Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 20 – 2 ( Final )

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 20 – 2 ( Final )

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 20 – 2, bercerita tentang Won yang di hukum minum racun, namun sebelum dia mati, Baek Ah memberikan surat terakhir dari Chae Ryung. Setelah membaca surat itu, Won pun menangis mengetahui perasaan tulus Chae Ryung selama ini. Ji Mong dan Soo kembali ke masa depan, sedangkan So sendirian di istana. Sahabat dan saudaranya tak ada lagi di istana, hanya ada Yeon Hwa dan anaknya yang sama sekali tidak So sukai, bahkan So tidak pernah bertemu dengan anaknya.

 

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 20 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 20 – 2

sumber gambar dan konten dari SBS

Won di hukum minum racun atas semua kejahatannya selama ini. Namun sebelum meminum racun, Baek Ah menemuinya dan memberikan surat terakhir yang di tulis Chae Ryung. Soo lah yang meminta Baek Ah untuk memberikan surat itu pada Won.

Won membaca surat itu dan langsung terduduk lemas saat menyadari kalau perasaan Chae tulus padanya.

“Gadis bodoh. Kenapa kau tidak membenciku? Kenapa?” ucap Won sedih.

[Pangeran Hyo Eun Wang Won, dieksekusi karena pengkhianatan]

Beberapa tahun kemudian, Baek Ah pergi ke rumah Wook dan bertemu dengan putri Wook yang sedang bersembunyi. Baek Ah kemudian memperkenalkan diri pada gadis kecil itu, dia berkata kalau dia adalah pamannya, dia pangeran ke-13.

“Bohong. Kau terlihat seperti musisi yang berkeliaran,” jawab putri Wook.

“Aku berkata jujur.  Siapa namamu?”

“Namaku? Bok Soon,” jawab Bok Soon dan mendengar nama itu Baek Ah langsung teringat pada Woo Hee, karena Woo Hee pernah mengaku kalau  namanya Bok Soon. Baek Ah kemudian melihat gadis kecil itu memakai jimat zhen mu shou. Saat ditanya, Bok Soon mendapatkan benda itu dari mana, Bok Soon pun menjawab tidak tahu, karena selama ini dia selalu mengenakannya.

Melihat itu, Baek Ah pun teringat saat dia dan Woo Hee bersama di Damiwon. Ketika itu, Woo Hee melepaskan jimatnya dan memeluk Baek Ah.  “Saat ini, aku harap aku bukan putri dari Baekje. Dengan seluruh hatiku… Aku kawanmu,” ucap Woo Hee saat memeluk Baek Ah.

Karena terus teringat kenangannya bersama Woo Hee, sadar-sadar Bok Soon sudah tak ada lagi di depannya. Tepat disaat itu, Wook datang menghampirinya. Wook terlihat sudah tak sehat, dia batuk-batuk dan wajahnya pucat.

“Ku dengar kau masih tidak punya rencana untuk menikah dan kau menghabiskan waktmu di ladang,” ucap Wook dan Baek Ah menjawab kalau tak ada kegembiraan maka hidup akan terasa melelahkan.

“Raja telah menghabiskan waktunya untuk membaca “Pentingnya Pemerintahan  di Masa Pemerintahan Zhenguan.” Dia memegang pedangnya sekarang. Dia membebaskan para budak  dan memulihkan status mereka. Ini mengambil kekuasaan dari keluarga kelas bangsawan,” ucap Wook.

“Kau masih memiliki minat besar dengan istana, seperti biasanya,” tanya Baek Ah dan Wook menjawab kalau dia hanya mengamati. Dia penasaran tentang So yang akan di kenang sebagai raja seperti apa nantinya. Dia juga bertanya-tanya apakah Goryeo akan memiliki Raja paling kuat dalam sejarah.

“Belakangan ini… Ada wajah yang tidak bisa aku berhenti pikirkan,” ucap Wook.

“Apa kau masih merindukan Hae Soo?”

“Entahlah,” ucap Wook dan melanjutkan langkahnya. Dia kemudian berkata pada Baek Ah kalau selama ini dia selalu memberikan hatinya, tapi dia selalu membuat kesalahan dan Wook baru menyadarinya sekarang. Wook menatap kedepan dan langsung terdiam, dia seolah-oleh melihat Madam Hae.

Yeon Hwa menemui So dan bertanya kenapa So tak pernah mengunjungi anak mereka, bahkan hanya sekali. Karena sikap So itu, anak mereka pun menjadi takut padanya ayahnya sendiri.

“Kau memperlakukan dia  seperti lawanmu, Yang Mulia.  Kau sudah menyingkirkan keponakanmu Gyeongchunwon dan Heunghwagoong. Kau harus setidaknya mempercayai putramu,” ucap Yeon Hwa.

“Lihat, Ratu. Aku tahu betul orang-orang yang menyembunyikan diri mereka yang sebenarnya di balik topeng tak terlihat. Kau dan anak itu… Aku tahu betul bahwa kau akan mengejarku suatu hari nanti,” jawab So.

“Jadi… Kau masih mengingatnya? Hae Soo adalah satu-satunya yang berbicara pada semua orang dengan sama.  Kau membebaskan mereka dari perbudakan  karena kau tidak bisa melupakannya. Kau pikir aku takkan tahu?” ucap Yeon Hwa yang mengaku tahu kalau sampai sekarang So masih memikirkan Soo.

“Seharusnya. Namun, bahkan bila kau tahu Apa akan ada yang berubah?” tanya So dan Yeon Hwa mengaku kalau dia bisa paham kenapa Soo pergi meninggalkan So.

hmmm… Yeon Hwa tak tahu apa-apa tentang Soo.

So pergi ke pohon dimana Soo biasa berdoa, tiba-tiba seorang anak kecil berlari dan menabraknya. Dengan lucunya anak kecil itupun kemudian mengaduh kesakitan pada kepalanya. Apa yang di lakukan anak itu sangat mirip dengan yang Soo lakukan dulu. Saat itu, Soo berjalan dan tiba-tiba menabrak So yang berada di depannya. Sama seperti anak kecil tadi, Soo juga mengaduh kesakitan.

“Kau menabrakku,” ucap So dan kemudian berjongkok di depan anak perempuan itu. So membelai wajahnya dan kemudian bertanya namanya. Namun sebelum anak itu menyebut namanya, Jung datang dan si anak memanggilnya “ayah.” Anak perempuan itu, kemudian bersembunyi di balik Jung.

“Kau tidak boleh meninggalkan Chungju, namun kau datang ke istana?” tanya So dan Jung menjawab kalau hari ini adalah hari peringatan Soo, jadi dia meminta maaf karena datang ke istana. Jung bahkan berjanji untuk tidak lagi datang ke istana.

So kemudian bertanya apa anak perempuan itu anak Jung dan Jung mengiyakan. Mengingat hari dimana dia menyetujui pernikahan Jung, So pun menganggap kalau anak itu terlalu besar untuk menjadi anak Jung. So kemudian bertanya umur si anak.

“Aku yakin kau sibuk mengurus negara. Kenapa repot-repot menanyakan anakku?” ucap Jung dan menggendong anak perempuan itu. So melihat jepit rambut yang anak itu pakai dan dia meminta Jung menghentikan langkahnya. Jepit itu sama persis dengan yang So berikan pada Soo.

Melihat ekspresi terkejutnya So, Jung pun sadar kalau So sudah tahu identitas anak perempuan itu. So kemudian meminta Jung untuk meninggalkan anak itu. Sudah janji pada Soo, Jung pun langsung berlutut dan berkata kalau dia tak bisa meninggalkan anak itu di istana.

“Demi anak ini… Dia(soo)  minta agar dia (anak)  tidak tinggal di istana. Ini sangat menakutkan dan kesepian. Dia ( soo ) bilang tidak ingin dia ( anak ) di sini.  Itulah yang Hae Soo cemaskan hingga saat ia meninggal,” ucap Jung tentang pesan Soo di saat-saat terakhirnya. So terdiam mendengarnya.

“Pangeran Ke-14 , Wang Jung. Aku melepaskanmu dari pengasingan ke kampung halamanmu. Aku akan suka jika kau datang  ke istana setiap hari dan nanti,” ucap So dan pergi. Jung pun langsung memeluk anaknya.

Saat berjalan kembali ke istana, So bertemu dengan Ji Mong yang hendak pergi meninggalkan istana. So kemudian mengingatkan Ji Mong dengan janji yang pernah dia katakan, Ji Mong berkata kalau dia bukan orangnya siapa-siapa, dia adalah orangnya raja.

“Iya. Namun, kupikir rajaku adalah satu orang. Dia adalah kakak dan temanku.  Dia adalah seorang raja,” jawab Ji Mong. “Mengenai Nyonya Hae Soo, kupikir dia bukan dari dunia ini. Ketika berpikir kembali tentang hal, ada banyak contoh yang kau sadari. Kau harus melupakan dia.  Bila kau merindukan orang yang kau tidak bisa temui, kau akan berakhir sepertiku,” ucap Ji Mong dan pergi.

loading...

Saat berjalan pergi, Ji Mong teringat kembali pada tawa canda para pangeran. Setelah Ji Mong melewati pintu gerbang istana, tiba-tiba langit menjadi gelap dan muncul cahaya yang berbentuk bundar. Hal itu sama seperti kejadian ketika Soo tercebur ke danau dan tiba-tiba muncul di zaman Goryeo.  Kita juga diperlihatkan pada potongan-potongan kebersamaan antara  Soo dan So.

Go Ha Jin terbangun dari tidurnya dengan kaget dan pipi basah. Dia menangis dalam mimpi. “Kenapa aku seperti ini lagi? Serius, siapa dia sampai aku seperti ini?” tanya Ha Jin yang sepertinya tidak ingat dengan apa yang terjadi di zaman Goryeo.

Kita dialihkan pada pameran Budaya Make-up Era Goryeo. Seorang pria menjelaskan bahwa, “Goryeo dipengaruhi oleh ajaran Budha,  untuk membersihkan mata dan mandi. Dan, itu adalah era ketika produk mandi dan makeup mulai berkembang. Dinasti Song penulis So Kyung berwisata ke Goryeo dan menulis dalam bukunya…”

Disisi lain, kita juga melihat Ha Jin sudah berdiri di depan stand kosmetik yang berlabel “isoi.” Ha Jin kemudian menceritakan tentang mimpinya pada rekan kerjanya. Ha Jin mengaku kalau dia sudah bermimpi dengan mimpi yang sama selama hampir satu tahun ini.

“Dia pria dengan bekas luka panjang  di wajahnya seperti ini. Dia menutupinya dengan topeng. Dia juga berpakaian dengan cara kuno,” cerita Ha Jin dan rekannya berkata kalau semua itu pasti karena Ha Jin baru kembali dari kematian. Ya, Ha Jin hampir mati tenggelam di danau, dia pingsan dan kemudian baru tersadar setelah 1 tahun kemudian.

“Aku baik-baik saja sekarang.  Aku tidak tahu kenapa saat aku memimpikan dia… Aku berakhir dengan menangis,” ucap Ha Jin.

Dari jauh, Ha Jin kemudian melihat pria yang sedang menjelaskan tentang make up zaman Goryeo. Namun dia tak melihat wajahnya secara full. Dia hanya melihat wajahnya dari samping dan pria itu mirip dengan Ji Mong.

Pria yang mirip Ji Mong itu kemudian menghampiri Ha Jin dan pria itu terus menatapnya, sehingga membuat Ha Jin tak mengerti. Pria itu kemudian membaca nama Ha Jin yang terpasang di nametag-nya. Karena nama belakang Ha Jin adalah Go, pria itu kemudian berkata kalau di zaman Goryeo, nama belakang Go dulunya adalah Hae.

“Oh, benarkah? Kami kebetulan menjual  makeup dari era Goryeo. Itu kebetulan yang bagus,” jawab Ha Jin.

“Tidak ada yang namanya kebetulan.  Hal hanya kembali ke tempat asal mereka,” ucap pria itu dan Ha Jin tak mengerti dengan apa yang dia maksud.

Pria itu kemudian mencium aroma mawar dan Ha Jin menjawab kalau produk mereka memang mengandung banyak minyak mawar. “Terutama serum ini,” ucap Ha Jin dan kemudian menunjukkan sebuah serum. “Ini dibuat dengan minyak mawar Bulgarian dalam ekstrak cordata houttuynia,” jelas ha Jin dan tiba-tiba dia terngiang ada seorang pria yang berkata:

Minyak mawar Bulgaria. Kau tidak menggunakannya, kan?” dan itu adalah suara Baek Ah.

Mendengar suara itu, Ha Jin terlihat bingung sampai pria itu bertanya apa ha Jin baik-baik saja dan Ha Jin pun menjawab kalau dia baik-baik saja.

Ha Jin kemudian menunjukkan sebuah BB cream. “Oh, apa kau tahu ada BB cream selama era Goryeo? Banyak pria yang memakainya sekarang…..” dan lagi-lagi Ha Jin terdiam karena dia terngiang suara So yang berkata: “Kau sebaiknya bersiap sekarang. Aku takkan pernah membiarkanmu pergi.”

Terngiang suara So, Ha Jin jadi pusing dan kakinyalemas. Melihat itu, rekannya datang dan menyuruh Ha Jin pulang untuk istirahat, sedangkan urusan pengunjung, dia yang akan mengurusnya. Ha Jin pun pergi.

Setelah berganti pakaian, Ha Jin melihat pameran lukisan era Goryeo. Melihat lukisan-lukisan itu, Ha Jin shock dan tak percaya, dia sadar kalau apa yang terjadi padanya di mimpi, benar-benar terjadi bahkan ada bukti sejarahnya berupa lukisan dan hal itu bukan sekedar mimpi.

Di galeri itu juga terpasang lukisan besar, Raja Gwangjong yang tak lain adalah So. Melihat lukisan itu, Ha Jin kembali teringat hari-hari nya bersama So. Ha Jin kemudian membaca keterangan di samping lukisan Gwangjong, dimana keterangan itu berisi:

“Nama So.”

“Pembebasan budak dari perang.”

“Gwangjong adalah raja yang baik dan bijaksana.”

“Pembersihan”

Membaca semua itu, Ha Jin pun lega karena So dikenal bukan sebagai raja berdarah.

“Maaf.  Maaf karena meninggalkanmu sendirian.  Maaf… Maaf,” ucap Ha Jin ketika melihat lukisan So sendirian di depan istana.

Kita kembali ke zaman Goreyo, dimana So masih berdiri di depan istana dan tak lama kemudian Baek Ah muncul dan memberitahu So kalau Wook sudah meninggal. So memejamkan matanya, menahan rasa sedih. Baek Ah kemudian pamit lagi, karena tak ada orang lagi yang harus dia temui di istana kecuali So. Ya, semua orang sudah pergi dari istana. Hanya tinggal So sendiri disana, bersama Yeon Hwa dan anaknya yang tak dia sukai.

So menoleh dan berkata, “Hidup itu singkat.”

Flashback!

So dan Soo jalan bersama dan So kemudian berkata kalau kata-kata terakhir Raja Taejo adalah hidup itu singkat, jadi semua itu singkat dan sia-sia.

“Dia bilang hidup itu sangat singkat. Tapi kupikir dia salah.  Kau dan aku bersama seperti ini, jadi bagaimana bisa sia-sia?” ucap So dan Soo berhenti untuk menatap danau. Soo menatap danau dengan tatapan kosong, sehingga So berkata kalau dia selalu merasa gugup setiap kali melihat ekspresi wajah Soo seperti itu. So merasa kalau Soo akan meninggalkannya dan pergi jauh.

“Apa yang kau takuti? Apa yang kau sembunyikan?” tanya So.

“Ini hanya… Aku merasa gelisah setiap hari aku tinggal di sini.  Setiap langkah yang ku ambil… Rasanya aku harus hati-hati,  seolah aku berjalan di atas es yang tipis.  Terkadang, aku merasa seperti tidak bisa bernafas,” jawab Soo.

“Meskipun ada aku? Kau masih merasa begitu?”

“Jika kita bertemu di dunia lain dan di lain waktu Aku berpikir betapa bagusnya itu.  Kalau saja itu bisa… Aku tidak akan takut.  Aku bisa bebas… Sesungguhnya, aku bisa bebas mencintai kalian semua,” jawab Soo

Flashback End!

So menghapus make-au yang ada di bagian bekas lukanya dan dalam hati dia berkata, “Jika kita tidak dari dunia yang sama… Aku akan menemukanmu. Soo-ku.”

The End

Kita diperlihatkan kembali pada So dan Soo yang jalan-jalan berdua. Soo mengeluh kalau lututnya sakit. Mendengar itu So langsung celingukan, karena tak ada orang, diapun langsung jongkok dan menyuruh Soo untuk naik punggungnya. Awalnya Soo menolak karena So adalah seorang raja, tapi setelah memastikan tidak ada orang, Soo pun naik punggung So dan So langsung membawa Soo berlari kencang.

 

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinopsis scarlet heart ryeo episode 20
  • sinopsis moon lovers 2
  • jumong
  • moon lovers sinopsis
  • Sinopsis moon lovers eps 20
  • sinopsis drakor scarlet heart
  • sinopsis film korea scarlet heart

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *