Home » Kim Ha Neul » Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 2, bercerita tentang terungkapnya apa rahasia yang Annie sembunyikan selama ini. Ternyata yang selama ini membesarkan Annie adalah ayah kandungnya, bukan Hye Won sebagai ibunya. Namun pada keluarga Do Woo, Hye Won selalu mengatakan kalau dialah orang yang membesarkan Annie dengan susah payah, membanting tulang. Bukan hanya itu, di episode 9 ini, Soo Ah akhirnya di beritahu kalau Mi Jin dan Jin SUk ada hubungan. Ingin tahu cerita lengkap dari episode 9 ini? YUk baca sinopsisnya..

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 2

sumber gambar dan konten dari KBS 2

Do Woo benar-benar datang lagi ke pondok pembuatan kramik dan dia bertemu dengan Tuan Mun. Tuan Mun kemudian bercerita kalau Annie datang ke tempat itu sendirian dengan naik bis. Dia datang untuk melihat karya Ny Ko yang sudah Tuan Mun beli dan mengetahui rahasia Nyonya Ko.

Flashback!
Saat melihat karya Nyonya Ko yang di beli Tuan Mun, Annie bertanya kenapa kain itu menjadi rahasia Nyonya Ko. Tuan Mun kemudian menjawab kalau kemungkinan Nyonya Ko diam-diam menyukai dirinya. Tentu saja Annie tak percaya hal itu dan Tuan Mun memang bercanda. Dia kemudian memberitahu Annie kalau kain itu adalah potongan pertama yang pernah Nyonya Ko buat.

Saat membuat kain itu, Nyonya Ko sampai tak mau belajar, dia terjaga sepenjang malam untuk menjahitnya. Karena Nyonya Ko adalah tipe orang yang suka bekerja dengan tanggannya dan Annie menyimpulkan kalau hal itulah yang membuat Nyonya Ko akhirnya mengenal simpul.

“Setelah dia membuat itu. Dia takut ibunya akan marah. Itulah sebabnya dia membawanya ke sini. Dia bilang itu rahasia… Dan aku tidak boleh memberitahu siapa pun. Dan sekarang, Itu bukan rahasia besar lagi,” ungkap Tuan Mun yang kemudian menunjukkan sebuah porselin putih berukuran lumayan besar. Tuan Mun memberitahu Annie kalau porselin itu dia sebut pot ajaib.

“Jika kau mengatakan rahasiamu di sana. Rahasiamu akan disimpan di dalamnya,” ucap Tuan Mun, namun Annie menjawab kalau dia tak ingin menyimpannya, karena yang diinginkan Annie adalah rahasianya di sampaikan sehingga tak akan menjadi rahasia lagi.

Annie kemudian berbicara di mulut porselin, “Aku ingin ibu, ayah, nenek dan kakek semuanya menjadi bahagia. Aku akan menjadi gadis yang baik. Tolong biarkan keluargaku bahagia. Tolong beritahu ibu, ayah, nenek dan kakek…,” ucap Annie dan menangis. Saat Annie mengatakan itu semua, Tuan Mun pergi.
Flashback End

Tuan Mun memberitahu Do Woo kalau Annie bertanya apa dia bisa memperbolehkan ayahnya bekerja di pondok itu. Yang Annie maksud adalah ayah kandungnya.

Flashback
Annie dan Tuan Mun keluar pondok dan sambil melihat pemandangan di luar, Annie berkata kalau ayahnya adalah pengrajin gerabah dan sekarang dia sedang tak bersama Annie karena masih dalam perjalanan. Sang ayah sering melakukan perjalanan, karena itu dia tak bisa menjaga Annie. Mendengar itu, Tuan Mun kemudian bertanya apa itu rahasia milik Annie dan Annie pun meminta Tuan Mun untuk tidak memberitahu Tuan Ko tentang ayah kandungnya.
Flashback End

Do Woo keluar pondok dengan langkah gontai dan teringat pada ucapan Hye Won yang mengatakan kalau penantian Annie pada ayah kandungnya hanyalah sebuah imajinasi.

Kita juga diperlihatkan pada Annie yang mengambil pemandangan tempat itu dengan menggunakan ponselnya sambil berkata kalau dia sangat berharap agar rahasia yang dia simpan suatu saat akan terungkap sehingga tak jadi rahasia lagi.

Soo Ah membuka koper dan mengambil seragam pramugarinya. Di dalam koper, dia juga menemukan foto Do Woo yang dia ambil dari kamar Annie. Di belakang foto tersebut terdapat tulisan, “Tolong lindungi ayahku.”

Do Woo berpamitan pada Tuan Mun dan penjaga pondok satunya. Sebelum pulang, Do Woo bertanya apa dia boleh tahu rahasia Annie, namun Tuan Mun tak bisa mengatakannya. Do Woo bertanya lagi, “Aku sangat penasaran. Jika dia ingin melindungi dan menjaga satu hal, Apa itu?”

“Keluarga. Dia mungkin berpikir kalau kedua keluarganya akan damai… Jika dia terus berbohong dengan baik,” jawab Tuan Mun.

“Kedua keluarganya akan damai jika dia berbohong? Dua keluarga? Itu mungkin dari sisi ayahnya dan kami,” ucap Do Woo dan Tuan Mun tak yakin akan hal itu.

Do Woo masuk mobil dan pria satunya menghampiri Do Woo. Dia memberitahu Do Woo kalau sepertinya Annie dan ayah kandungnya tinggal bersama-sama. “Dia bilang dia meninggalkan keluarganya untuk dia… Dan ingin melindungi keduanya,” ungkap pria itu dan Do Woo shock mendengarnya.

Baru beberapa meter Do Woo menjalankan mobilnya, dia kemudian berhenti. Tepat disaat itu, dia mendapat sms dari Soo Ah yang berisi foto Do Woo dan di belakang foto itu ada tulisan, “Tolong lindungi ayahku.” Do Woo semakin sesak melihatnya dan untuk menenangkan diri, Do Woo keluar mobil.

Sampai rumah, Do Woo menceritakan semua informasi yang dia dapat tentang Annie pada Min Suk. Mendengar itu, Min Suk menyimpulkan kalau selama ini Annie berhubungan dengan ayahnya secara rahasia dan sebelum datang ke rumah mereka, Annie tinggal bersama ayahnya. Sedangkan Hye Won tak pernah membesarkan Annie, dia sudah berbohong saat mengatakan telah melakukan semua itu.

Min Suk kemudian berpesan pada Do Woo untuk kuat dan jangan membela Hye Won kali ini. Min Suk pun mengungkapkan rasa penasarannya, tentang apa yang Hye Won lakukan untuk membungkam Annie.

Keluar rumah, pikiran Do Woo benar-benar kacau. Dia teringat ucapan Min Suk yang berkata kalau Hye Won berbohong dan juga teringat pada ucapan Hye Won yang mengatakan kalau dia sudah membesarkan Annie selama ini. Dia bahkan mengaku kalau dia sudah membesarkan Annie dengan susah payah.

Sambil terus berjalan, Do Woo juga teringat pada ucapan Annie yang berkata kalau hal yang paling menakutkan adalah tak bisa melindungi sesuatu yang berharga dan menurut Tuan Mun, hal yang ingin Annie lindungi adalah “Keluarga”. Bahkan Annie berbohong agar keluarganya bahagia. Yang membuat Do Woo penasaran sekarang adalah dua keluarga yang Tuan Mun katakan, apakah itu dirinya dan ayah kandung Annie atau bagaimana.

Do Woo sampai ke cafe Hyun Woo dan dari dalam Hyun Woo melihat kedatangan DO Woo. Namun Do Woo hanya berdiri di depan pintu, lalu pergi lagi. Melihat Do Woo yang seperti itu, Hyun Woo bisa tahu kalau Do Woo sedang sangat sedih dan merasa tersiksa.

Do Woo pulang dan mencoba membuka email Annie. Sampai pagi, dia masih tak bisa memasukkan kata sandi yang pas.

Rombongan Jin Suk sampai di Korea. Sebelum berpisah, Joo Hyun dan kawan-kawan membahas tentang pesta perpisahan Soo Ah yang akan di adakan malam ini. Mendengar Soo Ah mengundurkan diri beberapa hari yang lalu, Jin Suk langsung terdiam dan pergi. Sebelum ikut pergi, Mi Jin berkata kalau dia akan datang kalau Soo Ah datang.

Melihat tingkah Jin Suk dan Mi Jin, salah satu pramugara berkomentar kalau mereka berdua terlihat jelas punya hubungan. Namun Joo Hyun bergumam kalau bukan seperti itu yang seharusnya terjadi. LOL… dia berharap Jin Suk selingkuhnya bukan dengan Mi Jin, melainkan dengan dirinya.

Mi Jin menghampiri Jin Suk dan Jin Suk langsung bertanya apa Mi Jin tahu tentang pengunduran diri Soo Ah dan tentu saja Mi Jin menjawab tidak tahu karena dia memang tidak tahu. Mi Jin kemudian hendak nebeng kalau Jin Suk ingin pergi ke pesta itu namun Jin Suk dengan cepat menjawab kalau dia ingin menemui ibunya.

Sambil menghitung biaya pegeluaran, Soo Ah mengungkapkan rasa leganya, karena 3 pengganggu Hyo Eun tidak masuk sekolah dan Hyo Eun juga merasa damai hari ini, tapi dia tak tahu apa yang akan terjadi besok. Soo Ah pun menjawab kalau dia akan segera memindahkan sekolah Hyo Eun. Tepat disaat itu ponsel Soo Ah berdering dan Hyo Eun dengan panik langsung memberikannya. Siapa yang menelpon? Dia adalah Jin Suk.

Karena sudah tahu kalau akan ada keributan, Soo Ah pun menyuruh Hyo Eun masuk kamar, sebelum dia mengangkat telepon dari Jin Suk. Jin Suk benar-benar marah karena Soo Ah mengundurkan diri, dia bahkan tak perduli pada alasan Soo Ah mengundurkan diri, walau itu demi Hyo Eun yang mengalami masalah di sekolah. Karena ketidakpengertian Jin Suk, Soo Ah pun jadi tak perduli lagi pada pendapatnya. Dengan marah Soo Ah langsung memutus teleponnya.

Hye Won dan Ji Eun juga baru sampai bandara. Tepat disaat itu, Hye Won mendapat sms dari Hyun Jung yang memberitahunya kalau Nyonya Hong sudah tahu kebohongan Hye Won tentang gelang yang belum diselesaikan Nyonya Ko. Setelah membaca SMS itu, Hye Won langsung bertanya pada JI Eun, apa JI Eun bisa ikut ke rumahnya. Ji Eun menjawab kalau ibunya meminta membawa Hye Won ke galeri, jadi mereka akan pergi ke galeri sekarang.


loading...

Sampai di galeri, Hye Won memilih tenang untuk menutupi kegugupannya, namun Hyun Jung malah terus mondar mandir karena saking gugupnya. Mereka berdua sama-sama gugup menunggu bertemu dengan Nyonya Hong.

Ji Eun muncul dan memberitahu Hye Won kalau dia sudah berkata pada ibunya bahwa Hye Won melakukan tugas yang luar biasa di Sydney, jadi Hye Won sekarang hanya perlu berkata kalau dia menyesal karena sudah berbohong.

Hye Won menemui Nyonya Hong dan diam-diam, Ji Eun menguping pembicaraan mereka. Nyonya Hong berkata kalau Do Woo sudah minta maaf dan minta untuk menganggap Hye Won yang terlalu bersemangat. Hye Won pun hanya bisa meminta maaf atas apa yang dia lakukan. Nyonya Hong kemudian bertanya apa mereka berdua bisa bekerja secara profesional?

“Eun Hee sudah pergi, tapi kau masih memiliki ibu mertua. Dia tidak pernah memberitahuku untuk melakukannya, Tapi aku berencana untuk mengambil alih sebagai ibu mertuamu. Jika kau memberikan Do Woo waktu yang sulit, aku akan datang mengejarmu,” ucap Nyonya Hong. “Aku dengan kau mencurigai dia. Mari kita fokus pada pekerjaan… atau percaya pada Do Woo. Aku bisa berurusan denganmu lebih mudah jika kau memutuskannya. Tidak bisa kita berkonsentrasi pada pekerjaan?” tanya Nyonya Hong dan Hye Won bertanya apa maksud ucapannya.

Tak ada jawaban dari Nyonya Hong, kita langsung di alihkan pada Ji Eun yang sekarang sudah berada di cafe Hyun Woo. Dia minum segelas kecil bir dan kemudian menidurkan kepalanya di meja. “Aku akan tetap seperti ini untuk sementara waktu,” ucap Ji Eun dan Hyun Woo menyuruhnya pulang. Ji Eun kemudian mengaku kalau dia terlalu takut pada ibunya dan juga Hye Won.

“Ibuku… Ingin Hye Won dan Do Woo berpisah, Sehingga aku bisa bersama-sama dengan dia. Dia pikir itu sangat sederhana. Ibu yang menyedihakn,” ungkap Ji Eun dan Hyun Woo menjawab kalau dia akan pura-pura tak mendengarnya.

Soo Ah sudah bersama teman-teman sesama pramugari untuk merayakan hari perpisahannya. Mi Jin juga datang. Junior Soo Ah ternyata sudah mempersiapkan hadiah perpisahan untuk Soo Ah, mereka memberikan Soo Ah sebuah gelang. Soo Ah kemudian menceritakan pengalamannya setelah berhenti jadi pramugari, dimana dia berkumpul bersama ibu-ibu yang lain.

“Kemarin, mereka mengatakan kepadaku apa yang mereka lakukan. Itu menjengkelkan. Itulah yang terjadi. Seberapa keras kau bekerja, Karirmu hanya akan menjadi ingatan yang kau hargai,” cerita Soo Ah.

“Kami bergabung dengan maskapai di tahun yang sama… Tapi kau berhenti sebelum aku,” keluh Mi Jin.

“Kau memainkan bagian dalam hal ini,” ucap Eun Joo tiba-tiba dan dari ekspresinya, dia sudah terlihat sangat marah pada Mi Jin. Mendengar ucapan Eun Joo, Soo Ah pun bertanya apa Eun Joo sudah mabuk.

“Sunbenim… Kau tahu aku menyukaimu, kan? Saat aku sedang sedih, kau menghiburku… dan memujiku. Semua orang melihatku sebagai saingan, Tapi kau tidak melihatku seperti itu,” aku Eun Joo dan Soo Ah berterima kasih karena di hari perpisahannya, dia mendapat banyak pujian. Namun bukan itu tujuan dari pernyataan Eun Joo.

“Bagaimana kau berakhir dengan seorang teman seperti itu?” tanya Eun Joo dan mengarah pada Mi Jin. Tentu saja Mi Jin tak mengerti dengan maksud ucapan Eun Joo.

“Aku? Seorang teman seperti itu?” tanya Mi Jin.

“Ya. Seorang teman yang memiliki hubungan asmara dengan suami Soo Ah Sunbenim,” ungkap Eun Joo dan semuanya kaget. Joo Hyun berusaha menghentikan Eun Joo, namun Eun Joo terus berbicara.

“Joo Hyun bilang dia melihatmu… Memasuki ruangan Kapten Park tapi aku tidak percaya padanya. Lalu aku melihatmu meninggalkan kamarnya,” ucap Eun Joo dan Soo Ah terdiam sejenak. Tak ingin suasananya jadi canggung, Soo Ah pun berusaha meng-clear-kan semuanya.

“Apakah seperti itu?Eun Joo…. Mi Jin dan Jin Seok… Sedekat itulah aku dengan dia. Mereka berbicara dengan bebas. Jika dia tidak menikah denganku, Dia bisa menikahinya sebagai gantinya. Sedekat itulah kami bertiga,” ucap Soo Ah dan Mi Jin menyambung dengan mengatakan kalau dia menemui Jin Suk di kamarnya, bukan untuk menemuinya secara pribadi, melainkan untuk urusan pekerjaan. Tak mau Eun Joo mengatakan sesuatu lagi, Soo Ah pun menyuruh Sang Hyup untuk membawa Eun Joo keluar dengan alasan dia sudah mabuk.

Setelah Sang Hyup membawa Eun Joo keluar, semua pramugari yang ada disana juga ikut keluar. Sehingga hanya tinggal Soo An dan Mi Jin saja di meja itu.

“Apa yang kalian bicarakan? Kau harus sudah lebih berhati-hati,” ucap Soo Ah.

“Kau benar. Akan sangat bahaya jika aku pergi ke kamarnya. Kenapa kau bilang dulu aku kenal dengan Jin Suk?” tanya Mi Jin.

“Aku tidak tahu. Kita berteman. Kau tidak bisa tidak kenal dia.”

“Aku tidak bisa begitu. Tidak ada rahasia semacam itu. Siapa yang akan berpikir kalau… Istri dari pria yang kau temui… Akan menancapkan pisau padaku? Aku bertemu dengannya di pesawat. Istri Seo Do Woo, pria yang kau temui..,” ungkap Mi Jin dan Soo Ah terkejut mendengarnya.

Do Woo masih berada di depan laptopnya dan dia masih berusaha membuka email Annie. Saat Do Woo memasukkan kata sandi dengan namanya, ternyata emailnya terbuka dan isi email Annie, berisi percakapan Annie dan ayah kandungnya. Bahkan sehari sebelum Annie meninggal, Annie sempat mengirim email untuk ayahnya, yang berisi pemberitahuan kalau dia besok akan terbang ke Seoul, walaupun Hye Won tak suka, tapi dia akan tetap pergi demi Nyonya Ko. Membaca itu, Do Woo jadi ingat kalau dia yang pernah meminta Annie untuk memikirkan Nyonya Ko yang sangat ingin bertemu dengan Annie.

Di kamarnya, Annie terus mengirim email pada sang ayah, “Ayah, aku tidak percaya apa yang dikatakan ibu, Namun jika kau benar-benar mencoba untuk menghindariku, Maka kau bisa mengirim balasan singkat. Katakan, “Aku baik-baik saja.” Hanya itu yang aku butuhkan. Entah itu memerlukan waktu 1 atau 2 tahun, aku akan menunggu jawabanmu.”

Membaca itu, Do Woo pun bertanya-tanya apa selama ini Annie masih berhubungan dengan ayahnya?

“Ayah, kau tidak di Singapura? Aku pikir aku bisa bertemu denganmu disini. Merry Christmas di tengah musim panas. Tulislah segera,” tulis Annie lagi pada pesan sebelumnya.

“Ini musim dingin sebelumnya. Singapura?” gumam Do Woo.

“Ayah, aku menemukan tempat untukmu bekerja. Dia pengrajin gerabah hebat. Kau tidak perlu melakukan perjalanan lagi. Ini waktu dan alamatnya,” tulis Annie lagi.

Do Woo terus membuka email Annie dan akhirnya dia menemukan email balasan dari ayah kandung Annie.

Sang ayah mengirim email yang berisi, “Oke, Eun Woo. Aku merindukanmu, sampai jumpa hari Sabtu. Aku mencintaimu. Dari ayah.”

“Tentang ibu… Jangan percaya yang dia katakan. Aku tahu kau tak akan percaya. Percayalah apa yang aku katakan. Aku tidak percaya apa pun yang dia katakan tentangmu. Aku tahu seperti apa kau. Aku tidak percaya padanya. Aku melakukan seperti yang kau katakan. Aku gadis yang baik dan semua orang mencintaiku. Aku sangat suka ayah Do Woo, setelah kau. Aku tahu dia tidak akan keberatan. Itulah kesamaan yang dimilik antara kau dan dia. Kalian berdua sangat pengertian. Ayah Do Woo mengantarku ke lapangan hari ini. Aku menunggu. Kenapa kau tidak di sini? Aku menunggumu di lapangan sepanjang hari. Kau tidak muncul hari ini, Tapi aku akan terus menunggu. Apapun yang ibu katakan padaku, Aku tahu kau tidak meninggalkanku. Entah itu membutuhkan waktu 10 atau 100 tahun, Aku akan menunggumu setiap hari Sabtu,” tulis Annie sebagai balasan dari pesan ayahnya tadi.

Membaca itu, Do Woo teringat pada ucapan Annie yang berkata kalau dia akan terus menunggu dan menunggu karena dengan begitu dia memiliki harapan. Tepat disaat itu Hye Won pulang dan menghampiri Do Woo.

Kembali pada Mi Jin yang memberiitahu Soo Ah kalau dia bertemu dengan istri Do Woo dipesawat. “Kau bilang kau akan berakhir jika aku tahu siapa yang kau temui. Seo Do Woo,” tebak Mi Jin dan karena Soo Ah diam saja, Mi Jin pun yakin kalau tebakannya benar. Mi Jin pun menyuruh Soo Ah untuk mengakhirinya.

Beralih pada Do Woo dan Hye Won, dimana dengan mata berkaca-kaca Do Woo bertanya, “Siapa kau…Sebenarnya?”

Hye Won terkejut mendapat pertanyaan itu.

Bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinopsis on the way to the airport ep 9
  • ayah kandung annie on the way ti the airport
  • Nyonya kalau dia
  • sinobsis on the way to the airport annie sebenarnya adalah
  • sinopsis on the way airport eps 9 part 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *