Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 10 – 2

Sinopsis Night Light Episode 10 – 2

Sinopsis Night Light Episode 10 – 2, bercerita tentang Se Jin yang akhirnya menyadari kalau Gun Woo sudah tahu tentang kebohongannya. Se Jin dalam dilema antara tetap berada di pihak Yi Kyung atau menghentikannya agar dia tak hancur di kemudian hari. Setelah berpikir, akhirnya Se Jin memutuskan untuk berada di pihak Gun Woo dan menyerang balik Yi Kyung dengan mencuri dokumen korupsi Moo Sam yang di simpan di brangkas Yi Kyung.

Sinopsis Night Light Episode 10 – 1

Sinopsis Night Light Episode 10 – 2

sumber gambar dan konten dari MBC

Se Jin masuk Galeri S dan disana semua pegawai Yi Kyung sudah berkumpul. Disana juga ada Tak yang tertunduk lemas. Penulis Kim kemudian memberitahu Se Jin kalau Yi Kyung sudah tahu tentang apa yang Tak dan Se Jin lakukan.

Se Jin pun langsung menemui Yi Kyung di ruangannya dan berkata kalau Tak tidak salah apa-apa. Tak hanya melakukan apa yang dia minta.

“Harusnya aku beri hadiah. Tak ada gunanya juga mengejarmu. Informasi yang Takki kumpulkan sangat krusial. Orang yang ditemui Park Gun Woo… Adalah Song Man Ho Hoejang. Dia digulingkan dari jabatan Hoejang Asosiasi, dia pasti dendam. Dia pasti memikirkan untuk mengekspos segala hal mengenai proses pendirian Asosiasi. Kerja bagus. Ke depannya, teruslah begini. Aku takkan memberimu tugas lainnya,” ucap Yi Kyung.

“Depyo-nim!”

“Aku tahu. Kau ingin membuat alasan demi kebaikanku. Aku pernah dengar alasan itu, jadi aku tahu.”

“Depyonim bukan monster, juga bukan iblis. Target, perencanaan, bisins. Semua itu penting. Tapi jangan menyakiti orang lain. Anda tak perlu seperti itu. Itu bukan Depyonim yang ingin aku refleksikan.”

“Se Jin, kau…  lebih rumit dari kelihatannya. Sering kali, kau membuat orang kerepotan. Apa aku yang salah lihat? Atau sesuatu yang murahan tak bisa diperbaiki? Jangan halangi jalanku. Dan jangan pikir bisa lakukan hal bodoh di belakangku. Dengan begitu, kau bisa jadi aku.”

“Tekad itu, kupertimbangkan kembali.”

“Keraguanmu jangan terlalu lama. Jawaban yang terbaik adalah aksi,” ucap Yi Kyung.

Gun Woo baru sampai di parkiran dan dia kemudian mendapat sms dari Se Jin yang mengajak ketemuan karena ada yang ingin dia katakan. Namun Gun Woo enggan membalasnya, dia bahkan langsung menggeletakkan ponselnya begitu saja. Dia terlihat kecewa karena selama ini Se Jin membohonginya.

Se Jin sendiri sudah berada di rumah. Dia nonton TV dengan keluarganya, namun dia sama sekali tak bisa menikmati acara TV. Dia terlihat sedang kepikiran tentang suatu hal.

Gun Woo baru saja menutup telepon dari seseorang dan dia berkata akan menemui orang tersebut. Tepat disaat itu Moo Sam menelpon dan menyuruh Gun Woo datang ke ruangannya. Moo Sam memanggil Gun Woo untuk memberitahukan kalau Gun Woo akan segera di pidah tugaskan di kantor yang ada di New York. Namun Gun Woo menolak dengan alasan tak bisa meninggalkan ayahnya yang masih sakit. Kalau dia diharuskan pindah, dia lebih memilih untuk mengundurkan diri.

“Setelah itu? Memikirkan cara untuk menusukku dari belakang? Atau mencari-cari kelemahan Seongbuk-dong?” tanya Moo Sam. Gun Woo langsung berdiri dan berkata kalau dia punya janji, jadi dia harus pergi.

Moo Sam lalu berkata kalau janji Gun Woo sudah dibatalkan. “Song Hoejang atau siapapun dia… Dia takkan datang di janji rapat kalian. Bibirnya… tertutup dengan rapat dan melakukan kesepakatan. Jadi tak usah banyak rencana, pergi saja ke New York,” saran Moo Sam yang kemudian mengancam Gun Woo, kalau Gun Woo tidak mau pergi ke New York maka Tuan Park akan di penjara, karena surat jaminan sakitnya akan dibatalkan.

Gun Woo terlihat lemas dan sedih saat keluar dari ruangan Moo Sam.

Siapa yang merencanakan surat jaminan kesehatan untuk Tuan Park? Tentu saja orang itu Tuan Jang dan Yi Kyung juga mengetahuinya. Bahkan dia juga menyetujui rencana pemindahan Gun Woo ke New York.

Se Jin minum bersama Ma Ri. Saat mabuk Ma Ri mulai mengeluh tentang Yi Kyung yang sudah membuat ayah dan kakeknya sangat sibuk. Mereka berdua sekarang sudah berteman baik, bahkan dalam keadaan mabuk Ma Ri meminta maaf pada Se Jin karena selama ini dia sudah jahat pada Se Jin. Dia juga mengaku kalau awalnya dia berkata ingin berteman dengan Se Jin, semua itu karena perintah dari ayahnya. Membahas tentang teman, Se Jin pun jadi teringat dengan ucapan Gun Woo yang bertanya tentang teman Se Jin yang sakit. Mengingat hal itu, Se Jin pun menyadari sesuatu dan tanpa berkata apa-apa pada Ma Ri, dia langsung pergi.

Gun Woo menemui ayahnya dan menceritakan semua yang Moo Sam katakan. Tuan Park berkata kalau hal itu bukanlah sesuatu yang buruk, Gun Woo bisa pergi untuk menghirup udara bebas. Tuan Park juga berjanji akan sembuh ketika Gun Woo pergi, sehingga dia tak perlu makan makanan rumah sakit dan Gun Woo tak mengkhawatirkannya lagi.

Gun Woo turun ke lobi dan disana dia melihat Se Jin menunggunya.

“Kau tahu semuanya, kan? Kau tahu semuanya. Iya kan?” tanya Se Jin dan Gun Woo mengangguk. Se Jin meminta maaf dan mengaku kalau perasaan khawatirnya pada Gun Woo bukanlan sandiwara. Namun Gun Woo tidak percaya, karena Se Jin sudah menipunya selama ini.

“Aku… diusir ke New York. Yi Kyung pasti sudah pikirkan baik-baik. Tapi… harus meninggalkan Abeoji yang sedang sakit membuatku jadi gila. Tapi, kau berharap aku percaya padamu?”

“Park Gun Woo.”

“Kalau aku pergi, semua akan berakhir. Seperti yang kau harapkan, Se Jin,” ucap Gun Woo dan pergi.

“Park Gun Woo. Jangan pergi. Bukankah kau mau menghentikan Depyonim? Aku akan membantumu,” ucap Se Jin, namun Gun Woo tak percaya. Dia melanjutkan langkahnya tanpa berkata apa-apa pada Se Jin.

Dalam perjalanan pulang, Se Jin berdiam diri sejenak dan melihat kesekelilingnya. Dia kemudian mendapatkan sebuah ide.

Di Galeri S, Yi Kyung sedang melakukan rapat dengan semua pegawainya kecuali Se Jin. Tepat disaat itu Se Jin datang dan langsung mengatakan pada Yi Kyung kalau Gun Woo akan dipindahkan ke cabang di luar negeri. Tak mau membicarakan hal tersebut dengan semua pegawainya, Yi Kyung pun langsung mengakhiri rapat.

Namun Se Jin masih mengajak Yi Kyung bicara ditempat itu. Yi Kyung kemudian memberitahu Se Jin kalau Gun Woo tidak pergi ke New York maka Tuan Park akan dikirim ke penjara, namun tanpa Gun Woo tahu, walau dia pergi ke New York, ayahnya tetap akan di kirim ke penjara oleh Yi Kyung dan sekutunya.

Yi Kyung pergi ke ruangannya dan Se Jin mengikuti. Se Jin memohon agar Yi Kyung membiarkan Gun Woo berada disisi ayahnya, karena dia juga sudah kalah.

“Aku suka lakukan yang tak disukai orang lain. Karena targetku adalah naik ke puncak yang tak pernah dicapai sebelumnya,” ucap Yi Kyung.

“Tapi… jangan membawa kemalangan bagi orang lain.”

“Kau bilang akan melampauiku dan naik ke puncak dunia, kan? Kalau begitu buang saja. Buang semua penghalang di jalanmu. Kalau kau tak bisa, Pada akhirnya kau hanya akan mendapatkan gaji senilai sendok tanah.”


loading...

“Saya berharap akan jadi yang terbaik, tapi saya tak mau menjadi monster.

“Aku sudah pernah bilang, kan? Suatu saat kau harus membuat pilihan. Kunci utama, atau kendala. Kau sendiri yang harus putuskan. Bukan aku,” ucap Yi Kyung dan Se Jin memintanya berhenti. Namun Yi Kyung tak mau, karena menurutnya dia baru memulai semuanya.

“Anda akan kehilangan saya,” ucap Se Jin yang kemudian mengaku kalau dia tak ingin kehilangan Yi Kyung.

“Jangan egois. Kau tak bisa dapatkan semua keinginanmu,” jawab Yi Kyung dan Se Jin memilih pergi, walau dia terlihat ragu awalnya.

Se Jin sudah berada di rumahnya dan berpikir tentang dirinya yang sangat ingin menjadi Yi Kyung. Hal yang sama juga sedang Yi Kyung pikirkan sekarang, dia bahkan melihat gaun milik Se Jin dan koin keberuntungannya.

Keduanya sama-sama saling merindukan. Yi Kyung pun mengetahui hal tersebut, karena secara kebetulan, dia melihat Se Jin berdiri di depan Galeri, namun pergi lagi. Yi Kyung pun teringat pada hari-harinya bersama Se Jin.

Gun Woo sudah bersiap pergi, dia memasukkan koper ke dalam mobil. Tepat disaat itu Se Jin menelpon dan memberitahunya sesuatu.

Disisi lain, Yi Kyung bersama sekutunya sedang berkumpul di ruang kerja Tuan Jang. Mereka semua memuji kerja keras Yi Kyung. Tepat disaat itu, Yi Kyung mendapat telepon jadi dia pun keluar ruangan untuk mengangkatnya. Orang yang menelponnya adalah Gun Woo dan dia mengajak Yi Kyung ketemuan, karena sekarang Gun Woo punya dokumen korupsi milik Moo Sam.

Mendengar itu, Yi Kyung pun langsung menemui Gun Woo. Dengan dokumen korupsi itu, Gun Woo meminta Yi Kyung untuk membatalkan penerbangannya dan juga jangan bercanda lagi soal pembebasan bersyarat Tuan Park. Namun Yi Kyung tak mau melakukannya, dia bahkan menyuruh Gun Woo untuk menyimpan dokumen itu baik-baik.

Saat Yi Kyung akan pergi, Gun Woo bertanya apa Yi Kyung tidak penasaran dengan bagaimana dia bisa mendapatkan dokumen itu. Dengan santai Yi Kyung menjawab kalau dia tahu, dari mana Gun Woo mendapatkannya.

Flashback!

Se Jin diam-diam mengambil dokumen itu dari brangkas Yi Kyung dan kemudian memberikannya pada Gun Woo. Orang yang mengetahui hal tersebut adalah Tak dan Se Jin menyuruhnya untuk pura-pura tak melihat. Se Jin memutuskan untuk menyerahkan dokumen itu, walau konsekwensi yang harus dia terima adalah dipecat dari Galeri S.

Gun Woo bertanya apa yang terjadi antara Se Jin dan Yi Kyung? Apa yang dikatakan Yi Kyung hingga membuat Se Jin berbuat seperti itu.

“Aku ini siapa? Apa yang sebenarnya kau inginkan? Dia membuatku mengerti ini,” ucap Se Jin dan pergi.

Flashback End!

Se Jin sudah berada di kamarnya dan dia diam mematung. Sampai-sampai dia tak menjawab ketika bibinya memanggil. Melihat Se Jin sedang merenung, Sook Hee pun tak mau mengganggunya. Tepat disaat itu Yi Kyung menelpon dan tak lama kemudian Se Jin keluar rumah untuk menemui Yi Kyung yang sudah berada di depan rumahnya. Yi Kyung kemudian menyuruh Se Jin masuk ke dalam mobil.

“Mungkin karena ini akhir tahun? Perasaanku sedang tak enak. Untuk hari ini, jadilah temanku,” ucap Yi Kyung dan Se Jin mengangguk iya.

Mereka sekarang sudah berada di restoran dan Yi Kyung bercerita kalau hari ini dia ada rapat penting dan berjalan lancar, walau ada gangguan di pertengahan, namun sudah diselesaikan.

“Akan bagus kalau saya bisa membantu,” ucap Se Jin.

“Aku tak menduga hal itu.”

“Lain kali saya pasti akan bantu.”

“Oke. Kalau itu kau, aku bisa dengan tenang menyerahkannnya padamu.”

“Ini semua berkat Daepyo-nim.”

“Senang sekali mendengarnya,” ucap Yi Kyung dan kemudian berkata kalau dia akan mentraktir Se Jin makan enak hari ini, bahkan Yi Kyung juga mengajak Se Jin minum anggur. Mereka benar-benar menikmati makan malam bersama, mereka tak membahas tentang pekerjaan. Setelah itu, mereka mengambil foto bersama.

Selesai makan, ekspresi mereka berdua kembali tegang. Sebelum berpisah, Yi Kyung memberitahu Se Jin kalau apa yang sedang Se Jin rencanakan akan gagal. Se Jin berkata kalau dia tidak akan berhenti, karena dia menyukai Yi Kyung.

Yi Kyung kemudian merangkul Se Jin dan berkata, “Mulai sekarang, duniamu akan terasa seperti neraka.”

Bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis drama korea night light episode 10
  • Sinopsis drama korea night light eps 10
  • sinopsis night light episode10 - 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *