Home » Kim Yoo Jung » Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 1

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 1

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 1, bercerita tentang Putra Mahkota yang marah pada Sam Nom, saking marahnya Putra Mahkota membiarkan Sam Nom bekerja di tempat lain. Kasim Ma yang licik pun memberitahu utusan Qing kalau wanita yang menari solo adalah Sam Nom, tentu saja utusan Qing langsung minta agar Sam Nom dibawa ke tempatnya. Putra Mahkota tahu dan dia pun langsung menyelamatkan Sam Nom dari kediaman utusan Qing, tapi karena keributan yang Putra Mahkota buat, Raja murka dan langsung memenjarakan Sam Nom. Ingin tahu cerita detailnya? Yuk baca sinopsis dibawah ini:

 

 

 

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 – 2

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 1

sumber konten dan gambar dari KBS 2

“Dia orangku,” ucap Putra Mahkota yang tak mengizinkan Sam Nom pergi bersama Yoon Sung dan Yoon Sung tahu maksud Putra Mahkota berkata seperti itu karena Sam Nom adalah kasim yang bekerja di istana Timur. Tapi dia ingin tahu apa alasan Putra Mahkota melarang Sam Nom pergi, karena Sam Nom akan pergi dengan dirinya. Mendapat pertanyaan itu, Putra Mahkota tak memberitahukan alasan yang sebenarnya.

Tepat disaat itu muncul dua gisaeng dan merayu Yoon Sung dan Sam Nom. Yoon Sung berusaha menolak rayuan gisaeng, tapi Sam Nom tiba-tiba mengatakan kalau dia mau bermain dengan para gisaeng. Tentu saja mendengar pernyataan itu, Yoon Sung dan Putra Mahkota terkejut. Mengerti maksud Sam Nom berkata seperti itu, Putra Mahkota pun mengubah perintahnya, dia mengizinkan Sam Nom pergi bersama Yoon Sung. Putra Mahkota pergi dan Sam Nom terlihat sedih.

Episode 6 = Saat ingin mengugkap rahasia yang tak dapat kau ucapkan.

Pria bertopeng masuk sebuah ruangan dan membunuh orang-orang yang berjaga disana lalu mencuri beberapa buku yang tersimpan disana. Dia ketahuan dan langsung dikejar oleh para penjaga yang lain.

Sam Nom dan Yoon Sung sedang berjalan bersama menyusuri jalanan yang mulai kosong, karena sudah larut malam dan lampion juga sudah mulai di matikan.

Si pria bertopeng terus berlari dari kejaran penjaga dan mengarah ke tempat Sam Nom dan Yoon Sung berdiri. Tak mau Sam Nom terluka, Yoon Sung langsung memeluk dan melindunginya. Si pria bertopeng lompat dan langsung dihujani panah oleh penjaga, si pria terkena panah dan topengnya terjatuh.

Sam Nom melihat wajah si pria bertopeng yang ternyata adalah Byung Yeon, namun sebelum Yoon Sung melihat ke arah Byung Yoon, Byung Yoon langsung melompat pergi.

Sam Nom pulang ke balai pertobatan dan saat itu Byung Yeon sedang mengobati lukanya. Namun Sam Nom tak membahas sedikitpun tentang masalah pengejaran tadi, dia langsung tidur saat Byung Yeon menyuruhnya tidur.

Kim Hun dan kedua anteknya membahas perampokan yang terjadi akhir-akhir ini dan semua perampokan itu terjadi di rumah orang kaya yang terkenal kejam. Selain itu, si perampok juga mengenakan topeng yang sama, topeng setengah wajah berwarna putih. Melihat topeng itu, Kim Hun teringat dengan pria yang memanah cangkir yang sedang dia pegang saat dia mengadakan pesta di rumahnya.

Selain perampokan, ternyata di masyarakat tersebar rumor yang mengatakan bahwa pasukan Hong Gyung Nae bangkit kembali. Hong Gyung Nae adalah gerakan pemberontakan di rezin Seonjo. Yang menguatkan tentang rumor tersebut adalah pembagian harta kepada rakyat yang di lakukan perampok, mirip dengan sistem yang pasukan Hong Gyung Nae lakukan. Mereka pun jadi penasaran apakah perampok itu ada kaitannya dengan pasukan Hong.

Sam Nom membantu Putra Mahkota memakai pakaiannya, namun Putra Mahkota menolaknya. Putra Mahkota masih marah karena apa yang terjadi semalam. Dia kemudian memanggil Kasim Jang dan menyuruh Sam Nom pergi, karena yang akan membantunya berpakaian adalah Kasim Jang.

Menteri Jo bersama Ha Yeon pergi ke istana dan kedatangan mereka langsung disambut oleh Perdana Menteri Kim Hun. Sudah 3 tahun Menteri Jo dan Ha Yeon tidak ke istana dan saat terakhir mereka ke istana, Ha Yeon selalu bertengkar dengan Putri Myeon Eun.


loading...

Saking marahnya dengan Sam Nom, Putra Mahkota sampai membiarkan Sam Nom pindah ke istana lain. Tapi setelah dia membiarkan Sam Nom pergi, Putra Mahkota jadi tak fokus, dia terus berhalusinasi melihat Sam Nom. Karena ketidakfokusan Putra Mahkota, dia hampir mencelakai Ha Yeon saat Putra Mahkota berlatih memanah. Ha Yeon terlihat senang karena bertemu lagi dengan pria yang memberinya lampion dan dia bertambah senang saat tahu kalau pria itu ternyata putra mahkota.

Myung Yeon meletakkan buku hasil curiannya di meja dan karena dia teringat pada Putra Mahkota, dia mengambil satu buku lalu menyimpannya di balik baju. Tak lama kemudian pria yang sebelumnya memberi perintah padanya muncul dan melihat buku yang Myung Yeon bawa. Saat ditanya apa hanya itu saja bukunya, Myung Yeon pun menjawab iya. Buku itu adalah catatan orang-orang yang melakukan penyalahgunaan dana. Pria itu kemudian memberikan informasi anak-anak yang menjadi yatim piatu dan dijual sebagai budak selama perang saudara 10 tahun lalu, dia memerintah Myung Yeon untuk menemukan orang-orang yang berhubungan dengan keluarga Hong Gyong Nae.

Ha Yeon menemui Putri Myung Eun yang merasa tak senang dia kunjungi, karena saat mereka kecil dulu, Ha Yeon selalu berkata kalau dialah yang cocok jadi putri dibandingkan Putri Myung Eun. Namun kali ini Ha Yeon bersikap baik pada sang putri, saking baiknya Ha Yeon sampai berjanji akan membawakan teh pengurus badan untuknya. Tentu saja Putri Myung Eun merasa bingung dengan sikap Ha Yeon.

Putra Mahkota sedang membaca bukunya dan lagi-lagi dia berhalusinasi melihat Sam Nom. Semua itu karena dia melihat gambar yang sudah Sam Nom buat di ujung buku. Disisi lain, Kasim Ma memberitahu utusan Qing tentang Sam Nom.

Bingung dengan pikirannya sendiri, Putra Mahkota memanggil tabib dan minta diperiksa. Setelah memeriksa, si tabib berkata kalau tubuh Putra Mahkota dalam keadaan sehat, sedangkan gejala yang sedang Putra Mahkota alami adalah gejala yang sering dialami oleh biarawati dan para janda. Maksud tabib adalah… Putra Mahkota sekarang sedang merasakan rasa cinta pada orang yang tak seharusnya dan kerinduannya menjadi terlalu dalam….. mendengar penjelasan tabib, Kasim Jang langsung cegukan. Putra Mahkota tak terima dengan diagnosa tabib, dia pun langsung mengusir si tabib.

Malam tiba, Sam Nom pamit pada Byung Yeon untuk pergi ke tempat utusan Qing. Dia pergi ke istana utusan Qing bersama Kasim Ma dan dengan kasar, kasim Ma mendorong Sam Nom masuk ke ruangan utusan Qing. Tak nyaman hanya berdua saja dengan utusan Qing, Sam Nom pun hendak keluar tapi utusan Qing malah berkata kalau wanita penari itu adalah Sam Nom. Tentu saja Sam Nom kaget mendengarnya.

Utusan Qing mendekati Sam Nom dan Sam Nom hendak menolak tapi dia langsung mendapat tamparan. Dengan alasan kalau Sam Nom harus siap berkorban demi Putra Mahkota, utusan Qing pun menyuruh Sam Nom tak bergerak dan menolak keinginan. Takut, Sam Nom reflek mendorong utusan Qing sampai dia terjatuh ke lantai. Utusan Qing murka dan hendak menampar Sam Nom lagi tapi tepat disaat itu Putra Mahkota muncul dan menghunuskan pedang pada utusan Qing.

Putra Mahkota membawa Sam Nom pergi dan apa yang putra mahkota lakukan langsung terdengar ke kuping Raja. Tentu saja Raja murka mengetahuinya. Ingin berusaha terlihat baik, Ratu Kim pun menghibur raja dan juga berkata kalau Kim Hun yang akan mengurus semuanya.

Setelah berada jauh dari istana utusan Qing, Putra mahkota meluapkan kamarahannya pada Sam Nom. Dia marah karena Sam Nom sudah ceroboh masuk ke istana utusan Qing. Sam Nom pun beralasan kalau dia tidak bisa menolak perintah atasannya, selain itu dia melakukannya agar Putra Mahkota tak mendapat masalah. Tau kalau Sam Nom melakukan semua itu demi dirinya, Putra Mahkota pun tambah murka.

Tepat disaat itu, para pengawal muncul dan membawa Sam Nom ke penjara. Putra Mahkota pun tak bisa mencegahnya, karena kalau sampai dia menghalangi penangkapan Sam Nom, maka Sam Nom akan di bunuh.

Keesokanharinya Putra Mahkota memohon pada Raja untuk membebaskan Sam Nom dan menghukum dia saja, karena dia yang sudah menerobos masuk istana utusan Qing. Raja pun tambah murka, dia kemudian mengeluarkan perintah untuk menahan Putra Mahkota di kediamannya.

Sam Nom sudah berada di penjara dan di kamarnya Putra Mahkota merasa sedih dan marah. Berita tentang ditangkapnya Sam Nom sudah sampai ke telingat Yoon Sung.

Kasim Sung menyindir Kasim Jang yang akan lengser dari jabatan kasim di istana putra mahkota karena rumor yang beredar, jabatan putra mahkota pada Lee Young akan di cabut. Selain rumor itu, Kasim Sung juga membahas tentang rumor yang mengatakan kalau Putra Mahkota dengan pria. Kasim Ma yang juga berada di sana langsung nyeletuk kalau Putra Mahkota bukan penyuka pria.

“Orang itu, mungkin bukan laki-laki,” ucap kasim Ma dan Kasim Jang tak mengerti maksudnya. Saat kasim Ma hendak menjelaskan semuanya, Yoon Sung muncul dan memanggil Kasim Ma untuk datang ke ruangannya.

Setelah hanya berdua, Yoon Sung terang-terangan mengancam akan membunuh Kasim Ma, kalau dia berani membocorkan rahasia Sam Nom. Karena Yoon Sung tahu kalau Kasim Ma yang sudah membawa Sam Nom ke istana utusan Qing.

Bersambung ke Moonlight Drawn by Clouds Episode 6 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • jung hye sung moonlight ep 6 sinopsis
  • sinopsis weighli bok jo kdrama ep 6
  • sinopsis moonlight episode 6
  • sinopsis moonlight drawn by clouds eps 6
  • sinopsis moonlight drawn by clouds episode 6
  • SINOPSIS MOON LIGHT BY DRAWNS EPISODE 9
  • sinopsis drama korea terluka panah
  • myoung eun moonlight anak raja
  • moon drawn by clouds ep 6
  • sistem monlaight draw
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *