Home » Kim So Hyun » Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 – 1

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 – 1

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 – 1, bercerita Putra Mahkota menolong Sam Nom dari hukuman mati yang hendak putri berikan padanya. Namun, Sam Nom lagi-lagi tak melihat wajah Putra Mahkota padahal dia sudah berada di hadapannya, semua itu karena prajurit menyuruh Sam Nom menunduk dan tak mendangakkan kepalanya. Keinginan Sam Nom untuk keluar dari istana pun pupus, karena Putra Mahkota meluluskannya, padahal Sam Nom sudah mengumpul kertas kosong.

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 2 – 2

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 – 1

Sumber konten dan gambar dari KBS 2

Ketika membantu Putra Mahkota mengenakan jubahnya, Kasim Jang mengatakan kalau Sam Nom sudah pergi pagi ini dari istana, karena dia mengumpulkan kertas kosong untuk ujiannya. Ketika Putra Mahkota bertanya apa pertanyaan yang diberikan pada Sam Nom, Byung Yeon muncul dan mengatakan kalau putra mahkota harus pergi bersamanya kesuatu tempat.

Ternyata Byung Yeon mengajak Putra Mahkota ke penjara untuk menyelamatkan Sam Nom yang akan dihukum mati oleh putri. Tapi, Sam Nom lagi-lagi tak bisa melihat wajah Putra Mahkota karena dia disuruh menunduk oleh prajurit. Putri melepaskan Sam Nom karena dia tak mau semua orang tahu kalau dia sudah berkirim surat dengan orang di luar istana.

Keluar penjara, Byung Yeon bertanya kenapa Putra Mahkota tidak memperlihatkan diri pada Sam Nom, karena tak akan lama lagi, Sam Nom pasti akan tahu semuanya. Putra Mahkota tahu akan hal itu, karena tujuan dia menolong Sam Nom karena berniat menjadikan Sam Nom sebagai salah satu pelayannya.

Waktu yang Sam Nom tunggu-tunggu tiba, yaitu pengumuman hasil tes. Ternyata yang memutuskan lulus tidaknya Sam Nom adalah Putra Mahkota dan tanpa ragu, Putra Mahkota langsung memberi cap lulus pada lembaran kertas kosong milik Sam Nom. Pertanyaan yang di dapat Sam Nom, jawabannya sangat sesuai dengan apa yang pernah Sam Nom katakan sebelumnya, yaitu tentang kelaparan. Jadi berdasarkan hal itulah, Putra Mahkota meluluskan Sam Nom.

Mendapati dirinya lulus lagi, Sam Nom pun tak bisa percaya, karena dia sudah mengumpul kertas kosong. Kasim Jang kemudian memberitahunya kalau Putra Mahkota yang sudah meluluskannya dan Kasim Ma memberi Sam Nom tugas di Jip Bok Hun.

Byung Yeol melatih para prajurit, melihat Byung Yeol yang begitu hebat dan keren, banyak dayang yang terkagum-kagum padanya. Mendengar para dayang yang terus mengelu-elukan Byung Yeol, akhirnya membuat Putra Mahkota merasa gerah juga. Diapun langsung mengangkat panahnya dan mengarahkannya ke arah para dayang. Semua itu dia lakukan agar para dayang diam.

Putra Mahkota pun menghampiri Byung Yeon dan menyindirnya karena berusaha terlihat keren ketika melatih para prajurit. Mendengar sindiran Putra Mahkota, Byung Yeon pun hanya tersenyum dan kemudian berbisik kalau Putra Mahkota hanya salah paham.

Putra Mahkota kemudian menangkat panahnya dan ternyata dia juga orang yang hebat dalam memanah. Panah yang dia lepaskan menembus anak panah yang sudah menancap di papan target. Kasim Jang sampai melongo melihatnya.

Putra Mahkota dan Byung Yeon kemudian menemui Sam Nom yang terlihat lemas dan marah. Dia bahkan sampai mengancam akan menggigit putra mahkota kalau sampai dia mendekat. Sam Nom kemudian beranjak pergi namun langsung di hadang oleh putra mahkota dan Byung Yeon. Karena Sam Nom ingin menemui putra mahkota untuk menanyakan alasan Putra Mahkota meluluskan dirinya. Niat Sam Nom untuk menemui Putra Mahkota langsung luntur ketika Byung Yeon mengatakan kalau Putra Mahkota bukanlah orang yang bisa seenaknya untuk ditemui.

Sam Nom kemudian berkata kalau Putra Mahkota sudah membuatnya celaka. Dia bukanlah orang yang layak jadi kasim, tapi putra mahkota malah meluluskannya, alhasil Sam Nom jadi terkurung di istana. Setelah kejadian dengan putri, Sam Nom pun merasa kalau Putra Mahkota meluluskannya karena ingin menahannya di istana dan bisa menindasnya.

Putra Mahkota kemudian menyuruh dua temannya itu untuk ikut dengannya. Mereka pergi ke benteng dan disana mereka bisa menikmati pemandangan indah matahari terbenam. Putra Mahkota kemudian kelepasan berkata kalau bagi seseorang yang lahir dan tinggal diistana, masih belum punya hak atas istana itu sendiri. Untungnya, Sam Nom tak berpikir macam-macam, dia hanya menyimpulkan kalau orang itu sudah menganggap istana sebagai rumahnya sendiri.

Sam Nom kemudian mengaku kalau dia belum pernah punya rumah sendiri. Tentu saja mendengar hal itu membuat Putra Mahkota dan Byung Yeon melihat Sam Nom dengan tatapan iba, namun Sam Nom segera meralatnya dengan mengatakan kalau dia bisa tinggal dimana saja dan menyebutnya “rumahku”.

Byung Yeon berkata kalau memang tak ada orang yang menyukai istana, saat menyukai seseorang diistana, maka istana akan terasa tertahankan. Mendengar pernyataan Byung Yeon, Sam Nom pun bergumam, apakah dia bisa merasakan hal seperti itu?


loading...

Raja mimpi buruk, dia mimpi didatangi oleh hantu orang-orang yang sudah dia bunuh. Di dalam mimpi Raja beralasan membunuh mereka semua karena mereka adalah pengkhianat. Ratu tahu, kalau Raja mimpi buruk, namun dia pura-pura tak tahu.

Sam Nom ditugaskan di istana Seok Hui dan Seok Hui meminta Sam Nom untuk lebih menjaga Putri Young Eun dibandingkan dirinya, walaupun Seok Hui sudah terlihat sakit-sakitan. Sam Nom diminta membantu Putri Young Eun merawat taman bunga.

Ratu mengeluh pada ayahnya kalau dia tak bisa tidur tiap malam, karena Raja selalu mimpi buruk. Sang Ratupun meminta untuk tidur terpisah dari Raja selama masa mengidamnya, namun tak dibolehkan oleh Kim Hun, karena sekarang-sekarang ini Ratu harus selalu berada di samping Raja.

Putra Mahkota menemui Seok Hui yang terbaring sakit. Melihat Seok Hui, Putra Mahkota teringat pada 7 tahun yang lalu.

7 Tahun Lalu…..
Saat itu ibu putra mahkota mangkat dan Seok Hui mengatakan kalau Ratu ( Ibu Putra Mahkota ) berpesan padanya untuk memeluk Putra Mahkota ketika Putra Mahkota menangis. Semenjak itulah Seok Hui dan putra Mahkota menjadi dekat.

Di kamar Seok Hui, Putra Mahkota melihat banyak surat yang sudah ditulis Seok Hui dan Putra Mahkota bisa menebak kalau semua surat itu ditulis untuk Raja.

Sam Nom membantu Putri Young Eun menanam bunga. Ketika Sam Nom sibuk menanam bunga, putri Young Eun pergi mengejar kupu-kupu. Tepat disaat itu, Putra Mahkota datang menemui Sam Nom. Melihat si sendok emas bisa berkeliaran kemana-mana, Sam Nom pun jadi penasaran dia bekerja sebagai apa di istana. Sam Nom kemudian mengingatkan si sendok emas kalau dia terus berkeliaran, maka atasannya pasti akan memarahinya. Mendengar hal itu, Putra Mahkota tertawa dan Sam Nom menambahkan kalau dia mengatakan semua itu karena dia merasa khawatir sebagai teman.

“Sejak kapan kau dan aku jadi teman?” tanya Putra mahkota.

“Yah, kalau bukan teman, lalu kita apa?” tanya Sam Nom dan Putra Mahkota menjawab kalau mereka adalah Tuan dan Guguk. Tentu saja Sam Nom tak terima terus dipanggil “guguk” karena dia punya nama, namanya adalah Hong Sam Nom. Putra Mahkota hendak pergi dan Sam Nom menghentikan langkahnya dengan bertaya siapa nama si sendok emas. Putra mahkota sempat bingung sejenak, namun dia memutuskan untuk tidak memberitahu namanya, dia langsung pergi meninggalkan Sam Nom setelah memakaikan Sam Nom topi dan menggetok-nya.

Putri Young Eun terus mengejar kupu-kupu dan tanpa sengaja dia menabrak Kim Hun. Melihat Kim Hun, Putri Young Eun terlihat takut dan diapun langsung berlari pergi.

Kasim Han menunggu Putra Mahkota di istananya, saat putra Mahkota datang, dia langsung memberitahunya kalau Raja ingin bertemu dengannya. Walaupun sebenarnya tak ingin bertemu, Putra Mahkota tetap menemui ayahnya.

Sang Raja minta bertemu karena ingin meminta Putra Mahkota menjadi walinya. Namun Putra Mahkota tak mau, dia langsung menolak permintaan sang Raja.

“Menjadi Putra Mahkota, bukanlah pilihanku, namun menjadi Putra Mahkota seperti apa… adalah pilihanku, Yang Mulia,” jawab Putra Mahkota dengan tegas dan kemudian meninggalkan ruangan Raja. Karena Putra Mahkota tak mau melakukan apa yang dia minta, Raja pun terlihat tambah ketakutan.

Seok Hui menitipkan surat pada Sam Nom untuk diberikan pada kasim Raja. Sebelum Sam Nom pergi, Putri Young Eun menulis tulisan yang meminta agar Sam Nom benar-benar memberikan surat itu pada Raja. Hmmm…. ternyata Putri Young Eun tidak bisa bicara. Sam Nom pun berjanji akan memberikannya pada Raja, jadi Putri tidak perlu khawatir.

Sam Nom memberikan surat tersebut pada kasim Istana dan diapun langsung diberikan balasannya. Tentu saja Sam Nom bingung, kenapa Raja sudah punya balasannya, padahal belum membaca surat dari Seok Hui. Si kasim pun bertanya apa Sam Nom belum mendengar sesuatu saat menerima perintah itu. Sam Nom teringat ketika dia hendak berangkat menuju istana Raja, saat itu dayang Seok Hui menyuruh Sam Nom untuk berpura-pura sudah mengerjakan tugasnya dengan baik.

“Karena Raja selalu membalas dengan kertas kosong, maka kami siapkan ini agar pekerjaan kami berkurang,” ungkap si kasim dan kemudian menyuruh Sam Nom pulang membawa balasan kertas kosong tersebut. Tentu saja Sam Nom tak bisa melakukannya, dia lebih memilih untuk mengambil kembali suratnya, dari pada mendapat jawaban dengan cara seperti itu.

Tepat disaat itu Ratu muncul dan mengajak Sam Nom bicara. Awalnya Ratu bertingkah baik dengan menanyakan kabar Seok Hui, tapi disaat dia menyuruh Sam Nom mendekat, dia langsung menampar pipi Sam Nom. Di tampar seperti itu membuat Sam Nom menangis dan sebelum pergi, Ratu menyuruh Sam Nom mengambil surat balasan dari kasim istana dan tak banyak protes.

Bersambung ke Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis moonlight drawn by clouds eps 3 part 1
  • sinopsis moonligh
  • Sinopsis drama moonlight eps 3
  • ratu moonlight
  • sinopsis moonlight ep 3 - 1
  • sinopsis moonlight ep 3
  • nama asli pemain putri young eun di love in moonlight
  • sinopsis eps 3 moonlight by drawn
  • sinopsis yong pal episode 3 bagian 1
  • sinopsis moonlight drawn by cloud episode 3 bagian 1

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *