Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 1, bercerita tentang Seo Jung yang berusaha keras untuk belajar lagi agar bisa menjadi asisten Guru Kim saat mengoperasi Ketua Shin. Seo Jung bahkan meminta bantuan Dong Joo untuk mengajarinya menjahit dan Guru Kim melihat usaha keras yang Seo Jung lakukan, karena itu saat mengambil keputusan, Guru Kim pun memilih Seo Jung sebagai asistennya. Tentu saja hal tersebut membuat In Bum kecewa, karena sebelumnya dia meminta pada Guru Kim untuk membiarkan dirinya yang menjadi asistennya.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 13 – 1

Sumber gambar dan konten dari SBS

In Bum menemui Guru Kim dan memintanya untuk menjadikan dirinya sebagai asisten di operasi untuk Ketua Shin. In Bum melakukan semua itu karena itu permintaan ayahnya dan setelah In Bum menjadi asisten operasi, dia harus menceritakan semuanya secara detail pada sang ayah. Tanpa In Bum sadari, Dong Joo mendengar permintaannya pada Guru Kim. Dong Joo bisa menebak kalau In Bum berbohong saat mengatakan operasi-operasi sulit yang pernah dia lakukan. Namun Guru Kim percaya saja In Bum sudah punya banyak pengalaman operasi sulit, secara ayah In Bum memang berkuasa.

“Jika kau asisten pertama, itu akan menggeser posisi Dr. Yoon. Kau paham itu?” tanya Guru Kim dan In Bum bertanya apa ada cara lain agar dia bisa berpartisipasi dalam operasi? mendengar itu, Guru Kim hanya diam. Disisi lain, Seo Jung terus belajar.

Ketika merapikan tempat tidur pasien, Seo Jung mendengar Suster Oh menanyakan kapan Guru Kim akan mengoperasi Ketua Shin dan Guru Kim berkata kalau dia sedang mempersiapkan semuanya. Suster Oh kemudian membahas tentang tim operasinya dan Guru Kim menjawab tidak tahu, karena dokter bedah kardiotoraks sedang dalam kondisi tidak baik. Guru Kim mengatakan semua itu sambil melihat ke arah Seo Jung dan tepat disaat itu Seo Jung sedang membelakanginya, jadi Seo Jung tak tahu Guru KIm melihat kearahnya.

“Kau bilang itu bukan operasi yang sulit… karena kau hanya perlu mengganti baterai,” ucap suster Oh dan Guru Kim berkata kalau sepertinya ada yang salah dengan jantung buatannya.

“Baru-baru ini,  ada banyak laporan yang dibuat… pada cacat jantung buatan Ketua Shin,” ucap Guru Kim.

“Apa kau sudah atur jadwal operasinya?” tanya suster Oh.

“Aku harus mengambil banyak variabel. Mungkin 10 hari dari sekarang,” ungkap Guru Kim dan setelah mendengar itu, Seo Jung langsung pergi ke ruangan dokter. Ternyata Suster Oh dan Guru Kim sengaja membahas hal itu di dekat Seo Jung, agar Seo Jung mendengar dan kemudian mempersiapkan dirinya.

Di ruang dokter, Seo Jung langsung mengambil beberapa buku dan memotokopinya.

== 9 hari lagi==

Seo Jung membaca hasil fotokopiannya sambil meremas-remas bola lentur dengan tangan kanannya. Dia meremas-remas bola itu agar tangannya menjadi lentur saat menjahit.

== 8 hari lagi ==

Seo Jung masih sibuk dengan pelajarannya dan bahkan dia tak sempat untuk memakan nasi, dia hanya memakan ramyun. Keesokanharinya, dia langsung berlatih menjahit dengan alat-alat yang dia beli secara online. Namun ternyata tangannya masih belum relaks untuk menjahit.

== 6 hari lagi ==

Seo Jung masih melatih tangannya dengan meremas-remas bola lentur. Dia kemudian bertanya pada Dong Joo tentang menjahit continue secara melingkar untuk inversi atau penutupan. Dong Joo menjelaskan kalau dia biasa menggunakan metode jahit itu untuk menangani operasi usus buntu akut. Dia juga mengatakan kalau metode jahitannya sendiri tidak terlalu sulit, tapi mereka harus berhati-hati karena serosa sangat tipis. Tebal serosa sekitar 2 sampai 3mm dan mereka harus menjahitnya.

Seo Jung lalu menanyakan tentang pembuluh darah dan diapun sekalian meminta Dong Joo untuk mengajarinya menjahit. Tentu saja Dong Joo menyanggupinya. Saat berlatih menjahit, Seo Jung kembali merasakan tangannya sedikit kaku dan dia mengaku kalau tangannya selalu terasa seperti itu ketika dia terlalu fokus atau stres.

Dong Joo mengajari Seo Jung menjahir dengan sangat teliti dan sabar. Seo Jung pun merasa senang ketika dia berhasil. Tanpa mereka sadari, Guru Kim melihat apa yang sedang mereka lakukan.

Keesokanharinya, semua staff RS Doldam dipanggil ke ruang dokter, karena Guru Kim akan mengumumkan tim operasi untuk Ketua Shin. Penasaran, dr Song pun menguping pengumuman tersebut. Karena penasaran dengan asisten pertama dalam operasinya nanti, Dong Joo pun langsung menanyakannya dan Guru Kim menjawab kalau asistennya adalah Yoon Seo Jung.

Semua orang senang dengan keputusan itu, kecuali In Bum.

Hari dimana Ketua Shin akan dirawat inap akhirnya datang juga. Manager Jang bersama staff-nya langsung mempersiapkan ruang VIP untuknya. Mereka mengganti semua isi kamar dengan barang-barang yang bagus. Tak hanya menyiapkan kamar VIP, manager Jang juga menyuruh beberapa ahjumma untuk membersihkan lobi dan kemudian memasang pohon natal dengan ukuran besar. Suster Oh berkomentar kalau manager Jang tak seharusnya melakukan itu semua karena itu terlalu berlebihan. Melihat pohon natal, suster Oh tersenyum dan bergumam, “Apa natal sudah tiba?”

Dengan bangganya Seo Jung memberitahu bagian UGD kalau dia sekarang menjadi asisten untuk operasi Ketua Shin dan tak lagi menjadi dokter UGD. Mereka semua pun memberi Seo Jung selamat dan minta traktiran. In Soo mendengar kabar itu juga, namun dia terlihat tak begitu senang.

Dong Joo sedang tidur di ruangan dokter dan tepat disaat itu dia mendapat telepon dari Guru Kim yang memintanya datang ke ruangannya. Walaupun merasa lelah dan mengantuk, Dong Joo tetap pergi untuk menemui Guru Kim.

Ketua Shin sudah sampai di kamar rawatnya dan dia disambut oleh manager Jang, dr Song dan In Bum. Namun Ketua Shin tak perduli pada mereka, dia terus menanyakan dokter yang akan merawatnya.

Tepat disaat itu Seo Jung masuk dan langsung memperkenalkan dirinya sebagai dokter yang akan merawat Ketua Shin. Mendapat dokter wanita, Ketua Shin merasa tak senang, diapun minta dipanggilkan Guru Kim dan manager Jang langsung keluar untuk memanggil Guru Kim. Di tolak oleh Ketua Shin, tentu saja membuat Seo Jung merasa tak nyaman, sedangkan dr Song dan In Bum sepertinya merasa senang akan hal itu.

Guru Kim meminta Dong Joo untuk meluangkan waktunya malam ini, karena Guru Kim ingin melakukan konferensi video dengan beberapa dokter di Cleveland mengenai jantung buatan, karena itu banyak materi yang diperlukan. Dong Joo pun menyanggupi permintaan Guru Kim. Tepat disaat itu manager Jang masuk dan meminta Guru Kim untuk segera menemui Ketua Shin.

Saat Guru Kim hendak menemui Ketua Shin, dia berpapasan dengan dr Song dan In Bum yang baru keluar dari ruangan Ketua Shin. Guru Kim pun bertanya apa yang mereka lakukan di ruangan Ketua Shin dan dr Song pun menjawab kalau dia hanya menyapa Ketua Shin sekaligus memperkenalkan diri.

“Aku khawatir Dr. Yoon tidak menangani operasi dengan baik. Mungkin kau harus menggantinya,” ucap dr Song dan Guru Kim langsung melihat ke arah In Bum.

Seo Jung sendiri masih berada di ruangan ketua Shin, walau disuruh pergi, Seo Jung masih tetap berada disana untuk melakukan tugasnya. Dia menjelaskan tentang tes yang harus Ketua Shin jalani. Ketua Shin harus melakukan tes darah dan x-ray scan hari ini.


loading...

“Kau tidak dengar ucapanku?” tanya Ketua Shin kesal karena dia sudah menyuruh Seo Jung keluar sejak tadi.

“Kau harus mulai berpuasa malam ini… dan kami akan lakukan CT scan besok pagi,” lanjut Seo Jung memberikan penjelasan.

“Aku bilang, aku hanya akan berbicara pada Guru Kim.  Bawa dia kemari,” pinta Ketua Shin dan Seo Jung menjawab kalau guru Kim sedang sibuk mempersiapkan banyak hal untuk operasi Ketua Shin, jadi untuk urusan tes yang sederhana dipercayakan pada Seo Jung.

Ketua Shin mengaku kalau dia tak nyaman dengan dokter wanita, namun Seo Jung tak perduli akan hal itu. Dia akan tetap meneruskan perawatan selama keluhan Ketua Shin tidak berkaitan dengan perawatan. Tepat disaat itu, Ketua Shin batuk-batuk dan Seo Jung bertanya sejak kapan Ketua Shin batuk-batuk, namun Ketua Shin menjawab kalau itu batuk biasa, karena faktor dia sudah tua saja. Seo Jung mengerti, namun dia tetap melakukan pemeriksaan, dia meminta suster yang datang bersamanya untuk memeriksa susu Ketua Shin dan mengambil sampel darahnya.

Keluar ruangan, Seo Jung terkejut ketika melihat dr Song, In Bum, Guru Kim dan manager Jang berdiri di luar ruangan. Ternyata mereka semua mendengar percakapan Seo Jung dan Ketua Shin. Dengan nada tak senang, dr Song bertanya kenapa Seo Jung berkata seperti itu? Kenapa dia mengabaikan keinginan Ketua Shin? karena menurut dr Song, Ketua Shin adalah pasien yang tidak boleh diabaikan keinginannya.

“Lalu, aku harus bagaimana? Haruskah aku menuntut pasien atas diskriminasi seksual?” tanya Seo Jung dan dr Song terlihat tambah kesal. Guru Kim kemudian bertanya apa Seo Jung bisa melakukan tes pada Ketua Shin tanpa menyebabkan masalah? Seo Jung menjawab kalau dia akan menyelesaikan tes dalam waktu 2 jam, agar Ketua Shin bisa istirahat.

“Apa ada hal lain yang perlu kuurus?” tanya Guru Kim dan Seo Jung menjawab tidak ada. Guru Kim pun mempersilahkan Seo Jung pergi untuk melakukan tugasnya.

“Apa kau akan membiarkan dia begitu? Kau tidak lihat betapa kasar dirinya pada Ketua Shin?” tanya dr Song pada Guru Kim.

“Dengar. Saat dokter terintimidasi oleh pasien, perawatan medis masuk ke ‘saluran pembuangan’. Dia melakukannya sesuai aturan,” jawab Guru Kim dan berjalan pergi. Manager Jang memanggilnya dan bertanya apa dia tak mau menemui Ketua Shin, karena Ketua Shin mencarinya. Guru Kim menjawab kalau sekarang dia sibuk, jadi dia akan menemui Ketua Shin nanti.

Dong Joo mengerjakan tugas dari Guru Kim sampai ketiduran dan dia terbangun karena ponselnya berdering. Itu panggilan dari UGD yang memberitahunya kalau ada anak usia 7 tahun dengan luka robek sepanjang 10 cm. Setelah berusaha membuka matanya lebar-lebar, Dong Joo pun menjawab kalau dia akan segera datang.

Suster yang diminta untuk melakukan tes pada Ketua Shin mengaku pada Seo Jung kalau Ketua Shin menolak untuk dites. Dia terus menanyakan Guru Kim. Ketua Shin bahkan tak mengizinkan si suster untuk mengambil darahnya, tapi si suster berhasil mengukur suhu tubuhnya, dimana suhu tubuh Ketua Shin sampai 38.8 derajat celsius.

Karena si suster tak berhasil memeriksa Ketua Shin, jadi Seo Jung sendiri yang turun tangan untuk memeriksanya. Seo Jung masuk ruangan Ketua Shin dan melihat Ketua Shin batuk lagi, dia pun bertanya kapan batuk Ketua Shin mulai parah? Ketua Shin tak mau menjawan, jadi Nona Jo yang menjawab, dia memberitahu Seo Jung kalau Ketua Shin jadi lebih sering batuk sejak minggu lalu dan batuk Ketua Shin ada dahaknya.

“Sudah kau periksa warnanya?” tanya Seo Jung lagi pada Nona Jo, tak senang dengan obrolan mereka, Ketua Shin sengaja memperbesar volume TV-nya. Melihat itu, Seo Jung langsung merebut remot TV dan mematikannya. Tentu saja hal itu membuat Ketua Shin protes, dia bertanya apa yang Seo Jung lakukan.

“Aku sedang menangani pasien. Anda bisa terus melihat sampai aku selesai melakukan tes-nya,” jawab Seo Jung dan Ketua Shin kembali mengatakan kalau dia tak mau dirawat oleh Seo Jung. Dia ingin dipanggilkan Guru Kim, karena dia sudah banyak mengeluarkan uang untuknya. Seo Jung tak perduli, dia tetap memeriksa Ketua Shin, walau Ketua Shin menolaknya.

“Kau mungkin terkena pneumonia, Ketua Shin,” ucap Seo Jung.

“Apa?”

“Bila itu masalahnya, kau harus segera minum antibiotik. Bila tidak, kami takkan bisa menyuntikkan anestesi umum. Itu berarti tidak ada operasi untukmu. Bukan itu saja,  Guru Kim akan marah denganku. Dia akan memanggilku si bodoh yang  tidak bisa mendiagnosa pneumonia… dan dokter yang tidak cocok berada di sini,” jelas Seo Jung dan Ketua Shin tak bisa menjawabnya.

“Kau tidak pernah mendengar.. Guru Kim mengomel, kan? Hal terburuk di dunia ini adalah dimarahi Guru Kim. Begitulah ceritanya, mohon kerja samanya.  Aku mohon padamu,” ucap Seo Jung dan Ketua Shin pun tak melawan lagi ketika Seo Jung memeriksanya. Nona Jo tersenyum melihat Ketua Shin yang akhirnya melunak pada Seo Jung.

Di UGD, Dong Joo sedang berusaha mengobati seorang anak laki-laki yang terluka kepalanya, namun si anak menolak diobati. Kakak dari anak itu mengatakan pada Dong Joo kalau adiknya jatuh dari perosotan dan kepalanya luka, sedangkan untuk kedua orang tua mereka akan datang nanti malam karena sekarang mereka sedang bekerja. Karena anak itu masih belum mau diperiksa, Suster Oh  muncul dengan membawa permen untuk anak tersebut. Setelah dibujuk dengan permen, si anak pun mau diobati. Dong Joo pun mengobati si anak dengan sangat lembut dan perhatian. Dia kemudian meminta suster Oh untuk melakukan ST Scan pada si anak nanti dan suster Oh mengiyakan.

Saat memeriksa data pasien, Dong Joo terlihat pusing dan saat ditanya oleh suster Oh apa dia sakit, Dong Joo hanya menjawab kalau dia hanya merasa lelah. Dia tetap akan berjaga di UGD, walau suster Oh menawarkan untuk digantikan oleh dokter lain. Melihat kondisi Dong Joo, Eun Tak berkata kalau Dong Joo akhir-akhir ini memang memaksakan dirinya untuk terus bekerja. In Soo juga ada di UGD dan dia terlihat sangat gelisah, dia terus saja melihat ke arah jam tangannya.

Tepat disaat itu muncul pasien darurat dan Dong Joo langsung menanganinya. Pasien itu tiba-tiba pingsan setelah menelan pil. Tak lama kemudian muncul sebuah keluarga yang anaknya mengalami demam tinggi. Saat anaknya diperiksa oleh Eun Tak dan seorang suster, sang ibu terus batuk-batuk dan suster Oh melihatnya.

Seo Jung melapor pada Guru Kim kalau Ketua Shin terkena pneumonia dan Guru Kim pun menyuruh Seo Jung untuk memberi Ketua Shin suntikan triaxone. Seo Jung mengiyakan dan saat dia hendak pergi, Guru Kim memberikan data tentang jantung buatan. Melihat kalau data itu berbeda dengan tipe jantung buatan milik Ketua Shin, Seo Jung pun bertanya apa Guru Kim berniat untuk mengganti jantung buatan milik Ketua Shin. Guru Kim tak menjawab, dia hanya ingin Seo Jung memeriksa data itu secara rinci. Setelah itu mereka akan bicara tentang rinciannya pada pertemuan konferensi.

Saat sendirian, Guru Kim lanjut nonton video operasinya. Melihat video itu, dia bergumam kalau semua itu akan jadi sulit.

Seo Jung masuk ruang dokter dan melihat In Soo sudah bersiap-siap pergi padahal belum jam 6 sore. In Soo buru-buru pergi karena istri dan mertuanya datang. Seo Jung meminta In Soo tetap pulang tepat waktu karena dia tak bisa menggantikan posisinya, sebab dia harus mengurus Ketua Shin yang menunjukkan tanda-tanda pneumonia. Namun In Soo tetap harus pergi karena dia tak sanggup menghadapi ibu mertuanya yang cerewet. Lagipula In Soo juga sudah memberikan tugas UGD pada Dong Joo.

In Bum yang kebetulan ada di tempat itu, jadi mendengar kalau Ketua Shin terkena pneumonia, tapi ketika Seo Jung meminta bantuannya untuk berjaga di UGD, In Bum tak mau melakukannya. Tepat disaat itu, Seo Jung mendapat telepon, jadi diapun langsung pergi lagi dan meninggalkan data yang Guru Kim berikan begitu saja di ruang dokter.

Setelah Seo Jung pergi, In Bum langsung melihat data yang Seo JUng tinggalkan. Merasa harus melaporkan apa yang dia tahu pada sang ayah, In Bum pun langsung menelpon ayahnya dan mengatakan kalau Guru Kim berencana mengganti jantung buatan milik Ketua Shin. In BUm juga memberitahu sang ayah kalau sepertinya operasi Ketua Shin akan mengalami sedikit kesulitan karena Ketua Shin menunjukkan tanda-tanda pneumonia, jadi dia yakin kalau operasinya pasti akan ditunda untuk beberapa hari karena peradangan. Direktur Do mengerti dan dia meminta agar In Bum terus mengabari semua perkembangan untuk operasi Ketua Shin.

Pasien bernama Soo Jeong masih tak sadarkan diri dan pria yang membawanya terus memanggil-manggilnya. Dong Joo kemudian bertanya pada pria itu, obat apa yang Soo Jeong minum sehingga membuat dia langsung pingsan. Pria itu pun langsung memberikan obatnya, karena kebetulan dia membawanya. Setelah melihat obat yang pria itu berikan, Dong Joo langsung menanyakan hubungan mereka berdua dan pria itu menjawab kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih dan sebenarnya mereka berdua sedang bertengkar. Mendengar itu, Dong Joo seperti mengerti duduk persoalannya, dia langsung menyuruh si pacar untuk pergi sebentar karena dia akan memeriksa Soo Jeong.

Setelah tirai di tutup dan Dong Joo hanya bersama Soo Jeong, Dong Joo langsung menyuruh Soo Jeong membuka matanya. Ternyata Soo Jeong tak benar-benar pingsan, dia hanya pura-pura karena dia marah pada si pacar. Namun Soo Jeong mengaku kalau perutnya benar-benar terasa sakit. Tanpa memeriksa lebih detail, Dong Joo berkata kalau dia akan memberikan cairan yang akan meredakan rasa sakit dan setelah itu Soo Jeong bisa pulang.

Setelah mengurus Soo Jeong yang berpura-pura pingsan, Eun Tak kemudian memberitahu Dong Joo kalau ada pasien demam tinggi dan sepertinya semua keluarganya juga terlihat tidak sehat. Bersama suster Oh, Dong Joo kemudian mendatangi keluarga itu untuk memeriksanya.

Melihat kedua orang tua pasien tidak begitu sehat, mereka batuk-batuk, Dong Joo pun bertanya berapa lama semua keluarga batuk-batuk seperti itu. Si Ayah menjawab kalau dia mulai merasa dingin dan batuk sekitar 3 atau 4 hari yang lalu, dia pikir sakitnya akan segera sembuh, tapi ternyata dia malah menularkan penyakitnya pada istri dan anaknya. Setelah mendengar penjelasan itu, Dong Joo kemudian memeriksa denyut jantung si anak dan Dong Joo pun meraasa kalau paru-paru si anak terdengar tak bagus, jadi mereka harus melakukan x-ray paru-parunya.

Si suami sedikit terkejut karena ternyata anaknya bukan terkena demam biasa. Dong Joo kemudian memeriksa si suami, karena sepertinya batuk sisuami terlihat parah. Setelah memeriksa denyut jantungnya, Dong Joo lalu bertanya apa mereka sekeluarga baru-baru ini pergi ke luar negeri? si suami menjawab kalau hanya dia yang pergi dinas ke luar negeri sekitar 2 bulan dan dia pergi ke Arab Saudi. Mendengar itu, Dong Joo sedikit terkejut. Ingin memastikan kecurigaannya, Dong Joo bertanya kapan si suami pulang dari Arab dan si suami menjawab sekitar 4 hari yang lalu, waktu yang sama saat si suami merasa dirinya demam.

Dengan wajah panik dan cemas, Dong Joo melihat ke arah Suster Oh dan suster Oh juga memperlihatkan ekspresi yang sama.

“Tidak mungkin,” ucap suster Oh.

Dong Joo pun melihat kesekelilingnya, dia melihat isi UGD yang saat itu sedang dipenuhi banyak pasien dan selain itu, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Dong Joo pun kemudian mengajak suster Oh bicara. Apa yang terjadi sebenarnya? jangan kemana-mana tunggu kelanjutan ceritanya di part berikutnya.

bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis romantic doctor teacher kim episode 13
  • sinopsis romantic doctor episode 13
  • sinopsis romantic doctor teacher kim ep 13
  • sinopsis romantic doctor eps 13
  • sinopsis romantic doctors teacher kim episode 13 part 1
  • sinopsis romantic doctor teacher kim episode 13-1
  • sinopsis romantic doctor kim episode 13
  • sinopsis romantic doctor teacher kim eps 13
  • sinopsis doctor romantic episode 13
  • sinopsis romantic doctor kim eps 13
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *