Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 15 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 15 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 15 – 1, bercerita tentang putri Ketua Shin yang datang ke RS Doldam dan berniat memindahkan Ketua Shin ke RS Geodae. Semua itu karena putri Ketua Shin tak suka pada Guru Kim. Putri Ketua Shin adalah orang yang bekerja sama dengan direktur Do dalam usaha mendepak Guru Kim dari RS Geodae saat itu. Pada Episode 15 ini juga kita diperlihatkan pada alasan kenapa direktur Do begitu tak menyukai Guru Kim sampai-sampai dia memfitnahnya seperti itu, ternyata semua itu karena Guru Kim menolak membedah seorang calon presiden dan lebih memilih membedah pasiennya yang lain, pasien yang sudah menunggu di operasi selama 3 sampai 4 bulan.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 15 – 1

sumber konten dan gambar dari SBS

Guru Kim bertanya kenapa Ketua Shin sangat yakin padanya untuk mengoperasi dan ketua Shin menjawab kalau Guru Kim adalah dokter yang benar-benar berusaha menyelamatkan nyawa. Sedangkan dokter lain, akan berubah pikiran untuk menyelamatkan pasiennya jika di depanya ada uang triliun dolar.

Kita beralih pada direktu Do yang memberitahu seorang wanita kalau dokter yang akan mengoperasi Ketua Shin adalah Boo Yong Ju. Dokter yang Direktur Do dan wanita itu panggil dengan sebutan dokter brengsek dan sinting.

Flashback!

Karena kasus kematian Hyun Joo, Guru Kim pun di sidang oleh dewan direksi karena direktur Do membuat Guru Kim yang bertangung jawab. Guru Kim pun tak bisa mengelak dan membantah tuduhan yang diberikan padanya karena mereka semua memang sudah berkomplot untuk menjatuhkannya.

Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa Direktur Do dan wanita itu begitu membenci Guru Kim? ternyata sebelum semua itu, Guru Kim pernah menolak keinginan mereka untuk membedah seorang kandidat presiden karena Guru Kim lebih memilih pasien lain yang sudah menunggu 3 sampai 4 bulan untuk di bedah olehnya.

Karena ketidakmauan Guru Kim itulah yang menyebabkan Guru Kim di jebak oleh direktur Do. Dalam catatan medis, Direktur Do menulis nama Guru Kim yang menangani semua pasien, padahal dalam kenyataannya, Guru Kim sama sekali tidak menangani semua pasien itu.

Puncaknya adalah kematian Hyun Joo yang mati di meja operasi dr Song, namun dalam catatan medisnya direktur Do mencantumkan nama Guru Kim, jadi yang disalahkan adalah Guru Kim.

Karena kejahatan yang sudah mereka ranjang atas nama Guru Kim, wanita yang tak suka pada Guru Kim itupun mengatakan kalau dia akan mengadukan pada asosiasi dokter tentang apa yang Guru Kim lakukan, sehingga membuat karir Guru Kim sebagai dokter hancur.

Flashback End

Wanita yang tak suka pada Guru Kim itu sekarang sudah berada di depan RS Doldam. Karena hari sudah malam dan Ketua Shin pasti juga sudah tidur, wanita itu pun menyuruh supirnya untuk mengantarkannya ke hotel dan besok baru menemui Ketua Shin.

Guru Kim masuk ke kamar Ketua Shin yang saat itu tengah tertidur.

== Bab 15 = Sindrom Batu Terpojok ==

Dong Joo menyapa Manager Jang dengan perasaan senang, namun manager Jang sendiri terlihat tak begitu senang  hari itu. Apa yang membuat keduanya punya perasaan berbeda seperti itu? semua itu karena hadiah dan perasaan Dong Joo di terima oleh Seo Jung, sedangkan hadiah yang sudah manager Jang persiapkan untuk suster Oh, di tolak.

Tepat disaat itu Seo Jung datang dan ketika mereke teringat pada apa yang terjadi kemarin, Seo Jung dan Dong Joo sama-sama kepanasan. Mereka kemudian pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing, Seo Jung pergi ke ruang dokter dan Dong Joo pergi ke IGD. Melihat sikap keduanya, Manager Jang terlihat bingung, karena mereka berdua merasa kepanasan di suhu 2 derajat selsius dibawah titik beku.

Sampai di IGD, Dong Joo langsung dihampiri Yeon Hwa yang memberitahunya kalau ada pasien bernama Hwang Gi Soo berusia 45 tahun dan menunjukkan gejala ingin muntah atau diare, selain itu dia mengatakan kalau perunya sakit dan juga kedinginan. Kondisi vital pasien adalah 100/80 dan 120 dengan suhu badannya 39.5 derajat selsius. Dong Joo kemudian mengambil catatan Yeon Hwa dan bertanya apa Yeon Hwa sudahh memeriksa si pasien punya riwayat mengidap gallstones. Yeon Hwa mengiyakan, dia bertanya pada pasien untuk berjaga-jaga dan pasien menjawab kalau penyakit itu tidak muncul ketika dia melakukan pemeriksaan awal tahun ini.

Karena pemeriksaan yang Yeon Hwa lakukan sangat teliti, DOng Joo pun memujinya sudah bekerja dengan bagus dan kemudian mereka pergi menemui pasien yang Yeon Hwa bilang tadi. Saat Dong Joo menanyai Tuan Hwang, Yeon Hwa dengan cekatan langsung mencatatnya. Setelah memeriksa, Dong Joo berkata kalau pasien harus di CT Scan terlebih dahulu, untuk memastikan apa yang terjadi di perut Tuan Hwang. Karena Tuan Hwang meminta Dong Joo untuk meredakan sakitnya dulu, Dong Joo pun menyuruh Suster Eom untuk menyiapkan selang IV dengan tramadol, kemudian pindai CT perutnya, karena Dong Joo sendiri akan melakukan OP lab untuk amylase/lipase. Tahu apa yang harus dilakukan, Yeon Hwa pun berkata kalau dia yang akan pergi ke ruang CT. Melihat kerja keras Yeon Hwa, Eun Tak pun diam-diam tersenyum.

Dong Joo sedang memasukkan data pasien ke laptop ketika manager Jang tiba-tiba muncul dan bertanya apa Dong Joo berhasil? Dong Joo pun tersenyum dan Manager Jang langsung mengucapkan selamat. Tepat disaat itu Suster Oh muncul dan dia mendengar perbincangan antara Dong Joo dan Manager Jang.

Manager Jang lalu bertanya apa Dong Joo mengenakan kalungnya sendiri dan Dong Joo malah balik tanya apa dia harus melakukan semua itu. Manager Jang langsung menyayangkan karena tujuan pria memberikan kalung pada wanita, itu agar si pria bisa memeluk siwanita saat memakaikan kalungnya.

“Jadi apakah Dr. Yoon Seo Jung mengenakkan kalungnya?” tanya manager Jang dan Dong Joo teringat saat bertemu Seo Jung tadi. Saat itu dia tak bisa melihat apakah Seo Jung mengenakan kalung atau tidak karena Seo Jung mengenakan sweater yang menutup lehernya.

“Tidak, sepertinya tidak,” jawab Dong Joo.

“Oh tidak. Bila dia tidak mengenakkan kalung itu secara sengaja….itu pasti karena sesuatu. Mungkin dia tidak menyukai kalungnya….atau tidak menyukai orang yang memberinya kalung.”

“Sepertinya bukan karena itu.”

“Jangan turunkan kewaspadaan mu,” pesan Manager Jang dan suster Oh langsung memanggil Dong Joo. Dia meminta Dong Joo memeriksa pasien yang berada di ranjang tiga.

Setelah Dong Joo pergi, suster Oh langsung menghampiri Manager Jang dan bertanya apa yang sedang manager Jang lakukan pada Dong Joo. Manager Jang menjawab kalau dia hanya bermain-main saja dengan Dong Joo karena dia merasa iri pada Dong Joo.

“Kau iri? Kenapa?” tanya suster Oh.

“Aku gagal…..sementara dia berhasil. Cukup sekian,” jawab manager Jang kesal dan pergi.

Karena pertanyaan manager Jang tadi, Dong Joo pun benar-benar merasa penasaran tentang Seo Jung memakai kalungnya atau tidak, jadi diapun langsung menelpon Seo Jung dan menanyakannya. Namun Seo Jung tak mau menjawab dengan alasan kalau mereka berdua sekarang sedang bekerja.

Seo Jung masuk ruangan Ketua Shin dan dia langsung terdiam saat melihat Ketua Shin sedang kedatangan tamu. Tamu Ketua Shin adalah wanita yang tak suka pada Guru Kim.

Sekertaris Jo menemui Guru Kim dan memberitahunya kalau putri Ketua Shin datang. Ternyata wanita yang sangat tak menyukai Guru Kim itu adalah putri Ketua Shin dan Guru Kim juga baru mengetahuinya.

Putri Ketua Shin datang untuk membujuk Ketua Shin pindah dari RS Doldam ke rumah sakit yang lebih layak. Mereka membicarakan hal tersebut di depan Seo Jung. Tak mau pindah, Ketua Shin menyuruh putrinya pulang ke Florida dan merawat anak-anaknya. Ketua Shin pun bisa menebak kalau putrinya datang pasti karena direktur Do yang memberitahunya.

Dengan alasan kalau operasi yang akan Ketua Shin jalani bukan operasi mudah dan hal itu akan mencoreng nama baik RS Geodae jika terjadi masalah, maka putrinya pun memutuskan untuk tetap memindahkan Ketua Shin dari RS Doldam.

Ketika putri Ketua Shin hendak keluar ruangan, Seo Jung langsung memberitahunya kalau Ketua Shin tak bisa keluar RS tanpa izin dari dokter yang menanganinya. Dengan membawa jabatan sebagai direktur RS Doldam, putri Ketua Shin berkata kalau Seo Jung tak bisa melarangnya untuk melakukan apa yang dia inginkan.

Keluar ruangan Ketua Shin, wanita itupun akhirnya bertemu dengan Guru Kim dan mengingatkan Guru Kim kalau Guru Kim sudah didiskualifikasi dari propesinya sebagai dokter. Namun Guru Kim merasa kalau dia tak melakukan kesalahan apapun, dia ditendang keluar karena wanita itu sudah bersekongkol dengan direktur Do. Wanita itu pun kemudian mengira kalau Guru Kim ingin mengoperasi Ketua Shin karena ingin balas dendam pada dirinya. Tentu saja Guru Kim membantah, dia berkata kalau awalnya dia mengira kalau Ketua Shin hanyalah seorang pria tua dengan banyak uang, Guru Kim sama sekali tidak tahu kalau dia adalah Ketua Yayasan, sekaligus ayah wanita itu.

loading...

Wanita itu kemudian berkata kalau dia akan tetap memindahkan Ketua Shin ke RS Geodae karena dia tak mau ayahnya di rawat oleh dokter seperti Guru Kim.

“Dokter sepertiku? Apa maksudnya itu?” tanya Guru Kim yang ingin wanita itu memperjelas perkataannya. Guru Kim kemudian berkata pada wanita itu kalau di RS Doldam, dia tidak dipanggil dr Boo Yong Ju, melainkan Guru Kim.

“Guru Kim? Menurumu kau bisa menyembunyikan masa lalumu dengan mengganti namamu?” tanya wanita itu.

“Aku tidak menyembunyikan apa pun. Mari anggap saja ini untuk memeriksa jati diri. Dulu……aku mengejar kehidupan yang baik……melalui cara yang salah……dengan kata-kata godaanmu. Ini menunjukan bahwa aku sedang membalas kesalahanku,” jelas Guru Kim.

Di kamar rawatnya Ketua Shin dan dia terlihat bingung. Tak tahu apa yang dia pikirkan, kita beralih pada Seo Jung dan suster Oh yang bicara sambil minum kopi. Seo Jung menceritakan tentang kedatangan putri Ketua Shin yang sepertinya punya hubungan yang buruk dengan Guru Kim. Penasaran, Seo Jung pun bertanya apa suster Oh tahu sesuatu tentang hal itu, namun suster Oh lagi-lagi menjawab tidak tahu, dengan alasan kalau dia kenal dengan Guru Kim setelah dia meninggalkan RS Geodae jadi dia tak tahu apa yang terjadi pada Guru Kim di RS Geodae.

Suster Oh kemudian melihat leher Seo Jung lalu bertanya apa Seo Jung dan Dong Joo pacaran. Mendapat pertanyaan itu, Seo Jung jadi salah tingkah dan bertanya apa Dong Joo yang memberitahu suster Oh. Suster Oh menjawab kalau manager Jang yang mengatakannya, manager Jang menduga kalau ada sesuatu diantara mereka berdua, jadi suster Oh ingin memastikannya dengan bertanya langsung pada Seo Jung dan tentu saja Seo Jung membantah hal tersebut.

Harus bicara dengan Dong Joo, Seo Jung pun langsung mencarinya dan saat itu Dong Joo sedang berada di ruang hybrid bersama In Bum dan dr Song. Karena mereka terlihat sedang membicarakan hal serius, jadi Seo Jung pun menunggunya di luar.

Didalam ruang hybrid, ketiga dokter itu sedang melihat hasil CT Scan pasien. Menurut dr Song dan Dong Joo, CT Scan itu menunjukkan pancrease tail, namun In Bum berpendapat kalau itu bukan pancrease tail melainkan abscess yang berasal dari usus. Mendengar itu dr Song langsung setuju, tanpa melakukan pemeriksaan lebih teliti lagi.

Ingin memastikannya lagi, Dong Joo pun menyarankan agar mereka meminta pendapat Guru Kim. Namun hal itu malah membuat dr Song marah karena merasa tak di hargai sebagai senior. Marah dengan Dong Joo, dr Song pun menyuruh In Bum yang mengoperasi pasien, walau itu adalah pasien Dong Joo. Tentu saja hal itu membuat Dong Joo kesal, saking kesalnya saat keluar ruang hybrid, Dong Joo sampai tak melihat ada Seo Jung disana.

In Bum juga keluar dari ruang hybrid dan dia langsung meminta Yeon Hwa sebagai asisten operasinya. Tentu saja Yeon Hwa mengiyakan.

Di ruangannya, Dong Joo terus melihat hasil CT Scan pasien dan mau dilihat berapa kalipun, Dong Joo tetap berpendapat kalau masalahnya ada di dekat pankreas. Tepat disaat itu Seo Jung masuk dan bertanya kenapa dia dan dr Song bertengkar? Dan Dong Joo hanya menjawab kalau mereka sedang berbeda pendapat.

Seo Jung kemudian bertanya apa Dong Joo sudah mengatakan sesuatu yang aneh pada manajer Jang, seperti mereka berdua pacaran atau yang lain. Dong Joo pun menjawab kalau dia tak pernah mengatakan hal seperti itu. Mendengar itu, Seo Jung jadi bingung kenapa suster Oh bertanya seperti tadi.

“Dia menanyakan apa?” tanya Dong Joo.

“Dia tiba-tiba bertanya apakah kau dan aku pacaran,” jawab Seo Jung.

“Apa Sunbae yakin itu bukan akibat Sunbae?”

“Tidak mungkin. Aku sangat hati-hati ketika menyangkut hal semacam itu,” jawab Seo Jung dan Dong Joo kembali bertanya kenapa Seo Jung tidak mengenakan kalungnya. Tak menjawab, Seo Jung balik bertanya kenapa Dong Joo selalu menanyakannya. Dong Joo pun berkata kalau dia hanya ingin memastikannya, apa mereka sudah mulai pacaran sejak kemarin.

“Inilah alasan mengapa aku tak bisa mulai pacaran denganmu,” ucap Seo Jung yang kemudian pura-pura lupa dengan apa yang sudah terjadi kemarin. Dong Joo kesal dan diapun hendak mengulangi apa yang dia lakukan kemarin. Tentu saja Seo Jung mencegahnya dan berkata kalau ekspresi Dong Joo itulah yang membuat manager Jang tahu semuanya.

“Jelas? Aku? Mustahil. Aku punya wajah yang susah ditebak. Aku Kang Poker Face. Kau belum pernah dengar?” bantah Dong Joo.

“Poker face, apanya. Wajahmu sungguh amat jelas. Kenapa kau tak sekalian saja beritahu semua orang di RS Doldam?”

“Aku boleh melakukan itu?” tanya Dong Joo dan hendak pergi, tapi Seo Jung kembali menyuruhnya duduk. Seo Jung lalu meminta satu hal pada Dong Joo, dia ingin Dong Joo bersikap profesional di rumah sakit.

“Aku akan terus seperti dahulu, menjadi Yoon Seo Jung Sunbae….dan kau akan terus menjadi Dr. Kang Dong Joo. Seperti yang dahulu kita lakukan hingga kini….jangan bawa perasaan pribadi ke tempat kerja. Kita akan menjadi sepasang rekan kerja. Mari lakukan itu saja, mengerti?” jelas Seo Jung dan Dong Joo mau mematuhinya dengan syarat Seo Jung mengatakan kalau mereka berdua akan pacaran mulai hari ini.

“Aku harus pertimbangkan itu,” jawab Seo Jung.

“Kau harus pertimbangkan itu? Kalau begitu kapan kita mulai pacaran?” tanya Dong Joo seperti anak kecil dan dengan tersenyum senang, Seo jung menjawab kalau dia akan mempertimbangkannya, jadi Dong Joo harus kembali bekerja.

Saat Seo Jung hendak keluar ruangan Dong Joo, langkah Seo Jung langsung terhenti saat dia mendengar Dong Joo berkata, “sarangheyo.” Seo Jung berbalik dan bertanya apa Dong Joo cari mati? Tak takut pada ancaman Seo Jung, Dong Joo pun terus menggoda Seo Jung dengan mengatakan “sarangheyo,” dalam berbagai bahasa dan Seo Jung sibuk menutup mulut Dong Joo.

Guru Kim sudah bersama putri Ketua Shin di ruangannya. Putri Ketua Shin bertanya apa tujuan Guru Kim mengoperasi Ketua Shin agar dia bisa kembali ke RS Geodae. Tak menjawab pertanyaan itu, Guru Kim balik bertanya apa wanita itu tidak mau tahu bagaimana kondisi Ketua Shin sekarang? Namun wanita itu tak mau membahasnya, dia malah berkata kalau mulai sekarang direktur Do yang akan mengurus RS Doldam. Kesal dengan sikap wanita itu yang tak mau membahas tentang kondisi Ketua Shin, tapi terus membahas tentang wewenang dan kekuasaan, Guru Kim pun langsung menunjukkan hasil CT Scan milik Ketua Shin.

“Kau bisa membaca pindai CT, ‘kan? Dari yang kutahu, kau juga lulusan sekolah medis,” ucap Guru Kim dan wanita itu terdiam ketika melihatnya. Dia bertanya foto siapa itu dan Guru Kim menjawab kalau itu milik Ketua Shin. Mendengar itu, putri Ketua Shin langsung terlihat shock.

“Seperti yang kau lihat…..itu kanker paru-paru stadium akhir,” ucap Guru Kim dan putri Ketua Shin tak bisa berkata-kata lagi.

Flashback!

Ternyata saat Guru Kim memasuki kamar Ketua Shin tadi malam, Guru Kim memberitahu Ketua Shin secara langsung tentang kondisinya. Ketua Shin lalu bertanya tentang bagaimana perawatannya? Dan Guru Kim menjawab kalau mereka harus melakukan biopsi terlebih dahulu untuk menentukan jenis kanker apa itu, lalu setelahnya Guru Kim baru bisa menentukan perawatan seperti apa yang harus diberikan pada Ketua Shin.

“Bagaimana jika tidak dirawat? Berapa banyak waktu yang kumiliki?” tanya Ketua Shin dan Guru Kim menjawab 3 bulan adalah batas paling lama Ketua Shin bisa bertahan.

Flashback End!

Putri Ketua Shin bertanya apa yang akan Guru Kim lakukan pada Ketua Shin sekarang? Guru Kim pun menjawab kalau tidak ada yang bisa dilakukan seorang dokter pada situasi sekarang ini dan selain itu, tidak ada juga proposal bedah yang diajukan.

Dong Joo hendak menemui Guru Kim, tapi karena Guru Kim terlihat sedang sibuk dengan tamunya, jadi Dong Joo memutuskan menunggu di luar. Tepat disaat itu Yeon Hwa lewat dan Dong Joo langsung memanggilnya. Setelah mengetahui kalau Yeon Hwa akan menjadi asisten dokter untuk In Bum, Dong Joo seperti punya sebuah ide.

Ternyata Dong Joo memutuskan untuk menjadi asisten In Bum menggantikan Yeon Hwa dan In Bum tak bisa menolaknya. Operasi pun dimulai.

Guru Kim masuk IGD dan Yeon Hwa langsung memberikan pesan dari Dong Joo. Dong Joo meminta Guru Kim untuk memeriksa hasil pindai CT pasien bernama Hwang Gi Soo. Sebelum melihat hasil pindai CT-nya, Guru Kim bertanya keberadaan Dong Joo dan Yeon Hwa menjawab kalau Dong Joo sedang berada diruang operasi bersama In Bum.

“Dia pasien abscess. Kataya itu berasal dari usus dan Dr. Do In Beom yang melaksanakan bedahnya. Tapi Dr. Kang Dong Joo……berpikir bahwa itu berasal dari pancreas tail,” jelas Yeon Hwa dan Guru Kim langsung melihat sendiri hasil pindai CT-nya.

In Bum sudah membedah pasien dan ketika dia memeriksa usunya, ternyata usus pasien dalam keadaan baik-baik saja. Dong Joo kemudian berkata kalau dia akan memeriksa pankreasnya. Setelah dibuka ternyata pasien benar-benar mengalami pankreas tail. Melihat semua itu, In Bum terdiam.

Guru Kim menemui dr Song di ruangannya dan bertanya kenapa dr Song mengabaikan pendapat Dong Joo dan lebih memihak pada In Bum. Karena seharusnya dr Song memeriksa hasil pindai CT itu dengan lebih teliti, jika ada fellow berbeda pendapat. Tak mau disalahkan, dr Song berkata kalau dia dan In Bum tadi sama-sama setuju kalau pasien tidak mengalami pancreas tail.

Tepat disaat itu, In Bum menelpon dan memberitahu dr Song kalau pasien mengalami pancreas tail. Dr Song pun menjawab kalau semua itu wajar jika dokter salah diagnosa. Mendengar itu, Guru Kim pun terus melihat dr Song dengan tatapan serius, sehingga membuat dr Song tak bisa asal bicara lagi.

In Bum kemudian bertanya apa yang harus dia lakukan sekarang dan dr Song balik bertanya apa In Bum pernah melakukan distal pancreatectomy? Setelah melihat ke arah Dong Joo, In Bum langsung menjawab kalau dia pernah melakukannya. Mendengar itu, Dong Joo terlihat tak percaya.

Dr Song langsung tersenyum dan berkata kalau hal itu bagus sekali. Jadi, dr Song pun menyuruh In Bum melakukannya dan jika ada masalah, dr Song berjanji akan masuk ke ruang operasi untuk membantunya.

Bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis romantic doctor ep 15
  • romantic doctor sinopsis
  • Sinopsis romantic doctor teacher kim episode 17
  • sinopsis romantic doctor ep 17
  • romantic doctor sinopsis episode 15
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *