Home » Kim Ha Neul » Sinopsis On The Way To The Airport Episode 3 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 3 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 3 – 1, bercerita tentang Soo Ah dan Do Woo yang terus memikirkan satu sama lain. Di rumah Do Woo, Hye Won tetap bersikeras untuk membuang barang-barang Annie, karena dia mengaku tak mau hidup dengan mengetahui kalau Annie membencinya. Sedangkan untuk urusan rumah tangga Soo Ah, Jin Suk dengan kekuasaannya sebagai kepala rumah tangga, memindahkan Hye Eun dan SOo ke rumah ibunya. Sebenarnya Soo Ah tak masalah tinggal di rumah mertuanya, namun yang jadi masalah adalah sang mertua seperti merasa terganggu ada orang lain di rumahnya. Ingin tahu cerita lengkapnya? YUk baca sinopsis dibawah ini:

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 2 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 2 – 2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 3 – 1

Sumber gambar dan konten dari KBS2

Soo Ah menemani Do Woo menabur sebagian abu Annie di sungai Han, walaupun dia hanya menunggu di dalam mobil dan tak ikut menaburkan abu-nya. Melihat Do Woo sedih, Soo Ah juga ikut sedih, bahkan matanya juga berkaca-kaca.

Jin Suk dan tim-nya melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur ke Sydney. Saat melakukan persiapan di ruang kokpid dan tiba-tiba dia kepikiran sesuatu. Soo Ah sendiri sudah berada di rumah dan dia mendapat sms dari Jin Suk yang mengatakan kalau dia akan mengirim keputusan tentang Hyo Eun.

Soo Ah sudah berada di depan cucian piring, tapi dia kembali teringat pada Do Woo. Dia teringat pada tatapan Do Woo padanya. Ingin melupakan hal itu, Soo Ah langsung mencuci piring.

Min Suk duduk di depan rumah dan ketika dia mendengar suara mobil datang, dia langsung keluar dan menemui orang yang datang. Do Woo yang datang, dia datang membawa abu Annie dan abu itulah yang Min Suk tunggu sejak tadi. Do Woo kemudian mengambil koper Annie dan memberitahu Min Suk kalau ada seseorang yang sudah membantunya untuk mengemasi barang-barang Annie.

Do Woo masuk kamar dan melihat Hye Won masih tidur. Melihat Hye Won yang tak peduli sama Annie, Do Woo jadi teringat pada Soo Ah yang sangat perduli pada Annie, walau Annie sudah menjadi abu. Do Woo terus teringat pada Soo Ah.

Saat dia mengantarkan Soo Ah, dia mengajak Soo Ah bertemu lagi sebagai teman dan Soo Ah mengiyakan, dia juga berkata akan pergi bersama Hye Eun.

Bukan hanya Do Woo, Soo Ah juga sedang mengingat kembali waktu-waktu bersama. Hmmm… sepertinya mulai muncul rasa suka di hati keduanya.

Do Woo kemudian membuka pintu kamar ibunya dan melihat sang ibu sedang tertidur. Abu Annie juga sudah di letakkan di kamar itu. Melihat sang ibu tidur, Do Woo pun menutup pintunya lagi. Saat hendak pergi, Min Suk menghampirinya dan berkata kalau Nyonya Ko sudah bekerja sepanjang malam karena Do Woo pergi. Nyonya Ko bahkan hampir mau pingsan setelah menyelesaikan pekerjaannya. Tepat disaat itu Nyonya Ko memanggil Do Woo dan Do Woo pun langsung masuk ke kamarnya.

Nyonya Ko bertanya apa Do Woo membawa barang-barang Annie pulang dan Do Woo mengiyakan. Ternyata Nyonya Ko juga sudah tahu kalau ada orang yang sudah berbaik hati membantu untuk mengemasi barang-barang Annie. Nyonya Ko berpesan agar Do Woo mengucapkan terima kasih pada orang itu.

Hye Won hendak masuk rumah dan dia melihat payung DO Woo sedang dijemur di halaman. Saat bertemu dengan Do Woo, Hye Won bertanya apa Do Woo habis berhujan, karena payungnya di jemur. Tapi akhirnya Hye Won ingat kalau Do Woo baru pulang dari Malaysia. Menyadari hal itu, Hye Won langsung masuk ruang kerja Do Woo dan melihat isi tas Do Woo. Melihat guci abu Annie, Hye Won teringat kembali obrolannya dengan Annie. Saat itu Annie berjanji kalau dia bisa melakukan semuanya dengan baik, dia berjanji tidak akan membuat kesalahan.

Hye Won kemudian membuka koper Annie, Do Woo mengatakan kalau dia membawa barang-barang Annie karena permintaan ibunya. Namun Hye Won tak mau tahu, dia tetap menyuruh Do Woo untuk membuangnya, karena Hye Won tak mau mereka menemukan sesuatu yang menunjukkan kalau Annie membenci Hye Won, seperti Annie menulis di buku hariannya kalau dia bukanlah ibu yang baik saat dia membesarkan Annie sendirian.

Hye Won mengaku kalau dia melahirkan Annie pada usia yang belum genap 20 tahun, saat itu dia harus bekerja mati-matian, belajar serta mengurus anak. Ketika Hye Won membawa Annie ke ayahnya, ayahnya selalu mengembalikan Annie dan saat mereka hanya berdua, mereka hanya menangis dan merengek-rengek. Jadi Hye Won tak mau hidup dengan mengetahui bagaimana Annie membencinya.

“Kau sudah bawa abunya kembali. Berhenti di situ, tidak ada hal seperti itu di antara kita. Tolong … Aku ingin berhenti berteriak. Tolong singkirkan semua untukku,” pinta Hye Won dan di luar kamar Nyonya Ko dan Min Suk mendengarnya, namun mereka kemudian berjalan pergi.

“Aku perlu membuat satu hal yang sangat jelas. Kau membesarkan Annie dan ayahnya mengabaikannya, berarti kau sudah melakukan tugasku. Mungkin Annie tidak membencimu. Dia tidak pernah mengatakan membencimu, bahkan jika dia melakukannya. Kau tidak melakukan kesalahan, aku tahu betul bagaimana kau menjalani hidup. Berhenti berbicara tentang rasa bersalah. Kau tidak melakukan kesalahan, tidak perlu merasa bersalah,” ucap Do Woo, namun Hye Won masih ingin Do Woo membuang semua barang-barang Annie.

Di kantornya, Mi Jin mendengar sahabat dekatnya di gosipin oleh para junior mereka. Mereka mengatakan tentang Soo Ah yang menyetrikakan baju tidur Jin Suk, karena hal itu mereka menyebut Soo Ah sebagai Nyonya Setrikaan.

Mendengar omongan para junior, Mi Jin langsung menelpon Soo Ah dan menyebutnya nyonya Setrikaan. Dia juga mengatakan kalau para junior membicarakan Soo Ah yang menyetrika sarung baju tidur Jin Suk dan kemudian bertanya kenapa ada setrikaan di dalam tas Soo Ah. Soo Ah pun menjawab kalau setrika itu adalah milik Annie yang meninggal karena kecelakaan. Mendengar anak Do Woo meninggal, Mi Jin pun mengajak Soo Ah menemui Do Woo dan menghiburnya, sedangkan untuk setrikanya bisa Soo Ah tinggalkan pada Mi Jin dan Mi Jin sendiri nanti yang akan memberikannya.

Soo Ah kemudian mengaku kalau dia sudah bertemu dengan Do Woo dan memberikan setrikanya sendiri. Mendnegar itu Mi Jin bertanya kapan dan bagaimana, Soo Ah bertemu dengan Do Woo.

“Bandara, hujan, pagi. Itu hanya beberapa jam yang lalu. Tapi itu semua yang aku ingat,” jawab Soo Ah.

Do Woo sendiri sudah berada di tempat kremasi dan meletakkan abu Annie disana. Disisi lain, Soo Ah melihat-lihat foto Annie dan Hye Eun. Diantaranya juga ada foto Annie sendirian. Tepat disaat itu, Do Woo mengeluh karena dia tak punya foto Annie yang terbaru untuk di pasang di samping abunya. Do Woo hanya punya koleksi foto-foto Annie ketika dia kecil. Seperti terkoneksi satu sama lain, di rumahnya, Soo Ah memfoto lagi foto Annie dengan ponselnya dan kemudian mengirimnya ke Do Woo. Mendapatkan kiriman foto Annie, Do Woo pun langsung mencetaknya dan memasangnya di samping abu Annie.

Soo Ah bersama adiknya sedang menemani Hye Eun main bola. Melihat kemampuan Hye Eun menggiring bola, Je A merasa kagum dan berjanji akan mendidiknya. Tapi dia akan meminta bayaran pada Soo Ah sebesar 55 dolar per hari dan 5 dolar lagi untuk transportasi. Soo Ah setuju dan Je A langsung berlari menghampiri Hye Eun dan main bersama.

Nyonya Kim datang ke galeri Nyonya Ko dan bertanya kenapa tak ada kuliah hari ini, padahal kuliahnya selalu di lakukan setiap seminggu sekali pada hari rabu. Si pegawai galeri menjawab kalau mereka tak memiliki jadwal yang di tetapkan, karena Nyonya Ko hanya mengajar disaat dia ingin melakukannya, selain itu kuliah yang Nyonya Ko adalah gratis dan spontan.

“Bisakah dia melakukan apa yang dia inginkan jika itu gratis?” tanya Nyonya Kim dan tepat disaat itu Hye Won masuk.

loading...

“Aku dapat memberikan saran tempat lain. Kau harus membayar tetapi mereka tetap berpegang pada jadwal,” jawab si pegawai mulai kesal dengan tingkah Nyonya Kim dan Nyonya Kim menjawab apa dia harus membayar hanya untuk mempelajari semua itu.

Hye Won kemudian ikut bicara dengan mengatakan kalau Ny Ko merupakan aset budaya manusia, dia hanya akan mengajar mereka yang tertarik untuk memberiikan kembali pada masyarakat. Jadi, apa yang Ny. Ko berikan bukan kuliah melainkan pengalaman.

“Maaf ya nona.. aku peduli banyak tentang kelas dan kebajikan. Aku menghargai kesenian tradisional kita. Tapi ini salah, aset budaya manusia juga makan tiga kali sehari. Kau harus tetap berpegang pada jadwal. Memberikan kembali apa yang didapat kepada masyarakat sama saja dengan pemberian,” ucap Ny. Kim.

“Tidak ada di dunia ini yang merupakan pemberian. Dia melakukan itu atas kemauan sendiri,” jawab Hye Won dan tepat disaat itu dia mendapat telepon. Sambil mengangkat telepon dia bergumam kalau dia sudah membuang-buang waktu datang ke tempat itu.

Yang menelpon Ny. Kim adalah anaknya sendiri. Jin Suk menelpon untuk memberitahu yang mana hal itu langsung membuat Ny. Kim kaget.

Hye Eun masih bermain bola dengan Je A dan tepat disaat itu, Soo Ah mendapat telepon dari Jin Suk yang juga membuatnya kaget. Setelah mendapat telepon itu, Soo Ah dan Hye Eun langsung pulang dan melihat barang-barang Hye Eun di angkut. Hye Eun mengejar mobil pembawa barang-barangnya dan menangis.

Soo Ah menelpon Jin Suk dan Jin Suk langung berkata kalau barang-barang Hye Eun di pindahkan ke rumah ibunya, karena Jin Suk memutuskan agar Hye Eun tinggal bersama neneknya. Soo Ah lalu menyuruh Jin Suk bicara dengan Hye Eun, namun Jin Suk menolak dengan alasan dia sibuk, tapi Soo Ah tahu kalau Jin Suk sekarang sedang minum bir di sebuah cafe. Karena Soo Ah tahu apa yang sedang dia lakukan, Jin Suk pun langsung menutup teleponnya.

Dengan muka cemberut, Ny. Kim menerima kedatangan Hye Eun dan Soo Ah. Karena masih berusaha menerima tinggal bersama cucu, Ny. Kim pun tak mau bicara dulu dengan Soo Ah, mereka akan bicara nanti ketika emosi Ny. Kim sudah stabil. Karena tak ada yang bisa dia lakukan, Soo Ah pun pergi ke rumah Mi Jin.

Mendapat tamu tak terduga, Mi Jin pun sedikit kesal, karena sebenarnya dia berencana untuk bersantai di rumah sendiri. Mendengar Mi Jin yang ingin punya waktu sendiri, Soo Ah pun jadi mengerti perasaan ibu mertuanya, karena selama ini Ny. Kim selalu mengurus keluarganya dan tak punya waktu sendiri, jadi wajar kalau dia tak begitu menerima kedatangan Hye Eun dan dirinya.

Soo Ah kemudian menelpon Jin Suk untuk memastikan apa dia sudah menelpon Hye Eun atau belum. Namun ketika dia menelpon nomor Jin Suk, seorang wanita yang mengangkatnya, wanita itu mengatakan kalau Jin Suk meninggalkan ponselnya dan tim mereka malam ini sedang melakukan makan malam bersama. Dia meminta Soo Ah untuk tidak salah paham. Soo Ah pun dengan santai menjawab kalau dia tak salah paham dan kemudian menutup teleponnya.

Yang menjawab telepon Soo Ah sambil tertawa-tawa adalah Joo Hyun, yang ternyata hanya berdua saja dengan Hye Jin di tempat itu. Joo Hyun begitu senang sudah menjawab telepon dari Soo Ah di ponsel Jin Suk.

Mi Jin bertanya apa Soo Ah benar-benar tak merasa cemburu, ketika teleponnya pada Jin Suk di jawab oleh wanita lain. Soo Ah pun dengan santai menjawab sudah biasa, jadi tak perlu salah paham. Lagi pula dia juga sering makan malan dengan timnya dan Chang Hoon Sunbae.

Soo Ah bahkan berasa baik-baik saja walau tahu Jin Suk minum dan mengobrol dengan pramugari di hotel untuk berjam-jam. Tapi kalau untuk semalam suntuk, Soo Ah akan merasa keberatan. Mendengar waktu semalam suntuk bersama, Soo Ah jadi ingat dengan Do Woo. Ya, karena mereka berdua pernah menghabiskan waktu bersama semalaman sampai pagi.

“Jika kau berada di lobi, tidak ada masalah dengan obrolan biasanya,” ralat Soo Ah.

“Beberapa jam di hotel itu baik-baik saja, msemalam suntuk juga tidak apa-apa, tapi apapun itu jika dilakukan ruang publik? Jin Seok menikah dengan seorang wanita luar biasa. Sikap acuh tak acuhmu sangat berguna di saat-saat seperti ini,” puji Min Ji dan Soo Ah berkata kalau mereka membuat keputusan berdasarkan dugaan-dugaan maka mereka akan berpisah sejak lama. Tapi Soo Ah tetap ingin tahu kalau Min Ji mendengar sesuatu tentang Jin Suk.

Setelah mengobrol dengan Min Ji, Soo Ah memutuskan kembali ke rumah mertuanya. Saat Soo Ah berjalan pergi, Min Ji meyakinkan dia untuk tidak khawatir tentang Jin Suk karena Jin Suk tidak akan berselingkuh walau banyak wanita muda yang menyukainya, mereka juga tak akan bersikap lebih karena mereka tahu Soo Ah istri Jin Suk.

“Apakah aku menikah seorang pria keren seperti itu? Terima kasih untuk mengingatkanku,” ucap Soo Ah dan Min Ji jadi menyesal sudah memuji Jin Suk. Setelah Soo Ah pergi, ada ekspresi kekhawatiran yang terlihat di wajah Min Ji.

Jin Suk kembali ke cafe untuk mengambil ponselnya dan tanpa rasa takut sedikitpun Hye Joo berkata kalau dia sudah mengangkat telepon dari Soo Ah. Jin Suk pun bersikap biasa saja, namun dia menolak ajakan Hye Joo untuk minum bersama. Setelah Jin Suk pergi, Hye Joo langsung mengambil ponselnya dan mengirim SMS yang berbunyi, “Apakah aku sudah melakukan sesuatu yang salah?”.

Jin Suk hanya membaca SMS-nya dan kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku lalu pergi. Melihat itu Hye Joo terlihat kesal. Tak hanya sekali, Hye Joo mengirim sms ke Jin Suk lagi dengan isi: “Aku hanya ingin tahu apa yang salah”.

Jin Suk hanya membacanya saja dan dia kemudian melempar ponselnya ke sofa dengan malas. Hye Joo dan temannya sudah berada di kamar. Masih tak menyerah, Hye Joo kembali mengirim SMS yang berisi: “Aku bertemu denganmu secara kebetulan pada penerbangan pertamaku.”

Flashback!
Hye Joo masuk ke sebuah cafe dan disana dia bertemu dengan Jin Suk yang melihat ke arah. Untuk beberapa saat mereka saling tatap dan itu membuat Hye Joo menghampiri Jin Suk. Hye Joo bertanya apa ada hal yang ingin Jin Suk katakan dan Jin Suk menjawab kalau Hye Joo menatapnya.

“Kau yang menatapku terlebih dahulu,” ucap Hye Joo.

“Aku menatap karena kau menatap,” jawab Jin Suk dan Hye Joo pun tersenyum malu. Sejak saat itu, mereka pun mulai menghabiskan waktu bersama, bukan di cafe melainkan di kamar hotel Jin Suk. Mereka minum sambil ngobrol.

“Kita bersenang-senang malam itu dan hari berikutnya, juga. Tentu saja kita berbicara tentang hal-hal yang serius, kesulitan tentang karir aku dan jalur masa depanku. Aku juga belajar tentang kesepianmu… jadi aku mengenalmu lebih baik. Aku ingin tahu apa yang aku lakukan salah,” isi SMS Hye Joo dan dia langsung merasa kesal karena Jin Suk tak membaca ataupun membalas semua SMS-nya.

Apa yang Jin Suk lakukan? Ternyata dia sudah tertidur dengan nyenyak.

Di rumah Hye Won membuka-buka barang Annie dan membaca buku hariannya. Namun tak ada sesuatu disana yang mengungkapkan kalau Annie membenci dirinya.

Do Woo pergi ke studionya dan temannya langsung mengeluh karena dia baru saja mau tutup, tapi Do Woo malah datang. Do Woo pun menyadari kalau hari sudah pukul 12 malam.

“Ini hanya 12 jam … tapi rasanya seperti musim telah berlalu,” ucap Do Woo.

Kita beralih pada Soo Ah yang baru sampai di depan rumah mertuanya, “Ini hanya sehari …tapi begitu banyak hal yang terjadi,” ucap Soo Ah. Hmmm… Soo Ah dan Do Woo masih mengingat waktu-waktu bersamanya.


Soo Ah masuk rumah dan melihat Hye Eun sudah tidur pulas, disisi lain Do Woo sudah berada di studionya dan melihat foto pemandangan malam yang indah.

Bersambung ke sinopsis On The Way To The Airport Episode 3 – 2

 

loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *