Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 14 – 1

Sinopsis Night Light Episode 14 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Night Light Episode 14 – 1, bercerita tentang Yi Kyung yang berhasil membuat Tuan Jang membiarkannya pergi ke Jepang. Dia menggunakan catatan milik sang ayah, dimana catatan itu berisi semua kejahatan Tuan Jang dimasa lalu. Ketika Yi Kyung, Tuan Jang dan Jong Gyu menekan Moo Sam agar melibatkan mereka pada proyek kota baru yang sedang Moojin Group kerjakan.

Sinopsis Night Light Episode 14 – 1

sumber gambar dan konten dari MBC

Agar dibiarkan pergi ke Jepang, Yi Kyung menggunakan catatan milik ayahnya untuk mengancam Tuan Jang. Awalnya Tuan Jang tak percaya kalau ayah Yi Kyung punya catatan mematikan itu (catatan tentang kejahatan Tuan Jang) tapi setelah Yi Kyung mengungkapkan kalau sang ayah tidak mengungkap semua itu ke publik karena sang ayah menganggap kalauTuan Jang dan Tuan Park tidak layak sebagai manusia, Tuan Jang pun tersentak dan percaya kalau Yi Kyung benar-benar memiliki catatan tersebut.


Flashback!
Sebelum Yi Kyung pergi ke Jepang sang ayah memberikan catatan itu. Yi Kyung berkata kalau mereka tak bisa memenjarakan Tuan Park dan Tuan Jang dengan menggunakan catatan itu, karena menurut undang-undangan pembatasan itu sudah terlalu lama. Tuan Seo tahu dan dia menjawab kalau catatan itu memang tidak bisa memenjarakan mereka, namun bisa mengakhiri karir politik Tuan Jang.

“Kalau kebenaran tentang korupsi dan penawaran dalam pelaksanaan Olimpiade muncul kepermukaan, dia tidak akan pernah bisa melarikan diri dari kritik moral masyarakat,” ucap Tuan Seo dan Yi Kyung berkata kalau dia tak ada niat melakukan balas dendam atas nama ayahnya, Yi Kyung mengungkapkan kalau dia pergi ke Korea untuk berbisnis. Namun Tuan Seo yakin kalau suatu saat nanti Yi Kyung pasti membutuhkan catatan itu untuk menghadapi Tuan Jang.
Flashback End!

Yi Kyung memberikan buku catatan itu. Tuan Jang pun bertanya kenapa dia malah menyerahkan buku itu begitu saja dan tak menggunakannya untuk memberikan penekanan. Yi Kyung menjawab kalau menggunakan sesuatu seperti itu dalam rencana menggulingkan Tuan Jang, tidak pernah ada dalam pikiran Yi Kyung. Buku itu adalah warisan dari ayahnya dan dia gunakan untuk kesepakatannya kali ini, jadi kegunaannya sudah habis.

Tuan Jang mengerti dan kemudian menyuruh Jong Gyu untuk menghancurkan buku itu. Karena Tuan Jang sudah menerima buku itu, maka Yi Kyung menganggap kalau kesepakatan mereka sudah deal. Tuan Jang kemudian berpesan pada Yi Kyung untuk menyampaikan salam duka yang tulus pada Tuan Seo dan menyalakan duka untuknya.

“Aku akan mengantarnya pergi dalam perjalanannya yang nyaman. Jadi, permintaan Anda… akan ku tolak,” jawab Yi Kyung dan keluar ruangan Tuan Jang.

Di luar Yi Kyung meminta Jong Gyu untuk mengantarkan Se Jin pulang dan Jong Gyu menjawab kalau Se Jin sudah pulang karena dijemput Gun Woo.

Di dalam mobil, Se Jin hanya diam dan Tak pun menyuruhnya tidak usah khawatir pada Yi Kyung, karena Yi Kyung sangat percaya diri akan berhasil bernegosiasi. Gun Woo juga menyuruh Se Jin tidur, karena Se Jin pasti tidak bisa tidur karena ketakutan. Gun Woo berkata kalau Yi Kyung tahu apa yang harus dia lakukan, ketika dia mendengar berita duka, dia bisa membuat dirinya sendiri dan Se Jin selamat.

“Aku bahkan tidak bisa membayangkannya. Ayahnya yang meninggal, tapi dia bahkan tidak sempat untuk berduka,” ucap Se Jin.

Sampai di Galeri, Se Jin langsung mencari Yi Kyung, namun Yi Kyung sudah pergi ke bandara. Yang ada di Galeri hanya penulis Kim dan Tuan Jo, dan mereka berdua akan segera menyusul Yi Kyung. Se Jin ingin ikut, namun Penulis Kim tak bisa mengajaknya, karena Yi Kyung hanya memperbolehkan Penulis Kim dan Tuan Jo yang pergi ke Jepang. Tentu saja Se Jin sedih mendengar hal itu.

Yi Kyung bersama kedua pegawainya sudah berada di rumah Tuan Seo dan disana mereka mendapati jasad Tuan Seo yang sudah ditutupi kain putih.

“Hari ini aku harus melakukan penghitungan terakhir. Dia akan menunggu untuk itu…Jadi dia bisa pergi dengan pikiran tenang,” ucap Yi Kyung ketika melihat wajah sang ayah yang sudah tak bernyawa lagi.

Tuan Jo dan Penulis Kim pun membiarkan Yi Kyung sendiri bersama Tuan Seo. Yi Kyung melakukan perhitungan menggunakan sempoa milik Tuan Seo. Selesai melakukan perhitungan, Yi Kyung pun tak bisa lagi menahan air matanya. Dia tertunduk dan menangis.

Gun Woo pergi ke penjara dan memberitahu ayahnya kalau Tuan Seo sudah meninggal. Tuan Seo sedih dan tak percaya mendengarnya. Dia bahkan menangis dan bertanya bagaimana cara dia menebus dosa-dosanya pada Tuan Seo. Tuan Park kemudian menyuruh Gun Woo untuk mengirim bunga bela sungkawa atas nama perusahaan mereka dan Gun Woo menjawab kalau Moo Sam yang akan melakukannya.

Tuan Park kemudian bertanya apa Yi Kyung akan kembali ke Korea? Apa tidak bisa dia tinggal di Jepang saja mengurus bisnis ayahnya? Tahu bagaimana karakter Yi Kyung, Gun Woo pun bisa menebak kalau Yi Kyung pasti akan kembali ke Korea, karena dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan tujuannya ke Korea.

“Bagaimana bisa dia berseteru dengan Jang Tae Joon? Kalau bajingan itu menyiksanya, apa yang bisa membuatnya bertahan dengan bisnisnya di korea?” tanya Tuan Park.

“Dia bukan tipe orang yang mudah mengalah bakan kepada Tetua,” jawab Gun Woo dan Tuan Park berkata kalau memanjat ke atas, tidak ada gunanya.

Moo Sam hendak menemui Tuan Jang, namun Jong Gyu mencegahnya, dengan alasan kalau Tuan Jang menyuruhnya yang bicara dengan Moo Sam untuk membahas proyek Kota Baru. Merasa dibohongi karena awalnya dia dipanggil oleh Tuan Jang dan sekarang malah bicara dengan Jong Gyu, Moo Sam terlihat tidak senang.

Pada Moo Sam, Jong Gyu berkata kalau sebelum pemilihan presiden mendatang, kontribusi untuk TJ Foundation akan dibuat, jadi Jong Gyu meminta agar Moo Sam harus berupaya lebih keras lagi. Moo Sam tak mau Jong Gyu ikut campur urusan perusahaannya.

“Hanya karena CEO Seo mencuci tangan, kalau kau mengikuti langkah ini, ketua… itu tidak akan berhasil dengan baik. Situasi kemajuan proyek sejauh ini, kita harus mendapatkan laporan yang tepat,” ucap Jong Gyu dan Moo Sam bertanya apa semua itu Tuan Jang yang memintanya? Dengan senyum mengejek, Jong Gyu berkata kalau permintaan dia dan Tuan Jang itu sama saja. Mendengar itu Moo Sam tambah terlihat tak senang.

Di lobi, Gun Woo melihat pamannya pulang ke kantor dengan ekspresi kesal dan malas. Melihat itu, Gun Woo pun jadi penasaran dengan apa yang terjadi, namun dia belum bisa langsung menemui sang paman, karena dia punya janji bertemu dengan Se Jin.

Se Jin sedang menunggu wanita yang bernama Jeong Mi Yeon, walau sudah tau Mi Yeon tak akan datang, Se Jin tetap menunggunya. Se Jin bersikeras menemui Mi Yeon dan memintanya membantu mereka, karena Se Jin ingin menghancurkan Tuan Jang yang sudah mengancam mereka, menculik Yi Kyung dan disaat ayah Yi Kyung meninggal, mereka masih tetap melakukan negosiasi.

Gun Woo mengerti maksud Se Jin dan dia juga mengaku khawatir, namun mereka harus melakukan tindakan-tindakan pencegahan, disaat mereka menghadapi orang seperti Tuan Jang.

Tuan Son baru pulang dari Jepang, dia melayat Tuan Seo dan pulangnya langsung ke kantor. Ki Tae kemudian berkomentar kalau Yi Kyung sangat beruntung mewarisi kekayaan ayahnya yang sangat banyak, masalah yang dia hadapi sekarang pun akan cepat teratasi dengan semua itu. Mendengar pernyataan itu, Tuan Son bertanya apa Ki Tae sedang berdoa agar dirinya cepat mati sehingga Ki Tae bisa cepat mendapat warisan. Tentu saja Ki Tae membantahnya dengan berkata kalau dia punya kemampuan sendiri untuk bisa mendapatkan uang. Namun Tuan Son tak bisa mempercayai kemampuan Ki Tae tersebut dan itu membuat Ki Tae sedikit kesal dan langsung keluar.

Diruangannya, Ki Tae kembali membuka situs dimana dia bisa mendapatkan informasi untuk berinvestasi agar berhasil.

Se Jin menelpon Tak untuk mengetahui keadaan Yi Kyung dan Tak pun menjawab kalau sampai saat ini Yi Kyung belum menelponnya, yang menelponnya hanya Penulis Kim dan Tuan Jo saja. Setelah menutup telepon, Se Jin melihat kembali fotonya bersama Yi Kyung.

Dengan wajah malas, Moo Sam menunggu Jong Gyu memeriksa berkas proyek kota baru. Jong Gyu kemudian bertanya apa tender putaran kedua sudah diputuskan dan Moo Sam menjawab kalau mereka akan memilih perusahaan yang Yi Kyung tunjuk. Jong Gyu lalu berkata kalau pada bagian konstruktor, biarlah dia yang memberikan rekomendasi.

“Itu agak sulit. Kalau kita pergi dan memilih hanya setiap perusahaan, akan ada masalah pemberlakuan audit di kemudian hari. Kami telah menunjuk perusahaan,” jawab Moo Sam dan Jong Gyu mengingatkan kalau apa yang dia katakan barusan bukanlah sebuah permintaan, namun perintah, karena itu adalah keinginan Tuan Jang.

loading...

“Dan bagaimana kalau keinginan itu untuk mencuri?” tanya Yi Kyung yang tiba-tiba muncul dan Moo Sam kemudian mengungkapkan rasa duka citanya untuk Yi Kyung. Dengan tegas dan berani, Yi Kyung bertanya apa semua itu benar-benar keinginan Tuan Jang?

“Bukankah itu berarti bisnis berjalan baik?” tanya Jong Gyu.

“Berhenti pandai bicara dan mengada-ada. Membuatku muntah mendengarnya,” jawab Yi Kyung dan Jong Gyu tak bisa menjawabnya.

Yi Kyung kemudian bicara dengan Moo Sam ditemani Tuan Jo. Yi Kyung berkata kalau permintaannya cukup sederhana pada Moo Sam, dia hanya ingin Ji-U Konstruksi akan menjadi konstruktor sesuai rencana awal. Moo Sam pun mengingatkan Yi Kyung kalau mereka mengabaikan keingian Tuan Jang, maka Moo Sam akan berada di dalam kesulitan. Mendengar itu, Yi Kyung pun blak-blakan menyuruh Moo Sam memilih antara Sengbuk-dong atau dirinya.

“Walaupun begitu, Aku pikir kau tidak dalam posisi untuk sangat percaya diri sekarang,” ucap Moo Sam.

“Kau sedikit menyebabkan beberapa masalah. Kau tahu, kau dan Ketua Son…mengambil perkataan manis Tetua dan mengkhianatiku. Proyek Kota Baru adalah upaya bersama antara aku dan kau. Kalau Seongbuk-dong menempatkan sendok mereka di dalamnya, kita tidak bisa hanya membiarkannya pergi, kan? Silahkan tetapkan Ji-U Konstruksi,” ucap Yi Kyung dan Moo Sam menolaknya, karena dia ingin mengurus proyek kota baru sendiri. Yi Kyung terlihat kesal dan langsung pergi.

Keluar dari lift, Yi Kyung bertemu dengan Gun Woo yang sedang menunggu dirinya. Masih ada waktu 10 menit sampai ke pertemuan berikutnya, Yi Kyung memutuskan bicara dengan Jung Woo sebentar. Gun Woo menyampaikan rasa bela sungkawa dari ayahnya untuk Yi Kyung dan Yi Kyung menerimanya juga mengucapkan terima kasih. Di bahas tentang Tuan Jang, jawaban Yi Kyung masih sama, kalau dia tidak akan menyerah. Gun Woo kemudian berkata kalau dia juga tak bisa membiarkan Yi Kyung begitu saja, karena Yi Kyung sudah membuat Moojin Group mengalami kerugian.

“Ini adalah dunia yang luas, dan banyak musuh. Apa itu yang kau maksud?” tanya Yi Kyung.

“Ini karena aku khawatir padamu,” jawab Gun Woo.

“Tetap awasi keluargamu. Terlebih lagi pamanmu,” ucap Yi Kyung dan pergi.

Di mobil, Yi Kyung bertanya pada Tuan Jo apa “orang” itu kapan ke Korea dan Tuan Jo menjawab kalau “orang”itu akan sampai besok pagi. Yi Kyung pun meminta Tuan Jo untuk memastikan “orang” itu mengikuti instruksi dari mereka dengan teliti. Mereka bisa mengatakan pada “orang” itu kalau dia tidak akan mendapatkan uang jika melewat satu hal pun.

Se Jin menunggu Yi Kyung di luar Galeri. Tak muncul dan menyuruh Se Jin masuk dan menunggu di dalam, karena mereka tak tahu kapan Yi Kyung pulang sedangkan udara di luar begitu dingin. Namun Se Jin tak mau masuk, karena dia hanya ingin menyapa Yi Kyung dan pergi. Tidak mau melihat Se Jin kedinginan, Tak pun menyuruh Se Jin menunggu di dalam mobilnya dan Se Jin tak menolak tawaran itu.

Kemana Yi Kyung? Ternyata dia menemui Ki Tae dan memberi saran pada Ki Tae untuk mengambil alih Chunha Finance dari Tuan Son. Untuk mencapai itu semua, Yi Kyung akan membantunya. Ki Tae terlihat tertarik, namun dia menolak saran dari Yi Kyung, dengan alasan dia tak bisa membuat ayahnya menghilang dan menduduki jabatannya.

Setelah Ki Tae pergi, Tuan Jo masuk dan bertanya apa Ki Tae menolak? Yi Kyung dengan santai berkata, “Setelah umpan terlihat, orang akan sibuk sekali mengerumuninya. Sekarang kita perlu membuat kesempatan baginya untuk membuatnya bingung.”

Yi Kyung pulang dan Se Jin langsung menemui untuk menanyakan keadaannya. Yi Kyung pun menjawab dia baik-baik saja dan dia kemudian bertanya apa Se Jin masih menyelidiki siapa pemilik perusahaan Calling. Se Jin menjawab kalau dia sedang berusaha dan menemukan jalan buntu.

“Tetaplah begitu. Siapa tahu, bantuanmu mungkin diperlukan,” ucap Yi Kyung dan masuk ke Galeri.

Di ruangannya, Yi Kyung kembali melihat sempoa milik sang ayah. Melihat sempoa itu, Yi Kyung teringat kembali pada saat dia dan sang ayah sama-sama menghitung. Namun bedanya Yi Kyung menggunakan kalkulator sedangkan Tuan Seo menggunakan sempoa.

Tuan Son sudah berada di ruangan Tuan Jang dan mereka membicarakan Yi Kyung, yang sepertinya merasa marah dan benci, namun dia tak akan bisa berbuat apa-apa. Tuan Son kemudian berjanji akan menyelesaikan masalah sumbangan yang belum diberikan ke Yayasan. Mendengar itu, Tuan Jang berkomentar kalau seharusnya Moo Sam seperti Tuan Son juga, hingga membuat Tuan Jang bisa mengetahui dengan jelas di mana posisinya. Mendengar itu, Tuan Son pun bertanya apa sudah terjadi masalah? Dan Tuan Jang menjawab kalau masalahnya terjadi karena Moo Sam menghitung terlalu banyak.

“Kalau dia terus membuat perhitungan-perhitungan yang dangkal, pada akhirnya. Dia hanya akan menimbulkan kerugian, yang dia tidak tahu,” tambah Tuan Jang dan Tuan Son berkata kalau yang dia dengar dari Jong Gyu, Moo Sam masih belum memutuskan pada perusahaan yang Tuan Jang pilih untuk tender. Tuan Jang mengiyakan dan berkata kalau dia hanya harus menunggu dan melihat pada sisi mana Moo Sam akan berakhir.

Moo Sam sudah berada di parkiran dan tiba-tiba pria China itu muncul lagi. Moo Sam pun langsung memanggil Tuan Lee (supirnya), namun belum sampai Tuan Lee datang, pria China itu langsung pergi.

Moo Sam masuk lift bersama kliennya dan dia berdiri di posisi bagian belakang. Ternyata pria itu juga berada di dalam lift dan dia langsung menyodorkan sesuatu yang berbungkus koran lalu berkata, “Mati kau!” dalam bahasa Inggris. Ketakutan, Moo Sam langsung keluar lift. Saking terburu-burunya, dia sampai terjatuh.

Tangan Moo Sam masih gemetaran ketika dia sudah berada di ruangannya. Diapun menelpon Yi Kyung dan mengatakan kalau pria China itu datang lagi dan ingin membunuhnya. Dengan santai Yi Kyung menyuruh Moo Sam tenang dan menyebut Moo Sam hanya stres karena memikirkan masalah proyek. Mendengar Yi Kyung membahas tentang proyek, Moo Sam pun bisa menebak kalau Yi Kyung lah yang mengirim pria china itu dan tentu saja dia sangat marah karena hal tersebut.Buat jaga-jaga, Moo Sam langsung menelpon kepala keamanannya.

Kita beralih ke Ki Tae yang terlihat begitu senang karena “Malaikat”-nya baru muncul. Malaikat yang Ki Tae maksud adalah orang yang selalu memberi saran dan informasi mengenai investasi. Tepat disaat dia asik melihat-lihat, Tuan Son masuk dan Ki Tae reflek langsung menutup laptopnya.

Tuan Son datang untuk menyuruh Ki Tae mengurus pendanaan ke Kepala Departemen Jo dan dia juga berpesan agar Ki Tae tak menimbulkan masalah. Ki Tae mengiyakan dan Tuan Son pun pergi.

Setelah Tuan Son pergi, Ki Tae kembali membuka laptopnya dan melihat hasil investasi yang besar, dia pun terlihat langsung tergiur. Mendapat sebuah ide, Ki Tae pun langsung menghubungi Kepala Dept. Jo.

Penulis Kim memberitahu Yi Kyung kalau Ki Tae belum mengiyakannya, namun dia bilang kalau dia akan mengumpulkan sebanyak yang dia bisa dan mengirimkannya. Ternyata yang menjadi “Malaikat” Ki Tae adalah Penulis Kim dan Ki Tae selalu percaya pada infomasi yang dia berikan tanpa curiga.

Moo Sam sekarang sudah dijaga ketat oleh semua pengawalnya dan dia berjalan menuju mobil sambil telponan dengan Jong Gyu yang menanyakan tentang keputusan tender. Namun Moo Sam masih belum memutuskannya.

Moo Sam masuk mobil dan saat di sopir hendak ikut masuk, pintu mobil sudah terkunci dari dalam. Tak lama kemudian mobil yang Moo Sam tumpangi langsung berjalan, siapa yang mengendarainya? Orang itu adalah pria China dan dia berhasil melarikan diri dari kejaran para pengawal Moo Sam. Moo Sam hendak menghubungi seseorang, namun pria China itu langsung meminta ponselnya.

Pria China itu membawa Moo Sam ke tempat yang sangat sepi. Mereka berdua keluar mobil dan si pria China langsung memperingatkan Moo Sam kalau sesuatu yang dibangun seumur hidup, hanya membutuhkan waktu sedetik saja untuk menghancurkannya. Setelah mengatakan semua itu pria China pergi meninggalkan Moo Sam yang ketakutan.
bersambung

 

loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *