Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 16 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 16 – 2

 

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 16 – 2, bercerita tentang Soo dan So yang kembali bersama. Semua itu karena kegigihan Soo yang terus mengejar So, karena Soo tahu, So melakukan semua itu karena tak mau Raja menggunakan Soo sebagai alat memanipulasi lagi seperti kasus Eun. Di akhir episode Ji Mong memberitahu So kalau sudah saatnya bagi mereka untuk maju, karena kesehatan Yo sekarang tidak stabil. Dia sering dihantui oleh rasa bersalahnya pada Moo dan Eun, bahkan Yo juga sering berhalusinasi di datangi arwah Raja Taejo.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 16 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 16 – 2

sumber gambar dan konten dari SBS

Mereka berdua kemudian berpapasan dengan Baek Ah dan Woo Hee. Melihat Woo Hee, Jung terlihat tak senang dan Soo kemudian memberitahunya kalau Woo Hee merupakan dayang tertinggi di Gyobang.

“Ah, mantan gisaeng itu? Seperti biasanya, kau selalu begitu. Seorang pembunuh dan sekarang gisaeng,” ucap Jung dengan nada tak senang dan Baek Ah langsung menyuruh Jung untuk menjaga ucapannya. Namun Jung tak mau, dia malah memperingatkan Baek Ah untuk hati-hati pada Woo Hee, karena menurut Jung, Woo Hee mungkin akan menusuk Baek Ah suatu hari nanti.

“Dan, bisakah kau berhenti mengirim orang itu untuk pasukan hanya untuk memata-matai? Seorang mata-mata yang memainkan seruling? Apa itu?” tanya Jung pada Baek Ah.

“Aku tidak bisa berurusan denganmu. Kau pasti menderita karena kau sudah menjadi paranoid,” jawab Baek Ah dan Jung hanya geleng-geleng lalu berjalan pergi.

Setelah Jung pergi, Baek Ah kemudian bertanya pada Woo Hee tentang bagaimana Jung bisa tahu semuanya.

“Dia mungkin seorang jenderal, tapi ada sesuatu yang imut darinya,” jawab Woo Hee dan Baek Ah membenarkan kalau Jung memang imut. Mendengar obrolan Baek Ah dan Woo Hee, Soo malah jadi bingung sendiri. Dia kemudian bertanya apa Baek Ah benar-benar mengirim seseorang? Dan Baek Ah menjawab kalau dia melakukan itu hanya untuk mengetahui apakah Jung baik-baik saja di sana.

“Bagaimana dengan So? Dia ada di ruang mana?” tanya Baek Ah dan Soo terkejut mendengarnya. Dia tak tahu kalau So juga pulang ke istana. Melihat ekspresi terkejutnya Soo, Baek Ah pun langsung meralat kalau dia hanya berasumsi bahwa So pulang.

Yo terlihat tak sehat, bagian bawah matanya terlihat hitam seperti orang kurang tidur. Dengan kondisi seperti itu, dia terus melakukan pemujaan. Ratu Yo masuk dan kemudian memberitahu Yo kalau Jung sudah pulang, jadi Yo harus segera mengambil keputusan. Mendengar itu, Raja semakin kencang melakukan pemujaannya.

“Ibu Kyung Chun Won Keun dari Hubaekje. Kita tidak bisa memberikan Goryeo pada seseorang dengan darah Hubaekje. Jadikan Jung sebagai Putra Mahkota. Kau harus punya seseorang yang mendukungmu, Yang Mulia,” ucap Ratu Yo.

“Kau anggap aku apa, Ibu? Apakah aku orang atau babi? Kau pasti tidak melihatku sebagai anak… tapi seekor babi jantan yang kau korbankan untuk mendapatkan tahta. Ini bukan seolah-olah aku akan segera mati. Namun, kau sudah menggangguku selama bertahun-tahun,” keluh Yo yang kemudian berkata apa Jung menginginkan tahta juga?

Tepat disaat itu, kasim mengumumkan kalau So datang dan ingin menemui Yo. Melihat So, Yo malah berkata pada ibunya kalau dia akan menjadikan So sebagai Putra Mahkota, karena So dan Jung sama-sama anak Ratu Yoo. Tentu saja Ratu Yoo tak bisa menerima hal itu. Dengan nada marah, dia mengajak Yo bicara lagi nanti.

Setelah Ratu Yoo pergi, Yo bergumam kalau So berguna dalam banyak hak. Setelah mengatakan hal itu, Raja kembali melakukan pemujaannya.

Jung dan Wook berpapasan dengan rombongan Soo. Soo dan beberapa dayang damiwon hendak ke ruangan Raja untuk menuangkan teh. Tanpa berkata sepatah katapun, Wook langsung berjalan pergi dan diikuti oleh Jung.

Saat Wook dan Jung masuk, Yo sedang marah pada So karena So ingin menghentikan pembangunan benteng gara-gara banyak budak yang mati. Tepat disaat itu Soo masuk dan dia akhirnya bisa melihat So.

Tanpa perduli dengan apa yang sedang Raja dan So bicarakan, Soo langsung pergi ke meja Raja dan menyajikan teh. So kemudian menjawab kalau mereka tidak punya cukup persediaan sehingga orang bekerja satu hari dan beristirahat di hari berikutnya. Mendengar itu, Yo tambah marah dan melempar So dengan cangkir teh yang sedang Soo sajikan.

Melihat itu, Soo sampai terkejut. Belum selesai rasa terkejutnya, tiba-tiba Raja menggenggam tangan Soo dengan kencang dan berkata pada So untuk tidak membiarkan para pekerja tidur, kalau memang mereka tidak punya cukup tenaga kerja. Sedangkan kalau So kekurangan pasokan, dia harus berpikir untuk menambahkan, bahkan Raja menyarankan untuk mencuri bila perlu, dia ingin So menyelesaikan pembangunan benteng tepat waktu. Raja terus mengungkapkan rasa marahnya sambil terus menggenggam tangan Soo, sampai Soo merasa kesakitan.

Melihat Soo kesakitan Jung hendak maju namun di cegah oleh Wook. Tak ingin melihat Soo tambah kesakitan, akhirnya So mengaku salah dan berlutut. Wook kemudian ikut bicara, dia meminta waktu pada Yo untuk bicara. Mendengar permintaan Wook dan melihat So sudah berlutut, Yo pun langsung melepaskan tangan. Tak mau mendapatkan masalah, Soo pun langsung pergi.

Tanpa Soo sadari, So dan Wook sama-sama melihat kepergian dirinya. Jadi bisa dipastikan kalau apa yang So dan Wook lakukan tadi adalah agar Yo melepaskan Soo.

Di ruangannya, Soo kembali menyalin tulisan yang So buat untuknya. Chae Ryung masuk dan melihat Soo belum tidur, dia pun berkomentar kalau Soo belum pernah tidur nyenyak semenjak Chae Ryung masuk Damiwon. Melihat apa yang Soo tulis, Chae Ryung pun bertanya kenapa Soo begitu sering menulis tulisan itu dan Soo menjawab kalau dia suka pada artinya.

“Ketika air telah kering, Duduk dan lihatlah awan yang naik,” ucap Soo membaca tulisan yang dia tulis.

“Dia bodoh kalau pergi ketika air telah kering,” jawab Chae ryung asal mengartikan makna tulisannya. Dia kemudian menyarankan pada Soo untuk jalan-jalan kalau Soo tidak bisa tidur.

Soo melakukan saran Chae Ryung untuk jalan-jalan dan seperti biasa tujuan dia pergi adalah danau. Di luar dugaan, Soo bertemu So di tempat itu.

“Kau pergi tanpa menemuiku? Ini sudah lebih dari dua tahun dan kau tidak datang bahkan sekali. Aku rasa kau benar-benar melupakanku,” ucap Soo dan So membenarkan, dia juga mengaku kalau dia tak sengaja datang ke tempat itu hari ini.

So berjalan pergi dan tiba-tiba Soo memeluknya dari belakang. Soo mengaku kalau semua itu belum berakhir untuk dirinya. Dia meminta So untuk bertahan dengannya, “Karena kau pergi sendiri tanpa persetujuanku. Aku pantas setidaknya,” ucap Soo dan So hendak menyingkirkan tangan Soo, namun di urungkannya.

“Apa kau tidur nyenyak? Makan dengan baik? Apa kau masih… membenciku?” tanya Soo dan So menguatkan hatinya untuk tak goyah. Dengan cepat So menyingkirkan tangan Soo dari tubuhnya dan kemudian berjalan pergi tanpa berkata apa-apa.

Woo Hee menghadap Yo dan mengungkapkan kalau So sudah berlaku licik dengan beberapa klan Songak. Dia sengaja mengulur-ulur pembangunan ibukota baru, dengan mencampur kerikil sehingga membuat dinding roboh dan membiarkan beberapa pekerja pergi.

“Kau yakin?” tanya Yo.

“Ada juga rumor karena Menteri Wang Sik Ryeom terlalu sakit, pengawasan konstruksi tidak benar-benar terjadi,” tambah Woo Hee dan Yo langsung emosi mendengarnya. Yo bertanya apa yang sebenarnya So inginkan, apa So ingin tahta.

Sebelum Woo Hee menjawab pertanyaan Yo, dia ingin Yo menjawab pertanyaannya lebih dulu. Dia ingin tahu kenapa Yo melanggar kesepakatan mereka berdua. Yo sudah membuat orang-orang yang tak bisa membayar pajak untuk melakukan kerja paksa. Rakyat Hukbaekje yang miskin diseret ke konstruksi dan sekarat disana. Jadi, apa gunanya Woo Hee melayani Yo selama ini sebagai mata dan telinganya, sedangkan Yo tidak melakukan apa yang sudah dia janjikan.

Kalau Yo tidak bisa memberikan apa yang Woo Hee inginkan, maka Woo Hee akan berhenti menjadi pencari informasi bagi Yo.

Dengan kondisi emosi yang tak stabil, Yo menuang minumannya ke dalam gelas sampai tumpah-tumpah. Yo kemudian berkata kalau Woo Hee tidak bisa bersikap seperti itu sekarang ini, dia mengancam akan memberitahu semuanya pada Baek Ah, kalau Woo Hee macam-macam.

So kembali ke danau dan teringat pada Soo yang berkata kalau dia tak merasa sendiri di istana, sebab ada So bersamanya. Dia juga teringat saat dia menangkap Soo yang naik ke perahunya dan hampir terjatuh. Serta disaat Soo menolak untuk dicium oleh So, tapi di kemudian hari, Soo sendiri yang langsung mencium bibir So.


loading...

So tersenyum sedih mengingat semua itu. Dia pun kembali ingat ketika Soo memeluknya dari belakang. Saat So berbalik dan hendak pergi, Soo tiba-tiba muncul. Tanpa keduanya sadari, Yo dan Won melihat mereka saling menatap satu sama lain. Won memberitahu Yo kalau So tidak akan bisa seterusnya menjadi anjing Yo. Yo pun menjawab kalau So akan berguna jika dia menariknya dengan benar.

“Keduanya tidak lagi memiliki perasaan satu sama lain, sehingga tidak akan efektif. Kau percaya itu?” tanya Won.

“Aku memastikan bahwa mereka tidak mengirimkan surat apapun untuk satu sama lain,” jawab Yo.

“Tetap saja, kau harus mengonfirmasikan itu. Budak hanya bekerja keras jika kau mencambuk dengan benar sekarang dan nanti,” saran Won.

Soo hendak mendekati So, namun dihentikan oleh So karena menurutnya, akan lebih baik jika dia tidak melihat Soo sama sekali. Tepat disaat itu, Yo menarik panahnya ke arah Soo dan So melihatnya. Walaupun berkata kalau dia tak mau bertemu lagi dengan Soo, So tetap melindungi Soo, sehingga So sendirilah yang terkena anak panah dari Yo. Tangan So terluka dan saat Soo hendak melihatnya, So tak memperbolehkannya.

Won dan Yo datang. Yo beralasan memanah karena sedang melatih tangannya yang dirasa semakin melemah. Saat ditanya apa So terluka, So pun hanya menjawab kalau panah itu hanya menyerempetnya. Won kemudian berkomentar kalau sepertinya Soo dan So masih berhubungan baik.

“Tidak akan baik jika ada rumor bahwa kau membunuh dayang untuk bersenang-senang,” jawab So dan Yo mengaku kalau apa yang dia lakukan memang salah. Saat akan ikut pergi dengan Yo, So mengingatkan Won untuk berhati-hati.

“Apa yang sudah ku lakukan?” jawab Won yang tak mengakui kesalahannya.

So menahan rasa sakit pada tangannya dan Soo terus melihatnya. Tentu saja Soo merasa khawatir, namun So tak mau menerima rasa khawatir Soo. So kemudian pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.

Soo mengambil anak panah yang sudah melukai tangan So. Tak lama kemudian Woo Hee masuk karena Soo minta ketemu. Soo memanggil Woo Hee karena ingin mengirim pesan pada Baek Ah.

Soo masuk ke sebuah ruangan, dimana So sedang tertidur sambil menahan rasa sakit disana. “Dia dalam perjalanan ke Seokyeong. Lengannya memburuk, sehingga ia menerima pengobatan. Aku sudah mengirim orang, jadi kau tidak perlu khawatir,” ucap Baek Ah pada Soo dan sepertinya Soo datang ke tempat itu sebagai ganti orang yang diminta untuk mengobati So.

So tidur tanpa mengenakan bajunya, jadi Soo pun langsung memberi obat pada luka So. Saat diberi obat, So sedikit membuka matanya dan melihat bayangan Soo. Namun karena masih merasa sakit, So kembali menutup matanya. Saat So kembali menutup mata, Soo melihat semua luka yang ada di tubuh So.

So membuka mata dan dia sudah mengenakan pakaiannya. Saat dia melihat kesekeliling ruangan, dia melihat Soo sedang tertidur di ujung ruangan. So menghampirinya dan saat ingin menyentuh wajah Soo, Soo terbangun dan So bertanya kenapa Soo ada di tempatnya?

Soo menjawab kalau dia ingin menanyakan sesuatu, jadi dia meminta bantuan Baek Ah untuk datang ke tempat itu. So pun menyuruh Soo untuk bertanya dengan cepat lalu kembali ke istana.

“Kau masih… tidak melupakanku, kan? Kau bilang kau tidak lagi menyukaiku. Kau bohong, kan?” tanya Soo dan So tak mau menjawab, dia menyuruh Soo pulang.

“Ini bukan istana dan raja tidak menonton. Aku ingin menanyakan ini. Aku mempertaruhkan hidupku dan meninggalkan istana. Tak ada satu hari pun yang aku tidak menunggu selama dua tahun. Aku ingin kembali ke masa itu. Aku berharap untuk itu lagi dan lagi. Jadi… Aku ingin memberitahumu… Aku percaya padamu. Aku akan menanyaimu lagi. Jawab aku, dan jangan berbohong. Jawab aku. Apa kau… masih… mencintaiku?” tanya Soo dan So menjawabnya dengan sebuah ciuman. Ya, So berbalik dan langsung mencium Soo. Mendapat jawaban itu, Soo pun merasa senang dan memeluk So.

Mereka kemudian sudah berbaring di tempat tidur yang sama. Dengan lembut So membelai wajah Soo yang sudah tertidur dan itu membuat Soo terbangun. Mereka kemudian bermain bayangan dan So tersenyum melihat Soo senang.

Paginya, Soo menyiapkan sarapan untuk So. Karena tangan kakak So masih sakit sehingga membuat So tak bisa menggunakan sumpit, jadi Soo yang menyuapi So makan. Malamnya, mereka berdua melihat bintang bersama dan Soo memberitahu gugusan bintang yang diberi nama pegasus.

Tepat disaat itu Ji Mong datang dan So langsung melepaskan genggaman tangannya pada Soo. Mereka bertiga kemudian mengobrol di dalam. Ji Mong memberitahu So kalau Yo sakit parah.

“Utusan dari Jurchen Timur yang membawa upeti, jadi aku mengatur saat hari petir terjadi untuk menakut-nakuti raja, Aku tidak tahu utusan itu akan tersambar petir dan mati tepat di depannya. Tabib istana mengatakan dia sangat terkejut sampai dia menjadi lemah,” cerita Ji Mong pada So dan Soo.

Yo yang masih dalam kondisi lemah, terbangun di tengah malam dan terngiang-ngiang pada suara Eun dan Moo yang meminta bantuan padanya. Tak hanya berhalusinasi pada Eun dan Moo, Yo juga berhalusinasi melihat Raja Taejo. Melihat ayahnya datang dan menghampiri, Yo benar-benar merasa takut dan langsung pingsan.

Paginya, Wook dan para kasim menemukan Yo pingsan di lantai. Dengan panik, Wook langsung menghampiri Yo dan menyuruh kasim untuk memanggil tabib istana. Di tengah kepanikan, Wook terpikir sesuatu dan dia kemudian meminta penjaga untuk menyiapkan kuda, karena dia akan pergi ke Seokyeong untuk menemui Wang Shik Ryeom.

Kita kembali ke Ji Mong yang berkata pada So kalau dia pikir waktunya sudah tiba. “Pangeran Wook dan Jung sudah berangkat. Sementara Jenderal Park dan klan Shinju Kang siaga mengendalikan semua tentara kerajaan dan klan. Kau harus membuat keputusan,” jelas Ji Mong.

So sedang menatap langit diluar dan Soo menghampiri, dia bertanya apa So menginginkan tahta? Dan So menjawab ingin. Soo pun akhirnya sadar, kalau alasan So meninggalkan dirinya selama ini adalah karena So mengincar tahta Raja.

“Raja memanfaatkanmu untuk mendapatkanku. Dia akan memanfaatkanku untuk terus mengganggumu,” jawab So.

“Bagaimana jika aku memintamu untuk menyerah?” tanya Soo dan SO menjawab kalau dia akan membujuk Soo sampai Soo mengatakan akan melakukannya.

“Kau bilang kau tidak perlu menjadi raja selama kita tetap bersama. Kau tidak mengatakan itu lagi,” ucap Soo dan So menjawab kalau mereka berdua sudah sepakat untuk tidak berbohong satu sama lain.

“Aku memulai ini agar aku bisa menghentikan kita dari harus membunuh satu sama lain. Tapi… ketika aku membangun istana… Aku menyadari dunia dapat berubah jika raja berganti. Aku tidak akan dikendalikan oleh siapapun. Dan aku bisa menyingkirkan semua kemustahilan ini. Menjadi raja… adalah sesuatu yang aku inginkan,” ucap So.

Bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinopsis scarlet episode 16
  • scarlet heart 16 part 2
  • ketika air menjadi kering lihatlh awan yang muncul
  • ketika air sudah kering duduk dan lihatlah awan yang naik
  • ketika air sudah kering duduk dan lihatlah awan yang naik _ arti puisi
  • sinopsis scarlet heart ryeo eps 16 part 2
  • ketika airnya mengering duduk dan lihatlah awan yang terbit puisi moon lovers artinya
  • ketika airnyq menjadi kering duduk dan lihatlqh awan yg muncul artinya ?l
  • makna ketika air telah kering lihatlah awan yang mulai naik
  • puisi ketika airnya mulai kering duduk dan lihatlah awan yang muncul

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *