dan Dong Joo akan pergi setelah 3 hari berada di rumah sakit Doldam. Tuan Jang pun beralasan kalau dia berkata seperti itu karena dia tak tahu siapa Dong Joo sebenarnya.

Tuan Yeo kemudian berkata kalau yang bisa menentukan Dong Joo tinggal di rumah sakit mereka atau tidak, itu hanya Dong Joo sendiri. Suster Oh menambahkan kalau yang dia dengar, Dong Joo sangat ingin keluar dari rumah sakit mereka. Tuan Jang juga tahu akan hal tersebut, jadi mereka semua harus melakukan berbagai macam cara agar Dong Joo bisa bertahan di rumah sakit mereka, karena mereka harus punya dokter yang pintar, tampan dan juga muda. Menanggapi permintaan Tuan Jang itu, Suster Oh dan Tuan Yeo sepakat untuk menanyakan hal tersebut pada Guru Kim terlebih dahulu.

Seo Jung pergi ke UGD, dimana semua pegawai sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Dia masuk UGD dengan mengendap-endap dan Suster Oh memberitahunya kalau Guru Kim belum datang, jadi dia tak perlu bersembunyi seperti itu. Saat ditanya apa Suster Oh sudah makan, suster Oh menjawab sudah, bahkan dia sudah makan sebanyak dua kali lipat dari biasanya, karena hari ini adalah hari Jum’at.

Suster Oh kemudian bertanya apa Seo Jung sudah diperbolehkan jalan-jalan dan Seo Jung menjawab kalau dia tak bisa hanya duduk diam, karena hari ini adalah hari Jum’at, selain itu karena dia sedang menyiapkan surat ijin bedah umum.

Tepat disaat itu, Suster Oh mendapat telepon dan kemudian dia mengumumkan pada semuanya, kalau ada kecelakaan motor dan 5 pasien akan tiba dalam 5 menit lagi. Mendengar hal itu, Seo Jung terlihat senang. Tak lama kemudian petugas 119 membawa pasien yang mengalami pendarahan luar dan kehilangan kesadaran. Tekanan darahnnya antara 70/ 100 dan punya luka gores ringan.

Tak perduli dengan tangannya yang luka, Seo Jung pun berusaha menangani pasien yang datang. Dia meminta perawat menyiapkan IV dan memberikan full drop, selain itu dia juga minta dipasangkan 2 pin kantong emergency RBC pada pasien.

Tak tahu apa yang terjadi di UGD, Dong Joo pergi ke lobi rumah sakit dan disana dia melihat dua orang polisi sedang menanyai seorang perawat. Tuan Jang muncul dengan tiba-tiba dan memberitahu Dong Joo kalau polisi datang kerena pasien yang datang kemarin dan menabrak mobil Dong Joo di tempat parkiran adalah tersangka tabrak lari. Dia sudah menabrak 2 murid SMA. Tuan Jang menambahkan kalau Dong Joo tak perlu khawatir tentang mobilnya, karena Tuan Jang sudah menelpon perusahaan asuransi untuk memperbaiki mobil Dong Joo. Setelah menjelaskan semua itu, tuan Jang menawari Dong Joo jus buah, namun Dong Joo menolak dengan alasan kalau dia tak terlalu ingin jus buah. Tepat disaat itu, ibu Dong Joo menelpon dan disaat Dong Joo bingung antara mengangkat telepon itu atau tidak, seorang perawat datang dan meminta Dong Joo datang ke UGD karena ada pasien kecelakaan mobil. Karena harus mengurus pasien, Dong Joo pun tak mengangkat telepon dari ibunya.

Melihat apa yang Dong Joo lakukan, Tuan Jang pun membuat kesimpulan kalau Dong Joo tak terlalu suka dengan jus buah dan mengangkat telepon dari ibunya. Agar tak melupakan hal itu, Tuan Jang sampai mencatatnya di ponsel.

Dong Joo memeriksa seorang pasien dan dia masih belum terbiasa dengan monitor USG di RS Doldam. Sebelum dia mendapat jawaban tentang apa yang terjadi pada pasien, Seo Jung masuk dan berkata kalau pasien mengalami hemoperitoneum, jadi menurut Seo Jung, pasien harus segera di operasi, tanpa persetujuan walinya, karena wali pasien baru akan datang 1 jam lagi. Namun Dong Joo tak mau melakukan hal tersebut, dia tak mau ambil resiko dengan mengoperasi pasien tanpa persetujuan wali. Karena perbedaan pendapat, Seo Jung dan Dong Joo akhirnya bertengkar. Saking kesalnya dengan sikap Dong Joo yang sok mengikuti aturan, Seo Jung pun sampai menyebutnya, “brengsek”.

“Kalian berdua, berhenti!” teriak Guru Kim dan masuk ke ruang perawatan. “Pergilah ke ruang operasi dan beritahu dokter Nam untuk bersiap,” ucap Guru Kim sambil melihat kondisi pasien.

“Ya, dimengerti,” jawab Seo Jung. Namun Guru Kim menjawab kalau dia tidak menyuruh Seo Jung, melainkan Dong Joo. Mendengar itu Dong Joo masih terdiam di  tempat dan Seo Jung berkata kalau dia saja yang melakukannya.

“Tidak. Yoon Seo Jung, kau pergi saja sana,” jawab Guru Kim.

“Kini aku baik-baik saja.  Aku tak apa. Biar aku yang melakukannya,” ucap Seo Jung.

“Menjauhlah dari pasien ini!” bentak Guru Kim pada Seo Jung yang ngeyelan. “Berdasarkan Hukum Medis Pasal 8, ayat 1… dan Tindakan Kesehatan Mental  Pasal 3, ayat 1, pasien mental… tidak boleh praktek  sebagai dokter. Kau telah melukai  dirimu sendiri. Aku tak bisa membiarkanmu bersama pasien. Mulai hari ini kau telah di diskualifikasi dari RS ini,” ucap Guru Kim dan Seo Jung shock mendengarnya. Guru Kim juga menambahkan kalau dia tak akan berpikir dua kali dengan keputusannya itu, jadi Seo Jung harus pergi sekarang juga. Tanpa berkata sepatah katapun, Seo Jung pun keluar rumah sakit. Suster Oh dan Eun Tak hanya bisa melihat kepergiannya, tanpa berkata apa-apa.

Guru Kim kemudian menyuruh Dong Joo untuk pergi dan menyiapkan ruang operasi, namun Dong Joo tak langsung bergegas melakukannya. Dia malah berkata kalau ucapan Guru Kim tadi terlalu kasar pada Seo Jung. Tak perduli dengan apa yang Dong Joo katakan, Guru Kim langsung memanggil Eun Tak dan menyuruhnya untuk memberitahu dr Nam, agar dr Nam menyiapkan ruang operasi dan memindahkan pasien ke ruang operasi. Sedangkan untuk urusan izin wali, Guru Kim menyuruh Eun Tak untuk meminta izin melalui telepon.

Sebelum pergi ke ruang operasi, Guru Kim memberitahu Dong Joo kalau malam ini, Dong Joo yang bertugas jaga malam di UGD, karena Guru Kim tadi barusan memecat spesialis pengobatan darurat. Orang yang Guru Kim maksud tadi adalah Seo Jung. Jadi, Dong Joo harus menggantikan posisinya.

“Ini omong kosong apa lagi… Ahli bedah tak pernah berjaga di UGD,” protes Dong Joo.

“Aku tidak meminta pendapatmu. Aku memberimu perintah. Sepertinya kau senang memberi perintah. Aku memberikan perintah khusus karena aku Kepala Bedah Umum. Jadi malam ini, kau jaga malam. Ini hari jumat,  kau harus tetap waspada,” ucap Guru Kim dan pergi. Dong Joo pun bertambah kesal pada Guru Kim, tapi dia tak bisa melawannya.

Guru Kim melakukan operas bersama dr Nam. Sedangkan Seo Jung menangis di luar, karena dipecat oleh Guru Kim dan dari jauh Dong Joo melihat Seo Jung menangis. Tak lama kemudian Dong Joo mendapat telepon dari dr Song yang saat itu sedang bermain golf dengan dr Do. Karena Dong Joo adalah fellow bedah umum yang hebat, dr Song pun ingin membantunya kembali ke RS Geode. Dia mengajak Dong Joo makan malam bersama dr Do malam ini, jadi Dong Joo bisa menyapa dan memohon padanya agar di kembalikan ke RS Geode. Dr Song juga berpesan agar Dong Joo membawa sebotol wine kaoliang dan tak telat datang.

Setelah telepon di tutup, Dong Joo mendapat SMS yang berisi alamat tempat dr Song dan dr Do makan malam. Lokasi itu berjarak 37.7 km dan bisa ditempuh dalam waktu 48 menit dari RS Doldam, jadi kalau Dong Joo tak mau terlambat, dia harus berangkat jam 6 sore. Namun dia teringat kalau dia harus jaga malam di UGD, jadi hal itu benar-benar membuat DOng Joo dilema, antara memilih makan malam dengan dr Do dan dr Song atau berjaga di UGD.

Ingin tahu apa yang Dong Joo pilih? jangan kemana-mana, tunggu jawabannya di part selanjutnya..

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis drama korea eps 1-16
  • sinopsis my little princes
  • Sinopsis Romantic Doctor Teacher Kim episode 1
  • Sinopsis Romantic doctor episode 3
  • sinopsis romantik doctor
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *