Home » Kim Ha Neul » Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 2, bercerita tentang Do Woo yang akhirnya tahu kalau sebelum Annie meninggal, dia sempat berbicara dengan Hye Won dan saat itu Hye Won melarang Annie kembali ke Korea, juga mengatakan informasi tentang ayah Annie yang sudah meninggal. Di akhir episode, kita kemudian melihat pertemuan antara Soo Ah dan Do Woo. Mereka bertemu di bandara ketika Do Woo hendak menjemput orang yang mengantar barang-barangnya.

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 2

sumber gambar dan konten dari KBS2

Soo Ah sudah memakai seragamnya dan mulai bertugas. Do Woo kembali ke pondok kecilnya yang sekarang sedang masa perbaikan. Soo Ah pulang kerja dan melihat seorang pria sedang memperbaiki sepedanya, karena itu jalanan yang sepi, Soo Ah pun langsung berjalan melewatinya tanpa menoleh ke arah si pria. Pria itu ternyata adalah Do Woo dan Soo Ah tak menyadarinya.

Do Woo melihat Soo Ah lewat, sama seperti Soo Ah, Do Woo juga tak tahu kalau wanita yang lewat itu adalah Soo Ah, namun dia tetap berbuat baik padanya, Do Woo mengarahkan cahaya senternya untuk menerangi langkah si wanita.

Do Woo mendapatkan banyak barang kiriman dari Min Suk. Itu semua adalah barang-barang hasil karya Nyonya Ko semasa hidupnya. Do Woo kemudian menelpon Min Suk dan Min Suk mengatakan kalau barang yang belum di kirim hanya tinggal vas milik Tuan Min, karena Tuan Min berkata akan mengirimnya lewat seseorang. Diantara barang-barang yang di kirim pada Do Woo, ada kotak berbungkus kain merah yang sengaja Maria tinggalkan di mobil Do Woo saat itu, mungkin Min Suk mengira itu salah satu kotak yang berisi barang buatan Nyonya Ko.

Saat merapikan barang-barang yang dikirm, Do Woo mengerjakan sambil mendengar lagu Kim Gwang Seok. Mendengar lagu itu, Do Woo pun teringat kalau Soo Ah pernah bertanya lagu apa yang dia sukai. Kembali mengingat Soo Ah, Doo Woo pun terus teringat pada hari-harinya bersama Soo Ah dan juga pengakuan Soo Ah yang ingin mengakhiri hubungan mereka berdua.

Do Woo kemudian menyusun semua barang-barang ibunya di rumah itu. Dia menyusunnya dengan sangat rapi dan tertata. Selesai beberes, Do Woo kemudian mencoba menelpon nomor Soo Ah, namun nomor itu sudah tak aktif lagi. Walaupun sudah tak aktif, Do Woo dengan sengaja tak mematikannya, dia mendengarkan suara mbak operator bicara.

Tim Mi Jin kembali melakukan penerbangan dengan Jin Suk. Saat mereka semua menunggu lift, Mi Jin hampir terjatuh dan ditangkap oleh Hyun Joo yang kemudian bertanya apa Mi Jin merasa stres karena dia tak makan selama penerbangan. Tentu saja Mi Jin menjawab kalau dia baik-baik saja, dia bahkan mengaku kalau dia adalah orang yang tak terkalahkan. Jin Suk ada di rombongan dan dia hanya melihat dan mendengar saja ucapan Mi Jin. Namun tak hanya sekali, Mi Jin hampir terjatuh lagi untuk yang kedua kalinya. Melihat itu, pramugara yang ada di tim Mi Jin, langsung menyuruh Jin Suk  untuk duluan naik lift, sedangkan Mi Jin, mereka yang akan mengurusnya.  Walaupun sebenarnya dia merasa khawatir pada MI Jin, tapi Jin Suk tak bisa tetap tinggal, jadi dia langsung masuk lift.

Sampai di kamar hotelnya, Mi Jin langsung membaringnya tubuhnya. Walaupun matanya terpejam, Mi Jin tahu kalau Eun Joo masih berada di kamarnya, jadi sebelum Eun Joo keluar, dia bertanya pada Eun Joo, apa Eun Joo bisa menghubungi Soo Ah? Eun Joo menjawab tidak dan Mi Jin pun membolehkan Eun Joo keluar.

 

Min Suk sedang menyapu dan ketika Hye Won lewat, dia sengaja mengeraskan gerakan menyapunya. Namun Hye Won sama sekali tak perduli, dia meneruskan langkahnya dan pergi tanpa berkata apapun pada Min Suk. Tentu saja hal itu tambah membuat Min Suk kesal pada Hye Won, sampai-sampai dia membanting sapu yang dia pegang. Min Suk mengaku tak bisa menghadapi orang seperti Hye Won lagi.

Hye Won sedang bersama Nyonya Hong untuk melaporkan hasil kerjanya. Nyonya Hong kemudian membahas tentang Hye Won dan DO Woo, karena yang dia dengar mereka berdua berpisah. Hye Won pun menjawab kalau dia masih belum berpisah. Tanpa basa basi, Nyonya Hong berkata kalau Hye Won bisa minta tunjangan padanya. Nyonya Hong kemudian mengaku kalau dia sangat menginginkan rumah tua itu bukan karena dia ingin memilikinya, melainkan dia takut sesuatu yang dia hargai akan rusak. Setelah mengakui hal tersebut, Nyonya Hong bisa menebak kalau Hye Won pasti sudah tahu apa yang harus dia lakukan.

Di rumah, Hye Won terus berpikir dan kemudian dia menelpon Do Woo. Hye Won menelpon untuk memberitahu Do Woo kalau dia ingin bercerai, tapi dia ingin ada tunjangan dalam perceraian mereka. Tunjangan yang Hye Won inginkan adalah rumah tua dan yayasan keluarga Do Woo.

Do Woo menjawab kalau dia bisa mempertahankan rumah dan yayasan keluarganya. Hye Won setuju, Do Woo bisa melakukannya, namun ketika Do Woo pergi, maka rumah dan yayasan Nynya Ko akan menjadi milik umum. Mendengar permintaan Hye Won, DO Woo pun bisa menebak kalau semua itu adalah ide Nyonya Hong.

“Mereka akan membuat tuntutan tanpa akhir. Kau harus bekerja dengan cepat,” ucap Do Woo dan tanpa Hye Won sadari, Min Suk menguping obrolannya. Hye Won kemudian berkata kalau semua itu karena kondisi perceraiannya.

Pagi tiba dan Do Woo mendapat telepon dari Min Suk yang memberitahunya kalau dia sekarang sudah sampai di Jeju. Karena  Min Suk belum tahu jalan ke pondoknya, jadi Do Woo pun menjemputnya.

Dalam perjalanan ke pondok, Min Suk bertanya apa Do Woo akan menuruti permintaan Hye Won? Do Woo pun menjawab tidak dan Min Suk lega mendengarnya, dia bahkan datang menemui Do Woo karena dia merasa khawatir.

Mereka berdua akhirnya sampai di pondok dan melihat seluruh ruangan di penuhi dengan karya Nyonya Ko, Min Suk pun berkomentar kalau Nyonya Ko ada di mana-mana. Min Suk kemudian melihat kotak berbungkus kain merah dan kemudian bertanya pada Do Woo tentang apa itu? Do Woo menjawab tak tahu, bahkan dia mengaku kalau baru melihat kotak itu.

Do Woo pun membuka  kain dan diatas kotak tertulis tulisan, “dari bibi Marie.” Membaca itu, Do Woo pun teringat kalau kotak itu adalah kotak yang terus Marie dekap ketika Do Woo mengantarkannya ke bandara.

Do Woo membuka kotak dan di atas ponsel Annie terdapat tulisan yang memberitahukan kalau semua barang di dalam kotak itu adalah barang-barang Annie yang dia gunakan ketika dia meninggal. Di ponsel Annie terdapat rekaman dari panggilan telepon terakhir sebelum dia meninggal. Di beritahu ada rekaman, Do Woo pun langsung menyalakan ponsel Annie dan mendengar rekamannya.

Isi percakapan dalam rekaman:

Aku akan pergi sekali ini saja. Aku tidak akan mengatakan sepatah katapun. Tidak akan pernah. Mengapa tidak percaya padaku? Ini adalah hari ulang tahun nenek. Ibu, sekali ini saja. Aku akan berkunjung sekali ini saja, untuk melihat nenek, ayah dan paman Suk,” ucap Annie.

loading...

Jangan datang,” jawab Hye Won.

Tapi aku ingin datang.”

Kita sudah berjanji.”

Aku merindukan semua. Aku ingin melihat mereka.

Tepati kata-katamu.”

Do Woo dan Min Suk terdiam mengetahui semua itu. Min Suk memilih duduk di dalam rumah, sedangkan Do Woo memilih untuk menghirup udara segar di luar. Do Woo benar-benar merasa marah dan kecewa, karena tahu kalau Hye Won terus membohonginya. Hye Won mengaku pada Do Woo kalau dia belum memberitahu Annie tentang kabar ayah Annie yang sudah meninggal. Namun rekaman tadi mengatakan hal yang sebaliknya. Hye Won memberitahu Annie kalau ayahnya sudah meninggal hanya untuk mencegah Annie kembali ke Korea.

Karena terpukul gara-gara fakta bahwa ayahnya sudah meninggal, Annie terus berlari di bandara dan membuatnya tertabrak mobil di parkiran.

Kita beralih pada Soo Ah yang saat itu sedang melihat keleng giok milik Annie. Hmmm.. sepertinya dia tiba-tiba kepikiran dengan Annie.

Do Woo menyusuri jalan dengan perasaan galau dan tak karuan. Dia terus berjalan dan berjalan sampai malam. Di samping jalan yang Do Woo lalui, Soo Ah melintas, mereka hanya di batasi dengan pagar yang tak terlalu tinggi, namun mereka tak menyadari keberadaan mereka masing-masing.

Soo Ah pulang dan meletakkan kembali kelereng Annie ke kotaknya. Do Woo sampai rumah, namun dia tak langsung masuk, dia hanya duduk di pinggir sungai. Min Suk melihat kesedihan Do Woo dan itu membuatnya kembali melihat ponsel Annie.

Do Woo kembali menghubungi nomor Soo Ah, walaupun tak aktif, Do Woo tetap bicara. Dia bertanya keberadaan Soo Ah. Do Woo menangis dan mengaku kalau dia sangat membutuhkan Soo Ah.

Paginya, Min Suk bertanya pada Do Woo tentang apa yang akan Do Woo lakukan sekarang? Apa dia tak akan memberitahu Hye Won tentang rekaman itu? Tentu saja Do Woo tak akan memberitahu Hye Won dengan alasan kalau dia tak mau menambah rasa bersalah dan ketakutan untuk Hye Won. Dengan kesal Min Suk berkata kalau Hye Won pasti akan baik-baik saja, dia akan menganggap kalau semua itu tidak pernah terjadi. Walaupun begitu, Do Woo tetap ingin Hye Woo hidup bebas tanpa rasa bersalah.

Do Woo ingin mengakhiri semua urusan yang berhubungan dengan Hye Won, lagipula mereka berdua juga akan berpisah. Min Suk bertanya bagaimana kalau Hye Won tak mau? Do Woo menjawab kalau tak ada lagi yang harus dipertahankan diantara mereka berdua.

“Dia ingin menghabiskan satu hari lagi sebagai istrimu. Hanya satu hari lagi. Satu hari, satu hari lagi, satu lagi, lalu selamanya!” teriak Min Suk kesal, karena Do Woo terus bersikap baik  pada Hye Won.

Soo Ah sedang bersama Kevin dan dia bertanya kenapa Mi Jin belum menemui Soo Ah, padahal mereka berdua adalah sahabat. Mendengar pertanyaan itu dan ekspresi Kevin seperti malu-malu saat membahas Mi Jin, Soo Ah pun menebak kalau Kevin pasti menyukai Mi Jin. Kevin kemudian bertanya pada Soo Ah, apakah Mi Jin sekarang sedang dekat dengan seseorang? Tentu saja Soo Ah menjawab “tidak” sambil tersenyum, namun senyumnya langsung hilang ketika dia menyadari bagaimana hubungan dia dan Mi Jin sekarang tak begitu baik.

Kevin kemudian berkata kalau besok dia akan pergi ke Seoul dan berencana menyapa yang lain, jadi dia meminta Soo Ah untuk memberinya tips atau saran. Sebagai gantinya, Kevin tidak akan memberitahukan tentang Hyo Eun yang tidak masuk ke sekolah internasional.

Do Woo kembali menyusun barang-barang ibunya dan kemudian dia pergi dengan menaiki truk-nya. Soo Ah sendiri masih bekerja di bandara, dia kemudian membantu seorang pria menarik troli. Ternyata pria yang Soo Ah bantu itu adalah orang yang membawa barang-barang untuk Do Woo. Walaupun membantu mangangkat barang-barang itu, Soo Ah sama sekali tak sempat melihat nama Do Woo di atas kotak-kotak itu.

Ternyata Do Woo pergi ke bandara untuk menjemput pria itu dan disaat itulah Do Woo dan Soo Ah akhirnya bertemu. Belum siap bertemu dengan Do Woo, Soo Ah pun langsung pergi. Awalnya Do Woo hendak pergi juga, tapi dia kemudian masuk lagi ke bandara, dia mencari Soo Ah. Tak menemukan Soo Ah, Do Woo pun keluar bandara.

“Aku melihat dia. Aku pikir sedang berhalusinasi. Ini tidak mungkin,” ucap Soo Ah dalam hati, sampai-sampai dia tak menjawab panggilan dari talki walki-nya.

Dalam perjalanan pulang, Do Woo terus memikirkan Soo Ah. Dia kemudian bertanya pada pria pengantar barang, kemana dia harus mengantarnya. Namun si pria menjawab kalau kata orang yang menyuruhnya membawa barang, Do Woo yang akan mengurusnya jika dia sampai ke Jeju. Mendengar itu, Do Woo pun tak bisa menolak, dia akan membiarkan pria itu tinggal bersamanya. Pria itu kemudian berkata kalau dia harus mengambil foto barang-barang yang dibawa setelah semuanya di pajang.

Setelah mengantarkan pria pembawa barang dan barang-barangnya, Do Woo langsung pergi. Kemana Do Woo? Tentu saja dia kembali ke bandara lagi. Di bandara, Soo Ah baru saja berganti baju dan hendak pulang. Kevin menghampirinya dan berkata kalau dia akan mengantarkan Soo Ah dan menjemput Hyo Eun. Mendapat tawaran diantar pulang, Soo Ah sedikit bingung karena dia teringat pada pertemuannya dengan Do Woo tadi. Ntah karena ingin menghindari Do Woo atau apa, Soo Ah kemudian menerima tawaran Kevin untuk memberinya tumpangan.

Di depan bandara, Soo Ah melihat Do Woo menunggunya di dalam truk. Karena  Soo Ah begitu fokus melihat kearah Do Woo, Kevin pun bertanya apa Soo Ah kenal dengan pria itu? Namun Soo Ah tak menjawab. Sambil terus menatap mata Soo Ah, Do Woo turun dan menemui Soo Ah.

“Choi Soo Ah-shi,” panggil Do Woo.

“Sunbae,” ucap Kevin.

“Aku mengenalnya. Dia pasti melakukan perjalanan disini,” jawab Soo Ah dan masih terus melihat ke arah Do Woo. Do Woo kemudian menyapa Kevin dan Kevin membalasnya. Soo Ah lalu meminta maaf pada Do Woo dan berkata kalau dia harus segera pergi, mendengar itu Do Woo pun kembali ke truk-nya. Kevin juga pergi untuk mengambil mobilnya.

DI dalam truk, Do Woo kembali melihat Soo Ah dan Soo Ah tak lagi melihat Do Woo, dia menunduk. Do Woo kemudian sengaja mengarahkan cahaya mobilnya ke arah Soo Ah, sehingga membuat Soo Ah merasa silau dan langsung menghalangi cahayanya dengan tangan.

Do Woo keluar mobil dan berkata, “Choi Soo Ah… sadarlah.”

“Apa ini…. benar-benar kau?” tanya Soo Ah.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • update sinopsis drama korea

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *