Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 4 – 2

Sinopsis Night Light Episode 4 – 2

Sinopsis Night Light Episode 4 – 2, bercerita tentang Yi Kyung yang akhirnya menceritakan semua kisahnya dengan Gun Woo pada Se Jin. Di akhir episode, Yi Kyung dan Gun Woo akhirnya bertemu lagi dan ternyata yang membuat Yi Kyung begitu menggebu-gebu untuk mendapatkan tujuannya adalah karena janjinya pada sang ayah, agar sang ayah mengampuni Gun Woo dan memulangkan Gun Woo ke Korea tanpa kurang suatu apapun.

Sinopsis Night Light Episode 4 – 1

Sinopsis Night Light Episode 4 – 2

sumber gambar dan konten dari MBC

Se Jin mendapat telepon dari bibinya dan diapun langsung pulang. Ternyata Yi Kyung datang ke rumahnya dan itu membuat Se Jin terkejut. Apalagi Yi Kyung datang dan memberikan uang pada bibi Se Jin dengan alasan karena Se Jin adalah pegawai yang sangat dia perlukan.

Mereka kemudian pergi ke pinggir sungai untuk bicara. Karena uang yang dia berikan tadi dianggap Se Jin sebagai uang damai, jadi Yi Kyung pun meralatnya dengan mengatakan kalau uang itu adalah uang investasi, selain itu Yi Kyung juga ingin tahu dimana Se Jin tinggal dan bagaimana hubungannya dengan keluarga.

Saat Yi Kyung hendak masuk mobil, Se Jin mengatakan pada Yi Kyung kalau tadi dia pergi ke Mojin Group untuk mengembalikan kancing manset milik Gun Woo.

“Tadinya aku berniat untuk berhenti mengerjakan PR ku dan menceritakan semua apa yang kuketahui padanya. Tapi ternyata aku tidak sanggup. Saya ke sana meminjam nama Daepyo-nim. Menurutku Daepyo-nim dan dia pernah saling mengenal dulu. Tanpa kusadari…,” aku Se Jin dan Yi Kyung tertawa karena Se Jin mengaku sebagai dirinya di depan Gun Woo. Se Jin kemudian menambahkan kalau Gun Woo terlihat kaget saat mendengarnya dan juga berkata kalau nama itu seperti nama seseorang yang dia kenal di masa lalu.

“Oh ya! Kalau tidak salah mereka bilang sudah menemukan kotak hitam mobil atau entah apalah itu,” ucap Se Jin dan Yi Kyung langsung menyadari sesuatu.

Setelah mendapat informasi dari Se Jin, Yi Kyung pun langsung bergerak mencari mobil yang menangkap kejadian Moo Sam di tusuk. Tak menemukan mobilnya dan langsung mengambil black box mobil tersebut. Dia berhasil mengambil black box-nya, sebelum si pemilik dan Gun Woo datang untuk mengambilnya.

Yi Kyung melihat rekaman dari black box mobil tersebut dan ternyata memang benar, dalam black box tersebut terdapat rekaman dimana si penusuk sedang melihat-lihat situasi parkiran. Hampir saja mereka ketahuan, Yi Kyung pun mengingatkan Tuan Jo untuk lebih berhati-hati lagi lain kali.

Setelah Tuan Jo keluar, Se Jin masuk dengan membawakan teh herbal untuk Yi Kyung, karena kata penulis Kim, teh herbal bisa memberikan efek tenang.

“Park Gun Woo orang itu… membuatku melangkah sampai sejauh ini,” ucap Yi Kyung tiba-tiba. “Dulu… Dialah orang pertama yang bertanya padaku. Apa yang benar-benar kuinginkan,” sambung Yi Kyung.

Flashback!

Seperti biasa, Yi Kyung bekerja menangih uang hutang ke tempat-tempat yang sudah meminjam uang dari perusahaan ayahnya. Merasa lelah, Yi Kyung pun istirahat sejenak dan kemudian kembali bekerja. Sampai di depan warung ramen Gun Woo, Yi Kyung berhenti sejenak, namun dia melanjutkan kembali langkahnya. Baru beberapa langkah melewati warung ramen Gun Woo, Gun Woo keluar dan memanggilnya. Gun Woo ingin mentraktir Yi Kyung makan ramen.

Saat Yi Kyung makan, Gun Woo berkata kalau dia dan Sang Chul membentuk sebuah grup band. Dia kemudian memberikan kopian demo yang sudah mereka buat untuk Yi Kyung. Gun Woo juga menawari Yi Kyung untuk melihat band-nya berlatih. Namun Yi Kyung tak mengiyakan, dia mengingatkan Gun Woo untuk berhati-hati pada Sang Chul, karena Sang Chul suka menipu orang.

Mendengar itu, Gun Woo lalu bertanya apa Yi Kyung punya hobi dan teman? Merasa tersinggung dengan pertanyaan itu, Yi Kyung langsung beranjak pergi. Namun Gun Woo memanggilnya lagi dan memasukkan CD yang dia berikan tadi dan dia juga berpesan agar Yi Kyung mulai mencari teman. Karena menurut Gun Woo, daripada bau uang, bau kebaikan manusia jauh lebih berharga.

“Izinkan aku menjadi temanmu,” ucap Gun Woo dan Yi Kyung langsung menolaknya dengan berkata kalau dia tak butuh hal seperti itu.

Yi Kyung sedang bersama ayahnya saat penulis Kim muncul dan memberikan laporan keuangan Biymakikai yang paling baru. Melihat itu, Yi Kyung berkata kalau pinjaman Biyamakikai belum jatuh tempo.

“Nanti mampirlah sebentar ke Bank Kyushu. Wakil Direktur banknya nanti akan memberikan beberapa dokumen padamu. Bawa dokumen itu ke sini!” perintah Tuan Seo pada Yi Kyung.

“Maksudnya mau menggigitnya sebelum ia tumbang? Jika diberikan sebuah kesempatan, perusahaan ini akan bisa berjaya kembali.”

“Bau amis darah sudah mulai menyebar. Kerbau yang penyakitan pada akhirnya akan menjadi santapan orang lain.”

“Kalau begitu dibandingkan dengan orang lain, lebih dulu menyantap bagian yang lezat,” jawab Yi Kyung dan sebelum ayah dan anak ini bertengkar, Penulis Kim langsung menawari mereka teh herbal. Namun Yi Kyung tak menjawab, dia langsung pergi.

Yi Kyung pergi ke tempat Gun Woo dan band-nya latihan. Dia melihat Gun Woo begitu asik bermain gitar, sampai-sampai dia tak sadar kalau Yi Kyung datang. Yi Kyung sendiri mulai tersenyum melihat Gun Woo latihan dengan begitu fokusnya. Sang Chul menyadari keberadaan Yi Kyung dan reflek langsung menghentikan permainan gitarnya. Dia kemudian memberitahu Gun Woo kalau Yi Kyung datang. Melihat Gun Woo menyadari keberadaannya, Yi Kyung langsung keluar dan Gun Woo mengejarnya.

Namun sebelum Gun Woo keluar, Sang Chul mengingatkan Gun Woo kalau ayah Yi Kyung adalah orang yang menyeramkan, jadi Gun Woo jangan sampai punya hubungan apapun dengan Yi Kyung, karena Gun Woo sendiri nanti yang akan mencerita. Walau mendapat peringatan seperti itu, Gun Woo tak perduli, dia tetap pergi mengejar Yi Kyung.

Gun Woo mengejar Yi Kyung dan saat mereka sedang bersama, Tuan Seo melihatnya. Gun Woo kemudian mengajak Yi Kyung duduk di pinggir sungai untuk menikmati matahari, karena selama ini Yi Kyung selalu bekerja di malam hari.

“Aboeji-mu… Dengar-dengar katanya orangnya serem sekali,” ucap Gun Woo dan Yi Kyung hanya diam saja. “Iya juga. Menyuruh putrinya sendiri mengutip bayaran dari pasar malam. Sepertinya bukanlah orang yang biasa-biasa saja.”

Mendengar itu, Yi Kyung terlihat tak senang dan hendak pergi, sehingga Gun Woo bertanya apa Yi Kyung masih mau mencoba melarikan diri? Gun Woo lalu mengaku kalau bau logam ayahnya sangat menyengat, jadi diapun memutuskan untuk melarikan diri. Dia ingin berada di sebuah tempat di mana tidak ada orang yang mengenal dirinya dan melewati hari-harinya sambil bermain gitar.

“Aku tidak tertarik dengan masalah orang lain,” ucap Yi Kyung.

“Aku sedang bertanya padamu. Apa yang benar-benar kau inginkan, siapa dirimu, aku sangat penasaran,” tanya Gun Woo.

“Il-Han Finans. Kepala Bagian Kredit, Seo Yi Kyeong. Meminjamkan dana, menagih hutang pokok dan bunga. Itulah pekerjaanku. Kenapa? Kau butuh uang?” tanya Yi Kyung.

“Kalau uang, tidak usah. Kau pinjamkan padaku yang lain saja,” jawab Gun Woo yang kemudian berkata kalau dia ingin Yi Kyung meminjamkan waktu senggangnya. “Berfotosintesis ria bersamaku seperti yang kita lakukan sekarang ini. Oh ya, jaminan. Kotak musik Park Gun Woo. Kau mau dengar lagu apa? Katakan saja.”

“Tidak usah. Aku sudah pernah melihat kemampuanmu,” jawab Yi Kyung dan berjalan pergi.

“Hei, kata-katamu ini sungguh tidak sopan terhadap seorang musisi. Seo Yi Kyeong!” ucap Gun Woo dan mengejar Yi Kyung.

Flashback End!

Gun Woo sudah berada di depan meja kerja ayahnya dan tak lama kemudian Moo Sam muncul. Dia mengingatkan Gun Woo untuk lebih berhati-hati terhadap mata dan telinga orang-orang, karena dia adalah karyawan yang dibekukan/ nonaktif, jadi dia tak bisa keluar masuk ruang kerja “heojang-nim” dengan seenaknya. Gun Woo menjawab kalau pamannya juga seharusnya lebih berhati-hati, karena mana ada orang yang habis ditikam bisa sembuh dengan begitu cepat.

Moo Sam meminta Gun Woo untuk tidak menyalahkan dia, karena orang yang membubuhkan tanda tangan di dokumen mutasi personil adalah ayah Gun Woo sendiri. Gun Woo langsung menjawab kalau dia sebenarnya tak menyalahkan, dia hanya merasa iri saja, karena komplotan yang Moo Sam ajak kerja sama dari luar perusahaan lumayan trampil.

“Begitu vonis Hyeongnim dijatuhkan, mau itu Eropa ataupun tempat lain… Pergilah jalan-jalan cari angin segar. Alasan dinas luar biar kubantu kau ngarang,” saran Moo Sam.

“Anak tidak berbakti bisa ke mana? Setidaknya aku harus melayani yang sedang mendekam di penjara,” jawab Gun Woo.


loading...

“Kalau begitu ya terserah,” ucap Moo Sam dan berjalan pergi, namun sebelum dia keluar ruangan Tuan Park, dia berkata kalau interior ruangan itu harus diubah total. Mendengar itu, Gun Woo diam-diam mengepalkan tangannya.

Hee Jung masuk dan ketika dia melihat kemarahan di mata Gun Woo, dia berkata kalau semuanya belum berakhir, karena mereka masih punya dokumen yang diperoleh dari Baekseong Group.

Di ruang kerjanya, Yi Kyung sedang melihat foto ayahnya bersama 2 sahabatnya. Sepertinya kedua orang itu adalah tuan Park dan Tuan Jang. Yi Kyung kemudian mendapat telepon dari Tuan Son yang memberitahunya kalau mereka besok akan mengunjungi Tetua ke Seongbuk-dong. Karena itu adalah kesempatan yang langka, jadi Yi Kyung harus meluangkan waktunya.

Tak sibuk mengawasi penge-pack-an barang dan dia melihat Se Jin melamun sendiri. Apa yang sedang Se Jin pikirkan? Ternyata dia sedang memikirkan kembali obrolannya dengan Yi Kyung.

Flashback!

Se Jin bertanya kenapa Yi Kyung mendepak Gun Woo, padahal mereka punya masa lalu seperti itu. Apa semua itu hanya untuk membantu orang yang dia dukung naik ke posisi hoejang? Yi Kyung menjawab kalau dibandingkan dengan potongan kenangan itu semata, targetnya… dan rencananya  jauh lebih penting. Semua itulah yang dinamakan dengan pilihan dan mereka harus bisa mengorbankan sesuatu demi mendapatkan hal lain yang dianggap jauh lebih penting.

“Yang percaya bisa memperoleh dua-duanya… kalau bukan anak kecil, ya orang dewasa yang tidak mengerti. Suatu saat nanti…akan tiba masa-masa di mana kau harus memilih,” ucap Yi Kyung.

“Sesuatu yang diinginkan oleh Daepyo-nim itu adalah menamatkan Moojin Grup?” tanya Se Jin.

“Sekarang kita baru sampai di pintu gerbang. Milik Abeoji-ku yang dirampas… akan kuperoleh kembali dari tangan mereka yang merampasnya,” jawab Yi Kyung.

Flashback End!

Tak menghampiri Se Jin dan mengungkapkan rasa khawatirnya karena Se Jin selalu bikin masalah dan absen tanpa kabar. Dia pikir Se Jin akan dipecat, tapi ternyata dia malah naik pangkat, hal itu membuat Tak bertanya-tanya apa yang sebenarnya Yi Kyung pikirkan.

“Kau bilang ini naik pangkat?” tanya Se Jin yang tak menyadari hal itu dan Tak pun memberitahunya kalau lukisan yang mereka awasi saat ini rata-rata harganya adalah ratusan juta won.

Di ruangannya, Gun Woo dan Hee Jung mempelajari tentang pembelian lukisan dengan harga ratusan juta won oleh Moojin Properti. Hee Jung pun menebak kalau Moojin Properti sudah mendirikan perusahaan siluman di New York, London dan Hongkong. Melihat semua itu, Gun Woo berkata kalau harga asli lukisan-lukisan itu, sebenarnya jauh lebih rendah dari yang tertera di data tersebut. Mereka hanya menggunakan sistem jual beli sebagai alasannya saja.

“Menghabiskan ratusan juta membeli barang kodian. Kalau begitu harus meminjam uang dari para penyalur barang-barang seni di Korea. Dengan cara seperti ini dana luar negeri tersebut dibawa masuk ke dalam negeri. Dengan menyamar sebagai transaksi barang seni. Yang mencuci uang harusnya wanita itu. Galeri S, Seo Yi Kyung,” ucap Gun Woo, namun yang ada di kepala Gun Woo, wanita yang bernama Yi Kyung adalah Se Jin, bukan Yi Kyung yang dia kenal.

“Dia datang mencarimu karena ingin menyelidikimu?” tanya Hee Jung.

“Entahlah. Mungkin nama itu memberiku sedikit pukulan. Sepertinya wanita ini akan ada hubungannya denganku,” jawab Gun Woo dan Hee Jung memberitahunya kalau hari ini transaksi barang-barang seni tersebut.

Kebetulan, Gun Woo pun akan langsung bergerak menghentikan transaksi tersebut bersama Jeong Isa. Gun Woo memutuskan untuk mulai melawan semua orang yang berusaha menginjak-ijaknya.

Tak dan Se Jin sampai di pelabuhan, mereka mengawasi pengiriman barang-barang seni tersebut. Di sisi lain, Yi Kyung juga dalam perjalanan ke pertemuan yang Tuan Son sebutkan sebelumnya. Yi Kyung pergi bersama Tuan Jo.

Saat Tak sibuk dengan pekerjaannya, Se Jin kembali menyendiri. Se Jin berdiri jauh dari mobil yang berisi barang-barang seni. Tepat disaat itu, rombongan Gun Woo datang dan Se Jin langsung bersembunyi. Rombongan Gun Woo ingin mengkonfirmasi rincian transaksi dari barang-barang seni yang akan dibeli oleh perusahaan Moojin yang bercabang di luar negeri. Tentu saja Tak tidak bisa membiarkan mereka membuka-buka barang yang sudah ada di dalam kontainer, dengan alasan ada barang milik orang lain disana.

Dalam persembunyiannya, Se Jin menelpon Yi Kyung dan mengatakan apa yang terjadi. Yi Kyung pun menyuruh Se Jin untuk tidak memperbolehkan kontainer dibuka, apapun yang terjadi. Karena Gun Woo taunya Se Jin adalah pemilik galerinya, maka dia menyuruh Se Jin untuk menghadapi mereka dan mengulur waktu. Dia menyuruh Se Jin untuk menyingkirkan mereka semua dari kontainer dengan alasan bernegosiasi.

Setelah menutup telepon dari Se Jin, Yi Kyung langsung menyuruh Tuan Jo untuk memutar arah menuju pelabuhan. Yi Kyung memilih pergi ke pelabuhan dari pada mendatangi pertemuan penting yang Tuan Son katakan padanya.

Gun Woo meminta Tak untuk memanggil Daepyo-nim galeri dan tepat disaat itu, Se Jin muncul sambil berkata kalau mereka semua sudah salah paham. Dia berpura-pura sebagai Daepyo-nim di depan Gun Woo dan meminta Tak diam. Se Jin kemudian mengajak Gun Woo dan rombongan pergi untuk bicara. Mereka meninggalkan Tak sendiri di dekat kontainer.

Ditengah rasa kebingungannya dengan apa yang Se Jin lakukan, Tak mendapat telepon dari Yi Kyung yang memerintahkan sesuatu pada Tak.

Yi Kyung kemudian menelpon Tuan Son dan mengatakan kalau dia tak bisa datang ke pertemuannya. Karena Yi Kyung tak bisa datang, Jong Gyu pun menyuruh Tuan Son pulang saja, karena tujuan pertemuan mereka adalah untuk memperkenalkan Yi Kyung sebagai Isa baru Bagian Keuangan. Tentu saja hal itu membuat Tuan Son bertambah tak suka pada Yi Kyung.

Ternyata Yi Kyung dan Tuan Son hendak melakukan pertemuan dengan Tuan Jang. Mengetahui Yi Kyung tak bisa datang, Tuan Jang pun berkata kalau itulah namanya trik jual mahal. Penasaran dengan urusan yang membuat Yi Kyung tak bisa datang, Tuan Jang pun menyuruh Jong Gyu untuk menyelidikinya secara diam-diam, karena Tuan Jang tahu… kalau Yi Kyung sudah menunggu-nunggu kesempatan untuk bertemu dengan dirinya, tapi waktu kesempatan itu tiba, dia malah tak bisa datang.

“Dunia dengan segala permasalahannya. Penuh warna warni. Yang satu putra teman sendiri. Menolak mentah-mentah bantuan yang diulurkan padanya. Yang satunya lagi putri teman yang mengambil inisiatif untuk menunduk. Apa rencana anak itu sebenarnya? Selama setahun ini aku sangat penasaran. Sepertinya aku harus bersabar beberapa hari lagi,” aku Tuan Jang.

Kita beralih pada Se Jin yang membantah kalau dia sudah melakukan pencucian uang dengan menggunakan barang-barang seni. Tentu saja Gun Woo tak percaya, dia menganggap Se Jin sedang berakting di depannya. Bahkan pertemuan mereka di acara pernikahan juga termasuk dalam rencana Se Jin. Tepat disaat itu, pegawai Gun Woo datang dan memberitahu Gun Woo sesuatu.

Gun Woo bersama Se Jin dan yang lainnya langsung berlarian ke kontainer. Apa yang terjadi? ternyata Tak sudah membakar semua isi kontainer. Gun Woo kesal dan langsung memukulnya. Tak mau ada perkelahian, Se Jin langsung memeluk Tak, agar tak membalas pukulan Gun Woo.

Tak lama kemudian, Yi Kyung datang dan memperlihatkan dirinya di hadapan Gun Woo.

“Lama tak berjumpa, Gun Woo-ssi,” ucap Yi Kyung dan Gun Woo benar-benar shock melihatnya.

Flashback!

Yi Kyung memohon pada ayahnya untuk mengampuni Gun Woo.

Flashback End!

“Yi Kyung-a… kau..,” ucap Gun Woo yang masih shock.

“Sungguh disayangkan. Tidak kusangka kita akan bertemu dengan cara seperti ini,” ucap Yi Kyung dan Gun Woo langsung melihat ke arah Se Jin, karena selama ini yang dia tahu, Se Jin lah wanita yang bernama Yi Kyung itu.

Flashback!

“Jika hutangnya dilunasi dengan menggunakan namaku, izinkan Gun Woo pulang ke tanah air tanpa kurang sesuatu apapun. Kau cuma butuh mengabulkan persyaratan yang satu itu. Dengan begitu aku bersedia menjadi penerus Il-Han Finans dan mulai dari awal. Ini adalah syarat terakhir yang bisa kutawarkan. Kau bersedia menerimanya?” ucap Yi Kyung pada ayahnya.

Flashback End!

Gun Woo dan Yi Kyung saling menatap.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis night light 4 - 2
  • sinopsis nihht light
  • night light musik gun woo
  • sinipsis night light ep 4
  • sinopsis goblin e04
  • sinopsis night light 4 part 2
  • sinopsis night light eisode 4
  • sinopsis night light ep 4-2
  • Sinopsis night light episode 4-1

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *