Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 17 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 17 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 17 – 1, bercerita tentang Guru Kim yang berhasil mengoperasi Ketua Shin sesuai target. Di tengah menunggu bagian, Dong Joo dan In Bum juga mengoperasi pasien lain yang menderita maag dan karena kecepatan Dong joo juga sudah bagus, jadi dia pun bisa menyelesaikan operasi tepat waktu dan tak mengganggu waktu operasi Ketua Shin. Semakin mengerucut episode, semakin banyak rahasia terungkap, so jangan sampai ketinggalan sinopsisnya juga ya…

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 17 – 1

sumber gambar dan konten dari SBS

Seo Jung melukai aorta Ketua Shin, untung saja Guru Kim busa mengatasinya dengan sangat baik. Tepat disaat itu, Yeon Hwa datang dan mengatakan kalau ada pasien terkena maag, jadi dia membutuhkan salah satu dari In Bum atau Dong Joo untuk memeriksanya. In Bum lah yang turun tangan ke UGD untuk melihat kondisi pasien. Setelah melihat hasil CT Scan pasien, In Bum melihat pasien menderita tukak lambung (maag) dan dia harus dioperasi sekarang juga.

In Bum pun berencana mengoperasi pasiennya sendiri, sedangkan Dong Joo yang melakukan penggantian batrai dan pengendalinya sendirian. Namun Dong Joo merasa kalau dia tak bisa melakukan hal itu sendirian, karena akan menghabiskan waktu lama. Tanpa In Bum, penggantian batrai dan pengendali pasti akan lebih dari 20 menit. Ditambah lagi operasi sudah tertuda 10 menit karena aortanya rusak. Walaupun begitu mereka juga tetap harus mengoperasi pasien maag, karena kalau tidak langsung dioperasi bisa menyebabkan sepsis.

“Mereka masih mengerjakan diseksi pembuluh darah. Akan memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit sampai mereka……menghubungkan mesin jantung-paru. Termasuk waktu yang tertunda, butuh waktu sekitar 1 jam 20 menit,” ucap Dong Joo.

“ Apa maksudmu?”

“Dalam waktu itu, kita dapat mengoperasi pasien dengan maag. Jika kita bekerja sama.”

“Laparoskopi atau bedah?” tanya In Bum.

“Bila kita cepat menemukan perforasi, akan lebih mudah dengan laparoskopi. Tapi bila tidak, kita harus membedah perut. Kita tidak punya waktu untuk mengambil resiko,” jawab Dong Joo dan In Bum setuju. Dia menyuruh Dong Joo yang membedah dan Dong Joo menyanggupinya.

In Bum kemudian meminta suster Eom untuk memanggilkan dr Yang untuk menjadi dokter anestesi dalam operasi darurat untuk maag. In Bum juga memerintah Yeon Hwa untuk memindahkan pasien ke ruang operasi.

Sebelum melakukan operasi, Dong Joo menelpon suster yang berjaga di ruang operasi Guru Kim. Dong Joo memberitahunya kalau ada pasien darurat dengan penyakit maag jadi dia yang akan mengoperasinya. Dia juga memita si suster untuk tidak memberitahu Guru Kim dan berjanji akan kembali sebelum mesin jantung-paru terhubung. Namun si suster harus memberitahu Dong Joo tentang perkembangan operasi setiap 10 menit dan suster pun mengiyakan. Suster Oh melihat Dong Joo pergi dan tak mengatakan apa-apa. Guru Kim sendiri masih fokus pada operasinya.

Di ruangan berbeda Dong Joo dan In Bum memulai operasi mereka. Dong Joo bergerak dengan cepat dibantu In Bum dan Yeon Hwa menjadi asisten keduanya.

Guru Kim meminta dr Nam memberikan heparine dan si suster pun langsung mengirim sms pada suster yang berjaga di ruang Dong Joo kalau Guru Kim sudah mulai kanulasi. Dong Joo pun hanya mendengar saja dan dia tetap melanjutkan operasinya.  Di ruangannya, Guru Kim pun fokus pada operasinya dan Seo Jung membantu dengan begitu cekatan. Guru Kim memasang selang dan semua orang yang menoton operasi itu langsung berdecak kagum.

Selang sudah di satukan dan darah mulai mengalir, Guru Kim kemudian berkata kalau mereka akan vena cava inferior. Melihat Guru Kim akan melakukan semuanya dengan cepat, para dokter bedah yang menonton pun terlihat tambah kagum. Direktur Do kemudian bertanya pada dr Shin, apa menurutnya operasi berjalan dengan lancar? Dr Shin mengiyakan, dia  juga berkata kalau Guru Kim sangat cepat sekali. Baru di menit ke 80, tapi dia sudah mengerjakan posteava. Karena tujuan Direktur Do adalah mencari kekurangan dan kelemahan Guru Kim, jadi diapun menyuruh dr Shin untuk terus memantau jalannya operasi dengan teliti. Namun dr Shin pun tak bisa mencari-cari kesalahan Guru Kim, dia bahkan menutup buku catatannya, karena tak ada yang bisa dia catat disana.

Dong Joo menemukan masalah yang ada di perut pasien, dia kemudian menjahitnya dengan cepat. Semua mata dokter yang ada di ruangan itu langsung tertuju pada Dong Joo, karena kecepatan Dong Joo dalam menjahit. Di ruangannya, Guru Kim juga sedang menjahit. Jadi pada scene ini kita akan melihat perpaduan Dong Joo dan Guru Kim yang sama-sama sedang menjahit.

Dong Joo kembali di kabari oleh suster kalau Guru Kim baru selesai melakukan kanulasi vena cava inferior. Mendengar itu In Bum mulai panik, namun Dong Joo tetap fokus pada jahitannya. Agar operasinya cepat diselesaikan, Dong Joo dan In Bum bekerja sama menutup perut pasien dan menjahitnya dengan stepler. Operasi selesai dan sisanya mereka serahkan pada Yeon Hwa.

Dong Joo dan In Bum langsung mencuci tangan mereka kembali. Mereka mencuci tangan dengan cepat, karena mereka harus sudah masuk ruangan operasi sebelum Guru Kim selesai. Di ruang operasi, Guru Kim mengalirkan darah melalui selang ke jantung buatan dan tepat disaat itu, In Bum dan Dong Joo masuk. Mereka langsung mengenakan jubah operasi dan kemudian menggantikan posisi Guru Kim dan Seo Jung.

Duo junior Seo Jung ini bertugas untuk melepaskan baterai dan pengendali. Mereka berusaha melakukannya dengan secepat mungkin.

Disaat semua fokus pada operasi, reporter Oh pergi ke ruang Guru Kim dan disana dia mengambil gambar meja Guru Kim yang penuh dengan buku-buku mengenai operasi Ketua Shin. Dia juga mengambil gambar rencana Guru Kim yang ingin mengoperasi Ketua Shin dalam waktu 6 jam. Tak hanya itu, reporter Oh juga menggeledah kemari ruangan Guru Kim dan disana dia menemukan sesuatu.

Dong Joo dan In Bum berhasil melakukan tugas mereka dengan baik, bahkan mereka melakukannya lebih cepat 2 menit dari rencana. Posisi kembali diberikan pada Seo Jung dan Guru Kim, mereka melanjutkan tugas mereka dan seperti tadi, semua dokter bedah di buat kagum oleh kemampuan yang Guru Kim miliki.

Reporter Oh kembali ke lobi dan Managerj Jang memberitahunya kalau Guru Kim sudah memberikan pertunjukkan yang mengagumkan. Saat ditanya apa posisi manager Jang di rumah sakit, manager Jang dengan bangganya langsung memberikan kartu nama pada reporter Oh dan mengatakan kalau dia adalah manager rumah sakit itu.

loading...

Di ruang operasi, Guru Kim mengambil jantung buatan dan menggantinya dengan yang baru. Setelah dipasang, jantung biatannya bisa berfungsi dengan baik. Jantungnya berdetak seperti jantung asli. Guru Kim bahkan menyentuhnya.

Dr Shin kaget dan berucap, “itu tak mungkin.” Mendengar hal itu Direktur Do langsung bertanya kenapa? Apa dr Shin menemukan suatu kesalahan dan dr Shin menjawab tidak ada, yang dia lihat Guru Kim hanya sangat cepat dan terlalu sempurna.

Di ruang kerjanya, putri Ketua Shin juga menonton jalannya operasi. Dia terlihat puas karena Guru Kim berhasil melakukan operasinya.

Guru Kim kemudian menyuruh Seo Jung memegang jantung buatan itu, agar dia bisa merasakan detak jantungnya dan mengingat kalau itu adalah jantung buatan pertama yang berhasil dia pasang. Mata Seo Jung sampai berkaca-kaca saat merasakan detak jantung buatan milik Ketua Shin.

Dong Joo bernarasi, “Butuh waktu 2 jam….untuk mengontrol pendarahan dan menjahitnya. Seluruh operasi itu… selesai dalam 6 jam 2 menit.”

Guru Kim dan yang lain langsung menghela nafas lega karena operasi yang mereka lakukan hanya membutuhkan waktu 6 jam 2 menit. Mereka bahkan melakukan high five di ruang operasi. Dong Joo pun mengajak In Bum melakukan tos tinjuan, walaupun memalingkan wajahnya, In Bum tetap mau melakukannya. In Bum terlihat merasa puas juga dengan keberhasilan operasi Tuan Shin.

“Itulah cara Guru Kim…dan kami….menciptakan keajaiban lainnya,” sambung Dong Joo dalam narasinya.

Direktur Yeo juga merasa senang dengan keberhasilan Guru Kim, dia menonton jalannya operasi dari ruangannya. Yang tidak senang dengan keberhasilan Guru Kim hanya Direktur Do seorang.

== Chapter 17 = Momen Kebenaran ==

Setelah mengetahui operasi ayahnya selesai, putri Ketua Shin pun langsung datang ke RS Doldam.  Direktur Do memberitahunya kalau aorta Ketua Shin terluka saat operasi, maka mereka harus menunggu sampai Ketua Shin sadar terlebih dahulu untuk mengetahui hasilnya.

Guru Kim sendiri sedang berada di ruang ICU bersama dr Nam. Dari data yang dr Nam baca, kondisi vital Ketua Shin baik-baik saja. Guru Kim kemudian bertanya mengenai pasien yang sakit maag, Se Jung menjawab kalau Dong Jung baru saja memeriksanya dan sepertinya operasi pasien berjalan dengan baik. Guru Kim pun meminta Seo Jung dan dr Nam untuk terus memantau keadaan Ketua Shin, kalau terjadi sesuatu mereka harus segera memberitahunya. Seo Jung dan dr Nam mengiyakan, mereka berkata akan menjaga Ketua Shin secara bergantian.

Guru Kim keluar dan memberitahu semuanya kalau kondisi vital Ketua Shin baik-baik saja, dia akan segera sadar sekitar 6 sampai 12 jam lagi. Direktur Do kemudian membahas tentang aorta yang terluka saat operasi.

“Direktur Do. Kau tidak tahu banyak karena  spesialisasimu penyakit dalam. Terkadang kita menyentuh  aorta selama operasi…jika ada adhesi dalam pembuluh darah. Kau bahkan mengajak  seorang dokter bedah jantung. Apa dia tak memberitahumu soal itu?” tanya Guru Kim dan melihat ke arah dr Shin. Presdir Do lalu bertanya bagaimana kalau ada yang salah ketika aorta muncul dan saturasi oksigen otaknya turun dibawah 40. Guru Kim menjawab kalau itu hanya turun sampai 38 dan kemudian kembali baik, jadi Guru Kim ragu akan ada yang salah karena hal tersebut.

“Aku harap begitu. Terutama jika kau tidak ingin ada masalah,” ucap Direktur Do.

“Kenapa? Kau harus pergi berdoa. Berdoa agar dia tidak akan bangun,” ucap Guru Kim blak-blakan dan Direktur Do langsung berusaha menyangkalnya agar Putri Ketua Shin tak salah paham terhadapnya.

Guru Kim pergi dan Direktur Do berusaha memperjelas kembali pada putri Ketua Shin kalau dia tak bermaksud seperti itu, namun putri Ketua Shin tak mau mendengarnya. Putri Ketua Shin memutuskan pergi ke hotel tanpa melihat Ketua Shin terlebih dahulu, karena dia tak mau melihat ayahnya terbaring kesakitan, jadi dia meminta nona Jo untuk langsung menghubunginya jika Ketua Shin sudah bangun.

Orang yang menjaga Ketua Shin adalah Seo Jung dan di dalam Seo Jung berkata, “Ketua. Operasinya berjalan baik. Aku membuat… kesalahan di tengah operasi. Tapi tidak ada yang salah karena ada Guru Kim.  Jika kau tidak menyerah, kau akan bangun dalam waktu singkat. Okay?” dan dr Nam tersenyum mendengar ucapan Seo Jung.

Guru Kim turun ke lobi dan melihat banyak dokter bedah disana. Mereka semua merasa kagum pada Guru Kim dan ingin foto bersamanya, namun Guru Kim langsung masuk ruangannya tanpa berkata sepatah katapun pada mereka.  Sebagai manager rumah sakit, manager Jang pun muncul dan memberitahu mereka kalau Guru Kim merasa lelah, jadi dia tak bisa meluangkan waktu untuk mereka.

Di ruangannya, Guru Kim hendak tidur, namun Manager Jang masuk dan membawa reporter Oh bersamanya. Guru Kim terlihat tak senang ketika melihat reporter Oh, ternyata mereka berdua sudah saling kenal. Reporter Oh mengenal Guru Kim karena kasus Hyun Joo.

Pasien yang ada di sebelah Ketua Shin mengeluh sakit dan ketika Seo Jung memeriksanya, sepertinya pasien mengalami infeksi suhu 38 derajat celsius. Jadi diapun meminta suster Cho untuk memeriksa tanda vital pasien dan juga memberinya  propacetamol.

Melihat Seo Jung yang belum istirahat sejak operasi Ketua Shin, dr Nam pun menyuruhnya istirahat dan makan dulu, sedangkan dr Nam sendiri yang akan berjaga di ruang ICU. Awalnya Seo Jung menolak, tapi karena dr Nam menyuruhnya makan karena dia harus berjaga nanti malam jadi Seo Jung pun langsung pergi untuk makan dan istirahat sejenak. Baru akan keluar ruang ICU, Seo Jung melihat dr Song memanggilnya.

bersambung

 

 

 

 

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinopsis romantic doctor episode 17
  • sinopsis romantic doctor ep 21
  • sinopsis romantic doctor eps 21
  • sinopsi romantic doctor eps 17
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *