Home » Chae Soo Jin » Sinopsis Positive Physique Episode 2

Sinopsis Positive Physique Episode 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Positive Physique Episode 2 – bercerita tentang Hwan Dong yang ternyata pernah bertemu dengan Bang Hye Ji dan langsung berkencan di hari pertama mereka bertemu. Setelah 3 tahun berlalu, mereka bertemu kembali dan Hwan Dong menawarinya bermain film, namun Hwan Dong memberi tawaran dengan setengah hati. Dia sebenarnya berharap kalau Hye Jin menolak tawaran tersebut, tapi ternyata Hwa Ji menerima dan langsung teken kontrak. Merasa tak senang, Hwan Dong tiba-tiba menyobek surat kontrak tersebut di depan Hye Ji.

Sinopsis Positive Physique Episode 1

Sinopsis Positive Physique Episode 2

sumber gambar dan konten dari Naver TV Cast

Hwan Dong pun mengangkatnya, namun saat ia mengatakan halo panggilannya sudah terputus. Melihat itu membuat In Guk kesal ia pun mengeluarkan amaranya pada Hwan Dong.

“Wow, menurutku sepertinya kau harus hidup dengan penyesalan setiap saat. Itu cocok untukmu. Hidup penuh penysalan! Menyesal! Kim Menyesal! Benar?! Hei! Matilah karena menyesal dan menyesallah setelah mati! Matilah kau! Menyesal!” ucap In Guk lalu mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Hwan Dong.

Setelah In Guk pergi, dengan wajah datarnya Hwan Dong mengangkat ponselnya dan menelepon nomor Hye Jung.

[Flashback]

[3 tahun lalu]

Hye Jung masuk ke dalam ruang bioskop, dimana hanya ada 2 orang di dalam nya dan salah satunya Hwan Dong. Hye Jung pun duduk di bangku penonton, Hwan Dong menoleh ia terlihat agak terkejut saat melihat Hye Jung. Merasa di perhatikan Hye Jung pun menoleh ke arah Hwan Dong, melihat itu Hwan Dong langsung memalingkan wajahnya dan menunduk.

Film pun berakhir, seorang laki-laki yang berada di dalam ruangan itu keluar sambil mengatakan kalau itu adalah film yang bagus. Hwan Dong hanya memasang wajah datar, ia pun memesan 1 ice Americano. Hye Jung yang baru saja sampai, langsung menyambar dengan mengatakan kalau ia pesan dua, mendengar itu Hwan Dong langsung melihat ke arah Hye Jung. Hye Jung menjelaskan kalau akan mendapat diskon kalau memesan 2 ice Americano.

Hwan Dong terlihat kaku saat menjawab semua pertanyaan Hye Jung, Hye Jung pun bertanya apa begitu cara Hwan Dong memperlakukan seniornya. “Aku pikir kau tidak akan mengenaliku. Dan juga, jarang sekali wanita cantik mengenaliku. Ya… Aku tidak yakin apa kau bisa membaca karakter seseorang, tapi jika kau melihat mataku, aku bukanlah bajingan atau apapun yang seperti itu.” jelas Hwan Dong, tak lama pelayan memberitahu kalau pesanan mereka sudah siap.

Hwan Dong langsung membayarnya, “Aku akan membayar sisanya menggunakan uang koin, apa tidak apa-apa? Koin 500 won.” Tanya Hwan Dong pada penjaga kasir, mendengar itu membuat Hye Jung tertawa kecil.

Mereka pun berjalan bersampingan di daerah yang padat penduduk itu.

“Kau tidak ada kelas hari ini?” tanya Hye Jung, “Aku ada kelas. Hanya saja aku  tidak mau pergi.” Jawab Hwan Dong. “Jika nilai seorang profesor tidak cocok  denganku, aku tidak bisa pergi ke kelas.” Tambah Hwan Dong.

“Kau tidak akan jadi karyawan kantoran. Benar, kau dari jurusan film. Teruslah membuat film.” Ucap Hye Jung.

“Menurutku juga kau tidak cocok jika bekerja kantoran. Jadilah seorang aktris.” Ucap Hwan Dong.

“Aku? Kenapa?” tanya Hye Jung terkejut.

“Kau tidak seharusnya menilai seseorang berdasarkan penampilannya, tapi ini adalah pengecualian. Kau benar-benar cantik. Sepertinya kau akan menimbulkan keributan diantara para karyawan pria jika kau bekerja kantoran.” Jawab Hwan Dong.

“Oh ya, itulah alasan… kenapa aku ingin menjadi aktris.” Ucap Hye Jung sambil tersenyum.

“Bagaimana denganmu sekarang, bukan?” tanya Hwan Dong, Hye Jung pun memberitahu Hwan Dong kalau ia baru saja menerima panggilan kalau ia gagal audisi hari ini, dan itu merupakan yang ke 100 kalinya. Mendengar itu Hwan Dong berpendapat kalau itu keren. “Apa kau mengejekku? Aku gagal audisi 100 kali. Itu keren?” tanya Hye Jung merasa tersinggung.

“Keren karena kau sudah mencobanya 100 kali. Sepertinya kau percaya pada kemampuanmu dan bukan hanya penampilanmu?” jawab Hwan Dong.

loading...

“Aku memang seperti itu. Apakah saat aku berusia 7 tahun? Apa cita-cita yang diingkan anak kecil? Saat itu aku melihat aktris yang berada di TV sangat cantik. Aku cantik saat itu, jadi aku ingin menjadi aktris. Tapi, kau tahu…” ucap Hye Jung terputus, namun Hwan Dong dapat mengetahui kalau ada yang terjadi pada Hye Jung. “Aku tetap cantik bahkan saat aku SMP dan SMA. Aku terus bertambah cantik.” Lanjut Hye Jung, dan Hwan Dong tertawa canggung, ia melakukan itu karena ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. “Jadi, aku ingin menjadi seorang aktris. Tapi sekarang, aku benar-benar ingin berakting.” Ucap Hye Jung.

Mendengar itu Hwan Dong pun memberikan semangat pada Hye Jung. Mendapat semangat dari Hwan Dong membuat Hye Jung merasa aneh karena ia merasa sedang di hibur. Hye Jung berpendapat kalau film yang mereka tonton tadi sangt buruk, namun Hwan Dong menyangkalnya dengan mengatakan kalau film tadi lumayan.

Hye Jung meminta Hwan Dong untuk membuat film yang menyenangkan, Hwan Dong pun mengatakan kalau ia akan memberi peran kecil pada Hye Jung. Mendengar itu Hye Jung pun terseyum bahagia dan mereka melanjutkan berjalan bersama. Karena mereka bedua sama-sama melewatkan kelas, Hye Jung pun mengajak Hwan Dong untuk jalan-jalan (berkencan). Mendengar itu Hwan Dong tertawa kecil dan mengatakan kalau ia tidak suka melihat pria lain memandangya iri.

Mereka berdua pun duduk di sebuah kedai dan makan bersama, “Kami bicara banyak hal saat itu. Kami saling terbuka satu sama lain. Dia senang meminum bir. Aku suka soju. Dia menyukai The Beatles.  Aku menyukai Led Zeppelin. Dia suka Tarantino. Aku suka Woody Allen. Kami memiliki selera yang berbeda dalam segala hal, tapi selera humornya membuatku tertawa. Dia juga tertawa keras pada leluconku. Dan, kau tidak akan percaya ini, tapi kami berciuman pada hari itu.” cerita Hwan Dong.

[Flashback end]

Kini Hye Jung dan Hwan Dong sedang duduk di sebuah rungan, mereka duduk berhadapan dan hanya mereka berdua. Hye Jung bertanya karena mereka sudah tidak bertemu selama 3 tahun, mereka harus berbasa basi dulu atau langsung ke intinya. Dengan wajah santai Hwan Dong mengatakan kalau mereka langsung ke intinya saja.

“Aku senang membaca naskahnya, Sutradara.” Ucap Hye Jung.

“Ya, Hye Jung. Terima kasih karena sudah menyukainya.” Ucap Hwan Dong.

“Maksudku, kau tahu, itu tidak terlalu menyenangkan, tapi hanya… Aku tahu cara membaca huruf Korea, jadi itu tidak terlalu sulit.” Ucap Hye Jung.

“Oh, itu bagus. Itulah yang aku inginkan, jangan mencoba memikirkan dan menganalisisnya  jika kau tidak bisa melakukannya dengan benar. Hanya baca saja.” Ucap Hwan Dong.

“Kau yang akan memikirkannya untukku, lakukan saja apapun yang kuperintahkan, Seperti itu?” tanya Hye Jung.

“Jika kau tidak bisa melakukannya dengan benar, apa kau pikir kau bisa melakukan apapun yang kusuruh? Aku hanya ingin melakukan ini denganmu.” Jawab Hwan Dong.

“Aku bahkan belum menyetujuinya, jadi apa yang membuatmu berpikir seperti itu?” tanya Hye Jung.

“Akulah yang meminta bantuanmu tapi aku jugalah yang kurang berhati-hati.” Jawab Hwan Dong.

“Aku tidak akan melakukannya. Aku tidak merasa senang, bahkan sejak awal.” Ucap Hye Jung dan Hwan Dong pun menyetujuinya kalau Hye Jung tidak usah melakukannya. “Aku tahu itu. Kau mudah menyerah, Dan juga mengecewakan.” Ucap Hye Jung.

“Aku mengecewakan, aku putus asa.” Ucap Hwan Dong kesal.

“Hanya itu alasannya? Hanya karena kau berada di  situasi yang buruk, kau memutuskan untuk menghubungiku? Bukan karena aku cocok dengan  karakternya, bukan seperti itu, kau hanya putus asa. Kau harus membuat film dan kau butuh aktris terkenal. Tapi kau tidak punya siapapun lagi yang bisa kau hubungi selain Bang Hye Jung. Hanya itu alasannya?” tanya Hye Jung.

“Apalagi, kalau begitu?” ucap Hwan Dong kesal.

“Begitukah? Aku akan melakukannya.” Ucap Hye Jung dan itu membuat Hwan Dong terkejut mendengarnya. “Jika itu alasannya, aku akan melakukannya.” Tambah Hye Jung, namun Hwan Dong terlihat tidak menyukainya dan meminta Hye Jung untuk tidak melakukannya. “Aku akan melakukannya. Kapan lagi aku  mendapat tawaran akting karena alasan seperti itu? Tidak akan ada lagi sutradara bodoh sepertimu. Aku akan melakukannya.” Ucap Hye Jung.

Dari sisi pintu terlihat In Guk yang datang dengan wajah senang, ia memberikan lembar kontrak yang harus di tanda tangani oleh Hye Jung. Setelah Hye Jung menandatanganinya, Hye Jung berpamitan untuk pulang.

Namun Hwan Dong mengambil lembar kertas itu, “Bang Hye Jung!” panggil Hwan Dong, setelah Hye Jung menoleh Hwan Dong pun langsung merobekkan lembar  kontrak itu.

Bersambung ke Sinopsis Positive Physique Episode 3

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis something about 1%
  • sinopsis positive physique ep 2
  • sinopsis singkat drama be positive ep 2
  • film positive physique episode 2 saat d o pergi ke kedai makan
  • sinopsis positive physiqye ep 2
  • sinopsis positive pusique ep 2
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *