Home » Kim Yoo Jung » Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 2

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 2

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 2, bercerita tentang Putra Mahkota yang berusaha menyelamatkan Sam Nom. Bukan hanya menyelamatkan Sam Nom, Putra Mahkota juga menangkap utusan Qing yang melakukan penyelundupan upeti untuk kaisar Qing. Sebenarnya penyelamatan dan pembuktian kejahatan Utusan Qing yang dilakukan Putra Mahkota merupakan hasil bantuan Yoon Sung, namun Putra Mahkota tak mengetahuinya. Ingin tahu cerita lengkapnya? yuk baca sinopsis dibawah ini:

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 1

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 2

sumber konten dan gambar dari KBS 2

Do Gi dan Sung Yeol diam-diam melihat Sam Nom di penjara melalui jendela. Mereka khawatir pada Sam Nom, tapi Sam Nom sendiri malah merasa khawatir pada Putra Mahkota.

“Istana Timur sedang kacau. Perang Imjin bukan apa-apa dibandingkan ini. Yang Mulia bisa saja… diturunkan takhtanya,” jawab Sung Yeol dan Sam Nom tentu saja jadi bertambah khawatir pada Putra Mahkota. Saking khawatirnya, dia sampai tak mendengar pesan Sung Yeol yang menyuruhnya istirahat dan makan dengan baik. Tepat disaat itu para pengawal datang dan dua sekawan ini pun langsung melarikan diri.

Byung Yeon menemui Putra Mahkota dan memberitahunya kalau utusan Qing akan pergi lusa pukul 8 pagi. Putra Mahkota kemudian bertanya apa tidak ada berita tentang kedatangan penegak hukum dari Qing dan Byung Yeon pun menjawab belum. Saat Putra Mahkota berkata kalau mereka harus menemukan bukti yang dapat menyandung duta besar Qing, Byung Yeon terdiam… dia ingat dengan buku yang dia ambil, tapi dia tak tahu harus memberikan alasan apa jika Putra Mahkota bertanya tentang bagaimana dia mendapat buku itu, apalagi atasannya menyuruh dia untuk memberitahu siapapun tentang identitas mereka.

Putra Mahkota kemudian meminta bantuan Byung Yeon untuk menemui Sam Nom, tentu saja hal itu bukan hal yang susah baginya. Putra Mahkota pergi ke penjara dan duduk di samping Sam Nom. Dia berkata kalau dia hanya ingin duduk disana selama 1 jam, sedangkan Byung Yeon menunggu di depan penjara, ternyata mereka berdua sudah melumpuhkan penjaga yang berjaga di depan penjara.

Sam Nom kemudian bertanya apa Pangeran masih marah padanya. Putra Mahkota pun menjawab kalau semua itu bukan salah Sam Nom, Putra Mahkota sendiri yang tidak dapat mengendalikan amarahnya setiap kali dia melihat Sam Nom.

“Berjanjilah satu hal, mulai sekarang, apapun yang terjadi, kau tidak boleh menahan diri, terutama demi diriku,” pinta Putra Mahkota dan Sam Nom dengan sedih menjawab kalau dia berjanji akan melakukannya. Mereka berdua pun saling menatap.

Utusan Qing murka dan dia berkata kalau dia akan membawa Sam Nom pulang lalu menghukumnya sesuai hukum Qing. Tentu saja Yoon Sung tak terima, namun protes yang Yoon Sung lakukan langsung di hentikan oleh Ui Gyo, karena Ui Gyo akan melakukan apapun yang utusan Qing inginkan.

Yoon Sung pergi ke istana Putra Mahkota, tapi dia langsung dihadang oleh Myung Yeon. Saat Yoon Sung berkata kalau dia datang sebagai teman, Myung Yeon pun menurunkan pedangnya. Yoon Sung berkata pada Myung Yeon kalau dia butuh bantuannya.

Di dalam penjara, Sam Nom terus kepikiran pada Putra Mahkota yang akan diturunkan dari tahta gara-gara dirinya.

Sam Nom kemudian dibawa keluar oleh penjaga dan tepat disaat itu Kasim Han muncul karena ingin bicara sebentar dengan Sam Nom. Kasim Han meminta maaf karena Sam Nom yang harus menanggung semuanya demi Putra Mahkota, namun Raja juga tak bisa berbuat banyak, walau Putra Mahkota sudah berlutut semalaman untuk menyelamatkan Sam Nom. Kasim Han kemudian bertanya tentang keluarga Sam Nom, karena dia ingin memberitahu mereka tentang apa yang sudah terjadi dengan Sam Nom.

“Ada yang menemukan dan membesarkan aku saat perang saudara… saat ini, aku tidak tahu dia ada dimana,” jawab Sam Nom dan Kasim Han bertanya apa yang Sam Nom maksud adalah perang saudara yang terjadi 10 tahun yang lalu. Sam Nom pun mengiyakan, karena pada saat itu dia terpisah dengan ibunya. Kasim Han pun bertanya usia Sam Nom dan sebelum dibawa pergi penjaga, Sam Nom memberitahu kalau dia berusia 18 tahun. Mendengar itu, Kasim Han seperti memikirkan sesuatu.

Sam Nom sudah berada di rombongan utusan Qing dan dengan wajah menyebalnya, utusan Qing berkata kalau para pengawal harus menjaga Sam Nom dengan baik-baik karena Sam Nom harus tetap hidup sampai tiba di Qing. Mendengar itu tentu saja Sam Nom terlihat ketakutan.

Rombongan mulai berjalan dan tiba-tiba sebuah panah menancap ke tandu utusan Qing. Siapa yang melakukannya? Ternyata orang itu adalah putra mahkota. Dia kemudian menghampiri Sam Nom dan dengan ekspresi marah langsung menghunuskan pedangnya ke arah utusan Qing yang masih berada di dalam tandu. Putra Mahkota menyuruh utusan Qing melepaskan Sam Nom.

Tepat disaat itu, Kim Hun dan beberapa pengawal keluar. Mereka menghentikan apa yang Putra Mahkota lakukan. Kim Hun menyuruh Putra Mahkota untuk tidak membuat rakyat takut karena sikap kekanak-kanakannya.

Dengan berani putra Mahkota menjawab kalau ketakutan Rakyat adalah senjata nomor satu yang selalu Kim Hun gunakan. “Saat kau ingin sesuatu, kau gunakan mereka sebagai pedang saat kau takut kau sembunyi dibalik mereka seperti tameng, bukan begitu?!” ucap Putra Mahkota dan tentu saja hal itu membuat Kim Hun sedikit emosi. Tak mau terjadi keributan yang akan merugikan putra mahkota, Sam Nom pun berkata kalau dia mau ikut bersama rombongan utusan Qing. Mendengar itu, Putra Mahkota pun mengingatkan Sam Nom pada janjinya semalam.

Sam Nom menjawab kalau dia ingat pada janjinya untuk menahan diri, tapi menurut Sam Nom kalau orang yang harusnya menahan diri sekarang adalah Putra Mahkota sendiri. Semua itu karena dia adalah putra Mahkota negara ini. Tepat disaat itu para prajurit langsung mengelilingi Putra Mahkota. Myung Yeon muncul dan Putra Mahkota melepaskan pedangnya, dia membiarkan Sam Nom dibawa pergi. Melihat semua itu, Kim Hun dan kawan-kawan merasa senang, karena mereka berpikir kalau mereka sudah menang.

Utusan Qing menghentikan rombongan, dia berkata pada anak buahnya untuk membawa beberapa orang dan mengikutinya diam-diam sedangkan Sam Nom, di suruhnya untuk diikat di pohon.

Kim Hun bersama menteri Jo sedang memancing sambil membicarakan apa yang sudah Putra Mahkota lakukan. Kim Hun kemudian berkata demi majunya Joseon dan pemerintahan, dia ingin Menteri Jo memberikan kekuatannya. Kim Hun ingin mereka berdua berbesan. Menteri Jo terlihat kaget dengan permintaan Kim Hun.


loading...

Kemana utusan Qing pergi? Ternyata dia melakukan penjualan ilegal. Tepat disaat itu, Byung Yeon dan Putra Mahkota muncul untuk menangkap mereka. Walau hanya berdua, mereka bisa mengalahkan semuanya. Utusan Qing hendak kabur, untungnya Byung Yeon melihat dan langsung melempar pisau ke atasnya.. kaget, utusan Qing sampai terduduk.

Yoon Sung datang bersama Inspektur lembaga hukum Qing dan tentu saja anak buah utusan Qing tak bisa melawannya.

Putra Mahkota dan Byung Yeon menghampiri utusan Qing dan menyebutkan kesalahannya. Ternyata dia sudah mencuri upeti untuk kaisar Qing dan menjualnya.

“Kudengar siapapun yang tertangkap menyelundup harta istana Qing, akan diasingkan… bukan begitu, pengawal Kim?” tanya Putra Mahkota.

“Akan mendapat hukum mati, Yang Mulia,” jawab Myung Yeon. Masih tak mau mengaku salah, utusan Qing berkata kalau dia akan mengaku di jebak, dia sangat yakin kalau kaisar pasti akan percaya pada dia dari pada putra mahkota. Putra Mahkota pun membenarkan, karena itulah dia mengundang tamu lain yang ingin dia pertemukan dengan utusan Qing. Tamu yang Putra Mahkota maksud adalah Inspektur lembaga hukum Qing, tapi mereka muncul tanpa Yoon Sung.

Kemana Yoon Sung? Ternyata dia bersembunyi. Sepertinya dia tak ingin Putra Mahkota tahu kalau dia ikut membantu, yang tahu hanya Byung Yeon.

 

Flashback!
Yoon Sung memberitahu Byung Yeon kalau rute perjalanan menuju Qing sudah diubah, rutenya dibuat lebih panjang dan sulit, semua itu dilakukan karena utusa Qing ingin melakukan penyelundupan. Yoon Sung bahkan memberikan peta yang sudah dia tandai.

“Tapi kau.. tidak apa-apa?” tanya Byung Yeon dan Yoon Sung menjawab asal Sam Nom baik-baik saja, itu sudah cukup baginya.

Setelah menemui Yoon Sung, Byung Yeon menemui Putra Mahkota dan memberikan buku berisi daftar pedagang yang bertransaksi dengan utusan Qing, juga memberikan peta yang Yoon Sung berikan. Mereka pun kemudian mengatur strategi untuk menangkap utusan Qing.

“Sebelum inspektur Qing tiba, kita harus temukan siapa mereka. Kau bisa melakukannya?” tanya Putra Mahkota dan Byung Yeon menjawab kalau waktunya terlalu mepet. Karena itu, Putra Mahkota pun berkata kalau dia akan berusaha mengulur waktu kepergian Utusan Qing sebelum Byung Yeon kembali.

Dan ternyata yang membuat putra mahkota melepaskan pedangnya saat berusaha membebaskan Sam Nom, karena dia sudah melihat Byung Yeon.
Flashback End!

Utusan Qing memohon pada Inspektur lembaga hukum Qing untuk dimaafkan. Tentu saja si inspektur tak mau melakukannya.

Setelah semuanya selesai, Putra Mahkota melepaskan Sam Nom yang masih terikat di pohon.Putra Mahkota terlihat sedih ketika melihat kaki dan tangan Sam Nom yang penuh luka.

“Yang Mulia, apa yang akan anda lakukan?” tanya Sam Nom yang tak tahu dengan apa yang terjadi.

“Ayo kembali…. kau sudah bisa pergi,” jawab Putra Mahkota.

“Benarkah?” tanya Sam Nom dan Putra Mahkota mengiyakan dengan anggukan. Dia juga berjanji pada Sam Nom, kalau mulai sekarang tidak akan terjadi apapun lagi. Mendengar itu, Sam Nom pun akhirnya mengaku kalau sebenarnya dia takut dibawa pergi seperti tadi. Putra Mahkota juga mengaku kalau dia merasa takut, kalau sampai dia terlambat.

Byung Yeon datang dan membawa dua kuda. Sam Nom berkuda dengan Putra Mahkota, sebelum pergi.. Putra Mahkota menyuruh Sam Nom untuk bersiap-siap diomeli karena sudah melanggar janji.

“Masih bisakah aku kebali ke istana Timur?” tanya Sam Nom dan Putra Mahkota mengiyakan. “Aku kira kau tidak bisa menahan amarahmu jika melihatku.”

“Sekarang juga begitu. Melihatmu membuatku marah. Tapi bagaimana lagi… kalau tidak melihatmu, aku lebih marah sampai rasanya bisa gila,” aku Putra Mahkota dan Sam Nom langsung menoleh ke arah Putra Mahkota.

“Jadi, tetaplah disisiku,” ucap Putra Mahkota dan langsung menunggang kudanya.

Bersambung ke sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 7

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis moonlight by clouds episode 6
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *