Home » Kim Ha Neul » Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 2, bercerita tentang Soo Ah yang memutuskan untuk sedikit menghindar dari Do Woo. Dia berbohong pada Do Woo dengan berkata kalau dia sedang melakukan penerbangan, padahal penerbangannya di tunda. Namun di akhir episode Soo Ah langsung menemui Do Woo di studionya saat Do Woo mengiriminya SMS kalau dia sangat ingin Soo Ah ada bersamanya sekarang juga.

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 2

sumber gambar dan konten dari KBS 2

Jin Suk keluar dari lift dan kebetulan bertemu dengan Mi Jin yang baru pulang. Dia hendak minta dibuatkan makanan oleh Mi Jin, tentu saja Mi Jin tak mau dan memilih langsung masuk rumah. Saat Mi Jin membuka pintu, Jin Suk mengintip dan dia melihat Mi Jin menekan pasword yang sama seperti saat mereka masih pacaran.

Di dalam rumah, Mi Jin mengeluh karena Jin Suk berani-beraninya meminta makan padanya. Walaupun mengeluh, Mi Jin tetap membuatkan makanan untuk Jin Suk dan mempersilahkan Jin Suk makan di rumahnya.

 

 

 

 

Saat makan, Jin Suk berkomentar kalau pasword Mi Jin masih sama begitu juga dengan rasa masakannya. Mi Jin mengaku membuat makanan itu sebagai tanda terima kasih, karena Jin Suk sudah mau membantunya di pesawat tadi. Dia kemudian membahas tentang Joo Hyun dan bertanya berapa banyak wanita yang sudah Jin Suk kencani? Karena selama ini, semua wanita yang pernah sakit hati pada Jin Suk datangnya pada Mi Jin dan Mi Jin harus menghibur mereka.

Jin Suk mengaku kalau selama ini dia hanya bicara dengan 3 wanita, Oh Jung Ah, Lee Yeon Woo dan Kim Joo Hyun.

“Lee Yeon Woo? Namanya Lee Woo Yeon,” ralat Mi Jin. Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Jin Suk mengeluh karena wanita selalu menganggap serius pada obrolan santai mereka, bagaimanapun Jin Suk adalah pria yang sudah menikah.

“Itulah mengapa kau tidak harus bermain mata dengan mereka. Karena itu mereka jadi sangat serius. Kau masih perlu wanita lain untuk merasa percaya diri? kau mengatakan bahwa itu adalah harga dirimu,” ucap Mi Jin yang kemudian merasa menyesal sudah memasak untuk Jin Suk. Tapi dia langsung terdiam ketika Jin Suk memuji masakannya enak.

Mi Jin kemudian membahas tentang Joo Hyun yang memberitahu Jin Suk tentang Do Woo. Jin Suk menjawab kalau dia sudah mengkonfirmasikannya pada Soo Ah dan Soo Ah berkata kalau Jin Suk tidak mengenalnya. Mi Jin lalu memberitahu Jin Suk kalau Do Woo adalah ayah Annie, anak perempuan yang satu kamar dengan Hyo Eun saat di Malaysia.

 

Mi Jin juga berkata kalau Joo Hyun terlihat sangat bersemangat ketika Soo Ah terkesan sedang berselingkuh. Mendengar Soo Ah di duga berselingkuh, Jin Suk pun tertawa. Ingin memanas-manasi Jin Suk, Mi Jin pun berkata kalau Do Woo adalah pria yang keren dan Soo Ah bisa jatuh hati padanya. Dia bahkan bertanya apa yang akan Jin Suk lakukan, jika Soo Ah benar-benar jatuh hati pada Do Woo?

“Jika benar,aku akan menghujatnya didepan publik. Dia akan mati,” jawab Jin Suk.

“Jika Soo Ah berselingkuh, aku akan mencintaimu lagi,” ucap Mi Jin dan tak mau di kasihani Jin Suk pun menjawab kalau dia tidak berkencan dengan wanita tua. Tentu saja Mi Jin kesal mendengarnya. Jin Suk kemudian mengaku kalau untuk pria seumurnya, tak perlu lagi dengan namanya cinta, yang dia butuh hanya orang yang memberinya makan dari waktu ke waktu dan makanan yang Mi Jin buat memang sangat sempurna untuk seleranya.

“Itu adalah akhir dari rasa terima kasihku karena meminta maaf untukku.enyahlah setelai selesai, Kapten Park,” ucap Mi Jin kesal. Jin Suk keluar dan merasa senang karena baru makan makanan Mi Jin.

Orang yang akan dihujat ketika ketahuan selingkuh, sekarang sudah berada di depan studio selingkuhannya. Do Woo menelpon dan bertanya apa Soo Ah jadi datang, namun Soo Ah berbohong dengan menjawab kalau dia tak jadi datang karena harus menemani Hyo Eun. Walaupun kecewa, Do Woo mencoba mengerti. Menurut Do Woo, delapan hari adalah waktu yang lama dan mungkin keadaannya akan berbeda saat Soo Ah kembali atau mungkin akan sama saja dengan sekarang, jadi dia bertanya menurut Soo Ah sendiri, dia ingin jadi seperti apa?

“Aku ingin melihatmu untuk waktu yang lama… Tanpa menyebabkan masalah. Itu saja,” jawab Soo Ah.

“Berkat Oakland, kita bisa melewati krisis, seperti itulah keadaan nantinya,” ucap Do Woo dan menutup telepon setelah mengucapkan semoga perjalanan Soo Ah menyenangkan.

Setelah telepon di tutup, Soo Ah malah keluar dari taksi dan Hye Won yang masih berada di sana melihatnya. Dari cara Soo Ah melihat ke arah studio Do Woo, Hye Won tahu kalau wanita yang ada di depannya itu adalah ibu Hyo Eun dan dia sudah berselingkuh dengan Do Woo.

Hye Won merekam Soo Ah dan berkata, “Masuklah….. masuklah…. masuk sekarang….masuklah,” tapi karena dia tak akan sanggup jika melihat Soo Ah benar-benar masuk untuk menemui Do Woo, jadi Hye Won mengubah kata-katanya, dia berkata kalau Soo Ah tak boleh masuk. Agar Soo Ah pergi dari sana, Hye Won menekan klakson mobilnya dan Soo Ah benar-benar langsung pergi ketika dia mendengar suara klakson.

Setelah Soo Ah pergi, Hye Won juga pergi. Namun dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia bertanya-tanya apa yang sebenarnya Soo Ah dan Do Woo lakukan? Apa yang terjadi diantara mereka berdua? Memikirkan hal itu membuat Hye Won frustasi dan berteriak.

Keesokanharinya, Hye Won menemui Ny. Hong dan menunjukkan sebuah jalinan. Dia berkata kalau itu adalah jalinan yang berhasil Ny Ko buat sebelum meninggal. Walaupun tak ada dokumen tentang hak ciptanya yang membuktikan kalau itu benar-benar hasil karya Ny Ko, Hye Won meminta Ny Hong untuk mempercayai apa yang dia katakan. Dia meyakinkan Ny Hong kalau Ny Ko sebenarnya bersedia untuk bekerja sama.

Namun sepertinya Ny Hong tak bisa sepenuhnya percaya pada kata-kata Hye Won, dia kemudian bertanya apa Do Woo juga sudah setuju? Hye Won menjawba kalau Ny Ko dan Do Woo punya pendapat yang berbeda. Sekarang Do Woo sedang kehilangan bisnisnya, karena Ji Eun meninggalkannya, jadi mereka bisa menarik Do Woo bergabung dengan mereka, sebab Do Woo tidak akan mengatakan tidak untuk keinginan ibunya.

“Bisakah kau … Memegang kata-katamu?” tanya Ny Hong dan Hye Won menjawab iya, dia bahkan dengan yakin berkata kalau dia akan bisa membujuk Do Woo untuk menerimanya.

Ji Eun sudah berada di Korea dan menemui Do Woo. Dia di hukum untuk berlutut, namun tak mau dengan alasan lantainya kotor, jadi dia hanya menekuk lututnya dan melakukan posisi duduk tanpa kursi. Setelah melakukan posisi itu beberapa detik, Ji Eun kembali berdiri dan meminta maaf pada Do Woo.

“Aku sudah bilang padamu, ibuku benar-benar sangat menyukaimu. Dia hanya ingin kau menjadi bagian dari usahanya. Itu juga kesepakatan dengan studiomu,” ucap Ji Eun dan Do Woo bertanya kapan dia harus pindah? Dan dengan berat hati Ji Eun menjawab besok. Mendengar itu, Do Woo pun hanya menghela nafas sedih.

Soo Ah sudah memakai seragamnya dan mengelus-elus perut Hyo Eun. Karena hari ini, Hyo Eun akan ikut penyeleksian untuk masuk tim bola, jadi Soo Ah menyuruh Hyo Eun menelponnya, karena saat Hyo Eun akan ikut serta dalam penyeleksian, Soo Ah belum terbang.

Hyo Eun kemudian memeluk sang ibu dan bertanya kenapa dia harus pergi begitu jauh? Bagaimana kalau Soo Ah nanti mengalami kecelakaan?

“Tidak akan terjadi apa-apa,” jawab Soo Ah dan Hyo Eun mengaku kalau dia ingin ibunya selalu ada di sisinya. Soo Ah minta Hyo Eun menciumnya dan Hyo Eun mencium pipinya lalu Soo Ah membalas dengan mencium pipi Hyo Eun juga. Tepat disaat itu, Soo Ah mendapat sms yang berisi, “Halo. Aku meninggalkan komentar… Tetapi kau tidak membacanya. Aku mendaftar untuk mengambil tempatmu pada penerbangan ke Oakland.”

Membaca SMS itu, Soo Ah merasa bingung dan langsung menelpon bagian kantornya. Setelah dikonfirmasi ternyata ada yang menggantikan posisi Soo Ah, jadi Soo Ah tak perlu terbang ke Oakland sekarang. Hyo Eun terlihat senang, karena ibunya tak jadi pergi, namun Soo Ah tak merasa demikian, karena hal itu hanya penundaan terbang saja, padahal hari ini dia sudah sangat siap untuk pergi.

Karena tak jadi terbang ke Oakland, Soo Ah pun akhirnya menemani mertuanya operasi. Setelah Ny Kim masuk ruang operasi, Soo Ah mengambil ponselnya dan mengetik kata, “Penerbanganku dibatalkan.”

Kemana dia mengirim pesan tersebut? Kemana lagi kalau bukan ke Do Woo, namun pesan yang Do Woo terima isinya berbeda dari yang Soo Ah ketik barusan. Dia mendapat pesan dari Soo Ah yang berisi, “Aku akan naik ke pesawat segera. Aku tidak akan dapat memeriksa telepon selama dua hari. Aku akan menelepon ketika kembali.”

Do Woo terlihat tambah sedih setelah membacanya, karena disaat dia butuh teman seperti Soo Ah, Soo Ah malah pergi.

Hmmm… bukankah penerbangan Soo Ah di batalkan? Kenapa dia berkata pada Do Woo kalau dia tetap terbang hari itu juga? Ternyata alasannya karena Soo Ah ingin agar mereka berdua tidak berbicara untuk sementara waktu.

“Dalam satu minggu, apa semua akan sama… Dan apa yang akan berubah? aku ingin tahu. Semoga penerbanganmu menyenangkan,” balas SMS dari Do Woo untuk Soo Ah.

Soo Ah sudah berada di rumah dan memasukkan beberapa bahan makanan ke kulkas. Tepat disaat itu dia mendapat telepon dari Hyun Joo yang mengatakan kalau Hyo Eun mengamuk karena tak diperbolehkan masuk tim sepak bola. Hyo Eun bahkan berteriak pada gurunya. Mendengar itu, Soo Ah pun langsung pergi ke taman bermain untuk menjemput Hyo Eun.


loading...

Di taman bermain, Hyo Eun masih terus berteriak-teriak. Dia bertanya kenapa dia tak dibolehkan masuk tim? Kenapa seorang perempuan tak boleh bergabung dengan tim sepak bola sekolah? Dia juga berteriak agar sekolah tempatnya membaut klub sepak bola putri agar dia bisa ikut. Hyun Joo sendiri kebingungan menghadapi Hyo Eun karena Hyo Eun berteriak di tengah lapangan seperti itu.

Tak lama kemudian Soo Ah datang. Soo Ah berterima kasih dan minta maaf pada Hyun Joo karena Hyo Eun. Sebelum pergi, Hyun Joo berkata kalau dia sudah berbicara dengan guru Hyo Eun agar pihak sekolah mulai membuat tim sepak bola putri, jadi dia meminta Soo Ah untuk meyakinkan Hyo Eun agar menunggu.

Melihat Hyo Eun yang terus berteriak meminta dibuatkan tim sepak bola putri, Hyun Joo pun berkomentar kalau, “Aku telah banyak melihat wanita gila seiring waktu. Tapi dia benar-benar menirumu dan dia memiliki alasan.”

Hyun Joo pergi dan Soo Ah menghampiri Hyo Eun. Karena sudah mulai petang, Soo Ah pun mengajak Hyo Eun pulang. “Aku tidak berpikir mereka akan membiarkanmu bergabung saat ini. Mari kita tunggu sampai mereka memulai tim putri. Terimalah kenyataan ..,” ucap Soo Ah dan langsung berhenti karena Hyo Eun tiba-tiba pingsan.

Do Woo makan malam di luar bersama Hye Won. Saat makan Hye Won memberitahu Do Woo kalau dia sudah menemui Ny Hong dan bilang kalau dia ingin membantu menciptakan merk Ny Ko. Mendengar itu, Do Woo terlihat tak senang dan kemudian berkata kalau mereka sudah membicarakan hal tersebut dan dia tak setuju dengan rencana itu. Namun Hye Won mengaku kalau dia benar-benar ingin melakukannya.

“Ini sudah bukan urusanku. Ini bukan apa yang ibuku inginkan,” ucap Do Woo.

“Aku harus bekerja seperti orang gila… Untuk menghilangkan rasa cintaku padamu,” jawab Hye Won.

“Begitu banyak orang ingin mempekerjakanmu. Kau dapat menemukan pekerjaan,” saran Do Woo, namun Hye Won tak mau bekerja dengan orang lain. Hye Won menyuruh Do Woo mengatakan iya dengan ancaman tentang Ibu Hyo Eun.

“Ini hanya firasat. Aku tidak pernah melihat atau mengkonfirmasi apapun. Aku tidak cukup membencimu … Untuk mengorek sejauh itu. Aku masih takut padamu, kau adalah anak Ny Ko. Tapi meski begitu, naluriku memberitahuku … Bahwa dia adalah alasanmu harus merasa sangat menyesal…terhadapku. Aku merasa buruk ketika kita berbicara tentang ayah Annie. Aku hanya merasa begitu. Membahas dia membuatku merasa begitu kecil. Aku ingin tahu apakah ibu Hyo Eun juga seperti itu untukmu. Begitukah?” tanya Hye Won dan Do Woo langsung menjawab tidak.

“Kemudian aku kira tidak. Apa yang tidak?” tanya Hye Won lagi.

“Seseorang yang membuatku merasa menyesal. Dia tidak merasa menyesal.”
“Dia tidak merasa begitu?”

“Ibu Hyo Eun… Berarti banyak bagiku … Seperti Ji Eun ketika kami menjadi mitra bisnis. Aku paling sering berbicara dengannya … Setelah kecelakaan Annie. Dia membawa barang-barang Annie kembali…dan membantuku lebih dari siapa pun. Bila kau tidak membiarkanku berbicara tentang Annie, Dia adalah satu-satunya yang bisa aku ajak bicara dengan tenang. Jadi sekarang, aku lebih dekat dengannya daripada Ji Eun yang mengkhianatiku. Aku tidak yakin… Jika itu adalah alasan yang cukup untuk merasa menyesal. Aku harus berpikir tentang hal itu,” jelas Do Woo dan Hye Won terdiam mendengarnya, namun dalam hatinya dia merasa marah.

Do Woo sudah berada di dalam mobilnya dan dalam hai dia berkata, “Ini sebenarnya. Tapi , ini juga bohong.”

Do Woo pergi ke studionya dan Hyun Woo memberitahu kalau mobil pengangkut barangnya sudah datang untuk mengemasi barang-barang Do Woo. Hyun Woo kemudian menawari Do Woo bir, tapi Do Wo berkata nanti. Hyun Woo lalu memberikan foto-foto saat pesta yang diadakan di tempat itu agar bisa Do Woo lihat-lihat.

Mi Jin hendak pergi dan tiba-tiba dia mendapat SMS dari Jin Suk yang mengajaknya minum. Karena Jin Suk mengajaknya minum, jadi Mi Jin pun mengajaknya minum ke tempat Hyun Woo. Saat Jin Suk bertanya tempat apa itu, Mi Jin menjawab kalau itu pub yang dijalankan oleh orang yang dia kenal dan dia juga kenal dengan orang yang tinggal di atas.

“Seo Do WOo. Orang yang Joo Hyun sebutkan,” tambah Mi Jin dan Jin Suk kemudian berkomentar kalau tempat itu terlalu ramai.

“Aku yakin kau ingin bertemu di tempat yang tenang. Itu adalah gayamu. Kau menemukan tempat di mana tidak ada yang peduli tentangmu … dan bisa minum. Kemudian kau berbicara sepanjang malam. Lalu berpura-pura seperti seorang rekan. Setelah itu jelas apa yang kau inginkan dengan wanita antara 25 sampai 29 tahun,” ucap Mi Jin.

“Aku tidak dapat membantu jika mereka melemparkan dirinya padaku,” jawab Jin Suk yang kembali membahas tentang Mi Jin yang sudah tua. Tentu saja Mi Jin tambah kesal pada Jin Suk dan mengaku menyesal sudah menyia-nyiakan masa mudanya dengan Jin Suk. Mendengar itu, Jin Suk ikut terdiam dan mereka jadi saling pandang.

“Lupakan saja. Aku mencintai seseorang dengan sepenuh hati, itu cukup baik,” ucap Mi Jin.

“Kau sangat mencintaiku. Aku akui itu,” ucap Jin Suk dengan sombongnya dan Mi Jin membenarkan, namun itu hanya masa lalu dan Mi Jin menganggap hal itu adalah masa lalu yang kelam.

“Wanita paling cantik ketika mereka di usia 25 tahun. Tapi aku lebih memilih mereka yang diatas 30 tahun. Wanita berusia 20-an terlalu licik dan manipulatif. Mereka tidak tulus. Mereka hanya ingin tas mahal dan begitu terbuka tentang hubungan seksual,” ungkap Jin Suk dan Mi Jin langsung mengingatkan Jin Suk kalau dia adalah teman istrinya.

“Kau juga … Istriku di kantor,” bisik Jin Su yang kemudian bertanya apa di tempat itu tidak menerima pesanan.

Karena mereka mau minum bir, jadi Mi Jin pun menemui Hyun Woo. Namun hal pertama yang dia katakan saat menemui Hyun Woo bukanlah bir, melainkan Do Woo. Dia bertanya apa Do Woo ada diatas? Sebelum Hyun Woo sempat menjawab, beberapa orang membawa kotak turun dari atas.

Mi Jin kemudian meminta Hyun Woo untuk menyuruh Do Woo turun kalau dia ada di atas. Tak langsung menjawab, Hyun Woo bertanya kenapa? Dan Mi Jin menjawab kalau dia ingin memamerkan Do Woo pada temannya. Dia ingin pamer karena punya kenalan orang hebat. Namun Hyun Woo tak menjawab permintaan Mi Jin, dia hanya memberikan bir yang Mi Jin pesan.

Sampai di meja, Jin Suk mengajaknya bersulang tapi Mi Jin langsung meminum birnya. Secara terang-terangan, Mi Jin bertanya apa Jin Suk ingin tidur dengan Joo Hyun? Tentu saja Jin Suk menjawab tidak karena mereka berada di tim yang sama.

“Apa kau tidur dengan tim lain?” tanya Mi Jin.

“Dia aneh. Kami hanya berbicara dan dia datang ke kamarku di pagi hari,” jawab Jin Suk dan Mi Jin menebak kalau Jin Suk pasti sudah menggoda Joo Hyun. Namun Jin Suk mengaku kalau dia tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat dia salah paham. Jin Suk juga punya keyakinan kalau tak ada orang yang berhasil setelah menipu istrinya, walaupun begitu Jin Suk tetap menganggap Mi Jin yang terbaik, karena dia adalah istri kantor bagi Jin Suk.

“Ada sesuatu… yang ingin aku katakan padamu suatu hari. Aku akan mengatakannya sekarang. Setelah aku mengatakan ini, aku mungkin akan melemparkan bir padamu,” ucap Mi Jin dan karena Jin Suk mengeluarkan ekspresi takut, Mi Jin pun menyebuutnya bodoh.

“Kau harusnya malu untuk berkencan dengan teman istrimu. Oke, baiklah. Aku akan mengatakan ini untuk kepentinganmu,” uxap Mi Jin dan minum birnya. “Ketika kita hidup bersama,kau tidur entah dimana dan aku membawamu kembali. Aku melakukan itu berkali-kali.Ketika kau mengatakan akan menikahi Soo Ah,aku benar-benar berterima kasih padanya.Dia masih tidak tahu apa yang aku maksud.Dia tidak tahu mengapa aku begitu berterima kasih padanya.Dia membantuku menyelesaikan …obsesiku sejak lama padamu. Aku merasa kasihan padanya harus bersama denganmu. Bahkan, sekarang aku masih merasa bersalah. Aku tidak menceritakan kebenaran tentangmu. Aku masih tetap akan berada di bawah, jika bukan karena dia masih menjadi pecundang menyedihkan,” ungkap Mi Jin dan ketika Jin Suk bertanya apa artinya dia bagi Mi Jin, Mi Jin menjawab kalau Jin Suk adalah masa lalu yang memalukan dan ingin dia lupakan.

“Bagaimana kalau kita kembali bersama?” tanya Jin Suk.

“Sadarlah, dasar gila.”

“Kau memang yang paling mudah untuk diajak bicara,” ucap Jin Suk tertawa dan Mi Jin memutuskan keluar untuk menghirup udara segar, karena dia merasa ingin muntah, entah karena Jin Suk atau birnya. Mendengar itu, Jin Suk menanggapi kalau Mi Jin sudah tua jadi dia harus mengurangi minumnya.

Di luar Mi Jin bergumam kalau dia pikir akhirnya dia merasa lega karena sudah mengatakan semua yang ada di kepalanya, walaupun ada rasa kesal juga karena tanggappann Jin Suk yang seperti itu.

Demam Hyo Eun sudah turun dan karena dia mengantuk, Soo Ah pun menyuruhnya untuk tidur. Tepat disaat itu, Mi Jin menelpon dan bertanya apa yang sedang Soo Ah lakukan? Tak menjawab Soo Ah balik bertanya apa Mi Jin minum? Dengan siapa?

Karena tak mau Soo Ah berpikir macam-macam, jadi Mi Jin mengaku kalau dia minum sendirian di pub bawah kantor Do Woo. Mi Jin kemudian memberitahu Soo Ah kalau sepertinya Do Woo akan pindah karena dia melihat mobil pengangkut barang disana. Tentu saja Soo Ah terkejut mendengarnya.

Apa yang sedang Do Woo lakukan? Ternyata dia sedang melihat foto-foto Soo Ah saat acara pesta. Melihat Soo Ah dengan gaun itu, Do Woo pun jadi teringat saat dia menelpon pertama kali menelpon Soo Ah dan memperkenalkan diri sebagai ayah Annie, teman sekamar Hyo Eun. Saat itu Do Woo mengajak ketemuan tapi Soo Ah menolak karena gaunnya yang terlalu sempit.

DI rumah, Soo Ah bingung harus bagaimana, dia tak boleh pergi ke studio Do Woo karena setau Do Woo, Soo Ah sedang berada di pesawat. Disisi lain Do Woo sepertinya juga merindukan Soo Ah. Tahu kalau Soo Ah sedang berada di pesawat, jadi dia mengirimnya SMS yang berisi : “Ini adalah hari terakhirku di kantor. Aku ingin bersamamu.Datanglah.Sekarang.”

Setelah membaca sms itu, Soo Ah langsung menelpon dan disisi lain, Mi Jin meminta supir taksi putra balik. Ternyata Mi Jin pergi ke rumah Soo Ah dan saat Mi Jin datang, Soo Ah pergi. Dia menitipkan Hyo Eun pada Mi Jin. Kemana Soo Ah pergi dengan terburu-buru seperti itu?

Jin Suk masih berada di pub Hyun Woo. Dia menunggu Mi Jin sambil nonton pertandingan bass ball di ponselnya.

Ternyata Soo Ah hendak menemui Do Woo di studionya. Dia melewati pub Hyun Woo dan tak tahu kalau Jin Suk ada di tempat itu. Jin Suk juga tak melihat Soo Ah, karena saat Jin Suk menoleh, Soo Ah sudah pergi. Jin Suk kemudian menyadari kalau Mi Jin sudah meninggalkannya sendiri.

Do Woo sedang melihat gambar-gambar rumah tradisional saat pintu studionya di ketuk. Mengira kalau yang datang adalah Hyun Woo, Do Woo pun dari dalam berkata kalau pintunya tidak di kunci. Tapi karena si pengetuk tak masuk, Do Woo pun membukakan pintunya dan ketika dia melihat Soo Ah, Do Woo langsung menariknya ke dalam dan memeluknya.

bersambung

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *