Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 2

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 2

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 2, bercerita tentang UGD RS Doldam yang kedatangan pasien MERS. Karena hal itu, UGD pun langsung ditutup dan dokter yang ada di sana hanya Dong Joo. Suasana tambah jadi genting ketika Dong Joo pingsan karena kelelahan. Melihat itu, Guru Kim pun memutuskan untuk masuk UGD, namun sebelum Guru Kim masuk, Seo Jung muncul dan berkata kalau dia saja yang masuk ke UGD dengan alasan kalau dokter UGD lah yang lebih cocok masuk UGD daripada Guru Kim.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 2

sumber gambar dan konten dari SBS

Dong Joo memberitahu semua staff RS Doldam yang saat itu sedang bertugas di UGD kalau mereka harus menutup ruang UGD sekarang juga. Semua itu karena di UGD mereka ada pasien yang terjangkit virus MERS. Mereka harus mengisolasi keluarga itu di ruang hybrid dan juga harus segera menutup ruang UGD, sebelum virus menyebar keluar ruang UGD. Mereka semua juga harus menggunakan masker N95, sarung tangan sekali pakai dan baju. Suster Oh menambahkan kalau mereka berlima harus fokus, karena semakin cepat mereka bergerak, akan semakin bagus. Sebelum mereka pergi melakukan tugas mereka, Dong Joo juga mengingatkan kalau mereka harus menggunakan pelindung gigi terlebih dahulu.

Kabar tentang UGD diserang virus MERS langsung diberitahukan ke Guru Kim dan staff yang ada di UGD pun lansung mulai bergerak. Mereka menutup akses ke UGD dan juga memasang pelindung berlapis di ruang hybrid. Setelah itu mereka memindahkan keluarga terkena virus MERS ke ruang hybrid. Karena keluarga itu tidak diberitahu lebih dulu apa yang terjadi, jadi mereka terlihat sedikit kebingungan, tapi untungnya mereka menurut saja dengan apa yang diperintahkan pada mereka.

Manager Jang menghampiri Guru Kim dan mereka sama-sama berjalan menuju UGD. Sambil jalan Manager Jang menjelaskan kalau ada satu keluarga terserang batuk dan demam, dimana salah satu keluarganya pernah pergi ke Arab Saudi, karena itu Dong Joo menduga kalau mereka sudah terjangkit virus MERS. Untuk mencegah virus menyebar keluar, Dong Joo pun memutuskan untuk menutup UGD dengan 5 orang staf medis.

Setelah melihat kondisi UGD dari luar, Guru Kim langsung meminta manager Jang untuk melaporkannya ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea dan minta mereka untuk memberikan pakaian pelindung. Selain itu, Guru Kim juga meminta Manager Jang untuk mengeluarkan pasien yang sudah dibolehkan meninggalkan rumah sakit dan menghubungi rumah sakit yang ditunjuk untuk menanggulangi virus MERS.

Direktur Yeo muncul dan bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. In Bum juga muncul dan bertanya pada Manager Jang tentang apa yang terjadi, Manager Jang pun memberitahunya kalau ada pasien di duga terjangkit virus MERS ada di UGD.

Seo Jung sendiri masih berada di ruang Ketua Shin, dia tak tahu apa yang terjadi di UGD. Suhu tubuh Ketua Shin sudah mulai turun dan Seo Jung berkata padanya kalau mereka harus melihat hasil tesnya terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya. Seo Jung juga akan tetap memberikan suntikan antibiotik pada Ketua Shin, jika berhasil maka Ketua Shin akan langsung merasa lebih baik dan jika tidak berhasil, maka dia akan lihat hasilnya dan mengganti antibiotiknya.

Ketua Shin lalu bertanya kenapa Guru Kim belum datang juga untuk melihat dirinya. Padahal Guru Kim yang sudah menyuruhnya datang, tapi sekarang dia malah sibuk dengan urusannya. Seo Jung pun menjawab kalau seorang dokter jadi sibuk itu karena pasiennya dan sekarang Guru Kim sibuk untuk mengurusi masalah operasi Ketua Shin. Karena Seo Jung selalu bisa menjawabi kata-katanya, Ketua Shin pun berkomentar kalau Seo Jung begitu cerewet dan dia sepertinya lebih cocok menjadi pembawa berita dari pada menjadi dokter.

“Sebenarnya, aku tidak banyak bicara.  Aku sangat introvert, Kakek,” jawab Seo Jung.

“Apa katamu?” tanya Ketua Shin kaget karena Seo Jung memanggilnya kakek.

“Maksudku Ketua Shin,” ralat Seo Jung dan Nona Jo tersenyum mendengarnya. Seo Jung kemudian mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan kalau mereka sudah memasang pembersih udara yang baru untuk ruangan Ketua Shin. Tepat disaat itu, Seo Jung mendapat SMS yang mengatakan kalau UGD RS Doldam mendapat kode hijau. Penasaran apa yang terjadi, Seo Jung pun berkata kalau dia harus segera pergi dan tanpa sadar, Seo Jung kembali memanggil Ketua Shin dengan sebutan “kakek”, tapi karena Seo Jung melihat ekspresi Ketua Shin menunjukkan rasa tidak senang, jadi Seo Jung pun kembali meralat panggilnya menjadi Ketua Shin.

Setelah Seo Jung pergi, Ketua Shin langsung berkata pada Nona Jo kalau Seo Jung itu sedikit konyol. Seo Jung lalu menemui suster Ji dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di UGD. Suster Ji pun memberitahunya kalau di UGD ada pasien yang diduga terjangkit viirus MERS dan suster Ji  berpesan pada Seo Jung agar tetap berada di posisinya sampai ada instruksi lebih lanjut. Seo Jung juga diminta lebih hati-hati karena sekarang dia sedang merawat Ketua Shin.

Mendengar kabar itu, Seo Jung langsung shock karena dia tahu Dong Joo yang sedang bertugas di UGD. Dong Joo ada di UGD untuk menggantikan In Soo. Panik, Seo Jung pun langsung pergi ke UGD dan dia mencari Dong Joo dari luar. Dari luar, Seo Jung melihat Dong Joo yang terlihat lelah. Dong Joo juga melihat Seo Jung yang terlihat panik. Diapun kemudian menelpon Seo Jung dan meminta Seo Jung untuk menjauh dari UGD.

“Apa kau… baik-baik saja? Kenapa kau tampak begitu sakit?” tanya Seo Jung.

“Aku baik-baik saja. Menjauhlah dari sini,” jawab Dong Joo dan kemudian mematikan telepon karena Dong Joo dipanggil untuk bekerja lagi. Melihat kondisi Dong Joo seperti itu, Seo Jung pun bertambah panik dan cemas.

Manager Jang memberitahu Guru Kim kalau dia sudah menelpon pihak puskesmas Jeongseong untuk meminta pakaian pelindung, namun tak ada yang mengangkat telepon mereka, karena sekarang sudah jam 6 lewat dan para pegawainya pasti sudah pulang. Guru Kim kemudian menanyakan tentang Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan Manager Jang menjawab kalau Pusat Pengendalian menyuruh mereka untuk memindahkan pasien ke RS yang ditunjuk menangani virus MERS. Emosi, Guru Kim menyuruh Manager Jang untuk menelpon mereka lagi.

Saat ditelpon, pihak Pusan Pengendailan dengan santai menyuruh Guru Kim untuk mindahkan pasien ke rumah sakit yang ditunjuk, karena pihak Pusat Pengendalian sudah memberikan alat-alat di rumah sakit itu untuk mendiagnosis virus tersebut. Jika Guru Kim kesulitan membawa pasien, mereka bisa langsung menghubungi 119. Dengan emosi Guru Kim menjawab kalau hanya ada satu ambulan yang digunakan untuk daerah mereka dan jarak ke Gangneung adalah 2 jam, jadi tidak mungkin mereka harus membawa pasien ke sana secara bolak balik. Kesal karena pihak pusat pengendalian tak mau membantu memindahkan pasien, Guru Kim pun langsung menutup teleponnya.

Direktru Yeo memberitahu Guru Kim kalau dia sudah memulangkan pasien rawat yang sudah diperbolehkan pulang. Direktur Yeo juga berkata kalau dia akan mengurus semua yang ada di lantai 2, sedangkan untuk urusan UGD, dia serahkan pada Guru Kim.

Seo Jung menghampiri Guru Kim dan Guru Kim pun langsung memarahinya karena dia sudah menyuruh Seo Jung untuk tetap di posisinya, tapi sekarang dia malah turun ke bawah. Namun Seo Jung tak perduli dengan amarah Guru Kim, Seo Jung ingin tahu apa rencana Guru Kim untuk orang-orang yang ada di UGD. Guru Kim menjawab kalau mereka sedang berusaha menghubungi pusat, jadi Seo Jung harus tetap di lantai atas. Setelah mengatakan hal tersebut, Guru Kim pun pergi dan tak jauh dari tempat Seo Jung berdiri, ada In Bum yang melihat mereka.

Guru Kim menelpon UGD dan Suster Oh yang mengangkatnya. Suster Oh mengatakan kalau pasien MERS sudah dipindahkan ke ruang hybrid, sedangkan pasien lain belum mereka beritahu tentang situasi dan kondisinya, agar tidak terjadi kekacauan. Guru Kim kemudian meminta Suster Oh untuk mengambil sampel darah si pasien MERS dan juga sampel dahak mereka, lalu letakkan di pintu belakang jadi mereka bisa mengambilnya dari sana.

“Setelah itu, UGD akan… benar-benar dikarantina. Dan itu akan tetap disegel… sampai kita punya diagnosa yang pasti,” ucap Guru Kim dan Suster Oh menjawab mengerti. Melihat tatap mata Guru Kim, suster Oh memintanya untuk tidak khawatir, karena dia akan melakukan yang terbaik. Telepon sudah ditutup, namun mereka tetap saling menatap.

Seo Jung masih tak bisa tenang, dia kemudian menelponDong Joo, tapi karena Dong Joo sedang sibuk, diapun me-reject-nya. Melihat itu, Eun Tak pun bertanya kenapa Dong Joo tak mau menjawab telepon Seo Jung, namun Dong Joo tak menanggapinya. Dong Joo berkata kalau mulai sekarang dia dan Eun Tak yang akan bertugas di ruang hybrid.


loading...

Di ruang hybrid, Dong Joo pun akhirnya memberitahu pasien yang terjangkit MERS kalau mereka terkena virus MERS. Dong Joo menjelaskan kalau dia menyimpulkan hal itu karena si suami pergi ke Arab Saudi, dimana itulah negara asal virus MERS. Si istri bertanya apa mereka semua akan mati dan Dong Joo menjawab kalau tidak semua pasien MERS berakhir mati, selain itu Dong Joo juga belum ada diagnosa pasti, apa mereka bertiga benar-benar terjangkit atau tidak. Karena itu Dong Joo akan melakukan beberapa tes pada mereka untuk mengetahuinya.

Dong Joo lalu menyuruh Eun Tak untuk memberi mereka botol untuk tempat dahak keluarga itu, agar mereka bisa memeriksanya nanti. Selain itu mereka juga harus melakukan x-ray dada pada ketiga pasien.

Di luar, Seo Jung terus merasa khawatir pada Dong Joo, namun teleponnya tak ada yang mengangkat, karena ponsel Dong Joo, dia tinggal di meja resepsionis.

Selesai mengambil sampel dari pasien terjangkit MERS, Dong Joo benar-benar terlihat tak sehat dan suster Oh melihatnya khawatir.

Pacar Soo Jeong mulai merasa penasaran dengan apa yang terjadi di UGD dan tanpa ada yang tahu, Soo Jeong mulai merasa kesakitan.

Ibu dari anak yang kepalanya luka datang dan mencari anaknya, mendengar kalau anaknya ada di UGD, Manager Jang pun sedikit kebingungan. Di UGD, pacar Soo Jeong bertanya pada Dong Joo kenapa dia tak diperbolehkan pulang sekarang? Dong Joo pun tak bisa menutupi lagi tentang apa yang terjadi. Dia memberitahu pacar Soo Jeong kalau ada pasien diduga MERS di UGD mereka.

Anak yang kepalaya terluka dan kakaknya, ikut mendengar perkataan Dong Joo. Si ibu pun juga sudah diberitahu tentang apa yang terjadi oleh manager Jang.

Dong Joo meminta pacar Soo Jeong untuk kembali ke tempatnya dan mengikuti intruksi dari pihak medis. Namun si pacar tak mau, dia berpendapat kalau seharusnya Dong Joo menyuruh mereka semua pulang agar tak tertular virus itu, tapi Dong Joo malah mengurung mereka semua.

Dong Joo menjelaskan kalau pihak dari pusat kesehatan akan memeriksa mereka semua dan kemudian memulangkan mereka jika mereka didiagnosa baik-baik saja, jadi sampai saat itu tiba, mereka semua tidak diperbolehkan keluar dari UGD.

Soo Jeong benar-benar merasa kesakitan dan dia berusaha memanggil pacarnya, namun si pacar tak mendengar karena dia sibuk minta dikeluarkan dari UGD. Dong Joo dan EUn Tak pun berusaha menenangkan pacar Soo Jeong agar tidak menimbulkan keributan. Pacar Soo Jeong langsung berhenti memberontak saat dia mendengar Soo Jeong memanggilnya. Mereka semua pun menghampiri Soo Jeong dan Dong Joo langsung memeriksanya. Setelah memeriksa Soo Jeong, Dong Joo langsung melihat ke arah suster Oh.

Guru Kim mendapat telepon dari Dong Joo yang mengatakan kalau ada pasien usus buntu akut di UGD. Ternyata Soo Jeong yang menderita usus buntu akut. Mendengar itu, Guru Kim memberitahunya untuk melakukan pemeriksaan OP lab. Guru Kim kemudian bertanya apa Soo Jeong menunggu sampai baju pelindung datang? Dong Joo menjawab tidak tahu, mereka harus melihat lagi nanti. Guru Kim pun meminta Dong Joo untuk memberitahunya kalau kondisi pasien hampir kritis dan Dong Joo mengiyakan.

Setelah menutup telepon Dong Joo langsung meminta suster Oh untuk menyiapkan salah satu ampul tramadol melalui IV dan ketika Suster Oh pergi untuk mengambilnya, Dong Joo terlihat tambah tak sehat. Suster Oh dan EUn Tak pun langsung menghampirinya.

Guru Kim menemui dr SOng dan memintanya untuk mempersiapkan ruang operasi untuk pasien usus buntu akut. Tentu saja dr Song tak mau melakukannya, selain karena sudah waktunya pulang, juga karena dia tak mau membedah perut pasien MERS. Guru Kim memberitahu kalau virus itu tidak akan menular karena masa inkubasi belum berlalu, jadi kemungkinan dr Song tertular hanya 0 %. Karena itu Guru Kim tak mau tau dengan penolakan dr Song , dia tetap menyuruh dr Song melakukan operasi.

Keluar dari ruangan dr Song, Manager Jang menghampiri Guru Kim dan memberitahukan kalau terjadi sesuatu pada Dong Joo. Di ruang UGD, Dong Joo terus memaksakan diri untuk bekerja dan akhirnya dia jatuh pingsan. Saat akan pingsan, dia sempat melihat Guru Kim melihatnya dari pintu. Melihat Dong Joo pingsan, Guru Kim langsung memegang gagang pintu, dia hendak masuk ke dalam UGD, namun Manager Jang mencegahnya.

Suster Oh menelpon dan mengatakan kalau Dong Joo pingsan, selain itu denyut nadinya lemah dan dia juga demam. Suster Oh bertanya apa yang harus mereka lakukan, mereka butuh instruksi dari Guru Kim. Guru Kim pun menyuruh mereka untuk memindahkan Dong Joo ke tempat tidur dan periksa tanda vitalnya, setelah itu Guru Kim akan menelpon lagi. Setelah menutup telepon, suster Oh langsung mengajak yang lain untu melakukan instruksi dari Guru Kim.

Dr Song muncul dan berkata kalau salah satu dari mereka pasti akan berakhir mati gara-gara Guru Kim. Namun Guru Kim tak perduli oleh bualan dr Song, dia kemudian meminta Tuan Goo untuk membawakan masker N95 dan baju pelindung, karena Guru Kim ingin masuk ke UGD. Mendengar keputusan Guru Kim, In Bum langsung memberitahu Seo Jung. Tentu saja mendengar Dong Joo kritis dan tak ada dokter yang merawatnya sekarang membuat Seo Jung semakin khawatir padanya.

Dong Joo sudah berada di tempat tidur dan suster Oh berusaha membangunkannya, namun Dong Joo masih susah untuk membuka mata, selain itu tanda vitalnya juga tak bagus.

Direktur Yeo menolak keputusan Guru Kim untuk masuk ke UGD, namun Guru Kim tetap pada keputusannya. Guru Kim lalu bertanya tentang pusat kesehatan dan Manager Jang menjawab kalau mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Guru Kim pun berpesan pada dr Song untuk langsung melakukan operasi setelah baju pelindungnya datang dan dr Song pun tak bisa menolak perintah itu, walau dia sangat ingin menolaknya. Manager Jang meminta Guru Kim untuk memikirkannya lagi, karena Guru Kim akan mengoperasi Ketua Shin.

“Kau tahu apa yang mereka katakan soal ini? Untuk pasien, ini bukan urutan kedatangan. Ini soal urutan darurat. Pasien darurat di sini bukan Ketua Shin. Tapi pasien di UGD. Aku akan masuk ke sana,” ucap Guru Kim dan dia langsung berjalan menuju pintu masuk UGD. Namun dia dihadang oleh Seo Jung yang langsung berkata kalau dia saja yang masuk UGD. Melihat Seo Jung kembali turun, Guru Kim pun menjawab kalau Seo Jung harus kembali merawat Ketua Shin.

Tapi ternyata tugas untuk merawat Ketua Shin sudah diberikan pada In Bum. Hmmm…. ternyata itulah strategi In Bum untuk menggantikan posisi Seo Jung. Dia tahu kalau Seo Jung pasti akan merasa khwatir pada Dong Joo, jadi diapun sengaja menggunakan hal tersebut untuk menggantikan posisinya.

“Siapa yang menyuruhmu? Apa kau seniorku?” tanya Guru Kim pada Seo Jung.

“Seorang ahli pengobatan darurat yang harus ada di ruang gawat darurat. Bukan ahli bedah. Aku tahu kau ahli bedah dengan tiga sertifikasi, tapi dokter yang harus ada di sana… adalah aku,” jawab Seo Jung dengan yakin.

“Bila pasien… dipastikan terkena MERS, kau akan dikeluarkan dari operasi CS. Kau yakin sudah memikirkan itu?”

“Ya, sudah. Aku akan… masuk. Tolong…,” jawab Seo Jung dengan yakin. Hmmm…. Seo Jung mengambil keputusan itu demi Dong Joo.

bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis romantic doctor ep 13
  • Sinopsis Drama romantic doctor
  • sinopis romantic doctor
  • sinopsis doctor teacher kim episode 13
  • sinopsis drama korea romantic-doctor-teacher-kim episode 13
  • sinopsis pingsan
  • sinopsis doctor teacher kim dong joo pingsan
  • sinopsis drama korea episode pingsan
  • sinopsis drama korea teacher kim episode 13
  • sinopsis romantic doctor dong joo pingsan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *