Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 6 – 1

Sinopsis Night Light Episode 6 – 1

Sinopsis Night Light Episode 6 – 1, bercerita tentang Tuan Jang yang mengajak Gun Woo dan Yi Kyung saling bekerja sama untuk mendukungnya. Namun Gun Woo menolak hal itu, sehingga akhirnya Tuan Jang hanya memilih Gun Woo untuk menjadi tangan kananya. Tuan Jang mengeliminasi Yi Kyung. Tak hanya mengeliminasi, Tuan Jang juga membuat perusahaan Yi Kyung di periksa oleh Badan Pengawas Keuangan.

Sinopsis Night Light Episode 5 || Part 1 || Part 2

Sinopsis Night Light Episode 6 – 1

sumber gambar dan konten dari MBC

Yi Kyung dalam perjalanan menuju rumah Tuan Jang.

Flashback!

Yi Kyung mengatakan pada ayahnya kalau dia akan pergi ke Korea, selain itu dia juga akan mengajak Tuan Ja dan penulis Kim. Sang ayah terlihat sangat marah, karena Yi Kyung mengambil keputusan itu tanpa persetujuan darinya. Dia kemudian memberitahu Yi Kyung untuk tidak pergi ke Korea, karena Korea bukan tempat untuk mereka.

“Park Moo Il, Jang Tae Joon… Karena dua orang itu? Kutemukan di dalam brankas emas. (Yo Kyung menunjukkan foto ayahnya bersama Tuan Park dan Tuan Jang ) Kejadian waktu itu, aku sudah dengar dari Jo Isa. Pukulan dikarenakan dikhianati oleh 30 tahun persahabatan. Abeoji, aku paham,” ucap Yi Kyung, namun Tuan Seo berkata kalau Yi Kyung tak mengerti. Menurut Tuan Seo kedua orang itu, tidak lebih dari serangga yang tak cukup berharga untuk dibalas dendam.

Yi Kyung menjawab kalau dia memang tidak ingin balas dendam, karena dia masih berpikir mau balas dendam secara brutal atau hanya memperalat mereka untuk membangun kerajaannya sendiri.

Flashback End!

Yi Kyung sudah sampai di rumah Tuan Jang dan dia terkejut melihat Gun Woo juga ada disana. Jong Gyu keluar dan dia mempersilahkan Yi Kyung dan Gun Woo masuk ke ruangan Tuan Jang. Tujuan Tuan Jang mengajak keduanya bertemu untuk mengatakan kalau dia ingin keduanya menjadi tangan kanan dan tangan kiri dirinya. Tuan Jang ingin Yi Kyung membantu Gun Woo menangani perusahaannya dari Moo Sam, namun Gun Woo tak mau. Dia tak mau bekerja sama dengan Yi Kyung, sedangkan Yi Kyung sendiri tak mau mundur, dia bersikekeuh untuk menjadi orangnya tuan Jang. Sebelum keluar ruangan Tuan Jang, Gun Woo meminta agar Tuan Jang yang memutuskan, kalau dia ingin Gun WOo menjadi orangnya, maka dia tidak mau bekerja sama dengan Yi Kyung.

Di luar ruangan Tuan Jang, Gun WOo berkata kalau Yi Kyung akan lebih baik memutuskan hubungan dengan Moo Sam dan berdiri di pihak Tuan Jang, karena Gun Woo tahu itulah tujuan Yi Kyung selama ini.

“Hoejang Moojin Grup yang akan datang. Tidak boleh sembarangan melempar kartu seperti ini,” jawab Yi KYung dan Gun Woo pun membenarkan. Dia tahu kalau Yi Kyung tidak mungkin cuma membantu orang dalam hal barang-barang seni saja.

“Membantu Jageun Abeoji menjadi hoejang dan memperbesar taruhan. Melipat-gandakan taruhan tanpa sepengetahuan Tetua. Pasti ini. Yang kau maksud dengan rencana utama,” tebak Gun Woo.

“Bagaimana ya? Di dalam rencana itu tidak ada namamu,” jawab Yi KYung dan Gun WOo berkata kalau dia tak tertarik bekerja sama dengan Yi Kyung, begitu juga dengan Yi Kyung.

Jong Gyu keluar dan Gun Woo berkata kalau kartunya sudah dia perlihatkan pada Tuan Jang, jadi diterima atau tidak, Tuan Jang sendiri yang memutuskan. Setelah mengatakan itu, Gun Woo pun pergi.

“Saat ini di tahun yang lalu, Moojin diaudit secara internal oleh Jaksa. Transaksi perusahaan berantai yang mendasari bisnis rabat melanggar UU Pengelolaan Devisa. Pastinya Seo Daepyo juga tahu jelas, orang seperti apa Park Moo Sam Sajang-nim itu,” ucap Jong Gyu pada Yi Kyung.

“Itulah kenapa dia adalah orang yang lebih memiliki nilai pakai. Aku tidak akan bekerja sama  dengan orang-orang yang tidak serakah,” jawab Yi KYung dan Jong Gyu bertanya tentang pendapat Yi KYung mengenai adik yang mengkhianati kakaknya sendiri?

Orang yang Jong Gyu maksud adalah Moo Sam yang mengkhianati Tuan Park dan sekarang Moo Sam sedang mengunjungi Tuan Park di penjara.

“Park Sajang yang menerima audit secara internal. Mencoba membuat kesepakatan dengan jaksa. Sebagai transaksi pembebasannya, dia membantu mereka meringkus Park Hoejang, ikan paus ini. Kau sekarang sudah tahu alasan kenapa Tetua tidak bisa mempercayai Park Sajang,” ungkap Jong Gyu dan Yi KYung menebak kalau Gun Woo pasti belum tahu tentang semua itu. Jong Gyu membenarkan, karena kalau sampai Gun Woo tahu, pasti akan terjadi pertumpahan darah di Moojin Grup.

“Tetua juga tidak berharap melihat akhir yang seperti ini. Demi kerja sama Seo Daepyo dengan Park Gun Woo-ssi,” tambah Jong Gyu.

“Cobalah Isajang-nim membujuk Tetua. Posisi impian yang menggiurkan itu. Orang yang bisa membantunya mewujudkan impian itu adalah aku,” jawab Yi KYung dengan yakin.

Dalam perjalanan pulang, Yi Kyung menelpon Penulis Kim dan bertanya keberadaan Tuan Jo. Penulis Kim menjawab kalau Tuan Jo bersama Se Jin sekarang pergi ke gedung kantor yang di Yeoksam-dong. Yi KYung pun menyuruh Penulis Kim untuk meminta keduanya pulang, begitu juga dengan Takki.

Se Jin dan Tuan Jo sendiri baru sampai di kantor. Se Jin berkata kalau dia tak tahu ada gedung mereka di daerah seperti itu dan Tuan Jo menjawab kalau dana operasional, investasi bisnis, umumnya di tangani di gedung yang mereka datangi itu. Tuan Jo juga menambahkan kalau Se Jin juga nanti akan sering datang ke gedung itu.

Masuk gedung, Se Jin diberi sambutan oleh beberapa pegawai disana. Dia disambut karena datang bersama Tuan Jo. Tepat disaat itu, Se Jin mendapat telepon dari penulis Kim dan mengatakan kalau ada situasi darurat.

Tuan Jang bertanya pada Jong Gyu, kira-kira siapa yang harus dia pilih antara Gun Woo dan Yi KYung. Jong Gyu menjawab kalau dari segi ambisi dan kemampuan, Yi Kyung lah yang lebih cocok. Namun Tuan Jang beranggapan kalau pisau yang terlalu tajam bisa melukai pemiliknya. Karena baru bertemu dengan kedua anak teman-temannya, Tuan Jang pun berkata kalau dia ingin sekali bisa minum soju bersama teman-temannya itu.

Moo Sam mengadukan apa yang sudah Gun Woo lakukan,dia mengadukan pada Tuan Park kalau Gun Woo sudah bekerja sama dengan Tuan Jang untuk mendepak dirinya dari Moojin Group.

“Kekacauan ini dimulai dari kau, bukan? Kau sudah lupa “insiden” di mana kau ditikam?” tanya Tuan Park yang ternyata tahu segalanya dan mendengar itu, Moo Sam pun terdiam.

“Kau kira karena perbuatanmu benar, Gun Woo kuusir? Orang yang serakah memiliki jalan hidup yang serakah. Aku berbuat seperti itu karena tidak ingin anakku terluka. Tapi apa kau bilang? Jang Tae Joon?” ucap Tuan Park kesal sampai batuk-batuk. Moo Sam hendak menolong, namun Tuan Park menepisnya.

“Anakku, aku yang paling mengerti. Tidak peduli keuntungan apa yang telah ditawarkan oleh Keluarga Jang padanya, dia adalah anak yang tidak mungkin dibohongin,” ucap Tuan Park dan disisi lain, Gun Woo mendapat telepon darii Seongbuk-dong. Gun Woo pun berjanji akan mampir kesana kalau ada waktu.

Setelah menutup telepon, Gun Woo berkata pada Hee Jung kalau hari ini Hee Jung bisa pulang lebih awal, untuk mempersiapkan diri menghadapi semua kelelahan yang akan dia rasakan besok. Hee Jung kemudian berkata kalau Tuan Park pasti akan merasa sedih, jika dia tahu apa yang Gun Woo lakukan.

“Demi mengantar Samchon ke peristirahatannya yang terakhir, saat meninggalkan Jepang, mungkin pada saat itu telah diputuskan bahwa pertempuran ini tidak mungkin dihindari,” ucap Gun Woo.

Yi Kyung sudah menceritakan apa yang terjadi hari ini dan dia kemudian menugaskan Penulis Kim untuk mengonfirmasi semua data Moojin Grup, karena Yi Kyung butuh semua datang yang bisa dikumpulkan melalui internet. Takki kau bertugas memantau Park Gun Woo-ssi. Pergi ke mana ketemu siapa, pantau terus selama 24 jam.

“Jika Seongbuk-dong membantunya, ada kemungkinan Kantor Kejaksaan bagian investigasi keuangan dan pajak akan bergerak,” ucap Yi Kyung dan Tuan Jo berkata kalau dia yang akan menghadapinya. Rapat selesai dan Se Jin langsung bertanya apa yang harus dia lakukan? Dan Yi Kyung menjawab kalau Se Hin hanya cukup berdiam di kantor saja.

Se Jin menemui Yi Kyung di kantornya dan berkata kalau dia sudah lumayan banyak belajar dari penulis Kim, Tuan Jo dan Takki. Se Jin juga mengatakan kalau dia tahu, Yi Kyung terlihat khawatir dan lelah karena Gun Woo, jadi dia meminta Yi Kyung memberinya tugas dan Se Jin berjanji akan mewakili Yi Kyung dan melakukan semuanya dengan baik.

“Kau mau mewakiliku?” tanya Yi Kyung dan kemudian mengaku kalau dia tak pernah seperti itu. Yi Kyung tak pernah khawatir pada orang-orang dimasa dulu dan juga tak pernah menunggu diperintah orang lain. “Tapi, apa yang mau kau wakili dariku?” tanya Yi Kyung lagi dan Se Jin mengaku kalau dia hanya mengkhawatirkan Yi Kyung.

Yi Kyung menghampiri Se Jin dan berkata kalau pertempuran yang sebenarnya akan segera di mulai dan lawan mereka adalah Tuan Jang dan juga Gun Woo. Dia juga mengaku kalau dia belum tahu sampai dimana kehebatan dua orang itu.

“Anda merasa gentar?” tanya Se Jin.


loading...

“Sebelum tamasya, malamnya tidak bisa tidur pulas. Ini dikarenakan rasa gentar? Jangan khawatir dan juga tidak perlu merasa tidak tenang. Karena kau adalah kunci utama yang kusembunyikan dan cermin yang akan menyinariku,” ucap Yi Kyung.

Keluar ruangan Yi Kyung, Se Jin duduk di kursi rapat dan dia mengikuti gaya Yi Kyung duduk. Apa yang Se Jin peragakan memang sedang Yi Kyung praktekkan di ruang kerjanya.

Karena dipecat dari asosiasi keuangan, Tuan Son jadi tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Dia bahkan tak menjawab ketika dipanggil. Keluar dari ruangan Tuan Son, rekan kerjanya berkata kalau Tuan Son yang sebelumnya terlihat hebat, jika tak punya koneksi, dia hanya seperti orang tua yang ada di panti jompo. Merekapun bertanya-tanya apa akan ada perbincangan siapa yang akan menjadi Heojang baru mereka. Tepat disaat itu Ki Tae lewat dan mendengar pembicaraan mereka.

Ki Tae menemui ayahnya dan mengajaknya main golf, namun sang ayah hanya diam tak menjawab. Ki Tae lalu mengubah tujuan liburan mereka dengan pergi ke pemandian air panas atau pergi ke Guam bersama Ma Ri. Namun Tuan Son masih saja diam.

“Hukum saja aku. Menyalah-gunakan dana Asosiasi dan mencoreng nama baikmu. Aboeji berubah begini semua ini gara-garaku. Hajar saja aku sampai puas,” ucap Ki Tae dan memberikan tongkat golf-nya pada Tuan Son. Dengan emosi Tuan Son mengambil tongkat golf dan hendak memukulkannya pada Ki Tae, namun dia mengurungkan niatnya dan langsung membuang tongkat golf-nya.

Ki Tae sendirian di ruangannya dan dia memikirkan sesuatu. Dia kemudian menelpon seseorang dan menanyakan tentang orang Taiwan yang pernah membantu mereka untuk membereskan masalah di gudang. Dia meminta orang itu untuk memanggil orang-orang Taiwan itu.

Seorang kurir makanan, melihat sebuah tas besar dan diapun langsung kaget saat mengetahui kalau isi tas tersebut adalah mayat.

Pidah Jaksa mendatangi kantor Moo Sam dan menyita semua barang-barangnya. Moo Sam pun tak bisa berkutik karena Gun Woo dan pihak jaksa punya data penggelapan dana yang dia lakukan.

“Gun Woo bajingan…,” ucap Moo Sam kesal ketika mereka hanya berdua.

“Waktu itu dikarenakan reputasi perusahaan, Anda membantuku menutupi aib. Kali ini saya ingin membalas budimu. Diselesaikan secara internal dan diam-diam. Jangan sampai nama baik perusahaan tercoreng,” jawab Gun Woo.

“Jangan-jangan berkas-berkasnya kau peroleh dari tua bangka di Seongbuk-dong itu?”

“Yang disesalkan adalah, wanita yang mengaku bisa membantumu mendapatkan kursi hoejang itu sudah tereliminasi dalam babak kualifikasi,” ungkap Yi Kyung dan Moo Sam berkata kalau kakaknya sangat malang karena percaya pada putranya.

“Mengurus saudaranya sendiri saja gagal, mengajari anak mana mungkin bisa sukses? Kupikir, berhubung sudah tidak punya harapan lagi, Aku tidak berharap mendapat penghargaan sebagai anak berbakti. Malah lebih berharap bisa mendapatkan penghargaan prestasi khusus sebagai seorang karyawan. Oh ya, bagian personalia sepertinya akan mengaji ulang perihal masalah me-non aktif staf ini. Sungguh cepat rumor merebak. Masalah Seongbuk-dong begitu cepat sudah menyebar luas. Interior di sini sepertinya harus didesain ulang nih!” ucap Gun Woo dan kemudian pergi.

Moo Sam kemudian menelpon Yi Kyung dan marah-marah atas apa yang sudah terjadi padanya. Namun kali ini Yi Kyung tak mau lagi membantu Moo Sam, dia menyuruh Moo Sam untuk menyelesaikan sendiri masalahnya, karena Yi Kyung sibuk mengurus perusahaannya sendiri.

Tuan Jo kemudian masuk ke ruangan Yi Kyung dan memberitahunya kalau mereka harus segera pergi ke kantor di Yeoksam-dong, karena badan Pengawas Keuangan sengaja melakukan inspeksi lapangan di kantor mereka.

Diluar, Penulis Kim sedang mengajari Se Jin tentang cara menggunakan komputer. Mereka kemudian melihat Yi Kyung dan Tuan Jo pergi dengan wajah tegang.

Sampai kantor, Yi Kyung sedikit terkejut ketika melihat semua berkas kantornya sedang diperiksa. Tanpa ekspresi takut sedikitpun, Yi Kyung menyuruh Tuan Jo untuk membawa mereka semua ke ruangan yang lebih luas dan memberikan semua berkas yang mereka butuhkan.

Keluar ruangan Yi Kyung berkata kalau Park Gun Woo benar-benar mengajaknya berperang. Tuan Jo lalu berkata kalau kemungkinan semua itu adalah interuksi dari Seongbuk-dong. Namun Yi Kyung tak perduli pada siapa yang memberi instruksi. Dia kemudian meminta Tuan Jo untuk menghubungi Heo Gukjang dari Badan Pengawas Keuangan. *Gukjang adalah Direktur Jenderal, Kepala Biro.

Gun Woo sendiri sudah berada di rumah Tuan Jang, namun Tuan Jang sedang tak bisa ditemui karena sedang melakukan interview, jadi Jong Gyu meminta Gun Woo datang lagi lain waktu. Gun Woo lalu bertanya apa Jong Gyu yang sudah membuat Galeri S seperti itu? Jong Gyu menjawab kalau kepala Bagian Pengawas Keuangan adalah sunbae yang sekampung dengannya.

“Mana boleh kau bertindak tanpa sepengetahuanku? Bukankah kita sudah sepakat  menghentikan Jageun Abeoji dulu? Ini baru prosedur yang benar,” ucap Gun Woo.

“Park Gun Woo-ssi… Kita ini bukan hendak berpartisipasi dalam Olympiade. Menanti upacara pembukaan dengan sabar, kemudian bertanding sesuai dengan prosedur? Dunia ini tidak seindah itu. Tidak ada kekalahan yang indah. Begitu kompetisi dimulai, Kita harus menang tanpa syarat,” jawab Jong Gyu dan Gun Woo berkata kalau seperti itulah gaya kerja Jong Gyu, namun Gun Woo akan melakukan semuanya dengan caranya sendiri.

“Ke depannya jika tanpa seizinku, jangan coba mengusik Seo Yi Kyung,” ucap Gun Woo dan pergi.

Sampai di parkiran, Gun Woo menelpon seseorang dan dia tak sadar kalau sedang di ikuti oleh Takki.

Dirumah, Penulis Kim teru merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Yi Kyung dan Tuan Jo begitu tergesa-gesa pergi ke Yeoksam-dong. Berbeda dengan Penulis Kim, Se Jin terlihat tenang sambil terus melihat-lihat data orang dari Moojin Group. Se Jin merasa tenang karena dia yakin kalau Yi Kyung pasti bisa menyelesaikan semuanya. Selain itu, Se Jin juga sedang mempraktekkan apa yang pernah Takki katakan padanya, kalau mereka harus mengenali diri mereka sendiri dan juga musuh mereka, maka dengan begitu mereka akan menang saat perang.

“Musuh?” tanya Penulis Kim dan Se Jin menjawab kalau semua kejadian yang terjadi sekarang, semua ada hubungannya dengan Park Gun Woo. Tepat disaat itu, rumah Yi Kyung kedatangan polisi dan itu membuat penulis Kim dan Se Jin kaget.

Takki mengikuti Gun Woo menemui seseorang dan ternyata yang Gun Woo temui adalah Ki Tae. Gun Woo mengajak ketemuan untuk mengetahui apa informasi yang ki Tae punyai dan berhubungan dengan Moo Sam.

“Aku… dikarenakan satu dan hal lainnya banyak usaha yang sudah kulakukan untuk membohongi Seo Yi Kyung. Sebagai awal dari kerja sama kita, aku sudah memenggal sebelah tangan wanita itu,” ungkap Ki Tae.

Penulis Kim menelpon Yi Kyung dan memberitahunya kalau Se Jin dibawa ke kantor polisi karena kejadiannya dengan orang Taiwan. Polisi bisa tahu rumah mereka karena saat itu orang Taiwan menelpon ke nomor mereka

“Katanya sih dia dibawa dalam rangka membantu penyelidikan. Karena takut Daepyo-nim khawatir, Se Jin melarangku menghubungimu. Jantungku berdebar-debar dengan kencang sekarang,” aku Penulis Kim dan Yi Kyung lalu meminta dia untuk mencari tahu Se Jin dibawa ke kantor polisi mana dan siapa penanggung jawab kasusnya. Selain itu dia juga meminta penulis Kim untuk menghubungi Pengacara Yang dan minta dia untuk segera mengurus kasus Se Jin.

Setelah Yi Kyung menutup teleponnya, Tuan Jo masuk dan mengatakan kalau staf dari Badan Pengawas Keuangan sudah datang. Tuan Jo menambahkan kalau kemungkinan investigasinya akan berjalan sepanjang malam. Mendengar itu, Yi Kyung terlihat khawatir karena dia tak bisa langsung mengurus masalah Se Jin.

“Heo Gukjang sana bagaimana?” tanya Yi Kyung dan Tuan Jo menjawab kalau mereka tak bisa berbuat apa-apa, karena ini adalah perintah yang langsung diturunkan oleh Wonjang. *Wonjang – setara dengan direktur sebuah institusi.

Mendengar itu, Yi Kyung punberpikir sejenak dan kemudian bertanya, “dokumen mereka tidak bermasalah kan?”

“Sudah ada persiapan terlebih dahulu,” jawab Tuan Jo dan Yi Kyung kemudian minta dipanggilkan Takki.

Bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis night light ep 6
  • Sinop night light
  • Sinopsis night light ep 6 part 1
  • nigght light rp 6 part 1
  • night light ep 6 part 1
  • sinopsis drama night light episode 6
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *