Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 1, berceritan tentang So yang diminta untuk menikah dengan Yeon Hwa demi mempertahankan tahtanya. Sebenarnya So tak mau melakukannya, tapi karena Soo yang mempersilahkan dirinya untuk menikah dengan Yeon Hwa, jadi So pun menikah. Setelah menikah, So mengumumkan kalau dia menghukum Jung untuk mengungsi ke kampung halamannya, dia melarang Jung masuk istana, kalau sampai dia melakukannya maka dia akan di eksekusi.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 17 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 17 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 – 1

sumber gambar dan konten dari SBS

 

Yeon Hwa memberitahu Soo kalau dia akan menikah dengan So dan menjadi Ratu. Jika So menolak, maka dia akan dipaksa turun dari tahta, karena tak ada yang mendukung So dan tak ada yang memberi kekuatan padanya. Selain itu, Raja tak bisa menikah dengan wanita yang mempunyai bekas luka di tubuhnya, jadi Soo tak punya harapan untuk menikah dengan So. Mendengar itu, Soo terdiam dan shock. Dia tak bisa lagi menjawabi ucapan Yeon Hwa.

“Aku Hwangbo dari Hwangju. Aku putri dari mendiang Raja Taejo. Jika aku tidak bisa melakukannya,  siapa yang bisa melindunginya?” ucap Yeon Hwa dan kemudian pergi.

Wook juga mengatakan hal yang sama pada So, dia berkata kalau So tidak bisa menikahi Soo karena bekas luka yang dia punya. Sekarang ada dua pilihan di tangan So, dia memilih menikahi Soo atau turun dari tahta. Tentu saja So menjawab kalau dia tak mau kehilangan keduanya, karena tujuan dia naik tahta adalah untuk hidup bahagia dengan Soo. So tidak akan membuang Soo, karena dia sendiri punya bekas luka yang lebih besar dari milik Soo.

Soo dan So makan malam dalam diam. Mereka tak berkata atau pun membahas apa-apa, padahal ada banyak hal yang harus mereka bicarakan.

Seorang menteri menemui So dan berkata kalau keluarga Yoo menginginkan kemerdekaan. Selain itu, para menteri meminta kontrol militer dan pajak lagi. Baek Ah menjawab kalau karena relokasi ibukota ke Seokyeong dihentikan, keluarga yang kuat di kabupaten hanya memprotes.

“Chungju Yoo dan Hwangju Hwangbo,  keduanya menyalahkanmu. Pertarungan ini tidak akan mereda segera,” ucap si menteri.

“Ku pikir kau mencoba mengatakan sesuatu. Jangan berbelit-belit,” suruh So.

“Aku akan langsung ke intinya.  Kau harus menikahi Putri Yeon Hwa. Jika kau menikahi Putri Yeon Hwa, semua masalahmu akan terselesaikan.  Itulah pendapat yang kami miliki,” saran si menteri dan So menjawab kalau dia sendiri yang memutuskan dengan siapa dia akan menikah. Si menteri memberitahu So kalau dia tidak bisa menikah dengan gadis dari Damiwon, karena So tak harus terlalu terikat dengan tahta.

“Jaga ucapanmu!” ucap Baek Ah dengan nada tinggi dan si menteri langsung terdiam.

Ratu Hwangbo menemui So dan berkata, “Entah ini Chungju Yoo atau keluarga kuat lainnya, mereka akan berusaha memecah belah bangsa ini. Apa kau akan membiarkan Goryeo hancurselama pemerintahanmu, Yang Mulia?”

“Kau berlebihan,” jawab So.

“Ayahmu bekerja terlalu keras untuk membangun negeri ini. Dia mengorbankan begitu banyak. Dia melakukan begitu banyak  untuk melindunginya. Itulah satu-satunya alasan  yang membuatku khawatir. Itu sebabnya aku mengusir anakku dan itulah sebabnya aku menawarkan putriku,” aku Ratu Hwangbo yang kemudian menunjukkan buku milik Soo yang dia tulis dengan huruf hangul.

“Dia menulis kata-kata yang  tidak ada orang yang tahu. Melihat apa yang dia lakukan di Damiwon, dia bukan gadis normal. Dia tidak punya latar belakang.  Namun, dia memiliki banyak kelemahan,” tambah Ratu Hwangbo.

“Aku tidak peduli dengan hal seperti itu.  Apa yang begitu hebat dari kursi ini?” tanya So.

“Kau tahu bahwa ku harus mati  untuk meninggalkannya,” jawab Ratu Hwangbo.

Soo menemui Chae Ryung dan memberitahunya kalau Raja setuju untuk tetap berada di Damiwon. Chae Ryung kemudian membahas tentang Yeon Hwa yang akan menjadi Ratu, dia mengaku kesal karena yang seharusnya Soo lah yang menjadi Ratu bukan Yeon Hwa. Bahkan sebelum ada keputusan dari So, Yeon Hwa sudah menyuruh para dayang Damiwon untuk mempersiapkan pernikahan kerajaannya.

“Ini semua salah paham, kan?” tanya Chae Ryung, namun Soo tak bisa menjawab.

Ji Mong kemudian menemui Soo dan mengajaknya bicara di ruangan para pangeran, dimana dulu mereka sering berkumpul disana.

“Tempat ini dulunya penuh kehidupan. Pangeran Ke-10 mencintai sayap terbang ini. Pangeran Ke-3 dan Pangeran Ke-8 menikmati membaca buku di sana. Dan gambar bintang itu? Pangeran Ke-14 sangat menyukai itu.  Pangeran Ke-9 selalu bertanya padaku tentang alkimia. Baek Ah selalu sibuk menggambar.  Semua itu berlalu dalam sekejap mata,” cerita Ji Mong mengingat masa lalu.

“Aku tahu bahwa kau sangat  peduli pada para pangeran,” ucap Soo dan Ji Mong membenarkan. Karena alasan itulah, dia kemudian memutuskan untuk memberitahu Soo agar menyerah pada keinginan menikah dengan So. Ji Mong tahu, kalau So akan tetap keras kepala sampai akhir, jadi jalan satu-satunya adalah Soo yang harus melepaskannya.

Namun Soo berkata dia tak mau melakukannya, sebab dia sudah melalui banyak hal dan menungu dalam waktu yang lama untuk mendapat kesempatan menikah dengan So. Dia berusaha melewati semua itu karena dia yakin suatu saat hari itu akan benar-benar datang padanya. Kalau pada akhirnya dia harus menyerah, lebih baik dia menyerah dari dulu. Selain itu, ketika So berusaha tetap memperjuangkan, jadi diapun tak bisa menyerah. Dia akan bertahan.

Ji Mong kemudian mengingatkan Soo pada semua kejadian yang sudah terjadi di istana. Moo di tenggelamkan, Eun di bunuh dan Yo meninggal karena stres.

“Entah kapan dan di mana sesuatu yang mungkin terjadi padanya. Jika seseorang meninggal karena keras kepalamu apa kau bisa membebaskan  diri dari kesalahan? Aku telah melihat banyak orang yang jatuh. Untuk menghentikan tragedi lain, tahta harus menjadi lebih kuat. Kau mungkin dapat menjadi sumber kenyamanan bagi Yang Mulia tetapi kau tidak akan dapat menjadi sumber kekuatannya. Kau tidak cocok untuk Raja,” ucap Ji Mong dan dada Soo merasa sesak mendengarnya.

Soo menemui So di singgasana, karena saat itu So sedang sendirian. Wajah frustasi So langsung hilang saat melihat Soo.

“Siapa bilang kau bisa masuk ke sini tanpa izin?” tanya So.

“Hanya saja semua orang sudah tahu berapa banyak kau mendukungku, Yang Mulia,” jawab Soo dan So berkomentar kalau semua orang akan beranggapan kalau dia hanya menakutkan di luar saja, jika mereka melihat Soo yang tak pernah takut padanya.

“Lalu, kau ingin pergi ke luar dan bersenang-senang denganku? Kau lupa? Ini malam ritus eksorsisme,” ajak Soo yang ingin merayakan ritus eksorsisme di pasar dan So mengatakan kalau mereka tak bisa keluar istana dengan bebas karena sekarang So sudah menjadi Raja. Mereka harus menyiapkan pengawal dan dayang.

Soo kemudian menunjukkan topeng yang dia bawa, dengan topeng itu mereka bisa keluar istana tanpa ada yang tahu kalau yang keluar adalah seorang Raja. So setuju dan merekapun pergi bersama.

Soo senang bisa jalan-jalan di pasar bersama So. Ditempat yang sama, Soo kemudian menceritakan saat dia melihat So berlari mengejar penjahat dan tanpa sadar Soo mengikutinya. Soo kemudian mengajari So janji kelingking.

Sambil jalan, So sengaja menggenggam tangan Soo dan mereka pun jalan sambil bergandengan tangan. Mereka bersenang-senang dan berdoa. Melihat Soo berdoa, So kemudian memeluknya dari belakang dan mencium pipinya.

loading...

Soo kemudian mengajak So pergi ke tempat dia biasa berdoa, dimana di tempat itu, Soo sudah menyusun batu mirip dengan yang ada di tempat berdoa. Soo juga mengaku membuat tempat itu untuk mengungkapkan semua keingiinannya.

“Apa kau menumpuk mereka sendiri untuk mendapatkan lamaran?” tanya So dan Soo membenarkan, karena So pernah berjanji akan melamarnya di tempat doa.

“Ketika aku pertama kali bertemu denganmu, kau seharusnya lari,” ucap So dan Soo menjawab kalau dia sudah berlari tapi So menangkapnya.

“Aku tidak ingat apa yang pertama menarikmu kepadaku. Ada banyak alasan sekarang.  Aku harus hidup bersamamu. Mari kita hidup bersama. Menikahlah denganku,” ucap So dan Soo langsung berkaca-kaca mendengarnya lalu dia  menjawab kalau dia tak bisa menikah dengan So.

“Aku… tidak bisa melakukan apa-apa untukmu kecuali memberikan kenyamanan. Ini akan sulit bagiku untuk  menikah denganmu,” ungkap Soo dan So bertanya dengan siapa Soo bicara terakhir kali.

“Aku tidak akan menyerah padamu karena bekas luka itu. Tidak ada yang bisa memaksaku,” ucap So dan Soo menjawab kalau dia tak akan menyerah. Dia akan terus bersama So.

“Jika aku menjadi seorang ratu atau istrimu, aku akan terikat oleh aturan istana. Aku takkan bisa menemuimu kapanpun aku ingin  dan aku harus mengikuti tata krama. Itu tidak sesuai denganku. Kau tahu itu,” ucap Soo dan membelai pipi So. “Aku akan baik-baik saja.  Aku sungguh… baik.”

“Bahkan bila aku tak bisa menikahimu… Kau tidak bisa meninggalkan aku.  Aku takkan membiarkanmu pergi.  Kau harus jadi milikku.  Kau tidak bisa pergi kemanapun. Aku takkan pernah mengizinkan itu,” ucap So dan kemudian memeluk So. “Kau… Satu-satunya ratuku,” tambah So dan Soo mempererat pelukannya.

So dan Yeon Hwa menikah. Yeon Hwa kemudian di nobatkan sebagai Ratu baru dan diharapkan bisa bekerja dengan baik dengan para menteri. Dengan ekspresi tak senang, Wook mengucapkan selamat pernikahan pada So. Begitu juga So, dia menjalani pernikahan itu dengan wajah tak senang.

Di kamar kecilnya, Soo mengenakan baju pernikahan untuk Ratu dan teringat pada ucapan So yang berkata kalau baginya, Soo-lah satu-satunya Ratu untuknya.

Soo pergi ke tempat dia berdoa dan Jung menghampiri. Jung berada di luar istana karena dia tak diundang oleh So, padahal Yeon Hwa menyuruhnya datang. Melihat Soo masih berdoa, Jung pun bertanya apa Soo akan tetap bersama Soo, walau sudah diperlakukan seperti sekarang?

“Jangan khawatir.  Aku bukan tidak bahagia.  Almarhum Raja Taejo bilang agar jangan melihat terlalu jauh ke depan di masa depan. Dia mengatakan kepadaku  untuk menikmati saat ini. Itulah yang aku lakukan,” jawab Soo dan Jung bertanya kenapa Soo tidak datang padanya saja, karena Jung akan bersikap baik pada Soo. Mereka bisa meninggalkan istana dan pergi ke suatu tempat yang jauh. Mereka bisa hidup dengan bebas.

“Aku tahu kau akan membawaku jauh ke medan perang dan membuatku menontonmu berjuang,” ucap Soo.

“Katakan saja kau ingin itu. Aku akan membawamu keluar dari sini,” jawab Jung.

“Kau akanmelakukan apapun yang aku inginkan jika  aku mengatakan aku menginginkannya?”

“Ya. “Aku bersedia.” Kau hanya perlu mengatakan  “Aku bersedia.” Ingat itu. “Aku bersedia,” pesan Jung dan Soo mengangguk mengerti. Soo kembali berdoa dan Jung ikut melakukannya.

So membuka penutup kepala Yeon Hwa dan mendekatinya lalu menjauhinya. Tentu saja diperlakukan seperti itu membuat Yeon Hwa kecewa. “Akan ada banyak cara dimana Hae Soo dapat digunakan melawanmu di masa depan. Sebaiknya menyingkirkan resiko……” ucap Yeon Hwa.

“Kau. Fokuslah menjadi ratu.  Jangan lewati batas lagi,” potong So dan pergi. Yeon Hwa di tinggalkan begitu saja di malam pengantinnya, tentu saja dia sangat amat merasa kecewa.

Soo masih berada di tempat doa dan Chae Ryung menghampirinya dengan membawakan kain, karena dia tahu Soo punya masalah dengan jantungnya. “Aku ingat bagaimana Nona Hae dulu menumpuk batu-batu ini di rumah Pangeran Ke-8,” ucap Cahe Ryung.

“Iya. Dia membangun ini.  Aku merindukannya,” ucap Soo dan Chae Ryung langsung berlutut dan berdoa. Melihat itu, Soo bertanya Chae Ryug berdoa untuk apa? Dan Chae Ryung menjawab kalau dia tidak berdoa, dia hanya teringat pada ibunya yang sudah meninggal.

“Aku baik-baik saja. Adikku juga baik-baik saja.  Kau sakit sebelumnya.  Kau sudah baikan sekarang? Aku ingin membuatmu lebih baik.  Tetap saja, itu lega bahwa kau tidak sakit lagi.Aku memikirkan itu sekarang dan nanti,” ucap Chae Ryung dan Soo ikut duduk.

“Aku sehat.  Aku… sangat sehat.  Sangat sehat,” ucap Soo dan Chae Ryung sedih melihatnya. Dia kemudian menggenggam tangan Soo. Dari jauh, So melihat kebersamaan mereka. Tanpa berkata apa-apa, So berjalan pergi.

Soo sudah di kamarnya dan So hendak masuk, tapi tak jadi. Andai So tahu, Soo sedang menunggunya.

“Sekarang karena kalian semua di sini, aku merasa sangat puas. Jadi, dalam rangka penobatanku Aku ingin menunjuk nama era untuk pemerintahanku,” ucap So di rapat istana keesokan harinya. Ji Mong menyambung dengan berkata kalau Yang Mulia ingin menyebut era ini dengan nama “Gwangdeok.”

Mendengar itu, Wook tersenyum sinis kemudian berkata kalau mereka semua akan melakukan seperti yang So inginkan. Wook juga berkata kalau mereka sudah mencari tahu bagaimana cara mendistribusikan beras untuk orang-orang yang dipaksa menjadi buruh, sedangkan untuk urusan keuangan, Wook minta agar So menyerahkan semuanya pada mereka. So tersenyum dan menyetujui ide Wook. Baek Ah sedikit terkejut dengan keputusan itu, namun dia tak berkata apa-apa.

“Dengan menteri yang dapat  dipercaya seperti kalian semua. Aku bisa pergi dan menikmati berburu. Ku pikir aku akan melanjutkan bacaanku.  Ji Mong ingin aku membaca: “Pentingnya Pemerintahan di Masa Pemerintahan Zhenguan.” Ucap So yang sepertinya sengaja menyusun dialog dengan Ji Mong untuk menyindir Wook dan anteknya.

“Tidak ada buku yang lebih baik untuk mempelajari prinsip-prinsip kebajikan,” jawab Ji Mong.

“Dan, Pangeran Ke-14 Wang Jung… bersalah karena pengkhianatan dan akan  dihukum dengan kembali ke kampung halamannya,” ucap So dan Baek Ah langsung memprotesnya.

“Yang Mulia.Kau harus memiliki alasan yang jelas untuk hukuman ini agar masuk akal,” Baek Ah.

“Dia menciptakan kecurigaan penurunan tahtaku dengan mempertanyakan keinginan raja. Dia sengaja menentangku.  Mempertimbangkan bahwa ia adalah adik dari ibu yang sama denganku  Aku tidak mengeksekusi dia, hanya menghapus dia dari kantor. Aku akan kirim dia ke keluarganya di Chungju. Jika ia menginjakkan kaki di Songak setelah hari ini. Dia akan dihukum mati,” perintah So dan semua menter langsung bergumam.

Ratu Yoo mendengar keputusan itu dan langsung jatuh pingsan karena shock. Soo juga diberitahu hal tersebut oleh Baek Ah. Tak bisa membiarkan Jung terkurung di Chungju selamanya, Soo pun mengajak Baek Ah untuk bicara dengan Raja.

“Kau tidak bisa terlibat. Kau tidak punya anak. Kau akan terluka jika terlibat.  Ini bukan hanya argumen antara saudara lagi,” ucap Woo Hee dan Baek Ah membenarkannya.

“Kau harus awasi itu untuk saat ini.  Bicaralah dengan raja saat ia sudah agak tenang,” pesan Baek Ah.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinopsis lengkap drama korea scarlet heart ryeo
  • sinopsis drama korea love moon
  • sinopsis master devil don not kissme
  • sinopsis moon lovers; scarlet heart ryeo full episode
  • sinopsis high school love on lengkap
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *