Home » Kim Yoo Jung » Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 – 2

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 – 2

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 – 2, bercerita tentang sedikit kisah masa lalu Yoon Sung dan Putra Mahkota dimana, saat mereka kecil dulu mereka adalah teman baik. Bahkan Yoon Sung berjanji akan menjadi abdi dan sahabat terbaik untuk Putra Mahkota. Yang belum diperlihatkan adalah bagaimana Putra Mahkota sampai begitu membeli Yoon Sung sampai hubungan mereka jadi seperti sekarang.

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 – 1

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 5 – 2

sumber konten dan gambar dari KBS 2

Utusan Qing berkata pada Kim Hun dan anteknya kalau Putra Mahkota sudah pantas untuk menjadi wali. Namun Kim Hun berkata kalau Putra Mahkota belum waktunya untuk maju dan Utusan Qing setuju dengan perkataan itu. Yoon Sung yang ada di tempat itu memilih pergi dengan alasan harus mempersiapkan festival. Setelah Yoon Sung pergi, utusan Qing berkata kalau dia sangat terkesan pada gadis yang menari solo saat perayaan dan dia sangat ingin menemuinya lagi. Kebetulan saat utusan Qing mengatakan itu, Kasim Ma sedang ada di tempat itu dan dia mendengar keinginan si utusan.

Yoon Sung pergi ke balai pertobatan dan disana dia teringat kembali pada masa kecilnya, dimana dia, putra mahkota dan Byung Yeon sedang bermain lempar anak panah. Yoon Sung juga pernah mengerjai Putra Mahkota yang hendak lompat pagar istana, saat itu Yoon Sung berbohong dengan mengatakan Raja datang, karena kaget putra Mahkota pun jatuh. Sadar karena sudah dikerjai oleh Yoon Sung, Putra Mahkota pun langsung mengejarnya.

Yoon Sung tersenyum mengingat masa lalunya dan tepat disaat itu, Putra Mahkota muncul dan bertanya apa yang sedang Yoon Sung lakukan di tempat itu. Tak menjawab, Yoon Sung balik bertanya apa Putra Mahkota masih sering datang ke balai pertobatan.

“Dimana saja. Buatku, tugasku hanyalah bermain,” jawab Putra Mahkota dan Yoon Sung pun bertanya kenapa Putra Mahkota menerima posisi wali kalau memang kerjanya hanya bermain-main saja.

“Ingin tahu ? Demi menyingkirkan, kerabat ibu negara Joseon,” jawab putra mahkota dengan tatapan dan nada yang dingin. Yoon Sung pun pergi.

Saat hanya sendirian, Putra Mahkota juga teringat pada masa kecilnya, dimana dia dan kedua temannya sedang mendapat pelajaran dari seorang guru.

“Menurut pendapatku, teman masa kecil, memiliki hubungan yang setara. Hubungan tuan dan abdi adalah hubungan hirarki yang pasti. Namun, jika kau harus memilih, hubungan mana yang kau pilih?” tanya si guru.

Yoon Sung kemudian menulis sesuatu di kertanya dan kemudian sang guru bertanya apa itu. Yoon Sung menjelaskan kalau sikapnya sebagai abdi dan sahabat tetaplah sama. Jika Pangeran melalui jalur yang salah, sebagai sahabat dia harus membawanya kembali ke jalan yang benar. Yoon Sung pun berjanji, agar Pangeran bertindak benar layaknya pemimpin dan sahabat, dia akan mendukungnya seumur hidupnya.

“Bagaimana pendapat Pangeran mengenai hal ini ?” tanya sang guru pada Putra Mahkota.

“Jika aku memiliki abdi dan sahabat seperti Yoon Sung disisiku, maka aku yakin aku dapat menjadi Raja yang hebat,” jawab Putra Mahkota.

Putra Mahkota terlihat sedih mengingat semua itu.

Sam Nom pergi keruangan Yoon Sung dan ingin menanyakan tentang Do Gi dan Kasim Ma, tapi ternyata Yoon Sung sudah tahu lebih dulu mengenai masalah itu. Karena Sam Nom terus ditolong oleh Yoon Sung dan dia terus mengucapkan terima kasih, jadi hal itu dimanfaatkan Yoon Sung untuk bisa jalan berdua dengan Sam Nom. Dia mengajak Sam Nom pergi ke festival lampion bersama.

Yoon Sung kemudian memberikan pil emas, namun Sam Nom berkata kalau dia sudah mendapatkannya dari Putra Mahkota. Dia bahkan menambahkan kalau alasan Putra Mahkota memberikan pil itu, karena tak ingin Sam Nom menulari penyakitnya. Mendengar hal itu Yoon Sung terlihat sedikit kecewa.

Bersama pelayannya, Putri Myung Eun pergi ke ayunan dimana dia mendapat surat dari Tuan Jung untuk pertama kalinya. Saat itu, Putri Myung Eun sedang bermain ayunan bersama para dayangnya dan tanpa dia sadari Tuan Jung datang dan melihatnya dari kejauhan. Mengingat kalau wanita yang tuan Jung sukai itu sedang demam, Putri Myung Eun pun menyadari kalau wanita yang Tuan Jung sukai bukanlah dirinya, tapi pelayannya.

“Buat apa merindukan lelaki yang wajahnya tidak kutahui? Lupakan. Sampai disini saja,” ucap Putri Myung Eun dalam hati dan kemudian melihat pelayan dengan tatapan tak senang. Melihat wajah sedih sang putri si pelayan pun mengajak putri ke festival lampion.

Setelah Putri pergi, Tuan Jung datang ke ayunan itu, ternyata dia juga merindukan wanita pujaannya. Sambil duduk di ayunan dia berkata, “Tapi, jika aku bisa…. jika bisa melihatnya sekali saja. Aku tidak ingin apapun lagi.”

Yoon Sung bersama Kim Hun menemui Tuan Jo Man Young. Ia adalah orang yang selama ini melayani provinsi Youngnam dan belum lama ditunjuk sebagai mentri pendidikan dan kebudayaan. Melihat Yoon Sung, Tuan Jo pun langsung memuji ketampanannya, karena reputasi Yoon Sung sudah sampai provinsi Youngnam.

“Reputasinya bukan apa-apa dibandingkan putrimu,” jawab Kim Hun dan kemudian meminta bantuan Tuan Jo untuk membantu masa depan Yoon Sung. Bosan dengan obrolan orang tua, Yoon Sung pun hendak undur diri, namun Kim Hun tak mengizinkannya. Dia menyuruh Yoon Sung tetap di tempatnya.

Sam Nom sudah berada di atas jembatan melihat orang lalu lalang, seperti dia sedang menunggu seseorang. Di istana, Putra Mahkota kepikiran Sam Nom. Dia teringat ketika Sam Nom menangis dan mengatakan kalau dia bermimpi melihat ibunya.

Di jembatan itu, Sam Nom kecil terus menangis mencari ibunya. Tiba-tiba dia berhenti menangis dan melihat ibunya datang. Beralih pada Sam Nom dewasa, ternyata yang datang bukanlah ibu Sam Nom, melainkan Putra Mahkota. Putra Mahkota datang untuk mengajak Sam Nom bersenang-senang menikmati pesta lampion.


loading...

Yoon Sung pergi ke festival lampion dan langsung mencari Sam Nom. Putra Mahkota ditawari oleh seorang anak kecil sebuah lampion, dimana pada lampion itu, mereka bisa menulis harapan mereka. Melihat anak kecil itu, Putra Mahkota pun memberi dia uang namun tak membutuhkan lampionnya. Namun anak itu tak mau, dia bahkan menyuruh putra Mahkota pergi, karena ditempat itu dia adalah penjual lampion, bukan pengemis.

Membahas tentang lampion yang digunakan untuk membuat permohonan, Putra Mahkota pun bertanya apa harapan si anak dan anak itu menjawab kalau dia ingin bertemu dengan Raja, untuk mengatakan agar Raja membuat Joseon men jadi negara yang lebih baik. Namun saat ditanya negara seperti apa yang si anak maksud, si anak bingung menjawabnya dan kemudian dia berkata kalau Raja lah yang tahu tentang semua itu.

Tepat disaat itu muncul seorang gadis bernama Ha Yeon dan hendak membeli lampion dari si anak, tapi disaat dia hendak mengambil uangnya, ternyata dia tak membawa uang. Melihat itu, Putra Mahkota langsung membeli semua lampionnya, tentu saja Ha Yeon langsung ke-ge-eran dan diapun berkata agar Putra Mahkota tak perlu repot-repot.

“Kau bilang ini bisa mewujudkan permohonan, jadi aku percaya padamu,” ucap Putra Mahkota pada si anak penjual. Dia kemudian memberikan satu lampion untuk si anak agar dia bisa menulis permohonannya dan satu lampion lagi dia titipkan pada si anak untuk diberikan pada orang yang ingin menulis permohonan tapi tak punya uang, maksud Putra Mahkota adalah Ha Yeon.

Putra Mahkota pergi dan sepertinya Ha yeon menyukainya.

Tuan Jung melihat Putri Myung Eun dan pelayannya, dengan terbata-bata tuan Jung memanggilnya. Mereka berdua pun menoleh, tapi mereka langsung lari karena mereka melihat Putra Mahkota di belakang Tuan Jung. Saking takutnya, Putri sampai meninggalkan lampionnya, padahal Putra Mahkota tak terlihat marah sama sekali melihat mereka berdua keluar istana.

Melihat wanita pujaannya kabur, Tuan Jung pun terlihat sedih dan kecewa, ya karena dia mengira wanita pujaannya kabur gara-gara melihat dia.

Setelah berada di tempat persembunyian, Putri baru menyadari kalau lampionnya tertinggal. Putri pun menangis. Ternyata lampion milik putri diambil Tuan Jung dan Tuan Jung yang menerbangkannya sambil berkata semoga mereka bertemu lagi. Pada lampionnya, Putri menulis permohonan, “Tolong jadikan aku cantik, seperti dia.”

Dari istana Raja melihat lampion yang beterbangan dan Raja menyadari kalau lampion-lampion itu berisi pengharapan dari semua rakyatnya yang sebenarnya ingin mereka sampaikan langsung pada Raja. Meskipun tak punya lampion, Raja tetap ingin mengatakan permohonannya pada Kasim Han. Permohonan Raja adalah agar Kasim Han menjaga Putra Mahkota baik-baik.

“Berbeda dengan aku yang bodoh, jangan biarkan dia merasa kalah dan runtuh. Bimbing dia dengan baik,” ucap Raja dan Kasim Han berjanji akan melakukan yang terbaik.

Byung Yeon diberitahu tanggal kepergian Duta Besar Qing oleh seseorang, yang adalah tanggal 30 Agustus. Pria misterius itu kemudian menyuruh Byung Yeon untuk menemukan rute perjalanan pulang si utusan. Pria itu ingin mengambil upeti yang diberikan pada utusan karena semua upeti itu adalah hasil keringat rakyat dan mereka harus mengembalikannya pada rakyat.

Byung Yeon tak langsung menjawab perintah itu, karena dia ingin menunggu keputusan Putra Mahkota dulu, apa dia akan memberikan upeti atau tidak. Si pria itu kemudian mengingatkan Byung Yeon, kalau dia bukan teman pangeran. Waduh… ada apa ini?

Putra Mahkota dan Sam Nom menerbangkan lampion bersama. Tanpa keduanya sadari Yoon Sung melihat apa yang mereka lakukan. Tentu saja Yoon Sung merasa kecewa melihatnya. Saat lampion ada diantara mereka berdua, Putra Mahkota melihat wajah Sam Nom di tutupi setengah, yang terlihat hanya mata Sam Nom saja. Melihat mata Sam Nom, Putra Mahkota pun teringat pada gadis penari, namun dia tak berkata apa-apa.

Lampion diterbangkan dan Sam Nom melihat pemohonan Putra Mahkota yang bertuliskan, “Ijinkan Kasim Hong bertemu dengan ibunya.” Tentu saja Sam Nom merasa terharu dan langsung bertanya apa itu permohonan Putra Mahkota.

“Ya. Permohonanku adalah …permohonanmu,” jawab Putra Mahkota.

Karena Sam Nom sudah bersama Putra Mahkota, Yoon Sung pun hendak pergi tanpa menemui Sam Nom. Namun langkahnya terhenti dan teringat ketika dia mengatakan pada Putra Mahkota kalau Sam Nom adalah wanitanya. Dia juga teringat ketika dia bertanya apa Sam Nom bisa menanggapnya sebagai teman berbagi rahasia. Mengingat semua itu, Yoon Sung pun melihat kembali ke arah Sam Nom dan Putra Mahkota.

Sam Nom bertanya bagaimana Putra Mahkota tahu kalau dia dan ibunya terpisah. Namun Putra Mahkota tak menjawab, dia hanya terus melihat wajah Sam Nom. Dia membandingkan wajah Sam Nom dengan gadis penari.

“Aku tahu omongaku tidak masuk akal … Kenapa aku terus melihat orang lain dalam dirimu,” ucap Putra Mahkota.

“Orang lain ?”

“Ya. Seorang wanita,” jawab Putra Mahkota dan tepat disaat itu Yoon Sung muncul. Dengan alasan kalau Sam Nom punya janji dengannya, Yoon Sung pun mengajak Sam Nom pergi. Sam Nom pun pamit pada Putra Mahkota, namun Putra Mahkota tak mengizinkan Sam Nom pergi. Sambil menarik Sam Nom ke sisi-nya, Putra Mahkota berkata pada Yoon Sung kalau Sam Nom adalah orangnya.

Bersambung ke sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 6

loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *