Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 15 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 15 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 15 – 1, bercerita tentang Yo yang berhasil naik tahta dengan mengancam So, untuk memilih Soo atau tetap setia pada Moo yang sudah tak bernyawa lagi. Langkah pertama yang Yo lakukan untuk mempertahankan posisinya sebagai Raja adalah menjadikan Eun pengkhianat, bahkan semua anggota keluarga Eun dibunuh dan Eun dijadikan buronan dan yang lebih parah lagi, Yo menyuruh So yang menangkap EUn. So pun tak bisa menolak karena yang menjadi ancaman adalah keselamatan Ji Mong, BAek Ah dan Soo. Bagaimana cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsis dibawah ini:

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 14 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 14 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 15 – 1

sumber konten dan gambar dari SBS

So diberi pilihan untuk menyelamatkan Soo atau tetap setia pada Raja Moo. Tak ingin kehilangan Soo, So pun berlutut dan menyebut Yo sebagai Raja yang baru. So bahkan menyerukan panjang umur untuk Yo, sang Raja baru untuk Goreyo.

Falshback!
Beberapa tahun yang lalu saat So masih kecil dan wajahnya belum terluka. Dia duduk melihat langit bersama Moo dan Ji Mong. Moo memberitahu Ji Mong kalau Ratu Yoo menyuruhnya merasa bahagia karena Tae sudah meninggal, tapi pada kenyataannya, Moo sangat merindukan saudara keduanya itu.

Moo berpikir kalau Tae lah yang pantas menjadi Putra Mahkota dibandingkan dirinya, yang hanya punya mertua rendahan.

“Jangan bicara begitu. ‘Kan sudah kubilang kalau kau punya bintang raja di konstelasi Heonwon,” ucap Ji Mong dan kemudian bertanya dengan hati-hati, bagaimana kalau Moo tak berumur panjang. Moo pun tak mempermasalahkannya kalau dia cepat mati, yang penting dengan siapa dia menghabiskan hari-hari terakhirnya.

“Hyungnim, aku juga ingin menjadi raja,” ucap So yang sedari tadi diam.

“Ya, tentu saja. Pangeran Wang So kita ini juga punya bintang raja,” jawab Ji Mong.

“Benarkah, Ji Mong? Berarti aku juga akan menjadi raja? Yahoo! Aku akan menjadi raja! Kau harus memanggilku “Yang Mulia Raja” sekarang,” ucap So dengan lucunya.

“Ya, Yang Mulia Raja. Maafkan kami, Yang Mulia,” jawab Ji Mong dan Moo bersamaan lalu tertawa.
Flashback End!

Dengan wajah sedih Ji Mong melihat jasad Moo yang tergeletak di lantai. Sudah ada Baek Ah dan Jung disana, sedangkan Yo dan Won sudah pergi.

“Dia raja kita. Dia….raja bangsa kita, Goryeo. Apa kalian akan membiarkan dia terbaring seperti ini?” tanya Ji Mong dan Baek Ah langsung menghampiri jasad Moo dan mengangkat kepalanya ke pangkuan dia.

“Hyungnim.Lupakanlah semuanya. Beristirahatlah dengan damai,” ucap Baek Ah.

Soo bangun dan meminta So juga bangun. Dia meminta maaf pada So, karena semua itu terjadi karena dirinya. Tanpa berkata apapun, So langsung membawa Soo keluar, tapi di luar sudah ada Won bersama prajurit yang menghadang mereka. Won menyampaikan pesan Yo, kalau Hae Soo meninggalkan Damiwon atau menghilang, maka Raja baru ( Yo) akan menyebarkan pengumuman ke seluruh Goryeo kalau Soo lah yang meracuni Mendiang Raja ( Moo ). Jadi kesimpulannya, Soo tak boleh pergi dan tak akan pernah bisa bersembunyi. Mendengar hal itu, Soo langsung menggenggam tangan So dengan kuat, Soo ketakutan.

Tak ingin ada yang membahayakan posisinya, Yo pun memerintahkan pada anak buahnya untuk menangkap semua keluarga Pangeran Eun. Bersama Seon Deok, Eun pun melarikan diri.

Yo bersama Sik Ryum kembali ke istana dan melihat Park Sool Hee ditangkap. Wook kemudian memberitahu Yoo kalau Sool Hee akan diasingkan dan setelah itu mereka akan mengumumkan pada semuanya kalau Wang Gyu melakukan tindak pengkhianatan dan membunuh Park Sool Hee serta pengikutnya.

“Bagus. Kau menyingkirkan Moo Hyungnim untukku. Juga, kau menyarankanku memanfaatkan Hae Soo untuk membuat So menyerah. Aku senang kau ada di pihakku. Tanpamu, Paman, Wook pasti menolak bergabung denganku,” ucap Yo senang dan Sik Ryum pun kemudian menyuruh Wook untuk berlutut pada Raja baru mereka. Dengan berat hati, Wook pun melakukannya. Dia berlutut dan mengucapkan salam serta doa panjang umur untuk Yo yang menjadi Raja baru.

Yo kemudian duduk di singgasana dan berkata kalau Eun dan istrinya berhasil melarikan diri. “Untuk membuat pemberontakan ini memang direncanakan oleh Wang Gyu, kita harus cepat-cepat menangkap Eun. Kita harus membunuhnya,” ucap Yo dan Wook menyarankan untuk menggunakan So dalam pencarian Eun.

Wang Gyu memohon pada Sik Ryum untuk membiarkan Eun hidup, namun Sik Ryum tak perduli. Satu per satu anggota keluarga Eun di bunuh dan sekarang, Yo sudah mengenakan pakaian Raja-nya. Bersama Ratu Yoo, dia melihat langsung proses pengeksekusian keluarga Eun.

“Aku tahu hari seperti ini akan datang. Kau memang anak yang sempurna sejak hari kelahiranmu. Aku tahu kau akan membawa kehormatan padaku. Yang Mulia,” ucap Ratu Yoo dengan penuh kebanggaan pada Yo.

Wang Yo menjadi Raja ke tiga Goryeo dengan nama Jeongjong. Yo pun memberi selamat pada ibunya karena sudah menjadi Ibu Suri. Tak mau ada masalah di kemudian hari, Ratu Yoo pun menyuruh Yo untuk menyingkirkan pangeran yang lain secepatnya. Yo pun menjawab kalau ibunya tak perlu khawatir dan biarkan urusan politik dia yang mengurus karena sekarang Goryeo adalah milik mereka.

Tepat disaat itu So datang dan masih dengan gayanya. Dengan ekspresi angkuh dan tak senang. Tentu saja itu membuat Ratu Yoo marah dan menyuruhnya untuk menunjukkan rasa hormat pada Raja Yo. Namun kali ini Yo membela So dengan meminta sang ibu untuk tidak terlalu keras pada So, karena Yo sudah berhutang nyawa pada So.

“Kau… berhenti saat kau menikamku. Kau tak menyerang dengan kekuatan penuh,” ucap Yo dan itu saat So menusuknya di tebing. Ternyata saat itu So sengaja tak menusuk Yo terlalu dalam.

“Kalau kau masih merasa menyesal karena momen itu, aku bisa membunuhmu sekarang untuk selamanya,” jawab So dan berjalan maju, sehingga membuat para prajurit yang mengawal Yo hendak maju untuk menghentikan So, namun dihentikan oleh Yo yang merasa kalau So tak akan membunuhnya.

“Wang Gyu berusaha membuat Pangeran ke-10, Eun naik takhta. Karena itu Wang Gyu dihukum mati. Cepat tangkap pangeran. Setelah kau menemukannya, langsung bunuh Eun di tempat,” perintah Yo pada So dan So harus melakukannya jika dia mau, Ji Mong, Baek Ah dan Hae Soo tetap aman. Mendengar hal itu, So tak bisa menjawab lagi, dia memutuskan pergi.

Setelah So pergi, Ratu Yoo langsung berkata, “Sudah kubilang kau harus jaga jarak dengannya. Singkirkan dia!”

“Kenapa? Rasanya menyenangkan menjinakkan dia,” jawab Yo dan bergumam dengan kesal karena So sudah mengasihaninya dengan membiarkannya hidup saat itu.

So menemui Panglima Park dan Ji Mong, dia memberitahu apa yang Raja Yo perintahkan padanya, yaitu menangkap Eun dan Seon Doek. Tentu saja mendengar hal itu, Panglima Park langsung bergetar dan bertanya, “Kau tak akan membunuh mereka kan?”

Mendengar pertanyaan itu, So terdiam. Panglima Park pun tahu apa yang akan So lakukan, jadi dia mengingatkan So kalau dia (panglima Park) punya ikatan dengan Raja Taejo semenjak mereka bersama-sama di medan perang ketika mendirikan Goryeo ini. Mereka berjuang sampai mati, jadi Panglima Park tetap setia sampai sekarang. Karena semua itu, Panglima Park tak bisa membiarkan putrinya disakiti.

“Jika putriku tertangkapdalam pertarungan antar keluarga Wang…Aku, Park Soo Kyung, takkan diam saja,” janji Panglima Park dan setelah mengatakan hal itu diapun pergi.

So diam-diam menemui Soo dan memberitahu kebenaran tentang Raja Moo yang meninggal karena keracunan merkuri. Karena mereka belum tahu siapa pelakunya, jadi So meminta Soo untuk tidak mempercayai siapapun.

So kemudian berkata kalau dia akan pergi dari istana beberapa hari dan dia merasa khawatir karena harus meninggalkan Soo sendiri, jadi diapun berpesan pada Soo untuk menghindari Raja dan Ibu suri. Jika sesuatu terjadi, maka Soo harus segera menemui Ji Mong.

“Kau mau pergi kemana?” tanya Soo.

“Raja memerintahkanku menangkap pengkhianat,” jawab So.

“Apa dia memerasmu dan mengancam aku akan mati?” tanya Soo dan So mengusap kepala Soo sambil berkata padanya untuk tidak khawatir, karena So bisa mengurus semuanya. So kemudian memeluk Soo.


loading...

Soo kemudian mengajak Chae Ryung bicara tentang siapa kira-kira yang memasukkan merkuri ke tempat mandi Raja Moo, karena hanya mereka berdua yang selalu menemani Raja Moo mandi, selain itu tak ada lagi yang menyentuh ramuan herbalnya. Mendengar itu, Chae Ryung pun berkata kalau bukan dia pelakunya. Tanpa curiga sedikitpun, Soo menjawab kalau dia tidak menuduh Chae Ryung, dia hanya ingin Chae Ryung lebih berhati-hati mulai sekarang.

Chae Ryung kemudian memberitahu Soo kalau keluarga Eun sudah dituduh sebagai pengkhianat dan semua anggota keluarganya sudah dibunuh. Mendengar itu, Soo pun bertanya-tanya tentang keadaan Eun dan Soo kemudian menghubungkannya dengan kepergian So yang ditugaskan untuk menangkap pengkhianat.

“Berarti orang yang harus ditangkap Pangeran ke-4…,” ucap Soo langsung shock dan sesak nafas.

Keluar ruangan, Soo langsung terbelalak saat melihat kalau Seon Deok dan Eun ternyata ada di Damiwon. Seon Deok sendiri sudah memakai pakaian pelayan Damiwon. Tak mau ada yang tahu, Soo langsung membawa keduanya ke kamar. Yang punya ide untuk bersembunyi di Damiwon adalah Seon Deok, karena dia berpikir kalau Raja baru tidak akan pernah berpikir mereka bersembunyi di sana. Selain itu, Eun juga berkata kalau mereka bisa mempercayai Soo. Namun Seon Deok tak bisa sepenuhnya percaya pada Soo, dia bahkan mengancam akan membunuh Soo kalau sampai Soo memberitahukan keberadaan mereka dan Seon Deok juga tak memperbolehkan Eun memberitahu Soo kemana mereka akan pergi dengan perahu yang mereka sewa. Menurut Seon Deok, Soo hanya perlu memastikan kalau mereka tidak terperangkap dan tak perlu tahu mereka akan kemana.

Eun kemudian berpikir untuk meminta tolong pada saudara-saudaranya dan saat nama So disebut, Soo langsung berkata jangan karena sekarang So sedang mencari mereka berdua. Mendengar itu, Seon Deok pun meminta Eun untuk tidak memberitahu siapapun, karena kalau mereka membuat satu kesalahan saja, tamatlah mereka berdua.

Eun lalu bertanya tentang ibu dan bibinya, tentu saja Soo tak bisa memberitahu kalau mereka semua sudah dieksekusi, jadi Soo pun menjawab kalau dia tak tahu dengan apa yang terjadi di luar Damiwon.

Woo Hee menghadap Raja dan memperkenalkan diri sebagai perwakilan Hubaekje. Dia meminta Raja untuk memperkenankan rakyat Hubaekje mengakses wilayah selatan dan mengizinkan mereka bertani di lahan itu selama 3 tahun tanpa membayar pajak, selain itu dia juga minta orang-orangnya yang secara paksa di jadikan budak lalu di naikkan statusnya menjadi warga yang taat hukum dan mengizinkan mereka bertani.

“Kau itu orang yang mencoba membunuh raja. Buat apa aku harus percaya padamu dan buat kesepakatan denganmu?” tanya Raja.

“Rakyatku kelaparan. Balas dendam tak ada gunanya bagiku sekarang. Jika Anda menjamin kelangsungan hidup mereka….rakyat Hubaekje akan menerimamu sebagai raja mereka. Mereka akan setia kepadamu,” janji Woo Hee.

“Ya. Tapi, semakin kupikirkan….rasanya kesepakatan ini akan merugikanku. Aku punya ide bagus,” ucap Raja tapi kita tak diperdengarkan pada apa yang dia katakan selanjutnya, karena kita langsung dialihkan pada So dan Baek Ah yang sedang makan berdua disebuah kedai.

Salah satu orang yang sedang makan disana berkata, “Kabarnya si Pangeran ke-4, si anjing itu, ingin membunuh saudaranya.”

“Diam! Nanti ada orang yang dengar,” ingat temannya, namun pria itu terus beebicara.

“Tidak masuk akal kalau Pangeran ke-10, yang orangnya ceria, periang, merencanakan pengkhianatan. Pangeran ke-4 itu menjadi anjing pemburu untuk Raja. Aku yakin dia berbohong,” sambung pria itu dan temannya langsung menyuruh dia diam dan makan.

So yang mendengar hal itu hanya diam saja sehingga membuat Baek Ah berkata kalau dia akan menemukan perahu, dimana perahu itu akan berlayar lima hari lagi. Saat So tanya kemana, Baek Ah menjawab kalau ada 4 perahu berbeda yang akan berangkat pada waktu yang sama, jadi Baek Ah tak tahu mana perahu yang Eun hendak naiki.

“Kau tidak akan menangkap Eun dan menyerahkannya, ‘kan?” tanya Baek Ah.

“Kau juga tak percaya padaku, ya?”

“Aku tidak percaya pada saudara ketiga kita. Dia suka memanipulasi orang dan menggunakan kelemahan mereka. Dan dia menjadi Raja. Masa depan bangsa ini suram,” jawab Baek Ah dan So kemudian menyuruhnya untuk mencari tahu apa Eun minta bantuan pada orang lain, seperti Jung misalnya.

“Mungkin karena Wook Hyungnim punya hubungan yang rumit dengan saudara ketiga kita…..karena itu Wook Hyungnim sudah lama tak pergi dari rumahnya. Siapa sangka saudara ketiga kita masih hidup?” ucap Baek Ah dan tepat disaat itu Woo Hee datang menghampiri mereka. Bertemu Woo Hee, So pun berkata kalau Soo pasti akan merasa senang jika bertemu dengannya. Woo Hee pun menjawab kalau dia tak akan lama lagi juga bertemu dengan Soo karena dia akan kembali lagi ke Gyobang. Namun dia tak akan jadi gisaeng disana, dia akan menjadi guru tari, jadi Baek Ah tak perlu mengkhawatirkannya. Tanpa mereka sadari Sik Ryum melihat mereka bertiga dari jauh.

So menemui Wook dan mengatakan kalau Wook lah dalang dibalik kematian Raja Moo, karena Raja Hyejong terpapar merkuri selama kurang lebih 2 tahun tanpa ada yang tahu.

“Pangeran ke-9, Pangeran Won mungkin adalah pelakunya. Tapi, hal itu terlalu rinci dan terencana. Tidak sesuai dengan kepribadian Won. Tapi mungkin saja kau bukan yang merencanakannya… Dan juga aneh Raja baru masih membiarkanmu. Seorang pria seperti itu harusnya sudah menyingkirkamu lebih dulu. Dia menyingkirkan keluarga Pangeran ke-10…dan menindas salah satu keluarga penguasa Songak. Kalau bukan orang pintar sepertimu pelakunya, siapa lagi orangnya?” jelas So dan Wook dengan santai Wook berkata kalau So memang selalu mencurigainya.

“Apa kau….orang yang menyebabkan kematian kakak kita?” tanya So lagi.

“Kau sendiri? Apakah kau akan menjadi anjing Raja dan membunuh Eun? Kita berdua berjuang untuk bertahan hidup. Itulah nasib seorang pangeran yang tidak bisa menjadi raja. Untuk bertahan hidup, kita harus patuh,” jawab Wook yang menganggap So sama saja seperti dirinya.

So bertanya kenapa Wook bisa berubah drastis seperti itu dan Wook masih kekeuh menjawab kalau dia tak meracuni mendiang Raja.

Soo menyiapkan teh untuk Raja dan Raja bertanya kenapa Soo memasukkan merkuri ke dalam air mandi mendiang Raja? Dan tentu saja Soo menjawab kalau dia tak melakukan hal tersebut. Yo bertanya lagi apa Soo akan tetap menjawab seperti itu setelah disiksa.

“Kalau begitu…Aku akan berkata bahwa kau menyuruhku melakukannya, Yang Mulia. Aku akan berkata kau memerintahkanku melakukannya karena kau ingin takhta. Aku akan berkata begitu meski aku mati,” jawab Soo tanpa rasa takut.

“Kau ternyata lebih tangguh dari dugaanku. Benar juga, sepertinya kau selalu seperti ini sejak dulu. Menarik juga,” jawab Yo dan kemudian mengungkapkan alasanya tak langsung menyingkirkan Soo karena dia ingin menggunakan Soo sebagai umpan untuk mengontrol saudara-saudaranya.

Karena merasa Yo tahu siapa orang yang sudah meracuni mendiang Raja, Soo pun bertanya pada Yo. Tepat disaat itu kasim mengumumkan kalau Wook datang.

“Kenapa dia bisa muncul di waktu yang tepat?” gumam Yo dan Soo terkejut mendengarnya.

Wook masuk dan Yo langsung berkata kalau Soo sangat ingin tahu siapa orang yang telah memasukkan merkuri ke dalam air mandi Raja. Wook pun menjawab kalau mendiang Raja meninggal karena penyakitnya dan Raja membenarkan ucapan Wook.

Soo dan Wook keluar dari ruanga Raja bersama. Wook kemudian berkata kalau Soo pasti merasa takut saat melihat langsung apa yang terjadi pada mendiang Raja dihari terakhirnya.

“Dia juga sudah seperti kakakku. Orang yang membuatnya mati begitu tragis…siapa pelakunya? Yang Mulia…kau tak terlibat, ‘kan?” tanya Soo dan Wook tak langsung menjawab.

Flashback
Ratu Hwangbo marah besar karena Wook berubah menjadi seorang pengkhianat. Wook pun beralasan menjadi pengkhianat karena ingin melidungi ibunya dan keluarga mereka. Namun Ratu Hwangbo bisa menebak kalau Wook melakukan semua itu karena Soo dan Wook sendiri membenarkan. Dia tak menyangkal jadi seperti itu karena Soo.

“Soo… Aku mencoba memiliki segalanya dan semua serba salah, tapi kenapa? Aku berusaha melindungi keluargaku dan orang yang kucintai. Apa salahnya aku begitu? Ibu mengajariku hidup dengan benar dan aku menjalani hidupku seperti itu. Tapi kenapa aku masih kesepian?” ungkap Wook.

“Wook…”

“Lagipula aku sudah terlanjur melakukannya. Aku akan hidup seperti ini dan mencapai keinginanku. Aku takkan menjadi orang bodoh dan menyerah begitu saja,” ucap Wook.
Flashback end

Wook berkata pada Soo kalau dia tak melakukan kesalahan apapun.

Soo pulang dan So sudah menunggunya di depan Damiwon, So datang karena dia mendengar Soo dipanggil Raja. So akhirnya mengatakan kalau Yo menggunakan Soo sebagai umpan untuk memanipulasi dirinya dan So tak mempermasalahkannya, yang penting Soo tetap aman.

Soo kemudian membahas tentang pengkhianat yang hendak So tangkap dan So akhirnya mengaku kalau orang yang sedang dia cari adalah Eun. “Raja ingin menemukan dan membunuhnya. Tapi aku harus berusaha membantu dia melarikan diri,” aku So.

“Ya.”

“Jangan khawatir. Aku akan menemukannya,” janji So, namun Soo malah teringat kembali pada gambaran dimana So membunuh Eun.

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis kdrama
  • sinopsis moon lovers episode 15
  • sinopsis moon lovers episode 17
  • benarkah wang soo yang membunuh saudaranya ?
  • sinopsis moon lovers episode 15 part 1
  • sinopsis scralte heart episode 15 part 1
  • sinopsis moon lovers episode 15 bag 1
  • Sinopsis moon lover episode 15
  • moon lovers 15 1
  • knapa pangeran 10 garyeo dibunuh
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *