Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 8 – 1

Sinopsis Night Light Episode 8 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Night Light Episode 8 – 1, bercerita tentang Se Jin dan Gun Woo yang mulai bertransaksi. Tentu saja apa yang Se Jin lakukan, semua itu atas instruksi dari Yi Kyung dan tujuan Yi Kyung melakukan semua itu, agar Gun Woo tak punya hutang lagi dengan Tuan Jang dan kemudian dia memutuskan untuk keluar dari Seongbuk-dong. Gun Woo memutuskan untuk menjadi anak berbakti untuk tuan Park.

Sinopsis Night Light Episode 7 || Part 1 || Part 2

Sinopsis Night Light Episode 8 – 1

sumber konten dan gambar dari MBC

Se Jin menemui Gun Woo dan memberikan apa yang dia minta. Tentu saja Gun Woo bertanya bagaimana cara Se Jin mendapatkannya, karena Se Jin memberikannya begitu cepat. Apa yang Gun Woo tanyakan, sudah bisa ditebak oleh Yi Kyung dan karena itu Se Jin sudah menyiapkan jawabannya. Se Jin menjawab kalau benda itu di beritahukan keberadaannya oleh Yi Kyung saat kejaksaan datang menggeledah, agar Se Jin menyelamatkannya. Setelah benda itu disembunyikan Se Jin di tempat yang aman, dia kemudian berbohong pada Yi Kyung kalau kejaksaan yang sudah mengambilnya duluan.

Pada Gun Woo, Se Jin meminta agar dia mengatakan hal yang sama pada pemilik benda itu, agar dia dan Yi Kyung sama-sama mengira kalau benda itu sudah berada di tangan jaksa. Sebagai bayaran apa yang sudah dia berikan, Se Jin minta uang kontan pada Gun Woo.

Melihat Se Jin melakukan semua itu demi uang, Gun Woo punbertanya apa dia sedang punya masalah uang dan Se Jin dengan santai menjawab kalau uang selamanya tidak akan pernah cukup. Lagi pula Gun Woo sudah tahu bagaimana kehidupan Se Jin, karena dia sudah menyelidikinya. Gun Woo pun mengaku kalau dia tak menyangka Se Jin akan cepat menghubunginya dan Se Jin berkata kalau seiring waktu, pemikiran orang juga akan ikut berubah, seperti yang pernah Gun Woo katakan sendiri.

Merasa tak senang dengan transaksi kotor seperti itu, Gun Woo pun ingin segera mengakhirinya. Sebelum dia pergi, dia berkata kalau bertempur melawan Yi Kyung tak perlu menghancurkan Se Jin juga. Se Jin pun menjawab kalau dia melakukan semua itu demi uang jadi tak perlu ada perasaan malu sedikitpun. Selain itu, hancur tidaknya Se Jin tidak ada hubungannya dengan Gun Woo. Kali ini Se Jin yang berpesan pada Gun Woo untuk berhenti bersikap munafik, setelah mengatakan semua itu, Se Jin pun pergi duluan.

Tak mengantar Yi Kyung dan Tuan Jo ke rumah sakit yang merawat Tuan Park. Saat mereka akan turun, Tak meminta izin pada Yi Kyung untuk menjemput Se Jin, namun tak di perbolehkan oleh Yi Kyung, dia menyuruh Tak untuk menunggunya sampai selesai.

Di luar kamar Tuan Park, sudah banyak para direktur menunggu untuk bertemu, namun Yi Kyung diberi kesempatan masuk lebih dulu dibanding mereka. Yi Kyung datang untuk memberikan data perusahaannya untuk diperiksa oleh Tuan Park. Melihat cara kerja Yi Kyung yang begitu cepat, Tuan Park pun berkomentar kalau Yi Kyung sangat mirip dengan ayahnya. Merekas sama-sama pintar dalam berbisnis. Membahas tentang keturunan, Yi Kyung pun berkata kalau darah daging Tuan Park juga seharusnya di suruh datang ke rumah sakit. Mendengar itu, Tuan Park terlihat tak senang.

“Mau sampai kapan Anda membiarkannya menjadi orang suruhan di Seongbuk-dong? Jika dibiarkan terus seperti ini, Park Gun Woo-ssi akan menjadi orang mereka,” ucap Yi Kyung dan Tuan Park menjawab kalau hal itu tak lagi penting, karena dia beranggapan kalau orang memang bisa melahirkan anak, namun tak bisa melahirkan hatinya. Tuan Park membebaskan Gun Woo untuk berbuat apa saja, asalkan dia tak muncul dihadapan Tuan Park. Tak mau Tuan Park menyerah begitu saja tentang Gun Woo, Yi Kyung pun memberitahunya kalau mungkin Gun Woo sekarang sudah menjadi perisai Tetua di Seongbuk-dong.

“Perisai?” tanya Tuan Park masih tak mengerti.

“Sudah saling kenal lama. Yang harus diketahui, bahkan yang tidak seharusnya diketahui. Hoejang-nim juga tahu. Jika Anda tahu apa kelemahan fatal Tetua…,” jelas Yi Kyung memancing Tuan Park untuk mengatakan rahasia Taun Jang. Namun sayang Tuan Park tak kepancing omongannya, Tuan Park tak mau mengatakan hal itu dengan alasan kalau dia tak mengetahuinya.

Keluar ruang rawat Tuan Park, Yi Kyung berkata pada Tuan Jo kalau ada sesuatu yang Tuan Park sembunyikan mengenai Tuan Jang dan itu adalah sesuatu yang bisa memberikan pukulan fatal pada Jang Tae Joon.

“Sekalipun ada, bolehkah digunakan dengan gamblang?” tanya Tuan Jo, namun Yi Kyung tak langsung menjawabnya.

Kita langsung dialihkan pada Gun Woo yang memberikan benda yang dia dapat dari Se Jin. Setelah di cek Jong Gyu mengatakan pada Gun Woo kalau tidak ada yang aneh pada rekeningnya, jadi tak ada yang perlu mereka khawatirkan. Gun Woo lalu meminta ketemu dengan Tuan Jang.

Gun Woo sudah bersama Tuan Jang dan Gun Woo menyampaikan Tuan Jang kalau sekarang dia ingin kembali ke sisi ayahnya. Dia tak mau lagi menjadi orangnya Tuan Jang. Karena Gun Woo sudah memberikan sesuatu yang Tuan Jang anggap penting, jadi Tuan Jang pun mau melepaskan Gun Woo. Tuan Jang pun berpendapat kalau Gun Woo dan dirinya tak bisa lagi bekerja sama karena tak saling membutuhkan lagi.

Sebelum pergi, Gun Woo meminta Tuan Jang untuk tidak mempersulit Yi Kyung. Namun Tuan Jang tak bisa mengiyakannya, dia memperlakukan Yi Kyung seperti itu karena akibat perbuatannya sendiri. Jika sudah berbuat salah, maka harus bersedia menerima hukumannya.

Se Jin sudah bersama Yi Kyung dan Yi Kyung berkata kalau Gun Woo adalah tipe orang yang akan tetap melakukan sesuatu sesuai aturan walau lawannya sudah melanggar aturan. Yi Kyung juga sangat paham kalau Gun Woo merasa tersiksa sudah melakukan transaksi seperti itu dengan Se Jin. Mendengar itu, Se Jin berpendapat kalau Gun Woo adalah orang yang lurus dan penakut.

“Orang yang berdisiplin ketat, dikarenakan mereka adalah penakut. Karena takut diri sendiri goyah. Mengandalkan prinsip bersikeras untuk bertahan,” jelas Se Jin dan Yi Kyung setuju dengan penjelasan Se Jin. Se Jin kemudian mengaku kalau kerja serabutan selama 8 tahun, membuat dia bisa membaca karakter orang.

“Dia adalah orang yang bercangkang keras. Kau memiliki keyakinan?” tanya Yi Kyung.

“Bukankah katanya dalam waktu dekat dia akan kembali ke Grup? Sudah pasti dia akan menghalangi rencanamu, Daepyo-nim. Saya harus percaya diri,” jawab Se Jin.

Se Jin kembali membaca profil mengenai Gun Woo dan itu membuatnya teringat dengan kata-kata Gun Woo yang ingin menghentikan Yi Kyung, karena kalau sampai Yi Kyung terus menerjang secara membabi buta, maka dia sendiri yang akan terjatuh. Selain itu, Gun Woo juga berkata kalau pertempuran melawan Yi Kyung, tak harus menghancurkan Se Jin juga. Se Jin kemudian menyambungkan dengan pernyataan Yi Kyung yang berkata kalau Gun Woo adalah orang yang selalu mengikuti aturan walaupun lawannya tidak.

Tak muncul dan bertanya apa Se Jin mendapat PR dari Yi Kyung lagi, karena dia melihat ekspresi wajah Se Jin yang tak terlalu bersemangat. Se Jin mengiyakan, namun dia tak bisa memberitahu Tak tentang PR-nya. Dia malah mengatakan pada Tak kalimat, “Sarangheyo.” Mendengar kalimat itu, Tak reflek langsung kaget dan berdiri.

“Ah, bisa bikin orang kaget. Ya ‘kan? Ternyata sangat berbahaya,” ucap Se Jin dan Tak terlihat kesal karena Se Jin hanya menjadikannya kelinci percobaan.

Gun Woo menemui ayahnya dan mengatakan kalau dia tidak lagi menjadi orangnya Tuan Jang, dia memilih untuk berbakti pada ayahnya. Tuan Park pun berhenti marah pada Gun Woo setelah melihat Gun Woo meminta maaf. Tuan Park lalu teringat dengan kata-kata Yi Kyung yang berpendapat kalau Tuan Park terus membiarkan Gun Woo bersama Tuan Jang, maka Gun Woo akan menjadi orang Tuan Jang selamanya. Saat ditanya apa Tuan Jang membiarkan Gun Woo pergi begitu saja tanpa perlawanan, Gun Woo menjawab kalau dia pergi ke sana dengan kemauan sendiri, jadi dia pun bisa keluar dengan kemauan sendiri juga.

Di ruangannya, Yi Kyung terus melihat foto Tuan Jang dan Tuan Park yang sudah dia robek. Dia kemudian mengambil foto Tuan Jang dan kemudian memikirkan sesuatu.

Paginya, Yi Kyung dibawa kejaksaan karena dia diduga ikut terlibat dalam kasus penyuapan yang melibatkan Kim Jin Cheol Gukjang (*Gukjang – setara dengan Dirjen ). Dengan santai, Yi Kyung pun mau diajak oleh kejaksaan, karena dia sudah menebak kalau hal ini akan terjadi, selain itu dia juga sudah mengirim email yang berisi tugas pada semua pegawainya. Mendengar kalau semua itu adalah ulah Tuan Jang, Se Jin pun terlihat sangat khawatir. Dia takut Yi Kyung akan dipenjara, gara-gara dia sudah membantu Gun Woo kemarin.

“Kalau itu kau, akankah kau menyerahkan hidupmu ke dalam tangan orang yang tidak berguna? Uangku… sekalipun cuma sepeser tidak akan kugunakan untuk itu,” ucap Yi Kyung dan kemudian pergi bersama jaksa yang menjemputnya.

Se Jin kemudian ketemuan dengan Gun Woo dan mengatakan apa yang terjadi pada Yi Kyung. Se Jin mengaku khawatir dan cemas, karena dia beranggapan Yi Kyung di tangkap karena dia membantu Gun Woo kemarin. Gun Woo pun meminta agar Se Jin tidak menyalahkan dirinya dan kemudian bertanya Yi Kyung ditahan atas tuduhan apa?

“Katanya ada PNS yang diinvestigasi atas dugaan penerimaan uang suap. Kemudian ditemukan adanya rincian transaksi dengan Galeri S,” jawab Se Jin.

“Suap?”

“Iya,” jawab Se Jin dengan ekspresi cemas. Namun Gun Woo malah tersenyum dan kemudian menyuruh Se Jin untuk tak khawatir, karena Gun Woo tahu, Yi Kyung tidak akan menyuap orang dengan uangnya sendiri.

“Jika kita mundur seribu langkah dan mengkaji dari sana, Sekalipun dia menyuap pejabat, juga tidak akan dengan gampang ketahuan,”jelas Gun Woo.

“Daepyo-nim juga bilang hal yang sama. Kau sungguh mengerti dia,” jawab Se Jin yang sudah mulai merasa tenang.

“Kau tunggu saja dengan tenang. Paling lama tidak akan lewat dari 2 hari, dia akan kembali setelah selesai diinterogasi.”

loading...

“Berkat kau, hatiku terasa jauh lebih tenang sekarang. Terima kasih,” ucap Se Jin dan Gun Woo berpendapat kalau Se Jin begitu mengkhawatirkan Yi Kyung. Se Jin menjawab kalau Yi Kyung sudah seperti mentor baginya. Bahkan karena kesempurnaan Yi Kyung, Se Jin terkadang merasa iri padanya.

Yi Kyung mulai diinterogasi oleh Jaksa dan dia diminta mengaku kalau dia sudah terlibat penyuapan dengan Kim Jin Cheol Gukjang. Tentu saja Yi Kyung dengan tenang menjawab tidak, apalagi pihak Jaksa tidak punya bukti yang memberatkan Yi Kyung.

“Menggunakan tersangka yang tidak nyata dan melakukan investigasi yang hasilnya sudah ketahuan dengan jelas. Kau pasti sangat jengkel, ‘kan? Orang atas yang menerima instruksi dari Seongbuk-dong adalah Oh Joong Eun Geomsajang? ( *Geomsajang – Kepala Jaksa)  Atau Lee Tae Seong Bujang Geomsa? (*Bujang Geomsa – Kepala Departemen),” tebak Yi Kyung yang sudah tahu kenapa dia bisa di seret ke kejaksaan.

Jong Gyu menemui Tuan Jang dan mengatakan kalau Yi Kyung sekarang sedang diinterogasi oleh kantor kejaksaan Distrik, namun menurut Oh Geomsajang, tidak ditemukan adanya poin-poin khusus.

Tuan Jo dan Se Jin menemui Yi Kyung dan Tuan Jo pun memberitahu Yi Kyung kalau Pengacara Yang sekarang sedang mengadakan pertemuan dengan jaksa penanggung-jawab. Tuan Jo menambahkan kalau mereka  tidak punya bukti kuat yang menyatakan kalau Yi Kyung bersalah, jadi penyidikan ini tidak akan berlangsung lama.

Melihat Se Jin yang terus menatapnya dengan tatapan khawatir, Yi Kyung pun meminta Tuan Jo untuk keluar, agar dia bisa bicara berdua dengan Se Jin.

“Tegakkan kepalamu… Busungkan dadamu… Aku bermaksud mengucapkan kata-kata itu. Tapi sepertinya tidak perlu. Dibandingkan dengan bayanganku, Anda terlihat jauh lebih normal. Sungguh mengecewakan,” ucap Se Jin ketika mereka hanya berdua. Yi KYung menjawab kalau hanya seperti ini, belum cukup untuk menggoyahkan dirinya.

Se Jin lalu mengaku kalau dia baru saja bertemu dengan Gun WOo karena dia merasa khawatir pada Yi Kyung dan Gun Woo pun memintanya untuk tidak cemas. Yi Kyung berpendapat kalau seperti itulah Gun Woo.

“Anda dulu pernah bilang. Yang palsu pasti akan ketahuan. Karena itu jangan menggunakan ketulusan. Tapi menurutku tidak bisa begitu. Sudah kupikirkan. Orang seperti Park Gun Woo-ssi ini harus didekati dengan menggunakan ketulusan. Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan. Dengan demikian, sekalipun itu palsu akan terlihat seperti tulus. Perasaan khawatir akan Daepyo-nim, itu adalah ketulusanku,” ucap Se Jin.

“Ini bukan masalah perasaan. Ini adalah perang dingin antara merebut dan direbut. Jika ingin menang, perasaan itu harus kau gunakan sebagai sebuah senjata,” jawab Yi Kyung dan Se Jin berjanji akan menggunakan perasaannya dengan baik, karena perasaan juga uang. Se Jin kemudian berkata kalau dia tak punya apa-apa yang bisa dia berikan pada Yi Kyung, seperti yang Yi Kyung pernah berikan ketika Se Jin berada di penjara.

Yi Kyung menjawab kalau Se Jin tak perlu memberikan apa-apa, karena Yi Kyung sudah mempunyai semuanya.

Malamnya, Yi Kyung kembali diinterogasi oleh Jaksa dan dia masih memilih diam. Di tempat berbeda, Se Jin dan Gun Woo sama-sama memikirkan apa yang terjadi pada Yi Kyung. Selesai diinterogasi, Yi Kyung terlihat lelah, karena si Jaksa menanyainya semalaman.

Se Jin bersiap-siap kerja dan bibinya menghampiri, bertanya apa di kantor Se Jin begitu sibuk sehingga membuat Se Jin harus menginap di kantor. Tak menjawab pertanyaan si bibi, Se Jin mengganti topik pembicaraan dengan menanyakan Song Mi dan kemudian memberitahu si bibi kalau Se Jin sudah mendepositkan biaya bulan ini. Setelah mengatakan semua itu, Se Jin langsung berjalan pergi.

 

Se Jin buru-buru ke kantor untuk menemui Yi Kyung yang dikabarkan sudah pulang, namun sampai kantor ternyata Yi Kyung sudah pergi lagi. Tak melihat ke arah Se Jin, tapi disaat Se Jin melihat ke arahnya, Tak langsung berpaling. Tak terlihat salah tingkah.

Hee Jung menemui Gun Woo dan memberitahunya kalau Yi Kyung sudah dibebaskan. Mendengar itu, Gun Woo berkomentar kalau Tuan Jang sudah salah perhitungan saat menghadapi Yi Kyung.

Yi Kyung sendiri sudah berada di tempat Tuan Jang dan Tuan Jang sama sekali tak merasa bersalah sedikitpun padahal dia sudah membuat Yi Kyung di tangkap Jaksa. Dia malah menasehati Yi Kyung untuk tidak kurang tidur dan makan dengan baik. Saat Tuan Jang memberikan petuah-petuahnya, Yi Kyung langsung memotong dengan berkata kalau dia akan mengulangi apa yang sudah pernah dia katakan pada Tuan Jang.

“Saya akan membantumu meraih jabatan tertinggi itu. Gudang uang Tetua yang sudah kelihatan dasarnya akan kupenuhkan kembali. Rencana dan sumber daya manusia, saya juga yang akan menyediakannya. Harusnya Anda masih ingat, ‘kan?” tanya Yi Kyung dan Tuan Jang berkata kalau dia pikir Yi Kyung datang untuk meminta maaf padanya. Yi Kyung pun menjawab kalau dia datang untuk menerima permintaan maaf dari Tuan Jang, karena gara-gara Tuan Jang dan Park Gun Woo, Yi KYung jadi rugi waktu dan materi.

“Jika Anda mengakui kesalahan itu, saya tidak akan memperhitungkan hutang piutang ini dengan Anda,” ucap Yi Kyung dan Tuan Jang mengaku kalau dia tak ada niat untuk meminta maaf, jadi mereka bisa mengakhiri pembicaraan mereka sampai disini saja.

Yi Kyung langsung beranjak dari duduknya dan sebelum pergi, dia berpesan pada Tuan Jang untuk mengirim bunga ke kamar rawat Tuan Park. Karena masalah Park Gun Woo, Tuan Park merasa terganggu.

Jong Gyu mengikuti Yi KYung keluar ruangan Tuan Jang dan dia bertanya maksud pernyataan Yi Kyung yang mengatakan kalau Tuan Park merasa terganggu. Yi Kyung menjawab kalau pada dasarnya Tuan Park adalah tipe orang pemarah, jadi dia agak susah memprediksi apa yang akan Tuan Park lakukan.

Jong Gyu kemudian mengingatkan Yi Kyung untuk bersikap lebih sopan lagi, jika dia berkunjung menemui Tuan Jang. Yi Kyung berjalan mendekat dan berkata kalau Jong GYu seharusnya mengumpulkan terlebih dahulu bukti-bukti yang bisa menyakinkan jika ingin memfitnah Yi Yung lagi.

Saat hanya berdua dengan Jong Gyu, Tuan Jang berkata kalau Yi Kyung tadi meminta maaf dengan benar padanya, dia akan berencana untuk berhenti, tapi Yi KYung benar-benar keras dan tidak bisa ditekuk. Jong Gyu kemudian membahas tentang Tuan Park, namun dengan percaya dirinya Tuan Jang berkata kalau mereka tak perlu khawatir, karena dia sangat mengenal Tuan Park. Dia berkata seperti itu sambil melihat ke arah foto jadul dimana ada dua orang pria yang mengenakan pakaian prajurit.

Tuan Park menceramahi Moo Sam dan Gun Woo untuk berhenti bertengkar karena mereka berdua satu darah. Tuan Jang ingin keduanya menangani masalah perusahaan bersama-sama. Tak bisa membantah, mereka pun mengiyakan permintaan Tuan Park. Tuan Jang juga meminta mereka berdua untuk bersama-sama melakukan proyek urban Moojin yang baru. Sedangkan kerugian yang diderita karena gagalnya proyek Dubai harus segera dipulihkan.

“Bisnis ini adalah impianku. Setidaknya aku harus melihatnya rampung sebelum aku menutup mata,” ucap Tuan Park.

 

Se Jin menghubungi kantor Gun Woo dengan mengaku sebagai dari rumah sakit, setelah mendengar jawaban dari Hee Jung kalau Gun Woo sekarang sedang berada di rumah sakit, Se Jin langsung menutup teleponnya. Setelah itu Se Jin langsung hendak pergi tanpa menggunakan mantelnya. Penulis Kim kemudian mengingatkan Se Jin kalau di luar dingin, tapi Se Jin malah berkata kalau cuaca semakin dingin, akan semakin bagus. Mendengar dan melihat apa yang Se Jin lakukan, Tak pun terlihat curiga.

Gun Woo dan Moo Sam keluar ruangan Tuan Park bersama. Di luar, Moo Sam menyindir Gun Woo kenapa dia tidak menjilat lagi ke Tuan Jang dan memilih kembali ke Tuan Park. Gun Woo menjawab kalau dia tetap bersama Tuan Jang, pasti akan jadi masalah, karena Gun Woo harus mengerjakan proyek Urban baru Moojin yang berhubungan dengan hidup matinya grup mereka. Gun Woo menambahkan kalau kali ini dia akan menunjukkan rasa bakti dengan sebaik-baiknya. Tepat disaat itu Moo Sam mendapat telepon, jadi Gun Woo memilih pergi duluan. Setelah Gun Woo pergi, Moo Sam menjawab telepon yang ternyata dari Yi Kyung.

Se Jin sudah berada di lobi rumah sakit dan saat dia melihat Gun Woo turun dari eskalator, Se Jin sengaja melintas didepannya, agar Gun Woo melihat dan memanggilnya. Se Jin lalu berkata kalau dia ke rumah sakit dengan alasan menjenguk teman yang sakit, setelah mengatakan semua itu, Se Jin pun langsung berjalan pergi.

Di luar, Se Jin sengaja memperlihatkan kalau dia kedinginan. Rencana Se Jin berhasil, dia berhasil membuat Gun Woo mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan pulang, Se Jin memberitahu Gun Woo kalau Yi Kyung sudah bebas dan Gun Woo menjawab kalau dia sudah tahu. Se Jin lalu bertanya apa Gun Woo dan Yi KYung akan begitu terus selamanya, padahal kalau mengingat masa lalu mereka, sangat disayangkan sekarang mereka  harus bertempur. Gun Woo menjawab kalau Yi Kyung mau berhenti maka pertarungan tak perlu lagi dilakukan.

“Bisa juga jika kau yang lebih dulu berhenti. Di pesta waktu itu saat kau bermain gitar, aku sudah bisa merasakan. Terhadap Daepyo-nim, orang ini…,” ucap Se Jin namun di potong oleh Gun Woo yang meminta Se Jin untuk mengganti topik pembicaraan mereka.

“Sakit apa temanmu sampai dirawat di rumah sakit?” tanya Gun Woo mengganti topik pembicaraan dan Se Jin langsung meminta diturunkan di depan, Se Jin tak mau di antar sampai galeri karena tak mau orang di galeri melihat mereka berdua dan berpikir macam-macam. Sebelum keluar dari mobil, Se Jin diam-diam melepaskan antingnya dan meninggalkannya di mobil Gun Woo.

bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis night light episode 8
  • night light
  • sinopsis drama night light episode 8
  • sinopsis night light episode 8 part 1
  • Drama Night Light
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *