Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 14 – 2

Sinopsis Night Light Episode 14 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Night Light Episode 14 – 2, bercerita tentang Yi Kyung yang kembali beraksi. Dia bekerja sama dengan Ki Tae dan menakut-nakuti Moo Sam. Selain itu dia juga mengambil file tentang perusahaan Calling sebenarnya dari Mi Yeon dan Yi Kyung menggunakan file itu untuk mengancam Tuan Jang, agar Tuan Jang mengikuti apa yang Yi Kyung katakan. Mengetahui kalau Yi Kyung menggunakan file itu untuk mengancam, Se Jin terlihat sangat kecewa.

Sinopsis Night Light Episode 14 – 1

Sinopsis Night Light Episode 14 – 2

sumber gambar dan konten dari MBC

 

Yi Kyung duduk tenang di kantornya, dia seperti sedang menunggu sesuatu. Ki Tae langsung shock dan kebingungan karena investasi yang dia ikuti anclok. Tepat disaat itu Kepala Dept Jo menelpon, menanyakan dana yang akan di kirim ke Society. Tak tahu harus bagaimana, Ki Tae pun menjawab kalau dia yang akan melaporkan pendanaan itu pada Tuan Son. Sepertinya uang yang akan di sumbangkan, sudah di pakai oleh Ki Tae untuk berinvestasi dan sekarang dia merasa bingung karena investasinya gagal, uangnya pun hilang.

Ki Tae menelpon Yi Kyung dan meminta bantuannya dan tentu saja Yi Kyung mau membantunya karena semua itu memang sudah Yi Kyung rencanakannya. Setelah menutup telepon Ki Tae, Yi Kyung menyuruh Tak yang pergi ke Chunha Finance. Tak yang biasanya selalu mematuhi perintah Yi Kyung tanpa bertanya, kali ini dia bertanya apa mereka harus melakukan semua itu.

“Apa masalahnya?” tanya Yi Kyung.

“Aku merasa kita akan jalan di atas batas kecepatan,” jawab Tak.
“Saat musuh lebih cepat, Kalau kita mencoba untuk mengamati batas kecepatan, Kita hanya akan jatuh di belakang. Berjalan di belakang adalah apa yang aku paling benci,” ucap Yi Kyung yang kemudian menyuruh Tuan Jo untuk pergi ke Moojin Grup, karena sebentar lagi Moo Sam akan membuat keputusan tentang Ji-U Konstruksi.

Setelah memberi perintah, Yi Kyung pergi dan Tak bertanya pada Penulis Kim, apa Yi Kyung baik-baik saja. Penulis Kim menjawab tidak, karena semenjak pemakaman Yi Kyung terus menahan air matanya.

Gun Woo bersama Se Jin dan Hee Jung membahas tentang Mi Yeon, yang seperti tak mau membantu mereka karena masalah hak asuh anak. Se Jin berencana menghubungi anak Mi Yeon melalui SNS, kalau mereka bisa mengirim video, foto dan pesan dari anaknya, Se Jin pikir itu akan membuat Mi Yeon senang dan ada kemungkinan dia akan membantu mereka. Tepat disaat itu, Gun Woo mendapat telepon dari Moo Sam.

Tak lama kemudian Gun Woo sudah berada di tempat berkunjung ayahnya bersama Moo Sam. Moo Sam mengajak berkumpul untuk meminta maaf dan meminta bantuan mereka. Dia butuh bantuan Gun Woo untuk menghadapi Yi Kyung dan Tuan Jang dengan mengambil alih proyek Kota Baru. Moo Sam berharap Gun Woo bisa menyelamatkan proyek itu dari Yi Kyung dan Tuan Jang, karena proyek itu adalah hidup dan mati perusahaan mereka. GunWoo pun menerima permintaan Moo Sam, karena dia ingin menyelamatkan perusahaan mereka, selain itu proyek Kota baru adalah proyek impian ayahnya.

Tak menemui Ki Tae dan memberitahunya sesuatu. Sudah mengerti dengan rencananya, Ki Tae pun pergi. Tak lama kemudian kita melihat Tuan Son mabuk dan di papah oleh supirnya ke mobil. Saat Tuan Son sudah berada di mobil, si supir tiba-tiba membekab-nya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.

Tuan Son sekarang sudah dibaringkan di tempat tidur yang ruangannya seperti rumah sakit. Dia bahkan di beri infus juga. Ki Tae muncul dan menghampiri ayahnya. Ternyata Ki Tae yang sudah berencana membius sang ayah dan memasukkannya ke dalam rumah sakit. Semua itu dia lakukan agar sang ayah tidak ikut campur dalam urusannya mencapai tujuannya.

Setelah membuat ayahnya menjadi pasien, Ki Tae menemui Yi Kyung dan membahas rencana selanjutnya. Yi Kyung mematok waktu 1 bulan dan disaat itu mereka harus mengontrol penuh Chunha Finance. Ki Tae bingung karena disekelilingnya ada orang-orang Tuan Son, mendengar itu Yi Kyung pun menyuruhnya untuk tidak khawatir, karena dia datang untuk membantu Ki Tae.

Ma Ri masuk dan merengek untuk diberitahu keadaan dan keberadaan sang kakek. Hanya diberitahu kalau kakeknya sakit dan sedang dirawat di rumah sakit, Ma Ri pun merasa sangat khawatir. Namun Ki Tae tidak bisa memberitahu Ma Ri dimana Tuan Son di rawat, karena itu akan mengacaukan rencananya.

Di dalam mobil, Yi Kyung berkata kalau Moojin Group dan Chunha Finance sudah di urus, jadi yang sekarang harus mereka tangani tinggal Tuan Jang saja. Tuan Jo berkata kalau Ji-U Konstruksi baru saja menelpon. Apa yang terjadi?

Kita kemudian melihat Gun Woo mengumumkan hasil tendernya, dimana dia berkata kalau tender kedua harus mengikuti undang-undang yang terkait dan juga peraturan perusahaan, jadi dia tak akan membiarkan ada kolusi dan mediasi yang diperbolehkan. Jika ditemukan ada sesuatu yang melanggar aturan tender, maka perusahaan yang bersangkutan akan didiskualifikasi dari kerja sama konstruksi yang berhubungan dengan proyek kota baru Moojin Group. Gun Woo memperingatkan mereka semua sebagai pihak yang membiayai Proyek Kota Baru Moojin.

Keluar ruang rapat, Gun Woo menemui Yi Kyung yang sepertinya sudah menunggunya sejak tadi. Yi Kyung datang karena Gun Woo tidak memasukkan Ji-U Konstruksi ke dalam tender kedua. Tak mau ambil pusing, Yi Kyung pun berkata kalau Gun Woo bisa menikmati tugasnya sekarang, selagi Yi Kyung berurusan dengan Tuan Jang. Gun Woo lalu berkata kalau Se Jin juga masih belum menyerah untuk mencari kelemahan Tuan Jang. Mendengar itu Yi Kyung hanya tersenyum lalu pergi.

Kabar tentang Moo Sam yang bersembunyi di balik Gun Woo dan Tuan Son yang dikendalikan oleh Ki Tae, sudah sampai ke telinga Tuan Jang. Jong Gyu pun berkata kalau urusan mereka jadi kacau semenjak kedatangan Yi Kyung dan dia juga yakin kalau tujuan Yi Kyung sebenarnya adalah Tuan Jang. Tentu saja mendengar hal itu, Tuan Jang tidak bisa tinggal diam, dia menyuruh Jong Gyu untuk mencari tahu apa yang akan Yi Kyung lakukan selanjutnya.

Ma Ri sudah bersama Se Jin dan menceritakan kegundahan dan kekhawatirannya terhadap Tuan Son. Se Jin pun meyakinkan kalau Tuan Son baik-baik saja. Tuan Son akan tetap hidup sampai Ma Ri menikah dengan pria yang tampan. Tepat disaat itu Se Jin mendapat telepon dari Yi Kyung dan Yi Kyung meminta Se Jin datang. Mendengar nama Yi Kyung, Ma Ri pun berkata kalau sebelumnya Yi Kyung datang ke perusahaannya dan dia bicara serius dengan ayah Ma Ri.

Yi Kyung memanggil Se Jin, untuk menanyakan tentang Perusahaan Calling dan Se Jin menjawab kalau dia sudah punya strategi untuk mendapatkannya. Yi Kyung mengerti dan menyuruh Se Jin untuk mengatakan padanya jika Se Jin membutuhkan bantuannya.

Sebelum pergi Se Jin bertanya apa Yi Kyung tahu bagaimana keadaan Tuan Son? Karena Ma Ri sangat mengkhawatirkannya. Yi Kyung pun menyuruh Se Jin untuk tidak mengkhawatirkan orang lain, Se Jin harus mengkhawatirkan dirinya sendiri, karena mengkhawatirkan orang lain, akan membuat Se Jin lupa pada dirinya sendiri. Setelah Se Jin pergi, Yi Kyung langsung memanggil Penulis Kim.

loading...

Di rumah, Se Jin membuka laptopnya dan langsung terkejut campur senang ketika melihat balasan dari Jake Kim yang bertanya apa Se Jin kenal dengan ibunya?

Besoknya Se Jin langsung mengajak Gun Woo ketemuan dan Se Jin memberitahu Gun Woo kalau Mi Yeon begitu semangat ketika mendengar berita tentang anaknya, jadi Se Jin sangat yakin kalau Mi Yeon akan datang dan mau membantu mereka. Gun Woo sendiri datang karena dia akan memberi Mi Yeon penawaran, sebab perusahaan Gun Woo punya tim hukum di AS dan mereka bisa membantu Mi Yeon dalam menangani kasus hak asuh anaknya.

Mi Yeon dalam perjalanan menemui Se Jin dan tepat disaat itu dia mendapat telepon. Se Jin masih menunggu, namun Mi Yeon tak kunjung datang. Kemana Mi Yeon? ternyata dia pergi menemui Yi Kyung dan yang membuat Mi Yeon lebih tertarik untuk datang menemui Yi Kyung ketimbang Se Jin, karena Yi Kyung membawa bukti perselingkuhan Mi Yeon. Yi Kyung mendapatkan foto-foto itu dengan cara membobol akun pribadi Mi Yeon.

Karena Mi Yeon tak datang, Gun Woo pun bertanya apa Se Jin sudah memberitahu seseorang tentang pertemuan ini. Se Jin pun menjawab tidak, namun beberapa kali Yi Kyung menanyakan tentang pemilik Calling. Karena hal itu, mereka berdua pun langsung menebak kalau Yi Kyung lah orang yang mencegah Mi Yeon datang menemui mereka berdua.

Gun Woo langsung menelpon Yi Kyung dan menanyakan apa dia sedang bersama Mi Yeon. Tak mau berbohong, Yi Kyung pun mengiyakan dan memberitahu dimana mereka bertemu. Se JIn dan Gun Woo sampai depan restoran dan mereka berpapasan dengan Mi Yeon yang hendak pergi. Mi Yeon hanya menatap dengan tatapan marah pada mereka berdua dan kemudian berjalan pergi.

Gun Woo dan Se JIn menemui Yi Kyung. Saat ditanya apa yang Yi Kyung bicarakan dengan Mi Yeon, Yi Kyung menjawab kalau dia bicara tentang anak dan suami Mi Yeon begitu juga dengan informasi siapa pemilik Perusahaan Calling sebenarnya. Sebelum Yi Kyung pergi, Se Jin bertanya apa pemilik Calling yang sebenarnya adalah salah satu orang di Seongbuk-dong dan Yi KYung membenarkan.

Melihat Yi Kyung pergi, Se Jin bergumam baik itu GUn Woo atau Yi Kyung, mereka berdua sama-sama tidak bisa di rugikan oleh Tuan Jang, karena kalau bukti itu tersebar, maka karir politiknya akan berakhir.

Tuan Jang sendiri sedang bersiap-siapa untuk berpidato. Tak lama kemudian Ketua Jang mendapat kunjungan dari orang-orang penting.

Setelah para tamu itu pergi, Yi KYung muncul dan minta bicara berdua dengan Tuan Jang.

Di meja rias, Yi Kyung melihat buku yang berjudul, “Mendengarkan Veteran= Pria dan kehidupannya.”

“Mendengarkan veteran. Pria dan kehidupannya. Judul program yang cukup baik!” komentar Yi Kyung.

“Semakin pasang surut kehidupan, semakin seseorang mengatakannya, karena kau sudah berusia tua,” jawab Tuan Jang.

“Maka kau juga harus membuka rahasia tentang bagaimana kau mengkhianati ayahku. Orang korea di luar negeri yang datang dari Jepang. Dengan kedok persahabatan, kau merampas uang dan hasil dari kerja kerasnya,” ucap Yi Kyung dan Tuan Jang menjawab kalau saat itu Tuan Seo dengan senang hati membantu rencana mereka (Tuan Jang dan Tuan Park).

“Dan kemudian kalian menggunakan alasan tidak berharga. Alasan hukum ‘nama asli transaksi perbankan’. Tetua, kau ingin merasakan politik dan Ketua Park Mu Il sudah ingin memiliki aset ayahku,” tambah Yi Kyung dan Tuan Jang menjawab kalau semua itu hanya masa lalu.

Yi Kyung lalu berkata kalau Tuan Jang seharusnya merasa kalau dialah satu-satunya pemenang, karena salah satunya dipenjara dan yang satunya lagi sudah meninggal. Tuan Jang pun tak membantahnya, dia kemudian mengingatkan Yi Kyung kalau Yi KYung lah yang membangun pondasi untuk mendukung dirinya, karena itu Tuan Jang sudah tak mau kembali lagi.

Yi Kyung kemudian berkata kalau bukti pemilik sebenarnya Perusahaan Calling sudah aman di tangannya. Mendengar itu, Tuan Jang langsung kaget.

“Memanfaatkan keponakan berambut hitammu di luar negeri, Kau memindahkan aset negara. Kau menggunakannya untuk mengisi kas pribadimu. Akankah warga negara kita ingin kau ada di tahta? Kau menjadi seperti Hanbija? (Hanbija: Han Feizi, teks Cina kuno ) Aku bisa membaca beberapa bab dalam buku itu juga. Tidak ada yang menyerah di depan Taesan Mountain. Bahkan, yang menjatuhkan seseorang biasanya tumpukan kecil dari kotoran,” ucap Yi Kyung yang kemudian menumpahkan jus jeruk diatas buku tersebut.

“Saat aku mengantarkan ayahku, aku berpikir Perwujudan licik dan keserakahan orang tua yang keji. Masih disiram dalam ketamakan, dan memimpikan tahta… Jang Tae Jun! Kau. Berapa banyak biaya, aku akan menaikkan dan meninggalkanmu di posisi itu,”ucap Yi Kyung.

“Apa? Kau bilang apa?”

“Kau… Kau akan duduk di atas takhta itu, sama seperti yang aku rencanakan. Aku akan membuat itu terjadi. Tapi, Mulai sekarang, kau harus teliti dalam mengikuti apa yang aku katakan untuk kau lakukan,” perintah Yi Kyung dan kalau Tuan Jang tak melakukannya maka berkas Perusahaan Calling akan Yi Kyung ungkap ke pada dunia.

“Jadi itu bukan balas dendam padaku! Kau ingin seluruh dunia tergenggam di tangamu,” tebak Tuan Jang dan Yi Kyung mengingatkannya kalau di awal dia memang sudah mengatakan hal tersebut, bahwa dia datang bukan untuk balas dendam.

Yi KYung mengangkat buku yang sudah dia kotori dan berkata kalau buku itu tidak bisa lagi digunakan untuk siaran, jadi Yi KYung pun langsung membuang buku tersebut kedalam tempat sampah. Setelah melakukan semua itu, Yi KYung keluar.

Di luar, Yi KYung berkata pada Jong Gyu kalau sekarang dia masih dalam masa berunding, jadi apakah Jong Gyu bisa menyelesaikannya dengan baik.

Dalam perjalanan pulang, Yi Kyung teringat kembali pada pesan sang ayah yang menyuruhnya untuk menyerah. Karena sang ayah beranggapan kalau Yi Kyung tidak bisa menghadapi mereka. Yi Kyung menjawab kalau semua itu adalah bisnis baginya, jadi dia akan membuatnya saling memanfaatkan satu sama lain.

Yi Kyung menemui Se Jin yang terkejut melihat Tuan Jang masih melanjutkan interview-nya di televisi. Se Jin terlihat kecewa ketika mengetahui kalau file pemilik Perusahaan Calling yang sebenarnya tidak di serahkan Yi KYung ke media atau jaksa, melainkan digunakannya untuk ancaman dan membuat kesepakatan dengan Tuan Jang. Saking kecewanya, Se Jin sampai tak mau masuk mobil Yi Kyung, dia memilih naik bus.
bersambung

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *