Home » Han Suk Kyu » Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 1

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 1, bercerita tentang Dong Joo yang mendapat penawaran bagus dari Direktur Do, namun dia juga memberi Dong Joo persyaratan. Syaratnya adalah Dong Joo harus membantu Direktur Do untuk menggagalkan Guru Kim mengoperasi Ketua Shin. Belum ada kata “ya” dari Dong Joo, namun berita itu sudah menyebar ke semua pegawai RS Doldam, termasuk Guru Kim. Namun Guru Kim tak mau mencegah Dong Joo, dia memberi kebebasan pada Dong Joo untuk tetap tinggal di RS Doldam atau tidak.

Sinopsis Romantic Doctor, Teacher Kim Episode 11 – 1

sumber gambar dan konten dari SBS

Seo Jung menemukan kartu mahasiswa milik Jang Hyun Joo di bawah meja dan tepat disaat itu Guru Kim masuk. Dia terlihat marah dengan apa yang Seo Jung lakukan. Guru Kim pun langsung merebut kartu mahasiswa tersebut ketika Seo Jung hendak menjelaskan kenapa dia bisa berada di ruangan Guru Kim. Dia tak mau mendengar penjelasan dari Seo Jung.

Disisi lain, Direktur Do bertanya pada Dong Joo, tentang pendapat dia mengenai Guru Kim? Apa menurut Dong Joo, Guru Kim adalah orang yang baik?

Balik lagi ke Guru Kim yang menyuruh Seo Jung keluar, tapi Seo Jung masih terdiam di tempatnya.

Dong Joo bertanya kenapa Direktur Do bertanya seperti itu padanya dan Direktur Do menjawab kalau dia butuh jawaban Dong Joo terlebih dahulu sebelum menempatkan dia dipihaknya. “Bagaimana menurutmu? Apa kau ingin bergabung denganku?” tanya Direktur Do.

Guru Kim kembali menyuruh Seo Jung keluar dan setelah Seo Jung keluar ruangan, Guru Kim langsung menutup pintu ruangannya dengan kasar.

Dong Joo tersenyum tak percaya, karena sebelumnya direktur Do mengabaikannya dan sekarang Direktur Do meminta dia  berada di pihaknya. Direktur Do menjawab kalau sebelumnya  dia hanya ingin menguji kelayakan Dong Joo saja.

Mendengar itu, Dong Joo kembali teringat pada kata-kata Guru Kim dimana dia berkata kalau disaat Dong Joo sudah sampai seusianya, dia pasti akan bisa melihat mana orang yang tulus dan mana yang tidak.

“Jadi… Apa kau berpikir bahwa….aku orang yang tulus?” tanya Dong Joo.

“Kau akan menerima kenaikan gaji 15 persen… dan dana penelitian dari 100,000 dolar setiap tahun. Aku pikir itu awal yang baik,” jawab Direktur Do.

“Ini adalah tawaran yang sangat bagus. Bahkan, aku sampai merasa  tidak nyaman tentang hal itu,” ucap Dong Joo dan direktur Do berjanji kalau Dong Joo mau berada di pihaknya, maka dia akan memberikan apapun yang Dong Joo minta, dengan syarat Dong Joo harus menggagalkan Guru Kim untuk mengoperasi Ketua Shin.

Seo Jung menceritakan apa yang baru saja dia alami, dimana Guru Kim marah padanya karena Seo Jung sudah masuk ke dalam ruangannya. Suster Oh pun bertanya kenapa Seo Jung masuk ke ruangan Guru Kim dan Seo Jung menjawab kalaun tadi dia melihat manager Jang sedang mengobrak abrik tempat sampah, jadi karena dia penasaran diapun ikut masuk.

“Aku hanya senang bahwa  tugasku sudah berakhir, tapi aku kembali masuk daftar hitamnya lagi.  Apa yang harus kulakukan?” tanya Seo Jung pada suster Oh dan suster Oh menjawab kalau Seo Jung tak punya pilihan lain, selain menghadapi kenyataan kalau dia kembali masuk daftar hitam Guru Kim.

Seo Jung kemudian berkata kalau Guru Kim sepertinya marah karena Seo Jung memegang kartu mahasiswa milik Jang Hyun Joo. Seo Jung lalu bertanya apa suster Oh tahu tentang mahasiswa kedokteran bernama  Hyun Joo dan Suster Oh menjawab tak tahu, karena dia tak tahu apa pun yang terjadi di RS Geodae. Selain itu, pertama kali dia bertemu dengan Guru Kim pada  musim dingin 2002 saat Piala Dunia digelar. Tapi sepertinya suster Oh menutupi sesuatu, terlihat dari raut wajahnya.

Seo Jung kemudian teringat pada seseorang yang sepertinya mengenal orang yang bernama Jang Hyun Joo. Siapa orang itu? dia adalah Jung In Soo dan ternyata In Soo tahu dengan mahasiswa yang bernama Hyun Joo, namun dia meninggal antara tahun ke-2 dan ke-3. Dia meninggal selama operasi abses hati.

Di ruangannya, Guru Kim melihat kembali kartu mahasiswa Hyun Joo.

Flashback!

Seorang gadis remaja mengenakan pakaian pasien memanggil Guru Kim dan bertanya apa dia tahu dengan dr Boo Yong Joo?

Tak lama kemudian kita melihat Guru Kim mengamuk di ruang operasi karena dr Song sudah gagal mengoperasi Hyun Joo.

Flashback End!

Direktur Do berjanji akan menjadikan Dong Joo seperti Guru Kim, dimana tingkat keberhasilannya mencapai 97 % di semua operasi. Kenapa direktur Do bisa berjanji seperti itu? karena dia mengklaim kalau berkat dirinyalah Boo Yong Joo bisa melegenda. Tentu saja Dong Joo tak percaya, karean presentasi hidup dan mati pasien dalam operasi adalah karena keahlian si dokter sendiri. Direktur Do menjelaskan kalau dia memiliki titik pemasaran selaras dengan perkembangan zaman dan untuk panggilan “tangan ajaib”, dialah yang memberi julukannya. Jadi yang perlu Dong Joo lakukan sekarang adalah membuat keputusan, sedangkan sisanya direktur Do sendiri yang akan mengurusnya.

Seo Jung bertanya-tanya siapa yang melakukan operasi abses hati pada Hyun Joo dan mereka tak percaya kalau Guru Kim yang melakukannya. Namun In Soo kemudian ingat kalau dr Song pernah berkata kalau Guru Kim keluar RS Geodae karena membunuh pasien dan orang yang dia bunuh itu adalah muridnya sendiri. Pernyataan dr Song diperkuat dengan fakta bahwa Guru Kim keluar rumah sakit bertepatan dengan tahun kematian Jang Hyun Joo. In Soo dan Seo Jung sama-sama terkejut mengetahui semuanya.

Tepat disaat itu Guru Kim muncul dan bertanya dimana pasien dengan efusi? Dengan menahan rasa gugup Seo Jung memberitahu kalau pasien itu ada di ruang hybrid. Guru Kim pun merasa kalau Seo Jung terlihat takut padanya seteleh mendengar cerita Hyun Joo.

== Chapter 11= Entropi Psikologis ==

Dong Joo pulang dan ketika Manager Jang hendak menyapanya, Dong Joo tak melihat dan berlalu begitu saja. Dong Joo berpapasan dengan dr Song dan Manager Jang memilih untuk menguping pembacaraan mereka. dr Song bertanya apa Dong Joo baru bertemu dengan direktur Do dan Dong Joo pun mengiyakan. Karena dr Song penasaran dengan apa yang direktur Do katakan, jadi Dong Joo pun memberitahu dr Song, kalau direktur Do memberikan penawaran bagus untuknya.

“Tawaran bagus? Apa itu?” tanya dr Song.

“Kenaikan gaji 15 persen.. dan dana penelitian dari  100,000 dolar setiap tahun,” jawab Dong Joo yang kemudian mengaku kalau dia sedang memikirkan penawaran tersebut. Mendengar itu, manager Jang terlihat khawatir, dia khawatir Dong Joo menerima tawaran itu dan meninggalkan RS Doldam. dr Song juga terlihat tak senang mendengarnya, dia terlihat iri mendengar penawaran yang didapatkan Dong Joo.

Seo Jung terus memperhatikan Guru Kim dan ketika Guru Kim selesai memeriksa pasien, dia langsung menghampirinya dan ingin menanyakan sesuatu. Namun sebelum Seo Jung mengatakan apa yang ingin dia tanyakan, Guru Kim langsung menyuruhnya nanti saja kalau hal tersebut tidak berhubungan dengan pasien.

Tepat disaat itu manager Jang muncul dan memberitahu kalau direktur Do memberikan penawaran bagus untuk Dong Joo, yaitu kenaikan gaji 15 persen dan dana penelitian dari 100.000 dollar setiap tahun.

“Dia mencoba mengeluarkan Dr. Yoon dengan gajinya yang dipotong dan sekarang ia mencoba menenangkan  Dr. Kang dengan kenaikan gaji. Seluruh skenario adalah  bagian dari rencananya… untuk menjatuhkan Rumah Sakit Doldam. Bukankah begitu?” tebak manager Jang dan Seo Jung tak mengerti kenapa direktur Do mau melakukan hal tersebut. Berbeda dengan Seo Jung, Guru Kim dan suster Oh bisa menebak apa tujuan direktur Do.

Dong Joo mencoba tidur, tapi dia tak bisa tidur karena In Bum menggunakan vacum cleaner dan membuat ruangan berisik. Dong Joo kesal dan In Bum sendiri tak tahu kalau Dong Joo sedang tidur. Tepat disaat itu Seo Jung masuk dan membahas tentang penawaran yang direktur Do berikan pada Dong Joo.

“Kenaikan gaji 15 persen… dan dana penelitian dari 100,000 dollar setiap tahun? Jadi, kau akan menerimanya?” tanya Seo Jung.

“Aku sedang memikirkan itu,” jawab Dong Joo.

“Maksudmu, kau sebenarnya ingin menerima itu?”

“Kalau kau jadi aku, kau tidak akan mempertimbangkan itu?”

“Tidak, aku tidak akan. Kenapa dia menawarkan banyak uang… untuk ahli bedah sepertimu? Itu artinya, dia menginginkan sesuatu darimu. Dan kau harus melakukan apa pun untuk memenuhi harapannya. Kau akan dimanfaatkan dan dimanipulasi olehnya. Akhirnya, itu akan menghancurkan hidup dan hati nuranimu,” ucap Seo Jung dan Dong Joo menyuruhnya untuk tidak terlalu mendramatisir, karena dia baru mendapat tawaran itu, belum menerimanya. Tapi Seo Jung sudah menghancurkan hidup dan hati Dong Joo.

“Tidak ada hal seperti makan siang gratis. Berdasarkan pengalamanku sendiri, seperti itulah hidup,” jelas Seo Jung dan Dong Joo memilih pergi.

In Bum yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka, kemudian bertanya kenapa Seo Jung begitu cemas pada Dong Joo, padahal semua itu adalah hak Dong Joo untuk menerimanya atau tidak. Seo Jung menjelaskan kalau hidup Dong Joo akan hancur jika melakukan semua itu demi uang.

“Apa kau begitu menyukainya?” tanya In Bum dan Seo Jung langsung membantahnya dengan bertanya kenapa In Bum bertanya seperti itu. “Bukannya kalian berkencan?” tanya In Bum lagi.

loading...

“Kencan? Siapa? Aku? Dengan dia? Astaga. Siapa yang bilang? Apa Dong Joo bilang begitu?” tanya Seo Jung dan In Bum menjawab kalau mereka berdua terlihat seperti itu.

“Aku rasa yang kau lihat itu salah. Tidak, tidak pernah. Ya ampun. Kenapa aku kencan dengan dia?” ucap Seo Jung dan tepat disaat itu dia mendapat telepon dari direktur Yeo.

Dong Joo sampai UGD dan tepat disaat itu, ada pasien nyeri perut dan teman yang membawanya meminta Guru Kim yang merawatnya. Namun Dong Joo tak mau memanggilnya, karena sekarang adalah waktu makan siang dan hanya dia dokter yang ada di UGD.

Saat Dong Joo memeriksa bagian perut pasien, terlihat bekas pukulan pada perut si pasien. Tak mau menduga-duga dan langsung memberi pengobatan, Dong Joo pun melakukan CT Scan terlebih dahulu. Melihat itu, teman pasien terlihat khawatir dan meminta Dong Joo untuk memberikan penghilang rasa sakit saja. Karena teman pasien begitu terlihat mencurigakan, Dong Joo pun memberitahu Suster Oh. Dia menduga kalau temannya itulah yang memukuli pasien jadi seperti itu.

Teman pasien bernama Young Gyun ( Chansung 2 PM ) dan ketika si teman sudah bisa menahan sakitnya, dia bertanya pada Young Gyun tentang apa yang akan mereka lakukan sekarang? Young Gyun pun meminta temannya untuk tidak khawatir, karena mereka akan pergi setelah temannya itu mendapatkan penghilang rasa sakit.

Direktur Yeo memanggil Seo Jung karena Seo Jung mendapat gugatan. Dia digugat karena mengambil sampel darah si pemabuk dalam kecelakaan beruntun, tanpa persetujuan tertulis dari yang bersangkutan.

Kesal, Seo Jung pun langsung menemui pria mabuk tersebut dan tepat disaat itu, ibu si pria datang. Ya, ibu pria itulah yang melakukan gugatan terhadap Seo Jung karena dia tak suka Seo Jung mengambil darah anaknya. Tanpa perduli ada Seo Jung diruangan itu, si ibu pun memberikan sup daging pada pria itu dan mereka tertawa-tawa saat menikamti sup-nya.

“Lihat kalian berdua. Orang-orang sudah meninggal. Seorang pria tewas di tempat dan lainnya tewas di ruang gawat darurat. Ada 8 orang luka serius dan luka ringan dan dua pekerja jalan bahkan kehilangan kaki mereka!” ucap Seo Jung kesal.

“Lalu apa?” tanya si ibu yang tak tahu malu.

“Bagaimana bisa kau makan di situasi seperti ini? Bagaimana bisa kau bermain game?”

“Kau luar biasa. Bukan kau yang membayar… sup ini. Memangnya kau siapa, mengatakan tentang anakku yang makan?” tanya si ibu yang tak terima dengan ucapan Seo Jung.

“Tingkat alkohol 0.18 persen. Itu seperti melakukan bunuh diri, mengemudi dalam kondisi itu,” jelas Seo Jung.

“Kami akan urus hukumnya. Kami akan buat kompensasi dengan orang-orang yang terkena dampak. Astaga. Beraninya seorang dokter sepertimu datang kepadaku… dan mencoba mengajariku? Kau itu hakim atau apa?”

“Apa kau tidak merasa… bersalah sebagai manusia?”

“Seorang pria muda seperti dia bisa minum dari waktu ke waktu dan ia mungkin ingin menyetir!”

“Kau tidak dengar, ada orang yang meninggal?” teriak Seo Jung dan si ibu langsung mengeluh kesal. Dia ingin memindahkan anaknya ke rumah sakit lain, namun si anak tak mau, karena ketika dia keluar rumah sakit, polisi akan mencarinya. Selain itu, pengacaralah yang berpesan padanya untuk tetap berada di rumah sakit itu. Walaupun begitu, si ibu tetap akan mengusakan agar anaknya pindah rumah sakit, dia langsung menelpon pengacara Hong.

Di UGD, Dong Joo berdiskusi dengan Guru Kim mengenai teman Young Gyun dan mereka berdua sama-sama sepakat kalau teman Young Gyun butuh operasi karena si pasien menderita perforasi usus yang disebabkan oleh trauma dan sepertinya karena hasil pukulan juga. Dong Joo kemudian berkata kalau dia yang akan melakukan operasinya dan Guru Kim setuju, dia juga akan memanggil In Bum untuk membantu Dong Joo.

Dong Joo kemudian bertanya apa Guru Kim tak mau menanyakan sesuatu mengenai tawaran direktur Do. Guru Kim pun berkata kalau itu hidup Dong Joo, jadi semua keputusan ada di tangan Dong Joo. Selain itu, RS Doldam tak bisa memberikan hal yang direktur Do tawarkan padanya, jadi Dong Joo boleh pergi jika dia mau pergi.

“Aku pikir, kau ingin aku menjadi seorang dokter yang dibutuhkan. Bukankah itu yang kau katakan? Bagaimana bisa kau… memintaku untuk mengikuti syarat dan ketentuan?” tanya Dong Joo.

“Maksudku, aku tak bisa menghentikan kalau kau justru inginnya mereka. Bahkan jika aku membujukmu untukn tinggal di sini dengan ini dan itu, kau akan… selalu bertanya-tanya kebohongan apa yang belum kau ambil,” jawab Guru Kim dan berjalan pergi.

Suster Oh mengikutinya dan saat hanya berdua, dia bertanya kenapa Guru Kim mengatakan hal seperti itu pada Dong Joo, padahal Guru Kim sendiri sebenarnya tidak mau Dong Joo pergi.

“Kau bisa bilang padanya, kalau dia dokter yang rumah sakit ini butuhkan. Mungkin itu yang ingin dia dengar,” ucap Suster Oh dan Guru Kim menjawab kalau Dong Joo lah yang harus membuat keputusannya sendiri, Guru Kim tak bisa menyuruhnya untuk melakukan sesuatu yang melawan keinginan Dong Joo sendiri.

“Katakanlah dia memutuskan untuk tetap berada di sini. Apa kau pikir dia akan bahagia? Kecuali ia menemukan alasan… baginya untuk tinggal di sini, dia tidak akan bahagia di sini tidak peduli apa pun,” jelas Guru Kim dan suster Oh kemudian mengatakan kalau Dong Joo sangat menghormati Guru Kim. Namun Guru Kim membantah, karena menurutnya Dong Joo tidak begitu, dia hanya ingin belajar cara operasi darinya. Mendengar alasan Guru Kim, suster Oh langsung berkomentar kalau Guru Kim benar-benar gila dan diapun kemudian keluar ruangan Guru Kim dengan kesal.

Seo Jung dan suster Oh bertemu dan mereka sama-sama mengeluhkan orang yang sudah membuat mereka kesal. Suster Oh membicarakan Guru Kim dan Seo Jung membicarakan ibu dari pria mabuk. Seo Jung ikut kaget dan tak percaya, ketika mendengar kalau Guru Kim mempersilahkan Dong Joo pergi kalau dia mau pergi. Begitu juga suster Oh, dia tak kalah kagetnya ketika mengetahui kalau Seo Jung kena gugat oleh penyerang DUI.

Tepat disaat itu, dua pria berpakaian hitam datang dan mencari tentara AWOL yang melarikan diri. Ternyata tentara yang melarikan diri itu adalah teman Young Gyun dan saat Young Gyun melihat kedua orang itu memasuki UGD, dia pun langsung membawa temannya. Eun Tak hendak memindahkan teman Young Gyun ke ruang operasi, namun dia sudah tak menemukan Young Gyun dan temannya disana. Mendengar Eun Tak meributkan tentang pasien yang kabur, pria berjas hitam itupun langsung menghampirinya dan memastikan apa pasien itu adalah tentara yang sedang dia cari. Setelah diperlihatkan fotonya, Eun Tak pun membenarkan kalau pasien itu adalah tentara yang ada difoto. Setelah mendapat konfirmasi dari Eun Tak, kedua pria itupun langsung pergi mengejar Young Gyun dan temannya.

Melihat pria itu langsung bergegas pergi, Eun Tak pun bertanya pada suster Oh tentang apa yang sebenarnya terjadi dan suster Oh menjawab kalau pasien itu adalah tentara yang kabur. Tentu saja Eun Tak kaget mendengarnya.

Berita tentang tentara yang kabur sudah sampai di telinga Dong Joo dan Dong Joo berkata kalau hal itu tidak baik bagi si tentara karena dia bisa mati jika tidak dioperasi.

Tentara yang kabur itu bernama Joo Hyuk dan dia terjatuh saat Young Gyun membawanya keluar rumah sakit. Joo Hyuk sudah tak kuat lagi berjalan, dia kesakitan. Dr Nam kebetulan lewat dan melihatnya, dia berkata kalau mereka harus membawa Joo Hyuk kembali ke rumah sakit, kalau tidak Joo Hyuk bisa mati.

 

Eun Tak menemui Dong Joo dan memberitahu kalau dr Nam membawa Joo Hyuk ke ER. Mendengar itu, Dong Joo langsung pergi kesana dan In Bum mengikutinya bersama yang lain. Melihat semua orang berlarian, dua pria yang mencari Joo Hyuk pun langsung merasa penasaran.

Sampai di UGD, Joo Hyuk langsung mendapat perawatan dan Dong Joo memarahi Young Gyun yang membawa Joo Hyuk dalam kondisi kritis. Karena Eun Tak sudah mendapat tanda tangan Joo Hyuk untuk operasi, Dong Joo pun meminta yang lain untuk membantunya membawa Joo Hyuk ke ruang operasi, namun dua pria berjas hitam itu mencegahnya. Pria itu hendak membawa Joo Hyuk dan mengadilinya.

“Kau tak bisa lakukan itu. Dia pasien sepsis. Dia bisa kehilangan nyawa,” ucap Dong Joo.

“Aku akan hubungi RS Militer untuk memindahkan dia dari sini,” jawab pria itu.

“Kau tidak lihat kondisinya? Dia tidak bisa menunggu lagi,” jawab Dong Joo kesal dan tepat disaat itu Guru Kim masuk, dia menyuruh Dong Joo segera membawa Joo Hyuk ke ruang operasi. Apakah Guru Kim berhasil mengirim Joo Hyuk ke ruang operasi? Tunggu jawabannya di part selanjutnya.

Bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis romantic doctor eps 11
  • sinopsis romantic doctor teacher kim eps 11
  • sinopsis romantic doctor 11
  • romantic doctor ep 11 maksud dari pembelot
  • romantic doctor ep 11 part 1
  • Sinopsis RDTK episode 11 part 1
  • Sinopsis teacher doctor ep 10
  • sinopsis teacher kim eps 11
  • sipnosis romantic doxtor kim ep 11 part 1
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *