Home » Kim Ha Neul » Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 1, bercerita tentang Soo Ah yang berhenti bekerja demi mengurus Hyo Eun. Berhentinya Soo Ah menjadi pramugari, bertepatan dengan ketahuannya hubungan Mi Jin dan Jin Suk oleh junior mereka. Mereka semua tahu dari Joo Hyun yang kebetulan melihat Mi Jin masuk ke kamar Jin Suk. Mi Jin sepertinya mulai goyah kembali pada Jin Suk karena mengetahui SOo Ah selingkuh dengan Do Woo dan juga karena Jin Suk mengaku kalau hanya Mi Jin lah, satu-satunya wanita yang bisa mengerti dirinya.

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 9 – 1

sumber gambar dan konten dari tvN

Melihat seorang wanita yang sedang menjemur selimut di balkon rumahnya, Soo merasa ada kedamaian tersendiri dan hal itu meyakinkan dirinya untuk berhenti kerja jadi pramugari. Dia kemudian menelpon kantornya dan berkata kalau dia tak bisa ikut dalam penerbangan kali ini, selain it

u dia juga mengatakan akan memberikan surat pengunduran dirinya segera.

Soo Ah lewat di depan cafe Hyun Joo dan memberitahu Hyun Joo kalau dia sudah berhenti menjadi pramugari. Saat dia bertanya pendapat Hyun Joo, apa keputusan yang Soo Ah benar atau tidak, Hyun Joo pun mengiyakan, walaupun perasaan Soo Ah mengatakan kalau hal tersebut sangat lah berat. Hyun Joo mengatakan seperti itu karena dia tahu bagaimana rasanya berhenti dari pekerjaan sebagai pramugari.

Hyun Joo kemudian mengajak Soo Ah masuk ke restoran, namun Soo Ah menolak karena dia harus segera pulang, Hyo Eun sakit dan dia juga harus membuatkan sarapan untuk Hyo Eun.

“Mereka benar-benar harus lebih menghargai. Aku tidak mengatakan ini karena dirimu. Aku merasakan apa yang kau rasakan. Aku pulang setelah penerbangan… Lalu menemukan kulkas yang kosong… Dan rumah sangat berantakan,” ucap Hyun Joo dan Soo Ah mengaku kalau dia baik-baik saja, jadi Hyun Joo tak perlu mengatakan hal seperti itu. Lagipula Hyun Joo punya kehidupan yang lebih baik sekarang ini.

“Kau harus bertahan sedikit lebih lama,” ucap Hyun Joo dengan ekspresi sedih.

Soo Ah pulang dan mengetahui ibunya berhenti kerja, Hyo Eun langsung beranjak dari duduknya dan hendak berangkat sekolah. Hyo Eun terlihat tak setuju Soo Ah berhenti kerja. Namun Soo Ah tetap pada keputusannya, dia kemudian mengajak Hyo Eun liburan berdua, hanya berdua dan tak memikirkan apapun.

Sebelum jalan-jalan, Soo Ah menyerahkan berkas pengunduran dirinya terlebih dahulu. Dia kemudian melihat kembali SMS dari Do Woo, dia hendak memberitahu Do Woo kalau dia sudah berhenti dari pekerjaannya, namun di urungkannya. Dalam hati dia bertanya-tanya dengan siapa seharusnya dia cerita ketika dia berhenti kerja. Tepat disaat itu Hyo Eun datang dan mengajak Soo Ah pergi.

Sebelum meninggalkan bandara, Soo Ah melihatnya dalam-dalam karena suatu saat dia akan merindukan tempat itu.

 

Do Woo pergi ke sebuah pondok yang membuat keramik, dia pergi ke sana karena salah satu orang disana membeli barang yang dibuat oleh Ny Ko. Orang yang menyambut Do Woo kemudian bercerita kalau Annie pernah datang untuk menemui Tuan Mun. Do Woo lalu bertanya apa dia bisa bertemu dengan Tuan Mun dan pria itu menjawab kalau Do Woo mau bertemu, dia harus kembali lagi besok, sebab besok Tuan Mun akan datang kesana. Tentu saja Do Woo mengiyakan.

 

Mereka berdua kemudian masuk ke dalam pondok keramik dan pria itu kemudian menunjukkan barang yang ingin Tuan Mun berikan pada anak Nyonya Ko. Pria itu kembali teringat pada Annie yang pernah masuk ke ruangan itu dan berkata akan tinggal untuk sementara waktu, sekitar satu atau dua menit. Mendengar itu, Do Woo kemudian melihat kesekelilingnya dan di sudut ruangan dia melihat sebuah guci besar.

Ji Eun keluar kamar dan kebetulan Mi Jin juga muncul karena dia baru selesai olahraga. Melihat menyadari kalau kamar mereka semua berada di lantai yang sama, Mi Jin jadi panik. Mi Jin kemudian berpesan pada Ji Eun agar tidak pergi ke mana-mana agar Hye Won tidak bertemu dengan Jin Suk. Tepat disaat itu Jin Suk keluar dan reflek Mi Jin dan Ji Eun langsung menempel ke dinding, mereka pura-pura tak melihat Jin Suk.

Soo Ah menemui Nyonya Kim di rumah sakit dan memberitahu kalau dia sudah berhenti kerja. Mendengar itu, Nyonya Kim tak terima dan Soo Ah langsung bertanya kenapa Nyonya Kim harus marah?

“Aku akan keluar dalam beberapa hari,” ucap Nyonya Kim dan tepat disaat itu, perawat yang menjaganya datang. Nyonya Kim menambahkan kalau setelah dia keluar rumah sakit, semuanya akan kembali ke rencana awal mereka. Tapi apa yang Soo Ah lakukan sekarang, benar-benar membuat Nyonya Kim kecewa. Saking marahnya, Nyonya Kim sampai menyuruh Soo Ah dan Hyo Eun keluar ruang rawatnya.

Hyo Eun berkomentar kalau neneknya memang luar biasa, “Dia marah padamu karena bekerja. Tapi sekarang, dia marah kalau kau berhenti. Sangat sulit untuk menjadi ibu yang bekerja di Korea.”

“Kau tidak boleh mengatakan itu,” jawab Soo Eun dan Hyo Eun mengaku kalau dia merasa marah. Soo Ah kemudian berkata kalau Hyo Eun adalah bagian dari masalah tersebut.

“Itu kan. Aku bilang jangan berhenti karena aku tahu kau akan menyalahkanku,” ucap Hyo Eun dan Soo Ah mengaku bingung, kenapa semua orang marah pada masalahnya. Hyo Eun lalu mengingatkan Soo Ah, kalau dia masih punya satu bos lagi dan orang itu adalah Jin Suk. Hyo Eun bahkan tak bisa membayangkan apa reaksi Jin Suk saat tahu kalau Soo Ah berhenti kerja. Tak mau memikirkan hal tersebut, Soo Ah pun mengajak Hyo Eun pergi ke suatu tempat untuk menghirup udara segar.

 

Mereke berdua kemudian pergi ke taman bermain, banyak permainan yang Hyo Eun mainkan dan Soo Ah hanya menemaninya saja. Merasa lelah, Soo Ah kemudian menyuruh Hyo Eun main sendiri dan dia menunggu di bangku taman. Mengingat penerbangan yang dia batalkan, Soo Ah pun berkata kalau sekarang dia seharusnya sedang lepas landas. Tepat disaat itu, diatasnya terlihat pesawat terbang sedang melintas.

Soo Ah pun mengirim SMS pada Do Woo yang berisi, “Aku perlu untuk dihibur. Aku hanya berhenti dari pekerjaanku.”

 

Membaca pesan itu, Do Woo langsung menghentikan mobilnya dan menelpon Soo Ah untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

“Seseorang menggantung cucian mereka…dan dia terlihat begitu damai. Aku tiba-tiba menyadari kalau kehidupanku sangat sulit. Apakah itu alasan yang baik? Aku sangat putus asa ketika aku berhenti, Tapi sekarang aku mengatakan itu, terdengar sangat kasar,” jawab Soo Ah.

“Aku tak percaya kau iri pada seseorang yang menggantung cucian. Kerja bagus,” ucap Do Woo yang kemudian bertanya bagaimana cara dia untuk menghibur Soo Ah.

 

Soo Ah kemudian pergi ke rumah tua dan di sana sudah terdapat bantal. Melihat bantal itu, Soo Ah pun langsung menggunakannya untuk tidur. Tak lama kemudian Do Woo datang dan Soo Ah menyuruh Do Woo untuk berbaring di sampingnya.


loading...

“Sepertinya ada… Sesuatu yang istimewa dengan ruangan ini. Aku merasa seperti aku berada jauh dari seluruh dunia. Sama sepertimu,” aku Soo Ah dan Do Woo kemudian membelai pipi Soo Ah.

Mereka berdua kemudian keluar dari rumah tua dan pergi ke rumah Do Woo. Karena tadi Soo Ah mengaku kalau dia iri pada seseorang yang menjemur pakaian, jadi sekarang Do Woo mengajak Soo Ah menjemur pakaian. Mereka menjemur pakaian di halaman, hal yang tak pernah Soo Ah lakukan, karena Soo Ah selalu menjemur pakaian di beranda rumah yang kecil. Hari sudah gelap dan Do Woo mengantar Soo Ah pulang, karena Hyo Eun di rumah sendirian.

 

“Choi Soo Ah, Seo Do Woo…..Choi Soo Ah, Park Jin Suk….. Seo Do Woo, wanita menakutkan. Aku tidak yakin siapa di balik semua ini, Kerja yang sangat bagus!” gumam Mi Jin sendirian di kamar.

“Park Jin Suk, Song Mi Jin. Jangan membuat kesalahan seperti itu lagi,” sambung Mi Jin dan tepat disaat itu dia mendapat SMS dari Jin Suk yang mengajaknya minum di tempat mereka dulu sering datangi. Namun Mi Jin enggan pergi, dia bahkan langsung menutup ponselnya.

Hye Won dan Ji Eun pergi ke sebuah bar dimana ada Jin Suk disana. Melihat Jin Suk, Hye Won sengaja duduk di meja yang ada di dekat Jin Suk. Dengan alasan memesan minuman, Ji Eun langsung menghubungi Mi Jin dan memberitahunya kalau mereka bertemu dengan Jin Suk.

Hye Won menyapa Jin Suk dan bertanya apa Jin Suk kenal dengan Do Woo? Di tanya tentang Do Woo, Jin Suk hanya menjawab Malaysia. Hye Won kemudian mengaku kalau Do Woo adalah suaminya. Mendengar itu, Jin Suk pun mengungkapkan rasa bela sungkawanya atas meninggalnya Annie. Ji Eun yang mendengar percakapan itu hanya terdiam cemas.

“Istrimu banyak membantu kami. Do Woo sangat berterima kasih,” ucap Hye Won.

“Dia mungkin melakukan apa yang ingin dia lakukan,” jawab Jin Suk dan Hye Won berkata kalau seperti itu juga yang di katakan Do Woo. Tepat disaat itu ponsel Jin Suk berdering dan itu membuat Ji Eun merasa lega.

Yang menelpon Jin Suk adalah Mi Jin yang mengaku kalau dia sudah berada di depan kamar Jin Suk dan ingin mengajaknya bicara. Jin Suk pun langsung menemui Mi Jin dan pada Hye Won, Jin Suk mengaku harus pergi karena harus bergabung dengan awak pesawatnya yang sedang berkumpul. Setelah Jin Suk pergi, Hye Won kemudian membahas masalah pekerjaan dengan Ji Eun.

Joo Hyun mendapat kabar tentang pengunduran diri Soo Ah dan langsung pergi untuk memberitahu Jin Suk, namun apa yang dia lihat di depan kamar Jin Suk sangat amat mengejutkan untuknya. Dia melihat Mi Jin menunggu Jin Suk dan kemudian masuk ke kamar Jin Suk setelah Jin Suk datang.

Sebenarnya Mi Jin hanya ingin masuk ke kamar Jin Suk kemudian pergi lagi, namun langkahnya tertahan ketika Jin Suk membahas tentang pertemuannya dengan istri Do Woo. Penasaran dengan apa yang Hye Won katakan pada Jin Suk, Mi Jin pun akhirnya memutuskan untuk minum bir bersama Jin Suk.

Joo Hyun bertemu teman-temannya saat akan masuk ke dalam lift dan karena merasa di khianati, diapun langsung memberitahu teman-temannya tentang apa yang baru saja dia lihat.

Mi Jin berkomentar kalau Jin Suk tak merasa sesak lagi setelah menikah, jadi sepertinya menikah sangat membawa dampak positif bagi Jin Suk. Sama seperti jawaban Jin Suk pada ibunya, dia berpendapat kalau semua itu bukan karena menikah, melainkan karena dia memiliki harga diri lebih tinggi sekarang. Mendengar alasan itu, Mi Jin berpendapat kalau harga diri yang Jin Suk peroleh dengan cara menggoda para gadis dan Jin Suk membenarkan pendapat itu.

“Bagaimana bisa kau masih ingat itu?” tanya Jin Suk.

“Bagaimana tidak? Kau membuatku khawatir setiap tahun… Saat kita harus mengambil tes kebugaran,” jawab Mi Jin dan Jin Suk menyebut hal itu merupakah sebuah tahapan. Mendengar Jin Suk menyebut hal itu sebagai sebuah tahapan, Mi Jin lalu bertanya apa sebutan untuk yang mereka lakukan di kamar itu sekarang? Dengan sombongnya, Jin Suk menyuruh Mi Jin untuk bersyukur, karena dia tidak akan mendapatkan kesempatan seperti itu lagi.

“Bagaimana bisa kau sangat egois? Aku duduk di samping kesalahan masa laluku. Menurutmu apa yang kurasakan sekarang?” tanya Mi Jin dan Jin Suk langsung mencium bibirnya. Mi Jin tak menolak, dia menerima ciuman Jin Suk.

“Lihat? Aku tahu kau berbohong. Kenapa kau tidak menolakku? Siapa yang kau sebut kesalahan masa lalu?” tanya Jin Suk dengan gaya menyebalkannya, tentu saja Mi Jin merasa kesal dan langsung memukulnya. Mi Jin mengaku kalau dia sendiri yang sudah gila karena mengasihani orang seperti Jin Suk.

“Siapa yang mengasihani siapa sekarang?” tanya Jin Suk.

“Aku kasihan padamu. Kau tidak tahu apa yang terjadi di sekitarmu… Karena kau sangat egois,” jawab Mi Jin dan Jin Suk tak terima, dia tak mau mendapat kasihan dari siapapun. Jin Suk kemudian mengaku kesal karena dia bisa minum anggur dan masih tetap mengontrol dirinya sendiri, tapi Mi Jin hanya minum air putih.

“Kau takut kau mungkin jadi emosional setelah minum,” tambah Jin Suk dan Mi Jin langsung minum anggur miliknya. Setelah Mi Jin minum anggur, Jin Suk kemudian menebak kalau Mi Jin pasti merasa cemburu pada Soo Ah, karena Soo Ah tinggal bersama Jin Suk.

Mi Jin tertawa mendengarnya, “Aku sangat cemburu pada Soo Ah. Dia memiliki semuanya. Aku berharap aku bisa seperti dia,” aku Mi Jin.

“Kenapa kau cemburu pada seseorang seperti dia?” tanya Jin Suk yang kemudian berkomentar kalau Mi Jin adalah wanita yang jauh lebih baik daripada Soo Ah.

“Kau benar tentangku. Aku egois. Aku tidak memiliki siapa pun di sekitarku selain istriku. Itulah diriku. Tak bisakah kita hanya… Menikmati waktu dengan seseorang yang kau kasihani?” aku Jin Suk dan saat Mi Jin bertanya kenapa harus dirinya, Jin Suk menjawab karena Mi Jinlah satu-satunya orang yang bisa mebghentikanku bersikap sombong.

“Apakah aneh kalau… Aku tidak bisa bicara tentang perasaan terdalamku… Kecuali dengan wanita yang tinggal bersama selama beberapa tahun? Apakah itu membuatku menjadi penjahat karena berbicara… Dengan wanita yang dulu tinggal bersama? Aku tahu kau merasakan hal yang sama padaku. Apa masalahnya? Choi Soo Ah adalah istriku dan kau…,” Jin Suk bingung melanjutkan ucapannya dan diapun memilih minum anggurnya.

 

Hye Won dan Ji Eun kembali ke hotel. Saat menaiki lift, Ji Eun mengirim SMS pada Mi Jin yang memberitahukan kalau dia dan Hye Won kembali ke hotel. Ji Eun juga bertanya keberadaan Mi Jin.

 

Karena Jin Suk masih diam, Mi Jin memutuskan keluar kamar. Namun sebelum dia keluar, Mi Jin bertanya alasan Jin Suk menikahi Soo Ah, padahal Jin Suk merasa tak peduli padanya dan tak bisa bercerita tentang perasaan terdalamnya.

“Pasangan yang menikah seharusnya saling berbagi 51 persen. Begitu mereka memulai berbagi segalanya, itu akan jadi berantakan. Kaulah satu-satunya yang bisa aku ajak berbagi segalanya,” ucap Jin Suk dan Mi Jin hendak pergi tanpa berkata apapun, tapi langkahnya terhenti karena Jin Suk belum selesai bicara.

“Apa kau sudah selesai denganku? Jangan berpikir terlalu banyak. Kita hanya harus mengikuti hati kita,” ucap Jin Suk.

“Apa yang hatimu beritahu padamu?” tanya Mi Jin.

“Dari semua wanita di dunia ini, Song Mi Jin yang membuatku paling nyaman. Kau tahu segalanya tentang aku. Kenapa kamu tidak bisa seperti itu denganku? Kita bisa mulai melihat satu sama lain lagi. Kau bisa memanggilku saat tidak ada yang kau lakukan,” ajak Jin Suk. Tak mau ribut, Mi Jin memilih keluar.

Tanpa Mi Jin sadari Eun Joo melihat dia keluar dari kamar Jin Suk dan kemudian kembali lagi ke dalam.

Soo Ah bersama ibu-ibu yang lain menjadi sukarelawan untuk menyebrangkan anak-anak sekolah. Selesai menyebrangkan anak-anak, mereka berkumpul di restoran Hyun Joo untuk sarapan plus ngobrol-ngobrol. Rata-rata dari mereka adalah wanita karir dulunya, tapi mereka memilih berhenti untuk mengurus keluarga.

Soo Ah dan Hyun Joo jalan berdua dan Hyun Joo langsung terkejut ketika mengetahui kalau Jin Suk belum tahu tentang pengunduran diri Soo Ah. Namun Hyun Joo berpendapat kalau Jin Suk akan mengerti karena Soo Ah berhenti karena Hyo Eun. Soo Ah yang tahu bagaimana sifat Jin Suk, merasa kalau Jin Suk tidak akan menerima keputusan itu begitu saja, namun Soo Ah tak mengatakan apa-apa pada Hyun Joo.
bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • econd E09 ape masalah
  • on the way to the airport kenapa hanya 16 episode
  • sinopsis on the way to the airport ep cium
  • sinopsis on the way to the airport ep do woo sakit
  • sinopsis on the way to the airport sakit
  • Sinopsisdrama net on the way to airport eps 9-1

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *