Home » Jin Goo » Sinopsis Night Light Episode 10 – 1

Sinopsis Night Light Episode 10 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Night Light Episode 10 – 1, bercerita tentang Se Jin yang mulai tak setuju dengan pola pikir Yi Kyung. Semua itu karena Yi Kyung sama sekali tak merasa bersalah setelah membuat Tuan Park pingsan. Pada episode ini, Gun Woo akhirnya tahu kalau Se Jin berbohong tentang temannya, namun dia tak memberitahu Se Jin kalau dia sudah tahu semuanya, dia hanya sedikit bersikap dingin pada Se Jin.

Sinopsis Night Light Episode 10 – 1

sumber konten dan gambar dari MBC

Yi Kyung pergi ke rumah sakit dan disana dia melihat Se Jin yang sedang menghibur Gun Woo. Sengaja ingin membuat Yi Kyung merasa tak nyaman, Se Jin pun merangkul Gun Woo di depan Yi Kyung. Se Jin berhasil dan Yi Kyung langsung pergi tanpa berkata sepatah katapun, sedangkan Gun Woo tak tahu apa yang sedang kedua wanita itu lakukan, karena dia sedang merasa sangat terpuruk dan sedih, hingga tak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya. Se Jin kemudian pergi dengan alasan  membelikan Gun Woo minum.

Se Jin mengejar Yi Kyung dan memberitahunya kalau Tuan Park sudah sadarkan diri. Jadi, Se Jin menyarankan agar Yi Kyung menjenguknya, sedangkan Se Jin sendiri akan pergi karena Gun Woo tak boleh tahu kalau Yi Kyung mengetahui Se Jin ada di rumah sakit. Namun Yi Kyung menjawab kalau dia tak akan menjenguk Tuan Park, dia hanya mengucap syukur karena Tuan Park sudah bangun.

Dengan ekspresi terkejut, Se Jin bertanya apa Yi Kyung tidak mau meminta maaf dan penyesalan pada Tuan Park. Tentu saja Yi Kyung menjawab tidak, karena dia tidak pernah menyesali apa yang sudah dia lakukan, jadi dia tak ada niat untuk meminta maaf. Yi Kyung mengaku kalau dia datang untuk melihat seperti apa wajah Tuan Park ketika berbaring tak berdaya, karena pemilik perusahaan sudah diganti, Tuan Park pun belum diberitahu.

“Saya tahu Anda berusaha membohongi diri sendiri. Sebenarnya dalam hati Anda pasti….”

“Kau bukan aku. Tahu dari mana kau?” potong Yi Kyung. “Jangan berspekulasi! Pintu teras Gun Woo-ssi sudah terbuka lebar. Harus semakin semangat! Masih ada ruang tamu dan ruang dalam,” ucap Yi Kyung dan pergi.

Se Jin kembali menemui Gun Woo dan bertanya keadaan Tuan Park. Gun Woo menjawab kalau ayahnya sedang tidur, dia juga menawari Se Jin untuk masuk ke dalam, namun Se Jin menolak. Dia menyuruh Gun Woo sendiri saja yang masuk, sedangkan dia akan pergi. Sebelum mereka berpisah, Gun Woo berterima kasih pada Se Jin, karena berkat nasehat Se Jin, Gun Woo jadi kuat dan tak menangis meratapi semuanya.

“Kalau kau tahu yang sebenarnya, kau takkan berterima kasih,” ucap Se Jin dan pergi. Sampai lobi, Se Jin melihat kembali ke belakang, dia terlihat tak tega dengan apa yang Gun Woo alami.

Dalam perjalanan pulang, Yi Kyung teringat kembali saat Se Jin merangkul Gun Woo.

Moo Sam datang dan di sambut oleh semua pegawainya, secara ini adalah hari pertama dia menjawab sebagai Presdir. Dengan perasaan puas, Moo Sam memasukki ruangan presdir dan melihat papan namanya sebagai presdir di meja kerjanya.

Disisi lain, Yi Kyung menemui Tuan Jang dan berkata kalau mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan memanfaatkan Moo Sam. Yi Kyung juga berkata kalau ini hanya sebagian kecil saja, karena masih banyak hal yang harus di lalui. Tuan Jang pun merasa puas dan kemudian berkata kalau Ketua Seo sudah mendidik anak yang pintar.

Yi Kyung tak menanggapi, dia mengganti topik dengan bertanya apa Tuan Jang bisa menghubungi orang-orang di Seongbuk-dong, selain itu mereka tak perlu lagi menghalangi proyek Sin Do di Grup Moojin.

“Semakin besar skala proyeknya, bukankah biayanya juga semakin besar?” tanya Tuan Jang.

“Selama pembatasannya dicabut, Park Hoejang ( Moo Sam ) akan mengurusnya. Begitu dana mulai bersirkulasi, maka grup keuangan baru akan didirikan,” jawab lain dan setela itu, Yi Kyung meminta Tuan Jang untuk menyerahkan semua kunci gudangnya karena yang baru Tuan Jang berikan baru setengah. Tuan Jang menjawab kalau dia akan memikirkannya, namun Yi Kyung mengingatkannya kalau dia tak suka dengan kepercayaan setengah hati, jadi kalau Tuan Jang tak percaya padanya, maka Tuan Jang harus percaya pada kemampuan dia.

Sampai Galeri, Yi Kyung meminta Penulis Kim untuk mencaritahu rekening bank milik Tuan Jang yang tersembunyi. Penulis Kim bertanya kalau mereka mendapatkan rekening itu, apakah Tuan Jang akan menyerahkannya pada mereka. Tak menjawab, Yi Kyung bertanya pada Tuan Jo tentang Kepala Direktur Baeksong (Jong Gyu) dan Tuan Jo berkata kalau dia akan mencoba cara apappun agar dia bisa di bebaskan.

Yi Kyung kemudian minta dipanggilkan Se Jin dan Penulis Kim menjawab kalau Se Jin masih belum masuk kerja. Kemana Se Jin? Dia masih ada di kamarnya. Dia terus mengingat apa yang Yi Kyung katakan, dimana Yi Kyung berkata kalau sebelum pihak lawan mengalahkan mereka, maka mereka harus mengalahkannya terlebih dahulu.

Di rumah sakit, Gun Woo teringat kembali pada percakapannya dengan sang ayah. Tuan Park meminta maaf pada Gun Woo karena apa yang dia lakukan, Gun Woo lah yang menanggungnya sekarang. Tuan Park kemudian bertanya apa Gun Woo sangat mencintai Yi Kyung? Gun Woo menjawab kalau saat itu dia masih muda dan hubungannya dengan Yi Kyung hanya sementara waktu.

“Sekarang tidak?” tanya Tuan Park dan Gun Woo tak menjawabnya. Kita kembali pada Gun Woo yang sekarang, dimana dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.

Se Jin menemui Yi Kyung dan mengatakan kalau dia akan berusaha menghentikan Yi Kyung, sebelum keputusannya untuk balas dendam akan menghancurkan dirinya.

Di kantor, Gun Woo memindahkan barang-barangnya kebagian Tim General Affairs dan disana semua orang terlihat sangat santai, namun ketika mereka melihat Gun Woo masuk, mereka langsung bergegas merapikan semuanya. Gun Woo di pindah tugaskan ke Tim GA karena Moo Sam yang menginginkannya. Moo Sam sengaja memberi Gun Woo pelajaran, karena Gun Woo selalu menentang dirinya.

Berbeda dengan Gun Woo yang di tempatkan di tim GA, Hee Jung di tempatkan di posisi sekretaris Presdir oleh Moo Sam. Ya, Hee Jung di minta menjadi sekretaris Moo Sam sendiri, lebih tepatnya Moo Sam ingiin Hee Jung menjadi asisten dirinya, karena dia tahu bagaimana kinerja Hee Jung, selain itu dia juga yakin Hee Jung tidak akan mengkhianati atasan barunya demi atasan lamanya.

Tepat disaat itu, Moo Sam diberitahu kalau Yi Kyung sudah datang dan Moo Sam pun menyuruhnya masuk. Karena Yi Kyung datang, Hee Jung pun keluar. Baru masuk ke ruangan presdir, Yi Kyung langsung melihat-lihat interior ruangannya dan itu membuat Moo Sam langsung berkata kalau dia hendak mendesain ulang semua interiornya. Namun Yi Kyung meminta Moo Sam untuk tidak menggantinya.

“Jangan diganti! Baik itu interior ataupun karyawan, biarkan saja seperti sedia kala,” saran Yi Kyung.

“Apa maksudmu?”

“Kau adalah seorang dongsaeng yang mengkhianati hyeongmu. Suasana di perusahaan secara internal pastilah sangat buruk. Jangan membuat tindakan yang tidak bijaksana. Dalam rangka mengubah filosiofi bisnis Park Moo Il Hoejang-nim, baik itu bisnis ataupun karyawan, tidak akan ada perubahan sama sekali,” ucap Yi Kyung dan keduanya kemudian sama-sama melihat foto Tuan Park yang terpajang diruangan tersebut.

Hee Jung menemui Gun Woo dan merasa tak enak karena Hee Jung masih berada di posisinya sedangkan Gun Woo di pindahkan pada tim yang sangat rendah, bahkan posisi ruangan tim GA berada di gudang. Hee Jung juga menyesal tak bisa lagi membantu Gun Woo dan Gun Woo menjawab kalau dia saat ini juga belum butuh bantuan, lagi pula posisi yang saat ini dia tak memerlukan sekretaris lagi.

Gun Woo mengaku kalau dia sudah kalah dari Moo Sam, Yi Kyung dan Tuan Jang. Tentu saja mereka semua tak akan berbuat baik padanya. Karena kekalahannya lah, Gun Woo bisa terpuruk di tempat seperti itu. Namun hal itu membuat Gun Woo semakin bertekad untuk kembali berdiri diatas kedua kakinya, bagaimanapun caranya. Hee Jung lalu memberitahu Gun Woo kalau Yi Kyung saat ini ada di perusahaan mereka.

Di ruangan baru Moo Sam, Yi Kyung memberitahu Moo Sam untuk menempatkan Tuan Jo sebagai penasehat Proyek eNew City, karena Tuan Jo akan bisa membantu Moo Sam dalam rapat. Selain Tuan Jo, Galeri S juga punya Penulis Kim. Dia adalah pakar dalam bidang internet yang bisa mengakses informasi yang hanya bisa di akses oleh eksekutif senior dan sajang, jadi dia butuh akses secara bebas lagi.

Setelah menyampaikan semua itu, Yi Kyung pun mengakhiri pembicaraan mereka. Namun Moo Sam menyatakan pendapatnya. Dia secara terang-terangan tak setuju untuk menyerahkan bisnis grup-nya pada anak buah Yi Kyung, walau orang yang membantunya naik ke posisinya sekarang ini adalah Yi Kyung.

loading...

“Kau sudah menduduki kursi yang kau inginkan. Mulai sekarang kau juga harus melakukan apa yang kuinginkan. Ini adalah persyaratan awal kita,” ucap Yi Kyung dan Moo Sam berkata kalau Yi Kyung meminta sesuatu yang tidak masuk akal, maka dia akan mempertimbangkannya lebih dulu. Mendengar penolakan itu, Yi Kyung pun mengingatkan Moo Sam kalau membuat Moo Sam turun dari posisinya yang sekarang, sangat mudah untuknya.

Keluar dari ruangan Moo Sam, Yi Kyung bertemu dengan Gun Woo yang memang sudah menunggunya sejak tadi. Gun Woo menyinggung tentang Yi Kyung yang membahas kisah mereka di Jepang pada ayahnya dan Yi Kyung langsung berkata kalau dia merasa bersyukur Tuan Park baik-baik saja. Dengan nada sedikit kesal, Gun Woo berkata tak akan mengampuni Yi Kyung jika terjadi sesuatu pada ayahnya. Tak perduli pada ancaman itu, Yi Kyung pun memutuskan pergi,

“Seo Yi Kyung… nantikan saja. Tidak akan memakan waktu lama,” ucap Gun Woo.

“Tataplah perusahaan ini dengan baik-baik. Begitu kau mengundurkan diri, kau tidak akan bisa kembali lagi, bukan?” jawab Yi Kyung dan berjalan pergi.

Disisi lain, Se Jin berjalan sendirian, dia terlihat bingung akan suatu hal.

Dalam perjalanan menuju kantor, Moo Sam melihat berita tentang Jong Gyu yang dibebaskan oleh jaksa dengan alasan kalau penggelapan dana secara ilegal itu dilakukan oleh mantan isajang Jung Ki Chul, jadi penyidikan yang lebih lanjut akan di laksanakan.

Yi Kyung sudah berada di tempat Tuan Jang dan disana dia bertemu dengan Jong Gyu. Karena dia sudah kembali, maka Jong Gyu pun menyuruh Yi Kyung untuk mulai bersantai untuk mengurus semuanya. Tak menjawab perkatan Jong Gyu, Yi Kyung langsung berkata kalau yang dia dengar adik Jong Gyu sudah mendapatkan pengacara yang bagus, jadi dia ikut senang akan hal tersebut.

Di ruang Tuan Jang, Jong Gyu memberikan beberapa rekening milik Tuan Jang. Dengan alasan karena Jong Gyu sudah pulang, Tuan Jang pun meminta Yi Kyung untuk istirahat dan memberikan semua pekerjaan pada Jong Gyu. Setelah memeriksa rekening yang Tuan Jang tunjukkan, Yi Kyung langsung mengingatkan Tuan Jang kalau rekening di Cayman yang seharusnya di serahkan padanya, belum Tuan Jang berikan. Seperti ada yang di sembunyikan dalam rekening itu, Jong Gyu pun berkata kalau dia meninggalkannya disuatu tempat jadi nanti akan dia kirimkan pada Yi Kyung. Namun Yi Kyung tak mau tahu, dia ingin mereka menunjukkan rekening itu sekarang juga. Jadi, Jong Gyu dan Tuan Jang tak bisa menolaknya.

Ketika Jong Gyu mencarikan dokumen rekeningnya, tuan Jang mengaku pada Yi Kyung kalau dia merasa khawatir pada keadaan Tuan Park dan apa yang akan Gun Woo lakukan sekarang. Yi Kyung pun menyuruhnya untuk tidak perlu merasa khawatir, karena Gun Woo sudah tak punya kartu as lagi yang bisa digunakan.

Tapi apa yang Gun Woo lakukan sekarang? Dia sedang ketemuan dengan Jong Gyu dan meminta dokumen suap milik Moo Sam, karena Gun Woo yakin ada penawaran yang hendak Jong Gyu berikan padanya sebagai ganti dokumen itu.

“Eksekutif Pengembangan Masyarakat Masa Depan, Song Man Ho Hoejang dipensiunkan beberapa waktu yang lalu. Jika kau manfaatkan dengan benar, kursi hoejang itu sekalipun tidak dapat direbut, tapi setidaknya bisa digoyahkan,” ucap Jong Gyu dan Gun Woo pun menanyakan kabar Tuan Jang.

Di ruangannya, Tuan Son dan semua pegawainya terlihat sedang sibuk. Mereka sedang membuat proposal Grup Finansial yang baru dan semua itu adalah perintah Yi Kyung. Tuan Son mengikuti perintahnya karena tak mau bernasib sama seperti Tuan Song.

Tepat disaat itu Ma Ri datang dan dengan santai bertanya apa yang terjadi. Melihat Ma Ri yang datang seenaknya ke kantor, Ki Tae pun meluapkan rasa kesal padanya. Ki Tae kesal karena perintah dari Yi Kyung.

Gun Woo menemui Se Jin di lobi rumah sakit. Se Jin mengaku benci pada Yi Kyung karena memperlakukan Gun Woo seperti itu. Dia beranggapan kalau yang Yi Kyung lakukan sudah keterlaluan dan Gun Woo berkata kalau Yi Kyung seperti itu karena janjinya pada dirinya sendiri.

“Yang ingin kukatakan adalah… kita kembali memperbincangkan masalah Yi Kyung,” ucap Gun Woo dan Se Jin langsung mengalihkan topik dengan membahas mengenai perusahaan Gun Woo yang berhasil melewati masa-masa kritis. Gun Woo membenarkan karena itu, dia punya waktu untuk bersantai. Namun Gun Woo sudah mempersiapkan senjata untuk perang. Mendengar itu, Se Jin langsung penasaran dengan senjata apa yang Gun Woo maksud.

“Masih belum jelas. Masih ada yang harus dicek dulu,” jawab Gun Woo.

“Park Gun Woo, kau mau memperalat senjata itu dan menjadi penjahat?” tanya Se Jin yang kemudian meminta Gun Woo untuk tidak menjadi penjahat juga untuk melawan Yi Kyung. Gun Woo tak mau mendengarnya, dia paham kalau Se Jin mengkhawatirkan Yi Kyung, tapi menurut Gun Woo, orang yang seharusnya Se Jin nasehati adalah Yi Kyung, bukan dia.

Se Jin kemudian menemui Tak dan mengatakan rencananya untuk mengakhiri pertempuran antara Gun Woo dan Yi Kyung , sebelum mereka sama-sama dalam bahaya. Tak awalnya menolak namun dia kembali lagi pada Se Jin dan bertanya apa yang mau Gun Woo lakukan.

Gun Woo sendiri sedang bersama Tuan Song dan Tuan Song terus menggerutu kesal. Dia berkata ingin membalas dendam pada Yi Kyung dan yang lain karena sudah menyingkirkannya. Pada Gun Woo, Tuan Song mengatakan kalau Seongbuk-dong punya sebuah yayasan untuk mengelola dana ilegal dan yayasan itu berada di bawah kendali Yi Kyung. Tuan Song yakin kalau pendirian yayasan itu pasti ada banyak masalah, karena di didirikan dengan terburu-buru. Setelah mendengar hal itu, Gun Woo pun meminta Tuan Song untuk mengatakan semua yang dia katakan tadi pada pengacara.

“Kenapa Grup Moojin menyelidiki masalah ini?” tanya Tuan Song.

“Karena Park Moo Sam Hoejangnim. Demi menjaga hubungan baik dengan Asosiasi, bukankah lebih baik mengenail kondisi internal? Anda mau membantuku?” tanya Gun Woo dan sepertinya Tuan Song setuju dengan rencana tersebut.

Gun Woo dan Tuan Song berpisah di tempat parkiran dan tanpa mereka sadari, Tak memata-matai mereka. Tak pun mengambil gambar mereka berdua dan juga nomor plat polisi mobil Tuan Song. Untuk apa Tak mengambil nomor plat-nya ternyata dia menggunakannya untuk di lacak.

Penulis Kim yang masih berada di depan komputernya, bisa tahu kalau Tak menggunapan aplikasi untuk melacak mobil. Ketika Yi Kyung datang, Penulis Kim pun bertanya apa Yi Kyung yang memberi perintah pada Tak, karena sekarang Tak sedang menggunakan aplikasi melacak seseorang. Yi Kyung tak menjawab pertanyaan Penulis Kim, dia hanya menanyakan kemana Se Jin pergi. Penulis Kim pun baru menyadari kalau Se Jin tak ada lagi di galeri dan dia tak tahu kemana Se Jin pergi.

Gun Woo melihat Se Jin masuk lobi rumah sakit dan saat dia hendak menghampirinya, Se Jin menelpon. Pada Gun Woo, Se Jin mengaku kalau dia baru saja selesai membesuk temannya. Mendengar itu, Gun Woo pun menyadari kalau Se Jin selama ini berbohong tentang temannya, karena Gun Woo jelas-jelas melihat Se Jin baru sampai rumah sakit. Tak mau Se Jin menyadari kalau dia sudah tahu semuanya, Gun Woo pun ikut berbohong dengan mengatakan kalau dia ada di rumah sakit dan baru mau turun ke lobi. Sekarang dia berkata kalau dia sudah berada di lobi dan bisa melihat Se Jin. Saat berhadapan, Gun Woo bertanya teman Se Jin sakit apa dan dengan lancar Se Jin menjawab kalau temannya menderita semacam peradangan dan butuh operasi. Tahu kalau tujuan Se Jin datang ke rumah sakit adalah untuk menemuinya, Gun Woo pun mengantarkan Se Jin pulang.

Di mobil, Se Jin bertanya tentang sesuatu yang sedang Gun Woo cari tahu dan Gun Woo menjawab kalau masih sama seperti itu, belum ada perkembangan. “Kau bisa membantuku?” tanya Gun Woo dan dengan cepat Se Jin menjawab tak mau.

“Aku ini staf di Galeri S. Aku sangat menghormati Depyonim,” ucap Se Jin dan Gun Woo menyuruhnya tak perlu marah karena dia hanya sekedar bertanya. Se Jin kemudian mengingatkan Gun Woo untuk tidak melakukan hal berbahaya.

“Kalau kau bisa membantuku, mungkin akan sedikit berbahaya. Kau penasaran apa itu?” tanya Gun Woo dan Se Jin langsung berkata kalau mereka sudah sampai. Setelah Se Jin turun mobil dan hendak mengucapkan terima kasih, Gun Woo sengaja tak melihat ke arahnya dan langsung menjalankan mobill. Se Jin pun bisa merasakan kalau sikap Gun Woo hari ini padanya terkesan dingin.

bersambung

 

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinop drakor perfect wife
  • sinopsis drama night light episode 10
  • sinopsis night light gun woo sakit
  • sinopsis night light episode 10 part 1
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *