Home » Kim Ha Neul » Sinopsis On The Way to The Airport Episode 3 – 2

Sinopsis On The Way to The Airport Episode 3 – 2

Sinopsis On The Way to The Airport Episode 3 – 2, bercerita tentang Do Woo dan Soo Ah yang bertemu kembali dengan alasan Do Woo harus memberi hadiah dari Ny. Ko untuk Soo Ah karena Soo Ah sudah mau mengemas barang-barang Annie. Soo Ah yang tak ingin perasaannya berlarut-larut pada Do WOo, langsung berkata kalau mereka berdua tak perlu bertemu lagi, tapi malam harinya, Soo Ah malah pergi menemui Do Woo di studionya. Soo Ah langsung gemetar dan merasa kalau apa yang dia lakukan salah, ketika Hye Won istri Do Woo datang disaat dia sedang bersama Do Woo. Mau tahu bagimana ceritanya? YUk baca sinopsis dibawah ini:

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 3 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 3 – 2

Sumber gambar dan konten dari KBS 2

Hye Joo menemui Jin Suk di kamarnya dengan alasan membawakan kopi untuknya. “Kita berbicara. Kita berbicara tentang banyak hal. Beberapa wanita percaya bahwa mereka tahu seorang pria hanya karena … mereka berbicara dengannya dan mereka membawanya kopi. Itulah jenis wanita paling buruk. Aku ingin menanyakan pertanyaan yang sama. Apakah aku melakukan sesuatu sesuatu yang salah? Aku membiarkan mu …,” ucap Jin Suk dan kemudian menyuruh Hye Joo keluar lima menit setelah dia keluar, karena Jin Suk tak mau ada yang melihat mereka bersama.

Ditinggal Jin Suk dengan cara seperti itu membuat Hye Joo kesal dan langsung membuang kopi yang dia bawa. Jin Suk keluar dan bertemu dengan anggota tim-nya yang lain. Mereka masuk lift bersama-sama.

Ny. Ko menunjukkan sebuah kain pada DO Woo dan menyuruh Do Woo untuk memberikan kain itu pada orang yang sudah membawa barang-barang Annie. Mendengar itu, Do Woo terkejut dan saat ditanya kenapa, Do Woo menjawab tidak apa-apa.

“Orang-orang … semua terhubung dengan cara khusus. Seperti benang dengan benang. Ada alasan mengapa orang datang dan pergi. Hubungan yang sangat berharga,” ucap Ny. Ko dan memasukkan kain itu ke dalam sebuah wadah dan kemudian memberikannya pada Do Woo.

Orang yang sedang Ny. Ko dan Do Woo bicarakan, saat ini sedang membacakan peraturan yang dibuat oleh Jin Suk. Jin Suk ingin Hye Eun dan Soo Ah tinggal dirumah Ny. Kim selama 6 bulan, selain itu Hye Eun juga sudah di daftarkan ke sekolah yang berada dekat dengan rumah Ny. Kim.

 

Soo Ah mengantarkan Hye Eun sekolah dan Hye Eun masuk sekolah dengan setengah hati. Saat mengantarkan Hye Eun sekolah, secara kebetulan dia bertemu dengan Hyun Joo. Hyun Joo adalah senior pramugarinya, tapi sekarang tubuh Hyun Joo sudah banyak melar, dia jadi gendut, sehingga saat pertama melihat Soo Ah hampir tak mengenalinya.

Mereka berdua kemudian pergi kesebuah toko yang menjual makanan manis. Dengan lahapnya Hyun Joo melahap es krim-nya sedangkan Soo Ah hanya minum minuman hangat. Saat ditanya bagaimana tubuh Hyun Joo bisa berubah drastis, Hyun Joo menjawab kalau dia sendiri selalu merasa benci ketika dia sadar tentang berat badannya. Namun Hyun Joo akan menikmati tubuhnya yang besar dan makan bebas sampai umurnya 48, karena Hyun Joo akan merasa tertekan jika punya tubuh besar setelah menopause di umur 50 tahun.

“Aku ingin mempersiapkan tubuh dan pikiranku dengan cara ini. Aku selalu mendambakan permen di pagi hari. Aku sangat lelah setelah mengantar sekolah ketiga anakku. Aku benar-benar membutuhkan gula,” ucap Hyun Joo dan menghirup minumannya setelah makan es krim. “Chang Hoon baru-baru ini menyebutmu, aku terpikir tentangmu. Apakah kau pindah ke sini?” tanya Hyun Joo dan Soo Ah menjawab kalau dia pindah ke rumah orang tuanya selama 6 bulan, setelah 6 bulan, Soo Ah tak tahu apa yang akan terjadi.

“Semuanya akan baik-baik saja jika aku berhenti kerja,” ucap Soo Ah.

“Mengapa kau berhenti? kau sempurna untuk pekerjaan ini,” koment Hyun Joo yang kemudia memuji SOO Ah kalau dia punt budi pekerti yang baik dan juga sederhana. Selain itu, Soo Ah juga setia dan tak suka main-main.

“Banyak wanita yang kerja dibidang ini, menginginkan menikah,” ucap Hyun Joo dan Soo Ah menjawab kalau dia sudah menikah dengan pria yang benar. “Kau dan aku benar-benar sederhana. Kita tidak menemui pria-pria diluar sana. Kita bertemu pasangan kita dibandara dan menikah di bandara juga. Ya tuhan, kita benar-benar sederhana. Seharusnya aku lebih banyak berpesta lagi. Sederhana apanya,” keluh Hyun Joo dan Soo Ah hanya tersenyum.

Do Woo masuk mobil dan melihat hadiah dari Ny. Ko untuk Soo Ah. Dia kemudian mengirim sms pada Soo Ah dan menayakan apa dia sekarang berada di rumah orang lain yang tak sengaja dia datangi malam itu. karena Do Woo tahu keberadaannya, Soo Ah pun membalas sms dengan bertanya apa Do Woo melihat dirinya? Dan juga bertanya keberadaan Do Woo karena Soo Ah yang akan menghampirinya.

Soo Ah masuk kamar untuk duduk sejenak dan tak lama kemudian Ny. Kim memanggilnya untuk bicara sebentar. Baru hendak melangkah keluar kamar, Soo Ah mendapat sms dari Do Woo yang mengatakan kalau dia sudah dekat dan Do Woo mengajak Soo Ah ketemuan.

Do Woo sudah berada di depan gedung apartemen Ny. Kim dan menunggu kedatangan Soo Ah. Di dalam rumah Soo Ah minta izin pada Ny. Kim untuk keluar sebentar padahal Ny. Kim menyuruhnya duduk dan bicara, karena mereka harus membicarakan rencana kedepannya. Rencana mereka untuk tinggal bersama. Walaupun Ny. Kim tak mengizinkan dia pergi, karena mereka harus bicara, Soo Ah tetap pergi untuk menemui Do Woo.

Do Woo memarkir mobilnya tepat di depan pintu gedung dan itu membuat Soo Ah tak nyaman. Jadi dia berjalan terus dan Do Woo mengikutinya dengan menggunakan mobil. Setelah berada di tempat yang cukup aman, Soo Ah berhenti dan menemui Do Woo.

Saat Do Woo hendak memberikan hadiah dari Ny. Ko untuk Soo Ah, Soo Ah tiba-tiba menunduk karena melihat Ny. Kim lewat. Soo Ah kemudian berkata kalau dia tak bisa menerima hadiah itu sekarang, karena kalau ibu mertuanya tahu, dia pasti merasa tak suka, jadi dia akan mengambilnya lain kali. Do Woo tersenyum dan mengiyakan.

“Cara bicaramu sedikit catchy,” koment Do Woo dan ketika melihat kecemasan di wajah Soo Ah, Do Woo pun menawarkan Soo Ah untuk masuk mobilnya dan dia akan memberikan tumpangan pada Soo Ah. Mendengar tawaran itu, Soo Ah langsung berkata tidak dan kemudian mengambil hadiah yang hendak diberikan padanya.

“Aku akan mengambil ini. Aku pikir kita tak perlu bertemu lagi, Selamat tinggal,” ucap Soo Ah dan dengan wajah sedikit kecewa Do Woo setuju. Do Woo menjalankan mobilnya dan baru beberapa meter berjalan, Do Woo menghentikan mobilnya. Dia melihat Soo Ah dari kaca spion dan Soo Ah sendiri masih berdiri terpaku di tempatnya. Mereka seperti itu dalam waktu beberapa detik karena Do Woo kemudian menjalankan mobilnya lagi.

DO Woo sudah melewati lorong dan ternyata di lorong satunya, Soo Ah terus berlari dan kemudian berhenti di sebuah pagar.

“Annie, kau mendengarkanku? Aku merasa sangat stress sekarang. Ketika aku bicara dengannya, Aku merasa bersalah kepada suamiku dan juga dunia ini. Aku pikir merasa bersalah kepada mereka akan.. memberiku kekuatan untuk mejalani hidup ini. Tapi, Ini adalah alasan yang mengerikan. Bisakah aku pergi dengan ayahmu selayaknya teman. Bolehkan begitu? Satu kali saja,” ucap Soo Ah dalam hati.

 

Soo Ah kemudian menjemput Hye Eun sekolah dan selama jalan pulang, Hye Eun mengeluh kalau dia tak suka dengan sekolah barunya. Sampai di depan gedung apartemen Ny. Kim… Hye Eun mengajak Soo Ah untuk kembali ke Malaysia, karena di sekolah barunya itu, Hye Eun di tuntut untuk belajar dengan keras bahkan Hye Eun merasa tak bisa bernafas lagi. Yang lebih membuat Hye Eun kecewa adalah dia tak bisa masuk ke klub sepak bola di sekolah itu.

“Ayo kembali kesana. Ini Salah ibu. Ibu yang sudah sudah membujukku untuk tinggal di sana,” ucap Hye Eun.

“Aku akan beritahu kau satu hal. Pendapatmu akan selalu menjadi prioritas bagi ibu. Dengan begitu, kau akan belajar untuk mendapatkan dan mengambil tanggung jawab atas hal yang kau lakukan,” jawab Soo AH.

“Jangan terlalu banyak berharap pada anak-anak,” ucap Hye Eun dan hendak pergi, tapi Soo Ah kembali memanggilnya. Soo Ah menyuruh Hye Eun membawa sendiri tasnya karena dia mau pergi. Karena lagi marah, Hye Eun pun langsung mengambil tasnya tanpa mau mendengar ucapan Soo Ah. Menghadapi tingkah Hye Eun, Soo Ah berusaha menenangkan dirinya.

Setelah itu Soo Ah pergi naik taksi, di dalam taksi dia menelpon Mi Jin dan bertanya alamat bar yang mereka berdua datangi saat itu. Hmmm…. ternyata Soo Ah datang untuk menemui Do Woo di studionya. Namun sebelum Soo Ah masuk, Soo Ah menyadari kalau apa yang dia lakukan salah, jadi dia pun memutuskan pergi sebelum bertemu Do Woo.


loading...

Hyun Woo melihat apa yang Soo Ah lakukan dan dia merasa bingung kenapa Soo Ah bersikap seperti itu. Datang tapi tak jadi masuk.

Do Woo sendiri sedang bersama Ji Eun, dimana Ji Eun mengaku kalau dia sudah berjanji pada ibunya akan sukses dalam waktu 3 tahun kalau tidak berhasil, maka Ji Eun harus berhenti melakukan semuanya. Do Woo pun menjawab kalau mereka bisa dibilang baru mulai di bisnis itu, mereka baru buka usaha selama 2 tahun, jadi masih ada waktu 1 tahun lagi, kenapa Ji Eun harus mempermasalahkannya sekarang.

“Klien pertama kita dalam waktu dua tahun ini adalah kakekku. Dia memberiku saran ketika pesta tempo hari. Kau tahu bagaimana keluarga kami tidak berinvestasi pada bisnis yang kecil. Dia mengatakan kau dan aku.. terlalu dewasa dan idealis. Aku mencoba membuat nama dari setiap pengrajin. Aku pikir waktu kita bersama-sama itu bukannya tidak berarti,” ucap Ji Eun sedikit pelan karena tak mau membuat Do Woo tersinggung.

“Aku tidak memulai ini untuk pengalaman,” jawab Do Woo.

“Aku mau sesuatu yang berharga didalam hidupku. Tapi aku tak bisa hidup seperti ini. Apakah kau tahu bagaimana menjengkelkan ketika tidak diakui? Bagaimana ketika orang lain mencemoohmu ketika kau mencoba melakukan sesuatu?” tanya Ji Eun dengan nada kesal dan Do Woo menghela nafas mendengarnya lalu berkata kalau Ji Eun menyedihkan.

Tak lama kemudian, Hyun Woo masuk dan memberitahu Do Woo kalau sepertinya ada orang yang hendak menemui Do Woo. Mendengar itu, Do Woo pun penasaran dan langsung melihat keluar bersama Ji Eun. Dari kejauhan, ada seorang wanita berjalan dan Do Woo dengan cepat menyadari kalau wanita itu adalah Soo Ah. Do Woo pun langsung mencari ponselnya, karena tak menemukan dimana siponsel, Do Woo pun meminta Hyun Woo untuk memanggil Soo Ah.

Ji Eun sebenarnya tak mau pergi, dia bahkan berjanji pada Do Woo untuk berada di pihaknya, dia tak akan memberitahu apa-apa pada Hye Won. Namun Do Woo tetap menyuruh Ji Eun pulang. Di bawah, Ji Eun berpapasan dengan Soo Ah. Hmmm…. tapi mereka hanya saling lewat, Soo Ah tak melihat Ji Eun. Sebaliknya Ji Eun melihat Soo Ah.

Soo Ah naik tangga dan tepat disaat itu Do Woo keluar, mereka pun bertemu di tangga. Do Woo terlihat senang Soo Ah datang menemuinya.

Di sisi lain, Hye Won sedang mengecek bungkusan untuk perayaan Chuseok. Wanita yang sedang bersamanya mengatakan kalau teman-temannya sangat menyukai bungkusan miliknya ketika dia berkata kalau bungkusan itu adalah buatan Ny. Ko.

“Bukankah suamimu sedang menjalankan bisnis dengan Ji Eun?” tanya wanita itu.

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Hye Won.

“Aku tidak tahu, tapi sepertinya perasaanku tidak enak saja,” jawabnya.

“Mereka baru memulainya.”

“Baru sekitar dua tahun. Mereka terlihat baik ketika melakukan hal-hal sosial. Mereka sepertinya biasa melakukan hal bersama-sama. Kau sendiri bagaimana? Apa kau baik-baik saja?” tanya wanita itu yang mencurigai kalau Do Woo dan Ji Eun selingkuh. Hye Won pun hanya diam saja, dia tak menjawab. “Kau membuatku terkejut ketika mengatakan akan menikah dengannya, kemudian memperkenalkan anakmu. Kau ingat seberapa terkejutnya aku saat itu? Lalu, Tak ada yang mengerti dirimu waktu itu. Aku tahu kau bisa menyelesaikan semua ini sendiri, tetapi kau tak membiarkannya pada saat seperti ini. Semua orang membicarakanmu.”

“Jelaskan padaku apa yang kau tau tentang bisnis Ji Eun,” tanya Hye Won dan wanita itu balik bertanya apa yang sebenarnya Hye Won pikirkan. Tentu saja Hye Won tak mau mengatakan apa yang dia pikirkan, karena menurutnya hal itu terlalu sakit untuk diceritakan. Temannya itu pun meminta maaf pada Hye Won dan Hye Won mengajaknya untuk berbicara masalah pekerjaan saja.

Do Woo membawa Soo Ah masuk ke ruangannya dan Do Woo bersikap biasa saja, dia bahkan menawari Soo Ah minum, tapi Soo Ah sendiri merasa tak nyaman dan diam, sampai akhirnya dia berbicara dan menceritakan masalahnya.

“Aku punya sedikit masalah. Suamiku marah karna aku membawa kembali Hyo Eun, lalu memindahkan semua barang-barang kami kerumah ibunya,” ucap Soo Ah dan Do Woo pun mengerti kenapa Soo Ah berkata kalau dia malam itu salah rumah.

“Aku sudah berkeliling keliling tadi,” ucap Soo Ah sambil menunjukkan hadiah dari Ny. Ko. “Aku ingin kesuatu tempat ketika kau mengajakku dan berniat memberi tumpangan. Tapi aku tidak berani menerimanya. Ini sangat rumit.”

 

“Aku senang kau disini,” ucap DO Woo dan tersenyum.

“Ini aneh. Aku bekerja, membersihkan rumah dan menjaga anak. Kemudian aku tertidur. Semua orang pasti melakukan seperti yang kulakukan. Aku tidak tahu mengapa ini sulit bagiku Ketika aku terbang… ke kota yang tidak familiar bagiku. Aku berjalan-berjalan sebentar lalu angin berhembus semua kekhawatiranku menghilang. Itu yang membuatku khawatir. Mengapa sebelumnya aku khawatir? Itu membantuku. Itu juga yang kurasakan ketika aku bersamamu,” ucap Soo Ah dan Do Woo mengangguk mengerti.

“Aku bertanya-tanya tentang itu. Sekarang, aku tahu. Ini adalah masalah terbesar dalam hidupku,” jawab Do Woo dan Soo Ah menghela nafas.

Hye Won datang dan saat berada di depan bar, dia menelpon Do Woo untuk memastikan apa Do Woo ada distudio. Soo Ah mendengar suara ponsel berdering dan kemudian memberitahu Do Woo, namun Do Woo enggan menganggkatnya, dia berkata kalau itu bukanlah telepon yang penting.

Hye Won naik dan di pintu dia bertemu dengan Hyun Woo yang hendak keluar membuang sampah. Karena Hye Won melupakan brosurnya, jadi Hye Won pun kembali ke mobilnya.

Kembali ke Do Won yang terus menatap Soo Ah sambil tersenyum. Karena ponsel Do Woo terus berdering, Soo Ah pun mencarinya. Yang menelpon Do Woo adalah Hyun Woo, walaupun Hyun Woo tak tahu apa temannya itu melakukan hal baik atau buruk, tapi dia tetap memberitahu Do Woo kalau Hye Won datang. Mendengar Hye Won datang, Do Woo terlihat kaget dan dia kemudian menggenggam tangan Soo Ah.

“Kembalilah kapanpun kau mau. Sekarang, Istriku sedang menuju kemari. Kau harus turun dan temui Hyun Woo,” ucap DO Woo dan Soo Ah langsung turun dengan langkah gemetaran.

Agar Hye Won tak melihat Soo Ah, Hyun Woo pun mengajak Hye Won bicara. Soo Ah sekarang sudah berada di meja dan menerima bir terakhir dari Hyun Woo. Do Woo turun dan melihat dari belakang Soo Ah, tak lama kemudian Hye Won masuk dan mengajak Do Won minum sambil sedikit berkencan. Karena ada Soo Ah di tempat itu, Do Woo pun berkata kalau dia harus pergi. Hye Won mengerti dan dia kemudian minta bir pada Hyun Woo untuk dibawa pulang, tapi Hyun Woo menjawab kalau birnya habis.

Mendengar Hye Won ingin bir, Soo Ah langsung meminggirkan bir miliknya dan berkata kalau dia tidak apa-apa. Mendengar apa yang Soo Ah katakan, Hyun Woo dan Do Woo langsung menoleh ke arahnya. Soo Ah sendiri pun sadar kalau apa yang dia lakukan salah. Untungnya, Hye Won tak curiga, dia mengambil bir milik Soo Ah dan mengatakan pada Hyun Woo kalau Do Woo yang akan membayarnya.

Hye Won dan Do Woo pergi. Hyun Woo kemudian memberikan minuman dengan gelas kecil pada Soo Ah. Soo Ah meminum minuman itu dalam sekali tegak, karena kerasnya minuman itu, Soo Ah kembali teringat pada cahaya merah yang dia lihat di kokpit pilot dan juga ketika dia ngobrol berdua dengan Do Woo di lobi bandara. Soo Ah teringat semua waktu disaat dia bersama Do Woo dan juga pengakuannya pada DO Woo.

Saat melihat cahaya matahari dari dekat, Soo Ah merasa seperti terbakar walaupun tak terjadi apa-apa. Apa yang dia rasakan saat itu, sama seperti yang dia rasakan sekarang.

Bersambung ke sinopsis On The Way to The Airport Episode 4

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis dan gambar sinopsis otw airport

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *