Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 2 – 1

Sinopsis Night Light Episode 2 – 1

Sinopsis Night Light Episode 2 – 1, bercerita tentang Se Jin yang menggantikan Yi Kyung untuk menemui Feng bersaudara tapi ternyata Feng bersaudara malah menculik Se Jin. Disisi lain, berkat Se Jin, Yi Kyung berhasil menjebak Tuan Son. Merasa sudah ditipu oleh Yi Kyung, Se Jin pun marah dan memutuskan untuk menyelamatkan dirinya dengan caranya sendiri. Se Jin berhasil lolos dengan membuat ledakan di dalam tempat penyekapan.

Sinopsis Night Light Episode 1 – 1

Sinopsis Night Light Episode 1 – 2

Sinopsis Night Light Episode 2 – 1

sumber gambar dan konten dari MBC

Se Jin melaksanakan tugas dari Yi Kyung dimana Yi Kyung meminta Se Jin untuk menjadi dirinya selama 1 jam dan mendatangi sebuah pertemuan dengan Feng bersaudara. Namun ternyata dia sudah dijebak, air putih yang dia minum sudah diberi obat dan membuatnya pingsan. Si Jin pun terlambat menyadarinya.

Ki Tae memberitahu Tuan Son kalau Yi Kyung masuk ke dalam jebakan mereka dan dia sekarang sedang dibawa oleh Feng bersaudara ke pabrik. Mendengar itu, Tuan Son merasa senang dan merekapun bisa memulai rapat tanpa ada gangguan.

Tanpa mereka sadari kalau orang yang dibawa ke pabrik bukanlah Yi Kyung asli, melainkan Si Jin. Karena Yi Kyung yang asli sudah sampai di gedung rapat dan sekarang sedang berjalan menuju ruang rapat.

Di ruang rapat, dewan direksi yang lain menanyakan keberadaan Yi Kyung yang seharusnya ikut rapat bersama mereka.

“Itu…Asosiasi akan meninjau hasil usaha dan ditemukan kualifikasi yang tidak sesuai pada Galeri S,” jawab Ki Tae tentang ketidakhadiran Yi Kyung.

“Berdasarkan pada apa?” tanya Yi Kyung yang tiba-tiba masuk ruang rapat. “Aku ingin tahu kualifikasi apa yang tak sesuai. Aku ingin dengar di depan semua orang.”

Menutupi rasa terkejutnya dengan kehadiran Yi Kyung, Tuan Son pun  menyuruhnya duduk, sehingga mereka bisa melanjutkan proses rapat mereka. Namun sebelum rapat dimulai kembali, Tuan Son meminta waktu pada semuanya untuk membicarakan prosedurnya.

“Beberapa waktu lalu, ada berita yang mengejutkan. Aku secara pribadi sangat ingin menyembunyikan masalah yang memalukan ini. Sebagai Isa-nim Keuangan Asosiasi, anakku, Son Ki Tae telah menggelapkan dana rakyat. Sebagai Abeoji, aku ingin menutupi kecacatan itu. Tapi akhirnya aku menentang korupsi. Mengenai kerugian rakyat, kami akan bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikannya. Semoga kalian semua benar-benar menghukum anakku secara adil,” aku Tuan Son sebelum di dahului oleh Yi Kyung. Ki Tae yang tak tahu apa-apa langsung bertanya pada sang ayah, tentang kesalahan apa yang sudah dia perbuat. Namun Tuan Son tak mau menjawab, dia hanya menyuruh Ki Tae diam. Sok bersikap tegas, Tuan Son kemudian menyuruh penjaga untuk membawa Ki Tae keluar ruang rapat.

Melihat dan mendengar apa yang Tuan Son lakukan, salah satu direksi berkata kalau mereka harus mengusut kasus korupsi Ki Tae sampai tuntas. Dewan direksi yang lain, kemudian memimpin tepuk tangan untuk memberi Tuan Son semangat atas apa yang sudah dia lakukan. Yi Kyung yang tahu kalau Tuan Son hanya bersandiwara, tentu saja terlihat tak senang, apalagi ketika Tuan Son berkata kalau dia sangat menjunjung kejujuran.

“Aku juga sangat menghormati Ketua Seo Bong Su. Mengenai karir putrinya di Korea Selatan, aku percaya pengaturan posisinya memakai prinsip adil dan jujur. Kudengar kau pergi ke jepang, sudah dapat tanda tangan ayahmu?” tanya Tuan Son dan kalau Yi Kyung belum bisa mendapatkan tanda tangan Tuan Seo, maka Tuan Son mempersilahkan Yi Kyung keluar dari ruang rapat.

Yi Kyung terdiam sejenak dan kemudian langsung berdiri. Melihat itu, Tuan Son pun mengira kalau Yi Kyung tak berhasil mendapatkan tanda tangan, namun sebelum Tuan Son kembali berkata-kata, Yi Kyung langsung memanggil Tuan Jo yang kemudian membagikan foto kopi dokumen asli dari Tuan Seo. Tentu saja Tuan Son kaget melihat foto kopi tersebut.

“Ayahku. Notaris sudah mengkonfirmasi tulisan tangan ini, beserta tanda tangannya,” ucap Yi Kyung dan menunjukkan tulisan tangan dari sang ayah.

Flashback!

Tuan Seo benar-benar menulis semuanya sendiri dan dia menulis, “Aku, Seo Bong Su setuju pengembangan Galeri S di pangsa pasar Korea. Terima kasih banyak atas pengertian kalian. Kuharap pengembangan Asosiasi semakin kuat.”

Selesai menulis dan memberi stempel, Tuan Seo langsung memberikannya pada Yi Kyung, namun Yi Kyung tak langsung menerimanya.

“Ditulis bukan dengan tujuan untuk memuluskan perjalanan karirmu. Itu wasiatku,” ucap Tuan Seo dan Yi Kyung pun menerima surat tersebut. “Bahkan kalau ayah mau memutus hubungan ayah dan anak atau bersikeras melakukan bisnis di Korea terlepas dari sukses atau tidaknya, kita berdua… tidak akan bertemu lagi.”

“Akan berkembang pesat. Aku akan menang. Itu yang Ayah ajarkan padaku,” janji Yi Kyung.

“Tidak. Aku mendidik penerusku. Bukan mengasuh monster.”

“Takut padaku? Ada dua pilihan. Entah Ayah yang melemah atau aku yang semakin kuat. Jangan sampai sakit lagi. Aku akan membangun kerajaan. Ayah harus melihatnya,” janji Yi Kyung.

Flashback End!

Yi Kyung sekarang sudah berada di ruang rapat sendirian, tak lama kemudian Tuan Son masuk menemuinya. Tuan Son mengungkapkan kekesalannya karena dari awal Yi Kyung sudah merencanakan semuanya, pura-pura tak punya tanda tangan dan membuat Tuan Son salah langkah dengan menghancurkan Ki Tae. Tak mau disalahkan, Yi Kyung pun menjawab kalau semua itu salah Tuan Son sendiri, yang ingin terlihat jujur dan adil.

“Pertama, kita akan buka kembali. Aku harap Asosiasi akan bergabung, “ ucap Yi Kyung dan Tuan Son kemudian mengancam Yi Kyung dengan mengatakan kalau orang yang menggantikan Yo Kyung ke hotel sekarang ada di tangan Tuan Son. Jadi kalau Yi Kyung ingin orang itu selamat, maka dia harus memberitahu semua orang kalau tanda tangan itu palsu dan menyatakan kalau Tuan Seo sebenarnya tidak setuju.

“Jangan bertaruh menggunakan kartu yang rusak. Buang saja kartunya,” saran Yi Kyung dan Tuan Son bertanya apa Yi Kyung tak perduli pada nasib wanita yang menggantikannya itu.

“Aku tahu ini perangkap, masih saja kubiarkan dia ke sana. Dia sudah melaksanakan kewajibannya. Sisanya dia bisa atur sendiri. Aku paling tahu apa yang kuinginkan. Asosiasi yang akan menyimpulkannya. Anda bilang semua orang sibuk, kan? Rapat akan terus dilanjutkan,” ucap Yi Kyung dan Tuan Son keluar ruangan dengan ekspresi marah.

Yi Kyung ikut keluar dan dia kemudian menanyakan keberadaan Tak pada Tuan Jo dan Tuan Jo menjawab kalau Tak selalu mengikuti orang yang membawa Se Jin sejak mereka keluar hotel.

“Operasinya mau dimulai?” tanya Tuan Jo dan Yi Kyung mengiyakan.

Tak pun langsung melakukan aksinya setelah mendapatkan perintah dari Tuan Jo. Dia berkata kalau dia memang sudah menunggu sejak tadi. Tak mengejar mobil yang membawa Se Jin dan menyuruhnya berhenti, namun pria yang membawa Se Jin, ternyata membawa pistol dan dia menembak ban mobil Tak, sehingga membuat Tak jadi tidak bisa mengejar mereka.

Rapat selesai dan ketika berpapasan dengan Tuan Son, Yi Kyung pun tersenyum dengan senyuman penuh kemenangan. Tuan Jo kemudian membisikkan sesuatu pada Yi Kyung dan setelah mendengar itu, Yi Kyung langsung terkejut.

Yi Kyung kemudian meminta bantuan Penulis Kim untuk mencari keberadaan Se Jin melalui komputernya. Tak sendiri sudah berhasil mengganti ban mobilnya, dia terlihat kesal karena Penulis KIm tidak  berhasil melacak keberadaan Se Jin, padahal Penulis Kim selalu membanggakan kalau komputernya hebat.

“Siapa yang kehilangan jejak? Kenapa buat aku marah? Hei. Bukannya kau bilang ilmu bela diri ada 28 tingkat?” ucap Penulis Kim yang kembali mengejek Tak karena kehilangan jejak Se Jin. Tuan Jo menghentikan pertengkaran mereka, dengan mengatakan kalau mereka tak punya waktu lagi, mereka harus segera menemukan Se Jin.

Tuan Jo kemudian meminta Yi Kyung untuk tidak khawatir, karena Penulis Kim punya kemampuan menemukan orang dengan cepat. Yi Kyun kemudian menyuruh Tuan Jo untuk menyiapkan uang dalam bentuk dollar USA, mereka harus melakukan negosiasi dengan harga yang cocok agar tak saling melukai.

“Seberapa banyak?” tanya Tuan Jo.

“Aku sendiri juga penasaran. Lee Se Jin. Berapa harga status sosialnya?” ucap Yi Kyung dan sekarang Se Jin sudah dibaringkan di sebuah gudang tua.


loading...

Se Jin sadarkan diri dan ketika dia hendak pergi, dia tanpa sengaja menyenggol kaleng dan membuat Feng bersaudara meliat kearahnya. Salah satu dari pria itu kemudian mengarahkan pistol pada Se Jin dan Se Jin mencoba memberi penjelasan kalau mereka berdua sudah salah tangkap orang. Dia mengaku kalau dia bukanlah Yi Kyung, dia hanya menggantikan Yi Kyung untuk melakukan transaksi. Salah satu pria itu kemudian berkata kalau hanya satu panggilan telepon saja untuk memastikan nasip Si Jin, baik itu membiarkan Si Jin pulang ke rumah atau keneraka.

Tepat disaat itu, salah satunya mendapat telepon dari bos mereka yang memberitahu mereka kalau mereka sudah salah tangkap orang, jadi mereka hanya akan dibayar setengah dari upah mereka dan mereka juga harus menyingkirkan wanita itu.

Sebelum mereka menyingkirkan Se Jin, mereka pun  mempersilahkan Se Jin untuk menelpon bosnya. Di rumah, Yi Kyung sudah mempersiapkan uang untuk menebus Se Jin dan tepat disaat itu, Se Jin menelpon. Pada Yi Kyung dia mengaku kalau dia sudah diculik dan tanpa menjawab ucapan Se Jin, Yi Kyung langsung menyuruh Se Jin memberikan teleponnya pada si penculik.

Yi Kyung menggunakan bahasa China, meminta mereka melepaskan Se Jin dengan uang tebusan. Setelah mendengar jumlah yang Yi Kyung tawarkan, pria China itu pun setuju, tapi pria itu punya persyaratan, dia ingin Yi Kyung membawa uangnya sendiri.

Yi Kyung menyanggupinya, sebelum dia pergi, dia berpesan pada Tuan Jo untuk menyuruh Tak pergi ke alamat itu juga, dengan catatan Tak harus tenang dan tak boleh terburu-buru.

Malam tiba, namun tak ada yang datang untuk menolong Se Jin dan hal itu membuat Se Jin merasa cemas. Apalagi melihat Feng bersaudara tertawa senang sambil bermain catur. Dia merasa kalau mereka sedang merencanakan sesuatu untuk dirinya.

Dalam kecemasananya, Se Jin teringat kata-kata Yi Kyung yang berkata, “Cukup satu jam saja. Aku mau kau jadi diriku.” Dan dia juga teringat kembali saat dia menelpon Yi Kyung, saat itu Yi Kyung bukannya mengatakan pada Se Jin tentang cara melepaskan diri, Yi Kyung malah meminta bicara dengan para penculik. Di luar hujan dan Se Jin semakin cemas. Dia tak tahu kalau Yi Kyung sedang berada di dalam perjalanan menuju tempat dirinya di sekap. Sedangkan Tak, sudah sampai di lokasi dan dia diminta Penulis Kim untuk menunggu sampai Yi Kyung sampai dan menyelesaikan transaksi.

Se Jin lalu memberanikan diri untuk menghampiri penculik dan berkata kalau dia ingin ke toilet. Salah satu dari mereka kemudian mengantarkan Se Jin, namun sebelum dia pergi, dia mengingatkan pada temannya untuk tidak menyentuh papan caturnya dulu sampai dia kembali.

Di toilet, Se Jin melihat kesekelilingnya, namun tak ada tempat atau cela bagi dirinya untuk bisa melarikan diri. Jadi dia pun kembali bersama si penculik.

Ketika melihat posisi catur sudah berubah, pria yang mengantarkan Se Jin langsung protes dan menyebut temannya curang. Namun  temannya tak terima disebut curang, alhasil mereka berdua pun bertengkar. Dengan marah pria yang menemani Se Jin tadi membalik meja sehingga  membuat pistol yang diletakkan di atas meja jatuh dan terlempar ke dekat kaki Se Jin.

“Jangan bergerak!” teriak Se Jin sambil menodongkan pistol ke arah mereka berdua. Sambil menodongkan pistol, Se Jin berjalan ke arah pintu keluar. Feng bersaudara tak merasa takut dengan ancaman Se Jin, karena mereka menganggap Se Jin tak akan berani menembak. Namun mereka langsung kalang kabut saat melihat Se Jin menatap ke arah bahan bakar. Tanpa pikir panjang, Se Jin pun langsung menembak bahan bakar tersebut dan ledakan pun terjadi.

Tak yang berada di luar langsung kaget melihat ledakan itu, diapun langsung menjalankan mobilnya menuju gudang untuk melihat apa yang terjadi.

Di dalam gudang, salah satu penculik mati dan disaat temannya berusaha untuk membangunkan Se Jin langsung kabur, namun si penculik melihatnya. Dengan membawa pistol yang ditinggalkan Se Jin, si penculik langsung mengejar Se Jin. Tepat disaat si penculik hendak menembak Se Jin, Tak muncul dengan mobilnya dan langsung menabrak si penculik.

Se Jin yang merasa ketakutan terus berlari tanpa perduli apa yang terjadi di belakang. Dia tak tahu kalau Tak datang dan berkelahi dengan si penculik. Tak mampu membuktikan kalau dia memang jago berkelahi, dia berhasil mengalahkan si penculik.

Se Jin sampai di jalan raya dan dia mencoba menyetop mobil yang lewat. Se Jin langsung terkejut bercampur marah saat melihat ternyata pengemudi mobil yang lewat adalah Yi Kyung. Yi Kyung keluar mobil dan menghampiri Se Jin. Se Jin benar-benar marah pada Yi Kyung karena merasa sudah ditipu. Melihat Yi Kyung yang tak merasa bersalah sedikitpun, tambah membuat Se Jin emosi sampai-sampai dia melempar kaca mobil Yi Kyung dengan batu. Melihat itu, Yi Kyung pun berkata kalau perasaan juga uang, jadi Se Jin jangan menyia-nyiakannya.

“Maaf telah menipumu. Sedikit pun kau tak berfikir begitu?” tanya Se Jin.

“Kau mau dengar? Kalau mau aku bisa bilang,” jawab Yi Kyung.

“Perasaanku sudah tak enak. Ditipu oleh Daepyonim. Hampir saja mati. Juga…”

“Meski kau tak bilang aku juga tahu. Marah karena dirugikan, kan? Kalau sesuai rencana…. kau pasti bisa keluar. Pihakku buat kesalahan. Aku akui.”

“Akui? Kesalahan? Aku juga akui. Sebelumnya kupikir aku bisa menjadi kau. Itu kesalahanku,” aku Se Jin dan Yi Kyung menyayangkannya.

Tepat disaat itu Tak datang dan menghampiri mereka berdua. Tak sudah dalam kondisi babak belur dan berdarah. Yi Kyung lalu bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan Tak menjawab kalau terjadi ledakan di dalam gudang. Se Jin lalu menambahkan kalau dia yang membuat ledakan itu. Se Jin mengaku tak bisa duduk diam dan menyerahkan nasibnya untuk seseorang, jadi dia melakukan sesuatu dan ledakan itulah hasilnya. Mendengar dan mengetahui keberanian Se Jin, Yi Kyung pun tersenyum. Dia kemudian bertanya apa Tak masih bisa menyetir dan setelah Tak menjawab, “Iya” Yi Kyung pun menyuruhnya untuk mengantarkan Se Jin pulang. Sebelum pergi meninggalkan mereka berdua, Yi Kyung berpesan pada Se Jin untuk datang menemuinya jika sudah merasa tenang, karena ada sesuatu yang ingin Yi Kyung bicarakan.

Dalam perjalanan pulang Tak berkata kalau Se Jin benar-benar luar biasa, karena kalau wanita biasa, pasti mereka hanya bisa menangis.

“Kau juga ada di sampingku! Kau sudah tahu bahayanya!” ucap Se Jin.

“Hei. Kalau mau mengatakan itu… Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti ini?” ucap Tak dan merasa kepalanya sakit. Melihat itu, Se Jin langsung mengeluarkan tisu dan hendak mengusap darah yang ada dikepala Tak, namun Tak langsung mengambilnya dan mengusapnya sendiri.

“Hanya tahu bagaimana cara memanfaatkan orang lain. Bahkan mengucapkan terima kasih juga tak tahu. Merusak selera orang saja,” keluh Se Jin tentang Yi Kyung.

“Bukannya penghilang selera, itu menyelamatkanmu? Menebusmu dari orang-orang Chinese itu. Wajah itu tak bilang apa-apa tapi dia sibuk membantumu. Begitulah…,” jelas Tak tentang usaha Yi Kyung yang ingin menyelamatkan Se Jin.

Yi Kyung pulang dan Penulis Kim merasa lega melihat Yi Kyung baik-baik saja. Dia pun menyuruh Yi Kyung untuk istirahat. Sebelum pergi istirahat, Yi Kyung meminta Tuan Jo untuk menghubungi Asosiasi keuangan sekarang juga. Untuk mengadukan kalau Tuan Son sudah membuat masalah dengan melakukan penculikan. Selain itu, Yi Kyung juga meminta Penulis Kim untuk mencari tahu tentang Lee Se Jin sedetail mungkin. Mendengar itu, Tuan Jo pun bertanya kenapa? Namun Yi Kyung belum bisa menjelaskan, karena dia benar-benar merasa lelah hari ini. Dia ingin istirahat dan Tuan Jo pun mempersilahkannya.

Se Jin sampai rumah dan melihat ponakannya sedang sibuk belajar. Tak mau mengganggu, Se Jin pun masuk kamar dengan mengendap-endap. Di dalam kamar, Se Jin melihat dirinya di cermin. Dia merasa emosi dan kesal ketika melihat gaun yang dia gunakan. Yi Kyung sendiri sudah mengenakan baju handuknya dan dia melamun sambil minum anggur.

Se Jin sudah berganti baju dan dia teringat kembali pada Ji Kyung yang berkata kalau perasaan juga uang, jadi Se Jin jangan menyia-nyiakannya. Sama seperti Se Jin, Yi Kyung yang saat ini sedang berendam di dalam bath up, juga sedang kepikiran dengan pertemuan mereka tadi. Yi KYUng teringat ketika Se Jin dengan beraninya melempar mobilnya dengan batu dan juga pengakuan Se Jin kalau dia yang sudah meledakkan gudang, karena dia tak bisa mengorbankan dirinya untuk seseorang. Mengingat semua itu, membuat Yi Kyung tersenyum.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis night light
  • sinopsis I remember you
  • sinopsis weightlifting fairy kim
  • sinop prince of wolf
  • sinopsis night light ep 2
  • sinopsis big
  • night light drama korea
  • Sinopsis Night Light Episode 1
  • sinopsis drama korea something about 1%
  • one sun day drama
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *