Home » Kim Yoo Jung » Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 9 – 1

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 9 – 1

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 9 – 1, bercerita tentang Byun Yeon yang tau kalau Sam Nom adalah anak dari Gyeong Nae. Namun ketika dia hendak mengkonfirmasikannya, dia malah melihat Putra Mahkota sedang menyatakan cintanya pada  Sam Nom. Mengetahui kalau anak Gyeong Nae adalah Sam Nom, benar-benar membuat dilema besar buat Byung Yeon, dia bingung harus memilih diantara siapa, antara Putra Mahkota, pimpinan kelompoknya atau menyelamatkan SAm Nom dari semua orang. Ingin tahu cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsis dibawah ini:

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 8

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 9 – 1

sumber gambar dan konten dari KBS 2

Sam Nom merasa Putra Mahkota mengejeknya saat dia tahu kalau Sam Nom adalah seorang wanita. Byung Yeon sendiri sudah sampai di depan balai pertobatan untuk menemui Sam Nom, karena dia tahu Sam Nom adalah putri Tuan Hong yang dia cari-cari.

Kita kembali ke Putra Mahkota dan Sam Nom, dimana Putra Mahkota mengaku, “Bagaimanapun, hal ini tentunya bukan karena aku menyepelekanmu. Pada awalnya aku menganggap itu buruk, dan kemudian aku lega, dan setelah itu… aku tidak sanggup memberitahu kau… Di saat aku duduk diam dengan nyaman, kau berjalan. Saat aku sedang berjalan, kau berdiri sambil memegang payung seolah-olah lenganmu akan jatuh. Saat aku duduk di atas sutra dan kau berada di atas tikar berdebu, bagaimana mungkin aku bisa memberitahumu bahwa aku menghargaimu sebagai seorang wanita?”

“Karena aku seorang kasim yang membantumu, apa itu bukan pemberian?” tanya Sam Nom.

“Tapi, itu bukan sesuatu yang seharusnya dilakukan seorang pria kepada kekasihnya. Mulai sekarang, aku akan memperlakukanmu sebagai wanita yang paling berharga di dunia. Aku akan menghalangi angin untukmu, dan melindungimu dari sinar matahari. Aku akan menjagamu. Boleh aku melakukan itu?” tanya Putra Mahkota dan Sam Nom sampai menangis mendengarnya. Putra Mahkota kemudian menghapus air mata Sam Nom dan memegang pipinya. Tanpa keduanya sadari, Byung Yeon melihat mereka, namun Byung Yeon langsung pergi begitu saja.

“Ya… kau benar bahwa aku seorang wanita. Bagaimanapun…aku tidak pernah hidup sebagai seorang wanita,” aku Sam Nom dan kemudian meminta maaf karena dia sudah berada di tempat yang tak seharusnya dia berada. Namun Putra Mahkota tak menyalahkan Sam Nom, dia malah menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa mengenali Sam Nom dari awal. Walaupun begitu, Sam Nom tetap merasa tak pantas menerima cinta Putra Mahkota, jadi dia memutuskan untuk pergi melakukan tugasnya sebagai kasim.

Di luar balai pertobatan, Sam Nom melihat kembali gelang yang Putra Mahkota berikan, dia juga teringat kembali pada pernyataan Putra Mahkota yang berkata kalau mulai sekarang dia akan memperlakukan Sam Nom sebagai wanita, wanita yang paling berharga di dunia. Di dalam balai, Putra Mahkota teringat kembali pada penolakan Sam Nom. Mereka berdua sama-sama menoleh, tapi tentu saja keduanya tak menyadari hal tersebut, karena yang satu ada di luar dan yang satunya lagi masih berada di dalam.

Byung Yeon sudah berada di tempat pelatihan dan dia terlihat marah saat melatih kemampuan pedangnya. Dia kemudian teringat pada Putra Mahkota yang berkata kalau ada desas-desus yang beredar di ibukota tentang putri Hong Gyeong Nae yang masih hidup, jadi mereka harus segera menemukan putrinya itu sebelum Kim Hun. Ternyata Byung Yeon sedang bimbang, harus memberitahu siapa antara Putra Mahkota atau pimpinan kelompoknya, karena keduanya sama-sama menginginkan Hong Ra On, mereka ingin mendapatkan Hong Ra On sebelum ditemukan orang lain. Sedangkan Sam Nom atau Ra On, sudah menganggap Byung Yeon seperti kakaknya sendiri.

Episode 9 = Saat kunci hatimu terbuka

Malam tiba dan Byung Yeon melihat Sam Nom yang belum bisa tidur dari atas, begitu juga Sam Nom. Dia kemudian bertanya apa ada sesuatu yang Byung Yeon khawatirkan dan Byung Yeon menjawab tidak. Tapi dia punya pertanyaan untuk Sam Nom, dia ingin tahu apa yang Sam Nom lakukan sebelum menjadi kasim.

“Kau belum pernah mendengar tentang aku? Aku bergabung dalam sebuah gerombolan penampil,” jawab Sam Nom.

“Sebelum itu?”

“Aku tinggal bersama ibuku.”

“Ayahmu?”

“Aku mendengar bahwa dia meninggal, saat aku masih sangat muda. Aku bahkan tidak tahu namanya. Jadi satu-satunya orang dalam ingatanku adalah ibuku,” jawab Sam Nom.

“Pasti berat,” ucap Byung Yeon dan Sam Nom kemudian bertanya kenapa Byung Yeon tiba-tiba ingin tahu tentang masa lalunya. Namun Byung Yeon tak menjawab, dia bertanya apa Sam Nom masih menyukai istana? Mendapat pertanyaan itu, Sam Nom terdiam.

Keesokanharinya, Sam Nom meminta Kasim Jang untuk memindahkannya ke tempat lain. Di lapangan, para sarjanawan melakukan demo agar istana tetap mengadakan ujian nasional bagi mereka agar mereka bisa lulus menjadi pejabat negara. Di dalam istana, Kim Hun pun menyalahkan Putra Mahkota karena tak mau mengadakan ujian. Raja pun bertanya apa Putra Mahkota punya solusi untuk menenangkan para sarjana itu. Namun Putra Mahkota tetap pada keputusannya, dia tidak setuju diadakan ujian karena keputusan siapa yang lulus sudah di tentukan.

Putra Mahkota sudah berada di ruangannya dan dia bertanya pada Kasim Jang tentang keberadaan Sam Nom. Kasim Jang menjawab kalau Sam Nom menghabiskan hari-harinya di tempat lain dengan melakukan tugas-tugas yang sulit dan melelahkan.

“Jadi dimana dia sekarang?” tanya Putra Mahkota dan kita langsung diperlihatkan pada Putri Young Eun yang sedang bermain petak umpet bersama dayang-dayangnya. Tepat disaat itu Sam Nom datang dan membawakan alat tulis untuk Putri Young Eun. Karena putri Young Eun sedang bermain, jadi Sam Nom pun menunggunya sampai selesai.


loading...

Saat menunggu Putri Young Eun bermain, tiba-tiba Putra Mahkota datang menemui Sam Nom. Disisi lain, dayang yang berjaga tak bisa menemukan Putri Young Eun. Saat Putri Young Eun hendak keluar dari persembunyiannya, dia melihat Kim Hun. Dengan ekspresi ketakutan, Young Eun langsung kembali bersembunyi, namum kali ini dia bersembunyi di gudang penyimpanan. Tepat disaat itu, seorang dayang datang dan setelah meletakkan sesuatu dalam gudang, dia langsung menguncinya. Tak ada yangtahu kalau Putri Young Eun sedang terkunci di dalamnya.

Beralih pada Putra Mahkota yang bertanya alasan Sam Nom melarikan diri darinya. Sam Nom menjawab kalau dia adalah seseorang yang berdosa yang sudah membawa malu kepada seluruh Biro Kasim, jadi bagaimana bisa dia menghadapi Putra Mahkota setelah dia tahu semua itu.

“Kau tidak mengerti? Bahwa aku berharap kau akan datang satu langkah lebih dekat bukan sebagai seorang kasim, tapi sebagai dirimu sendiri,” ucap Putra Mahkota.

“Lalu dengan menggunakan kata-kata Putra Mahkota, apa kau benar-benar tidak mengerti? Seseorang yang rendah seperti aku, seseorang yang sudah melanggar hukum dengan berpura-pura menjadi seorang pria, Kalau bukan sebagi kasim, lalu sebagai apa aku bisa berada di sisi Putra Mahkota?” tanya Sam Nom dan belum sempat Putra Mahkota menjawab. Para dayang berteriak-teriak mencari Putri Young Eun dan mereka kemudian memberitahu Putra Mahkota kalau Putri Young Eun hilang.

Mereka semua kemudian mencari Putri Young Eun sampai hari gelap, untung saja Sam Nom punya feeling untuk membuka gudang dan akhirnya putri Young Eun ditemukan. Saat pintu dibuka, Putri Young Eun membayangkan wajah Kim Hun yang datang dan membukakan pintu, membayangkan hal itu membuat Putri Young Eun takut sampai diapun pingsan.

Sekarang Putri Young Eun sudah berada di kamarnya, dia dijaga oleh Putra Mahkota dan Sook Hui. Putri Young Eun masih belum sadarkan diri. Melihat Putri Young Eun, Putra Mahkota pun berkata kalau dulu putri merupakan anak yang ceria, tapi sekarang dia tak mau bicara. Sook Hui berkata kalau kutukanlah yang membuat Young Eun tak mampu bicara lagi. Namun berkat Putra Mahkota, yang mau mengajari Young Eun cara membaca, sekarang Young Eun sudah bisa tersenyum dan menjalani hidup seperti sekarang.

Flashback!
Young Eun yang murung hanya duduk di sudut kamanya dan Putra Mahkota datang menemuinya. Dia menuliskan sesuatu di tangan Young Eun dan meminta Young Eun menebak kata yang dia tuliskan
Flashback End!

Putra Mahkota bertanya apa Young Eun masih tidak bisa ingat apapu pada kejadian itu dan Sook Hui mengiyakan, “Pasti sulit untuk tubuh kecilnya menahan penyakit itu, melihat bagaimana kenangan yang terhapus setelah demam tinggi yang mereda setelah beberapa hari,” ucap Sook Hui.

Yoon Sung hendak pergi ke istana, namun di cegah oleh Ui Gyo karena semua menteri memang sengaja tidak pergi ke istana untuk memberi pelajaran pada Putra Mahkota. Karena Ui Gyo tak berhasil mencegah Yoon Sung pergi, jadi Kim Hun pun memanggilnya.

Kim Hun bertanya apa Yoon Sung merasa kasihan karena Putra Mahkota adalah teman baiknya dan Yoon Sung menjawab kalau dia memutuskan pergi karena keputusan Putra Mahkota benar. Kim Hun pun memberitahunya kalau keputusan benar, belum tentu bisa menjamin warga hidup dengan baik.

“Jujur, aku tidak setuju,” ungkap Yoon Sung dan membuat Kim Hun terkejut. “Bagaimana dengan klan kita memperluas kekuatan kami bisa menjadi bantuan untuk seluruh warga?”

“Hanya karena kekuasaan yang dibagi, Kau pikir semua orang bisa makmur? Ini hanya akan menyebabkan pertarungan yang tidak perlu. Politik bukan tentang berteman dengan orang-orang. Yang kuat berkuasa…dan memimpin orang lain,” jawab Kim Hun dan Yoon Sung kemudian mengatakan kalau dia tak mau menikah dengan tujuan mempertahankan kekuasaan. Dia ingin menikah dengan wanita yang mengerti kata-kata dan hatinya. Jadi dia menyarankan pada Kim Hun untuk mencari cara lain untuk mempertahankan kekuasaannya. Setelah mengungkapkan apa yang ada di kepalanya, Yoon Sung langsung pamit pergi.

Sam Nom dan Ha Yeon sedang bersama di perpustakaan. Ha Yeon memberitahu Sam Nom, kalau pria yang dia sukai adalah Putra Mahkota. Tentu saja Sam Nom tidak terlalu kaget, karena dia sudah melihat ketika Putra Mahkota dan Ha Yeon bersama di taman. Tanpa sengaja Ha Yeon menjatuhkan bukunya dan reflek Sam Nom hendak membantu untuk mengambilkannya. Tepat disaat itu Ha yeon pun melihat gelang abadi yang Sam Nom pakai dan dia pun berkata kalau dia pernah melihat gelang itu.

“Mereka mengatakan bahwa kalau kau memakai gelang itu, kau akan ditakdirkan untuk bertemu lagi bahkan jika kau berpisah,” ucap Ha Yeon tentang gelang itu dan Sam Nom mengaku kalau dia tak tahu kalau ada makna seperti itu

“Kau menerima hadiah itu bahkan tanpa mengetahui maknanya? Meskipun aku tidak tahu siapa itu, kurasa itu pasti seorang wanita yang putus asa. Karena aku..Melihat bagaimana dia berpikir untuk memberikan ini kepada seorang pria,” ucap Ha Yeon.

Sam Nom sendirian di balai pertobatan dan dia ternging kembali pada ucapan Putra Mahkota yang ingin memperlakukan Sam Nom sebagai wanita paling berharga di dunia. Mengingat pernyataan itu, Sam Nom kemudian teringat kembali saat dia masih kecil. Saat itu dia sangat ingin bermain bersama teman nya sesama wanita, tapi ibunya melarang. Selain melarang, sang ibu juga tak mau memberitahu sampai kapan Sam Nom harus hidup sebagai pria.

Mengingat hal itu membuat Sam Nom sedih dan menangis.

Putra Mahkota sedang bersama Jung Yak Yong dan berkata kalau kekacauan yang terjadi di istana pasti sudah sampai ke telinga rakyat. Yak Yong pun mengiyakan, karena keputusan Putra Mahkota yang membatalkan ujian yang sudah di tetapkan.

“Satu hari dalam kehidupan seorang sarjana… dimulai dan berakhir dengan kritik tentang kau adalah sesuatu yang juga aku dengar… Tapi kau masih berencana untuk melakukan ujian sementara yang diberikan oleh Raja?” tanya Yak Yong dan Putra Mahkota mengaku sudah memulai pertarungan. Yak Yong lalu berpendapat kalau sebagai Putra Mahkota, dia tak boleh kalah.

“Kakekku mengatakan ini kepadaku, “Sebuah pertarungan antara pasangan yang sudah menikah dilakukan dengan tujuan bahwa menang akan menghancurkan keluarga.” Itu, yang dia katakan,” ucap Yak Yong dan Putra Mahkota pun bertanya kenapa tiba-tiba dia menyebut pertarungan antara pasangan yang sudah menikah.

“Tentu saja, alasan untuk itu pada awalnya adalah untuk memperbaiki sesuatu yang salah dalam proses ujian… dan untuk menemukan seseorang yang diinginkan dan berbakat. Tapi bagaimana dengan sekarang? Apa tujuan dari pertarungan ini… untuk menang atau…Untuk merubah?” tanya Yak Yong dan Putra Mahkota pun menyadari sesuatu.

Sam Nom pergi ke kamar Putri Young Eun dan menemukan sang putri duduk sendirian di sudut kamar. Diapun kemudian mengajak Young Eun berbicara, tapi karena Young Eun masih tak mau bicara, jadinya Sam Nom lah yang bercerita tentang dirinya.

Sejujurnya, ada banyak hal yang aku sembunyikan juga. Aku tidak tahu tentang apa ini, tapi kurasa aku bisa sedikit memahami tentang bagaimana perasaanmu… karena… aku juga masih terjebak. Aku mencoba yang terbaik untuk menyembunyikannya, tetapi karena seseorang mungkin membuka pintu itu, karena aku mungkin akan tertangkap, Aku gemetar ketakutan. Kapan kita akan… bisa membuka pintu dengan tangan kita sendiri dan melarikan diri?” tanya Sam Nom dan Young Eun menyimak apa yang Sam Nom katakan

Bersambung ke sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 9 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis moonlight episode 9
  • sinopsis moonlight drawn by clouds episode 9
  • sinopsis moonlight drawn by clouds eps 9
  • sinopsis moonlight drawn episode 9
  • sinopsis moonlight drawn by clouds episode 9 bagian 1
  • episode berapa kasim hong mengaku sebagai cewek di drama moonlight drawn by clouds
  • episode moonlight 9
  • hong sam nom tahu pangeran telah menyadari bahwa dia perempuan
  • sinopsis moonlight drawn eps 9
  • episode moonlight drawn by cloyds tau wanita
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *