Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 6 – 2

Sinopsis Night Light Episode 6 – 2

Sinopsis Night Light Episode 6 – 2, bercerita tentang Se Jin yang berhasil keluar dari kantor polisi atas bantuan Yi Kyung dan yang lain dengan cara menghapus data sidik jari Se Jin di pistol milil orang taiwan yang terbunuh. Mereka menghapusnya dengan cara menyuap orang yang bertugas mendeteksi sidikjarinya. Pada episode ini, Tuan Park memutuskan keluar dari penjara setelah bertemu dengan Yi Kyung. Tentu saja hal itu Yi Kyung lakukan untuk memutus kerjasama antara Gun Woo dan Tuan Jang.

Sinopsis Night Light Episode 6 – 1

Sinopsis Night Light Episode 6 – 2

sumber gambar dan konten dari MBC

Se Jin dengan tenang menjawab semua pertanyaan dari polisi dan dia kemudian bertanya pada polisi, sebenarnya kasus apa yang sedang mereka selidiki. Karena setau dia, kedua orang Taiwan itu sudah pulang ke negerinya. Polisi menjawab kalau hanya satu yang keluar negeri, sedangkan satunya lagi ditemukan tewas. Mendengar itu, Se Jin langsung kaget.

“Di dalam kantong berisi mayat kami menemukan paspor dan hape,” jelas Polisi dan ternyata mayat yang di temukan si tukang pengantar makanan adalah mayat dari salah satu orang Taiwan.

Seorang polisi lagi datang dan berkata kalau informasinya benar, kalau jarak gudang yang terbakar tak jauh dari tempat penemuan mayat.

“Mungkin ada sesuatu yang kau tahu? Lee Se Jin-ssi,” tanya polisi pada Se Jin karena mereka menemukan sidik jari Se Jin di gudang itu, jadi mereka bisa tahu kalau Se Jin juga berada di gudang tersebut.

Ternyata yang sudah membuat kematian orang Taiwan itu tercium oleh polisi adalah Ki Tae dan dia menceritakan semuanya pada Gun Woo. Ki Tae juga memberitahu Gun Woo kalau Salah satu orang Taiwan itulah yang sudah menikam Moo Sam dan mengkambing-hitamkannya pada Gun Woo. Namun Gun Woo tak ada niatan sedikitpun untuk bekerja sama dengan Ki Tae, dia menyuruh Ki Tae turun dari mobilnya dan kemudian pergi. Takki yang sedari tadi mengikuti Gun Woo, terus mengambil gambar dengan kameranya.

Gun Woo pulang dan teringat kembali dengan perkataan Ki Tae yang mengatakan kalau Yi Kyung bukan wanita biasa. Dia sudah tahu kalau itu adalah jebakan, tapu dia masih mengirim penggantinya ke sana. Dia juga teringat ketika dia menyuruh Yi Kyung kembali ke Jepang, tapi Yi Kyung tak mau dan dia malah mengembalikan CD yang Gun Woo berikan. Dia berkata kalau Gun Woo saja tak bia mempertahankan impiannya, maka Gun Woo pasti tak akan bisa menghentikan Yi Kyung. Jika Yi Kyung bisa semudah itu jatuh ke tangan Gun Woo, maka sudah pasti dia tak akan bisa melangkah sampai seperti sekarang. Yi Kyung beranggapan kalau Gun Woo tidak akan bisa memenangkan peperangan ini, karena manusia tidak akan bisa mengalahkan monster.

Se Jin sudah berada di ruang interogasi dan dia mengaku kalau dia pingsan di hotel dan saat sadar dia sudah berada di gudang. Se Jin kemudian meminta polisi untuk mulai menyelidiki kasusnya dari Cheonha Finans, namun Polisi menjawab kalau mereka lah yang berwenang memutuskan hal tersebut, jadi Se Jin tak perlu khawatir. Se Jin juga berkata kalau kedua orang taiwan itu bertengkar dan kemudian memiju ledakan, dia tak mengaku kalau dia yang melepaskan tembakannya dan membuat kebakaran. Polisi pun mengingatkan Se Jin kalau sampai di pistol itu ada sidik jari Se Jin, maka Se Jin akan dituduh telah melakukan pembunuhan yang disengaja dan itu merupakan perbuatan jahat yang serius. Walaupun begitu, Se Jin tetap pada pernyataannya kalau bukan dia yang menembak.

Takki menemui Yi Kyung dan berkata kalau Gun Woo lah orang yang sudah membuat Se Jin di tangkap. Penulis Kim berkata kalau Yi Kyung sudah tahu semuanya, jadi Takki diminta tenang. Namun mereka semua terkejut ketika mendengar fakta kalau Gun Woo bekerja sama dengan Ki Tae. Takki lalu meminta mereka cepat bertindak untuk menyelamatkan Se Ji, namun mereka tak bisa langsung melakukannya, karena Yeoksam-dong juga sedang terkena masalah.

“Apa?” tanya Takki tak mengerti.

“Bukankah sebelumnya kita punya rekening yang khusus mentransfer uang ke Cheonha Finans? Diantaranya ada beberapa yang kena masalah,” jelas Penulis Kim.

“Biasanya akan bisa lewat. Tapi jika ditargetkan seperti sekarang ini…,” ucap Tuan Jo dan mereka semua diam menunggu Yi Kyung berpikir.

“Harus diselesaikan secara satu persatu. Berdasarkan urutan kepentingannya,” ucap Yi Kyung.

Di ruang interogasi, Se Jin sudah terlihat lelah dan dia terus berkata kalau dia ke hotel untuk menggantikan Yi Kyung. Yi Kyung sendiri sekarang sudah di kantor polisi, ternyata menurut Yi Kyung, urusan Se Jin lah yang paling penting, jadi dia meminta semua orangnya untuk membantu Se Jin keluar dari kantor polisi.

Setelah menemui pengacaranya, Yi Kyung kemudian menemui Se Jin diruang interogasi. Dia bertanya apa yang sedang Se Jin lakukan ditempat itu, karena Yi Kyung sudah menyuruhnya untuk tetap diam di kantor saja. Se Jin membenarkan dan sekarang dia malah terlihat begitu nelangsa.

“Tegakkan kepalamu! Busungkan dadamu!” perintah Yi Kyung dan Se Jin melakukannya. Setelah melihat Se Jin sedikit lebih tegar, Yi Kyung pun duduk di depannya. Se Jin berkata kalau bibinya pasti merasa khawatir dan Yi Kyung menjawab kalau Penulis Kim sudah menghubunginya dan mengatakan kalau Se Jin sedang dinas keluar. Se Jin pun meminta maaf karena dirinya, Yi Kyung dan semuanya jadi khawatir. Se Jin merasa takut karena sidik jarinya ada di pistol, kalau polisi sudah mengetahui hal tersebut maka dia akan segera di sidang.

“Kau mau duduk di sini tunggu mati? Membuat orang merasa bersalah karena kau mati menggantikan orang lain?” ucap Yi Kyung mengingatkan Se Jin kalau dia pernah mengatakan hal tersebut ketika dia berhasil keluar dari gudang. Yi Kyung kemudian meyakinkan Se Jin kalau sidik jarinya tak ada di pistol itu.

Bagaimana Yi Kyung bisa yakin dengan ucapannya? Ternyata dia sudah menugaskan semua orangnya untuk menghapus data yang mengatakan kalau sidik jari ada di pistol itu. Kalau mereka gagal dengan cara online, mereka akan menggunakan uang untuk menyuap orang yang mengindetifikasi pistolnya, karena uang adalah penghapus yang paling bersih di dunia. Itulah cara yang Yi Kyung gunakan untuk mengeluarkan Se Jin dari kantor polisi, walaupun terasa janggal, namun mereka tak akan punya bukti untuk memenjarakan Se Jin.

Setelah mendengar penjelasan Yi Kyung, Se Jin pun bisa bernafas lega. Namun Yi Kyung mengatakan kalau Se Jin tak bisa dilepaskan sekarang juga, dia harus menunggu sampai 38 jam lagi, baru bisa keluar. Se Jin sendiri tak mempermasalahkannya, karena sekarang dia tak merasa takut sedikitpun. Se Jin juga yakin kalau Yi Kyung berada di posisinya sekarang, dia juga bakal tak takut.

Yi Kyung kemudian mengeluarkan koin keberuntungannya dan meminjamkannya pada Se Jin. Dia meminjamkannya tanpa bunga. Tentu saja Se Jin senang menerimanya, apalagi Yi Kyung meminjamkannya tanpa jaminan. Yi Kyung kemudian berkata kalau baginya, Se Jin lah jaminan untuk dia.

Di sel tahanan, Se Jin terus melihat koin satu yen milik Yi Kyung dan Se Jin terlihat senang melihatnya. Yi Kyung sendiri sudah sampai di rumah dan melihat orang-orangnya sedang sibuk mengurus masalah yang mereka hadapi.

Paginya, Se Jin di keluarkan dari kantor polisi dan dia dijemput oleh Takki. Melihat Takki, Se Jin langsung meminta tofu dan Takki berkata kalau Se Jin bukan habis menjalani masa hukuman, jadi dia tak membawa tofu untuk Se Jin.

Saat Takki berbalik, Se Jin tiba-tiba meraih pundaknya dan mengunci leher Takki. Dia memperlakukan Takki seperti itu sampai mereka sampai ke mobil. Di mobil Takki menelpon Yi Kyung dan mengatakan kalau Se Jin sudah keluar dan sekarang dia akan mengantarkan Se Jin pulang. Namun Se Jin langsung berkata kalau dia tidak apa-apa, dia ingin tetap bekerja hari ini. Yi Kyung melarang dan menyuruh Se Jin istirahat karena besok akan menjadi hari yang menyibukkan bagi Se Jin.

Setelah menutup telepon Se Jin, Yi Kyung melihat foto-foto Gun Woo bersama Ki Tae. Tak lama kemudian, Yi Kyung sudah sampai di kantor Gun Woo. Tanpa basa basi, Yi Kyung berkata kalau dia datang untuk memberi Gun Woo kabar buruk dan juga kabar baik, jadi dia meminta Gun Woo untuk memilih mau kabar buruk dulu atau kabar baik yang mau dia dengar terlebih dahulu. Gun Woo pun berkata kalau dia ingin mendengar kabar baiknya lebih dulu dan kabar baik yang Yi Kyung bawa adalah fakta kalau mulai sekarang Yi Kyung akan menganggap Gun Woo resmi menjadi musuhnya. Sedangkan kabar buruknya adalah Yi Kyung akan melawan Gun Woo dengan sepenuh hatinya.

“Sepertinya gara-gara diinspeksi oleh BPK, suasana hatimu menjadi jelek. Kabarnya kau berhasil menghindari hukuman pembekuan usaha. Hanya perlu membayar beberapa milyar Won saja. Sebuah cara pertahanan yang sangat efektif,” ucap Gun Woo yang mengira kalau Yi Kyung marah karena pemeriksaan oleh BPK.

“Kenapa Se Jin harus kau libatkan?” tanya Yi Kyung.

“Siapa? Seo Yi Kyung nomor 2? Ada apa dengan dia?” tanya Gun Woo dan kemudian dia dengan apa yang Ki Tae katakan padanya semalam. Menyadari kalau Ki Tae sudah melakukan sesuatu pada Se Jin, Gun Woo pun bertanya bagaimana keadaan Se Jin.

“Hal yang sudah tahu sama tahu, sebaiknya tidak usah kau tanyakan,” ucap Yi Kyung.

“Menurutmu ini semua adalah atas instruksiku?” tanya Gun Woo dan Yi Kyung langsung melempar foto-foto Gun Woo bersama Ki Tae. Gun Woo hendak menjelaskan yang sebenarnya, namun Yi Kyung tak mau dengar.

“Ini adalah pertempuran kita. Jangan kau sentuh anak itu! Dalam waktu dekat ini aku akan menghadiahkan sebuah hadiah besar untukmu. Kuharap kau akan menyukainya,” ucap Yi Kyung dengan tatapan serius.

“Yi Kyung-a… Aku tidak tahu yang kau inginkan itu balas dendam atau perusahaan. Tapi setidaknya cara dan metodenya harus kau pertimbangkan. Sekalipun kau merasa dirimu itu adalah monster, kau itu tidak lebih seorang manusia,” nasehat Gun Woo namun Yi Kyung tak mau dengar, dia menyuruh Gun Woo menunggu hadiah darinya saja.


loading...

Saat sendirian, Gun Woo melihat kancing jasnya dan dia teringat pada Lee Se Jin. Dia akhirnya tahu kalau wanita yang mengembalikan kancing jasnya adalah Lee Se Jin. Di luar, Yi Kyung berkata kalau Gun Woo harus mengingat dengan baik-baik nama Se Jin.

Se Jin sendiri masih dalam perjalanan pulang dan dia tertidur dimobil. Melihat Se Jin terkena sinar matahari, Takki pun memutar penghalang sinar mataharinya, namun disaat dia melakukan hal tersebut, ponselnya berdering dan itu membuat Se Jin bangun, jadi Takki pun dengan cepat mengembalikan posisi tangannya.

Setelah mendapatkan sebuah informasi dari orang yang menelponnya, Takki pun menurunkan Se Jin di jalan dan menyuruhnya pulang sendiri. Tentu saja hal itu membuat Se Jin penasaran dan bertanya Takki ingin bertemu siapa. Tak mau memberi banyak penjelasan, Takki pun menjawab kalau dia ingin menemui kekasihnya.

Se Jin keluar mobil dan kemudian naik taksi. Namun dia tak pulang ke rumah, dia mengikuti kemana Takki pergi. Ternyata Takki bukan pergi untuk menemui kekasihnya, melainkan untuk menemui Ki Tae. Tentu saja Takki menemui Ki Tae karena ingin memberinya pelajara. Sebelum Takki melakukan hal tersebut, Se Jin langsung menghampiri Ki Tae yang kebetulan saat itu sedang bersama Ma Ri.

“Hebat juga kau bisa meloloskan diri. Seo Yi Kyeong yang menyuruhmu ke sini?” tanya Ki Tae ketika melihat Se Jin. Dia juga berkata kalau Yi Kyung harus datang sendiri menemuinya jika ada yang ingin dibicarakan.

“Daepyo-nim kami itu sibuk sekali. Dia juga bukan level orang yang bergaul dengan orang seperti Sajang-nim ini,” ucap Se Jin dan Ma Ri langsung meneriakinya karena sudah lancang pada Ki Tae. “Lancang sih tidak, aku cuma memperingatkan kalian. Kau sudah lihat staf kami yang berada di dalam mobil itu?” ucap Se Jin menunjuk Takki dan kemudian menunjuk ke sekelompok preman yang berada tak jauh dari mereka. Se Jin menyebut mereka adalah staf-nya juga, tapi belum sampai Ki Tae dan Ma Ri merasa terancam, sekelompok preman itu pergi dan itu menandakan kalau Se Jin sudah berbohong. Ma Ri dan ayahnya pun tertawa lalu pergi.

Se Jin kemudian masuk mobil Takki dan bertanya apa Takki ingin mereka berdua masuk penjara sambil gandengan tangan. Tentu saja Takki tak mau, dia tak berpikir panjang saat akan menemui Ki Tae. Takki pun memohon pada Se Jin untuk tidak melaporkan semuanya pada Yi Kyung. Se Jin pun hanya tertawa dan bergumam kalau rasanya sungguh menyenangkan. Mendengar itu Takki menyuruh Se Jin untuk tidak ke ge-eran, dia beralasan melakukan semua itu bukan untuk Se Jin.

Tuan Park minum obat dan tak lama kemudian perawat masuk lalu mengatakan kalau dia punya tamu. Siapa tamu Tuan Park? Ternyata orang itu adalah Yi Kyung. Saat melihat Yi Kyung, Tuan Park langsung bisa mengetahui kalau Yi Kyung adalah anak dari Seo Bong Soo. Basa basi Tuan Park pun menanyakan kabar Tuan Seo dan dengan sinis Yi Kyung menjawab, menurut Tuan Park sendiri bagaimana kira-kira kabar Tuan Se.

“Bong Soo pasti masih menyalahkanku. Aku telah banyak berbuat salah terhadap Bong Soo. Begitu Aboeji-mu mendengar kata Korea, sudah pasti kebenciannya meluap-luap. Semua orang bilang ini karma. Boleh dibilang aku sudah menerima karmaku,” ucap Tuan Park.

“Sel tahanan yang luas dan sendirian. 24 jam dimonitor oleh dokter. Kebebasan menerima tamu yang tidak mungkin didapatkan oleh tahanan biasa. Ini adalah liburan, bukan menjalani hukuman. Jika memang serius ingin menebus dosa, sudah seharusnya dilakukan di luar,” ucap Yi Kyung yang kemudian mengatakan kalau sekarang Gun Woo sudah menjadi anak buahnya Tuan Jang. Yi Kyung menambahkan kalau hal itu terus terjadi, maka Moojin Group akan terbelah jadi dua, karena Moo Sam tidak akan berdiam diri, perusahaannya diambil alih Gun Woo.

Tuan Park bertanya bagaimana Yi Kyung bisa tahu dengan begitu jelas, padahal itu adalah urusan intern perusahaan. Yi Kyung mengaku kalau dia mengoperasikan sebuah jaringan informasi dan sebelumnya dia juga pernah berhubungan dengan Moo Sam.

“Orang yang bisa menyelesaikan masalah ini hanyalah Hoejang-nim seorang. Tolong Anda jangan begitu keras kepala. Mundurlah dari proyek Dubai itu. Dengan demikian Anda akan mendapatkan pembebasan bersyarat. Moojin Grup yang didirikan dari hasil mengkhianati teman, tidak boleh tumbang dengan begitu saja. Keluarlah dari sini. Ini adalah awal penebusan dosamu terhadap Aboenim-ku,” ucap Yi Kyung dan kemudian pergi.

Saat hanya sendirian di kamar rawatnya, Tuan Park melihat kembali fotonya bersama Tuan Jang dan Tuan Seo. Tuan Park begitu marah ketika mengingat kata-kata Yi Kyung kalau Gun Woo menjadi anak buat Tuan Jang.

Di ruangannya, Yi Kyung merobek foto ayahnya dengan kedua temannya. Dia merobeknya menjadi 3 bagian.

Di rumah, Se Jin terus tersenyum melihat koin satu yen-nya. Dia teringat kembali dengan pernyataan Yi Kyung yang berkata kalau Se Jinlah jaminan untuk uang satu yen itu. Song Mi muncul dan melihat koin satu yen itu, dia pun bertanya apa Se Jin habis dinas ke Jepang? Tentu saja Se Jin berkata tidak. Disaat Song Mi hendak melihat uang tersebut, Se Jin melarangnya.

Sook Hee muncul dan menyuruh Song Mi belajar karena minggu depan dia ada ujian. Setelah Song Mi pergi, Sook Hee memberitahu Se Jin kalau dia sudah tanda tangan kontrak baru dengan ibunya Seok. Mereka pun merasa senang karena nanti mereka bisa tidur dengan pulas lagi. Sook Hee pun berpesan pada Se Jin untuk berterima kasih pada Yi Kyung, karena berkat Yi Kyung lah mereka bisa melanjutkan sewa rumah mereka. Untuk merayakan tanda tangan kontrak rumah mereka, Se Jin pun mengajak bibinya untuk minum bersama.

Paginya, Gun Woo dan Tuan Jang dikejutkan dengan keluarnya Tuan Park dari tempat penahanan dengan alasan kesehatan. Reporter berita juga mengatakan kalau Tuan Park sedang mengajukan pembebasan bersyarat dengan alasan medis. Tak hanya Gun Woo dan Tuan Jang yang terkejut akan hal itu. Moo Sam juga merasakan hal yang sama dan diapun langsung pergi ke rumah Yi Kyung dengan kondisi marah, karena dia tahu orang yang membuat Tuan Park memutuskan untuk mengambil pembebasan bersyarat adalah Yi Kyung.
“Apa sebenarnya yang kau rencanakan? Jika kau masih saja terus menantang seperti ini, Berkenaan dengan masalah itu, kita tidak bisa bekerja sama lagi,” ucap Moo Sam.

“Terus Anda bisa apa? Mau lari ke Kantor Jaksa dan mencoba bernegosiasi dengan mereka lagi? Sekarang sepertinya tidak ada lagi kasus penipuan hyeongnim mu yang bisa dimanfaatkan. Anda harus percaya dan melangkah bersama denganku. Jika terus meraca curiga tidak jelas, Anda akan tersandung dan jatuh.”

“ Aku hanya khawatir pada akhirnya semuanya hanya sia-sia belaka.”

“Tidak akan! Park Moo Il Hoejang tidak akan bisa mengamankan posisi tersebut. Park Gun Woo-ssi juga tidak akan sanggup menduduki posisi itu,” jawab Yi Kyung dan kemudian dia memanggil Se Jin. Yi Kyung menyuruh Se Jin untuk memberi salam pada Moo Sam dan Yi Kyung juga memberitahu Moo Sam kalau nanti dia berhalangan, Se Jin lah yang akan mewakilinya, karena bagi Yi Kyung, Se Jin adalah hidden card yang baru.

Gun Woo menemui ayahnya di rumah sakit dan sang ayah langsung marah padanya. Tuan Park langsung melempar gelas ke saming Gun Woo. Dia menyuruh Gun Woo untuk berhenti dan tidak melakukan apapun.

Se Jin menemui Yi Kyung dan mengatakan kalau Moo Sam sudah pulang. Yi Kyung kemudian berkata kalau Moo Sam suatu hari nanti pasti akan mengkhianati mereka, karena Yi Kyung sudah melihat Moo Sam yang begitu terlihat waspada terhadapnya. Moo Sam sekarang sedang merasa cemas tentang kapan Yi Kyung akan menusuknya dari belakang.

“Hubungan kemitraan dibina sampai saat saling memanfaatkan usai. Seperti itu?” tanya Se Jin.

“Betul, karena itu kau harus membuat orang lain merasa membutuhkanmu. Jika tidak sanggup… …didepak orang hanyalah masalah waktu saja,” jawab Yi Kyung dan Se Jin meminta Yi Kyung untuk tenang karena dia takkan akan meninggalkan Yi Kyung. Bagi Se Jin, Yi Kyung adalah seseorang yang sangat penting.

“Singa tua sudah terpancing keluar dari kandangnya. Pertempuran berdarah akan dimulai sekarang. Demi pertempuran ini… Kau harus menjadi orang yang dibutuhkan oleh seseorang,” ucap Yi Kyung dan Se Jin pun bertanya siapa?

Kita beralih ke Gun Woo yang sedang kena semprot ayahnya. Tuan Park begitu marah karena Gun Woo memutuskan untuk menjadi anak buah Tuan Jang. Tak perduli dengan kemarahan ayahnya, Gun Woo tersenyum dan berkata kalau dia merasa senang bisa dimarahi oleh sang ayah di luar rumah tahanan.

“Perilaku Jageun Abeoji yang di luar kendali, dengan susah payah berhasil dihentikan oleh Tim Pengawas. Pendukungku yang berada di dalam dan luar perusahaan jadi bertambah banyak. Sekalipun sangat disesalkan, aku menerima bantuan Tetua. Sekarang situasi sudah membaik.Tidak mungkin aku membakar jembatan yang sudah kulewati,” jawab Gun Woo dan sang ayah berkata kalau Tuan Jang melakukan semua itu untuk memperalat Gun Woo. Tuan Jang hanya mengambil aksi dengan meminjam nama Gun Woo. Gun Woo pun tahu akan hal itu, karena selama ini ayahnya sudah di peralat oleh Tuan Jang.

Kembali pada Yi Kyung yang memberitahu Se Jin kalau Park Gun Woo lah orang yang harus Se Jin curi.

bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis drama korea night light
  • sinopsis the legend of blue sea
  • sinopsis night light eps 6
  • sinopsis night light 6 - 2
  • sinopsis night episode 6
  • seo yi kyung lee se jin
  • sinopsis night light episode 6 part 2
  • sinopsis night light episode 6 part 2 |sinopsis drama
  • night light takki
  • cara jin cemburu ketika melihat orang menelfon

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *