Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 4 – 1

Sinopsis Night Light Episode 4 – 1

Sinopsis Night Light Episode 4 – 1, bercerita tentang masa lalu antara Yi Kyung dan Gun Woo. Bagaimana mereka bertemu dan mulai suka satu sama lain. Namun sekarang mereka berdua seperti musuh, Yi Kyung bahkan membantu Moo Sam untuk menyingkirkan Gun Woo dari Mojin Group. Karena bantuannya pada Moo Sam, Yi Kyung pun berhasil mendapatkan jabatan sebagai Isa Keuangan Asosiasi. Ingin tahu cerita lengkapnya? Yk baca sinopsisnya dibawah ini:

Sinopsis Night Light Episode 3 – 1

Sinopsis Night Light Episode 3 – 2

Sinopsis Night Light Episode 4 – 1

sumber gambar dan konten dari MBC

== 12 Tahun yang lalu di Jepang ==

Gun Woo ikut rombongan tour di Jepang dan dia kemudian melihat Yi Kyung. Dari pertama kali melihat, Gun Woo sudah mulai tertarik dengan sosok Yi Kyung. Saat mereka bertemu mata, Gun Woo memberi senyuman pada Yi Kyung, namun Yi Kyung tak membalasnya. Dengan wajah cuteknya, Yi Kyung pergi begitu saja. Penasaran dengan Yi Kyung, Gun Woo pun memutuskan pisah dari rombongan dan mengejar Yi Kyung. Namun dia kehilangan jejak Yi Kyung.

Tak menemukan Yi Kyung, Gun Woo memilih duduk di bangku taman dan menikmati pemandangan kolam yang ada di depannya. Tak lama kemudian muncul seorang pria bertopi bambu dan menghampiri Gun Woo.

“Seorang gitaris pernah berkata, ‘Gitar adalah sebuah instrumen terbaik pengusir rasa rindu,” ucap orang itu dengan menggunakan bahasa Korea, dia tahu kalau Gun Woo orang Korea karena melihat tulisan yang ada di gitar milik Gun Woo.

“Pete Townshend,” jawab Gun Woo dan dia kemudian bertanya bagaimana Seunim tahu tentang hal tersebut. *Seunim adalah biarawan.

“Soseung dulu pernah belajar musik,” jawabnya. *Soseung – panggilan biarawan untuk dirinya sendiri. “Melihat nama yang tertulis di sarung gitarmu aku langsung tahu jika kau adalah orang Korea,” jelas seunim yang kemudian berkata kalau bagi orang yang mendalami agama, begara mana saja sama.

Si Seunim kemudian berkata kalau seorang praktisi agama tidak boleh berada di luar ketika malam tiba, tapi dia belum punya tempat untuk bermalam malam ini, jadi dia pun hendak meramal Gun Woo untuk mendapatkan uang.

Sekarang si Seunim sudah berada di toilet dan dia berganti baju. Hmmm… ternyata dia adalah seunim gadungan yang berniat menipu Gun Woo. Tapi ternyata Gun Woo juga tak punya uang, jadi pria itu pun terus menggerutu karena tak dapat uang banyak dari Gun Woo.

Keluar toilet, si seunim gadungan langsung kaget karena melihat Yi Kyung yang sedang menunggu dirinya. Dia terlihat takut pada Yi Kyung dan dia pun langsung berlutut pada Yi Kyung untuk meminta maaf. Dia berusaha menjelaskan pada Yi Kyung kalau dia bukan mau melarikan diri dari Yi Kyung. Dia belum menemui Yi Kyung karena uangnya masih kurang, namun Yi Kyung tak perduli pada penjelasan pria itu, tanpa bicara Yi Kyung langsung mengulurkan tangannya agar pria itu cepat memberikan uangnya. Setelah memberikan uangnya, pria itu langsung lari tapi Yi Kyung sengaja memasang kakinya sehingga membuat pria itu jatuh tersungkur. Pria itu langsung berdiri lagi.

Di luar, pria itu tak sengaja menabrak Gun Woo hingga membuat Gun Woo terjatuh. Saat terjatuh, hal pertama yang langsung Gun Woo cek adalah gitarnya, karena gitarnya tak rusak, Gun Woo pun bernafas lega.

Yi Kyung menghampiri pria tadi dan langsung menangkapnya. Pria itu pun meminta pertolongan pada Gun Woo, dia berjanji akan mengembalikan semua uang yang diberikan Gun Woo tadi. Namun belum selesai pria itu berkata-kata, Yi Kyung langsung mengambil uang yang ada di saku jaket pria itu.

“Penipu!” panggil Yi Kyung pada pria itu, “Hari Senin depan jangan lupa bayar,” ucap Yi Kyung dan kemudian pergi.

Gun Woo memanggil Yi Kyung dan berkata kalau diantara uang yang Yi Kyung ambil, ada juga uang miliknya sebesar 5. 400 yen. Yi Kyung menjawab kalau Gun Woo ditipu maka dia harus mencari penipunya. Gun Woo berkata kalau Yi Kyung yang sudah mengambil semua uang penipunya, jadi Yi Kyung tinggal mengembalikan uang milik Gun Woo saja.

“Sepertinya kau masih belum mengerti situasinya ya? Kalau kau seperti ini bisa menimbulkan masalah besar nanti. Biarkan dia pergi,” ucap si penipu dan menghampiri Gun Woo.

“Dengan cara ini membujuk dan memukul orang. Jangan-jangan kalian ini satu komplotan? Uang itu kudapatkan dengan bekerja susah payah di restoran ramyeon. Aku tidak akan lapor polisi. Kembalikan uangku,” pinta Gun Woo yang masih belum tahu siapa Yi Kyung sebenarnya.

“Begitu uang tersebut sudah keluar dari kantongmu, itu sudah bukan milikmu lagi,” jawab Yi Kyung dan mempersilahkan Gun Woo, jika Gun Woo ingin melaporkannya pada polisi. Yi Kyung berjalan pergi dan Gun Woo langsung menangkap pundaknya. Yi Kyung pun langsung meresponnya dengan cepat, dia menendang kaki Gun Woo dan mendorongnya. Gun Woo kembali terjatuh dan kali ini dia menjatuhi gitarnya sendiri. Menyadari hal itu, Gun Woo dengan cemas langsung membuka tas gitarnya dan sedih pun harus Gun Woo rasakan, karena gitarnya patah.

“Kan sudah kuperingatkan tadi. Bisa terjadi masalah besar,” ucap si penipu yang kemudian berkata kalau gitar Gun Woo sudah patah tulang dan wafat. “Mau diperbaiki pun tidak bisa lagi. Langsung buang saja!” tambah si penipu dan dia langsung menjauh ketika melihat ekspresi Gun Woo terlihat sangat emosi.

Gun Woo lalu melihat ke arah Yi Kyung yang terdiam.

Flashback End!

 

Yi Kyung dan Gun Woo sekarang sedang berada di ruang kerjanya masing-masing.

Flashback!

Yi Kyung dan Tuan Seo sama-sama menghitung pembukuan, bedanya Yi Kyung menggunakan kalkulator, sedangkan Tuan Seo menggunakan sempoa. Sambil menghitung, Tuan Seo berkata kalau keluarga Macho belakangan ini banyak bertanya tentang mereka berdua. Yi Kyung pun meminta sang ayah untuk tidak menanggapinya.

“Mereka cuma sekedar “mengukur badan sebelum menjahit pakaian,” ucap Yi Kyung.

“Cho Isa sepertinya sangat khawatir. Butuh aku mengutus beberapa orang untuk membantumu?” tanya Tuan Seo dan Yi Kyung menjawab kalau sendirian lebih efektif. Yi Kyung selesai menghitung dan langsung memberikannya pada sang ayah sambil berkata kalau tagihan kemarin tidak ada masalah.

“Gaji bulan ini tolong dibayarkan dalam bentuk uang kontan padaku,” pinta Yi Kyung dan Tuan Seo sedikit terkejut mendengarnya.

Ternyata Yi Kyung meminta uang kontan agar dia bisa membeli gitar dan menggantikan gitar Gun Woo yang rusak karena dirinya. Setelah memberikan gitarnya, Yi Kyung hendak langsung pergi, namun Gun Woo mencegahnya. Gun Woo melihat gitar yang Yi Kyung berikan dan memang gitar itu sangat keren, namun Gun Woo berkata kalau itu bukanlah gitar miliknya, karena dari model gitarnya saja sudah berbeda.

“Aku tidak suka mobil sport yang cantik, tapi lebih suka mobil yang bobrok,” ucap Gun Woo.

“Lalu kau mau aku bagaimana?” tanya Yi Kyung dan mereka berdua kemudian pergi ke toko gitar milik si penipu.

Si penipu itu kemudian menunjukkan gitar yang mirip dengan punya Gun Woo sebelumnya dan Gun Woo menyukainya. Dia bahkan langsung memainkannya. Suka dengan permainan gitar Gun Woo, si penipu pun ikut memainkan gitarnya juga. Mereka jadi berduet dan Yi Kyung hanya melihatinya saja.

Flashback End!

Gun Woo berusaha mencari bukti kalau bukan dia yang menyuruh orang untuk menusuk Moo Sam. Setelah mengingat ulang tentang apa yang terjadi pada hari itu, dimana dia dihampiri oleh si penusuk yang menanyakan sebuah alamat, Gun Woo pun yakin kalau semuanya terekam di CCTV. Tapi sayang, rekaman CCTV-nya sudah di hapus oleh seseorang.

Gun Woo kemudian pergi ke koridor dimana dia mengikuti Yi Kyung. Mengingat kalau hari itu dia melihat Yi Kyung, Gun Woo pun seperti menyadari sesuatu. Gun Woo kemudian mengatakan pada Hee Jung kalau dia harus pergi ke suatu tempat, walau kemungkinan hasilnya nanti akan sia-sia.

“Sekretaris bagian produksi bermain curang?” tanya Hee Jung.

“Cara kerja mereka mungkin tidak akan memperlihatkan belangnya. Dari luar juga ada seseorang yang membantu Jageun Abeoji. Sampai persiapan di sini pun sudah dilakukan. Sepertinya dia adalah seseorang yang sangat cerdas,” jawab Gun Woo.

Orang yang membantu Moo Sam untuk menjebak Gun Woo, sekarang sedang melakukan pertemuan penting bersama Tuan Son dan seseorang perwakilan dari Asosiasi keuangan.

“Mengenai posisi Isa Asosiasi keuangan sudah ada pembicaraan. Posisi itu bukanlah sebuah posisi yang bisa dipercayakan kepada siapa saja. Walaupun secara pribadi aku merasa jika Seo Daepyo memenuhi syarat untuk itu, tapi…,” ucap pria itu dan kemudian diam, sehingga Tuan Son langsung bertanya pada Yi Kyung, apa ada yang ingin dia tanyakan terkait permintaan asosiasi atau kalkulasi Tetua?


loading...

“Tidak peduli dikarenakan alasan yang mana, hasilnya akan tetap sama. Kekuasaan tertinggi yang dimiliki oleh uang. Izinkan aku menciptakan semua ini,” jawab Yi Kyung dan tepat disaat itu Moo Sam datang. Dia datang untuk mendukung Yi Kyung dengan mengatakan kalau Yi Kyung adalah mitra kerja yang sangat dia percayai, karena beberapa waktu yang lalu, Yi Kyung sudah membantu dirinya.

“Dikarenakan keputusan posisi Isa keuangan Asosiasi, saya melobi Park Sajang-nim. Jika telah menimbulkan rasa kaget pada Anda, saya menghaturkan permintaan maaf,” ucap Yi Kyung pada Tuan Son.

Tak  menghampiri Se Jin yang sedang duduk melamun dan bertanya apa dia kena marah karena tugas atau hal lain oleh Yi Kyung? Se Jin tak menjawab, dia hanya mengela nafas dan Tak pun menghibur Se Jin dengan berkata kalau masalah tugas, Se Jin tak perlu khawatir, karena Tak juga diberi tugas yang cukup banyak, jadi mereka tidak akan di pecat Cuma karena tidak bisa menyelesaikan tugas.

“Mana mungkin aku bisa sama denganmu?” tanya Se Jin dengan wajah sedih.

“Maksudmu?” tanya Tak, namun Se Jin tak menjawab, dia langsung berjalan pergi.

Baru beberapa langkah Se Jin pergi, dia mendapat telepon dari Ma Ri yang mengajaknya ketemuan. Apa yang membuat Ma Ri ingin bertemu Se Jin? Ternyata dia diminta oleh ayahnya. Ki Tae ingin Ma Ri bertemu dengan Se Jin dan mengorek informasi tentang Yi Kyung. Sebenarnya Ma Ri sangat tak suka dengan tugas itu, karena dia sangat membenci Se Jin, tapi karena hadiah untuk tugasnya adalah menetap setahun di Eropa dengan apartemen mewah dan mobil sports, jadi Ma Ri pun mau melakukannya.

“Seo Yi Kyeong…Benarkah wanita ini yang mendepakmu, Appa? Terus kenapa Appa diam saja dirugikan?” tanya Ma Ri.

“Kata siapa dirugikan? Semua ini gara-gara Harabeoji-mu salah kalkulasi. Lihat saja nanti! Mau itu Seo Yi Kyeong ataupun Harabeoji mu… Mereka harus melihat dengan jelas siapa Son Ki Tae itu,” jawab Ki Tae kesal.

Kembali ke Yi Kyung yang berjanji akan berusaha semaksimal mungkin jika dia di beri kepercayaan untuk posisi tersebut.

“Posisi sebagai Isa Keuangan Asosiasi akan sangat susah jika tanggung-jawab ini jatuh ke pundak orang yang berusia muda sepertimu. Sesusah apapun itu, kau bersedia?” tanya Tuan Son dan Yi Kyung menjawab kalau dia tak akan mengecewakan Tuan Son.

Moo Sam pun kemudian mengajak semuanya bersulang sebagai tanda peresmian bagi Yi Kyung mendapatkan posisi Isa Keuangan Asosiasi.


Selesai pertemuan itu, Moo Sam kemudian berkata pada Yi Kyung kalau hutangnya pada Yi Kyung sudah dia bayar. Yi Kyung kemudian bertanya tentang luka tusuk Moo Sam dan Moo Sam menjawab kalau orang bayaran itu sangat profesional, karena dia hanya memberi luka tusuk yang sangat kecil. Tuan Jo kemudian memberitahu Moo Sam kalau penusuknya sekarang sudah berada di luar negeri, selain itu rekaman CCTV pada hari kejadian sudah di hapus dengan sempurna. Mendengar itu, Moo Sam sangat puas dan dia mengajak Yi Kyung untuk bekerja sama lagi lain waktu.

“Posisi Isa Keuangan Asosiasi sudah berhasil kau dapatkan. Tidak lama lagi kau akan secara resmi berkunjung ke Seongbuk-dong. Pada saat itu tiba, jangan lupa mengucapkan beberapa patah kata yang memujiku. Jika Tetua membuka mulut memanggilku, kapan saja aku pasti akan segera tiba,” pesan Moo Sam dan kemudian hendak masuk mobil. Tapi dia berbalik lagi dan berkata, “Semoga tidak terjadi kesalahan apapun atas kerja sama khusus kita kali ini.”

Setelah Moo Sam pergi, Tuan Jo berkata kalau Moo Sam adalah tipe orang yang dikasih hati minta jantung dan tak mengenal lelah.

“Tidak boleh merasa lelah. Jang Tae Joon, Park Moo Il, Park Moo Sam… Keserakahan orang-orang ini adalah merupakan modal bagi karirku. Sesekali mungkin ada sesuatu yang tidak terduga,” ucap Yi Kyung dan kita kemudian langsung di alihkan pada Gun Woo yang sedang berada di tempat parkiran, dimana Moo Sam di tusuk.

Gun Woo sedang mempelajari lokasi kejadian, ketika Hee Jung muncul dan berkata kalau rekaman CCTV di tempat parkir itu juga sudah di hapus. Setelah memutar otak, Gun Woo mendapat sedikit petunjuk. Dia menganalisa kalau mobil yang di parkir diujung parkiran pasti menangkap kejadian itu.

Walaupun sama-sama saling membenci, Ma Ri dan Se Jin tetap ketemuan. Mereka kemudian bicara di sebuah cafe. Membuka bicara, Ma Ri meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan pada Se Jin selama ini, lalu dia mengajak Se Jin berteman dengan alasan dia ingin punya teman yang cerdas seperti Se Jin. Namun Se Jin menolaknya dan dia pun memutuskan pergi. Baru beberapa langkah meninggalkan Ma Ri,Se Jin teringat pada PR yang Yi Kyung berikan, dimana Se Jin harus mendapatkan uang sejumlah dengan uang yang sudah Se Jin hamburkan. Mengingat PR-nya, Se Jin pun tersenyum dan berbalik lagi pada Ma Ri.

Tak berselang lama, Se Jin kemudian menemui Yi Kyun dan menunjukkan uang yang berhasil dia dapatkan. Tentu saja Yi Kyung bertanya bagaimana Se Jin mendapatkan uang tersebut.

“Son Ma Ri ingin berteman denganku. Dia bilang ingin berdamai denganku,” jawab Se Jin.

“Teman?” tanya Yi Kyung bingung.

“Yang pasti sih bukan kemauan yang tulus. Sudah pasti itu atas suruhan Abeoji ataupun Harabeoji-nya dan dia terpaksa harus akting. Pasti tujuannya adalah mendekatiku untuk mengorek informasi yang berkenaan denganDaepyo-nim.”

“Terus?”

“Aku berencana menyelami mereka dan melawan mereka dengan menggunakan cara mereka. Informasi perusahaan milik keluarga Ma Ri pasti ada manfaatnya bagi Daepyo-nim, bukan? Sepertinya bisa digunakan untuk melawan mereka. Berkat dia, aku juga bisa menyelesaikan PR-ku,” ungkap Se Jin.

Flashback!

Se Jin memberitahu Ma Ri kalau merk dari barang yang hendak Ma Ri beli, belum ada di Korea dan barangnya sangat terbatas, hanya untuk 5 orang saja.

“Tadinya aku ingin membantumu mendapatkan satu tapi ternyata di dalam negeri sama sekali belum ada. Hari ini bayar dulu setengah sebagai panjar. Sisanya nanti setelah barangnya tiba baru kau lunasi,” ucap Se Jin dan Ma Ri langsung percaya padanya, dia bahkan langsung memberikan uang Se Jin uang.

Flashback End!

Yi Kyung menyebut Se Jin sudah melakukan perbuatan bodoh dan Se Jin pun langsung membantah kalau dia sudah menipu seseorang, karena Yi Kyung sendiri yang bilang, tak perduli dengan cara apa yang dilakukan, yang penting Se Jin mendapatkan uang. Lagi pula uangnya besok akan Se Jin kembalikan pada Ma Ri dengan alasan kalauterjadi masalah di dalam negeri jadi uangnya di kembalikan.

“Kenapa cuma hanya ada 5 orang?” tanya Yi Kyung.

“Maaf?”

“Kalau sudah menebar umpan, mau itu 10 atau 20 orang, seharusnya kau berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin orang-orang. Rasa kepuasan diri yang terlalu cepat  itulah yang paling mengenaskan. Yang pasti sih kau sudah susah payah. Gunakan ini untuk PR-mu yang berikutnya. Ambil uang ini dan lipat gandakan minimal dua kali lipat! Jangan ucapkan kata-kata pengecut seperti ‘kembalikan uangnya’ dan lain-lain. Tidak peduli alasannya apa, begitu uang tersebut ada di tanganmu, semuanya menjadi milikmu,” perintah Yi Kyung.

“Aa–anu… tapi… Barang bermerek itu tidak terbeli oleh uang,” jawab Se Jin ragu.

“Makanya kau kusuruh untuk melipat-gandakan uang ini. Ulur waktu baru kemudian uang modalnya kau kembalikan padanya. Sisanya menjadi milikmu. Seperti halnya bola salju. Semakin ia berguling, ukurannya akan kian membesar. Jika diabaikan, tidak butuh waktu lama sebelum ia menghilang. Itulah yang dinamakan uang.”

“Tidak hanya dua kali lipat. 10 kali lipat, 20 kali lipat. Tidak peduli berapa banyak, akan kulakukan. Sekalipun PR nya susah, tidak apa-apa. Jika Anda bisa mengajarku seperti ini, sekalipun saya diperalat, tidak masalah. Tapi… Saya tidak sudi menerima jika saya itu tidak tahu apa-apa,” ucap Se Jin dan Yi Kyung berkata kalau dia pernah mengatakan kalau Se Jin tak perlu tahu alasannya.

“Saya ini…selama ini menjalani hidup seperti ini. Jika saya disuruh menari di depan toko daging panggang, saya akan menari. Bergadang kerja di minimarket juga tidak apa-apa. Semua ini kukerjakan tanpa menanyakan alasannya. Appa Eomma-ku… saat mereka mengalami kecelakaan dalam perjalanan ke pasar pagi-pagi buta, sama sekali tidak pernah terlintas di pikirkanku alasan kenapa bisa terjadi kejadian seperti ini. Tapi… Mulai sekarang saya mau menjalani hidup dengan lebih berarti. Justru karena saya ingin mengubah hidupku, saya memutuskan untuk mengikuti Daepyo-nim,” ungkap Se Jin.

Yi Kyung menjawab kalau Se Jin sungguh mengecewakan. Dikarenakan tragedi hidup di masa lalu, dia berkeluh-kesah di hadapan Yi Kyung. Kalau Se Jin ingin menjadi Se Jin yang berbeda, maka Se Jin harus melakukan semua yang Yi Kyung perintahkan. Mendengar Yi Kyung kecewa, mata Se Jin berkaca-kaca dan berkata kalau sepertinya Yi Kyung tidak mengerti dirinya.

“Haruskah aku mengerti?” tanya Yi Kyung dengan dingin dan Se Jin tak bisa berkata-kata lagi. Dengan kesal dia keluar rumah Yi Kyung.

Di rumah, Se Jin terus menatap uang yang ada padanya dan dia teringat pada pernyataan Yi Kyung yang berkata kalau uang itu seperti bola salju, yang semakin di gulingkan, ukurannya semakin membesar. Se Jin kemudian menelpon Ma Ri dan mengajaknya ketemuan. Saat Se Jin hendak memasukkan uangnya di dalam tas, Se Jin melihat bros milik Gun Woo.

Tak dan Penulis Kim berusaha menelpon Se Jin, namun nomornya tak aktif. Yi Kyung muncul dan bertanya keberadaan Se Jin. Tak pun menjawab kalau Se Jin belum datang. Penulis Kim juga berkata kalau dia sudah berusaha menelpon Se Jin, namun nomornya tak aktif. Tak kemudian berkata kalau dia akan mengecek Se Jin ke rumahnya, namun Yi Kyung mencegah dan berkata kalau mereka akan rapat 10 menit lagi.

Yi Kyung pergi ke ruangannya dan dia melihat gelang pemberian Se Jin. Dia kemudian teringat pada kata-kata Se Jin yang berkata, “Pikiran dan alasan yang seperti apa, Untuk bisa membantumu aku harus bisa membaca denahmu. Mulai sekarang saya mau menjalani hidup dengan lebih berarti. Justru karena saya ingin mengubah hidupku, saya memutuskan untuk mengikuti Daepyo-nim.”

Se Jin kemudian pergi ke Moojin Group dan menemui Gun Woo. Saat ditanya kenapa Se Jin memanggilnya dan bisa mengenal dirinya, Se Jin pun mengeluarkan bros milik Gun Woo dan mengembalikannya, karena prinsip Se Jin, apapun itu baik barang atau pun uang harus dikembalikan pada pemiliknya, dengan begitu Se Jin bisa tenang.

Saat Se Jin hendak pergi, Gun Woo memanggilnya dan bertanya nama. Entah apa yang ada dipikiran Se Jin, dia malah menjawab kalau namanya adalah Seo Yi Kyung dari Galeri S. Mendengar nama itu, Gun Woo terlihat kaget dan Se Jin bertanya kenapa?

“Cuman… Namanya mirip sekali dengan seseorang yang kukenal di masa lalu,” jawab Gun Woo.

“Sungguh sebuah kebetulan yang aneh. Orang itu…,” ucap Se Jin dan terpotong karena Hee Jung memberitahu Gun Woo kalau kotak hitam mobil yang merekam kejadian itu berhasil ditemukan. Namun orangnya sekarang akan berangkat dinas ke Sanghai dan sebentar lagi mau boarding. Karena ada urusan mendesak, Gun Woo pun pergi dan sebelum pergi dia mengucapkan terima kasih pada Se Jin.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinopsis Night Light Episode 4
  • sinopsis light night
  • Sinopsis drama kore
  • sinopsis drama korea uncontrollably fond
  • sinop tamura legend of the blue sea
  • sinopsis night light episode 10
  • sinopsis night light eps 4
  • sinopsis night light episode 4 part 2
  • cerita drama korea moori
  • night light 4 - 1
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *