Home » Kim Ha Neul » Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 1, bercerita tentang hubungan Soo Ah dan Do Woo yang mulai tercium oleh orang-orang di samping mereka. Hye Won mulai mencari tahu tentang kontak yang bernama Ibu Hye Won sedangkan Jin SUk juga sudah mendengar nama Do Woo, namun dia tak merasa curiga sedikitpun. Karena menurut Jin Suk, orang seperti Soo Ah tidak akan pernah berselingkuh.

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 6 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 6 – 2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 1

sumber gambar dan konten dari KBS 2

Do Woo menangis dalam pelukan Soo Ah dan itu membuat Soo Ah ikut menangis juga. Dari kejauhan Marrie melihat mereka, tapi dia memutuskan untuk tidak menghampiri mereka. Dia memilih masuk kembali ke rumah sakit dan tepat disaat itu dia berpapasan dengan Hye Won. Saat Hye Won hendak berjalan keluar, Marrie memanggilnya dan memperkenalkan dirinya. Tak mau Hye Won melihat Do Woo dan Soo Ah, Marrie pun membawanya masuk ke dalam sambil membahas tentang Annie.

Mereka kemudian duduk di bangku panjang dan Marrie mengaku datang ke Korea karena ada urusan keluarga yang harus dia datangi. Hye Won kemudian membahas tentang orang yang sebelumnya Marrie panggil, dia memanggil dengan sebutan “Ibunya Hyo Eun” dan Marrie menjawab kalau dia hanya salah orang.

Hye Won kemudian bertanya apa Marrie mendapatkan barang-barang Annie lagi? Dan apakah dia sudah membuang barang-barang Annie yang diselidiki oleh Polisi? Tentu saja Marrie menjawab kalau dia sudah membuangnya.

“Mulai sekarang, semua tentang Annie bicarakan padaku. Kalau kau menemukan sesuatu, berikan padaku. Aku tidak yakin kau tahu tentang ini, tapi DoWoo bukan ayah kandungnya Annie. Annie… Anakku,” aku Hye Won dan Marrie pun akhirnya mengerti semuanya.

“Jadi itu sebabnya hatimu dingin sekali. Aku mengerti sekarang. Anak malang yang berjuang sendirian. Aku selalu bertanya-tanya, kenapa ibunya dingin sekali,” gumam Marrie dan kemudian pamit pergi. Dia juga berpesan pada Hye Won untuk memberitahu Do Woo kalau dia akan menelpon.

Di luar, Do Woo dan Soo Ah sudah tak ada lagi disana.

Soo Ah sudah berada di rumah dan saat mencuci beras, Soo Ah kembali teringat pada saat dia memeluk Do Woo yang menangis. Mengingat itu membuat Soo Ah kembali menangis dan ternyata dia juga sudah memberitahu Do Woo tentang surat yang ditulis Ny Ko, karena sekarang Do Woo sudah membaca surat itu di rumah.

“Untuk anakku tersayang, Doh Woo. Ibu pasti ketakutan karena penyakit ibu. Ibu menulis surat ini untukmu… Untuk mengatakan padamu tentang impian panjang ibu. Kumpulkan semua hasil karya kesukaan ibu… Dan yang pertama kali ibu buat di awal karir ibu. Kumpulkan yang banyak… Dan simpan di rumah kecil…Dimana semua orang bisa berkunjung. Ibu berharap mereka bisa mendengar suara gelombang…Saat mereka masuk, Ibu harap mereka bia mencium bau batu… Dan merasakan angin bertiup… Melalui pohon yang tinggi, dimana matahari selalu bersinar… Lokasi rumah itu harus berada di tempat yang tenang. Ibu berharap… Hasil karya ibu dapat menikmati sinar matahari, menikmati pemandangan. Jalinan yang ibu buat waktu berumur 25 tahun… Terlihat di bunga Neillia, bahkan di pohon ceri… dan bunga kamelia. Ini alamatnya…. Pergilah kesana dan beritahu mereka apa yang kukatakan. Mereka akan mengerti…dan akan menyerahkannya kepadamu. Doh Woo, hanya dengan memikirkannya saja… Membuat ibu bahagia.”

Itulah isi surat Ny Ko dan di akhir surat tertulis nama “Choi Soo Ah.” Do Woo menangis setelah membaca surat terakhir ibunya.

Jin Suk baru sampai Incheon dan dia mendapat sms dari Joo Hyun yang berisi: “Lama tidak berjumpa. Aku cepat kembali kemarin…dan terbang bersama Soo Ah Sunbae. Itu adalah kenangan yang sangat berharga. Apa kau minum segelas teh? Aku ada di belakangmu.”

Karena Joo Hyun mau bicara, Jin Suk pun membawanya ke luar bandara dan mereka bicara disana. Di tengah lalu lalang orang dan Joo Hyun merasa tak nyaman disana. Joo Hyun masih berpikir kalau ada sesuatu diantara mereka dan Jin Suk berusaha menjelaskan kalau diantara mereka itu tidak ada apa-apa. Kesal, Joo Hyun pun mulai membahas tentang Soo Ah.

“Soo Ah sunbae sepertinya orang yang baik. Dia sepertinya tidak bodoh…atau cukup licik… Untuk memata-mataimu,” ucap Joo Hyun.

“Dia orang yang baik. Dia juga ceroboh, itu yang aku suka darinya. Apa itu saja Nona Kim?” tanya Jin Suk dan hendak pergi, namun langkahnya terhenti ketika Joo Hyun berkata kalau dia mengingat sesuatu.

“Soo Ah Sunbae berbicara lama dan rahasia… Dengan seorang pria di pesawat. Aku rasa namanya Seo Do Woo. Dia bilang pria itu ayah dari teman anaknya,” ungkap Joo Hyun.

“Lalu kenapa?”

“Aku cuma bilang saja,” jawab Joo Hyun dan Jin Suk langsung pergi.

Penasaran dengan orang yang bernama Do Woo, Jin Suk pun hendak menanyakannya pada Mi Jin, namun teleponnya tak diangkat oleh Mi Jin yang sibuk melakukan perawatan di salon agar terlihat tampak muda.

Sedangkan Soo Ah, dia sedang ikut pelatihan penyelamatan bagi para parmugari. Semua itu adalah pelatihan bagi mereka sebagai persiapan mereka jika mengalami kecelakaan pesawat. Selesai latihan teman Soo Ah berkata kalau yang dia dengar, Soo Ah ingin berada di bagian latihan dan Soo Ah menjawab kalau tak ada posisi untuknya.

“Aku ingat bagaimana kau mengatakan ingin terus bekerja,” ucap teman Soo Ah.

“Benarkah? Aku tidak tahu bagaimana di masa depan,” jawab Soo Ah dan temannya langsung bertanya apa Soo Ah mendapat masalah. Soo Ah pun mengaku kalau masalah selalu datang padanya.

“Begitulah kehidupan. Itu bukannya mereka menunggumu. Ibuku menjaga anakku, tapi dia tiba-tiba sakit. Kemudian suamiku berhenti bekerja. Dia mau memulai usaha di Cina bersama dengan temannya dan juga, jadwal penerbanganku panjang. Masa-masa itu membuat aku jadi gila. Tapi saat itulah bagian pelatihan membuka lowongan,” aku teman Soo Ah dan Soo Ah berkata kalau cerita mereka berdua hampir sama, namun yang membedakan adalah teman Soo Ah kisahnya berakhir bahagia sedangkan Soo Ah sendiri tidak. Soo Ah pergi dan temannya langsung bergumam kalau dia rasa, Soo Ah lah yang selanjutnya, karena Soo Ah sudah lama menahannya.

Soo Ah ketemuan dengan Marrie, sebelum Marrie datang dia mengirim SMS ke kantornya dengan isi, “Bisakah aku memasukkan permohonan penerbangan ke Oakland…. Choi Soo Ah.”

Marrie kemudian berkata kalau dia kembali ke Korea untuk mengurus keluarganya. Karena Marrie sangat baik pada Hye Eun, Soo Ah pun menawarkan diri untuk membantu Marrie, dengan mengunjungi keluarga Marrie setahun sekali. Tentu saja Marrie dengan senang menerima bantuannya.

“Apa kau dekat dengan Tuan Seo?” tanya Marrie akhirnya.

“Aku rasa begitu,” jawab Soo Ah ragu.
“Aku tidak begitu perduli dengan urusan lain. Aku melihat kau berlari ke arahnya… Di pemakaman… Melalui hujan… Ibu Annie mendatangi aku. Jadi aku cepat-cepat pergi,” ucap Marrie.

“Kami hanya berteman, itu saja,” jawab Soo Ah dengan menundukkan pandangannya dari Marrie.

Jin Suk menjenguk ibunya dan berkata kalau Soo Ah ada di rumah sekarang karena dia bersama Hyo Eun sudah menungguinya di rumah sakit pada siang hari. Melihat Jin Suk memakai seragam, sang ibu pun berkomentar kalau dia sudah lama tak melihat Jin Suk berseragam, karena dulu Jin Suk sama sekali tak mau mengenakan seragam itu.

“Itu sudah lama sekali,” ucap Jin Suk dan Ny Kim merasa senang karena Jin Suk berhasil mengatasinya setelah kejadian itu (masih teka teki).

“Kau membuat keributan waktu kau bilang tidak mau terbang. Apa semuanya baik-baik saja sekarang?” tanya Ny Kim.

“Aku masih berumur 20 tahun waktu itu. Tidak terjadi apa-apa setelah itu, hentikan,” pinta Jin Suk dan Ny Kim berkata kalau semua itu Jin Suk bisa hadapi karena dia bertemu dengan isteri yang hebat.

“Kalau kau bertemu dengan isteri yang hebat, Kesulitanmu berkurang…”

“Aku tidak punya kesulitan,” potong Jin Suk.

“Kalau kau bertemu dengan isteri yang salah, kau akan terbebani,” sambung Ny Kim dan Jin Suk pun berkomentar kalau sang ibu langsung berpihak pada Soo Ah padahal baru sebentar tinggal dengannya.

“Ternyata dia ramah dan menyenangkan,” ungkap Ny Kim tentang Soo Ah dan tepat disaat itu, dia mendapat telepon dari Jin Sook yang tinggal di New Zealand. Tak mau bicara dengan orang yang bernama Jin Sook itu, Jin Suk pun memilih pergi setelah mengucapkan pada sang ibu untuk tidak khawatir karena operasi yang akan dijalani sang ibu bukanlah operasi yang besar.

Sambil jalan keluar rumah sakit, Jin Suk menelpon Soo Ah dan menanyakan keberadaannya. Soo Ah pun menjawab kalau dia berada di dekat rumah. Jin Suk menelpon untuk memberitahunya kalau dia mendengar kabar bahwa Soo Ah bersama pria lain.

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Soo Ah pura-pura tak tau.

“Apa kau tidak tahu bagaimana pramugari lain bergosip… Waktu kau berbicara secara pribadi dengan salah satu penumpang? Kau bicara dengan siapa? Aku dengar itu ayah dari temannya Hyo Eun,” jelas Jin Suk atas pertanyaannya.

Soo Ah sedikit bingung dan kemudian dia menjawab kalau Jin Suk tak kenal dengannya. Soo Ah juga berkata kalau saat itu mereka hanya saling menyapa.

“Apa itu ayah?” tanya Hyo Eun yang saat itu sedang bersama Soo Ah.


loading...

“Bagaimana kau tahu?”

“Ibu kelihatan sangat depresi,” jawab Hyo Eun dan kemudian bertanya kapan ayahnya datang? Dan Soo Ah pun langsung menyampaikannya pada Jin Suk. Mendapat pertanyaan itu, Jin Suk sedikit bingung dan akhirnya menjawab kalau dia sekarang ada di Gayang-dong.

“Kau harus menjasa Hyo Eun setelah pulang sekolah besok. Datang dan bicaralah denganku, jadwalku kacau,” ucap Soo Ah dan tanpa berkata sepatah katapun, Jin Suk langsung menutup teleponnya. Hadeeeh….. gimana Soo Ah kagak selingkuh…. suaminya kayak gitu.

Soo Ah kembali teringat pada jawabannya pada Marrie, dimana dia menyatakan kalau dia dan Do Woo hanya berteman. Namun mengingat apa yang terjadi, yang Soo Ah dan Do Woo lakukan, serta rasa takut Soo Ah saat melihat istri Do Woo, membuat Soo Ah sendiri ragu apakah mereka memang hanya berteman.

“Aku tidak yakin apa yang benar. Aku tidak yakin siapa atau apa yang terbaik untuk Annie. Semakin banyak aku tahu, semakin aku merasa menyesal untuk Annie,” ucap Marrie pada Soo Ah. Tak mau ambil pusing, Soo Ah kemudian ikut bermain bola dengan Hyo Eun.

Man Suk membuat sarapan dan Hye Won memberitahu Do Woo kalau Man Suk membuatkan sarapan untuk mereka sebelum dia pergi. Namun saat Do Woo bertanya apa Man Suk akan pergi, dengan yakin Man Suk menjawab tidak. Mendengar Man Suk tak mau pergi, Hye Won terlihat tak senang dan kesal. Walaupun begitu Man Suk tak perduli, dia berkata akan tetap tinggal ditempat itu untuk memastikan Do Woo dan Hye Won menjalankan wasiat yang sudar Ny Ko berikan. Tak mau berdebat, Hye Won memilih pergi.

Saat hanya berdua, Do Woo berkata kalau dia jarang melihat menu sarapan seperti itu, jadi dia mengungkapkan rasa beruntungnya karena memiliki Man Suk. LOL karena kalau hanya bersama Hye Won, Do Woo hanya makan roti panggang, telur dan jus. Man Suk kemudian berkata kalau Ny Ko sudah membesarkan Do Woo menjadi orang baik, maka Do Woo harus hidup dengan baik.

Soo Ah datang menemui Hyun Woo dan memberikan patjuk padanya untuk berbagi dengan Do Woo. Itu adalah makanan yang terakhir Ny Ko makan. Sebelum Soo Ah pergi, Hyun Woo mengucapkan terima kasih pada Soo Ah, karena Soo Ah sudah membelikan patjuk untuk Ny Ko di saat-saat terakhirnya. Hyun Woo berterima kasih karena saat dia masih duduk di bangku SMA, kedua orang tuanya berselingkuh jadi dia tinggal terpisah dengan mereka dan diapun akhirnya tinggal di rumah Do Woo. Saat itulah dia bisa mengenal Ny Ko dengan sangat baik. Dimata Hyun Woo, Ny Ko adalah orang yang paling hangat sedunia.

Di studio, Do Woo sedang sibuk bekerja dan tak lama kemudian Hyun Woo datang membawakan patjuk untuknya. Walaupun Do Woo meminta bir bukan makanan, Hyun Woo tetap menyuruhnya untuk makan tanpa mengatakan patjuk itu dari siapa.

Hyun Jung memberitahu Hye Won kalau mereka harus menghentikan semua rencana mereka. “Kami berpikir untuk menjadikan Ko Eun Hee sebagai merek. Dengan kematian Nyonya Ko…dan Do Woo masih berduka cita, sekarang bukan waktu yang tepat. Sebenarnya, bisnis akan terus berjalan…bahkan tanpa namanya,” ucap Hyun Jung dan Hye Won bertanya apa yang harus dia lakukan, namun Hyun Jung menjawab dia tak tahu.

“Adakan pameran mengenangnya atau semacamnya. Bukankah kau seharusnya menjaga keluargamu?” tanya Hyun Jung.

“Bagaimana kita bisa menunjukkannya kalau Do Woo tidak menyetujuinya?” tanya Hye Won.

“Aku dengar dia menentangnya.”

“Do Woo merasa menyesal atas banyak hal. Aku rasa dia akan membantuku kali iniBagaimana kita harus mengadakan pendekatannya?” tanya Hye Won.

Kita beralih ke Marrie yang ternyata membawa barang-barang Annie saat kecelakaan ke Korea. Dari ponsel Annie, Marrie mendengar rekaman suara percakapan antara Annie dan Hye Won. Pada rekaman itu, Annie merengek untuk pulang ke Korea karena dia merindukan semua orang, namun Hye Won menyuruh Annie untuk tidak datang.

“Dia bilang dia ibu kandungnya. Ayahnya tidak perlu tahu ini. Dia sudah punya banyak masalah. Ini bukan urusanku,” gumam Marrie pada dirinya sendiri dan kemudian menyimpan kembali ponsel Annie dalam kotak.

Hyo Eun sedang latihan bola bersama Je Ah dan Je Ah sangat yakin kalau Hyo Eun pasti bisa melakukan yang terbaik pada percobaan besok di sekolah. Hyo Eun sangat senang ketika Je Ah menyebutnya pemain bola wanita. Mereka kemudian melanjutkan latihan dan Hyo Eun berhasil mencetak gol.

Soo Ah dan Do Woo sama-sama mengerjakan pekerjaan mereka, namun mereka secara rutin berkirim kabar. Do Woo berterima kasih atas patjuk yang Soo Ah bawa dan Soo Ah kemudian memberitahu Do Woo kalau hari itu, Ny Ko juga sangat menikmati patjuknya.
“Dia tahu namamu.”

“Dia bertanya padaku,” jawab Soo Ah.

“Nama terakhir yang dia tuliskan…Adalah namamu.”

“Dia bahkan memberiku hadiah hari itu. Gelang kaki. Dia menyuruhku untuk merawat kakiku. Seperti dia tahu apa pekerjaanku.”

“Dia sering melakukan itu waktu dia masih hidup. Dia punya cara untuk mengetahui sesuatu.”
“Ada lagi sebelum itu, jalinan, juga ada kancing,” ungkap Soo Ah.

“Kancing, jalinan dan gelang kaki… Itu artinya… Kau harus mencari teman baru dan bebaslah. Pasti begitu,” tebak DO Woo dan Soo Ah berkata kalau dia akan mencari tahu artinya untuk dirinya sendiri.

Soo Ah kemudian bertanya apa DO Woo bertemu dengan Marrie dan Do Woo menjawab tidak. Soo Ah pun memberitahu kalau Marrie melihat apa yang mereka lakukan di tempat pemakaman. Do Woo menelpon Soo Ah dan berkata kalau mereka punya tiga aturan yang tak boleh dilakukan, jadi Soo Ah jangan khawatir.

Do Woo kemudian bertanya apa Soo Ah menikah karena cinta? Dan seberapa banyak kau mencintainya?

“Aku sangat menyukainya. Dia adalah kapten yang populer diantara para kru,” jawab Soo Ah yang kemudian mengaku tak tahu jelas bagaimana kronologinya sehingga mereka kemudian bisa bersama. “Di Sidney. Kami berbicara sepanjang malam…dan kebetulan kami menginap di hotel yang sama,” aku Soo Ah dan membuat Do Woo tertawa karena dia tak menyangka Soo Ah akan mengatakannya secara detail.

Mi Jin ikut acara minum bersama para pramugari yang lain dan salah satu dari mereka ada yang menggunakan acara tersebut sebagai momen perpisahan. Mi Jin merasa kehilangan dan terharu atas keluarnya rekan kerjanya itu. Dia kemudian berkata kalau sepertinya sudah waktunya untuk dia juga berhenti bekerja, karena disaat melihat orang pergi, dia juga ikut merasa sedih.

Tepat disaat itu Joo Hyun muncul dan kemudian mengajak Mi Jin bicara. Mi Jin langsung kaget saat mengetahui kalau Joo Hyun memberitahu Jin Suk tentang Do Woo. Mi Jin pun menjelaskan pada Joo Hyun kalau anak Do Woo belum lama ini meninggal dan mereka saling mengenal dengan baik, jadi tak ada salahnya kalau mereka bicara.

“Kenapa Soo Ah Sunbae selalu lurus seperti itu? Pantas saja suaminya…,” keluh Joo Hyun dan langsung berhenti bicara, karena tak sepantasnya dia mengatai Soo Ah di depan Mi Jin.

“Kau berharap dia berselingkuh, benarkan?” tanya Mi Jin.

“Pria Sidney itu menyelip di lenganku. Aku bahkan tidak bisa membalas perkataannya. Aku berharap dia menusukku dari belakang… Dengan isterinya yang setia.”

“Soo Ah? Dimimpimu,” ucap Mi Jin yang berpikir kalau orang seperti Soo Ah tidak akan pernah berselingkuh.

Hahaha…. apa yang Mi Jin pikirkan semuanya salah, sahabat yang dia pikir baik sekarang sedang asik telponan dengan pria lain.

Soo Ah menyambung obrolan dengan bertanya orang seperti apa istri Do Woo? Mendapat pertanyaan itu, Do Woo jadi bingung memikirkan Hye Won itu orang seperti apa. Do Woo lalu bertanya apa Soo Ah pernah berfikir untuk meninggalkan suaminya dan Soo AH menjawab tidak.

“Aku tahu itu. Kau orang yang seperti itu,” ucap Do Woo dan Soo Ah hanya diam. “Aturan tiga hal tidak boleh masih berlaku mengerti? Jangan bingung dengan ucapanku.”

Tanpa DO Woo tahu, Hye Won ada di depan studionya, namun Hye Won tak masuk, dia hanya diam didalam mobil.

Do Woo bertanya apa yang sedang Soo Ah lakukan dan Soo Ah menjawab kalau tangannya kebas karena terus memegangi HP. Mendengar itu, Do Woo malah mengajak ketemuan agar mereka bisa puas bicara, namun Soo Ah tak menjawab, karena dia teringat pada setrikaanya yang belum di matikan.

“Aku ada penerbangan besok, aku harus menyetrika seragamku,” ucap Soo Ah yang kemudian memberitahu kalau besok dia akan pergi ke Oakland selama 8 hari. Karena tak akan bisa bertemu dengan Soo Ah selama 8 hari, Do Woo pun mengajak Soo Ah ketemuan, namun Soo Ah berkata kalau dia pikir mereka lebih baik bicara lewat telepon seperti itu saja.

“Apa? Apa kau takut kau mungkin saja menyentuhku lagi?” tanya Do Woo menggoda.

“Ya, aku bukan… Diriku sendiri belakangan ini,” jawab Soo Ah dan Do Woo langsung bergegas pergi untuk menemui DO Woo. Namun langkahnya berhenti karena Soo Ah berkata kalau dia tak bisa keluar sekarang. Soo Ah lalu bertanya dimana Do Woo sekarang dan Do Woo menjawab di studio. Soo Ah bertanya karena dia merasa penasaran, dimana dan bagaimana Do Woo menjawab teleponnya. Walaupun Soo Ah menolak bertemu, Do Woo tetap memutuskan pergi.

Hye Won masih berada di depan gedung studio Do Woo dan dia melihat Do Woo keluar studionya, tapi baru setengah menuruni anak tangga, Do Woo kembali ke studionya.

bersambung ke Sinopsis On The Way To The Airport Episode 7 – 2

loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *