Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 2 – 2

Sinopsis Night Light Episode 2 – 2

Sinopsis Night Light Episode 2 – 2, bercerita tentang Se Jin yang menolak uang Yi Kyung berikut tawaran untuk menjadi pegawai di perusahaan Yi Kyung, karena Se Jin ingin Yi Kyung meminta maaf atas apa yang terjadi padanya. Namun Yi KYung tak putus asa, dia terus muncul di hadapan Se Jin agar Se Jin mengubah keputusannya. Sampai akhirnya Se Jin terlibat masalah dengan Ma Ri dan Yi Kyung muncul untuk membantunya. Di akhir episode, Se Jin bertanya apa Yi Kyung benar-benar bisa mengubah dirinya menjadi orang yang baru?

Sinopsis Night Light Episode 2 – 1

Sinopsis Night Light Episode 2 – 2

sumber gambar dan konten dari MBC

Pagi tiba dan Penulis Kim tak menemukan Yi Kyung di kamarnya, ternyata dia baru selesai olahraga. Karena kemarin Yi Kyung baru menghadapi hari yang berat, Penulis Kim menyarankan kalau Yi Kyung untuk istirahat dan tidur yang cukup, namun Yi Kyung tak mau karena banyak jadwal yang harus dia lakukan hari ini. Bahkan dalam waktu 30 menit lagi, dia harus mendatangi rapat.

Berbeda dengan Yi Kyung yang baru selesai olahraga, Se Jin masih terbaring di tempat tidurnya. Dia terbangun karena alarm dari jamnya. Tepat disaat itu Sook Hee melewati kamar Se Jin dan melihat Se Jin baru bangun, diapun bertanya kenapa Se Jin keluar malam, padahal paginya dia harus kembali bekerja.

“Terima saja nasibmu. Malang sekali. Tak peduli bagaimanapun kau berubah, hidup akan tetap seperti ini,” ucap Sook Hee sambil melihat gaun merah yang masih tergeletak di lantai. Se Jin pun mengiyakan, dia membenarkan apa yang bibinya katakan. Dia harus bisa sadar diri. Sook Hee lalu bertanya apa yang terjadi sesuatu tadi malam dan Se Jin menjawab tidak, dia hanya mengaku kalau dia pikir mimpi mendapat pertanda baik, tapi sepertinya tidak. Mendengar itu, Sook Hee mendesah dan kemudian memutuskan pergi untuk bekerja. Sambil memakai sepatu, dia meminta Se Jin untuk tak mengkhawatirkan tentang sewa rumah mereka, karena dia akan pastikan mereka bertiga tidak akan tinggal di jalanan.

Se Jin lalu menyarankan agar Sook Hee berhenti kerja, agar dia tak terluka seperti tahun lalu. Tentu saja Sook Hee tak mau melakukannya. Dia kemudian memberitahu Se Jin kalau dia sudah masak galchi jorim, jadi Se Jin harus sarapan dulu sebelum berangkat kerja.

Saat sendirian Se Jin melihat amplop berisi uang dan beberapa catatan, sepertinya itu adalah uang hasil pinjam yang Sook Hee lakuka untuk membayar biaya sewa rumah mereka.

Yi Kyung sampai di tempat rapat dan di sambut oleh beberapa orang. Disisi lain, Se Jin sedang bekerja sebagai juru parkir untuk sebuah hotel mewah. Sebagai juru parkir dia dituntut selalu tersenyum pada orang-orang yang datang, karena kalau tidak dia akan terkena teguran dari atasannya.

Malam harinya, Yi Kyung kembali melakukan meeting bersama orang-orang penting, sedangkan Se Jin melakukan pekerjaan sampingan sebagai sopir pengganti khusus wanita. Tanpa Se Jin sadari, Tak memperhatikannya dari jauh. Yi Kyung mencoba wine yang diberikan padanya dan dia berkata pada orang yang ada di depannya untuk tidak mencemaskan tentang harga sewanya. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Se Jin mendapat panggilan untuk menjadi sopir pengganti. Karena rata-rata orang yang minta di antarkan adalah orang-orang mabuk, jadi Se Jin pun kadang harus bersusah payah mengurus mereka. Karena seharian bekerja, Se Jin kadang sampai terkantuk-kantuk saat membawa mobil costumernya.

Tuan Jo kemudian memberitahu Yi Kyung tentang keseharian Se Jin, dimana saat siang hari dia menjadi tukang parkir dan di malam hari dia menjadi supir pengganti. Selain untuk tidur, 24 jam Se Jin aktif bekerja. Mendengar semua informasi itu, Yi Kyung pun berkomentar kalau Se Jin benar-benar menjalani hidup yang sulit, namun semua jalan pintasnya, tak ada yang Se Jin gunakan. Yi Kyung pun jadi penasaran sampai berapa lama Se Jin tahan menghadapi semua itu.

Se Jin pulang dan dia langsung terlihat marah ketika melihat gaun merah dari Yi Kyung. Saking marahnya, dia sampai mengumpulkan semua barang-barang pemberian Yi Kyung.

Keesokanharinya dia mengembalikannya langsung pada Yi Kyung. Seolah tak perduli dengan kemarahan Se Jin, Yi Kyung kemudian mengajaknya bicara.

Yi Kyung memberikan sebuah kontrak pegawai pada Se Jin, karena Yi Kyung secara resmi ingin merekrut Se Jin untuk bekerja di perusahaannya. Selain kontrak itu, Yi Kyung juga memberikan sebuah amplop yang berisi cek sebesar uang yang akan Yi Kyung keluarkan untuk menebus Se Jin. Melihat penawaran yang begitu menggiurkan, Se Jin tetap tak tertarik, dia menolaknya, bahkan ketika Yi Kyung menyinggung tentang deposit sewa rumah Se Jin, keponakan yang harus kuliah dan bibi Se Jin yang bekerja untuk membesarkan Se Jin selama ini. Menyadari kalau Yi Kyung mencaritahu tentang dirinya, Se Jin semakin marah dan Yi Kyung beralasan kalau dia memang harus tahu bagaimana latar belakang orang yang bekerja dengannya.

“Lee Se Jin-ssi. Aku sekarang ini memberimu kesempatan. Bukan untuk meniru orang lain, tapi kesempatan menikmati hidup lebih baik,” ucap Yi Kyung.

“Anda selalu seperti ini. Menggunakan uang untuk menyelesaikan masalah, membuat orang lain tampak bodoh,” jawab Se Jin dan Yi Kyung merasa tak ada sesuatu yang tak bisa diselesaikan dengan uang. Se Jin pun berkata kalau Yi Kyung setidaknya meminta maaf terlebih dahulu atas kejadian kemarin, karena bagi Se Jin, uang yang Yi Kyung tunjukan sekarang ini tak bisa menyelesaikan semuanya. Mendengar Se Jin menyebut uang yang dia berikan sebagai uang damai, Yi Kyung langsung berkata kalau Se Jin tidak boleh meremehkan uang, kalau tidak, uang yang akan mengacuhkan Se Jin.

“Tetap tersenyum… Kata-kata yang muluk…Menurutmu ini akan sia-sia? Kau tahu berapa banyak yang kumau? Pihak lain bisa memberiku berapa? Yang penting adalah nominal transaksi yang signifikan,” ucap Yi Kyung.

“Nilai matematikaku memang tidak pernah cemerlang. Lebih baik aku mengenal lebih dalam diri sendiri dan menjadi seorang yang miskin,” ucap Se Jin dan pergi.

Di luar, Se Jin bergumam dengan kesal karena Yi Kyung tak juga mau meminta maaf.

Tuan Jo mengatakan pada Yi Kyung kalau Se Jin memang orang yang pintar, namun selain dia, masih banyak yang harus Yi Kyung urus. Yi Kyung lalu bertanya berapa banyak orang yang terpuruk sampai hampir mati, tapi orang itu masih sanggup meloloskan diri dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Dia beranggapan kalau kemampuan seperti itu tidak dimiliki oleh semua orang.

“Pada saat perencanaan sudah dimulai, kita akan terbentur banyak sekali pintu yang terkunci. Anak itu… aku akan menempanya menjadi kunci utama. Tidak lama lagi kita akan bertemu dengannya lagi. Jadi, tidak usah terlalu dipikirkan. Pada saat rasa ingin itu tersulut, tidak akan padam dengan mudah,” ucap Yi Kyung dengan yakin.

Gun Woo mengendarai mobilnya dan dia tersenyum sendiri ketika melihat bayangan wajahnya di cermin. Dia teringat kembali pada pertemuannya dengan sang ayah, dimana ayahnya  marah karena Gun Won berkata kalau dia ingin mundur. Gun Woo ingin sang ayah melepaskan project Dubai, agar ayahnya bisa keluar dari penjara dan menghirup udara bebas. Namun sang ayah tetap pada keputusannya, dia tetap ingin mempertahankan project Dubai, walau dia harus mendekam dipenjara.

Moo Sam masuk ke ruang rapat secara paksa dimana Gun Woo sedang rapat bersama para pegawainya. Karena Moo Sam datang, Gun Woo pun mengistirahatkan rapat selama 10 menit. Sama seperti Tuan Park, Moo Sam juga marah pada Gun Woo karena Gun Woo berencana menarik diri pada project Dubai. Moo Sam berpendapat kalau mereka menyerah pada project itu maka akan menjadi sebuah pukulan yang fatal bagi grup mereka.

“Kau pikir Hyeongnim akan senang? Terlepas dari Grup ini, jadilah anak yang berbakti!” pesan Moo Sam pada Gun Woo.

“Paman, Berbakti adalah suatu keharusan. Aku anak ayahku. Peran anak tidak berbakti serahkan saja padaku. Paman  pergi dan lap saja tempat duduk Hoejang. Kalau ayah kembali ke Grup, aku ingin dia duduk dengan ceria di kursinya,” jawab Gun Woo.

“Posisi itu, baik bagimu atau ayahmu kau tak harus duduk di sana,” ucap Moo Sam dengan nada tak senang dan dengan santai Gun Woo menjawab kalau dia juga tak punya keinginan untuk duduk di kursi itu, tapi dia juga memastikan kalau kursi itu juga bukan milik Moo Sam.

 

Se Jin kembali bekerja sebagai juru parkir dan dia melihat Yi Kyung berada di salah satu mobil yang berkunjung ke hotel tempat dia bekerja. Karena fokus melihat ke arah Yi Kyung, Se Jin pun sampai kena tegur atasannya. Ternyata Yi Kyung sengaja mengubah meetingnya di hotel itu agar Se Jin melihat dirinya.


loading...

Siapa yang sebenarnya ingin Yi Kyung temui? Ternyata orang itu adalah Moo Soo. Mereka bekerja sama untuk menjatuhkan Tuan Son. Yi Kyung juga berjanji pada Moo Soo kalau dia akan melakukan apapun mengenai perjanjian dengan Son Ma Ri. Namun mereka perlu menanyakan tentang kebenaran Grip Mujin yang ingin menghentikan proyek Dubai. Moo Soo menjawab kalau mereka tak perlu khawatir, gosip itu menyebar karena ponakannya ingin mengeluarkan ayahnya dari penjara. Dia pun meyakinkan mereka kalau ponakannya itu ada di tangannya, jadi dia tak akan berani berkutik.

“Kalau itu anak Hoejangnim, berarti bukan lawan yang mudah. Bagaimana cara Anda menyingkirkannya?” tanya Yi Kyung namun Moo Soo tak mau memberitahunya.

Se Jin menemui atasannya dan meminta kenaikan gaji, karena atasannya berkata seperti ketika Se Jin melakukan wawancara kerja. Namun kali ini si atasan menyangkalnya, dia tak bisa memberikan kenaikan gaji pada Se Jin. Sang atasan menawari Se Jin pinjaman uang jika Se Jin mau, tapi Se Jin langsung marah ketika melihat si atasan mulai bersikap kurang ajar padanya. Saking marahnya, Se Jin sampai menendang sang atasan. Tak sudi punya atasan seperti itu, Se Jin pun memutuskan berhenti kerja.

Setelah berganti baju, Se Jin menemui Yi Kyung yang kebetulan masih berada di hotel. Dia menemui Yi Kyung untuk meminjam uang yang Yi Kyung hendak gunakan sebagai uang muka kontraknya kemarin dan Se Jin berjanji akan mengembalikannya tepat waktu. Namun permintaan Se Jin langsung di tolak oleh Yi Kyung dengan alasan kalau dia membutuhkan karyawan, bukan debitur. Kalau Se Jin ingin meminjam uang, maka dia bisa mencari orang lain saja.

Di mobil, Yi Kyung berkata pada Tuan Jo kalau perkembangannya lebih serius dari yang diharapkan, “Tidak ada bukti. Kalau perkelahian dimulai, kedua belah pihak sama-sama terluka,” ucap Yi Kyung.

“Anda memikirkan semua ini? Aku juga sedikit khawatir pada Lee Se Jin-ssi.”

“Sudah kubilang tak usah khawatir. Anak itu takkan bisa menahannya,” ucap Yi Kyung dengan yakin.

Se Jin kembali bekerja sebagai supir pengganti dan dia diminta mengantarkan seorang wanita mabuk yang sudah tertidur di kursi belakang mobil. Tanpa Se Jin sadari, dia terus diikuti oleh Tak. Wanita mabuk itu bangun dan ternyata dia adalah Ma Ri. Menyadari hal itu, Se Jin terdiam dan berusaha menyembunyikan wajahnya. Namun Ma Ri mengetahuinya juga.

Kesal, Ma Ri pun memukul Se Jin dan hal itu hampir membuat keduanya tertabrak mobil lain. Karena Ma Ri terus mengoceh, Se Jin pun menghentikan mobil dan pergi, namun Ma Ri mengejarnya. Ma Ri memegangi tangan Se Jin dan dengan keras Se Jin menghempaskan tangannya, sehingga membuat Ma Ri terjatuh dan tangannya terluka.

Karena apa yang Se Jin lakukan, Se Jin pun harus berurusan dengan polisi karena pihak Ma Ri melaporkannya sebagai tidak kekerasan. Si polisi pun menyuruh Se Jin untuk berusaha damai dengan pihak Ma Ri, karena kalau dia meneruskan melalui jalur hukum, maka Se Jin sendirilah yang akan kalah.

Se Jin kemudian menelpon Sook Hee dan mengatakan kalau dia akan pulang dini hari dengan alasan banyak pelanggan berdatangan untuk disupirin. Dia sudah berbohong pada bibinya karena tak mau bibinya merasa khawatir.

Tak menemui Yi Kyung dan mengatakan kalau masalahnya semakin rumit.

Ki Tae menemui Ma Ri di rumah sakit dan bergumam kalau keluarga Son memang sesuatu. Ayahnya di pecat dari perusahaan dan anaknya luka-luka. Tepat disaat itu Se Jin muncul dan meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan semalam. Dia tak bermaksud untuk melukai Ma Ri. Tentu saja Ma Ri tidak akan memaafkan Se Jin dengan begitu mudahnya, dia malah semakin menghina Se Jin.

Se Jin hendak pergi dan Ma Ri menyuruhnya berlutut sebagai tanda permintaan maaf. Tentu saja Se Jin tak mau, tapi karena Ma Ri mengancam akan memenjarakannya, Se Jin pun tak punya pilihan lain. Dengan berat hati dia pun berlutut pada Ma Ri dan juga meminta maaf.

Tepat disaat itu Yi Kyung muncul dan menyuruh Se Jin berdiri. Pada Ki Tae dan Ma Ri, Yi Kyung mengakui Se Jin sebagai karyawan perusahaannya, jadi dia mau perseteruan itu berhenti sampai disitu saja, tentu saja Ma Ri tak terima, dia protes dan Ki Tae memberitahukan Yi Kyung tentang situasinya.

Yi Kyung dan KinTae kemudian bicara diluar kamar rawat Ma Ri. “Karena masalah persekongkolan  antara kalian ayah dan anak, dia hampir mati menggantikanku. Aku sudah sangat bersabar sekarang ini. Untuk mencegahku membocorkan skandal kalian, Karena itu, anak itu… jangan kalian ganggu lagi dia,” ancam Yi Kyung.

Yi Kyung keluar rumah sakit dan menemui Se Jin yang masih berdiri mematung di depan rumah sakit. “Jika mau sok hebat, jangan nanggung. Berlutut di depan orang seperti itu, sebaiknya kau lempar jauh-jauh harga dirimu itu,” ucap Yi Kyung.

“Kau kira aku sudi? Aku juga merasa marah dan teraniaya. Apa salahku? Berjuang mati-matian demi mempertahankan hidup. Punya hak apa orang seperti dia memandang rendah diriku? Miskin itu dosa? Salahkah aku jika terlahir miskin?” tanya Se Jin dan Yi Kyung mengiyakan, kalau miskin memang adalah dosa.

“Tidak peduli semerdu apapun itu terdengar di kuping, hanyalah untuk menipu diri sendiri. Tapi tidak akan bisa membohongi orang lain. Karena lemah, sehingga diinjak-injak. Karena tidak memiliki apa-apa, sehingga selalu ditekan,” jawab Yi Kyung dan berjalan pergi.

“Kau tidak ada bedanya dengan mereka,” ucap Se Jin dan Yi Kyung menghentikan langkahnya. Se Jin menghampiri Yi Kyung, “Karena tidak memiliki apa-apa, karena aku merupakan keturunan kedua keluarga miskin, kau merasa bisa mengendalikanku sesuka hatimu. Karena itu kau mengajakku bekerja di perusahaanmu, bukankah begitu?”

“Benar sekali. Kau hanyalah sebuah cermin murahan seharga 5000 Won. Tapi jika aku bersedia, aku sanggup membuat hargamu naik menjadi lima ratus, lima ribu, bahkan lebih tinggi lagi. Karena kau tidak memiliki apa-apa, aku yang akan memberikannya padamu. Karena kau tidak memiliki tempat untuk menyandar, aku akan menjadi sandaranmu. Dari kepala hingga kaki, aku akan membentukmu menjadi baru. Kemudian memanfaatkanmu lagi.”

 

“Dari awal… Dari awal kau sudah menargetkanku? Hari di mana lelang amal itu…”

“Aku pernah bilang… Sesuatu yang sudah kusukai, tidak akan kulupakan,” jawab Yi Kyung yang mengingatkan Se Jin pada pertemuan pertama mereka.

Flashback!

Saat pertama kali bertemu, Yi Kyung terus melihat ke arah Se Jin. Dia juga mengenal desainer pakaian yang Se Jin kenakan. Tapi karena Se Jin menyangkal, kalau gaun itu bukan gaun yang Yi Kyung kenali. Yi Kyung pun berkata kalau sesuatu yang sudah dia sukai, tidak akan pernah dia lupakan, baik itu gaunnya ataupun orangnya.

Flashback End!

Se Jin kemudian bertanya apa Yi Kyung benar-benar bisa mengubahnya menjadi orang yang baru? Menjadi orang seperti dirinya? Mendengar pertanyaan itu, Yi Kyung pun tersenyum.

bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis night light episode 2
  • my sunshine
  • night light ep 2 part 2
  • sinop Night light ep 2
  • sinopsis night light ep 2 part 2
  • sinopsis night light episode 2 part 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *