Home » Chae Soo Jin » Chae Seo Jin » Sinopsis Positive Physique Episode 3

Sinopsis Positive Physique Episode 3

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Positive Physique Episode 3 – berisi tentang Hwan Dong dan In Guk yang melakukan perkerjaan paruh waktu untuk menunjang dana pembuatan filmnya. Mereka melakukan itu karena Professor telah mengingkari janjinya untuk memberikan dana, selain dari perkerjaan paruh waktuya Hwan Dong juga mendapat bantuan dana dari sang ayah.

Sinopsis Positive Physique Episode 2

Sinopsis Positive Physique Episode 3

sumber gambar dan konten dari Naver TV Cast

Melihat Hwan Dong menyobek kontrak itu, membuat In Guk terkejut. “Jaminan itu tidak hanya untuk aktor, itu untuk seluruh staff. Bukan hanya itu, kami akan memberikanmu penawaran resmi. 5 ribu dolar. Aku tahu itu bahkan tidak sampai 10% dari bayaran biasamu dan aku tahu nilaimu dalam industri perfilman jauh melebihi itu, tapi sebagai representatif dari sebuah film, aku merasa  kalau kami harus membuat kompensasi yang sesuai untukmu. Dalam dunia profesional, itulah jaminan. Buat lagi kontrak yang baru. Sampai bertemu dalam meeting selanjutnya.” Ucap Hwan Dong dan Hye Jung pun menyetujuinya.

Hwan Dong duduk sambil menyatukan kembali kontrak yang tadi ia sobek-sobek. In Guk pun mengajak Hwan Dong untuk bekerja paruh waktu di minimarket, karena jika mereka menabung selama 6 bulan mereka akan bisa memenuhi biayanya.

Keesokannya, Hwan Dong dan In Guk memberitahu professor kalau Hye Jung bersediah main di filmnya, mendengar itu membuat Professor terkejut. Karena Hye Jung tidak pernah datang ke acara kampus namun ia menyetujui untuk bermain di film Hwan Dong. Hwan Dong pun menagih janji professor yang akan memberikan mereka dana untuk pembuatan film. Professor terdiam sebentar dan mengatakan kalau rektor tidak memberikannya. Mendengar itu tentu saja membuat Hwan Dong dan In Guk merasa kesal.

“Apa yang kukatakan adalah aku akan mengajukannya  pada rektor, aku tidak pernah menjanjikan apapun.” ucap Professor

“Tunggu, apa kau menggunakan masa laluku dengan Bang Hye Jung untuk membuatnya mau membuat film ini?” tanya Hwan Dong kesal.

“Benar, itu adalah rencananya. Di usiaku, semuanya adalah bagian dari rencana. Maksudku, apa kau pikir aku belajar lebih banyak darimu? Apa aku lebih kuat darimu? Semuanya juga seperti itu. Dan anak-anak, pikirkanlah. Jika film ini sukses, siapa yang akan mendapat keuntungan? Kalian. Apa film ini akan membantuku? Setiap orang mendanai film  kelulusan mereka sendiri. Jangan biarkan motivasi kalian melakukan sesuatu hanya semata-mata demi menghasilkan uang. Itu akan membuat segalanya tambah sulit.” Ucap Professor dan mereka pun terdiam sejenak, melihat itu professor bertanya apa Hwan Dong akan menyerah, “Tidak, kami akan melakukannya sesuai rencana.” Ucap Hwan Dong.

Hwan Dong dan In Guk pun keluar dari ruangan professor, In Guk pun menyuruh Hwan Dong untuk menguhubungi Hye Jung dan mengatakan kalau yang ia katakan kemarin hanya lah lelucun, namun Hwan Don tidak mau. Karena mau Hye Jung bermain di film mereka atau pun tidak, itu sama saja karena mereka tidak memiliki uang untuk membuat film.

loading...

Di rumah Hwan Dong memandang kedua orang tuanya yang sedang makan di meja makan, Hwan Dong pun memuji kedua orang tuanya itu. saat Hwan Dong memuji ibunya, ibunya langsung tersenyum dan mengatakan kalau mereka tidak memiliki uang. “Ayah, kau tahu tentang film “Twenty”? Dulu, sutradara film “Twenty” mencoba membuat film indie tapi tidak memiliki uang. Tapi ketika dia hampir menyerah, ayahnya meminjamkannya uang sebesar 20 ribu dolar. Sekarang, dia jadi sutradara  terkenal yang muncul di acara TV. Kepercayaan dan kepercayaan diri dari orangtuanyalah yang membuatnya seperti sekarang. Bagaimana menurutmu? Menyentuh kan?” ucap Hwan Dong.

“Masalahnya adalah… Aku tidak peduli apakah kau sutradara yang sukses atau sutradara yang gagal… aku lebih suka kau melakukan hal lain. Meskipun kau sukses dan memenangkan penghargaan.  dan berpidato tentang betapa berterima kasihnya kau pada orang tuamu,aku yakin aku tidak akan peduli. Dan aku tidak punya uang. Rumah yang kau tempati sekarang, bukan rumahku. Ini milik bank.” Ucap ayah Hwan Dong.

Mendengar itu Hwan Dong pun kesal ia pun berdiri tadi tempat duduk. “ Aku anakmu! Dan aku ingin membuat sesuatu untuk  diriku sendiri. Lagipula kau tidak punya putra lain. Tapi kau menyuruhku untuk jangan mencobanya? Bagaimana bisa kau mengatakan itu sebagai orangtua? Dan putrimu! Kau mengirimnya untuk les bahasa asing! Kenapa kau membeda-bedakan kami? Keluarga  lainnya memperlakukan putra mereka dengan baik tapi kau memberikan semuanya untuknya! Kenapa kau pilih kasih?Jangan pilih kasih seperti itu.” ucap Hwan Dong, namun orang tuanya tidak terlalu mengiraukannya, Ibu Hwan Dong pun menyuruh Hwan Dong untuk makan, namun Hwan Dong tidak mau dan lebih memilih masuk ke kamar.

Hwan Dong tidur terlentang di atas tempat tidurny, “Bahkan orangtuaku tidak akanmemberikanku kesempatan kedua…Sepertinya aku sudah sering melakukan hal-hal yang…. tidak berarti. Pada akhirnya, rasanya lega karena bisa mengatakan semuanya. Kapan aku akan dewasa?” ucap Hwan Dong dalam hati.

Tak lama ayah Hwan Dong masuk ke kamarnya, ia melemparkan kartu kredit sebagai bantuan dana untuk film Hwan Dong, ayah Hwan Dong mengatakan kalau ibu Hwan Dong tidak mengathuinya dan Hwan Dong harus mengembalikan kartu itu nanti. Setelah ayah Hwan Dong pergi, Hwan Dong pun mengambil kartu itu ”Bahkan dengan teriakan-teriakan itu… Kenapa aku merasa ingin menangis? Kenapa kau harus mengabaikan temanmu dan menyerah pada mimpimu hanya demi ayahmu? Karena meskipun kau menyerah terhadap semuanya,kau masih memiliki tempat untuk anakmu. Aku terharu. Tapi hal yang paling membuatku sedih… Aku tidak bisa mengembalikannya padanya.”ucap Hwan Dong dalam hati.

Keesokannya Hwan Dong dan In Guk pun mengecek isi kartu kredit itu, dan ternyata isinya hanya 5 ribu dolar. Mereka pun mensyukurinya karena setidaknya itu tidak akan terlalu susah untuk di kembalikan. Saat Hwan Dong dan In Guk naik ke atas, mereka melihat seorang wanita menempelkan brosur yang berisi tentang kerta part time, melihat itu Hwan Dong langsung mengambilnya.

Mereka langsung mendatangi tempat kerja itu, dan ternyata mereka akan di bayar 6 dolar / jam. Mendengar itu mereka pun menyetujuinya.

Ternyata mereka berkerja sebagai kuli, mereka kini sedang menggali lubang untuk pembuatan sesuatu. Dann ternyata Hye Jung baru saja tiba di kampus, Hye Jung melihat Hwan Dong dan In Guk yang sedang berkerja menggali lubang.

 bersambung
loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *