Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 2

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 2, bercerita tentang Seo Jung yang merasa senang karena dibela oleh Guru Kim saat menghadapi ibu dari pria mabuk yang menyebabkan kecelakaan. Disisi lain, Dong Joo berhasil mengoperasi Joo Hyuk, tentara yang melarikan diri. Namun masalah kembali muncul karena pihak militer tak mau Joo Hyuk hidup dan mereka bahkan sudah menyiapkan formulir kematian bagi Joo Hyuk, yang lebih parahnya lagi, Dong Joo yang ditulis dalam formulir itu sebagai dokter yang menyatakan kematian Joo Hyuk karena penyakit.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 2

sumber gambar dan konten dari SBS

Pria berjas itu menghampiri Guru Kim dan mengatakan pada Guru Kim kalau dia akan dikenakan tuduhan obsrtruksi keadilan, jika mengoperasi Joo Hyuk. Tak kalah, Guru Kim pun mengingatkan pria itu tentang peraturan mengenai gangguan medis. Mendengarnya  pria berjas itupun tak bisa berkata apa-apa lagi dan kesempatan itu digunakan oleh Guru Kim untuk menyuruh Dong Joo dan yang lain membawa Joo Hyuk ke ruang operasi. Setelah Joo Hyuk dibawa pergi, Guru Kim berkata pada pria itu untuk tidak khawatir, karena kondisi Joo Hyuk sekarang, akan membuatnya tak bisa kabur dari rumah sakit.

Seo Jung kemudian menghampiri Young Gyun dan bertanya apa dia punya kontak orang tua Joo Hyuk. Young Gyun mengiyakan dan Seo Jung pun langsung memintanya untuk memberitahu mereka agar mereka cepat datang ke rumah sakit.

Operasi dimulai dan Eun Tak ditugaskan oleh Guru Kim untuk merekam jalannya operasi. Di luar kedua pria berpakaian hitam itu terus menelpon seseorang dan menjelasakan situasi yang terjadi di rumah sakit.

“Ini tentara yang kabur… sedang dioperasi di rumah sakit umum. Tidak heran kalau mereka sibuk.  Setiap kali beberapa kekerasan internal yang terjadi di militer, setidaknya salah satu personil tertinggi akhirnya dipecat,” jelas Manager Jang pada Seo Jung.

Tepat disaat itu, dr Song muncul dan mengajaknya bicara. Ketika Seo Jung masuk ruangan dr Song, ternyata disana sudah ada ibu dari pria mabuk dan pengacaranya. Didepan si ibu pasien dan pengacaranya, dr Song menceramahi Seo Jung, karena Seo Jung sudah mengancam pasien dengan berkata kalau mereka harusnya merasa bersalah. Dengan menggunakan kekuasaannya, dr Song menyuruh Seo Jung untuk meminta maaf pada si ibu pasien. Tentu saja Seo Jung tak mau melakukannya dan hal itu membuat dr Song emosi.

“Mereka bisa… keluar dari sini dengan beberapa patch nyeri sekarang, karena mereka akan baik-baik saja. Mobil mereka mahal dan ada 6 kantong udara. Lukanya tidak terlalu parah. Mereka duduk di sini karena mereka tidak ingin ditahan,” ucap Seo Jung.

“Hey, Nona. Sudah selesai?” tanya si ibu dengan nada kesal.

“Aku bukan Nona. Aku Dr. Yoon Seo Jung,” jawab Seo Jung dan dr Song kembali menyuruhnya untuk minta maaf. Untuk kedua kalinya, Seo Jung kembali menolak dan itu membuat dr Song bertanya apa Seo Jung mau membantah perintah dari kepala bedah umum.

“Tolong berikan perintah yang bisa aku lakukan. Kalau sudah selesai, aku akan pergi,” jawab Seo Jung dan keluar.

Dr Song berteriak memanggilnya dan ketika berada di luar berdua, dr Song memberitahu Seo Jung kalau wanita tadi adalah istri anggota DPRD, Han Gi Jun yang berteman dekat dengan gubernur. Namun Seo Jung tak perduli, dia lebih baik dituntut daripada harus meminta maaf.

Kesal atas perlakukan ibunya, Seo Jung kemudian membawa pria mabuk itu ke ruang ICU dengan kursi roda. Disana, Seo Jung menyuruh pria itu untuk melihat semua korban kecelakaan yang sudah pria itu timbulkan.

“Kau bilang akan ganti rugi dengan uang? Kau pikir nyawa mereka bisa diganti dengan uang? Lihat mereka! Kau baru sadar perbuatanmu setelah kau melihat ini,” teriak Seo Jung dan pria itu terdiam, dia terlihat takut.

“Uang adalah bakatmu. Ibumu yang kaya adalah pendukungmu. Itu bagus. Bagus, tapi… setidaknya, apa kau tidak belajar… apa itu hati nurani?” tanya Seo Jung dan tepat disaat itu ibu pria itu datang. Melihat anaknya menangis, si ibu langsung emosi dan menampar Seo Jung.

“Kenapa kau tidak tahu malu? Kau tidak tahu apa yang kau lakukan? Kau tidak menyesal dan tidak tahu malu. Sejak kapan dunia…membiarkan orang sepertimu berkuasa?” ucap Seo Jung.

“Beraninya kau…”

“Lupakan. Aku akan ajukan gugatan atas penyerangan tadi. Tidak akan ada…penyelesaian atau kompromi apapun,” ucap Seo Jung dan berjalan pergi. Suster Ji yang menyaksikan hal tersebut, langsung ikut pergi, sepertinya dia akan melaporkannya pada dr Song.

Di ruang operasi, semua orang yang mengoperasi bisa dengan cepat menebak kalau Joo Hyuk pasti mengalami pembully-an di tempat militernya. Karena kondisi vital pasien menurun, Dong Joo pun mempercepat operasinya. Dong Joo dan In Bum terlihat cocok saat mengoperasi bersama.

Manager Jang menghampiri Guru Kim yang sedari tadi berada di depan ruang operasi. Dia memberitahu Guru Kim kalau mereka harus segera ke ruang direktur Yeo, karena Seo Jung membuat masalah lagi.

Mereka semua berkumpul di ruang direktur Yeo dan masalahpun langsung selesai ketika Guru Kim turun tangan, sampai-sampai si ibu tidak bisa berkata-kata lagi. Cara apa yang Guru Kim gunakan? Ternyata dia meminta si ibu untuk meminta maaf duluan karena dia sudah menampar Seo Jung dan kalau si ibu tidak mau dan tetap mau menuntut, Guru Kim akan menyebarkan ke media tentang apa yang anak ibu itu lakukan, dimana dia sudah menyetir mobil dalam keadaan mabuk dan mengakibatkan kecelakaan beruntun.

loading...

Keluar ruang direktur Yeo, Seo Jung terus tersenyum karena dia merasa senang Guru Kim berada dipihaknya untuk yang pertama kalinya. “Ini berarti aku telah diakui sebagai muridmu, kan? Apa aku benar?” tanya Seo Jung dan Guru Kim menjawab kalau dia tak mengurus murid. Mendengar itu, Seo Jung teringat ucapan In Soo, dimana Guru Kim sudah membunuh muridnya sendiri.

“Aku akan tetap jadi muridmu meskipun kau tidak anggap itu,” ucap Seo Jung dan mengejar Guru Kim. Mendengar kata-kata Seo Jung, Guru Kim pun jadi teringat pada Hyun Joo yang mengatakan kalau dia bermimpi jadi seperti Guru Kim.

“Tetap berimbang dengan pasienmu dari sekarang. Bahkan jika ia melakukan hal yang salah, dia hanya seorang pasien untukmu. Kau dengar aku?” ucap Guru Kim dengan nada lembut.

“Iya. Aku akan ingat itu, Guru Kim,: jawab Seo Jung dan tersenyum. Saat mereka hendak melanjutkan langkah mereka, mereka melihat si pria mabuk berdiri di depan ruang ICU. Dia kemudian membuka pelindung lehernya lalu masuk ke dalam ruang ICU. Pada semua korban dan keluarga korban kecelakaan yang sudah dia timbulkan, dia meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Dia bahkan membungkukkan badannya sampai 45 derajat. Seo Jung dan Guru Kim senang melihatnya.

Tepat disaat itu, Eun Tak menelpon bagian ICU dan minta disiapkan tempat tidur, karena akan ada satu pasien yang ditempatkan disana. Namun perawat bagian ICU mengatakan kalau di ruang ICU sudah tak ada lagi tempat tidur yang bisa ditempati. Suster Oh pun menyarankan agar mereka meletakkan pasien di ruang hybrid untuk sementara waktu dan dr Nam bersedia menjaganya disana, sampai ada tempat tidur kosong di ICU.

Pasien sudah dipindahkan dan dr Nam melihat kondisi pasien tidak terlihat baik. Dia kemudian meminta Eun Tak melakukan tes lagi pada darahnya dan ternyata memang kondisi pasien sudah sangat parah. Dong Joo semakin pusing karena wali pasien juga tak kunjung datang. Young Gyun sendiri hanya  berdiri di luar ruang hybrid dan melihat temannya dari sana.

Dong Joo kemudian memberitahu pria berpakaian hitam tentang kondisi Joo Hyuk, dimana dia masih berada dalam kondisi kritis. Saat Dong Joo menjelaskan kalau penyebab Joo Hyuk seperti itu karena dipukuli, Young Gyun mendengarnya. Namun sepertinya, kedua pria itu menutup-nutupi tentang apa yang terjadi pada Joo Hyuk, bahkan pria itu terkesan sangat mengharapkan kematian Joo Hyuk. Dari lantai atas, Guru Kim juga melihat Dong Joo berbicara dengan kedua pria itu.

Direktur Do sedang bermain golf saat mendapat telepon dari seseorang yang memintanya untuk melakukan sesuatu. Setelah menutup telepon dari orang itu, Direktur Do langsung menghubungi dr Song dan minta dicari tahu siapa dokter yang sudah mengoperasi tentara yang kabur itu. Selain itu, dia juga meminta dr Song untuk mencari tahu kondisi tentara itu, apa dia bisa bertahan malam ini atau tidak.

Dr Song langsung berlari keluar setelah menutup telepon dari direktur Do. Melihat itu, manager Jang pun merasa curiga. Dr Song pergi ke UGD, dia akhirnya tahu dimana Joo Hyuk dan siapa yang mengoperasinya. Tepat disaat itu, Joo Hyuk mengalami serangan jantung dan Dong Joo langsung masuk untuk melihat kondisinya. Dia kemudian menggantikan posisi Seo Jung untuk melakukan CPR pada pasien.

Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, dr Song langsung menelpon direktur Do dan direktur Do langsung pergi menuju RS Doldam. Disisi lain, pria berjas hitam mendapat telepon dari seseorang dan dia bertanya pada orang itu, apa surat kematiannya harus diisi dengan penyebab kematian karena penyakit.

Ketika pria itu selesai menelpon, ternyata di belakangnya sudah ada Guru Kim yang kemudia bertanya apa ada yang meninggal, karena dia tadi mendengar pria itu mengatakan tentang surat kematian. Pria itu tak mau mengatakan apa-apa, tepat disaat itu teman si pria muncul dan membisikkan sesuatu pada pria itu. Setelah mendapat bisikan, mereka pun pergi meninggalkan Guru Kim. Tentu saja melihat hal itu, Guru Kim jadi tambah penasaran dengan mereka berdua.

Dong Joo berhasil mengembalikan denyut jantung Joo Hyuk, namun kondisi vitalnya belum membaik, masih di BP 70/60 dan 100 bpm. Dong Joo mengecek mata Joo Hyuk dan matanya tak memberikan refleks pada cahaya. Dr Nam menambahkan kalau pada tingkat ini, otak Joo Hyuk akan mengalami kelumpuhan. Di luar Young Gyun terlihat sedih dan Guru Kim pun menghampirinya. Tau kalau Guru Kim adalah dokter hebat, Young Gyun pun meminta dia yang memeriksa Joo Hyuk.

“Jangan khawatir. Dokter sedang mengobati. Dia masih muda, tapi dia berpengalaman,” ucap Guru Kim pada Young Gyun dan tepat disaat itu dr Song muncul dan memanggil Dong Joo. Karena Dong Joo harus pergi, Seo Jung pun menggantikan posisinya untuk terus mengawasi Joo Hyuk. Melihat Dong Joo di panggil, Guru Kim pun merasa ada sesuatu.

Guru Kim kemudian bertanya pada Young Gyun, kenapa Joo Hyuk bisa kabur dari tempat militer dan bagaimana bisa dia terluka parah seperti itu? mendapat pertanyaan itu, Young Gyun terdiam.

Dong Joo dibawa ke ruangan dr Song, dimana sudah ada direktur Do dan dua pria dari militer disana. Direktur Do kemudian memberikan amplop yang berisi formulir kematian pada Dong Joo dan itu adalah formulir kematian untuk Park Joo Hyuk. Dalam formulir itu, dituliskan kalau Joo Hyuk mati karena penyakit dan yang mengeluarkan surat kematian itu adalah Kang Dong Joo.

Guru Kim hendak masuk ruangannya, tapi karena dia penasaran dengan apa yang terjadi di ruangan dr Song, Guru Kim pun masuk ke sana. Tepat disaat itu, Dong Joo sedang menggenggam surat kematian Joo Hyuk dan meremasnya.

Melihat hal itu, Guru Kim pun teringat pada ucapan Ketua Shin kalau direktur Do akan merebut semua yang Guru Kim anggap penting. Dia akan merebutnya satu per satu.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan? Katakanlah… Aku akan membantumu menjaga RS Doldam dengan uangku. Tapi… Aku tak bisa mengubah pikiran seseorang dengan uang. Apa rencanamu? Apa rencanamu untuk melindungi orang-orangmu?” tanya Ketua Shin pada Guru Kim.

Bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis romantic doctor episode 11
  • sinopsis dr romantic eps 11
  • sinopsis romantic doctor teacher kim episode 10

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *