Home » Chae Seo Jin » Sinopsis Positive Physique Episode 5

Sinopsis Positive Physique Episode 5

Sinopsis Positive Physique Episode 5 – Bercerita tentang Hye Jung dan Hwan Dong yang mulai dekat kembali. Serta Professor Ma yang mulai menerima Film yang akan di buat oleh Hwan Dong dan In Guk. Professor Ma juga yang sudah mengumpulkan para staf yang akan membantu mereka serta pemeran adik Hye Jung dalam film tersebut.

Sinopsis Positive Physique Episode 4

Sinopsis Positive Physique Episode 5

sumber gambar dan konten dari Naver TV Cast

Mereka pun mendekatkan bibir mereka, namun hanya tinggal beberapa cm lagi. Mereka sama-sama membuka matanya dan menjauhkan kepala mereka secara bersamaan. Meraka canggung, Hye Jung pun mengatakan kalau itu semua tidak benar, terkadang alkohol memang benar-benar tidak baik. Hye Jung pun berdiri dan ingin pulang, Hwan Dong ingin mengantarnya namun Hye Jung mengatakan kalau manajernya sudah menunggu di depan.

“Aku pikir kami sudah nyaman satu sama lain sekarang. Tapi, aku lupa kalau hubungan kami berakhir karena kami tidak nyaman satu sama lain. Baiklah, mari kita jaga rasa tidak nyaman ini. Dengan begitu, semuanya akan lebih nyaman. Untuk saat ini… atau, mungkin selamanya. Lebih baik fokus saja pada filmnya.” batin Hwan Dong.

Keesokannya Hwan Dong dan In Guk kembali menyekop tanah, di kampusnya.

Kini In Guk dan Hwan Dong sedang melihat sebuah hasil, mereka terlihat berharap pada hasil yang baru saja keluar itu.

Mereka kini kembali menggali tanah, In Guk mengatakan kalau ia akan mendapatkan otot-otot perut jika terus melakukan itu. Hwan Dong yang sedang lewat sambil mmbawa sesuatu, menunjukan otot-otot perutnya ada In Guk. Melihat itu In Guk tambah semangat untuk mendapatkan otot-otot perut.

Mereka memasukan hasil yang keluar tadi ke dalam amplop dan menuliskan alamat serta nama mereka. mereka juga melakukan ritual agar semuanya berjalan dengan lancar.

Hwan Dong dan In Guk memeriksa uang tabungan mereka, setelah melihatnya mereka pun merasa kalau itu sudah cukup untuk membeli nasi untu para staf. Sebelum pergi mereka sempat bermain batu, gunting, kertas. Dan yang menang adalah Hwan Dong.

Ternyata karena In Guk tadi kalah dalam permainan, ia harus mendoro grobak dimana Hwan Dong duduk di dalamnya. Hwan Dong terlihat bahagia di atas grobak itu.

Professor Ma kini sedang merapikan meja untuk mengadakan rapat. “Kami berada di situasi yang rentan, karena kami tidak memiliki dana yang cukup. Tapi, kami bisa memutuskan anggota staf kami dan aktornya. Aku sedikit tidak mengerti alasan keberadaannya di film ini tapi… Professor Ma. Kalau kami harus memberi nama perannya, Manajer Produksi?” prolog Hwan Dong.

“Asisten Sutradara, Kim Han Joo. Ini terlihat seperti kita sedang mencoba menekan biayanya dengan merekrut anggota keluarga. Tapi, dia masuk ke universitas ini dan merupakan adik kelas jurusan kami.” Prolog Hwan Dong.

“Penata Kamera, Noh Seung Boo. Dia adalah senior kami, alumni. Dia memiliki pengalaman mengambil gambar untuk iklan, tapi dia dengan baik hati setuju untuk bergabung dengan tim pembuatan film juniornya.” Lanjut Hwan Dong.

“Pemeran utama kita, Bang Hye Jung. Menurutku penjelasan tidak diperlukan, kan?” lanjut Hwan Dong.

“Produser Hwang In Guk. Bertanggung jawab atas keseluruhan produksi film. Dia tidak memiliki pengalaman dan bakat, tapi semangatnya tidak ada yang menandingin. Dan juga, Sutradara Film Kim Hwan Dong! Sangat tampan!” lanjut Hwan Dong.


loading...

Hwan Dong dan In Guk sampai di tempat rapat, Professor Ma pun langsung memulai rapatnya. Melihat tangan Seung Boo, Hwan Dong pun bertanya ada apa dengan tangannya itu. “Setelah minum-minum, kami berpura-pura jadi atlet tinju. Temanku mengurung tanganku dan aku memukulnya dua kali supaya dia tahu kalau tanganku hampir patah. Tapi, temanku sangat mabuk… Jadi tanganku patah.” Ucap Seung Boo. Mendengar itu membuat Hwan Dong menghela nafas karena ia bungung bagaimana Seung Boo bisa mengambil gambarnya nanti.

Dan saat melihat Han Joo tidur, Hwan Dong juga menanyakannya. Professor mencoba membangunkan Han Joo namun itu tidak berpengaruh apa-apa. In Guk pun mengatakan kalau Professor harus menggoncangnya lebih keras karena Han Joo menderita narcolepsy (penyakit tidur). Dan Han Joo pun bangun, ia langsung meminta maaf pada yang lain karena sudah tidur di sana dan mengatakan kalau ia hanya tidur 14 jam tadi malam.

“Aku menjadi sukarelawan setiap Rabu, jadi aku tidak bisa syuting pada hari itu.” ucap Hye Jung.

“Apa? Membully seseorang adalah kejahatan?! Kenapa kau harus melakukan pekerjaan sukarelawan?” tanya In Guk.

“Tidak, bukan karena aku melakukan kejahatan. Sebuah kontribusi untuk masyarakat! Dan, aku bukan pembully.” Jawab Hye Jung.

“Kau tidak pernah membully?” tanya Seung Boo.

“Aku sedang berlatih untuk sebuah adegan. Alkohol, rokok, itu semua hanya properti. Aku lulus dari School of Performing Arts.” Tegas Hye Jung kesal, dan Hye Jung juga mengatakan kalau pada hari minggu ia akan pergi ke gereja. “Tapi, ini bercerita tentang dua kakak beradik. Apa kita belum mendapatkan untuk peran adiknya?” tany Hye Jung.

“Kita sedang mencari aktris baru yang masih segar sekarang. Kami mengadakan audisi…” ucap Hwan Dong namun di putus oleh Professor Ma, Professor mengatakan kalau ia sudah mendapat pemeran adiknya. “Pemeran adiknya akan diperankan oleh Hwang Mi Young. Hwang Mi Young lulus dari sekolah kita. Akan lebih baik untuk melakukannya dengan senior kalian. Dan, rektor kita adalah fans beratnya.” Jelas professor Ma.

“Halo! Hai!” teriak seseorang dari luar dan ternyat itu adalah Hwang Mi Young pemeran adik dalam film yang dibuat oleh Hwan Dong. Melihat Mi Young membuat semua yang ada di sana terkejut karena Mi Young tidak terlihat cocok untuk menjadi adik Hye Jung, terlihat dari fisiknya.

Kini Hwan Dong sedang bersama dengan In Guk di tangga, mereka terlihat merenung melihat semua staf yang di kumpulkan oleh Professor Ma.

“Setidaknya sekolah akan menyediakan peralatannya untuk kita. Apalagi yang bisa kita lakukan? Lebih baik kita berkompromi saja.” Ucap In Guk.

“Ini bukan berkompromi.” Ucap Hwan Dong.

“Ini ancaman. Kalau begitu mari kita membuah sebuah kompromi yang mengancam. Kita harus membuat film.” Ajak In Guk.

“Pemeran utamanya sibuk dengan pekerjaan sukarelawan dan gereja… Penata kameranya tangannya patah. Asisten Sutradaranya memiliki narcolepsy. Pemeran adiknya… seharusnya dia jadi adik, tapi dia tidak terlihat seperti adik! In Guk, ini aneh.” Ucap Hwan Dong.

Kembali ke ruangan, Mi Young dan Hye Jung sedang membaca naskah mereka, agak lebih mudah dalam berakting. Namun Hye Jung terlihat tidak fokus saat sedang membaca naskah dengan Mi Young. “Apakah kita akan bisa  menyelesaikan film ini?” batin Hwan Dong sambil tersenyum melihat semuanya.

Malamnya, Hwan Dong melihat video dari ponselnya. Video itu semacam video motivasi agar, dan sepertinya Hwan Dong memang membutuhkannya untuk saat ini.

Keesokannya, Hwan Dong melakukan wawancara untuk pembuatan filmnya.

“Berkas-berkasmu dipersiapkan dengan sangat teliti. Aku bisa merasakan keputus asaanmu.” Ucap seseorang yang bertugas mengintro.

“Ya, aku merasa seperti itu adalah sentimen kebanyakan orang yang biasa dilakukan oleh anak seusiaku. Tapi, cerita ini tidak mencerminkan rasa putus asa itu.” jawab Hwan Dong.

“Saya akan bertanya pertanyaan sederhana. Kenapa kau menyukai film? Kenapa kau ingin membuat film?” mendengar itu Hwan Dong berfikir sebentar dan kemudian ia pu tersenyum.

Bersambung ke Sinopsis Positive Physique Episode 6

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis my little pr
  • sinopsis positive physique episode 5
  • sinopsis positive physique episode 6
  • sinopsis voice episode 5
  • interview d o bagaimana perasaan Positive Physique
  • positife p sinop ep5
  • SINOPSIS DRAMA POSITIVE PHYSIQUE EPS 6
  • sinopsis u prince the handsome cowboy
  • untuk selamanya episode5
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *