Home » Kim Yoo Jung » Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 4

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 4

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 4, bercerita tentang Putra Mahkota yang berusaha membuat Kim Hun dan anteknya bertekuk lutut padanya. Dia pun membuat pertunjukan tari, dimana pertengahan menari dia membuat Kim Hun mengucapkan sumpah kesetiaan pada Raja. Di episode 4 ini, kita akan melihat Sam Nom mengenakan pakaian wanita, karena dia akan menggantikan posisi penari solo yang disuruh pergi oleh Ratu. Melihat Sam Nom menari, Putra Mahkota pun teringat ibunya dan dia pun jadi penasaran. Sam Nom pun hampir ketahuan oleh Putra Mahkota kalau saja tak ditarik oleh Yoon SUng untuk bersembunyi.

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 – 2

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 4

Sumber konten dan gambar dari KBS 2

Setelah mendengar Putra Mahkota menerima titah Raja, Kim Hun langsung berkata kalau mereka tak bisa seenaknya mengangkat Raja sementara. Mereka harus mendapat persetujuan dari Qing lebih dahulu. Putra Mahkota melihat ketakutan sang ayah, jadi dialah yang menjawab. Dia bertekad akan meminta restu dari Qing langsung untuk menjadi Raja sementara, karena utusan dari Qing akan datang di acara ulang tahun Raja.

Sam Nom pergi ke perpustakaan dan disana dia bertemu dengan Putra Mahkota. Tak bisa terus-terusan sembunyi dari Sam Nom tentang identitasnya, jadi Putra Mahkota pun memperkenalkan siapa dia yang sebenarnya. Mengetahui kalau si sendok perak adalah Putra Mahkota, Sam Nom terkejut dan langsung bersujud padanya. Dia minta diampuni atas semua perbuatannya selama ini. Putra Mahkota pun menghampirinya dan berkata kalau mereka berdua itu adalah teman.

Bab 4 – Setelah Permainan Berakhir…

Sam Nom pulang ke balai pertobatan dan menceritakan semua yang terjadi pada Byung Yeon. Sam Nom lemas dan takut memikirkan kalau Putra Mahkota marah padanya, karena mengingat kalau dia pernah mengatai Putra Mahkota. Sam Nom lalu bertanya apa Byung Yeon adalah penjaga istana? Atau ada hal lain juga yang Byung Yeon sembunyikan darinya. Byung Yeon pun hanya menjawab kalau dia tidak menyembunyikan apapun dari Sam Nom lalu pergi.

Kasim Jang menyuruh Sam Nom untuk membangunkan Putra Mahkota dan membawakan jubahnya. Takut bertemu Putra Mahkota, Sam Nom pun meminta Kasim Jang untuk menugaskan dia ke manapun kecuali ke tempat Putra Mahkota. Kasim Jang pun bertanya kenapa Sam Nom berkata seperti itu, apa karena Sam Nom tidak menyukainya. Tentu saja Sam Nom menjawab bukan karena itu, tepat disaat itu Putra Mahkota muncul dan bertanya apa karena dirinya. Sam Nom pun terdiam ketika melihat Putra Mahkota.

Sam Nom membantu Putra Mahkota memakai jubahnya dan Putra Mahkota kemudian memberitahu Sam Nom untuk tetap menjadi temannya ketika mereka sedang berdua. Seperti sekarang… putra Mahkota sengaja menyuruh semuanya pergi agar mereka bisa bicara dengan bebas berdua.

Sekarang waktunya memakaikan topi dan Sam Nom sedikit kesulitan karena Putra Mahkota jauh lebih tinggi darinya. Melihat Sam Nom kesulitan, Putra Mahkota yang usil malah tambah mengerjainya, dia menjinjit saat Sam Nom hendak memakaikan topi padanya. Al hasil topi yang dipakaikan pada Putra Mahkota miring.

Yoon Sung memberitahu Kim Hun kalau utusan dari Qing yang akan datang ke pesta ulang tahun raja adalah orang yang terkenel kejam pada rakyat Qing. Kim Hun pun kemudian menyuruh Yoon Sung untuk mempersiapkan makan malam untuk menyambut utusan dari Qing. Setelah memberikan informasi yang dia tahu pada sang kakek, Yoon Sung pun pamit pergi ke istana untuk mempersiapkan festival.

Setelah Yoon Sung pergi, Kim Hun dan Ui Gyo berencana membuat Putra Mahkota dan utusan Qing bertengkar. Tanpa keduanya sadari, Yoon Sung masih berada di sana dan mendengar semua rencana mereka.

Sam Nom masih bersama Putra Mahkota, merasa bosan… Putra Mahkota pun mengajak Sam Nom keluar istana, tapi karena Sam Nom sudah ditugaskan untuk menjaga Putra Mahkota dan jangan sampai hilang, Sam Nom pun tak mau diajak keluar istana. Tak berhasil keluar istana walau dengan pura-pura sakit perut, Putra Mahkota pun mengajak Sam Nom ke perpustakaan. Di perpustakaan, akhirnya Putra Mahkota bisa mengelabuhi Sam Nom dan dia berhasil kabur.

Kasim Sung sedang membagikan tugas pada semu kasim ketika Yoon Sung datang untuk meminta bantuan tenaga dan kebetulan orang yang ditugaskan Kasim Sung untuk membantu Yoon Sung adalah Hong Sam Nom.

Ternyata Putra Mahkota keluar istana bukan untuk bermain-main, dia pergi untuk menemui Tuan Jung. Saat Putra Mahkota menemukan pria yang bernama Tuan Jung, dia sedang mabuk dan berkelahi dengan anjing.

Akhirnya Sam Nom keluar istana juga, dia diajak Yoon Sung ke pasar untuk membeli beberapa keperluan. Di toko itu, Sam Nom melihat pakaian wanita yang sangat cantik, melihat pakaian itu… Sam Nom pun terlihat sedih. Karena sebagai wanita dia dilarang memakai baju wanita oleh ibunya. Saat tengah asik melihat pakaian wanita itu, Yoon Sung muncul dan melihat apa yang dia lakukan. Sam Nom jadi sedikit salah tingkah ketika dia tertangkap basah sedang memperhatikan pakaian wanita. Sebelum pergi, Yoon Sung menanyakan tentang pakaian wanita itu pada si penjaga toko.

Tuan Jung akhirnya sadar dan tak mabuk lagi. Dia bertanya apa Putra Mahkota datang untuk menemuinya.

Dalam perjalanan pulang, hujan turun dan Yoon Sung langsung meraih tangan Sam Nom lalu mengajaknya berlari mencari tempat berteduh. Karena baju Sam Nom basah kena hujan, Yoon Sung pun menyuruh Sam Nom untuk mengenakan jubah wanita yang dia beli untuk melindunginya dari hujan. Tentu saja Sam Nom tak mau, selain itu adalah jubah wanita, Yoon Sung juga tadi bilang ingin memberikan pakaian itu untuk seseorang yang spesial. Yoon Sung pun membenarkan kalau dia akan memberikan pakaian itu sebagai hadiah, tapi sepertinya dia tak bisa memberikannya sekarang, dia harus menunggu sampai orang itu bisa menerimanya dengan senang hati.

Karena Sam Nom terus menolak, Yoon Sung pun langsung memakaikan jubahnya dan kemudian menyuruh Sam Nom menunggu di tempat itu, karena dia akan membeli payung. Setelah Yoon Sung pergi, Putra Mahkota muncul karena dia juga ingin berteduh di tempat Sam Nom berteduh. Mereka berdua sama-sama menunggu hujan reda tanpa menyadari keberadaannya satu sama lain.

Merasakan rintik hujan, Putra Mahkota pun teringat pada ibunya. Karena saat ibunya masih hidup, dia pernah bermain hujan-hujanan bersamanya.

Sam Nom juga menengadahkan tangannya untuk merasakan hujan dan Putra Mahkota melihat lentiknya jari Sam Nom, tapi dia tak bisa melihat wajah Sam Nom, karena tertutup oleh jubah. Tentu saja Putra Mahkota mengira kalau orang yang disampingnya itu adalah wanita.

Sam Nom menoleh dan terkejut ketika melihat Putra mahkota ada di sampingnya, tak mau Putra Mahkota melihat dirinya dengan jubah wanita, Sam Nom pun lansung berbalik dan menutupi sepatunya dengan jubah. Sam Nom hendak pergi, tapi putra Mahkota berkata kalau sebentar lagi hujan reda, jadi dia bisa menunggu sebentar lagi. Ketika Putra Mahkota mengajaknya bicara, Putra Mahkota seperti mengenalinya dan hendak mendekatinya. Namun sebelum Sam Nom ketahuan, untungnya Yoon Sung muncul dan menyapa Putra Mahkota. Pada Putra Mahkota, Yoon Sung mengaku kalau orang yang berjubah itu adalah wanitanya. Setelah mendengar itu, Putra Mahkota pun memilih pergi.

Di kamar, Putra Mahkota belajar dan kemudian teringat pada pesan Tuan Jung. Tuan Jung berkata kalau Putra Mahkota butuh persetujuan dari utusan Qing untuk menjadi raja sementara dan Putra Mahkota sadar kalau Kim Hun dan menteri lain, pasti sedang berencana untuk membuat image Putra Mahkota jadi buruk di depan utusan Qing. Karena itu, Tuan Jung menyuruh Putra Mahkota untuk terlihat buruk di depan utusan Qing.


loading...

“Dia tidak akan menentang kalau dia berpikir kau taat,” ucap Tuan Jung.

“Apa yang aku ingin tahu adalah cara untuk diterima sebagai diplomat yang setara bukannya cara untuk mendapatkan persetujuan,” ralat putra mahkota.

“Tapi kenyataannya adalah… bahwa Raja dan Putra Mahkota tidak bisa menghentikan perdana menteri dan negara mereka sendiri. Kalau begitu… potong saja dulu kepala perdana menteri,” ucap Tuan Jung dan tentu saja Putra Mahkota tak setuju dengan saran itu. Karena kalau ujung-ujungnya harus saling bunuh, mending dia mencari seorang pembunuh dari pada minta saran dari Tuan Jung.

“Tapi putra mahkota…. kau tidak perlu melihat darah untuk bisa menang. Kau bisa membunuh mereka dengan madu yang manis, jadi tak perlu menggunakan racun,” ucap Tuan Jung ketika Putra Mahkota hendak pergi.

Mengingat pesan itu, putra Mahkota langsung pergi ke gudang penyimpanan instrumen dan ketika dia melihat gayageum, dia pun membatin untuk membuat semua orang berlutut padanya dengan musik dan tari, jadi dia tidak perlu menarik pedangnya.

Keesokanharinya, Putra Mahkota membawa beberapa gisaeng terbaik ke istana. Untuk apa? Untuk diseleksi dan dijadikan penampil di acara pesta ulang tahun raja. Yang terpilih menjadi penari inti adalah Ae Shim. Selagi Putra Mahkota melakukan persiapan, dia menyuruh Sam Nom untuk mengikutinya, karena Sam Nom harus mencatat semua yang dia lakukan. Dengan begitu telitinya, Sam Nom membuat gerakan-gerakan yang dilakukan para penari.

Ae Shim pura-pura terjatuh di pelukan Putra Mahkota dan atas saran Sam Nom, Putra Mahkota tidak marah, dia malah menepuk-nepuk pundak Ae Shim. Tanpa Putra Mahkota sadari, Ratu dan Ui Gyo melihat apa yang Putra Mahkota lakukan. Ratu pun menyuruh Ui Gyo memberitahu ayahnya untuk tidak perlu khawatir tentang Putra Mahkota, karena Ratu punya rencana sendiri untuk membuat Putra Mahkota malu di depan utusan Qing nanti.

Saat menyalin gambar tarian, Sam Nom tak perlu lagi melihat apa yang sudah dia catat karena semua gerakan tariannya sudah ada dikepalanya. Tentu saja Putra Mahkota tak percaya dan langsung memeriksanya hasil salinan Sam Nom. Ketika Putra Mahkota sedang memeriksa hasil salinan, Sam Nom malah tidur.

Pagi tiba dan Sam Nom langsung terbangun kaget ketika dia mendapati dirinya tidur di tempat tidur putra mahkota, sedangkan putra mahkota tidur di meja belajarnya. Kasim Jang datang dan hendak masuk ke kamar Putra Mahkota, tentu saja hal itu membuat Sam Nom panik. Saking paniknya, Sam Nom sampai cegukan. Untungnya, sebelum Kasim Jang masuk, Putra Mahkota bangun dan berkata pada Kasim Jang untuk tidak membangunkannya sekarang, Kasim Jang bisa kembali lagi dalam waktu satu jam.

Sam Nom pulang ke balai pertobatan dan disana dia memberitahu Byung Yeon kalau dia semalam berada di tempat Putra Mahkota, sebab banyak tugas yang diberikan padanya.

“Lakukan yang terbaik untuk membantu dia. Hal ini sangat penting baginya. Banyak yang mencoba untuk merusak acara itu. Pasti berat sekali,” ucap Byung Yeon.

“Siapa yang berani melakukan itu?”

“Ada beberapa orang…. yang sedang menunggu untuk menemukan kesalahan dari Putra Mahkota,” jawab Byung Yeon.

Yoon Sung bersama Ui Gyo menyambut kedatangan utusan Qing dan ternyata utusan Qing itu kenal dengan Yoon Sung dan juga sangat mahir dalam berbahasa Korea.

Acara pesta ulang tahun Raja pun dimulai. Di ruang ganti, Ae Shim terlihat tegang. Ternyata sebelum acara dimulai, dia dibawa untuk menemui Ratu dan sang Ratu mengacam akan menghilangkan semua keluarga Ae Shim, jika dia menari di acara Raja. Tak punya pilihan lain, Ae Shim pun memilih pergi.

Mengetahui Ae Shim hilang, Sam Nom pun memutuskan untuk menggantikan posisinya. Tanpa Sam Nom sadari, saat dia berganti baju, Kasim Ma melihatnya. Tanpa berkata apa-apa, Kasim Ma langsung pergi meninggalkan ruangan tempat Sam Nom berganti baju.

Disaat Kim Hun merasa sudah menang, karena berhasil mengacaukan acara yang putra mahkota buat, tiba-tiba seorang wanita muncul dan menari dihadapan semuanya. Sam Nom muncul dengan menggunakan cadar, walaupun begitu Yoon Sung bisa tahu kalau wanita yang sedang menari itu adalah Sam Nom.

Sam Nom menari dengan bagusnya, saking bagusnya, Putra Mahkota sampai teringat pada ibunya. Ibu Putra Mahkota juga pandai menari.

Selesai Sam Nom menari, musik di hentikan sejenak karena Putra Mahkota akan membacakan pidato-nya. Tapi ternyata bukan Putra Mahkota yang membacakan pidatonya, dia memberikan kesempatan membacakan pidatonya pada perdana menteri. Tentu saja diberitugas dadakan seperti itu, membuat Kim Hun dan para menteri tegang. Mata Kim Hun langsung terbelalak kesal ketika melihat isi pidato yang harus dia bacakan.

“Raja sudah memimpin kita selama 30 tahun. Kami mengucapkan selamat pada hari ulang tahun Raja. Semoga Raja hidup selama Gunung Nam berdiri. Subjek sudah menyadari niatnya yang luar biasa. Kebesaran Raja tidak terkalahkan. Kami tergerak oleh kasih sayangnya dan berteriak sebagai berikut: semoga Raja tetap menjadi satu-satunya cahaya dari Timur… selama-lamanya,” ucap Kim Hun membacakan isi pidatonya.

Ternyata acara ulang tahun itu, digunakan oleh Putra Mahkota untuk membuat Perdana Menteri Kim Hun mengucapkan sumpah kesetiaan pada Raja di depan utusan Qing. Jadi kesimpulannya, para menteri sekarang tak boleh menentang kembali perintah Raja.

Melihat ayahnya mendoakan Raja untuk panjang umur dan berlutut, Ratu pun terlihat berkaca-kaca. Tapi itu bukan berkaca-kaca karena merasa haru, tapi karena merasa marah dan kesal. Saat semuanya sibuk memberi penghormatan pada Raja, Sam Nom pun memutuskan pergi.

Menyadari penari yang menggantikan Ae Shim hilang, Putra Mahkota pun berusaha mencarinya. Dia penasaran pada penari itu.

Sam Nom hampir tertangkap oleh Putra Mahkota, untungnya ada Yoon Sung yang menyelamatkannya.

 

bersambung Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 4

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis moonlight drawn by clouds episode 4
  • kapan moonlight drawn ketahuan wanita
  • sinopsis moonlight drawn by clouds ep 4
  • sinopsis moonlight drawn ep 4
  • episode love in the moonlight yang tahu kalau kasim hong cewek
  • instrument moonlight drawn sedih
  • episode moonlight drawn ketahuan
  • episode love from the moonlight kasim hong ketahuan wanita oleh putra mahkota
  • episode putra mahkota menari moonlight
  • tentang moonlight drawn by clouds episode 4
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *