Home » Kim Yoo Jung » Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 7

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 7

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 8, bercerita tentang Putra Mahkota yang terus memperlihatkan perhatiannya pada Sam Nom, bahkan dia berani datang ke tempat Ratu hanya untuk menyelamatkan Sam Nom. Disisi lain, Ha Yeon terus berusaha mendekati Putra Mahkota, namun Putra Mahkota tak sedikitpun tertarik padanya, Putra Mahkota lebih tertarik pada SAm Nom yang dia tahu adalah seorang pria. Di akhir episode Putra Mahkota nekad menyatakan perasaannya pada Sam Nom dan untuk membuktikan perasaannya, Putra Mahkota sampai menciumnya.

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 6 – 2

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 7

sumber konten dan gambar dari KBS 2

Sam Nom kembali ke istana bersama Putra Mahkota dan Byung Yeon. Saat berada di Balai pertobatan, Sam Nom akhirnya sadar kalau orang yang menungguinya semalaman waktu sakit adalah Putra Mahkota, bukan Kim hyung-nya.

Keesokanharinya, Yoon Sung langsung menemui Sam Nom untuk mengetahui keadaannya. Dia pun mengaku kalau Sam Nom adalah orang yang istimewa baginya, karena hanya Sam Nom… kasim yang sudah membuatnya berlari.

Tepat disaat itu Putra Mahkota datang. Ternyata dia sudah diberitahu Byung Yeon kalau orang yang sudah membawa penegak hukum dari Qing adalah Yoon Sung dan Putra Mahkota juga tahu kalau Yoon Sung melakukan semua itu demi Sam Nom. Demi Sam Nom, Yoon Sung sampai menentang kakeknya sendiri.

Ratu terbahak-bahak setelah mendengar Putra Mahkota berani menentang utusan Qing demi Sam Nom, seorang kasim. Kasim Sung kemudian menambahkan kalau sudah tersebar rumor jelek tentang Putra Mahkota, dia digosipkan menyukai laki-laki. Mendengar itu, Ratu pun jadi penasaran dengan kasim yang bernama Sam Nom.

Ratu hendak minum obat herbalnya, namun sebelum dia sempat minum obat, tiba-tiba pelayan yang memberikan minuman langsung mual-mual seperti mau muntah. Jelas saja Ratu murka dan langsung melempar mangkuk obatnya.

Do Gi dan Sung Yeol sedang bersama beberapa pelayan. Do Gi memberikan perawatan jarum akupuntur pada wajah pelayan-pelayan agar wajah mereka kencang dan tak keriput. Salah satu pelayan yang ikut bergabung adalah dayangnya Putri Myung Eun. Salah satu pelayan mengatakan kalau belakangan ini ada kasim dan pelayan yang sering bertemu dan berduaan. Mendengar rumor itu, pelayan Putri Myeong Eun terlihat cemas dan langsung mengajak teman-temannya pulang karena sudah sore.

Kasim Sung memberitahu Kasim Han dan Kasim Ma tentang rumor pelayan dan kasim yang suka diam-diam bertemu lalu bercinta bahkan ada pelayan yang ketahuan hamil. Dia juga menambahkan kalau Ratu memerintahkan untuk menangkap siapapun yang mencurigakan di dalam istana Dalam. Mendengar itu, Kasim Han pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan pengobatan pada semua kasim. Kasim Ma kemudian bertanya apa kasim-kasim baru juga akan diperiksa? Hmmm… sepertinya kasim Ma penasaran dengan apa yang akan terjadi pada Sam Nom nanti.

Putra Mahkota kemudian menyuruh Sam Nom sebagai pencicip makanan, namun saat giliran dia makan, dia malah mengatakan makanannya tidak enak dan diapun memberikan semua makanannya pada Sam Nom. Wkkwkw… sebenarnya semua itu hanya alasan saja, Putra Mahkota hanya ingin membuat Sam Nom makan enak.

Selesai makan, Sam Nom memberanikan diri bertanya tentang maksud kalimat perkataan Putra Mahkota yang berkata kalau dia ingin Sam Nom tetap berada di sisinya. Putra Mahkota pun hanya menjawab kalau tak salah bagi seorang putra mahkota untuk bersama kasim yang dia sukai.

Di kamarnya, Yoon Sung melukis Sam Nom dengan pakaian wanita. Selesai melukis, Kim Hun datang dan Yoon Sung pun langsung menyembunyikan lukisannya. Dia datang untuk mengatakan tentang rencana pernikahan Yoon Sung dan Ha Yeon. Yoon Sung hendak menolak namun kakeknya tak mau dengar.

Sam Nom sedang berada di tempat obat-obatan, tepat disaat itu Kasim Ma dan pelayan Putri Myung Eun masuk. Pelayan itu minta kasim Ma untuk mengakhiri hubungan mereka berdua kalau kasim Ma tak bisa mengungkapkan pada semua orang tentang hubungan mereka, karena si pelayan sudah tak bisa lagi diam-diam bertemu seperti pencuri.

Tepat disaat itu mereka mendengar suara langkah seseorang dan itu membuat Kasim Ma langsung menarik si pelayan untuk bersembunyi. Tepat disaat itu, Kasim Ma melihat keberadaan Sam Nom. Melihat kepengecutan kasim Ma si pelayan pun merasa kesal dan pergi. Si pelayan bernama Wol Hee.

Setelah Wol Hee pergi, Kasim Ma berkata pada Sam Nom untuk tetap diam untuk kebaikannya sendiri.

Putri Myung Eun melakukan push up seperti yang disarankan Ha Yeon. Sebenarnya tujuan Ha Yeon memberitahu tips-tips diet untuk Putri adalah untuk mencari tahu tentang Putra Mahkota, terlihat disaat Putri mengatakan kalau Putra Mahkota selalu pergi ke taman sendirian, Ha Yeon pun langsung pergi menemuinya.

Di taman, Ha Yeon benar-benar menemukan Putra Mahkota sedang sendirian. Walau Ha Yeon mengatakan kalau dia tersesat sampai di tempat itu, Putra Mahkota bisa tahu kalau Ha Yeon memang sengaja menemuinya disana dan Putra Mahkota pun hanya tersenyum mengetahui hal tersebut. Tanpa keduanya sadari, Sam Nom muncul dan melihat mereka berdua tersenyum satu sama lain.

Keluar dari taman Ha Yeon terlihat kesal karena Putra Mahkota tak mengatakan apapun padanya. Walaupun begitu Ha Yeon tetap merasa senang karena Putra Mahkota tersenyum padanya.

Kasim Ma mabuk dan berteriak-teriak di depan kamar pelayan. Wol Hee bangun dan melihat apa yang dilakukan Kasim Ma, namun dia tak keluar kamar. Sebelum semua orang bangun dan Kasim Ma mendapat masalah, Sam Nom muncul dan membawa Kasim Ma pergi. Di tarik seperti itu, malah membuat Kasim Ma marah pada Sam Nom dan langsung mencekiknya. Untung saja Byung Yeon datang dan menjauhkan Kasim Ma dari Sam Nom.

Ketika Byung Yeon hendak memeriksa leher Sam Nom, Putra Mahkota muncul dan menepis tangan Byung Yeon. Tentu saja Byung Yeon dan Sam Nom melihat heran pada Putra Mahkota.

“Selama tidak mati, tak apa. Bersikaplah seperti laki-laki,” ucap Putra Mahkota dan pergi.

Sambil jalan Sam Nom kemudian bertanya pada Byung Yeon, apa ada kemungkinan untuk seorang kasim dan pelayan bersama. Byung Yeon pun menjawab tidak bisa kecuali atas izin Raja. Putra Mahkota yang masih bersama mereka ikut memberi jawaban kalau semua itu tidak bisa dilakukan karena melanggar hukum. Sam Nom mengerti tapi dia masih berpendapat kalau mereka harus melakukan apapun yang sesuai kata hati mereka walau pun itu melawan hukum.

Sam Nom duduk merenung di bawah pohon, dia mengingat kembali ketika Putra Mahkota tersenyum pada Ha Yeon. Tepat disaat itu Kasim Ma muncul dan dia kaget ketika melihat Sam Nom di depannya. Kasim Ma marah karena Sam Nom tadi malam lari setelah memukul lehernya,hmmm… ternyata Kasim ma tidak tahu kalau Byung Yeon yang sudah memukulnya, namun Sam Nom tak mau meralat kesalahpahaman itu, dia hanya mengatakan kalau semalam Kasim Ma sudah melakukan hal yang tak seharusnya dia lakukan.

Sam Nom lalu bertanya apa yang akan Kasim Ma lakukan sekarang dan Kasim Ma sendiri bingung menjawabnya. Sam Nom kemudian berkata kalau dia punya ide bagus untuk membantu Kasim Ma.


loading...

Kim Hun memberitahu raja kalau Kantor Bantuan Pangan di serang oleh kelompok yang sepertinya masih kaki tangan Hong Gyeong Nae. Mendengar nama itu, Raja langsung teringat dengan pemberontakan yang terjadi 10 tahun lalu. Raja lalu berkata kalau Gyeong Nae sudah mati dan Kim Hun mengatakan kalau kelompok itu sekarang sedang sibuk mencari anak perempuan Gyeong Nae, untuk menjadi pimpinan kelompok mereka.

Dengan panik, Raja langsung menyuruh untuk menangkap kelompok itu, karena dia tak mau kejadian yang terjadi di masa lalu terulang kembali.

Di balai pertobatan, Sam Nom sibuk membuat boneka tangan. Awalnya Sam Nom meminta bantuan Byung Yeon, tapi dia dengan cepat menolaknya. Sampai Sam Nom berkata kalau Byung Yeon pasti tak bisa memasukkan benang ke dalam jarum, Byung Yeon pun turun dari tempatnya dan membuktikan kalau dia bisa memasukkan benang ke dalam jarum, bahkan bukan hanya memasukkan benang ke dalam jarum, Byung Yeon juga bisa menjahit dan membuat boneka tangan dengan baik. Karena Byung Yeon bisa cepat menjahit bonek pelayan, Sam Nom pun ingin dia menjahitkan boneka kasim, tentu saja Byung Yeon tak mau dan langsung mematikan lilin dengan pisaunya.

Kasim Jang berkelahi dengan beberapa kasim lain dan Putra Mahkota sendiri yang menghentikannya. Saat ditanya apa penyebab Kasim Jang berkelahi, Kasim Jang pun menjawab kalau para kasim lain mengatakan bahwa Putra Mahkota penyukai laki-laki. Mendengar itu, Putra Mahkota pun langsung melihat ke arah Sam Nom. Putra Mahkota pun terlihat bingung, karena dia tak bisa menyangkal rumor tersebut dengan tegas.

Sam Nom menjatuhkan boneka kasimnya dan Putra Mahkota melihatnya. Mereka pun saling tarik boneka sehingga membuat tangan si boneka robek. Putra Mahkota lalu bertanya apa yang sebenarnya Sam Nom rencanakan.

“Untuk orang yang ingin berkata jujur. Agar tidak ada yang terluka …” jawab Sam Nom.

“Sudah kubilang jangan ikut campur urusan kasim Ma.”

“Aku tidak akan melanggar hukum.”

“Bukankah itu sia-sia ? Meskipun perasaan disampaikan, tidak ada yang berubah,” ucap Putra Mahkota dan berjalan pergi namun langkahnya terhenti ketika mendengar Sam Nom berkata…

“Kita tidak merenggangkan tangan karena langit tahu pikiran kita. Aku bukannya tidak tahu kalau seluruh pelayan adalah milik Raja ..,” ucap Sam Nom. “Meskipun aku tahu sia-sia, bagaimana perasaan dapat ditahan jika bertumbuh terus ? Meskipun tidak ada yang berubah, aku hanya ingin perasaanku tersampaikan.”

“Pengakuan cinta hanya demi membuat hati terasa nyaman ? Itu egois sekali.”

“Apakah salah jika mengungkap cinta pada orang yang tidak bisa kita miliki ? Ucapan selamat tinggal sama pentingnya dengan ungkapan cinta. Kenangan indah dicintai, dapat jadi kekuatan dalam menjalani hidup. Siapa yang tahu ? Meskipun Yang Mulia tidak mungkin memahami perasaan seperti itu,” ucap Sam Nom dan Putra Mahkota pun terdiam.

Ha Yeon di beritahu Menteri Jo kalau dia akan di jodohkan. Disisi lain, Yoon Sung mengajak Sam Nom ketemuan dan dia memberikan baju wanita yang dia beli sebelumnya. Sambil memberikan baju itu, Yoon Sung bertanya apa dia tak mau hidup sebagai seorang wanita. Tentu saja Sam Nom kaget dengan pertanyaan itu.

Ha Yeon terkejut ketika dia mengetahui dirinya akan di jodohkan dengan cucu Kim Hun. Tentu saja Ha Yeon terlihat tak senang dan dia pun terang-terangan berkata pada sang ayah, kalau dia hanya ingin menikah dengan orang yang dia inginkan. Ya, Ha Yeon menginginkan Putra Mahkota untuk menjadi suaminya.

Sam Nom sebenarnya tak ingin menerima baju itu dengan alasan kalau dia merasa nyaman hidup sebagai laki-laki. Yoon Sung pun mengingatkannya kalau sangat bahaya bagi Sam Nom untuk tinggal di istana dengan berpura-pura sebagai pria. Kalau Sam Nom mau, Yoon Sung bisa membantunya keluar istana dan hidup sebagai wanita. Tak mau mendengar jawaban penolakan langsung dari Sam Nom, Yoon Sung meninggalkan baju itu pada Sam Nom dan menyuruhnya berpikir.

Malamnya, Sam Nom membuat pertunjukan boneka tangan untuk mengungkapkan perasaan Kasim Ma pada Wol Hee dan berhasil. Mengetahui kalau otak acara itu adalah Sam Nom, Kasim Sung langsung mengadukannya pada Ratu. Seperti yang direncanakan Ratu, Putra Mahkota pun datang bersama Byung Yeon dan pelayannya, ketika mengetahui kalau Sam Nom ada di tangannya.

 

Di depan Putra Mahkota, Ratu sengaja menampar Sam Nom. Putra Mahkota pun hampir emosi dibuatnya, namun dia berhasil mengendalikan diri dan berbalik membuat Ratu emosi. Putra Mahkota pergi membawa Sam Nom dan ketika mereka semua pergi, Ratu berkata ada Kasim Sung, kalau tatapan Putra Mahkota pada Sam Nom bukan seperti tatapan pada bawahan, melainkan pada kekasih.

Saat sendirian, Sam Nom pun kepikiran dengan apa yang terjadi, tentang anggapan semua orang kalau Putra Mahkota menyukainya, selain itu… hal tersebut juga membahayakan posisi Lee Young sebagai Putra Mahkota.

Keesokanharinya, Sam Nom melakukan tes obat-obatan lagi, jadi dia harus membuka celananya. Tentu saja Sam Nom tak mau dan itu membuat Kasim Sung kesal. Tepat disaat itu, Kasim Ma muncul dan mengatakan kalau dia akan mengantarkan bingkisan ikan croacker dari Ratu untuk Kim Hun. Karena semua perinta Ratu harus dilakukan olehnya, jadi Kasim Sung pun memilih pergi dan meminta Kasim ma untuk menggantikan dirinya memeriksa tubuh Sam Nom.

Setelah Kasim Sung pergi, Kasim Ma langsung memberikan cap di kolom lulus untuk Sam Nom. Mereka berdua kembali duduk di bawah pohon dan Kasim Ma mengaku kalau dia tahu tentang Sam Nom semenjak acara ulang tahun raja. Sam Nom pun hanya bisa minta maaf dan kasim Ma menerima permintaan maafnya. Kasim Ma juga mengucapkan terima kasih pada Sam Nom karena sudah membantunya untuk mengungkapkan perasaan pada Wol Hee.

Walaupun begitu, Kasim Ma memperingatkan Sam Nom kalau istana sangat bahaya untuk Sam Nom. Jangan kan untuk Sam Nom yang berpura-pura menjadi laki-laki, untuk Raja juga istana merupakan tempat yang bahaya. Sam Nom mengerti, dia juga sebenarnya ingin pergi dari istana tapi dia tak bisa.

Putra Mahkota kemudian mengajak Sam Nom jalan, tapi karena Sam Nom terus menunduk, Putra Mahkota pun merasa tak nyaman. Sam Nom bahkan berkata kalau Putra Mahkota jangan terlalu baik padanya dan selain itu Sam Nom juga mengaku kalau dia tak bisa menjadi temannya atau apapun untuk Putra Mahkota. Tentu saja Putra Mahkota merasa kecewa mendengarnya.

Malamnya, Putra Mahkota kemudian menulis sebuah surat dan disisi lain, Sam Nom sedang melihat pakaian dari Yoon Sung. Dia teringat kembali ucapan Yoon Sung yang bertanya apa Sam Nom tak ingin hidup sebagai wanita. Dalam benak Sam Nom, dia juga ingin keluar dari istana dan menjadi wanita.

Sam Nom menemui Putra Mahkota di taman dan disana Putra Mahkota mengakui perasaannya pada Sam Nom. Dia tetap menyukai Sam Nom dan tak perduli dengan hubungan sesama jenis. Bahkan untuk membuktikan perasaannya, Putra Mahkota sampai mencium Sam Nom dan Sam Nom tak menolaknya, malah Sam Nom yang pertama kali memejamkan matanya.
Bersambung ke sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 8

loading...

Yang banyak dicari

  • mengecilkan lemak leher
  • sinopsis moonlight drawn ep7
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *