Home » Kim Ha Neul » Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 1

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 1, bercerita tentang Soo Ah dan Do WOo yang ternyata sama-sama berada di Jeju. Namun mereka berdua tak menyadari hal tersebut, padahal Soo Ah sudah pernah menaiki bis mini yang Do Woo kemudikan, ya Do Woo saat itu sedang menggantikan temannya yang punya profesi sebagai supir. Di Seoul sendiri, Mi Jin terus berusaha menjauhi Jin Suk, tapi Jin Suk lah yang terus mengganggunya.

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 10 – 2

Sinopsis On The Way To The Airport Episode 11 – 1

sumber gambar dan konten dari KBS 2

Soo Ah dan Do Woo tak sengaja bertemu di sebuah cafe, karena Soo Ah sedang bersama Jin Suk, mereka berdua pun tak bisa saling menyapa satu sama lain. Mendapati kondisi seperti itu, membuat Soo Ah menangis sedih, namun Do Woo bisa mengerti keadaannya. Dari jauh, dia mengganggukkan kepalanya pada Soo Ah.

Soo Ah langsung melakukan penerbangan ke Je ju karena Hyo Eun sudah menunggunya disana. Ketika seorang pramugari meminta tolong padanya karena dia duduk di samping pintu darurat, Soo Ah pun jadi ingat kalau dia pernah melakukan hal yang sama pada Do Woo. Saat itu dia juga meminta tolong pada Do Woo, jika terjadi sesuatu yang darurat. Kembali mengingat Do Woo, Soo Ah pun menangis.

Sampai di Jeju, Hyo Eun sudah menunggunya di halte. Saat bertemu Soo Ah, Hyo Eun langsung menyampaikan kalau dia sudah mendapat teman di tempat itu, bahkan anak-anak kelas 3 memintanya untuk bermain bersama. Melihat Hyo Eun begitu bahagia, Soo Ah pun langsung memeluknya.

Pagi tiba dan Soo Ah belarian mengantar Hyo Eun sekolah, mereka berlari karena mengejar bis sekolah. Soo Ah hendak ikut ke sekolah Hyo Eun dengan bis itu, namun salah satu ibu anak mengatakan kalau giliran dia yang mengantarkan anak-anak, jadi Soo Ah tak perlu ikut. Dia memberitahu Soo Ah, kalau mereka punya jadwal untuk mengantar anak-anak ke sekolah.

Ibu-ibu yang lain kemudian mengajak Soo Ah untuk minum kopi bersama. Saat minum kopi bersama, mereka bercerita ini dan itu, namun sepertinya hal tersebut belum cocok untuk Soo Ah, jadi dia lebih memilih diam dan browsing-browsing rumah kontrakan. Ibu yang duduk di sampingnya melihat apa yang sedang Soo Ah lakukan dan saat Soo Ah memilih salah satu rumah, dia langsung berkata kalau sepertinya rumah yang Soo Ah pilih lokasinya bersebelahan dengan rumahnya. Ibu yang lain kemudian bertanya apa Soo Ah pernah tinggal di Jeju dalam waktu yang lama, maksudnya bukan hanya untuk liburan. Mendapat pertanyaan itu, Soo Ah tak langsung menjawab.

Soo Ah pulang dan dalam perjalanan pulang dia teringat pada pertanyaan Do Woo yang menanyakan dari mana Soo Ah berasal dan saat itu Soo Ah menjawab kalau dia berasal dari Jeju. Soo Ah bahkan menjelaskan kalau tempat tinggalnya dulu sangat berangin dan tempatnya sangat bagus. Banyak terdapat kabel listrik juga diatasnya, sehingga membuat banyak burung bertengger disana. Mendengar Soo Ah yang begitu antusiasnya menceritakan tempat tinggalnya yang nyaman, Do Woo langsung bertanya, “Haruskah kita hidup di tempat seperti itu?”

Soo Ah juga teringat hari-harinya bersama Do Woo sampai terakhir kali mereka bertemu secara tak sengaja dan secara diam-diam Do Woo memegang tangannya.

Nyonya Kim pergi ke taman dan melihat seorang nenek senam dan dia kemudian ikut senam bersama sang nenek. Selesai senam, mereka ngobrol sambil duduk diayunan. Tepat disaat itu Soo Ah menelpon untuk mengatakan kalau dia sudah mengirimkan uang bulanan yang sudah ia janjikan. Tentu saja Nyonya Kim merasa senang dan langsung mengecek buku tabungannya. Soo Ah membayar uang bulanan Nyonya Kim dengan menggunakan  uang pesangonnya.

Seorang pria datang dan bertanya pada rombongan ibu-ibu apa mereka tahu dengan wanita yang bernama Choi Soo Ah. Tepat disaat itu Soo Ah muncul dan pria itu langsung menghampirinya. Para ibu-ibu terus merasa penasaran dengan siapa pria itu, tak mau terjadi kesalahpahaman, pra itu kemudian memperkenalkan diri kalau dia adalah pilot dari A Airlines dan suami Soo Ah adalah atasannya, kapten Park Jin Suk. Sedangkan tujuan dia datang menemui Soo Ah adalah untuk menyampaikan perintah dari Jin Suk.

Pria itu kemudian masuk rumah Soo Ah yang masih berantakan. Soo Ah lalu bertanya apa pria itu akan melaporkan pada Jin Suk kalau rumah Soo Ah berantakan dan Hyo Eun masuk ke sekolah lokal bukan internasional? Ditanya demikian, pria itu tak langsung menjawab, dia mengajak Soo Ah pergi karena merasa tak nyaman ngobrol di rumah itu, sebab banyak ibu-ibu yang hobi bergosip dan memantau mereka dari luar.

Dalam perjalan, pria itu berkata kalau ibu-ibu yang tinggal di desa memang hobi bergosip, jadi… walau dia tak memberitahu Jin Suk tentang Soo Ah, cepat atau lambat Jin Suk pasti akan tahu semuanya. Karena pria itu percaya pada Soo Ah dan antara Soo Ah dengan Jin Suk butuh beberapa waktu untuk berpisah untuk memikirkan semuanya, maka pria itu berjanji akan membantu Soo Ah.

Jadi, kemana pria itu hendak membawa Soo Ah? Ternyata dia membawa Soo Ah kesebuah rumah milik kenalannya sesama pilot yang tak di tinggali. Rumah itu hanya di tinggali ketika temannya itu butuh waktu sendiri. Selain rumahnya nyaman, rumah itu juga dekat halte jadi akan sangat mudah untuk Hyo Eun bolak balik ke sekolah. Si pemilik kemudian menyuruh Soo Ah pindah dalam waktu 2 hari lagi, karena dia harus membersihkannya lebih dulu.

Setelah melihat-lihat rumah yang akan dia tempati, Soo Ah kemudian pergi jalan-jalan sendiri. Tepat disaat itu, si pria menelpon dan menanyakan keberadaannya, Soo Ah pun menjawab kalau dia sedang jalan-jalan, dia menyukai tempatnya. Mendengar itu, si pria pun berkata kalau Soo Ah memang harus memilih tempat seperti itu untuk ditinggali jika dia ingin sendirian.

Soo Ah terus berjalan dan kemudian melihat sebuah rumah yang di gembok. Melihat tempat itu dan pemandangan yang indah, Soo Ah pun jadi teringat pada Do Woo. Dia bahkan mengambil gambarnya. Dalam perjalanan pulang, Soo Ah membuat kontak dengan namanya sendiri di ponsel dan pada kontak itu, Soo Ah mengetik pesan-pesan yang sebenarnya ingin dia sampaikan pada Do Woo. Dengan cara seperti itulah, Soo Ah bisa beranggapan kalau dia sudah menceritakan apa yang ada di kepalanya pada Do Woo.

Rombongan pramugari kembali membicarakan Soo Ah yang berhenti dari pekerjaannya dan pindah ke luar negeri. Mereka benar-benar yakin kalau ada sesuatu antara Jin Suk dan Mi Jin. Tak senang dengan hal tersebut, Joo Hyun pun menyuruh teman-temannya berhenti menyebarkan rumor kalau mereka tak tahu apa-apa.

Seorang pramugari senior datang dan mengatakan pada mereka kalau alasan Soo Ah berhenti karena dia merasa punya waktu yang sangat sedikit, sementara dia harus mengurus anaknya yang sakit.

Pramugari senior itu ternyata suami Hyun Joo dan saat dia menceritakan pada Hyun Joo tentang rumor Jin Suk dan Mi Jin, Hyun Joo langsung tak mempercayainya. Namun dia seperti kepikiran sesuatu, namun tak mengatakan apa-apa pada suaminya. Hyun Joo juga belum mendapat kabar lagi dari Soo Ah semenjak Soo Ah mengganti nomornya.

Soo Ah menghubungi adiknya. Mengetahui kakaknya pergi ke Jeju, Je A malah memarahinya, karena Soo Ah memberikan kesempatan untuk Mi Jin dan Jin Suk berduaan. Namun Soo Ah tetap beranggapan kalau Mi Jin dan Jin Suk tidak ada hubungan apa-apa, Jin Suk hanya minta makan padanya, sebab diantara pramugari yang lain hanya Mi Jin yang terkenal jago masak. Sebelum menutup telepon, Soo Ah juga meminta Je Ah untuk percaya kalau Mi Jin bukanlah wanita seperti itu.

Tapi Je Ah tetap pada keyakinannya, dia kemudian pergi ke halte untuk kembali memata-mati Mi Jin dan Jin Suk. Mi Jin sendiri masih berada di bis dan dia tertidur. Tak lama kemudian dia mendapat sms dari Jin Suk yang mengajaknya minum, namun Mi Jin menolak dengan alasan lelah. Ternyata Jin Suk ada di bis yang sama, mendapat penolakan, Jin Suk pun langsung menghampiri Mi Jin.

Jin Suk kemudian mengaku kalau dia merasa sangat senang karena dia hanya bisa bertemu Soo Ah sekali atau dua kali sebulan. Mendengar itu, Mi Jin pun bertanya apa Soo Ah ada di Korea? Namun Jin Suk tak mau menjawabnya. Tepat disaat itu, Mi Jin mendapat telepon dari Hyun Joo yang menanyakan apa Mi Jin tahu dimana Soo Ah. Mi Jin pun menjawab kalau dia tak tahu, karena Hyun Joo seperti memaksa ingin tahu, Mi Jin kemudian menawarkan apa Hyun Joo ingin tanya langsung pada Jin Suk. Hyun Joo langsung menolak, karena dia tak mau bicara dengan Jin Suk. Saat hendak menutup telepon, Hyun Joo hendak menanyakan rumor yang beredar tentang Mi Jin dan Jin Suk, namun dia mengurungkan niatnya.

Setelah Mi Jin menutup teleponnya, Jin Suk langsung berkata kalau Mi Jin harus mengakhiri hubungannya dengan Soo Ah, tentu saja Mi Jin tak senang dengan perintah Jin Suk tersebut. Kebetulan Jin Suk membahas masalah itu, Mi Jin pun dengan tegas menyuruh Jin Suk untuk berhenti mengganggunya dan  berhenti mengirim SMS untuk mengajaknya minum.

Mi Jin melihat ke halte dan berkata kalau orang yang selalu datang ke rumahnya, sekarang sedang menunggunya di halte. Mendengar itu, Jin Suk pun jadi penasaran dan ingin melihat wajah pria itu, namun ketika Mi Jin berkata kalau Jin Suk kenal dengan pria itu, Jin Suk pun langsung menyembunyikan dirinya. Dia bahkan sampai tak turun di halte yang sama dengan Mi Jin, padahal gedung apartemen mereka sama.

Je Ah mengantar Mi Jin pulang dan kemudian berkata kalau kakaknya ingin dia percaya pada Mi Jin dan Jin Suk. Soo Ah beranggapan kalau tidak ada yang terjadi diantara Mi Jin dan Jin Suk. Mi Jin kemudian bertanya kenapa Je Ah tidak mendengar kata-kata kakaknya, Je Ah pun mengaku akan mulai melakukannya. Karena tak ada urusan lagi, Mi Jin pun menyuruh Je Ah pulang, tapi Je Ah mengeluh lapar jadi dia meminta Mi Jin membelikannya makanan. Mendengar itu, Mi Jin langsung bertanya Je Ah mau makan apa, karena dia akan memasakannya, tapi sebagai gantinya, Je Ah harus membawakan kopernya.

loading...

Dari belakang, Jin Suk melihat pria yang pulang bersama Mi Jin. Di dalam rumah, dia kemudian berpendapat kalau pria yang selalu datang ke rumah Mi Jin adalah pria muda, pengangguran dan masih labil. Menyadari hal itu, Jin Suk pun jadi penasaran, dari mana dia bisa kenal dengan pria itu, karena Mi Jin bilang Jin Suk kenal dengan pria itu. hmm… sampai sekarang Jin Suk tidak tahu kalau pria itu adalah adik iparnya sendiri.

Soo Ah dan Hyo Eun sudah berada di rumah. Hyo Eun merasa senang dengan rumah itu dan dia ingin mengambil kamar yang ada di lantai atas. Soo Ah pun mengiyakan karena dia membebaskan Hyo Eun untuk memilih apapun yang Hyo Eun mau dan melakukan apapun yang dia inginkan. Lagi pula mereka hanya tinggal di rumah itu untuk beberapa waktu saja, setelah itu mereka harus mencari tempat tinggal baru. Soo Ah kemudian mengaku kalau dia sudah menemukan tempat yang dia sukai untuk menjadi tempat mereka selanjutnya.

Tepat disaat itu Jin Suk menelpon untuk menanyakan keadaan Hyo Eun dan apakah dia memiliki masalah komunikasi dengan orang-orang disana? Karena Hyo Eun ada di sebelahnya, Soo Ah pun bertanya apa Jin Suk ingin bicara langsung dengan Hyo Eun, secara kompak Hyo Eun dan Jin Suk menolak. Mereka berdua tak mau saling bicara. Hyo Eun kemudian memilih pergi keatas.

Soo Ah basa basi bertanya apa Jin Suk baru pulang dari penerbangan, Jin Suk pun mengiyakan dan kemudian bercerita kalau dalam perjalanan pulang tadi dia bertemu dengan Mi Jin. Dia melihat Mi Jin bertemu dengan seseorang yang menunggunya di halte, jadi dia bertanya apa Mi Jin tak memberitahu Soo Ah dengan siapa dia berkencan? Dengan dingin Soo Ah menjawab untuk apa Mi Jin menceritakan hal seperti itu padanya. Karena Soo Ah tak tahu apa-apa, Jin Suk pun berkata kalau dia akan menutup teleponnya, sebab dia menelpon hanya untuk menanyakan tentang Mi Jin. Sebelum menutup telepon, Jin Suk berkata kalau Soo Ah tak perlu mengkhawatirkan dirinya dan tentu saja Soo Ah mengiyakan, dia tak akan mengkhawatirkan Jin Suk.

Mendengar itu, Jin Suk berpendapat kalau apa yang Soo Ah katakan terlalu kasar, padahal dia dan Hyo Eun sekarang sedang bersenang-senang disebuah resor. Soo Ah pun menjawab kalau Jin Suk merasa cemburu, Jin Suk bisa datang dan tinggal bersama mereka.

“Aku pria berkeluarga, aku harus bekerja, beristirahatlah,” jawab Jin Suk dan langsung menutup telepon.

Ternyata Hyo Eun belum pergi, dia menunggu ibunya telponan ditangga, setelah sang ibu selesai telponan Hyo Eun bertanya apa semuanya berjalan lancar dan Soo Ah pun mengiyakan. Soo Ah kemudian mengajak Hyo Eun pindah ke rumah yang Soo Ah katakan tadi.

Hye Won yang sudah mendapatkan posisi baru di perusahaan Nyonya Hong, sekarang sedang memimpin rapat. Salah satu pegawai yang ikut rapat adalah Ji Eun dan Ji Eun terlihat tak senang melihat Hye Won. Dia beranggapan kalau seharusnya Do Woo yang memimpin rapat itu.

Min Suk berusaha menelpon Do Woo, namun tak diangkat oleh Do Woo. Dengan kesal, Min Suk kemudian berkata dimana Do Woo sebenarnya, dia dirumah sendirian dengan Hye Won dan dia merasa tak nyaman dengan hal itu.

“Aku tidak keberatan hidup denganmu sama sekali,” jawab Hye Won yang saat itu baru pulang bekerja dan mendengar celotehan Min Suk. Hye Won kemudian mengajak Min Suk berteman karena dia ingin menjadi istri Do Woo sedikit lebih lama.

“Kita akan lihat siapa yang menang pada akhirnya,” ucap Min Suk dan Hye Won mengaku kalau dia sekarang merasa lebih baik setelah semuanya terungkap, jadi dia ingin kembali dengan Do Woo lagi. Mendengar itu Min Suk langsung dengan cepat berkata, “Tidak akan pernah.”

“Jangan ragu untuk keluar dari sini jika ingin,” ucap Hye Won dan masuk rumah. Mendengar apa yang di katakan Hye Won, Min Suk pun beranggapan kalau peperangannya dengan Hye Won akan sedikit lebih lama.

Soo Ah dan Hyo Eun sudah berada di rumah yang di pinjamkan pada mereka dan Hyo Eun merasa nyaman di rumah itu.

Paginya, Soo Ah sedang menghias dirinya saat Hyo Eun mengaku kalau dia menemukan sesuatu yang ingin dia lakukan selama hidupnya dan sesuatu itu adalah menjadi petani, Hyo Eun merasa senang berada di kebun. Soo Ah tak percaya itu, dia sangat yakin keinginan Hyo Eun itu akan berubah dalam waktu dekat. Namun Hyo Eun sangat yakin pada keinginannya itu.

Ternyata Soo Ah berhias pada hari itu karena dia akan menggantikan pekerjaan seseorang di bandara untuk sementara waktu. Hyo Eun kemudian menyarankan pada ibunya untuk mencari pekerjaan, karena kalau sampai Hyo Eun tinggal di asrama, maka Soo Ah harus kembali ke Seoul. Setelah Soo Ah mendapat pekerjaan, mereka bisa bilang pada Jin Suk kalau mereka berdua bisa hidup mandiri tanpa Jin Suk.

Hyo Eun kemudian punya ide agar Soo Ah berbohong lagi pada Jin Suk dengan mengatakan kalau dia sudah punya pekerjaan, mendengar itu Soo AH hendak marah karena mereka berdua sudah terlalu banyak berbohong pada Jin Suk. Namun Soo Ah tak bisa langsung memarahi Hyo Eun karena pintu kamarnya sulit dibuka.

Ketika berhasil keluar, Hyo Eun sudah berada di pintu dan hendak berangkat sekolah. Melihat Hyo Eun akan berangkat sekolah, Soo Ah pun tak jadi memarahinya, dia hanya berkata kalau dia tak berhasil mencari pekerjaan di bagian bandara, dia akan mencari pekerjaan di peternakan, jadi mereka tak perlu lagi berbohong pada Jin Suk.

Soo Ah kemudian bertanya apa Hyo Eun merasa tak senang, orang tuanya hidup terpisah? Di luar dugaan, Hyo Eun menjawab kalau dia bisa mengerti bahwa semua pasangan berbeda-beda. Soo Ah kemudian menemani Hyo Eun menunggu bis sekolahnya. Setelah Hyo Eun pergi dengan bis sekolahnya, Soo Ah tetap berada di tempat itu dan mengingat semua yang terjadi pagi ini.

Dalam hati dia berkata kalau dengan susahnya pintu kamar di buka, dia jadi lupa dengan rasa marahnya pada Hyo Eun. Dia kemudian teringat pada kata-kata Do Woo yang berkata kalau seseorang yang sangat dicintai bisa berdiri kuat saat berada dalam kesulitan, jadi Do Woo meminta Soo Ah untuk tidak melupakan hari dimana mereka menghabiskan malam bersama, karena hal itu akan menghibur Soo Ah dalam waktu yang lama.

Mobil yang Soo Ah tunggu tiba dan Soo Ah duduk di kursi yang paling belakang. Di mobil dia kembali mengirim pesan ke kontak yang dia buat sendiri, disana dia mengaku kalau semua yang Do Woo katakan, cara Do Woo melihatnya dan juga wajah Do Woo, masih sangat menghiburnya sampai sekarang. Soo Ah sampai di tempat tujuan dan turun, tanpa dia sadari kalau supir yang mengantarkannya tadi adalah Do Woo, Do Woo sendiri juga tak mengira kalau wanita yang baru turun dari mobilnya adalah Soo Ah. Mereka sama-sama tak menyadarinya satu sama lain.

Di bandara, Soo Ah kembali bertemu dengan pria yang menemuinya kemarin. Karena Soo Ah datang ke bandara hanya untuk menggantikan seseorang, pria itu kemudian menyarankan agar Soo Ah melamar untuk posisi lain di bandara, mereka semua akan merasa senang jika memiliki seseorang seperti Soo Ah. Soo Ah pun setuju dengan saran itu, karena dia merasa senang bisa kembali ke bandara.

Di rumah, Min Suk merapikan semua barang-barang buatan Nyonya Ko, karena akan di kirim ke tempat Do Woo sekarang. Tapi Min Suk masih merasa kesal karena Do Woo tak mengangkat teleponnya. Dia kemudian mencoba untuk menelpon Do Woo lagi dan kali ini langsung diangkat. Saat ditanya keberadaannya, Do Woo hanya menjawab kalau dia akan mengirim alamatnya, jadi Min Suk bisa mengirim semua barang-barang milik ibunya.

Tepat disaat itu, seorang pria memanggil Do Woo dan meminta Do Woo menggantikannya lagi hari ini. Hmmm…. ternyata Do Woo menjadi supir karena menggantikan seseorang. Setelah menutup telepon Min Suk, Do Woo langsung mengirim alamatnya pada Min Suk dan kemudian pergi untuk menjadi supir bis mini.

Seorang nenek yang menumpang di bis Do Woo berkata kalau Do Woo sudah terlihat seperti orang asli Jeju, padahal dia merasa seperti baru kemarin Do Woo sampai di Jeju. Hmmm… apa yang sebenarnya terjadi?


Flashback!

Do Woo membantu nenek  turun dari bis dan itu hari pertama Do Woo sampai di Jeju. Mereka berdua kemudian berpisah untuk menuju ke tempat masing-masing. Do Woo terus berjalan melewati rumbut ilalang. Do Woo kemudian merasa kalau tempat itu adalah tempat yang Nyonya Ko maksudkan karena ada sebuah rumah disana.

(hmmm…. itukan tempat yang Soo Ah temukan juga dan Soo Ah juga sempat memotonya)

Flashback End

Do Woo berterima kasih pada si nenek karena berkat bantuan si nenek, Do Woo bisa menemukan rumah yang dia cari. Saat si nenek hendak turun, Do Woo pun membantunya.

Bersambung

 

D

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis on the way to the airport episode 11
  • on the way to the airport sinopsis episode 11
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *