Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 2, bercerita tentang Ratu Yoo yang meninggal dan sebelum dia meninggal dia sempat memegag pipi So. Di pegang pipinya oleh Ratu Yoo, membuat So sangat bahagia, karena selama 25 tahun wajahnya tak pernah di setuh oleh ibunya sendiri. Walaupun dia harus merasakan hal  tersebut di akhir hidup sang ibu. Setelah Ratu Yoo meninggal, So membolehkan Jung masuk untuk melihatnya.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 2

sumber konten dan gambar dari SBS

Yeon Hwa mendengar Ratu Yoo pingsan dan diapun langsung menemuinya. Yeon Hwa menanyakan keadaan Ratu Yoo pada dayang.

“Dokter mengatakan kepada kami bahwa baik Raja atau Ratu harus meninggalkan Ibu Suri jika kau bisa,” jawab dayang dan tepat disaat itu Ratu Yoo membuka mata. Hal pertama yang keluar dari mulutnya adalah nama Jung, dia meminta dipertemukan dengan Jung.

Tepat disaat itu So datang dan dia mengatakan pada Yeon Hwa kalau mulai sekarang, hanya dia yang akan merawat Ratu Yoo. Dia juga memberi peraturan kalau tak ada orang yang beleh memasuki ruangan itu tanpa seizinnya.

So menghampiri Ratu Yoo dan mengelap keringat di wajahnya. Dia juga meminta agar sang ibu cepat pulih. Ratu Yoo hanya menatap benci pada So, tanpa bisa berkata apa-apa. Yang terdengar hanya tarikan nafas Ratu Yoo yang terdengar kasar.

Jung hendak menemui ibunya, namun di larang. Di depan istana sudah di perintahkan beberapa pasukan khusus untuk berjaga.

So sendiri sekarang sedang menikmati makan malam bersama Soo dan Soo meminta So untuk membiarkan Jung masuk. Tentu saja So tak mau, dia bahkan terlihat marah karena mengetahui Soo yang mengirim pesan pada Jung tentang keadaan Ratu Yoo. So mengingatkan Soo kalau Jung akan langsung di eksekusi jika dia masuk istana.

Sebelum pergi, So mengingatkan Soo kalau dia tak akan membiarkan Jung masuk istana, bahkan jika itu Soo yang membantunya.

Jung masih berdiri di depan istana dengan wajah pucat, dia sudah berdiri di sana berhari-hari. Tanpa makan dan minum. Baek Ah menghampiri dan memberikan sebotol air putih, tapi bukannya di minum, Jung malah menyiramkan air itu ke kepalanya sendiri.

So berada di kamar Ratu Yoo dan hendak menyuapinya makan, namun Ratu Yoo menolak. Dia sudah menolak makanan dan minuman dari So selama 5 hari. Melihat sikap keras kepalanya sang ibu, So pun bertanya apa Ratu Yoo hendak mati dengan cara seperti itu? Ratu Yoo tak menjawab, dia hanya terus memanggil Jung.

“Lihat. Anak mana yang ada di sisimu sekarang? Yo yang lengkap dan sempurna… Ada di akhirat sekarang.  Jung, putra yang sangat kau cintai, bahkan tidak bisa berada di sisimu. Yang kau punya sekarang adalah aku.  Aku telah menjadi raja dan aku melindungimu,” ucap So dan Ratu Yoo kembali teringat saat So muncul dengan bau darah.

Flashback!

Saat itu, So berkata kalau Ratu Yoo akan selalu mengingat hari itu, karena di hari itu Ratu Yoo sudah membuangnya. Namun So berjanji kalau mulai saat itu, Ratu Yoo hanya akan melihat So.

Flashback End!

“Aku akan membangun sebuah  kuil untuk menghormatimu. Aku akan membangun yang terbesar  dan termegah di seluruh Goryeo yang sempurna menghormatimu, Ibu. Juga, aku akan membuat cerita tentang  hubungan kita dan menyebar luaskan itu.  Aku akan beritahu mereka betapa kau sangat peduli padaku dan betapa aku menyukaimu, Ibu. Kita akan menjadi ibu dan anak yang mencintai satu sama lain. Semua orang akan tahu itu.  Dan aku… Aku akan menjadi satu-satunya  anakmu yang berharga. Ini… Balas dendamku… Atas pengusiran diriku olehmu,” ucap So dan nafas Ratu Yoo terengah-engah mendengarnya.

Ratu Yoo kemudian memegang pipi So dan menghembuskan nafas terakhirnya. Saat tangan sang ibu akan turun kembali, So langsung menangkapnya. Dia menggenggamnya dan menempelkannya ke pipi lagi. So menangis sambil terus menggenggam tangan sang ibu.

Soo menemui Jung dan mengajaknya masuk ke istana. Dia mengajak Jung untuk melihat Ratu Yoo yang terakhir kalinya sebelum di kremasi. Jung menangis disamping ibunya yang sudah tak bernyawa dan Soo hanya beridir di sampingnya. So masuk dan memberitahu Jung untuk segera pergi, karena sebentar lagi peraturan untuk Jung akan di aktifkan kembali. Sedangkan untuk urusan Ratu Yoo, So sendiri yang akan mengurusnya.

Soo menemui So yang marah karena Soo memilih berada di pihak Jung. Soo berusaha menjelaskan kalau bukan itu yang terpenting sekarang, karena ego So, Jung jadi tidak berada di sisi Ratu Yoo di detik-detik kematiannya.

“Dia bukan yang paling menyedihkan. Aku yang selama ini selalu dibuang,” ucap So. “Tepat sebelum dia meninggal… dia akhirnya menyentuh wajahku. Dalam 25 tahun hidupku,  aku tak pernah memiliki dia untuk diriku sendiri. Apakah begitu salah  untuk melakukan itu?” tanya So dan Soo hendak menyentuh pipi So, namun So menangkap tangannya. Dia tak mau Soo sentuh.

“Kau… seharusnya mengatakan kau mengerti aku,” ucap So dan pergi.

 

So memanggil Won dan bertanya siapa orang yang punya ide untuk menaruh merkuri di kolam mandi Raja Moo. Namun Won tak mau menjawabnya, walau So sudah memancing dengan menyebut nama Wook.

So kemudian membahas tetang Chae Ryung yang awalnya bekerja di rumah Won, sebelum di pindahkan ke rumah Wook. So juga tahu kalau Wook dan Won lah yang menempatkan Chae Ryung di Damiwon. Selain itu, So juga ingin mengkonfirmasi kalau serangan terhadap Moo dan pemberontakan Wang Gyu adalah ide Wook. Tapi Won tetap diam.

“Jika itu bukan Wook… Aku harus menganggap itu adalah kau,” pancing So dan Won langsung mengaku kalau bukan dia dalang di balik semua itu. Karena dia tak sepintar itu untuk menyusun semuanya.

Ji Mong  kemudian mengancam akan menghukum Won atas penipuan timbangan ketika menjual perak pada pedangan, jika Won masih tak mau bicara. Hukumannya berupa dimasukkan ke dalam kuali mendidih.

“Aku hanya melakukan hal-hal yang disuruh,” aku Won akhirnya. “Itu semua ide… Wook. Dia merencanakan itu dengan mendiang raja,” tambah Won.

So terlihat sangat marah mengetahui hal tersebut. “Lalu… Aku akan tanyakan satu hal lagi,” ucap So, namun kita tak diperdengarkan pada pertanyaan So, karenakita langsung dialihkan ke Damiwon.

loading...

Soo merasa ada sesuatu yang aneh di Damiwon dan dia kemudian bertemu dengan Woo Hee. Dia bertanya-tanya tentang keberadaan Chae Ryung. Mendengar itu, Woo Hee hanya diam seperti ada hal yang dia sembunyikan.

Soo pergi keluar dan melihat seseorang di bungkus tikar dan dipukuli sampai mati. Soo kemudian bertanya pada salah satu dayang, dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan dayang itu menjawab kalau Raja yang menyuruh mereka menonton semua itu, “Dia mengatakan bahwa inilah yang akan terjadi jika kau berbicara sembarangan di istana.”

Soo hendak  menghampiri orang yang di pukuli, namun Ji Mong mencegahnya. Pada Ji Mong, Soo bertanya kenapa So melakukan semua itu? Ji Mong pun menjawab kalau dayang Damiwon melakuka kejahatan, jadi harus di hukum pemukulan.

“Dayang Damiwon? Siapa itu? Siapa?” tanya Soo dan berusaha menguatkan diri. Ji Mong kemudian menjawab kalau orang itu adalah Chae Ryung. Mendengar nama itu, Soo langsung shock dan dengan langkah lemah dia berjalan menghampiri Chae Ryung. Tepat disaat itu prajurit membuka tikar dan ketika Soo melihat Chae Ryung dengan tubuh penuh luka dan tak bernyawa lagi, Soo langsung jatuh pingsan.

Saat pingsan, Soo teringat kembali pada kenangannya bersama Chae Ryung. Mulai dari Soo masih menjadi majikannya sampai Chae Ryung menggenggam tangannya di tempat doa.

Soo sudah dibaringkan di kamarnya, So marah pada tabib karena tidak memberitahunya kalau Soo punya penyakit. Tabib keluar dan Soo membuka mata. Soo langsung duduk dan saat So hendak membantunya, Soo langsung menolak dan menyuruh So pergi. Namun So tak mau pergi.

“Bagaimana bisa kau? Bagaimana bisa kau lakukan itu? Bagaimana bisa kau begitu pada orang?” teriak Soo dengan tatapan marah. “Kau memukulnya sampai mati seperti anjing?” tanya Soo lagi.

“Chae Ryung… memata-mataimu  sepanjang waktu ini,” ungkap So. “Dia memberitahu Pangeran Ke-9 tentang kita. Informasi itu sampai ke Ibu Suri.  Dia mengambil barangmu dari Damiwon. Mereka menciptakan kecurigaan bahwa kau adalah mata-mata asing,” sambung So dan Soo ingat kalau hanya Chae Ryung yang melihatnya menulis hangul.

“Dia yang bertanggung jawab untuk mencegah kita dari menikah. Itu juga Chae Ryung yang  menaruh merkuri di air mandi Moo,” tambah So dan Soo ingat ketika Soo hendak membahas tentang merkuri dengan Chae Ryun, Chae Ryung langsung ketakutan dan berkata kalau dia bukan dia yang melakukannya.

“Kau ingat saat pertama kali  kau memasuki istana? Melalui gua yang ada di pemandian Damiwon. Itu Chae Ryung yang pertama kali memberitahumu soal tempat itu. Chae Ryung mempelajari itu dari Pangeran Ke-9. Itu sebabnya Eun tidak bisa melarikan diri. Pangeran Won dan Wook tahu tentang itu dan menyuruh penjaga menunggu di sana,” ungkap So dan Soo ingat kalau dia dan Wook pernah ketemuan di tempat itu. Soo meneteskan air mata mengetahui semua itu.

“Dia berusaha tetap di sisimu  untuk membuat kita terpisah. Dia sedang menunggu sejenak untuk menyakitimu. Aku tidak punya alasan  atau perlu memaafkannya,” sambung So.

“Gadis itu… Gadis itu… satu-satunya kejahatannya adalah dilahirkan sebagai budak. Dia adikku,” ucap Soo dan menangis. So memegang pundaknya dan menyuruh Soo istirahat. Saat sendirian, Soo melihat sebuah surat dan dia pun mengambilnya.

Di ruang Raja, So terlihat sangat emosi, sampai-sampai dia membuang mejanya. “Itu Wook. Itu semua datang dari kepalanya.  Itu semua dimulai dengannya.  Dia berani menggunakan  tahta sebagai umpan dan berpikir ia bisa bermain-main  denganku sesuka dia?” ucap So emosi dan Baek Ah meminta So untuk menyelidikinya terlebih dahulu baru mengambil keputusan.

“Siapa lagi yang aku punya? Yang aku punya adalah kau dan Hae Soo. Ini semua karena Wook. Sekarang aku sudah menjadi  monster untuk Soo. Aku takkan pernah membiarkan  dia pergi dengan ini,” tambah So dengan ekspresi penuh kebencian.

Soo membuka surat yang ditulis sendiri oleh Chae Ryung. Melihat itu, Soo menghela nafas kesal karena ternyata banyak yang Chae Ryung sembunyikan darinya. Chae Ryung mengaku tak bisa membaca, padahal dia bisa menulis dengan sangat baik.

“Dear Nona Hae Soo. Nona, tolong awasi keluargaku. Aku tahu akhirnya akan segera datang. Aku ingin mengakui semuanya padamu. Aku tidak memiliki kesempatan untuk melakukan itu lagi. Aku hanya seseorang yang tidak bisa berhenti mencintai setelah aku mulai.  Aku orang yang bodoh,” tulis Chae Ryung dalam suratnya.

Flashback!

Chae Ryung kecil meminta-minta uang pada semua orang yang dia temui, namun tak ada yang mau memberikan sepeserpun uang padanya. Tepat disaat itu Won lewat dengan tandunya dan dia memberi Chae Ryung sebuah uang perak.

Chae Ryung sudah dewasa dan bekerja di tempat Won. Dengan baiknya, Won mengajari Chae Ryung cara menulis dan membaca. Sikap Won yang begitu baik, membuat Chae Ryung jatuh cinta padanya. Dia bahkan senang menatap Won yang sedang tertidur.

Flashback End

“Aku yakin bahwa kau akan mengerti perasaanku.  Chae Ryung tidak menyesalinya. Aku tidak membenci siapapun. Apakah ada nilai dalam  melakukan sesuatu atau tidak… itu adalah sesuatu yang hanya bisa kau jawab sendiri,” sambung Chae Ryung dalam suratnya.

So masuk kamar dalam keadaan mabuk dan di tempat tidur dia melihat seorang wanita memakai topeng milik Soo. Mengira itu adalah Soo yang tak marah lagi padanya, So pun langsung menghampirinya. Dia memeluk dan hendak mencium wanita itu. Namun sebelum dia melakukannya, So merasa kalau wanita itu bukan Soo. So membuka topeng dan ternyata benar, wanita itu adalah Yeon Hwa. Dengan kesal, So langsung mendorong Yeon Hwa.

“Aku sudah bilang jangan serakah,” ucap So.

“Kau tertipu oleh topeng belaka.”

“Keluar.”

“Kau mengatakan kepadaku  untuk puas hanya menjadi ratu. Maka kau harus membuat  kesepakatan ini jadi benar. Kita mengejar hal yang sama dalam Goryeo, Yang Mulia. Kau ingin melindungi tahta dan aku… Butuh seorang pewaris.  Aku harus membuat  anak kita menjadi raja,” ucap Yeon Hwa dan memeluk So.

“Bagaimana jika aku menyuruhmu untuk berpaling dari Wook dan keluargamu? Bisa kau melakukan itu? Apa kau sungguh bisa  berpaling dari keluargamu? Jika kau menjadi satu-satunya ratuku.. Maka aku akan membuat anak  kita menjadi Putra Mahkota.  Kau akan menjadi ratu dan Ibu Suri,” jawab So memberi penawaran.

Soo pergi ke Damiwon sambil membawa tusuk kondenya. Tak lama kemudian Baek Ah datang menemui Soo, karena Soo tak ada di kamarnya.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Orang yang aku cintai… Telah membunuh adikku,” tanya Soo pada Baek Ah.

“Raja sudah tahu lama bahwa Chae Ryung merencanakan sesuatu. Itu sebabnya ia mencoba membuat dia  untuk meninggalkan istana dan sisimu. Tapi dia sangat dekat denganmu.  Jika dia tidak mencoba untuk tinggal di istana lagi dia tidak akan melakukan itu,” jawab Baek Ah.

“Tak peduli apa salahnya dia… Bagaimana bisa dia menghukumnya begitu kejam? Aku tidak tahu caranya  melarikan diri dari penderitaan ini. Chae Ryung… Hanyalah orang yang sedang jatuh cinta,” ucap Soo sedih dan Baek Ah memintanya untuk tidak berkata seperti itu, karena itu akan membautnya tambah cemas pada Soo.

“Menurutmu bagaimana perasaan kakakku? Dia sangat khawatir.  Dia benar-benar peduli,” ucap Baek Ah dan Soo kemudian meminta Baek Ah untuk memberikan tusuk kondenya pada Jung, berikut pesan, “Aku bersedia.”

“Jika dia melakukan itu…Kau takkan sedih lagi, kan?” tanya Baek Ah dan Soo mengiyakan.

” Hae Soo… Dengan putus asa…Menginginkannya,” tambah Soo dengan sedih.

Bersambung.

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *